Bagaimana Memahami Indikator Forex – Apa Itu Indikator Momentum

Peringkat broker opsi biner:

Memahami Indikator Momentum

Dibaca Normal 3 menit

Indikator Momentum adalah indikator teknikal jenis Oscillator tertua yang dibuat dari kalkulasi sederhana dengan mengukur selisih harga Close hari ini dibanding harga Close beberapa hari sebelumnya.

Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang indikator momentum yang banyak dimanfaatkan trader untuk mengetahui kekuatan tren. Apa sih yang bisa dibanggakan dari indikator Momentum ini? Dan bagaimana penggunaannya di dalam market forex? Di bawah, inilah ulasan tentang indikator Momentum.

Apa Itu Indikator Momentum?

Indikator Momentum adalah indikator teknikal yang dibuat dari kalkulasi sederhana dengan mengukur selisih harga Close hari ini dibanding harga Close beberapa hari sebelumnya. Ini merupakan salah satu oscillator tertua yang pernah ditemukan, kadang-kadang disebut juga sebagai Rate of Change (ROC). Indikator Momentum bisa dihitung dengan dua rumus:

  • Momentum = Harga Close Hari Ini – Harga Close N Hari Yang Lalu
  • Momentum = (Harga Close Hari Ini/Harga Close N Hari Yang Lalu)*100

N disini bisa berarti periode berapapun yang Anda tentukan. Jadi maksudnya jika Anda menuliskan momentum 14 hari untuk harga X, maka cara menghitungnya adalah dengan mengurangkan harga tersebut hari ini dengan harga 14 hari yang lalu. Mudah bukan? Kini penerapannya lebih mudah lagi karena pada platform trading Metatrader4, indikator Momentum telah tersedia dalam daftar indikator Oscillator, sehingga trader tak perlu menghitung sendiri secara manual.

Pada Metatrader4, indikator Momentum ditampilkan seperti Oscillator yang bergerak di bawah garis 100 pada subwindow grafik pair mata uang yang sedang dipantau. Contohnya dapat dilihat di bawah ini:

Dengan kalkulasi berbeda, Indikator Momentum akan tampil naik-turun dengan ambang garis tengah 0, batas atas 100 dan bawah -100. Seperti dalam platform TradingView berikut ini:

Penggunaan Indikator Momentum Pada MT4

Beberapa trader sering menggunakan indikator Momentum sebagai indikator utama untuk memberikan sinyal trading ketika harga melintasi garis 100 ke arah atas atau ke bawah. Ketika indikator bergerak ke atas garis 100, itu mengindikasikan harga akan mulai bergerak meninggi karena harga saat ini sudah bergerak di atas harga saat N periode yang lalu. Sedangkan bila indikator jatuh di bawah garis 100, itu mengindikasikan harga kini sudah jauh di bawah harga saat N periode yang lalu, sehingga harga akan terus terperosok.

Sebagai Oscillator yang mengikuti tren, Indikator Momentum mirip dengan Moving Average Convergence/Divergence MACD, tetapi indikasi yang ditimbulkan berbeda. Seberapa jauh indikator di atas garis 100 atau seberapa rendah di bawah garis 100, menunjukkan seberapa cepat harga bergerak (seberapa kuat trend). Apabila indikator Momentum di atas 101, maka artinya harga bergerak lebih cepat ke arah atas ketimbang 100.5. Sedangkan angka 98 berarti harga bergerak lebih kuat ke arah bawah dibanding angka 99.

Dengan demikian, penggunaan indikator Momentum terutama adalah untuk menyediakan sinyal trading, sekaligus juga untuk membantu mengkonfirmasi trading berdasarkan price action, seperti pembalikan harga, penerusan trend, dan lain sebagainya.

Peringkat broker opsi biner:

Selain untuk mendeteksi berlanjut atau berbaliknya trend harga, indikator Momentum dapat pula dipakai untuk mendeteksi divergensi. Divergensi Bullish terjadi ketika harga turun untuk membuat level Low baru (Lower Low), sedangkan indikator Momentum malah naik dan membentuk level Low di posisi lebih tinggi (Higher Low). Hal ini berarti akan terjadi pembalikan harga dari trend turun ke arah atas. Divergensi satu lagi adalah Divergensi Bearish yang akan terjadi ketika harga naik membuat level High baru (Higher High), tetapi indikator Momentum membentuk level tinggi di posisi lebih rendah (Lower High). Divergensi Bearish di sini mengindikasikan akan berbaliknya arah pergerakan harga dari naik menjadi menurun.

Ingin tahu lebih lanjut tentang penggunaan indikator Momentum? simak artikel 3 Cara Menggunakan Indikator Momentum atau berikan komentar Anda di kolom tanya jawab di bawah ini.

Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

MACD (Moving Average Convergence Divergence) merupakan salah satu indikator teknikal paling populer yang banyak diandalkan dalam trading forex. Dibandingkan indikator lain, MACD memang tergolong multi-fungsi, sehingga bisa diandalkan alat bantu dalam beberapa jenis strategi trading. Akan tetapi, banyak pemula ternyata merasa kesulitan saat pertama kali menggunakan MACD. Untuk mengatasi masalah tersebut, artikel ini akan mengungkap cara membaca indikator MACD berdasarkan fungsi-fungsi utamanya.

Sekilas Tentang Indikator MACD

MACD adalah indikator pilihan yang sejak lama telah menjadi fitur bawaan MetaTrader. Meski dimasukkan dalam kategori Oscillator, banyak ahli trading forex berpendapat jika MACD bukanlah murni Oscillator, melainkan indikator yang bisa difungsikan sebagai Oscillator.

Pada dasarnya, cara membaca indikator MACD perlu diawali dengan pemahaman terhadap komponen-komponen yang membentuknya. Indikator MACD di MetaTrader 4 terdiri dari dua aspek, yaitu Area MACD dan garis sinyal. Area MACD merupakan histogram yang dihitung dari selisih nilai EMA (Exponential Moving Average) periode 12 dengan EMA periode 26. Tampilan area ini bisa naik turun dan kadang-kadang melintasi batas netral di level 0.

Sementara itu, garis sinyal MACD tampil sebagai grafik yang bergerak beriringan dengan area MACD. Komponen ini merupakan penjelmaan dari garis SMA (Simple Moving Average) yang dihitung dari MACD periode 9, sehingga tampak lebih lagging dari area MACD itu sendiri.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Penunjuk Arah Trend

Fungsi indikator MACD yang paling utama adalah untuk menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Ketika trend harga sedang naik, area MACD berada di zona positif atau di atas level 0. Sementara ketika harga berada dalam downtrend, area MACD bergerak di zona negatif atau di bawah level 0.

Dari situ, Anda kemudian bisa menjadikan pergantian posisi area MACD sebagai sinyal perubahan arah trend. Jika ingin mengenali sinyal lebih awal, Anda dapat mengambil posisi sell ketika area MACD mulai menurun di area positif, atau open buy saat area MACD semakin menanjak di area negatif.

Untuk mengkonfirmasi, Anda bisa memperhatikan crossing garis sinyal dari area MACD. Dalam hal ini, tunggu hingga garis sinyal benar-benar memotong area MACD dari atas ke bawah sebelum entry sell, atau konfirmasikan crossing garis sinyal dari bawah ke atas untuk membuka posisi buy.

Cara membaca indikator MACD dengan sinyal EMA

Banyak trader juga menggunakan kombinasi indikator MACD dengan Exponential Moving Average (EMA) untuk mendapatkan konfirmasi entry yang lebih baik.

Aplikasi indikator MACD dan dua garis EMA di atas menunjukkan bahwa perubahan trend dari bullish ke bearish diiringi dengan pergeseran area MACD dari zona positif ke negatif. Sinyal itu kemudian dikonfirmasi oleh crossing garis sinyal MACD ke bawah level 0, serta perpotongan dua garis EMA (EMA periode besar memotong EMA periode kecil dari bawah ke atas).

Informasi yang didapat dari cara membaca indikator MACD tersebut seringkali dijadikan sebagai pedoman entry dalam trading forex. Trader akan memasang open sell ketika area dan garis sinyal MACD menyeberang ke zona negatif, serta terjadi perpotongan garis-garis EMA 26 dan EMA 12. Sebaliknya, trader bersiap open buy ketika area dan garis sinyal MACD melintas dari daerah negatif ke positif, serta EMA 12 memotong EMA 26 dari bawah ke atas.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Pengukur Momentum

Tidak hanya arah trend, indikator MACD juga bisa menunjukkan momentum yang bisa menginformasikan kekuatan trend saat ini. Dengan mengetahui momentum, Anda bisa memperkirakan apakah trend masih akan menguat atau justru sedang melemah. Dalam trading forex, memahami cara membaca indikator MACD sebagai pengukur momentum dapat menghindarkan Anda dari kesalahan entry di penghujung trend.

Parameter momentum pada indikator MACD adalah ukuran batang-batang histogram yang membentuk area. Jadi, cara membaca indikator MACD sebagai pengukur momentum adalah dengan mengetahui tinggi rendah area yang terbentuk.

Contoh grafik di atas menunjukkan bahwa pergerakan harga yang kuat selalu diiringi dengan bentukan batang histogram yang panjang-panjang. Ketika trend baru terbentuk dan pasar masih mengumpulkan tenaga, area MACD tampil pendek-pendek namun semakin membesar. Puncak trend terjadi ketika kekuatan pasar terisi penuh dan ditandai oleh batang histogram MACD yang tampil paling panjang.

Sedangkan cara membaca indikator MACD untuk momentum yang mulai melemah adalah dengan mewaspadai histogram yang terus mengecil. Ketika pasar bersiap untuk beralih posisi, area MACD mulai melandai dan tampak semakin mengecil. Pada akhirnya, pola histogram akan mengulang siklus yang sama di area berlawanan.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Oscillator

Metode ini berkaitan erat dengan cara membaca indikator MACD sebagai pengukur momentum, sebab masih melibatkan pengamatan pada batang histogram di area MACD. Indikator MACD sebenarnya tidak mempunyai standard oversold dan overbought, dua hal yang menjadi syarat utama Oscillator. Namun demikian, banyak trader menggunakan puncak area MACD di zona positif sebagai batas overbought, dan dasar area MACD di zona negatif sebagai titik oversold.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Penunjuk Sinyal Divergence

Dalam trading forex, divergence adalah perbedaan harga dengan indikator penunjuk momentum dan merupakan sinyal reversal. Cara membaca indikator MACD dalam hal ini tidak jauh berbeda dengan strategi divergence pada umumnya. Ketika harga cenderung naik (membentuk higher high) tapi area MACD justru menurun (menciptakan formasi lower high), maka uptrend tak lama lagi akan berbalik menurun. Hal ini karena kenaikan harga tidak didukung oleh penguatan momentum.

Sebaliknya, downtrend yang tampak di chart harga (ditandai oleh lower low) bisa berbalik ke atas apabila area MACD di zona negatif justru semakin meningkat (membentuk higher low). Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun seller masih berkuasa, momentum bullish terus menguat. Pada akhirnya, downtrend harga akan berubah menjadi uptrend ketika area MACD benar-benar menyebrang ke zona positif.

Kesimpulan

MACD adalah salah satu indikator forex terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan berbagai sinyal. Meski belum terhindar dari kekurangan perangkat teknikal yang bersifat lagging, indikator MACD bisa memberikan sinyal leading jika digunakan sebagai penanda divergence. Dengan demikian, Anda bisa mengantisipasi reversal seawal mungkin, bahkan sebelum pembalikan itu benar-benar terjadi.

Meskipun demikian, Anda tetap dianjurkan untuk mencari tool pelengkap saat trading forex dengan indikator MACD. Sinyal MACD yang bisa memberikan beragam manfaat nyatanya tidak selalu benar 100%. Jadi, akan lebih baik jika indikator MACD dikombinasikan dengan tool atau metode teknikal lain, seperti EMA, teknik price action, atau analisa chart pattern.

Apa itu Stochastic Oscillator? Cara membaca osilator Stochastic

Stochastic Oscillator, MACD, Bollinger Bands selalu menjadi alat perdagangan yang disukai banyak pedagang di seluruh dunia, tetapi pada kenyataannya, banyak pedagang tidak benar-benar memahami arti dari indikator tersebut. Apa yang mereka gunakan Memahami sifat indikator tidak hanya membantu Anda memanipulasinya secara fleksibel, tetapi juga dapat membantu Anda menyusun strategi gabungan yang meningkatkan efisiensi perdagangan. Pada artikel ini, kita akan belajar bersama tentang Stochastic Oscillator, untuk memahami apa indikator ini, apa artinya dan bagaimana menggunakan Stochastic secara efektif.

Apa itu Stochastic Oscillator?

Stochastic Oscillator (juga dikenal sebagai Stochastic) adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan tertentu dengan kisaran harga selama periode waktu tertentu, ditemukan oleh Dr. George Lane pada tahun-tahun tersebut. 1950 dan banyak digunakan hingga hari ini.

Arti dari Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan momentum harga, dan sebagaimana disebutkan, momentum selalu mendahului harga, yang merupakan dasar bagi kita untuk menggunakan Stochastic untuk menemukan pembalikan tren. Bahkan, ada banyak pedagang yang hanya menggunakan Stochastic Oscillator secara mekanis tanpa sepenuhnya memahami apa yang mereka maksud.

Stochastic akan membantu kita menentukan keadaan pasar di area jenuh jual atau jenuh jual . Grafik Stochastic Oscillator biasanya mencakup 2 baris: 1 baris mencerminkan nilai Stochastic (% K) dan 1 baris dihitung menurut SMA 3 hari dari% K (% D).

Karena momentum selalu bergerak di depan harga, persimpangan garis% K dan% D dianggap sebagai sinyal bahwa pembalikan mungkin terjadi, karena itu menunjukkan perubahan besar dalam momentum. , yaitu:

PEMBELIAN TERLALU adalah ketika Stochastic memiliki nilai di atas level tertentu, TERLALU JUAL adalah ketika Stochastic memiliki nilai di bawah level tertentu.

Ambil contoh di atas: kita memiliki nilai default teoretis sebagai berikut.

  • Stochastic di bawah 20: Dijual Lebih (Berlebihan).
  • Stochastic di atas 80: Overbought (Overbought).

Ketika Stochastic turun dari level 20, pasar menunjukkan SELLER yang kuat dan sebaliknya, semakin Stochastic naik dari level 80, semakin banyak pasar menunjukkan TOO yang kuat.

Jika pasar memiliki tren yang sangat kuat, hal itu dapat menyebabkan overbought atau oversold bertahan untuk waktu yang lama.

Namun, Anda harus mencatat bahwa ini adalah teori dan tidak selalu terjadi pembalikan ketika Stochastic di area tersebut overbought atau oversold.

Formula untuk menghitung Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator dihitung berdasarkan parameter default berikut:

Dari yang:

  • % D = SMA 3 hari dari% K
  • C = harga penutupan saat ini
  • L14 = harga terendah dari 14 sesi perdagangan
  • H14 = harga tertinggi dari 14 sesi perdagangan

Indikator stochastic cukup personal tergantung pada apa ide dari masing-masing trader. Beberapa orang hanya menggunakan baris% K, beberapa orang memilih parameter 5, 8 atau bahkan 20 periode (sesi) untuk menghitung% K.

Anda dapat menyesuaikan sensitivitas Stochastic dengan menyesuaikan parameter sesi.

Pengaturan indikator Stochastic Oscillator

Karena kita sering menggunakan platform perdagangan MT4, jadi saya akan memandu Anda untuk menginstal Stochastic Oscillator langsung di perangkat lunak MT4.

Metode 1:

  • Buka perangkat lunak MT4.
  • Melihat bilah Menu, daftar Indikator (Gambar di atas) => Oscillators => Stochastic Oscillator.

Metode 2:

  • Buka perangkat lunak MT4.
  • Selanjutnya, dari Menu, Ch =n Insert => Indicators => Oscillators => Stochastic Oscillator.

Setelah memilih Stochastic Oscillator, daftar parameter akan muncul, yang dapat Anda sesuaikan untuk mempersonalisasikan indikator sesuai dengan ide perdagangan Anda.

Anda dapat menyesuaikan semua parameter indikator Stochastic seperti jumlah sesi untuk menghitung nilai% K Stochastic, jumlah sesi untuk menghitung% D.

Beralih ke tab samping, Anda dapat memilih warna untuk garis Stochastic, pilih ketebalan garis, garis solid atau garis putus-putus. Anda juga dapat memilih tingkat nilai TOO BUY dan TELL yang Anda inginkan, default ke 80 dan 20.

Banyak pedagang yang menggunakan Stochastic Oscillator sering mengubah parameter agar sesuai dengan niat dan metode perdagangan mereka sendiri. Mereka dapat memilih jumlah sesi untuk menghitung Stochastic sebagai 5, bahkan 20, dan ada juga yang memilih level overbought dan oversold yang lebih kuat, misalnya 85-15 untuk mengidentifikasi area di mana pasar dapat bereaksi kuat. lebih lanjut … Mereka mungkin tidak menggunakan garis% D tetapi hanya garis% K dalam kombinasi dengan dua level jenuh beli dan jenuh jual.

Selanjutnya, sebelum kita belajar tentang metode menggunakan Stochastic Oscillator, pertama, sangat penting, kita akan belajar tentang kesalahan dasar pedagang ketika menggunakan Stochastic.

Kesalahan mendasar

Seperti yang disebutkan oleh Bitcoin VietNam News di atas, banyak pedagang menggunakan indikator Stochastic tetapi tidak benar-benar memahami sifatnya, yang membuat mereka rentan terhadap dua kesalahan mendasar, yaitu:

  • Berpikir bahwa pasar akan berbalik ketika ada sinyal divergensi.
  • Jalankan perintah BELI ketika pasar TERLALU JUAL dan sebaliknya, jalankan perintah JUAL saat pasar TERLALU BELI.

Kesalahan 1: Jalankan pesanan BELI ketika pasar TERLALU JUAL dan sebaliknya

Anda perlu memahami bahwa Stochastic Oscillator adalah ukuran momentum pasar, yang berarti bahwa ketika pergerakan harga pasar berada di area oversold, itu berarti bahwa pasar mengalami penurunan yang kuat.

Sebaliknya, ketika Stochastic melampaui area overbought (lebih dari 80), itu berarti bahwa pasar sangat meningkat.

Sama sekali tidak berpikir untuk melaksanakan pesanan BELI segera setelah pasar MENJUAL hanya karena tampaknya ada terlalu banyak pesanan JUAL.

Jelas Stochastic terus memberi sinyal pasar untuk pergi ke wilayah oversold, tetapi pasar terus mempertahankan tren penurunan yang kuat.

Anda dapat melihat, Stochastic menunjukkan bahwa pasar terus menerus memasuki area oversold (Stochastic di bawah 20), melihat gambar di atas, Anda mungkin membayangkan konsekuensinya jika Anda melakukan pemesanan BELI.

Hal yang sama berlaku untuk mengeksekusi order SELL di area overbought (Stochastic di atas 80).

Selama Anda ingat itu, bahkan jika pasar masuk ke TOO BUY atau TOO SELL untuk waktu yang lama, itu dapat terus MENGATAKAN atau TERLALU seperti itu untuk waktu yang lama.

Jika Anda melakukan hal-hal itu, hasilnya akan menjadi pelajaran berdarah bukan keuntungan.

Kesalahan 2: Berpikir bahwa pasar akan berbalik ketika divergensi muncul

Penggunaan sinyal divergen untuk menghasilkan ide perdagangan adalah metode yang cukup umum dan tentu saja agak efektif.

Namun, gagasan bahwa “pasar akan berbalik ketika sinyal divergensi muncul” sama sekali salah.

Jika Anda hanya mengandalkan Stochastic Oscillator dan menggunakan sinyal divergensi untuk membuat keputusan pada pesanan maka akun Anda akan dalam bahaya. Kami melihat dengan sangat jelas bahwa divergensi telah terjadi, tetapi tidak ada pembalikan yang terjadi.

Dengan 2 kesalahan umum tentang penggunaan Stochastic Oscillator dalam transaksi yang baru saja saya sebutkan di atas, apakah Anda menyadari kesamaan yang mereka miliki? Jika Anda jeli, Anda akan menyadari bahwa kedua kesalahan di atas disebabkan oleh perdagangan terlepas dari tren pasar.

Cara menggunakan Stochastic Oscillator

Seperti yang disebutkan oleh Bitcoin VietNam News di atas, kesalahan umum dalam menggunakan Stochastic Oscillator terutama berasal dari pedagang yang tidak memperhatikan tren pasar.

Oleh karena itu, kita harus sepakat satu sama lain, Anda harus menggunakannya dalam kombinasi dengan tren, tidak peduli metode apa yang Anda gunakan dengan Stochastic Oscillator maka Anda dapat menggabungkannya dengan indikator dukungan. atau alat analisis lainnya.

Menggunakan Stochastic Oscillator dengan sinyal TOO BUY – TOO SELL

Ini adalah metode umum lainnya menggunakan Stochastic Oscillator.

Ambil contoh di atas: Dengan pasangan XAUUSD, kita bisa melihat setelah tren naik yang jelas di frame D1, XAUUSD mengalami gelombang korektif seperti yang ditunjukkan.

Tugas kita adalah mengikuti tren. Karenanya, Anda perlu menunggu XAUUSD untuk keluar dari koreksi untuk melanjutkan tren naik.

XAUUSD mematahkan koreksi downside untuk melanjutkan uptrend sebelumnya.

Berikutnya: Anda akan beralih ke kerangka waktu H4 untuk mencari titik masuk.

Sekarang Anda perlu menunggu Stochastic Oscillator memasuki area oversold untuk mengeksekusi order BELI

Meringkas kondisi yang Anda telah puas saat menggunakan Stochastic Oscillator dengan sinyal TOO SELLING adalah:

  • Perintah BUY sejalan dengan tren MAIN yang merupakan tren naik pada frame D1 (tidak bertentangan dengan tren utama).
  • Harga menembus garis tren koreksi ke bawah untuk melanjutkan tren naik.
  • Stochastic memasuki zona oversold (di bawah 20).

Anda lihat, ketika Anda menunggu dengan sabar untuk pengaturan untuk memenuhi persyaratan, probabilitas Anda menang sangat tinggi.

Stochastic Oscillator menggunakan MA (Moving Average)

Moving Average adalah salah satu alat indikator paling populer di dunia saat ini. Ini digunakan untuk mengidentifikasi tren pasar dengan cepat.

Kami akan menggabungkan Stochastic Oscillator dengan MA200:

  • Jika uptrend dipertahankan dalam jangka panjang, harga akan selalu mempertahankan pergerakannya di atas MA200 dan memperlakukan MA200 sebagai level yang mendukung.
  • Mirip dengan downtrend jangka panjang, harga akan selalu mempertahankan pergerakan mereka di bawah MA200.

Bagaimana cara berdagang:

  • Jika harga di atas MA200, tunggu pesanan BELI ketika Stochastic memasuki zona oversold.
  • Jika harga di bawah MA200, tunggu order SELL saat Stochastic memasuki zona overbought.

Singkatnya, MA200 mencerminkan pandangan pasar jangka panjang untuk pasangan mata uang, sehingga memiliki keandalan yang besar. Dalam pasar bullish yang kuat, MA200 akan memainkan peran dukungan yang kuat dan mencegah garis harga menembus.

Ambil contoh di atas: Anda akan melihat bahwa ketika dikombinasikan dengan MA200, Anda akan memfilter banyak sinyal palsu dan meningkatkan efisiensi perdagangan Anda lebih banyak daripada Anda hanya menggunakan Stochastic.

Gunakan Stochastic Oscillator dalam kombinasi dengan analisis multi-waktu

Kita harus mematuhi penggunaan Stochastic yang tidak diizinkan terhadap tren pasar. Oleh karena itu, metode penggunaan Stochastic Oscillator yang dikombinasikan dengan analisis multi-waktu tidak terkecuali.

Untuk membantu Anda memahami dengan jelas apa artinya menggabungkan Stochastic Oscillator dengan analisis kerangka waktu:

Ambil contoh di atas: Anda menemukan sinyal JUAL dalam kerangka waktu H1 karena tren jangka pendek pada kerangka H1 adalah tren turun dan Stochastic berada pada titik jenuh beli.

Anda memutuskan untuk memasukkan pesanan SELL dan dengan demikian Anda memiliki trik pasar, karena: Pada kerangka waktu H4 dan D1, tren pasar utama naik dan Stochastic berada di area oversold. .

Sudah jelas bahwa keputusan SELL Anda bertentangan dengan arus utama pasar dan saya percaya bahwa jika Anda mengetahuinya, Anda tidak akan membuat keputusan SELL seperti di atas.

Jika Anda ingin menemukan perdagangan probabilitas tinggi, yang terbaik adalah berdagang ke arah kerangka waktu yang lebih tinggi, sama sekali tidak menentangnya.

Analisis multi-waktu adalah metode yang sangat efektif untuk membantu Anda mengikuti tren pasar. Dalam setiap keputusan pesanan, Anda perlu mengetahui gambaran keseluruhan pasar seperti.

Jadi, untuk menggunakan metode menggabungkan Stochastic Oscillator dengan analisis multi-waktu, Anda perlu mengidentifikasi faktor-faktor berikut.

Katakanlah Anda ingin menjalankan pesanan jangka pendek dalam jangka waktu H1:

  • Anda perlu mengidentifikasi tren pasar dalam kerangka waktu H4 (atau D1).
  • Menunggu tren dalam kerangka waktu H1 mengikuti tren utama.
  • Menunggu Stochastic untuk overbought atau oversold.

Itulah yang Anda harus menunggu dengan sabar untuk menentukan titik masuk dengan Stochastic Oscillator yang dikombinasikan dengan analisis multi-waktu.

Stochastic Oscillator dikombinasikan dengan pola candle reversal

Ketika Anda menggabungkan Stochastic Oscillator dengan pola candlestick reversal , Anda sudah memiliki seperangkat alat penyaringan sinyal perdagangan yang sangat baik untuk meningkatkan kemungkinan perdagangan yang sukses.

Faktanya, pola pembalikan kandil selalu menjadi alat favorit bagi banyak pedagang dan juga telah membuktikan kekuatannya.

Secara khusus, kombinasi pola lilin Stochastic vs reversal adalah:

  • Identifikasi tren pasar umum.
  • Cari area di mana pola pembalikan kandil muncul.
  • Pada saat yang sama, stochastic memasuki zona jenuh beli atau jenuh jual.

Stochastic Oscillator dalam kombinasi dengan Trendline

Dalam hal ini, Stochastic Oscillator bertindak sebagai filter untuk mengonfirmasi pengaturan perdagangan yang ditemukan berdasarkan garis tren .

Dengan metode ini, Anda dapat menggunakannya pada jangka waktu berapa pun.

Cara menggunakan: Untuk pesanan BELI

  • Anda menggambar garis tren naik dan menunggu harga mundur kembali di dekat garis tren.
  • Anda hanya melakukan ketika pasar dalam tren naik (ini sangat penting karena kami memperdagangkan tren).
  • Ketika harga mendekati garis tren naik, periksa untuk melihat apakah Stochastic berada di bawah area oversold.
  • Letakkan titik Stoploss di bawah garis tren naik.
  • Masukkan Take profit pada resistance di atas.

Penggunaan: Untuk perintah SELL

  • Anda menggambar garis tren jatuh dan menunggu harga menarik kembali dekat garis tren.
  • Anda hanya melakukan ketika pasar dalam tren turun.
  • Ketika harga mendekati garis tren turun, periksa untuk melihat apakah Stochastic berada di area overbought.
  • Letakkan Stoploss di atas garis tren turun.
  • Tempat Ambil poin laba di area dukungan di bawah ini.

Cara menemukan titik masuk tertentu dengan Stochastic Oscillator

Jika Anda merasa bingung dengan metode di atas ketika berdagang dengan Stochastic karena mereka tidak memberi Anda titik masuk dan keluar yang spesifik, inilah cara untuk Anda.

Bagaimana cara berdagang:

  • Jika Anda menemukan tren naik dan menunggu titik BELI, maka BELI ketika Stochastic melintasi di atas 20.
  • Jika Anda menemukan tren turun dan menunggu titik JUAL, maka JUAL ketika Stochastic bergerak di bawah 80.

Sebagai contoh: Ketika pasar sedang tren ke atas, Anda menunggu Stochastic untuk memasuki zona oversold kemudian naik di atas 20, yang berarti bahwa Stochastic mengkonfirmasi harga mulai mengikuti tren, maka Anda dapat mengeksekusi order. BELI

Itu berarti, setelah Anda memastikan tren pasar bertepatan dengan arah pesanan yang Anda tunggu, Anda tidak akan memasukkan pesanan segera setelah Stochastic memasuki area oversold atau overbought tetapi Anda akan menunggu Stochastic untuk mengkonfirmasi. Dapatkan momentum harganya.

Ini adalah cara bagi Anda untuk memiliki titik masuk tertentu dengan Stochastic tanpa harus pusing memikirkan kapan Anda akan memasukkan pesanan, apa dasar untuk memasukkan pesanan pada saat itu …

Kesimpulan tentang Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator adalah indikator yang mengukur momentum harga, karena momentum selalu bergerak di depan harga, kita dapat menggunakan Stochastic sebagai alat untuk menentukan tren pasar di masa depan.

Jika Anda seorang trader berpengalaman dan memiliki keterampilan yang baik untuk mengidentifikasi tren pasar, Anda mungkin tidak perlu menggunakan Stochastic, tetapi jika Anda memutuskan untuk memilih Stochastic sebagai alat pendukung untuk perdagangan Anda, Anda tidak akan menyesal karena Stochastic selalu merupakan alat yang efektif.

Jika Anda baru mengenal pasar dan sedang berlatih bagaimana menggunakan indikator perdagangan, artikel ini untuk Anda, untuk membantu Anda memahami dengan jelas apa arti Stochastic Oscillator dan bagaimana melakukannya. Penggunaan Stochasic dalam perdagangan Forex secara efektif.

Oleh karena itu, untuk menggunakan Stochastic dengan baik, selain membaca artikel ini dengan cermat, Anda perlu menghabiskan banyak waktu untuk berlatih dan mencari tahu apa metode perdagangan yang efektif untuk diri sendiri.

Akhirnya, bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini? Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah bagian komentar.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: