Adalah Bahaya Forex – Waspadai 3 Bahaya Belajar Trading Terlalu Lama Di Akun Demo – Artikel Forex

Peringkat broker opsi biner:

Waspadai 3 Bahaya Belajar Trading Terlalu Lama Di Akun Demo

Dibaca Normal 6 menit

Meskipun bermanfaat, belajar trading forex di akun demo ternyata berbahaya jika terlalu lama. Selain tak mengasah kemampuan, ada 2 bahaya lain yang perlu diwaspadai.

Setiap trader pemula pasti tahu yang namanya akun demo. Sebagai akun yang memungkinkan trader untuk berlatih menggunakan platform, mengakses harga secara real-time, dan melakukan transaksi dengan dana virtual, akun demo memang memiliki peran vital dalam proses belajar trading forex.

Namun demikian, akun demo ternyata menyimpan bahaya tersembunyi bagi perkembangan trader. Alasannya sederhana: Trader yang sukses di akun demo belum tentu bisa mengulangi keberhasilan di akun real, karena akun demo tidak melibatkan uang sungguhan. Hal itu praktis mengeliminasi faktor penting yang perlu dikuasai dalam pengambilan keputusan trading, yaitu tekanan psikologis saat menghadapi risiko kerugian nyata.

Bisa digarisbawahi, Anda memang tidak akan menderita kerugian materi apapun saat trading di akun demo, tapi berkubang terlalu lama dalam akun tersebut dapat menghambat Anda menguasai skill yang diperlukan untuk memperoleh profit konsisten di akun real.

Jika diuraikan lebih lanjut, ada tiga bahaya trading akun demo yang perlu diwaspadai. Apa sajakah itu?

1. Trader Jadi Meremehkan Kesalahan

Poin ini mungkin terkesan aneh, tapi sebenarnya cukup masuk akal. Akun demo sebenarnya adalah perangkat belajar yang berfungsi untuk mempermudah Anda berlatih trading. Namun ketika sudah digunakan terlalu lama, kemudahan akun demo rentan disalahgunakan untuk ‘meremehkan’ kesalahan trading.

Seperti yang telah diketahui, akun demo menggunakan dana virtual sehingga ketika posisi trading loss, maka tidak ada kerugian real yang Anda terima. Ketika suatu kesalahan trading tidak menimbulkan dampak berarti, akan mudah bagi Anda untuk menyepelekannya.

“Ah, ini kan cuma di akun demo. Nanti saja saya pelajari kesalahan ini kalau sudah trading pakai uang sungguhan”. Jujur saja, pernahkah terbesit anggapan seperti itu dalam pikiran Anda? Jika ya, maka sebenarnya Anda telah menyalahgunakan fungsi akun demo sebagai sarana belajar forex.

Justru karena akun demo tidak menggunakan uang sungguhan, Anda bisa lebih leluasa untuk belajar dari kesalahan. Apabila Anda bersedia memperbaiki kesalahan trading hanya kalau sudah berjuang di akun real, lantas apa gunanya akun demo tersebut?

Peringkat broker opsi biner:

2. Tidak Mengasah Kemampuan Menghadapi Risiko

Salah satu alasan mengapa banyak trader pemula sulit mendapat profit adalah kebiasaan ‘memotong’ profit dan membiarkan loss terus ter-floating. Untuk mengatasi hal itu, Anda mungkin sudah berkenalan dengan manfaat Stop Loss dan Take Profit, berikut konsep Rasio Risk/Reward yang menjadi bagian dari manajemen risiko. Di samping itu, ada pula alternatif manual seperti melakukan Averaging, mengatur Trailing Stop, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, kelebihan akun demo yang tidak mengusung risiko nyata justru mudah membuat Anda meremehkan pentingnya manajemen risiko. Anggapannya seperti ini: “Untuk apa repot-repot memperkirakan stop loss dan take profit ideal atau bahkan mengatur strategi averaging? Toh kalau loss sungguhan juga tidak ada uang yang hilang“.

Di sinilah letak bahaya trading akun demo jika Anda terlalu lama menjajakinya. Karena sudah nyaman dengan berbagai kemudahan akun demo, manajemen risiko jadi tidak diprioritaskan atau bahkan dilalaikan. Ketika sudah waktunya bertransisi ke akun real, keahlian mengatur manajemen risiko jadi tidak terasah. Padahal, justru aspek inilah yang menjadi kunci penting agar bisa bertahan di akun real.

3. Menciptakan Kebiasaan Buruk Dalam Trading

Masih ingatkah Anda dengan contoh “komitmen” di poin pertama? Jika ya, coba perkirakan berapa persen trader yang benar-benar menerapkan itikad tersebut di akun real. Faktanya, sebagian besar cara trading di akun sungguhan adalah hasil kebiasaan dari apa yang Anda lakukan di akun demo.

Disadari atau tidak, kebiasaan buruk di akun demo pasti akan terbawa di akun real, meski sebelumnya Anda selalu berjanji dalam hati untuk lebih mawas setelah membuka akun sungguhan. Untuk mengubah dan menyesuaikan dengan kondisi akun real, perlu waktu dan (mungkin) beberapa kerugian nyata yang memotivasi Anda untuk memperbaiki kebiasaan.

Dalam beberapa kasus, kebiasaan buruk itu justru bisa semakin berakibat fatal jika sudah dibebani oleh tekanan psikologis dari risiko trading dengan uang real. Sebagai contoh, ketika Anda terbiasa memperlebar jarak Stop Loss tanpa alasan di akun demo, Anda akan mengulanginya lagi saat trading di akun real. Namun karena di sini Anda sudah menggunakan uang sungguhan, maka alasan memperlebar stop loss bisa semakin tidak rasional karena dipengaruhi oleh faktor psikologis yang bisa menghancurkan trading Anda.

Cara Menghindari Bahaya Trading Akun Demo

Solusi tepat untuk mengantisipasi semua bahaya trading akun demo di atas sebenarnya simpel: perlakukan akun demo layaknya akun real. Namun seringkali, prinsip ini tidak dijalankan karena belum mengerti, tidak bisa menerapkan, atau bahkan sengaja tidak dilakukan. Hal itu sebenarnya bisa dimaklumi, karena sekeras apapun Anda berusaha untuk menganggap akun demo seperti akun real, komitmen dan psikologi trading di kedua akun tersebut tidak akan bisa setara.

Mengapa? Jawabannya kembali lagi pada apa yang dipertaruhkan, yaitu uang virtual (akun demo) dan uang sungguhan (akun real). Ketika Anda sudah mengetahui bahwa trading di akun demo hanya menggunakan uang virtual, maka sikap antisipasi terhadap risiko jelas akan lebih longgar.

Untuk itu, cara terbaik menghindari bahaya trading akun demo adalah dengan menggunakan fasilitas tersebut sesuai fungsinya, yaitu sarana belajar trading. Jika sudah memahami cara kerja platform, bagaimana memanfaatkan tool dan melakukan transaksi, serta menguji sistem hingga mendapat konsistensi profit, maka segeralah bertransisi ke akun real. Jangan berlama-lama tinggal di akun demo hanya karena Anda masih ingin trading tanpa risiko.

Betah di zona nyaman memang lebih aman, tapi tidak akan membawa kemajuan berarti bagi skill trading Anda. Yang terpenting adalah, jangan membuka akun real dengan modal besar saat pertama kali bertransisi dari akun demo. Gunakan tipe akun real dengan spesifikasi ringan seperti akun sen. Atau lebih baik lagi jika Anda bisa memanfaatkan akun cent yang memang dikonsep sebagai akun real bernuansa demo. Sayangnya, layanan akun cent belum merata di semua broker forex, bahkan cenderung jarang disediakan. Untuk mengetahui broker apa saja yang sudah menyuguhkan akun cent, silahkan berkunjung ke artikel ini.

Untuk mengantisipasi bahaya trading akun demo, Anda juga bisa menerapkan kiat belajar trading forex tanpa akun demo.

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

5 Cara Mengatasi Bahaya Trading Forex

Potensi keuntungan tak terbatas trading forex memang menggiurkan dan bisa menarik minat siapapun untuk mulai menggelutinya. Namun ternyata, dunia trading forex memiliki bahaya yang bisa datang dari beragam aspek. Mulai dari risiko pasar, prinsip trading, hingga kualitas broker, ada banyak kekurangan trading forex yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Untuk menghindari bahaya trading forex tersebut, ada beberapa cara ampuh yang bisa dilakukan trader untuk mencegah loss yang terlalu besar.

5 Cara mengatasi Bahaya trading forex yang bisa Anda terapkan

Belajar Trading Forex Sampai Paham

Tanpa ilmu yang memadai, Anda tak akan bisa bertahan lama di pasar forex. Belajar trading forex adalah sebuah proses yang wajib dijalani semua pemula agar tahu mulai dari kelebihan hingga bahaya trading forex. Pengetahuan tidak terbatas pada teori saja, tapi juga praktek di akun demo.

Sebelum benar-benar memahami seluk-beluk trading forex, sebaiknya jangan tergesa-gesa untuk membuka akun live. Ingat, untuk bisa menjadi trader forex tidak cukup dengan hanya menguasai kemampuan analisa agar bisa membuka posisi. Anda juga harus mengerti money management, psikologi trading, bahkan setiap bahaya trading tersembunyi yang tak bisa didapatkan tanpa pengalaman langsung.

Bagaimanapun juga, kekurangan trading forex bisa berasal dari manapun, bahkan dari broker yang menaungi Anda. Oleh karena itu, jangan terlalu cepat ‘meluluskan diri’ dari proses belajar trading jika hanya mengetahui teori forex yang masih berupa kulit luarnya saja.

Cermat Memilih Broker

Trading di broker yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan terpenting. Percuma belajar sungguh-sungguh jika nantinya Anda trading di broker yang kredibilitasnya masih meragukan. Bukan cuma menghalangi kelancaran trading, dana Anda bisa ludes tak bersisa jika broker yang diandalkan ternyata scam.

Anda bisa menghindari kekurangan trading forex yang satu ini dengan mempelajari cara memilih broker terbaik. Kenali apa saja komponen yang menentukan kualitas broker, tapi jangan memaksakan untuk memilih broker yang kapasitas layanannya kurang ideal dengan kondisi trading Anda. Sebagai contoh, broker teregulasi AS biasanya sudah memiliki reputasi yang terjamin dan diakui. Akan tetapi, standard spesifikias trading di broker semacam itu seringkali terlampau tinggi untuk seukuran pemula atau trader bermodal cekak.

Solusinya, Anda bisa mengambil jalan tengah dengan menurunkan standard kualitas untuk mencari broker forex yang lebih ideal. Sejauh mana Anda bisa menurunkan standard tersebut bergantung pada preferensi Anda dalam menyeimbangkan kadar kualitas dan kenyamanan kondisi trading.

3. Membuat Dan Menguji Sistem Trading

Sistem trading merupakan seperangkat aturan yang terdiri dari banyak hal, mulai dari strategi, prinsip entry dan exit, hingga manajemen risiko. Banyak trader tersesat mencari sistem trading terbaik, di saat pengertian mengenai sistem paling ampuh itu sendiri sebenarnya tidak merujuk pada suatu sistem tertentu secara khusus, melainkan sistem trading yang cocok bagi trader.

Oleh karenanya, Anda bisa mulai dengan mengenali karakteristik trading Anda. Setelah itu buatlah sistem yang sesuai dengan gaya trading, dan uji di akun virtual untuk melihat peluang keberhasilannya. Di sini mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa harus diuji coba dulu? Bukankah kalau sudah sesuai gaya sendiri harusnya efektif?

Yang perlu Anda pahami sekali lagi di sini adalah, teori selalu berbeda dengan praktek dalam trading forex. Di atas kertas, sistem Anda mungkin terlihat tangguh. Namun begitu diimplementasikan untuk menghadapi kekurangan trading forex yang berupa ketidakpastian harga pasar, semua ekspektasi tentang sistem trading Anda bisa musnah begitu saja.

Maka dari itu, trader forex selalu dianjurkan berhati-hati dalam mencoba sistem trading, apalagi yang masih baru dan bersifat coba-coba. Selalu uji profitabilitasnya di akun demo, baik dengan backtest (menggunakan data harga lama) atau forward test (menggunakan data harga terkini) untuk mengantisipasi risiko dari beragam kekurangan trading forex.

4. Menjalankan Sistem Trading Dengan Disiplin

Apalah artinya memiliki sistem trading yang handal dan teruji, jika Anda tidak menggunakannya secara konsisten. Pada akhirnya, cara trading Anda tak akan jauh berbeda dengan para amatir yang suka open dan close posisi berdasarkan tebak-tebakan semata. Tidak ada hasil konsisten yang bisa dinantikan, apalagi perkembangan jangka panjang untuk menjamin kelangsungan akun trading di masa depan.

Percaya atau tidak, pengendalian emosi adalah kunci penting dalam menjalankan sistem trading dengan disiplin. Banyak trader menyimpang dari sistem karena didorong oleh 2 emosi paling berbahaya dalam trading forex, yakni keserakahan dan ketakutan. Serakah saat melihat peluang profit bisa memicu overtrading, terlalu takut akibat rasa trauma mengalami loss dapat menyebabkan Anda melewatkan banyak peluang emas.

Dengan demikian, belajarlah untuk mengendalikan emosi jika Anda ingin berhasil meloloskan diri dari kekurangan trading forex dan mendapat profit konsisten dalam jangka panjang. Namun demikian, psikologi trading yang matang biasanya tidak bisa dipelajari, karena berasal dari mental bawaan trader atau tempaan pengalaman. Karena itu, jika Anda bukan termasuk tipe trader yang bisa mengendalikan emosi dengan baik, kumpulkanlah pengalaman trading sebanyak mungkin, dan selalu ambil pelajaran di setiap kegagalan maupun keberhasilan trading Anda.

5. Membuat Jurnal Trading

Darimana Anda bisa belajar dari kesalahan dan mengukur perkembangan trading jika tak ada catatan yang bisa dijadikan acuan? Diakui atau tidak, membuat jurnal trading memang merepotkan dan sering diabaikan oleh trader yang kurang telaten. Namun demikian, tak dapat dipungkiri juga bila jurnal trading memiliki banyak manfaat, termasuk di antaranya adalah menunjang kesuksesan trading Anda.

Dengan melakukan evaluasi pada jurnal trading, Anda bisa lebih mudah mengenali kesalahan apa yang menyebabkan posisi loss dan berhati-hati untuk menghindari bahaya trading forex yang fatal. Selain itu, beragam catatan dalam jurnal bisa mengungkap strategi apa yang efektif untuk digunakan, serta mengukur perkembangan akun dan keahlian Anda dari waktu ke waktu.

Lima tips di atas merupakan langkah krusial yang wajib dilakukan seorang trader forex untuk menjauhkan diri bahaya trading forex. Jika Anda bisa menjalankan semuanya dengan baik, bahaya dari segala kekurangan trading forex tak lagi perlu dikhawatirkan. Ketidakpastian pasar bisa dihadapi dengan penerapan sistem trading yang teruji dan konsisten. Prinsip trading yang mengukur jumlah profit dan loss dari besar perubahan harga bisa diatur dengan manajemen risiko. Sementara risiko dari broker forex dapat diminimalisir jika Anda tahu cara memilih broker yang tepat.

Resiko Trading Forex

Dalam dunia investasi pasti tidak dapat lepas dari resiko. Hukum yang berlaku adalah semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula potensi resiko. Demikian pula dalam trading forex. Forex tergolong jenis investasi dengan resiko paling tinggi. Hal ini sudah banyak disebutkan di berbagai sumber. Potensi profit forex lebih tinggi dibanding deposito, saham, atau reksadana; tetapi lebih besar pulalah resiko trading forex.

Menurut hasil beberapa penelitian, termasuk yang dilakukan oleh AMF Perancis, 90% trader berakhir dengan loss. Atau bisa pula diumpamakan hanya 1 orang yang berhasil, dari 10 orang yang terjun ke dalam trading forex.

Ngeri bukan? Ya ini adalah faktanya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita, Anda, harus memahami dan memaknai secara benar informasi statistik di atas. Namun, meskipun probabilitas untuk menang dalam forex itu rendah dan tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Ada banyak orang yang telah sukses dalam forex, dan kita pun bisa mengikuti jejak mereka. Salah satu caranya dengan memahami resiko trading forex sebelum terjun ke dalamnya.

Umumnya, resiko trading forex bersumber dari empat hal, yaitu volatilitas harga di pasar forex, penggunaan leverage, broker forex, dan kondisi psikologis kita sendiri sebagai trader.

Resiko Trading Forex 1: Volatilitas

Keuntungan dalam trading forex bisa diperoleh karena nilai tukar antar mata uang (harga) berubah-ubah terus hampir setiap saat. Besarnya jarak naik-turun harga ini disebut dengan Volatilitas.

Pasangan mata uang dengan volatilitas rendah akan sulit diperdagangkan. Sebaliknya, semakin besar volatilitas harga suatu pasangan mata uang, maka makin besar pula keuntungan yang bisa didapat trader darinya. Namun, di saat yang sama, resiko trading forex pada mata uang itu juga makin besar, karena kemungkinan loss ikut meningkat.

Variasi volatilitas harga di pasar forex dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Nampak volatilitas harga dalam kurun waktu harian, mingguan, dan bulanan pada setiap pasangan mata uang berbeda-beda.

Volatilitas terbesar terdapat pada XAU/USD (Gold vs Dolar AS), sedangkan terendah pada EUR/CHF (Euro vs Franc Swiss). Dari data ini, dapat disimpulkan:

  • Akan sulit untuk mendapatkan keuntungan dari trading harian pada pasangan EUR/CHF, karena volatilitas rendah berarti pergerakannya nyaris stagnan.
  • Potensi keuntungan sekaligus resiko trading forex tertinggi bisa ditemukan pada XAU/USD.

Volatilitas XAU/USD yang amat tinggi tersebut membuatnya disukai oleh banyak trader Indonesia. Namun, trader yang memilih resiko trading forex lebih rendah akan condong pada pasangan mata uang dengan volatilitas sedang, seperti GBP/USD, AUD/USD, dan EUR/USD. Anda pun bebas memilih mata uang yang akan ditradingkan sesuai dengan besarnya resiko yang berani ditanggung.

Resiko Trading Forex 2: Leverage

Trading forex memanfaatkan sistem Margin Trading. Margin Trading adalah sistem dimana memungkinkan trading dilakukan hanya dengan menggunakan jaminan saja (margin=jaminan). Broker akan menawarkan “leverage” untuk meningkatkan dana margin menjadi dana trading yang lebih besar.

Dengan menggunakan sistem ini, trader memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan besar walau hanya dengan modal kecil. Kok bisa? mari kita lihat contoh berikut ini. Semisal harga pair GBP/USD : 1.6000, modal 100,000 Pound, dengan pergerakan perhari 100-200 pips. Maka contoh perhitungan keuntungan ketika profit adalah (1.6200-1.6000) X 100,000 pound = 2000 pound. Itu jika trading tanpa leverage.

Bagaimana kalau dengan menggunakan sistem margin, atau dengan memakai leverage?

Dengan sistem margin, Anda bisa melakukan trading hanya dengan menyediakan sebagian kecil dari modal yang dibutuhkan. Misal broker menerima margin 1% (leverage 1:100), maka pada contoh di atas, Anda akan bisa melakukan trading hanya dengan modal 1% x 100,000 pound = 1000 pound saja, dan dengan potensi keuntungan tetap sama, yaitu sampai dengan 2000 pound.

Bersama potensi keuntungan tersebut, muncul pula potensi rugi karena forex dengan besaran kurang lebih sama. Artinya, dengan modal 100 Pound, bisa ada potensi untung maupun rugi 200 Pound per hari. Jadi, modal Anda bisa lenyap hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, atau menit. Dengan kata lain, fasilitas Leverage bisa membantu trader bermodal kecil untuk profit, tetapi juga membuka kemungkinan loss lebih besar daripada modal. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati agar jangan memilih leverage yang terlalu tinggi, guna menjaga risiko trading forex tetap rendah.

Resiko Trading Forex 3: Broker Forex

Hal lain yang memperbesar resiko adalah: kemudahan-kemudahan seorang trader untuk bisa memulai melakukan trading forex dengan cepat dan nyaris instan. Ya, saat ini broker-broker sangat memanjakan trader baru (pemula) dengan kemudahan deposit dana, bahkan plus bonus, modal trading gratis, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, trader perlu memperhatikan bahwa broker forex merupakan perusahaan bisnis yang tentu ingin mendapatkan keuntungan. Mereka tidak akan mengadakan promosi besar-besaran tanpa mengharapkan laba yang lebih besar lagi. Jadi, ketika akan menggunakan bonus dan promosi broker, perhatikan aturan-aturannya.

Sebagai contoh, coba perhatikan tabel berikut ini:

Nama Broker Besar Modal Gratis Syarat
FBS $100
  • Berlaku selama 30 hari setelah membuka akun
  • Bonus tersedia di terminal trading MetaTrader5
  • Order minimal/maksimal adalah 0.01 lot
  • Jumlah maksimal untuk penarikan dana adalah 100 USD
  • Jumlah maksimal posisi order yang dibuka pada saat yang sama adalah 5

Mendaftar FBS

Agea $5
  • Bonus berlaku selamanya, tetapi tak bisa ditarik.
  • Profit bisa ditarik tanpa syarat.
  • Otomatis diberikan untuk trader baru.

Mendaftar Agea

XM $30
  • Klik tombol Klaim Bonus $30 dalam waktu 30 hari setelah mendaftar.
  • Lakukan proses verifikasi.
  • Bonus langsung dikirim ke akun trading.
  • bonus tidak dapat ditarik

Mendaftar XM

Dalam kedua contoh di atas, nampak modal gratis yang diberikan broker tidak dapat ditarik sama sekali. Jadi, jika Anda mendaftar dengan harapan mendapatkan uang secara cuma-cuma, maka pasti akan kecewa. Tujuan broker menyediakan bonus-bonus tersebut adalah agar Anda mencoba layanan trading mereka, kemudian melakukan deposit jika sudah cocok.

Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati jika mendapati bonus yang besarnya fantastis, tetapi syarat dan aturan untuk mengklaimnya kurang jelas. Memang ada bonus tulen dalam rangka promosi membesarkan nama broker, tetapi ada pula bonus menyesatkan. Jika besarnya sudah tidak masuk akal, maka perlu hati-hati agar nantinya tidak berbalik menjerat.

Resiko Trading Forex 4: Pribadi Trader

Seorang trader bisa memulai trading hanya dalam hitungan hari bahkan jam kalau mau. Padahal, untuk bisa sukses sebagai trader, kita perlu belajar trading forex terlebih dahulu. Terlalu cepat masuk sama saja dengan bunuh diri; bisa dipastikan dana (modal) akan hangus. Apabila kita hanya memasukkan sedikit dana, lalu merugi, maka itu bisa menjadi bahan pembelajaran efektif. Tetapi bagaimana kalau ternyata dana yang dimasukkan dalam jumlah yang sangat besar? Tentu rasanya sangat menyakitkan.

Forex adalah model investasi beresiko tinggi. Ketidaktahuan akan membuat resiko trading forex membesar. Sebaliknya, semakin dalam pengetahuan, semakin terlatih psikologis kita menghadapi pasar, maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih menjanjikan.

Oleh karenanya, sabar dan jangan terburu-buru untuk menerjuni dunia trading forex. Jangan tergiur oleh janji-janji profit dan income yang spektakuler. Memang janji keuntungan besar akan menjadi motivasi trading forex yang amat menarik, tetapi apabila tak diimbangi oleh informasi dan latihan yang benar, maka ibarat “orang buta yang semangat berlari menuju jurang”. Sebelum menanamkan dana tabungan bertahun-tahun dalam trading forex, simak Tips Menghindari Kekalahan Dalam Forex, lalu berlatihlah di akun demo forex untuk meningkatkan keterampilan Anda terlebih dahulu.

Bila Anda kurang memahami istilah khusus dalam forex di halaman ini seperti volatilitas, deposit, dan broker, Anda bisa mengunjungi Kamus Forex. Manfaatkan Kamus Forex saat Anda menemui kosakata baru demi pemahaman yang lebih optimal.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: