Bagaimana Cara Menggunakan Trendline Dalam Perdagangan Forex

Peringkat broker opsi biner:

Cara Menggunakan Trendline

Trendline adalah salah satu alat bantu yang sangat populer untuk mengidentifikasi kecenderungan dari pola trend yang sedang terjadi saat itu. Walaupun sering digunakan, tapi banyak trader yang masih bingung cara menggunakan trendline .

Pada materi ini, kita akan membahas bagaimana cara menggunakan dan menggambar dengan trendline. Pada materi ini kita juga akan membahas bagaimana menggunakan trendline untuk menemukan pola higher dan lower yang berpotensi untuk mempermudahkan kita dalam membaca kondisi trend yang sedang terjadi.

Apa itu Trendline ?

Sesuai dengan namanya, trendline adalah sebuah alat dalam kategori analisa teknikal yang digunakan untuk mencari kondisi trend dengan menghubungkan support atau resistance satu sama lain. Perlu untuk Anda ketahui, trendline merupakan salah satu alat yang paling sering digunakan oleh para trader, jadi sangat penting bagi Anda untuk menguasainya.

Mari kita lihat contoh pasar dalam kondisi trend naik pada gambar di bawah ini:

Perhatikan gambar GBP/USD di time frame harian di atas. Harga telah menyentuh level support pada trendline beberapa kali dalam jangka waktu yang cukup lama. Trendline ini mewakili area support dimana para trader dapat mencari area yang berpeluang besar untuk buy.

Sekarang kita lihat trendline yang ditarik pada harga yang sedang dalam kondisi trend turun berikut:

Sama seperti dengan contoh uptrend diatas, kondisi downtrend pada pair AUD/NZD ini juga beberapa kali mencoba beberapa kali menyentuh trendline dan bergerak trending dalam waktu yang lama. Kebalikan dari contoh yang pertama, garis trendline kali ini menunjukan dimana saja area yang memiliki potensi besar untuk sell.

Bagaimana Cara Menggambar Trendline dengan Benar ?

Setelah kita memahami apa itu trendline, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menggambar dengan trendline ini.

Hal pertama yang harus diketahui tentang menggambar trendline adalah setidaknya Anda memerlukan dua titik high/low sebagai patokan utama untuk menggambar trend. Setelah harga swing high atau swing low sudah diidentifikasi, maka Anda bisa mulai menggambar trendline.

Peringkat broker opsi biner:

Berikut ini adalah contoh dari dua swing low, dimana low pertama dihubungkan dengan swing low kedua yang lebih tinggi sehingga menunjukan bahwa pasar saat itu sedang dalam kondisi uptrend.

Perhatikan pada chart di atas, kita sudah memiliki 2 titik utama di mana kita dapat menggambar trendline pada 2 titik tersebut. Setelah 2 titik tersebut terhubung oleh trendline maka kita bisa melihat bahwa harga sedang dalam kondisi bullish dan setidaknya kita bisa memprediksi titik selanjutnya yang memiliki peluang besar untuk melakukan buy.

Dan benar saja, dalam beberapa saat harga kembali menyentuh trendline yang berfungsi sebagai support dan tentu ini bisa kita jadikan sinyal untuk melakukan buy karena sesuai dengan arah pasar yang sedang bullish.

Point Penting Dalam Menggambar Trendline Secara Akurat

Setidaknya ada 4 point yang sangat penting untuk menggambar trendline secara efektif, yaitu;

  • Untuk menarik trendline, dibutuhkan minimal 2 titik swing low/high sebagai patokan dalam menarik garis.
  • Time Frame yang lebih besar bisa dianggap sebagai gambaran trend secara keseluruhan, jadi Anda bisa memulai mencoba menggambar trendline pada time frame yang besar, seperti Monthly, Weekly dan Daily. Setelah itu barulah turun ke time frame yang lebih kecil lagi.
  • Dalam beberapa kasus, Anda akan menemui banyaknya trendline yang menyentuh candlestick-candlestick secara tidak beraturan. Itu tidak masalah, yang terpenting trendline yang Anda gambar bisa dianggap valid jika salah satu atau beberapa titiknya tidak memotong body candlestick. Trendline yang valid adalah trendline yang hanya bersentuhan dengan ekor/shadow candlestick saja.
  • Jangan pernah menggunakan teori ‘cocoklogi’, maksudnya adalah jangan pernah memaksakan menggambar trendline dengan menarik garis dari titik yang secara visual terlihat dipaksakan.

Pada beberapa point diatas, mari kita jabarkan sedikit lebih detail lagi, diantaranya;

Point 1. Menggambar trendline pada time frame yang lebih besar

Mayoritas trader diluar sana menggunakan time frame daily sebagai dasar acuan dalam menganalisa, setelah itu baru turun ke time frame yang lebih kecil seperti H4.

Dalam menggambar trendline, kami sarankan Anda menggunakan minimal time frame Daily. Kenapa harus TF Daily ? Memang menggambar trendline bisa dilakukan pada time frame berapapun, tergantung dengan tujuan penggunaannya. Namun, jika Anda ingin menganalisa pergerakan harga secara keseluruhan, alangkah baiknya menggunakan TF yang lebih besar.

Lalu kenapa tidak TF Weekly atau Monthly ? Jika Anda menggunakan TF yang lebih besar dari Daily, Anda hanya akan membuang-buang waktu saja dan tidak akan pernah entry posisi. Memang benar penarikan trendline akan lebih valid, akan tetapi apakah Anda mampu menunggu waktu selama itu, tentu tidak bukan ?

Sangat penting dalam menggambar trendline, yaitu semakin panjang trendline yang tidak dapat di-break oleh harga, maka semakin valid trendline tersebut. Trendline yang tidak tertembus oleh harga selama 1 tahun lebih tentu akan lebih valid dibanding dengan trendline yang terbentuk hanya dalam beberapa minggu saja.

Kita lihat contoh penarikan trendline pada time frame Daily berikut ini:

Pada contoh chart diatas downtrend terbentuk hampir 11 bulan lamanya. Disana kita melihat ada setidaknya 2 titik yang dibuat dengan trendline yang bisa kita jadikan acuan untuk buy disaat harga kembali menyentuh trendline di titik 3. Perhatikan pada saat harga menyentuh trendline lalu kemudian membentuk pola candlestick pembalikan tersebut, tentu itu menjadi sinyal yang valid untuk entry buy.

Di bawah ini kita juga bisa melihat contoh lain dari menarik trendline lalu harga mencoba retest dan kembali memantul. Jika di ibaratkan ,trendline tersebut seperti sebuah tembok atau pembatas yang sulit untuk ditembus oleh harga.

Point 2. Garis Trendline Pada Bagan Candlestick

Salah satu point penting dalam menggambar trendline adalah titik-titik yang digunakan sebagai acuan untuk menarik garis trendline adalah dari candlestick tertinggi atau terendah. Itu artinya, titik-titik trendline harus dihubungkan pada level terendah atau tertinggi dari sebuah candlestick. Jadi menarik garis trendline harus dimulai dari shadow/ekor dari candlestick, bukan dari body candlestick.

Jika dilihat secara seksama, sangat jarang kita bisa menarik garis trendline secara sempurna pada ekor/shadow dari candlestick. Ada setidaknya 1 atau 2 candlestick yang menembus trendline. Kita bisa lihat pada contoh gambar diatas, setidaknya ada 1 candlestick yang berhasil menembus trendline namun harga kembali masuk turun ke bawah trendline lagi.

Anda bisa lihat ada 1 candlestick yang berhasil ‘memotong’ trendline. Itu tidak masalah, karena pada candlestick selanjutnya harga kembali turun dan close di bawah trendline. Itu berarti resistance yang dibentuk oleh trendline masih bisa dianggap valid.

Untuk mengetahui apakah trendline sudah benar-benar ditembus oleh harga, maka Anda bisa tunggu 1 atau 2 candlestick selanjutnya untuk memastikan apakah benar-benar akan terjadi pembalikan arah atau tidak.

Point 3. Jangan Pernah Memaksakan Titik-titik Acuan Trendline

Hal ini sangat sering terjadi dan dilakukan oleh para trader yang belum mengerti benar cara menggambar trendline. Mereka terlalu memaksakan titik-titik yang akan dijadikan acuan untuk menarik garis trendline. Tentu saja hal tersebut adalah hal yang sembrono karena menarik garis trendline tidak bisa sembarangan. Ingat point 2 diatas bahwa menarik garis trendline harus dari shadow/ekor dari sebuah candlestick.

Sebaliknya, pada contoh di bawah adalah penarikan trendline yang bisa dianggap lebih valid.

Pada materi ini, kita juga akan membahas bagaimana cara menggunakan trendline untuk melihat kekuatan dari suatu trend. Selain itu kita juga bisa melihat bagaimana mencari sinyal akan adanya pembalikan arah trend hanya menggunakan bantuan trendline.

Trendline sangat bagus digunakan untuk mencari titik-titik entry buy dan sell jika sesuai dengan arah trending yang sedang terjadi saat itu. Lalu bagaimana caranya kita mengetahui akan ada pembalikan arah hanya menggunakan trendline ? Jawabannya adalah Anda hanya tinggal menunggu harga mampu menembus trendline dan kembali retest trendline tersebut. Mari kita perhatikan contoh chart di bawah ini,

Pada contoh chart eur/jpy time frame H4 diatas, kita bisa melihat bagaimana validnya trendline di atas, entry sell bisa dilakukan ketika harga menyentuh trendline. Nah kemudian harga mampu menembus trendline dan mencoba retest trendline tersebut. Akan ada pembalikan arah dari bearish menjadi bullish, dan kita bisa melakukan entry buy pada saat harga kembali retest trendline atau menunggu 1-2 candlestick sedikit menjauhi trendline.

Berikut contoh-contoh bagaimana cara menggambar dan menarik trendline dengan benar:

KELAS PEMULA

Pengenalan Forex

Forex adalah akronim atau singkatan dari Foreign Exchange yang memiliki arti pertukaran mata uang asing. Istilah umum atau nama lain dari forex adalah valuta asing (valas).

Berbicara mengenai forex, maka sebenarnya kita sedang berbicara mengenai perbandingan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain yang kemudian membentuk valuta atau kurs.

Contoh yang mungkin paling Anda kenali adalah kurs dolar Amerika (USD) dengan mata uang Indonesia, yaitu rupiah (IDR).

Perbandingan nilai antara USD dan IDR itulah yang kemudian kita kenal dengan istilah kurs dolar terhadap rupiah yang sering dituliskan dengan simbol USD/IDR.

Tahukah Anda bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ini, trading forex di Indonesia kini tengah berkembang dengan begitu pesatnya?

Bahkan hampir seluruh lapisan masyarakat sudah mengenal dan terlibat langsung dalam perdagangan di pasar forex.

Hal tersebut tentunya menjadi sangat wajar mengingat peluang yang bisa diraih dari trading forex sangatlah besar.

Alasan utama mengapa peluang yang bisa didapatkan dari trading forex sangatlah besar adalah karena setiap kegiatan ekonomi dunia saat ini hampir semuanya bermuara ke mata uang.

Karenanya, pasar forex menjadi salah satu pasar finansial terbesar di dunia dengan volume transaksi lebih dari 5 triliun dollar setiap harinya!

Sehingga bisa dikatakan bahwa pasar forex akan tetap berjalan selama manusia masih melakukan kegiatan ekonomi.

Dalam trading forex online, Anda bisa melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun yang Anda mau selama 24 jam sehari dan lima hari dalam seminggu yaitu, Senin hingga Jumat.

Volume Transaksi Forex

Jika Anda cermati grafik tersebut, Anda bisa melihat bahwa volume transaksi harian rata-rata di pasar forex hampir 9 kali lipat lebih besar daripada volume transaksi yang berlangsung di bursa saham New York (New York Stock Exchange).

Jual Beli dalam Trading Forex

Apakah Anda pernah menukarkan mata uang? Misalnya, menukarkan rupiah (IDR) dengan dolar Amerika (USD), ataupun dengan mata uang asing lainnya?

Ketika tukar menukar mata uang tersebut terjadi, maka sebenarnya Anda sedang terlibat dalam suatu transaksi di pasar forex yang disebut dengan trading forex.

Saat Anda menukar IDR ke USD, maka pada dasarnya Anda sedang menjual IDR dan membeli USD. Transaksi seperti ini bisa Anda lakukan melalui bank atau money changer.

Berkat adanya teknologi yang terus berkembang, kini Anda sudah bisa melakukan transaksi forex secara online hanya dengan menggunakan komputer pc/laptop yang terhubung ke internet.

Bahkan saking mudah dan praktisnya, Anda bisa melakukan transaksi forex kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan smartphone yang saat ini Anda genggam.

Selama Anda terhubung dengan jaringan internet, selama itu pula Anda bisa dengan bebas melakukan transaksi trading forex – kapanpun dan dimana pun Anda saat ini.

Ditemani secangkir kopi, teh hangat, ataupun cokelat panas sembari duduk-duduk santai dengan nyaman, Anda bisa meraih kesempatan untuk mendapatkan profit dari trading forex setiap harinya.

Kemudahan transaksi forex secara online ini bisa dengan mudah Anda dapatkan dari broker forex terbaik dan terpercaya yaitu, FOREXimf.

Berikut beberapa poin penting terkait trading forex online (dengan sistem margin) yang perlu Anda ketahui sebelum memulai transaksi forex trading.

Pelajari trading forex lebih detil melalui akun demo

Pelajari secara langsung pergerakan harga pasar yang sebenarnya di akun demo. Coba trading gratis tanpa modal + bonus virtual money hingga $500,000.

Objek Perdagangan

Dalam trading forex, objek perdagangannya masih sama, yaitu uang. Namun yang Anda transaksikan adalah kontrak berdasarkan nilai dari suatu mata uang.

Sederhananya, ketika Anda melakukan transaksi di suatu mata uang tertentu, maka seolah-olah Anda sedang membeli “saham” negara tersebut.

Pergerakan nilai mata uang negara tersebut merupakan gambaran tidak langsung dari sentimen pasar terhadap perekonomian negaranya.

Dalam trading forex, terdapat sejumlah mata uang yang disebut sebagai “major currency” .

Major currency adalah mata uang yang dimiliki oleh negara-negara maju yang ditransaksikan secara luas di pasar uang dunia.

Berikut tabel daftar mata uang yang termasuk dalam major currency.

Negara Simbol (Mata Uang) Nickname
Amerika Serikat USD (Dollar) Greenback
Anggota zona euro EUR (Euro) Fiber
Jepang JPY (Yen) Yen
Inggris GBP (Poundsterling) Cable
Swiss CHF (Franc) Swissy
Kanada CAD (Dollar) Loonie
Australia AUD (Dollar) Aussie
New Zealand NZD (Dollar) Kiwi

Secara internasional, simbol mata uang terdiri atas tiga huruf.

Dua huruf pertama merupakan identitas dari negara asal mata uang tersebut. Kemudian huruf ketiga merupakan inisial dari nama mata uang negaranya.

Dua huruf pertama (US) merupakan inisial dari nama negara United States (Amerika Serikat). Kemudian diikuti huruf ketiga yang merupakan nama dari mata uang negaranya yaitu, Dollar.

Namun yang unik adalah CHF, simbol dari mata uang Swiss franc.

CH merupakan inisial dari Confoederatio Helvetica yang merupakan nama latin dari Konfederasi Swiss, sedangkan huruf F-nya adalah inisial mata uangnya, yaitu franc.

Leverage & Contract Size

Dengan adanya fasilitas leverage, dana atau modal yang relatif kecil bisa melakukan transaksi dengan nilai kontrak yang jauh lebih besar.

Akan lebih mudah di pahami apabila leverage ini dianalogikan sebagai “dongkrak mobil”.

Dengan dongkrak, Anda hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk bisa mengangkat mobil yang mungkin beratnya bisa mencapai lebih dari 100 kilogram.

Cara kerja dari leverage dalam trading forex kurang lebih mirip seperti cara kerja dari dongkrak mobil tersebut.

Misalnya:

Anda memilih broker forex yang menerapkan leverage 1:100. Maka, untuk melakukan transaksi senilai $100,000, Anda hanya membutuhkan dana sebesar $1,000.

Uang sejumlah $1,000 itu disebut sebagai margin, sedangkan nilai transaksi sebesar $100,000 itu disebut Contract Size.

Artinya, modal yang dibutuhkan untuk memulai trading forex hanya 1% saja dari jumlah modal yang seharusnya dimiliki.

Berbeda halnya dengan transaksi forex secara konvensional.

Agar dapat bertransaksi forex sebesar $100,000 maka Anda harus menyediakan modal dengan jumlah yang sama besarnya yaitu, $100,000.

Dengan kata lain, modal yang Anda butuhkan agar dapat melakukan transaksi forex secara konvensional melalui bank atau money changer adalah sebesar 100%.

Arah Transaksi

Dalam jenis perdagangan lainnya, arah keuntungan yang bisa didapatkan biasanya hanya satu arah, antara jual atau beli ketika harga naik ataupun turun.

Namun dalam trading forex, keuntungan yang bisa didapatkan justru dua arah, yang biasa disebut dengan istilah “two-way opportunity” .

Artinya, Anda tetap bisa mencari dan mendapatkan peluang keuntungan di setiap kondisi yang terjadi di pasar forex, baik itu ketika harga naik ataupun turun.

Dalam forex, terdapat dua jenis transaksi, yaitu beli (buy) dan jual (sell). Dimana transaksi buy biasanya sering disebut dengan long, dan sell yang juga biasa disebut dengan short.

Jika harga sedang dalam kedaan naik, maka transaksi buy (long) bisa Anda lakukan untuk mencari keuntungan.

Sebaliknya, ketika harga sedang turun, maka Anda bisa melakukan sell (short) untuk mendapatkan keuntungan tersebut.

Waktu Perdagangan

Sebelumnya sudah kita ketahui bersama bahwa waktu perdagangan forex berlangsung selama 24 jam setiap 5 hari dalam 1 minggu, dari Senin-Jumat waktu Indonesia.

Hal ini bisa terjadi karena pasar finansial dunia berjalan silih berganti setiap harinya. Berikut tabel waktu perdagangan dunia:

* pada musim dingin, untuk WIB adalah GMT+8
Time zone GMT WIB*
New Zealand buka 23:30 04:30
Tokyo buka 00:00 07:00
New Zealand tutup (Tokyo masih buka) 07:00 14:00
London buka 08:00 15:00
Tokyo tutup (London masih buka) 09:00 16:00
New York buka 13:00 19:00
London tutup (New York masih buka) 17:00 24:00
New York tutup 22:30 03:30

Hal ini tentunya akan berbeda jika Anda memutuskan untuk melakukan transaksi forex secara konvensional.

Dalam transaksi konvensional, Anda harus menunggu money changer atau bank-nya buka terlebih dahulu baru kemudian Anda bisa mulai bertransaksi.

Bagi sebagian orang, hal ini tentu akan sangat merepotkan mengingat tidak semua orang – termasuk Anda bisa mengikuti jam buka dan tutupnya bank atau money changer tersebut.

Cara Bertransaksi Forex

Saat ini, hampir semuanya sudah serba online, bukan?

Bayar tagihan listrik, air, mengirim uang, atau bahkan untuk berbelanja sekalipun, Anda sudah tak perlu lagi untuk pergi keluar rumah.

Cukup nyalakan komputer pc/laptop atau smartphone yang terhubung ke internet, lalu voila! Transaksi pun terjadi.

Hal ini pun berlaku juga dalam transaksi trading forex. Agar bias melakukan transaksi forex, Anda hanya perlu komputer pc/laptop yang terhubung ke internet.

Bahkan beberapa broker forex seperti FOREXimf sudah menyediakan fasilitas mobile trading bagi nasabahnya.

Belajar trading forex sambil praktik di MetaTrader 4

Buka akun demo trading forex dan dapatkan aplikasi MetaTrader 4. Percepat belajar forex dengan praktik langsung di akun demo Anda sekarang juga.

Dengan fasilitas tersebut, Anda bisa melakukan transaksi lewat PDA atau smartphone yang Anda gunakan saat ini.

Telah disebutkan juga sebelumnya bahwa mata uang ditransaksikan dalam currency pairs. Namun sebelum melangkah lebih jauh, kita akan mempelajari mengenai currency pairs itu sendiri.

Jika dilihat dari jenisnya, currency pairs ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

Major Currency Pairs, atau Majors

Jenis currency pairs ini melibatkan mata uang major yang ditransaksikan terhadap USD. Mata uang yang termasuk major currency pairs adalah:

Cross Currency Pairs, atau Cross Rates

Mata uang yang disebutkan pertama kita sebut sebagai base currency, sedangkan mata uang yang ke dua kita sebut sebagai counter currency.

Ketika Anda melakukan transaksi beli (buy), maka sebenarnya Anda sedang membeli base currency, dan pada saat yang sama Anda juga sedang menjual counter currency.

Sebaliknya, ketika Anda melakukan transaksi jual (sell), maka yang Anda lakukan adalah menjual base currency, dan di saat yang bersamaan Anda juga sedang membeli counter currency.

Inilah salah satu sebab mengapa Anda bisa melakukan short (sell/jual) terlebih dahulu ketika harga turun.

Misalnya, ketika Anda melakukan sell di EUR/USD, maka semakin harga EUR/USD turun akan semakin besar juga keuntungan yang di dapat.

Setelah Anda mulai mengerti dan memahami tentang majors dan cross rates.

Selanjutnya Anda akan mempelajari mengenai bagaimana cara membaca harga yang berasal dari kurs pasangan mata uang tersebut.

Bid/Ask

Dalam trading forex, currency pair diperdagangkan dalam basis harga BID dan ASK.

Harga BID merupakan patokan bagi Anda yang ingin melakukan transaksi SELL. Sedangkan harga ASK merupakan patokan bagi Anda yang ingin melakukan transaksi BUY.

Penulisan Bid dan Ask biasanya seperti ini:

Dari contoh di atas, harga BID-nya adalah 1.30000, sementara harga ASK-nya adalah 1.30020.

Artinya, jika Anda melakukan transaksi buy diatas, maka transaksi Anda tersebut akan dilakukan di harga 1.30020.

Sebaliknya, jika Anda melakukan transaksi sell, maka transaksi Anda tersebut akan dilakukan di harga 1.30000.

Anda juga bisa melihat bahwa harga ask selalu lebih tinggi daripada bid.

Perbedaan antara ask dengan bid tersebut umumnya dikenal dengan istilah spread.

Bid juga sering disebut sebagai kurs beli yang artinya harga inilah yang dipergunakan pedagang jika mereka mau membeli dari Anda.

Sebaliknya, ask memiliki nama lain sebagai kurs jual yang artinya para pedagang selalu menggunakan harga ini ketika mereka akan menjual kepada Anda.

Berdasarkan contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa:

Jika Anda akan membeli EUR dari pedagang, maka harga belinya sebesar 1.30020 per USD.

Sebaliknya jika Anda menjual EUR ke pedagang, maka harganya sebesar 1.30000 per USD.

Stop belajar sendiri! Buka akun sekarang juga, kami bantu Anda belajar.

Account Manager & Market Analyst FOREXimf akan memandu dan membantu Anda menguasai trading forex dengan cepat + strategi untuk menjadi seorang trader PRO.

KELAS DASAR

Strategi Forex Menggunakan Trendline

Dalam kelas forex sebelumnya, kita sama-sama telah mempelajari dasar-dasar dari analisa teknikal seperti support dan resistance, trendline, serta channel.

Sekarang, Anda akan mempelajari beberapa strategi yang bisa digunakan untuk meraih peluang pasar berdasarkan dasar-dasar analisa yang sudah dipelajari sebelumnya.

Sebelum kita lanjutkan, ingatlah bahwa pada dasarnya trendline dan channel juga adalah support dan resistance.

Pada saat downtrend, trendline berfungsi sebagai resistance. Sebaliknya, pada saat uptrend, trendline berfungsi sebagai support.

Pada dasarnya ada dua strategi yang bisa Anda terapkan berdasarkan support dan resistance. Yang pertama disebut bounce trading, yang kedua disebut breakout trading.

Bounce Trading

Metode trading ini memanfaatkan pantulan harga ketika harga sudah mencapai support atau resistance, dan memantul dari sana. Ilustrasi di bawah ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan bounce trading ini.

Intinya Anda menunggu ada pantulan dari area support atau resistance untuk melakukan trading. Tetapi, mengapa tidak melakukan sell tepat pada resistance atau buy tepat pada support?

Karena Anda memerlukan semacam konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Bisa jadi pergerakan harga naik atau turun begitu tajam dan cepat hingga langsung menembus support atau resistance.

Nah, pantulan inilah yang menjadi semacam pertanda bahwa level support atau resistance itu masih kuat. Di level pembahasan yang lebih lanjut, Anda juga akan mempelajari konfirmasi seperti apa yang bisa Anda kenali.

Breakout Trading

Dalam dunia trading, support dan resistance tidak akan selamanya bertahan. Pada suatu saat level-level tersebut pasti akan tembus. Pada saat seperti itu Anda masih bisa mencoba mencari peluang dengan strategi yang dinamakan breakout trading yang seratus persen berbeda dengan bounce trading.

Jika pada bounce trading Anda menunggu pantulan untuk buy atau sell, pada strategi breakout Anda malah memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.

Ilustrasi di bawah ini menggambarkan strategi breakout trading dengan memanfaatkan tembusnya support atau resistance.

Strategi yang digambarkan di atas merupakan strategi agresif, di mana transaksi langsung dilakukan setelah mendapatkan konfirmasi tembusnya level support atau resistance.

Yap, lagi-lagi konfirmasi dibutuhkan untuk melakukan aksi.

Suatu support atau resistance dianggap tembus jika memenuhi paling tidak salah satu dari dua hal berikut ini.

Pertama, jika Anda menggunakan candlestick chart, maka body dari candlestick tersebut harus memotong/menembus garis support atau resistance.

Kedua, pada saat terjadi breakout, terjadi peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatannya, maka breakout dianggap semakin valid.

Mengenai volume ini, akan kita di kesempatan lain.

Nah, itu tadi adalah strategi breakout trading yang agresif. Tapi ada trader yang memilih untuk menunggu konfirmasi selanjutnya.

Golongan trader yang tidak agresif ini menerapkan strategi breakout yang agak konservatif. Supaya lebih gampang, kita sebut saja strategi breakout konservatif.

Lalu, bagaimana strategi konservatif ini bekerja?

Strategi breakout konservatif ini sebenarnya memadukan strategi breakout dan bounce trading.

Ketika breakout sudah terkonfirmasi, Anda tidak langsung mengambil posisi buy atau sell seperti strategi breakout agresif, melainkan Anda menunggu terjadi pullback kembali ke area support atau resistance.

Setelah terjadi pullback, Anda menunggu lagi terjadi pantulan dari level support atau resistance tersebut. Barulah kemudian Anda melakukan transaksi buy atau sell.

Supaya Anda bisa lebih mudah dalam memahami pemaparan di atas, kami sudah menyiapkan ilustrasi untuk menggambarkan strategi ini.

Baik strategi breakout agresif maupun konservatif memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Jika Anda menggunakan strategi breakout yang agresif, keuntungan yang Anda peroleh adalah Anda bisa segera entry dan tidak akan ketinggalan momen.

Tapi tentu saja strategi ini memiliki kelemahan. Misalnya Anda telah melakukan sell segera ketika support tembus, namun ternyata harga naik lagi dan kembali berada di atas support tadi.

Nah, strategi konservatif memiliki keunggulan dalam hal itu.

Dengan menggunakan strategi ini, kemungkinan Anda untuk terjebak adalah lebih kecil karena Anda menunggu pullback dulu dan mencari konfirmasi pantulan.

Namun perlu diketahui juga bahwa pullback tidak selalu terjadi setelah terjadi breakout.

Disini lah kelemahan strategi konservatif, yaitu Anda akan berpotensi kehilangan kesempatan untuk entry karena harganya sudah telanjur lari.

Setiap trader punya gaya yang berbeda-beda. Anda bisa memutuskan apakah Anda akan menjadi si Agresif atau sang Konservatif.

Bagi Anda yang penyabar, strategi konservatif mungkin cocok untuk Anda terapkan. Namun jika Anda adalah pribadi yang gesit dan menyukai tantangan, mungkin lebih cocok menggunakan strategi agresif.

Tim edukasi FOREXimf dapat membantu memilih strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda, terutama jika Anda bergabung dengan QuickPro.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: