Apa Itu Sistem Forex, Cara menentukan sistem forex terbaik yang dapat digunakan pemula

Peringkat broker opsi biner:

Cara menentukan sistem forex terbaik yang dapat digunakan pemula

Sebagai pemula di dalam dunia trading pastilah seorang trader akan mempelajari terlebih dahulu cara-cara untuk mendulang profit yang banyak. Langkah itu dilakukan dengan mengetahui terlebih dahulu apa itu forex, mekanisme perdagangannya, risiko yang dapat timbul dan kemudian pengetahuan lebih mendalam yang dibutuhkan oleh trader untuk dapat sukses.

Salah satu dari pelajaran yang dibutuhkan oleh trader adalah bagaimana cara menggunakan indikator trading yang tepat, kemudian bagaimana cara mengontrol psikologi sehingga dapat melakukan trading dengan performa yang stabil.

Mengapa sistem forex terbaik?

Mengapa seseorang trader membutuhkan sistem forex terbaik? Dan apakah benar ada sistem forex terbaik yang dapat digunakan untuk berhasil dalam trading?

Jawaban untuk pertanyaan pertama adalah untuk membakukan bagaimana seorang trader dapat memperoleh profit. Coba bayangkan ketika seseorang dapat menjawab soal matematika yang rumit dan selalu benar, tapi dia tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan jawaban itu. Sudah pasti apa yang dikuasai oleh orang ini berguna bagi dirinya tapi kemungkinan tidak berguna ketika muncul kombinasi faktor yang menyebabkan caranya gagal.

Ketika seorang trader dapat membakukan mengapa dia berhasil, maka dia dapat mengikuti pola-pola itu dan memperoleh hasil yang sama.

Jawaban untuk pertanyaan kedua, tentunya ada sistem forex terbaik yang dapat digunakan setiap pribadi. Trader yang dapat menjawab pertanyaan ini adalah Richard Dennis sang pencetus sistem trading turtle. Saat mencetuskan sistem ini, Dennis ingin membuktikan bahwa trader sukses dapat diajar dan dibentuk, berbeda dengan kepercayaan khalayak ramai saat itu bahwa trader sukses disebabkan karena bakatnya.

Apa saja kriteria sistem forex terbaik

Sebagai trader yang pernah mencari sistem forex terbaik, penulis akan membagikan beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam mencari sistem forex terbaik.

Peringkat broker opsi biner:
  1. Sistem yang digunakan sangatlah simple dan mudah untuk dimengerti. Ada satu pepatah yang sangat mengena di dalam dunia trading yaitu KISS (keep it simple stupid), yang dimaksud adalah jika dapat dibuat mudah, mengapa dibuat rumit? Ketika anda sedang mengikuti sebuah sistem dan anda tidak mengerti sistem itu bahkan dibuat ribet, maka kemungkinan sistem itu dapat ditinggalkan jika tidak menghasilkan profit.
  2. Umumnya sistem ini memiliki struktur entry, take profit, cut loss yang sangat jelas tanpa pendapat subyektif dari pemakainya.
  3. Memiliki histori risiko yang sangat rendah di bawah 2%.

Beberapa sistem yang dapat dipilih

Berikut adalah beberapa sistem trading yang dapat digunakan oleh trader pemula selagi mencari dan mengembangkan sistem forex terbaiknya:

  1. Sistem trading turtle yang dicetuskan oleh Richard Dennis, secara garis besar sistem ini memanfaatkan trend dari instrumen trading yang digunakan. Konsep turtle akan mengambil transaksi ketika breakout terjadi. Sistem ini dibagikan secara luas dan gratis setelah banyak sekali orang menjual strategi turtle secara online yang awalnya ditujukan untuk experiment Richard Dennis.
  2. Sistem trading divergence, merupakan sistem dengan akurasi yang tinggi, sebagai contoh ketika indikator trading berkata turun sedangkan harga berkata naik, maka kemungkinan harga akan turun. Ada 4 buah divergence yang perlu diketahui oleh trader yaitu bullish / bearish divergence, serta hidden bullish / bearish divergence. Pembahasan lebih lanjut mengenai sistem trading ini akan dilakukan pada artikel lain yang khusus membahas sistem trading ini.
  3. Multiple moving averages, menggunakan moving averages dalam trading merupakan sebuah hal yang sudah lama dilakukan oleh fund manager profesional. Trading dengan menggunakan moving averages ditentukan dengan posisi harga terhadap moving averages, jika harga berada di atas maka trend bullish, jika harga di bawah maka trend bearish. Trader dapat mengambil posisi ketika harga menyentuh moving averages dengan harapan harga akan memantul ketika menyentuhnya. Selain itu persilangan antar moving averages juga dapat menjadi signal untuk masuk maupun keluar transaksi.

Sistem forex terbaik yang cocok untuk anda

Tidak kenal maka tidak sayang, prinsip ini berlaku di dunia dan juga dunia forex. Setelah membaca contoh-contoh sistem yang dapat digunakan di atas, apakah ada ketertarikan yang timbul untuk mencoba? Jika ya, maka trader perlu membuka akun demo dan kemudian melakukan simulasi untuk menentukan apakah sistem-sistem tersebut cocok dengan dirinya.

Kemungkinan tidak cocok selalu ada, misalkan sistem Richard Dennis adalah sistem jangka sangat panjang, trader kemungkinan besar akan memegang posisi berbulan-bulan bahkan tahun. Jika trader adalah pribadi yang sangat aktif tentunya bisa tidak cocok dengan sistem sistem trading Richard Dennis dan mungkin lebih cocok dengan multiple moving averages yang diterapkan pada chart daily atau lebih rendah.

Kunci dari menemukan sistem forex terbaik yang cocok dengan masing-masing trader adalah uji coba, setelah melakukan uji coba pasti akan menemukan bayangan mengapa sistem itu cocok dan juga melakukan perubahan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi saat ini.

Prinsip paling utama

Sebagus-bagusnya sistem, titik beratnya bukanlah untuk menghasilkan profit. Anda mungkin bertanya, bukankah kita trading untuk menghasilkan profit? Pernyataan itu benar namun baru separuh dari tujuan utama trading.

Tujuan utama dari trading adalah jangan sampai merugi total, sistem sebagus apapun kalau profit profit profit tapi tiba-tiba bablas rugi, maka perlu dipertanyakan apakah sistemnya bermasalah atau ada hal lain yang perlu diperbaiki?

Rugi bukanlah hal yang perlu ditakutkan dalam trading, sama seperti anak kecil yang belajar naik sepeda, pasti akan ada peristiwa terjatuh. Selama masih ada dana (nyawa) maka masih dapat terus melakukan trading. Jika rugi total sampai seluruh dana itu habis, maka tidak ada kesempatan lagi melakukan trading.

Demikianlah bahasan mengenai bagaimana cara mencari sistem forex terbaik, mari mulai menemukan sistem yang cocok dengan anda.

Apa Itu Sistem Trading Forex?

Trading adalah aktivitas transfer barang atau jasa dari satu entitas (orang atau perusahaan) ke entitas lain. Dalam bahasa Indonesia lazim disebut sebagai perdagangan. Bentuk trading paling awal berupa barter, tetapi aktivitas trading saat ini umumnya melibatkan uang sebagai alat pembayaran. Produk yang diperdagangkan dalam aktivitas trading tersebut juga tidak terbatas pada komoditi fisik saja, melainkan juga surat berharga dan valas.

Aktivitas trading forex (perdagangan valas) berevolusi dari kebutuhan pertukaran uang antar pedagang dari wilayah yang berbeda. Sistem perbankan modern memungkinkan lahirnya pasar mata uang yang menjadi tempat jual-beli valas di luar bursa (over-the-counter) bagi entitas seperti pemerintah, perusahaan komersil, perbankan, dan lain sebagainya yang membutuhkan transaksi lintas negara. Seiring dengan perkembangan teknologi selanjutnya, perdagangan valas dapat dilakukan secara online semata-mata demi memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang saja.

Orang-orang yang berupaya untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang itu disebut spekulan atau trader. Para trader forex berusaha menganalisis pergerakan nilai tukar di pasar dunia, kemudian melakukan jual atau beli mata uang berdasarkan hasil analisis dan sistem trading forex tertentu. Namun, apa itu sistem trading? Nah, dalam artikel Belajar Forex kali ini, kita akan mengulas mengenai apa itu sistem trading forex.

Salah satu tanda apakah seseorang sudah sukses belajar forex atau belum, dapat dilihat dari apakah dia sudah bisa mengembangkan sistem trading yang handal atau belum. Ini karena profit dalam trading forex tidak bisa didapat dari asal tebak, petunjuk primbon, atau tuntunan firasat saja. Sistem trading mutlak diperlukan agar modal yang ditanamkan bisa berkembang secara konsisten, bukannya ludes.

Struktur Sistem Trading yang Lengkap dan Efektif

Sistem trading adalah aturan-aturan yang ditentukan sebagai rencana awal oleh trader dan dijalankan terus menerus atau berulang-ulang dalam aktivitas jual-beli. Setiap orang bisa mengikuti dan mengembangkan sistem trading yang berbeda-beda. Akan tetapi, sistem trading forex sedikitnya meliputi pilihan aset, waktu trading, volume trading, ketentuan entry dan exit posisi trading, serta manajemen risiko per posisi.

1. Pilihan aset: Currency, Indeks, atau Commodity apa yang akan ditradingkan?

Ada banyak sekali aset finansial yang bisa ditradingkan untuk mendapat profit. Langkah pertama dalam membuat sistem trading adalah memutuskan mana yang akan ditradingkan. Jika memutuskan Currency, misalnya, maka pasangan mata uang apa? Ada tujuh pasangan mata uang mayor (major pairs) yang dapat diperdagangkan serta puluhan pasangan mata uang cross dan eksotik. Apabila masih pemula, maka sebaiknya fokus memilih trading pada maksimum tiga diantara tujuh pair yang jadi favorit trader, yaitu EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CHF, NZD/USD, dan USD/CAD.

Selain Currency, Anda juga bisa memilih untuk trading Commodity dan Indeks. Namun, tetap saja harus menentukan aset persis-nya. Jika Commodity, apakah emas, oil, atau perak? Jika Indeks, apakah Dow Jones, Hang Seng, Kospi, atau yang lain? Saat awal mulai trading, sebaiknya Anda tak memilih terlalu banyak aset. Namun, setelah mahir dan profesional, maka dapat mengeksplorasi peluang profit lebih banyak dari beragam pilihan aset ini.

2. Waktu trading: kapan Anda akan bertrading?

Pasar forex dibuka selama 24 jam mulai Senin pagi hingga Sabtu dini hari. Ini artinya, Anda bisa memilih akan bertrading di siang hari, sore, atau malam, kapanpun ada waktu luang. Platform trading forex masa kini sudah tersedia dalam bentuk software untuk laptop/PC maupun aplikasi mobile, sehingga Anda bahkan bisa memanfaatkan situasi terjebak macet untuk mengincar profit. Namun, sebaiknya Anda menentukan waktu-waktu tertentu untuk menganalisis pasar dan mengeksekusi trading.

Seorang trader yang punya pekerjaan full-time lain, bisa membuat analisis pasar pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor, lalu mengeksekusi trading seusai kerja. Sesi pasar paling ramai adalah pasar Eropa dan Amerika, antara pukul dua siang sampai dini hari, sehingga banyak trader Indonesia memilih beraksi malam hari. Anda bisa menyesuaikan sendiri waktu trading dengan jadwal kegiatan harian.

3. Volume trading: berapa ukuran (lot) per transaksi?

Penentuan ukuran (lot) per transaksi ini harus ditentukan selaras dengan besar modal dan leverage yang dipakai guna menjaga agar dana modal tidak lekas tersapu bersih. Umpama Anda menanamkan modal sebesar $500 dengan leverage 1:100, maka Anda hanya akan punya “kekuatan” untuk bertrading aktual setara $50,000 saja. Dengan dana ini, Anda tak dapat trading forex dengan lot standar ataupun lot mini, melainkan hanya bisa trading dengan lot mikro (0.01 lot atau setara 1000 mata uang dasar).

Semakin besar ukuran lot yang Anda gunakan per transaksi, makin cepat kemungkinan profit terkumpul, tetapi juga makin tinggi pula kemungkinan rugi-nya. Lho, kok bisa? Ya, karena perubahan harga aset dalam trading forex akan langsung direfleksikan dalam bentuk pertambahan keuntungan maupun kerugian dalam saldo akun Anda. Jadi, pastikan volume trading berada dalam jangkauan yang bisa dikendalikan. Apabila masih pemula, gunakan saja lot 0.01 terus dalam setiap posisi trading. Jangan bereksperimen dengan lot penuh (1 lot standar atau setara 100,000 mata uang dasar).

4. Aturan penentuan kapan masuk pasar atau buka posisi (Entry)

Setelah menentukan lot yang akan dipakai, langkah berikutnya adalah membuat aturan kapan Anda akan buka posisi trading. Ini tidak boleh sembarangan, karena dalam forex ada yang namanya analisa dan indikator, baik teknikal maupun fundamental.

Tergantung pada strategi trading apa dan indikator trading apa yang dipakai, setiap orang bisa mengembangkan taktik Entry-nya sendiri. Seseorang yang menggunakan strategi scalping dengan seperangkat indikator Moving Average, misalnya, bisa membuat aturan untuk bertrading hanya jika ada sinyal-sinyal indikator pada timeframe 5 menit atau 10 menit.

5. Aturan penentuan kapan bakal close atau menutup posisi (Exit Strategy)

Kalau sudah ada tata tertib untuk memulai transaksi, tentu harus pula ada tata tertib untuk mengakhiri transaksi. Tata tertib ini biasanya disebut “Exit Strategy” dan meliputi langkah-langkah yang menentukan kapan suatu posisi trading akan di-close, baik itu dalam kondisi profit, loss, ataupun impas (BEP).

Exit Strategy meliputi skenario untuk: Stop Loss (SL), Target Profit (TP), dan Cut Loss (ditutup sebelum mencapai SL maupun TP karena diperkirakan harga akan berbalik arah). Ketiga skenario itu sama-sama mungkin terjadi pada suatu posisi trading, walau tentu potensi profit akan lebih besar kalau strategi yang dipakai lebih akurat dan handal. Sebagaimana Entry, rincian Exit Strategy juga tergantung pada strategi dan indikator yang digunakan masing-masing trader.

6. Aspek sistem trading lainnya

Selain kelima poin di atas, ada lagi hal-hal lain yang bisa Anda kembangkan sendiri setelah belajar forex dan berlatih trading. Diantaranya adalah soal Rasio Risk/Reward (RR) dan Manajemen Risiko. Manajemen Risiko dapat pula disebut sebagai rencana cadangan apa yang akan dilakukan jika posisi trading tidak menguntungkan, beserta aturan-aturan lain yang menentukan cara Anda mengelola akun trading.

Rasio Risk/Reward merupakan rasio perbandingan antara target profit yang diharapkan dengan kemungkinan kerugian. Kadangkala juga diterjemahkan sebagai berapa poin SL dan berapa poin TP. Tentunya tidak lucu jika SL 50 poin, tetapi Target Profit hanya 10 poin. Nah, Rasio Risk/Reward digunakan untuk menimbang aspek ini. Umumnya trader menggunakan RR 1:2, yang berarti apabila SL 50 poin, maka TP harus 100 poin (dua kali lipat SL).

Manajemen Risiko mencakup aturan-aturan yang harus diikuti bila posisi trading loss. Ini erat kaitannya dengan poin kelima. Apakah posisi trading itu akan langsung di-cut loss, atau akan beralih (switching) dari buy ke sell (atau dari sell jadi buy), dan seterusnya. Semua sistem trading ini bisa Anda kembangkan sendiri dari membaca artikel-artikel tentang belajar forex di internet, buku, ataupun berbagi dengan kawan sesama trader.

Pentingnya Sistem Trading Bagi Semua Trader

Sistem trading yang lengkap dan efektif harus mencakup keenam aspek tersebut di atas dan dilaksanakan secara disiplin. Apabila Anda menyimpang dari sistem trading yang telah ditentukan, maka kemungkinan besar Anda akan membuka dan menutup posisi berdasarkan emosi sesaat atau malah bisikan orang lewat. Padahal, gejolak emosi dan rumor seperti itu merupakan faktor penyebab kerugian yang paling sering dialami oleh trader pemula maupun profesional.

Ambil contoh misalnya ketika Anda menyaksikan pergerakan harga berbalik ke arah yang berlawanan dengan prediksi. Awalnya, Anda menganalisis EUR/USD akan meningkat, sehingga membuka posisi buy. Tak dinyana, ketika Anda menengok posisi trading itu satu jam kemudian, pergerakan harga malah menurun dan posisi Anda sudah -15 pips. Apa yang akan Anda lakukan?

Apabila mengambil keputusan berdasarkan emosi, maka Anda bisa jadi akan langsung menutup posisi trading itu, lalu open lagi posisi sell EUR/USD dengan harapan memperoleh profit ketika harga menurun terus. Namun, itu merupakan keputusan yang salah. Bagaimana jika nantinya harga malah berbalik naik lagi!? Bukankah Anda malah akan rugi dua kali!?

Dalam situasi tadi, langkah yang paling tepat bagi Anda cuma satu: menengok sistem trading dan rencana open posisi awal. Perhatikan bagaimana aturan exit Anda. Apakah penurunan harga saat itu sudah mencapai titik exit untuk Stop Loss atau Cut Loss? Jika belum, maka selayaknya Anda biarkan saja posisi itu, karena kemungkinan nanti toh harga akan bergerak naik sesuai prediksi awal Anda. Apabila pergerakan harga sudah memenuhi syarat untuk Stop Loss atau Cut Loss, barulah Anda boleh close posisi tersebut dan mencari peluang trading lain. Hanya dengan cara ini lah Anda dapat mengurangi risiko kerugian dan mencapai profit konsisten dalam trading forex.

Contoh Sistem Trading yang Dapat Diaplikasikan

Apakah masih merasa bingung dengan penjelasan di atas? Untuk membantu Anda belajar forex secara lebih aplikatif, berikut ini contoh sistem trading yang cukup sederhana:

Pilihan Aset: EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY

Waktu Trading: pukul 15:00-20:00, atau bertepatan dengan Sesi London hingga New York

Volume Trading: lot 0.01 per posisi trading

Aturan Entry:

  1. Menggunakan indikator Bollinger Bands sesuai parameter default (bawaan Metatrader).
  2. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari bawah ke atas, maka open Buy. Target profit setara dengan level tertinggi (high) sebelumnya.
  3. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari atas ke bawah, maka open Sell. Target profit setara dengan level terendah (low) sebelumnya).

Aturan Exit:

  1. Rasio Risk/Reward 1:2, artinya jika target profit (TP) sebesar 20 pips, maka level Stop Loss (SL) ditetapkan pada jarak 10 pips dari harga entry.
  2. Close posisi manual jika pergerakan harga pada posisi buy sudah mencapai batas atas Bollinger Bands, atau jika pergerakan harga pada posisi sell sudah mencapai batas bawah Bollinger Bands.

Contoh sistem trading forex ini sangat sederhana, bukan!? Anda juga dapat mengaplikasikannya dengan mudah, berapapun modal awal trading Anda. Sebelum mencoba bikin sistem trading yang lebih baik, maka cobalah trial and error sistem ini dulu pada akun demo. Apabila sudah menguasainya dengan baik, memahami seluk-beluk pembuatan dan pelaksanaan sistem trading forex, barulah Anda dapat mengeksplorasi beragam alternatif lain.

Semua broker forex menyediakan akun demo gratis sebagai sarana bagi trader untuk belajar atau menguji sistem. Anda tak perlu menyetorkan modal sepeserpun untuk trading demo, karena broker telah menyiapkan uang virtual yang bisa diisi ulang. Tujuan akun demo memang untuk belajar dengan bebas, agar Anda memiliki bekal memadai untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, manfaatkanlah kesempatan simulasi sistem trading dan memperkaya pengalaman ini semaksimal mungkin sebelum membuka akun forex riil.

Apa itu Average True Range – Definisi ATR?

Apa itu Average True Range – Definisi ATR? Average true range (ATR) adalah indikator analisis teknis yang mengukur volatilitas pasar dengan mendekomposisi seluruh rentang harga aset untuk periode tertentu. Secara khusus, ATR adalah ukuran volatilitas yang diperkenalkan oleh teknisi pasar J. Welles Wilder Jr dalam bukunya, “New Concepts in Technical Trading Systems.”

Indikator true range diambil sebagai yang terbesar dari yang berikut: tinggi saat ini lebih rendah saat ini yang rendah; nilai absolut dari tinggi saat ini kurang dari penutupan sebelumnya; dan nilai absolut dari terendah saat ini kurang dari penutupan sebelumnya. Average true range kemudian merupakan moving average, umumnya menggunakan 14 hari, dari true range.

Apa itu Average True Range – Definisi ATR?

POIN KUNCI

  • Average true range (ATR) adalah indikator teknis yang mengukur volatilitas pasar.
  • Ini biasanya berasal dari moving average 14-hari dari serangkaian indikator true range.
  • Awalnya dikembangkan untuk digunakan di pasar komoditas tetapi sejak itu telah diterapkan untuk semua jenis sekuritas.

Rumus Untuk ATR Adalah

Langkah pertama dalam menghitung ATR adalah menemukan serangkaian nilai true range untuk sekuritas. Kisaran harga suatu aset untuk hari trading tertentu hanyalah tinggi minus rendahnya. Sementara itu, true range lebih mencakup dan didefinisikan sebagai:

Cara Menghitung ATR

Trader dapat menggunakan periode yang lebih pendek dari 14 hari untuk menghasilkan lebih banyak sinyal trading, sementara periode yang lebih lama memiliki probabilitas lebih tinggi untuk menghasilkan lebih sedikit sinyal trading. Misalnya, anggap trader jangka pendek hanya ingin menganalisis volatilitas saham selama lima hari trading. Oleh karena itu, trader dapat menghitung ATR lima hari. Dengan asumsi data harga historis diatur dalam urutan kronologis terbalik, trader menemukan maksimum dari nilai absolut dari tinggi saat ini dikurangi saat ini rendah, nilai absolut dari tinggi saat ini dikurangi penutupan sebelumnya dan nilai absolut dari rendah saat ini dikurangi penutupan sebelumnya. Perhitungan true range ini dilakukan untuk lima hari trading terbaru dan kemudian dirata-rata untuk menghitung nilai pertama ATR lima hari.

Apa yang Average True Range kepada Anda?

Wilder awalnya mengembangkan average true range (ATR) untuk komoditas, tetapi indikator ini juga dapat digunakan untuk saham dan indeks. Sederhananya, saham yang mengalami tingkat volatilitas tinggi memiliki ATR yang lebih tinggi, dan saham dengan volatilitas yang rendah memiliki ATR yang lebih rendah. ATR dapat digunakan oleh teknisi pasar untuk masuk dan keluar dari perdagangan, dan ini merupakan alat yang berguna untuk ditambahkan ke sistem trading. Itu dibuat untuk memungkinkan para trader untuk lebih akurat mengukur volatilitas harian suatu aset dengan menggunakan perhitungan sederhana. Indikator tidak menunjukkan arah harga; melainkan digunakan terutama untuk mengukur volatilitas yang disebabkan oleh kesenjangan dan membatasi pergerakan naik atau turun. ATR cukup sederhana untuk dihitung dan hanya membutuhkan data harga historis.

Penggunaan ATR umumnya digunakan sebagai metode keluar yang dapat diterapkan tidak peduli bagaimana keputusan entri dibuat. Salah satu teknik populer dikenal sebagai “chandelier exit” dan dikembangkan oleh Chuck LeBeau. Chandelier exit menempatkan trailing stop di bawah ketinggian tertinggi yang dicapai saham sejak Anda memasuki perdagangan. Jarak antara level tertinggi dan level stop didefinisikan sebagai beberapa kali ATR. Misalnya, kita dapat mengurangi tiga kali nilai ATR dari tertinggi tertinggi sejak kita memasuki perdagangan.

Average true range juga dapat memberi trader indikasi ukuran perdagangan yang akan dikenakan di pasar derivatif. Adalah mungkin menggunakan pendekatan ATR untuk menentukan posisi yang memperhitungkan kesediaan seorang trader sendiri untuk menerima risiko serta volatilitas pasar yang mendasarinya.

Contoh Cara Menggunakan ATR

Sebagai contoh hipotetis, asumsikan nilai pertama ATR lima hari dihitung pada 1,41 dan hari keenam memiliki true range 1,09. Nilai ATR berurutan dapat diperkirakan dengan mengalikan nilai ATR sebelumnya dengan jumlah hari kurang dari satu, dan kemudian menambahkan true range untuk periode saat ini ke produk. Selanjutnya, bagi jumlah dengan jangka waktu yang dipilih. Misalnya, nilai kedua ATR diperkirakan 1,35, atau (1,41 * (5 – 1) + (1,09)) / 5. Rumus kemudian dapat diulang selama periode waktu keseluruhan.

Keterbatasan ATR

Ada dua batasan utama untuk menggunakan indikator average true range. Yang pertama adalah bahwa ATR merupakan ukuran subyektif – artinya terbuka untuk interpretasi. Tidak ada nilai ATR tunggal yang akan memberi tahu Anda dengan pasti bahwa tren akan berbalik atau tidak. Sebaliknya, pembacaan ATR harus selalu dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya untuk merasakan kekuatan atau kelemahan tren.

Kedua, ATR juga hanya mengukur volatilitas dan bukan arah harga aset. Ini kadang-kadang dapat menghasilkan sinyal campuran, terutama ketika pasar mengalami pivot atau ketika tren berada pada titik balik. Sebagai contoh, peningkatan tiba-tiba dalam ATR setelah penghitung pergerakan besar ke tren yang berlaku dapat menyebabkan beberapa trader berpikir ATR mengkonfirmasi tren lama; Namun, ini mungkin tidak benar-benar terjadi.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: