Apa Saja Opsi Fx Yang Digunakan Untuk

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Pengertian Opsi, Jenis, Perhitungan Beserta Contohnya

Option atau Opsi adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset sekuritas dengan harga tetap pada atau sebelum jatuh tempo.

Opsi adalah hak untuk melakukan sesuatu.

Karena merupakan hak (rights), maka pemodal atau manajer keuangan bisa melakukan atau tidak.

Apa saja tipe opsi?

Apa saja faktor yang mempengaruhi nilai opsi?

Bagaimana cara untuk menentukan harga opsi?

Yuks ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

01: Pengertian dan Jenis Opsi (option)

A: Karakteristik dan Pengertian Opsi

Opsi sering disebut sebagai financial derivatives.

Penyebutan ini menunjukkan bahwa instrumen keuangan yang disebut opsi adalah instrumen keuangan yang muncul karena telah ada instrumen keuangan lain.

Dan penerbitan opsi adalah dikaitkan dengan instrumen keuangan tersebut.

Karakteristik opsi dapat di-identifikasikan pada berbagai keputusan keuangan yang menimbulkan pilihan bagi pemodal.

Sebagai contoh:

Dalam keputusan investasi, kita dihadapkan pada adanya kemungkinan atau pilihan untuk membatalkan investasi tersebut.

Dalam memilih sumber pendanaan, pemberi pinjaman bisa memberikan opsi bagi kita untuk membatalkan perjanjian, bila kita menginginkan.

Hak untuk memilih tersebut akan mempunyai nilai, dan bagaimana menaksir nilai hak – right adalah perlu dikuasai oleh manajer keuangan.

Hal ini disebabkan karena perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi, seperti:

Atau manajer keuangan ingin melakukan investasi pada sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi.

B: Jenis Opsi

Apa saja jenis opsi (option)?

Jenis opsi dibedakan menjadi dua tipe, adalah sebagai berikut:

Mari diuraikan satu per satu ya…

#01: Opsi Beli atau Opsi Call (Call Option)

Apa itu opsi call atau call option?

Opsi beli atau call option adalah kontrak untuk membeli aset.

Opsi call adalah menunjukkan hak untuk membeli suatu saham dengan harga tertentu (harga ini disebut sebagai exercise price) pada tanggal tertentu.

Tanggal jatuh tempo tersebut disebut sebagai exercise date.

Perhatikan contoh opsi saham berikut:

Misalkan seseorang menawarkan opsi call sebagai berikut:

Bila kita membeli opsi call tersebut, maka satu tahun yang akan datang kita bisa memperoleh opsi adalah saham A dengan harga Rp 10.000 dari penerbit opsi tersebut.

Terlepas dari berapa harga yang tersedia kita bayar untuk opsi tersebut.

Maka diagram posisi dalam gambar berikut ini menunjukkan nilai call pada saat opsi call tersebut jatuh tempo.

Gambar: Nilai opsi call dengan exercise price Rp 10.000

Bila pada saat opsi call jatuh tempo harga saham A di bawah Rp 10.000, maka nilai call tersebut sama dengan nol rupiah.

Bila harga saham di atas Rp 10.000, maka kita akan memperoleh keuntungan jika meng-exercise-kan kontrak opsi saham tersebut.

Dalam keadaan seperti ini nilai call akan sebesar harga pasar opsi adalah dikurangi dengan execise price.

Perhatikan contoh opsi saham 02:

Misalkan harga saham A saat ini adalah Rp 9.000.

Kita bersedia membayar opsi call yang ditawarkan tersebut dengan premi opsi adalah sebesar Rp 500.

Bila pada tahun depan, yaitu saat exercise date, harga saham menjadi sebesar Rp 11.000, maka kita akan memperoleh keuntungan Rp 500.

Keuntungan ini diperoleh dari:

#1: Nilai opsi pada saat di-exercise-kan:

= Rp 11.000 – Rp 10.000
= Rp 1.000

#2: Premi yang kita bayar = Rp 500

= Rp 1.000 – Rp 500
= Rp 500

Bila harga saham tahun depan menjadi Rp 12.000, maka kita akan memperoleh laba Rp 1.500.

Pada saat harga saham hanya Rp 10.000, kita rugi Rp 500.

Berapa Laba (rugi) kita seandainya harga saham hanya Rp 9.500?

Kita tetap rugi sebesar Rp 500.

Maksimum kerugian kita adalah jumlah uang yang kita bayarkan dalam kontrak opsi untuk membeli opsi tersebut.

Bila diasajikan dalam bentuk tabel, maka akan nampak sebagai berikut:

Tabel: Laba (rugi) karena membeli opsi call dengan harga Rp 500 pada berbagai tingkat harga, untuk exercise price sebesar Rp 10.000

Kolom terakhir pada tabel di atas, bila digambarkan dalam grafik dengan sumbu datar harga saham.

Dan sumbu tegak laba (rugi) akan nampak seperti pada gambar berikut ini:

Gambar: Laba (rugi) membeli opsi call dengan harga Rp 500, dengan exercise price Rp 10.000 pada berbagai harga saham.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa kerugian maksimum yang diderita adalah Rp 500, yaitu sebesar harga (atau premi) opsinya.

#2: Opsi Jual atau Opsi Put (Put Option)

Apa itu opsi jual atau put option?

Pengertian opsi put adalah hak untuk menjual suatu saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu (atau sebelumnya).

Jadi, opsi jual atau put option adalah kontrak untuk menjual aset.

Perhatikan contoh put option sebagai berikut:

Misalkan seseorang menawarkan opsi put sebagai berikut:

Dengan membeli opsi put tersebut anda bisa menjual saham A kepada orang tersebut dengan harga Rp 10.000 satu tahun yang akan datang.

Kapan opsi put tersebut mempunyai nilai, artinya anda akan meng-exercise-kan opsi tersebut?

Jawabannya sederhana sekali.

Yaitu bila harga saham A pada saat jatuh tempo di BAWAH Rp 10.000.

Pada saat harga saham A misalnya Rp 8.000, akan datang ke pihak yang menerbitkan opsi put tadi dan memintanya untuk membeli saham A sebesar Rp 8.000.

Maka sesaat sebelum opsi put di-exercise-kan, nilai opsi tersebut adalah Rp 2.000 (selisih antara Rp 10.000 dengan Rp 8.000).

Sebaliknya pada saat harga saham di atas exercise price, maka nilai opsi put akan sama dengan NOL.

Keadaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Nilai tertinggi opsi put (put option) adalah pada saat harga saham sebesar nol rupiah.

Pada saat itu nilai put akan sebesar Rp 10.000 sama dengan exercise price-nya.

Hal yang sama dapat dilakukan bila misalkna harga opsi put adalah sebesar Rp 500.

Pada berbagai tingkat saham, maka laba (rugi) dengan membeli opsi put dengan harga premi Rp 500 disajikan pada tabel berikut:

Tabel: laba (rugi) dengan membeli opsi put dengan harga premi Rp 500

Dengan cara yang sama dengan opsi call di atas, maka tabel tersebut dapat digambarkan dengan sebuah grafik sebagai berikut:

Gambar: Laba (rugi) membeli opsi put dengan harga Rp 500, exercise price, pada berbagai tingkat harga saham.

Gambar-gambar tersebut adalah nilai opsi bagi pihak yang membeli opsi-opsi tersebut.

Bagi pihak yang menerbitkan, atau menjual opsi tersebut maka nilai bagi penerbit opsi adalah kebalikan dari nilai opsi bagi pembeli opsi.

Bagi penjual opsi call dan opsi put nilainya ditunjukan pada gambar berikut ini:

02: Kombinasi Tipe Opsi Calls, Puts, dan Saham

A: Persamaan dasar antara call, put, dan saham

Penjual bisa melakukan diversifikasi dengan membeli call, put, dan saham secara bersamaan.

Bila pemodal membeli put dan saham.

Maka nilai investasinya, apapun yang terjadi dengan harga saham tersebut akan sama dengan nilai call ditambah dengan PV exercise price.

Perhatikan contoh berikut ini:

Seorang penjual membeli satu opsi put dengan harga exercise Rp 10.000 dan saham.

Nilai investasinya pada saat opsi put tersebut jatuh tempo pada berbagai harga saham, disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel: Nilai investasi satu saham dan satu opsi put, pada berbagai tingkat harga.

Secara grafis keadaan tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

Gambar: Nilai opsi put dan saham pada berbagai harga saham.

Perhatikan bahwa apapun yang terjadi dengan harga saham.

Maka nilai investasinya sama dengan nilai opsi call ditambah dengan Rp 10.000 (exercise price).

Dengan demikian maka:

Nilai Call + PV Exercise Price = Nilai Put + Harga Saham

Hubungan ini berlaku karena pay-off dari:

  • Membeli call, melakukan investasi pada aktiva yang aman untuk memperoleh nilai sebesar exercise price pada saat jatuh tempo.

Akan menghasilkan pay-off yang sama dengan:

  • Membeli put, dan saham

Dengan memahami hubungan tersebut, kita bisa menaksir nilai put bila kita mengetahui nilai call atas saham tersebut.

03: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Opsi

Sejauh ini kita membahas tentang berapa harga opsi pada waktu jatuh tempo. Misalnya harga opsi call dengan exercise price Rp 10.000.

Apabila harga saham pada waktu jatuh tempo di bawah Rp 10.000 pada saat jatuh tempo, call tersebut tidak punya nilai.

Bila harga saham di atas Rp 10.000, maka nilai call tersebut akan sebesar Rp 10.000 dikurangi harga saham tersebut.

Hubungan ini ditunjukkan oleh garis tebal pada gambar berikut:

Gambar: Nilai opsi call sebelum jatuh tempo.

Pada saat sebelum jath tempo nilai call tersebut tidak bisa di bawah garis tebal.

Sebagai misal, jika harga saham adalah sebesar Rp 20.000 dan harga opsi adalah Rp 5.000 (opsi dengan exercise price sebesar Rp 10.000).

Maka pemodal akan membeli opsi tersebut.

Meng-exercise-kannya dengan tambahan uang Rp 10.000.

Dan kemudian menjual saham yang mereka peroleh, yang bisa dijual dengan harga Rp 20.000.

Bila hal tersebut terjadi, permintaan akan opsi adalah meningkat yang akan memaksa nilai opsi mninimal naik.

Menjadi sebesar nilai yang ada pada garis tebal tersebut.

Karena itu untuk opsi call yang masih mempunyai waktu atau belum jatuh tempo, garis TEBAL pada grafik di atas adalah lower limit dari harga opsi call.

Bagaimana dengan Upper limit?

Upper limit nilai opsi adalah garis diagonal yang ada pada grafik di atas.

Mengapa garis diagonal ini merupakan batas atas harga opsi call?

Nilai maksimum suatu opsi adalah nilai saham tersebut.

Tidak mungkin investor mau membeli opsi call dengan harga yang justeru lebih besar dari harga sahamnya.

Karena itu harga opsi call atas saham yang belum jatuh tempo akan berada di antara garis tebal dan garis diagonal.

Harga opsi call akan berada pada garis lengkung dengan kurva ke atas (curved upward-sloping line).

Sebagaimana ditunjukkan oleh garis putus-putus pada gambar grafik di atas.

Garis ini akan bermula dari titik di mana batas atas dan batas bawah bertemu (yaitu titik NOL).

Garis tersebut kemudian meningkat dan akhirnya menjadi sejajar dengan garis batas bawah.

Garis ini menunjukkan bahwa nilai opsi call meningkat kalau harga saham meningkat, bila exercise price dipegang konstan.

Dengan demikian maka harga opsi adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Antara lain oleh 5 faktor berikut ini:

  1. Harga saham
  2. Harga exercise
  3. Tingkat bunga
  4. Jangka waktu akan jatuh tempo
  5. Volatility harga saham.

Bila faktor (1), (3),(4) dan (5) meningkat maka nilai opsi call akan meningkat, sedangkan bila faktor (2) meningkat maka nilai opsi call akan menurun.

04: Model Penentuan Harga Opsi

Model discounted cash flow yang digunakan untuk menentukan harga saham tidak dapat diterapkan untuk penilaian opsi.

Alasan utamanya karena risiko opsi adalah berubah setiap saat harga saham berubah.

Pada saat kita membeli call kita mengambil posisi dalam saham tersebut.

Tetapi menaruh jumlah uang yang lebih sedikit daripada seandainya kita membeli saham tersebut secara langsung.

Sebagai akibatnya, suatu opsi adalah akan selalu lebih berisiko dibandingkan dengan saham yang bersangkutan.

Opsi tersebut akan mempunyai beta dan deviasi standar yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang bersangkutan.

Seberapa jauh risiko opsi adalah tergantung pada saham relatif terhadap exercise.

Suatu opsi yang “in the money” di mana harga saham lebih besar dari harga exercise,

Akan lebih aman dari pada opsi yang “out of the money” di mana harga saham lebih kecil dari harga exercise.

Sebaliknya, pada saat harga saham turun, harga opsi akan turun dan meningkatkan risiko opsi.

Karena itulah, tingkat keuntungan yang diinginkan oleh investor akan berubah pada saat harga saham berubah.

Terdapat 2 (dua) model untuk menaksir harga opsi, yaitu:

  1. Binominal Option Pricing Modal
  2. Rumus Black and Scholes

Mari diuraikan satu per satu ya…

#1: Binominal Option Pricing Model (BOPM)

Apa yang dimaksud Binominal Option Pricing Model?

Binominal Option Pricing Model adalah suatu model opsi di mana suatu harga saham saat ini, harga saham tersebut diharapkan dapat berubah menjadi dua harga saham pada periode berikutnya dengan peluang yang sama.

Untuk menjelaskan pengertian tersebut, perhatikan contoh berikut ini:

Misalkan ada opsi call yang akan jatuh tempo satu tahun lagi atas saham B.

Harga exercise opsi tersebut adalah Rp 11.000.

Untuk menyederhanakan persoalan, misalkan untuk tahun depan harga saham diperkirakan bisa berubah menjadi Rp 8.000 atau Rp 13.000.

(Karakter inilah yang menyebabkan model ini diberi nama model binomial)

Harga saham saat ini Rp 9.000.

Anggaplah bahwa risk free rate of return sebesar 15% per tahun.

Bila harga saham B menjadi Rp 8.000, maka opsi call tersebut tidak ada harganya.

Tapi bila harga saham menjadi Rp 13.000, nilai opsi adalah menjadi Rp 2.000.

Kemungkinan pay-off dari persoalan tersebut adalah:

Bandingkan jika Anda meminjam sebesar Rp 6.957 dan membeli selembar saham:

Perhatikan bahwa hasil dari investasi di saham dengan meminjam ini identik dengan 2,5X hasil kali kita membeli opsi.

Karena itu kedua investasi tersebut harus memberikan nilai yang sama, yaitu:

Nilai 2,5 call = nilai saham – Rp 6,957 pinjaman
= Rp 9.000 – Rp 6.957
= Rp 2.043

Nilai 1 call = Rp 817

Sayangnya pendekatan ini sangat kompleks dan menentukan bantuan komputer.

Kalau kemungkinan (periode) perubahan harga saham cukup banyak.

Jumlah saham yang diperlukan untuk mereplikakan satu call disebut sebagai option adalah delta atau hedge ratio.

Dalam contoh kita option delta-nya adalah ½,5 atau 0,40.

Rumus sederhana yang digunakan adalah:

Option delta:
= (2.000 – 0) / (13.000 – 8.000)
= 0,40

#2: Rumus Black and Scholes

Rumus Black and Scholes pada dasarnya adalah menggunakan trick di atas.

Trick yang digunakan adalah membuat ekuivalen opsi adalah dengan cara mengkombinasikan investasi pada saham biasa dan meminjam net cost membeli ekuivalen opsi tersebut haruslah sama dengan nilai opsi tersebut.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

C = P N (d1) – Xe -rt N(d2)

Rumus yang nampak complicated ini lebih mudah digunakan dengan memanfaatkan Tabel Nilai Call, persentase harga saham.

Jika kita ingin menghitung nilai opsi put yang mempunyai exercise price dan jangka waktu jatuh tempo yang sama.

Maka kita kembali pada persamaan dasar yang bisa dimodifikasi menjadi:

Nilai put = nilai call + PV harga exercise – harga saham

= 846 + 9,565 – 9.000
= 1,411

Bila saham yang dikaitkan dengan opsi tersebut membayarkan dividen, maka perhitungan nilai opsi mengalami perubahan.

Dengan memiliki saham investor berhak memperoleh dividen, tapi kalau mereka memiliki opsi , mereka tidak berhak atas dividen tersebut.

Karena itu, nilai opsi call akan berkurang bila saham tersebut membayarkan dividen.

Untuk opsi tipe Eropa, maka rumus Black and Scholes perlu dirubah.

Yaitu dengan mengurangi harga saham saat ini dengan present value dividen yang dibayarkan.

Misalkan saham dengan harga saat ini sebesar Rp 9.000 (kita menggunakan contoh yang sama) diharapkan akan membayarkan dividen dengan present value Rp 900.

Dengan demikian maka harga saham saat ini perlu disesuaikan menjadi:

= Rp 9.000 – Rp 900
= Rp 8.100

Dengan demikian maka:

Harga saham / PV harga exercise
= 8.100 – 9.565
= 0,84

Dan melengkapi pembahasan tentang opsi (option) ini, saksikan video singkat berikut ini…

Bagaimana video di atas menurut Anda?

05: Kesimpulan

Option Pricing Theory atau teori penentuan harga opsi adalah suatu teori yang dapat digunakan untuk menaksir harga yang wajar dari suatu opsi.

Opsi adalah hak untuk melakukan sesuatu.

Teori penentuan harga opsi adalah termasuk materi manajemen keuangan yang cukup penting dipahami oleh para manajer keuangan.

Dan siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.

Teori ini dikembangkan dari keadaan pasar financial derivatives, di mana diperdagangkan opsi yang ditarik atas sekuritas tertentu.

Ada dua jenis opsi adalah opsi call (opsi beli) dan opsi put (opsi jual)

Yang pertama opsi call, adalah opsi yang menunjukkan hak untuk membeli saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu (atau sebelumnya).

Sedangkan yang kedua adalah hak untuk menjual.

Bila hak tersebut hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo, maka opsi tersebut bertipe Eropa.

Sedangkan bila opsi dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo atau sebelumnya disebut tipe Amerika.

Nilai opsi call tergantung pada:

  1. Harga saham saat ini
  2. Harga exercise
  3. Tingkat bunga
  4. Jangka waktu akan jatuh tempo
  5. Votality harga saham

Bila faktor (1), (3), (4), dan (5) meningkat maka nilai opsi call akan meningkat.

Sedangkan bila faktor (2) meningkat, nilai opsi call akan menurun.

Dengan menggunakan persamaan dasar yang menjelaskan hubungan antara nilai call dan nilai put, maka sekali dapat ditaksir nilai call, dapat pula ditaksir nilai put.

Untuk menaksir nilai opsi call dan put sebelum saat exercise, Black and Scholes merumuskan suatu model.

Penggunaan model tersebut akan lebih mudah jika dipergunakan Tabel Nilai Opsi, Persentase Harga Saham, atau menggunakan program komputer.

Pengelola keuangan perlu memahami teori penentuan harga opsi ini, karena perusahaan mungkin berniat menerbitkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi

Atau meng-investasikan dana jangka pendek pada sekuritas yang berciri tersebut.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai opsi (option) sebagai financial derivatives dengan jenis, contoh dan cara sederhana perhitungannya.

Apa itu Opsi FX pada Platform IQ Option?

Apa itu FX options dan bagaimana cara berdagang pilihan valuta asing pada IQ Option?

Opsi FX adalah kontrak yang memberikan Anda hak untuk menukar satu mata uang dengan mata uang lainnya dengan nilai tukar tertentu pada suatu waktu tertentu di masa depan.

Apa itu Opsi FX di IQ Option

Ada dua jenis utama FX options. Sebuah panggilan option memberi Anda hak untuk membeli aset. Tentu saja option memberi Anda hak untuk menjual aset.

Opsi jual dan beli pada IQ Option

Bagaimana cara berdagang Opsi FX pada IQ option?

Tentukan jumlah investasi Anda di sebelah kanan menu.

Memilih jumlah investasi

Pilih waktu kedaluwarsa saat kontrak opsi akan habis dengan menekan tombol waktu.

Memilih waktu kedaluwarsa

Waktu kedaluwarsa akan ditampilkan pada grafik dengan garis merah yang solid.

Waktu kedaluwarsa – garis merah

Memilih harga kesepakatan (strike price) untuk opsi FX

Sekarang pilih harga strike. Strike price adalah harga yang ditetapkan dari suatu aset di mana dapat dibeli atau dijual dalam kasus option dilakukan. Harga strike ditunjukkan dalam warna putih dan disertai grafik.

Memilih harga kesepakatan (strike price)

Di sebelah harga kesepakatan, Anda dapat melihat skala profitabilitas. Untuk memeriksa potensi keuntungan untuk harga kesepakatan yang Anda pilih arahkan mouse Anda ke atas tombol “lebih tinggi” (higher) untuk membeli posisi pada opsi beli atau ke atas tombol “lebih rendah” (lower) untuk menjual posisi pada opsi jual. Skala hijau akan menunjukkan laba Anda sedangkan skala merah akan menunjukkan kerugian Anda.

Membaca skala profitabilitas untuk opsi beli dan jual

Anda memilih harga kesepakatan secara manual sehingga memengaruhi ukuran dari pita/rentang harga (price band). Klik pada tombol “lebih tinggi” (higher) jika Anda perkirakan harga akan naik. Klik pada tombol “lebih rendah” (lower) jika Anda perkirakan harga akan turun.

Memilih harga kesepakatan secara manual

Bagaimana cara menetapkan laba / kerugian sebelum waktu kedaluwarsa?

Anda dapat menjual sebuah opsi sebelum waktunya dan menetapkan laba atau kerugian Anda sebelum waktu kedaluwarsa. Untuk melakukan ini tekan tombol jual.

Menutup sebuah opsi sebelum kedaluwarsa

Semoga pengalaman trading Anda menyenangkan.

Seberapa bermanfaatkah postingan ini?

Klik bintang untuk memberikan rating!

Rating rata-rata 4.7 / 5. Jumlah suara: 23

Tidak ada suara sejauh ini! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada posting ini.

Karena Anda menemukan posting ini bermanfaat .

Ikuti kami di media sosial!

Kami mohon maaf kiriman ini tidak berguna untuk Anda!

Biarkan kami memperbaiki pos ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

Thread: Apa saja opsi vanilla?

Thread Tools
Search Thread
Display
  • Linear Mode
  • Switch to Hybrid Mode
  • Switch to Threaded Mode

Apa saja opsi vanilla?

Opsi vanila adalah sebuah kontrak atau perjanjian
antar dua pihak, salah satu pihak sebagai pembeli
opsi dan lainya sebagai pembuat opsi yang
memberikan hak bagi pembeli opsi untuk membeli
(opsi beli) atau menjual (opsi jual) suatu ataupun
beberapa saham dengan waktu dan harga yang telah
ditentukan. Opsi Vanilla yaitu opsi tipe Eropa dan
Amerika, adalah salah satu opsi yang sering
digunakan karena perhitungan opsi-nya lebih
sederhana dibandingkan opsi Eksotik, contohnya
opsi tipe Asia atau opsi Barrier. Perbedaan dari opsi
tipe Eropa dan Amerika adalah pada tipe opsi
Amerika pemilik opsi dibebaskan untuk memilih
kapan mengeksekusi kontrak opsinya setiap waktu
hingga waktu jatuh tempo (maturity time),
sedangkan pada opsi tipe Eropa pemilik opsi di
batasi hanya dapat menggunakan haknya pada waktu
jatuh tempo. Jika melewati batas waktu jatuh tempo,
maka opsi tidak dapat dieksekusi lagi.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut maka bisa dipahama terlebih dahulu tentang perdagangan derivative dimana perdagangan derivative merupakan sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi “acuan pokok” atau juga disebut ” produk turunan” (underlying product) daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Nah, didalam perdagangan derivative tersebut ada yang namanya opsi vanila dimana Opsi Vanila merupakan kontrak yang memberi pedagang hak untuk membeli atau menjual instrumen dalam jumlah tertentu, pada harga tertentu pada waktu yang telah ditentukan. Saat memperjualbelikan opsi Vanila, pedagang mempunyai kemampuan untuk mengendalikan bukan hanya instrumen dan jumlah yang diperdagangkannya, tetapi juga kapan dan dengan harga berapa. Opsi dapat diperdagangkan selama sehari, seminggu, beberapa bulan, bahkan setahun.

Salam pips..
Opsi vanilla ( vanilla option ) sebenernya merupakan trading option itu sendiri yang praktis dan sederhana, hanya saja namanya yang kadang membingungkan seolah – olah ada makna lain dalam trading option. Jadi kalau kita kembalikan ke definisinya dari trading option maka vanilla option merupakan perjanjian atau kontrak ada dua pihak dimana pihak yang pertama memiliki hak untuk membeli instrument trading ( call option ) sedangkan pihak yang kedua memiliki hak untuk menjual instrument trading ( put option ).

Secara umum dalam dunia trading, vanilla option terbagi menjadi dua jenis yaitu vanilla untuk forex artinya trading yang dilakukan berdasarkan pada pair forex seperti aktifitas call option ataupun put option untuk pair eur/usd, gbp/usd ataupun pair – pair lainnya.. terus yang kedua adalah vanilla option untuk saham dan komoditas dimana transaksi call option ataupun put option nya persis apa yang ditradingkan pada perdagangan saham dan komoditas. jadi vanilla option itu hanyalah nama yang berbeda saja dari trading option biasanya.. Praktek tradingnya sih sama saja caranya.

Beberapa trader tertarik dengan vanilla option karena dalam vanilla option resikonya bisa dibatasi tetapi kalau profit bisa unlimited.. soalnya praktek tradingnya kan seperti ini : jika kita punya modal 100 $ maka per sesi tradingnya kita bisa hanya menggunakan modal premium saja katakanlah hanya 10 $ sehingga kalaupun rugi ( out of the money ) maka hanya sebesar 10 $ dan modal masih sisa 90 $.. tetapi jika profit maka bisa sangat besar tergantung besarnya pergerakan harganya. Kalau dalam trading forex kan semua modal kita semuanya dipertaruhkan apalagi kalu gak pakali SL sehingga jika terjadi loss modal trading kita bisa ludes semua. Terus juga dalam vanilla option diperbolehkan juga menggunakan teknik hedging sehingga tradingnya bisa cukup aman.

Opsi Vanilla adalah kontrak yang memberi pedagang hak untuk membeli atau menjual instrumen underlying asset pada harga yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu, Saat memperjualbelikan opsi Vanila, pedagang mempunyai kemampuan untuk mengendalikan bukan hanya instrumen dan jumlah yang diperdagangkannya, tetapi juga kapan dan dengan harga berapa. opsi vanilla mengacu pada opsi biasa yang paling dasar, sederhana, dan tak banyak aturan, dinamakan sebagai opsi vanilla agar dapat dibedakan dengan opsi-ipsi lainnya yang beraneka ragam.

Ada dua jenis opsi vanilla yaitu:

  1. Opsi beli (call option); Pemilik opsi beli memiliki hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli instrumen yang mendasarinya pada harga tertentu, Opsi beli biasanya dibeli oleh pedagang yang meyakini pasar sedang naik
  2. Opsi jual (put option); Pemilik opsi jual memiliki hak, tetapi bukan kewajiban, untuk menjual instrumen dengan harga tertentu, opsi jual dibeli oleh pembeli yang berspekulasi pasar akan jatuh

Opsi Vanila adalah kontrak yang memberi pedagang hak untuk membeli atau menjual instrumen dalam jumlah tertentu, pada harga tertentu pada waktu yang telah ditentukan. Saat memperjualbelikan opsi Vanila, pedagang mempunyai kemampuan untuk mengendalikan bukan hanya instrumen dan jumlah yang diperdagangkannya, tetapi juga kapan dan dengan harga berapa. Opsi dapat diperdagangkan selama sehari, seminggu, beberapa bulan, bahkan setahun.
Ada dua jenis ilihan/opsi yang digunakan dalam perdagangan memakai Opsi Vanila yaitu:
1. Opsi beli, yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli sebuah instrumen pada harga tertentu. Opsi beli biasanya dibeli oleh pedagang yang meyakini pasar sedang naik, dikenal sebagai pedagang
optimis.
2. Opsi jual, yang memberikan hak kepada pembeli untuk menjual sebuah instrumen pada harga tertentu. Di sisi lain, opsi jual dibeli oleh pembeli yang berspekulasi pasar akan jatuh atau disebut dengan pedagang
pesimis.

opsi vanilla adalah suatu kesepakatan perdagangan antara kedua belah pihak yaitu sesuai dengan hukum dagang ada si penjual dan harus ada pembeli , jika pembeli sudah mensepakati kepada aturan penjual maka akan terlaksana transaksi karena dari kedua belah pihak sudah sepakat mensetujui sistem yang berlangsung dengan kata lain sudah deal , sehingga keduanya tidak ada yang merasa di rugikan ,
karena ini forum pembahasan forex maka pembahasanya seputar forex dan seperti di ketahui para trader saat pertama mendaftar di broker kan sudah jelas aturan yang di terapkan broker A sampai Z dan si trader yang mendaftar mencentang , bahwa artinya trader sudah menyetujui persyaratan yang di ajukan dari pihak broker kalau secara off line sudah menandatangani dengan materay sehingga sudah saling sepakat dan trader sudah bisa memulai transaksi lewat chart setelah verity dan depo kira kira begitu pengaplikasiannya

Apa saja opsi vanilla?
Pertama, Anda perlu memahami apa opsi dalam istilah luas. Ini adalah kontrak yang memberi pemilik hak (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual produk tertentu dengan harga tertentu yang ditentukan dalam kontrak. Waktu, ketika barang dapat dibeli atau dijual, tergantung pada gaya opsi. Gaya yang paling umum adalah opsi Amerika dan Eropa, yang juga disebut opsi vanila. Kontrak opsi Amerika dapat dilaksanakan setiap hari sebelum berakhirnya kontrak. Opsi Eropa dapat dieksekusi pada hari kedaluwarsa saja. Pilihan Amerika dan Eropa dapat dijual kembali kapan saja sebelum kedaluwarsa.
*
Kontrak untuk pembelian barang disebut opsi panggilan. Kontrak penjualan adalah opsi put.
*
Untuk membeli opsi vanila, pembeli membayar jumlah tertentu yang disebut premium, yang pada gilirannya terdiri dari nilai waktu (lebih banyak hari sebelum kedaluwarsa, semakin tinggi nilainya, dan nilai sama dengan nol pada hari kedaluwarsa) dan nilai intrinsik (Semakin jauh harga dari harga strike, semakin tinggi nilai intrinsiknya). Nilai intrinsik positif dalam arah meningkatkan harga kontrak untuk pembelian dan dalam arah menurunkan kontrak untuk dijual. Artinya, jika harga barang lebih tinggi dari yang ditentukan dalam kontrak panggilan dan lebih rendah dari yang ditentukan dalam kontrak.
Dengan demikian, pada saat penjualan kembali, kontrak mungkin lebih mahal daripada harga pembelian karena nilai intrinsiknya. Perbedaan ini akan menjadi keuntungan spekulatif pada opsi vanila dalam kasus penjualan kembali (jika kontrak tidak dieksekusi). Keuntungan ini bisa beberapa kali lebih tinggi dari premi yang dibayarkan. Jika harga produk lebih rendah dari yang ditentukan untuk opsi panggilan dan lebih tinggi dari yang ditentukan untuk opsi put, nilai opsi nol pada saat penjualan atau pada saat kedaluwarsa.
*
Selain opsi vanila, ada gaya lain, di antaranya adalah opsi biner. Seperti dalam kasus opsi vanili, dengan opsi biner Anda kehilangan jumlah yang dibelanjakan jika pada waktu kedaluwarsa harga lebih rendah dari harga awal untuk opsi beli dan lebih tinggi dari yang semula untuk opsi jual. Namun, jika harga melebihi harga awal, Anda mendapatkan hingga 90% dari biaya yang dikeluarkan. Karena itu, Anda mendapatkan semuanya atau tidak sama sekali; itulah sebabnya opsi ini disebut opsi biner.
*
Sekarang mari kita bicara tentang perbedaannya. Perbedaan utamanya adalah bahwa dengan opsi biner Anda memilih jumlah yang ingin Anda pertaruhkan dalam satu transaksi. Untuk opsi vanilla, harga dibatasi oleh premium untuk opsi (namun bisa lebih tinggi dan lebih rendah). Di sisi lain, tidak ada yang menghalangi Anda membeli lebih dari satu opsi. Kedua, Anda memilih waktu kadaluarsa opsi. Artinya, di samping arah pergerakan harga, pada kenyataannya, Anda juga perlu menebak waktu di mana harga akan lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga awal, dan ini, Anda tahu, secara dramatis mengurangi peluang Anda untuk menang. Perbedaan ketiga adalah Anda tidak dapat menjual kembali opsi biner dan hanya menunggu hasilnya – baik semuanya atau tidak sama sekali. Oleh karena itu, di banyak negara, opsi biner dilarang.

Selamat sore agan adrian ronaldi

Yang di maksud dengan istilah Vanilla Options atau opsi vanilla adalah system option yang digunakan untuk menggambarkan trading options yang paling dasar dan sederhana selain itu tak banyak aturan saat melakukan trading jenis options .

Trading options kini telah banyak berkembang dan sangat bervariasi tergantung dari cara tradingnya. Ada Barrier Options yang memiliki pengaturan target harga sendiri untuk mengaktifkan eksekusi option (mirip pending order dalam spot trading), ada pula Asian Options yang menghitung harga rata-rata untuk menentukan kondisi in-the-money. Ragam options inilah yang kemudian memicu munculnya istilah Vanilla Options, untuk membedakan trading options dasar dengan jenis lainnya.

Ada tiga alasan kenapa vanilla options sangat cocok untuk trader forex

1. Risiko terbatas, namun profit bisa tak terhingga. Sesuai dengan contoh trading sebelumnya, jika in-the-money maka profit dihitung dari besar pergerakan harga dikurangi biaya premium. Namun apabila out-of-the-money, kerugian hanya sebatas biaya premium saja. Di samping itu, risiko loss sudah diketahui sebelum Anda membeli option karena akan tercantum di platform saat hendak melakukan eksekusi.

2. Lebih fleksibel dari binary options. Vanilla Options memberi kebebasan untuk menentukan sendiri strike price sebagai target harga, sementara binary options cenderung menempatkan harga open sebagai strike price. Penentuan strike price bisa menjadi bagian dari strategi trading, sehingga keluwesan FX Vanilla Options dalam hal ini tentu bisa memberikan peluang lebih bagi keberhasilan trading Anda.

3. Pelengkap strategi hedging. Keraguan yang menyelimuti pengambilan posisi trading bukanlah hal baru. Jika Anda trading di spot forex namun tak terlalu yakin dengan peluang keberhasilan posisi order, maka FX Vanilla Options bisa menjadi jalan keluar untuk memecahkan kebuntuan itu. Katakanlah Anda mempunyai bias bullish untuk EUR/USD, namun karena beberapa sebab, Anda masih ragu dengan potensinya. Anda sudah membuka order buy, namun untuk berjaga-jaga Anda bisa membeli call option EUR/USD pada FX Vanilla Options, untuk mengantisipasi kemungkinan harga naik dari posisinya saat ini.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: