60 Strategi Perdagangan Kedua, Jurus Jitu Perdagangan Indonesia Hadapi Ekonomi Global

Peringkat broker opsi biner:

Jurus Jitu Perdagangan Indonesia Hadapi Ekonomi Global

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengklaim bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mematangkan strategi perdagangan dalam menghadapi perubahan dan ketidakpastian ekonomi dunia yang tengah terjadi.

Hal ini disampaikan Enggar saat membuka Konferensi Internasional Perdagangan (The International Conference on Trade/The ICOT) ke-3 yang mengangkat tema Indonesia’s Export Strategies In the Changing Global Trade Environment di Jakarta, hari ini, Rabu (4/9/2020).

“Seiring dengan tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, diperlukan strategi perdagangan yang matang untuk mempertahankan lingkungan perdagangan yang kondusif. Untuk itu, Kemendag akan mengkaji lebih dalam masalah dan tantangan yang dihadapi saat ini,” ujar Enggar.

Mendag menyampaikan, saat ini perdagangan global menghadapi dua tantangan besar. Pertama, meningkatnya antiglobalisasi, di mana banyak negara mengadopsi langkah-langkah pembatasan impor. Kedua, melemahnya sistem multilateral.

“Hingga Desember tahun ini, Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (DSB WTO) hanya memiliki satu anggota. Artinya, perdagangan di dunia yang akan tumbuh hanya perdagangan bilateral dan regional serta tindakan pemberian sanksi sepihak,” terangnya.

Menurut Mendag, pemerintah akan melanjutkan reformasi perdagangan dan investasi agar semakin terintegrasi dengan perekonomian dunia. Langkah-langkah strategis yang dilakukan, yaitu mengutamakan produk olahan bernilai tambah dan memperbaiki manajemen impor, melalui ketersediaan barang modal dan setengah jadi dengan harga yang kompetitif.

Sedangkan di bidang perdagangan internasional, strategi yang dilakukan yaitu menetapkan perjanjian perdagangan dengan mitra dagang utama, memperluas ekspor ke pasar nontradisional, mengintensifkan promosi perdagangan melalui pameran perdagangan dan penjajakan kesepakatan dagang (business matching), meningkatkan pelayanan ekspor, serta mengembangkan iklim perdagangan yang kondusif.

“Sejalan dengan strategi tersebut, Indonesia akan terus meningkatkan perdagangan bilateral dengan mitra dagang, baik pasar tradisional dan nontradional. Selain itu, Indonesia akan meningkatkan kerja sama multilateral, seperti Asean-RCEP,” kata Mendag.

Peringkat broker opsi biner:

Tahun ini, lanjutnya, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 8% atau meningkat dari US$162,8 miliar pada 2020 menjadi US$175,8 miliar pada 2020. Untuk itu, pemerintah terus berupaya mendorong ekspor enam sektor utama, yaitu furnitur dan produk kayu, makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, produk otomotif, produk elektronik, serta produk kimia dengan tetap mempromosikan seluruh industri di Indonesia.

Mendag mengungkapkan, kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha seperti konferensi internasional ini dapat menjadi bagian pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang perdagangan.

“Forum ini merupakan contoh sukses dari forum ilmiah dan strategis di Kemendag yang telah diadakan sejak 2020. Diharapkan konferensi ini akan membawa pemahaman dan mendorong ide-ide baru sebagai tanggapan dan strategi dalam menghadapi perubahan lingkungan perdagangan global,” pungkas Mendag.

Senada dengan Mendag, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kasan menambahkan, ICOT 2020 tidak hanya forum ilmiah, tetapi juga memberikan peluang berharga bagi akademisi, pelaku bisnis, dan pembuat keputusan untuk berbagi pengalaman.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat merumuskan rekomendasi kebijakan untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih baik,” imbuhnya.

ICOT 2020 dihadiri 250 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, pelaku bisnis, dan instansi pemerintah dan lembaga terkait lainnya. Pada konferensi ini, hadir sebagai pembicara utama adalah Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Turut hadir sebagai narasumber, yaitu Kepala Peneliti Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Fukunari Kimura, Kepala Pusat Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo, serta Peneliti Senior Australia Christopher Findlay.

Selain paparan dari pakar, pada forum ini juga dipresentasikan makalah dari peserta yang telah lolos seleksi. Sebelumnya, makalah dikumpulkan BPPP pada April-Agustus 2020. Peserta makalah berasal dari sembilan provinsi di Indonesia. Selain itu, peserta makalah juga berasal dari luar negeri yaitu India, Jerman, dan Inggris. Makalah yang dikirimkan, diuji oleh dewan juri dan dari 82 makalah yang lolos, hanya 44 makalah dipresentasikan dalam forum ini.

“Pada tahun ketiga pelaksanaan ICOT, antusiasme peserta yang mendaftarkan makalahnya semakin besar. Tahun ini, Kemendag menerima 128 makalah, sementara tahun sebelumnya hanya 69 makalah. Peserta berasal dari sektor pemerintah, pelaku bisnis, serta para ahli di bidang perdagangan,” tutup Kasan.

Strategi perdagangan dimatangkan, bersiap hadapi ketidakpastian global

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mematangkan strategi perdagangan dalam menghadapi perubahan dan ketidakpastian ekonomi dunia yang tengah terjadi.

“Seiring dengan tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, diperlukan strategi perdagangan yang matang untuk mempertahankan lingkungan perdagangan yang kondusif,” kata Enggartiasto Lukita di Jakarta, Rabu.

Enggartiasto menyampaikan hal itu saat membuka Konferensi Internasional Perdagangan (The International Conference on Trade/The ICOT) ke-3 yang mengangkat tema “Indonesia’s Export Strategies In the Changing Global Trade Environment” di Jakarta.

Untuk itu Kemendag akan mengkaji lebih dalam masalah dan tantangan yang dihadapi saat ini.

Mendag menyampaikan saat ini perdagangan global menghadapi dua tantangan besar yaitu pertama meningkatnya antiglobalisasi, di mana banyak negara mengadopsi langkah-langkah pembatasan impor. Kedua,melemahnya sistem multilateral.

“Hingga Desember tahun ini, Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (DSB WTO) hanya memiliki satu anggota. Artinya, perdagangan di dunia yang akan tumbuh hanya perdagangan bilateral dan regional, serta tindakan pemberian sanksi sepihak,” kata Enggartiasto.

Menurut dia, pemerintah akan melanjutkan reformasi perdagangan dan investasi agar semakin terintegrasi dengan perekonomian dunia.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan yaitu mengutamakan produk olahan bernilai tambah dan memperbaiki manajemen impor, melalui ketersediaan barang modal, dan setengah jadi dengan harga yang kompetitif.

Sedangkan di bidang perdagangan internasional, strategi yang dilakukan yaitu menetapkan perjanjian perdagangan dengan mitra dagang utama serta memperluas ekspor ke pasar nontradisional.

Kemudian mengintensifkan promosi perdagangan melalui pameran perdagangan dan penjajakan kesepakatan dagang (business matching), meningkatkan pelayanan ekspor, serta mengembangkan iklim perdagangan yang kondusif.

“Sejalan dengan strategi tersebut, Indonesia akan terus meningkatkan perdagangan bilateral dengan mitra dagang, baik pasar tradisional dan nontradional. Selain itu Indonesia akan meningkatkan kerja sama multilateral, seperti ASEAN-RCEP,” kata Enggartiasto Lukita.

Bank Sentral 4.0: Jurus Jitu Hadapi Inovasi Keuangan Digital

Dalam menyikapi menurunnya globalisasi dan meningkatnya digitalisasi, Bank Sentral 4.0 merupakan salah satu strategi dalam mendorong inovasi dalam ekonomi dan keuangan digital untuk memperkuat daya saing dan kepentingan nasional serta mempersempit kesenjangan masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam kuliah umum di London School of Economics (LSE), London (11/2/2020) dengan tema Diminishing Globalisation & Rising Digitalisation: Central Bank Policy Responses.

“Sebagai dukungan BI dalam integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional, BI telah menyusun arah kebijakan Sistem Pembayaran Indonesia ke depan melalui peluncuran Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025: Menavigasi Sistem Pembayaran Nasional di Era Digital,” kata Perry.

Dalam kesempatan tersebut, Perry juga menyampaikan bahwa sinergi bauran kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan akan terus diperkuat untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Perang dagang antara AS dan Tiongkok dan kebijakan perdagangan global lainnya yang mencirikan tren penurunan globalisasi telah berdampak pada volume perdagangan dunia dan pertumbuhan ekonomi global.

“Di sisi lain, digitalisasi ekonomi dan keuangan telah merambah ke berbagai segmen ekonomi,” cetus Perry.

Ekonomi dan keuangan digital berkembang secara pesat dalam berbagai bentuk layanan keuangan fintech maupun layanan keuangan digital unbundling di luar bank maupun lembaga keuangan lainnya yang dapat berpotensi menciptakan shadow banking.

Hal tersebut juga turut berdampak pada longgarnya mekanisme transmisi moneter, dan meningkatnya risiko terhadap stabilitas moneter dan keuangan. Perilaku pelaku ekonomi juga telah berubah terutama didorong oleh generasi milenial.

“Dua hal tersebut menjadi tantangan bagi bank sentral dalam memberikan respons guna menjaga stabilitas perekonomian,” tukas Perry.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: