Bagian 8 Analisa Teknis – Breakouts

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Tugas, Langkah dan Tahapan Analisis Sistem Terlengkap

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Tugas, Langkah dan Tahapan Analisis Sistem Terlengkap – Analisis Sistem adalah penjabaran dari suatu sistem yang utuh ke berbagai bagian komponenenya dengan tujuan agar dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai masalah atau hambatan yang muncul pada sistem sehingga nantinya dapat dilakukan penanggulangan, perbaikan dan pengembangan.

Lalu orang atau kelompok yang melakukan perbaikan atau perancangan sistem disebut dengan sistem analis. Sistem analis adalah orang atau kelompok yang melakukan pengembangan sistem . Sistem analis menekuni permasalahan maupun kebutuhan pada suatu sistem dan sistem analis juga orang yang bertanggung jawab atas terjadinya proses analisa ataupun perancangan sistem informasi.

Tujuan Analisis Sistem Informasi

Tujuan analisis sistem informasi yaitu utuk merancang sistem baru atau menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya. Berikut ini, tujuan analisis keuangan diantaranya:

  • Membuat keputusan jika sistem saat ini bermasalah atau tidak berfungsi dengan baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem.
  • Mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang akan ditandatangani
  • Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya
  • Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini.

Fungsi Sistem Analisis

Adapun fungsi sistem analisis yaitu:

  • Dapat mengidentifikasi berbagai masalah dari pemakai.
  • Bisa menentukan secara akurat tentang tujuuan yang harus didapatkan agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna
  • Dapat memilih metode alternatif dalam memecahkan masalah pada sistem
  • Dapat merencanakan ataupun menerapkan rancangan sistem sesuai dengan apa yang dinginkan pengguna.

Tanggung Jawab Sistem Analis

Adapun tanggung jawab sistem analis diantaranya:

  • Pengambilan data yang efektif dari sumbernya
  • Aliran data pada sistem
  • Pemrosesan dan penyimpanan data
  • Aliran infirmasi yang bermanfaat kembali pada proses maupun pemakaiannya.

Tugas Umum dan Teknis Dari Sistem Analis

Adapun tugas umum dan teknis dari Sistem Analis, yaitu

  • Menghimpun dan menganalisa dokumen/file yang berhubungan dengan sistem yang sedang berjalan
  • Menyusun dan menyampaikan laporan guna perbaikan sistem yang sedang berjalan pada pengguna
  • Merancang sistem perbaikan dan mengidentifikasi aplikasi untuk penerapannya pada komputer
  • Melakukan analisa, menyususn anggaran maupun keuntungan yang didapatkan pada sistem baru
  • Mengawasi berbagai aktivitas yang terjadi pada sistem yang baru dibuat.

Tugas Teknis Sistem Analis

Adapun teknis dari sistem analis yaitu:

  • Mempersiapkan gambaran kerja dalam sistem yang baru.
  • Menyusun prosedur untuk pengawasan kerja.
  • Menyusun Data Flow Diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT) dan FlowChart untuk melaksanakan perancangan pada sistem yang baru dengan lebih mendetail.
  • Merancang pola penagawan pada data yang bersifat sangat pentig.
  • Menjalankan penyusunan terhadap dokumen dan juga berbagai file agar dapat digunakan pada komputer agar sistem yang baru dibuat dapat berjalan dengan efektif dan lancar.
  • Menjalankan perancangan pada bentuk input ataupun outputnya agar lebih mudah dibaca dan dipahami pengguna.
  • Menyusun dokumentasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan sistem analis dalam merancang suatu sistem baru.

Langkah Kerja Dari Sistem Analis

Adapun langkah kerja dari sistem analis yaitu:

  • Mengidentifikasi masalah yang ada pata sistem
  • Melakukan uji kelayakan dan memahami kinerja sistem yang ada
  • Menganalisa dan merancang sistem
  • Menerapkan sistem
  • Mengevaluasi dan memelihara sistem

Pribadi Dari Sistem Analis

Adapun pribadi dari sistem analis yaitu:

Peringkat broker opsi biner:
  • Dapat bekerjasama dengan sebuah tim
  • Dapat berkomunikasi dengan baik
  • Selalu bersikap sopan santun
  • Menghargai pendapat teman yang ada dalam tim
  • Bersikap tegas
  • Mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi san lain sebagainya.

Langkah-Langkah Analisis Sistem Informasi

Adapun langkah-langkah atau proses analisis sitem informasi yaitu:

1. Mengkomunikasikan telaah analisis dan menyiapan tim
2. Mendefinisikan kebutuhan informasi
Tujuan dari identifikasi kebutuhan informasi yaitu untuk mendeteksi sistem jika sistem saaat ini manfaatnya semakin berkurang
3. Investigasi Awal
Tujuan investigasi awal yaitu memeriksa sistem saat ini dengan penekanan pada daerah yang menyebabkan petmasalahan. Hasil investasi awal merupakan penjelasan sistem saat ini.
4. Requirement Analysis (Determination of Ideal Systems)
Tahap ini bertujuan memperoleh konsensus dari komunitas pengguna dari sistem yang ideal. Pergantian sistem akan menyeabakan jarak antara sistem saat ini dengan sistem yang ideal. Sedangkan hasil tahap ini berupa penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem.
5. Menyiapkan Proposal Desain Sistem.
6. Menerima atau Menolak Desain Sistem.

Bagian 8: Analisa Teknis – Breakouts

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek kelembagaan (organisasi), sumber daya manusia aparatur dan ketatalaksanaan (business process). Tujuan reformasi birokrasi adalah membangun aparatur negara agar mampu mengemban misi, tugas dan fungsi serta peranannya masing-masing, secara bersih, efektif dan efisien, dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik.

Selanjutnya melalui paradigma good governance sebagai alternatif penyelenggaraan pemerintahan, perlu diaktualisasikan dalam mengatasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi Daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah, sehingga perlu dijamin perkembangan kreativitas dan aktivitas yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, demokratisasi serta kemandirian Daerah.

Seiring dengan adanya keinginan untuk mewujudkan paradigma good governance tersebut, maka sistem penyelenggaraan pemerintah daerah di era otonomi saat ini, hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi dan pemberdayaan, pelayanan, transparansi dan akuntabilitas, partisipasi, kemitraan, desentralisasi, konsistensi kebijaksanaan dan kepastian hukum. Dimana akuntabilitas merupakan perwujudan kewajiban suatu Instansi, Badan dan Lembaga Pemerintah untuk mempertanggungjawaban keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi Instansi bersangkutan.

Salah satu langkah awal yang penting dalam melakukan reformasi birokrasi adalah melaksanakan Analisis Beban Kerja dan Analisis Jabatan. Analisis beban kerja dan analisis jabatan dilakukan dengan pertimbangan bahwa Sumber Daya Manusia merupakan asset yang harus dikelola dengan baik agar Visi, Misi dan Tujuan serta sasaran Kementerian Dalam Negeri dapat tercapai dengan baik. Optimalisasi pemberdayaan kapasitas Sumber Daya Manusia dengan alokasi beban kerja dan jabatan dapat memotivasi kerja pegawai.

Untuk itu, telah dikeluarkan surat Menteri Dalam Negeri Nomor: 061/3160/SJ tanggal 30 Desember 2009 tentang Pelaksanaan Analisis Jabatan di Lingkungan Departemen Dalam Negeri. Analisis jabatan yang diselenggarakan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2005 tentang Pedoman Analisis Jabatan di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/15/M.PAN/7/2008 Tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi.
Tujuan dilaksanakannya analisis jabatan adalah untuk memperoleh data mengenai deskripsi informasi jabatan, yang meliputi uraian jabatan dan peta jabatan. Uraian jabatan merupakan uraian seluruh unsur-unsur jabatan meliputi: nama jabatan; unit organisasi; ringkasan tugas; hasil kerja; bahan kerja; alat kerja; rincian tugas; hubungan kerja, keadaan tempat kerja; upaya fisik; kemungkinan resiko bahaya; dan syarat jabatan. Peta jabatan merupakan bentangan seluruh jabatan dari jabatan tertinggi hingga jabatan terendah, baik jabatan struktural maupun fungsional.

Pelaksanaan Analisis Beban Kerja dan Jabatan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dilakukan dengan mengacu kepada Undang Undang Nomor. 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Pasal 15 ayat 1: jumlah dan susunan pangkat PNS yang diperlukan ditetapkan dalam formasi. Pasal 17 ayat 1 : PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Interpretasi dari Undang-Undang tersebut bahwa pegawai negeri sipil adalah: seseorang yang duduk dalam suatu jabatan, didayagunakan untuk melakukan tugas-tugas jabatan, dan memperoleh hasil kerja yang ditetapkan dan ditargetkan oleh jabatan yang didudukinya.

Analisis Beban Kerja adalah suatu teknik manajemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja organisasi berdasarkan volume kerja. Analisis Beban Kerja (work-load analysis) merupakan suatu proses, metoda dan teknik untuk memperoleh data yang sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menghitung/mengukur tugas-tugas dari suatu pekerjaan/jabatan untuk memperoleh seberapa besar beban kerja dari pekerjaan/jabatan tersebut, mengolahnya menjadi informasi jabatan dan menyajikannya bagi kepentingan program kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan, dan perencanaan diklat.

Pendekatan yang dipilih dalam pelaksanaan Analisis Beban Kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah Metode Pengukuran Teknis Analisis dan Praktis Empiris, sebagai berikut:

  • Metode Pengukuran Teknis Analisis menggunakan metode ilmiah dengan membutuhkan tenaga peneliti yang berpengalaman, waktu yang cukup lama, dan sarana yang mahal.
  • Metode Praktis Empiris ini lebih sederhana, sarana murah, penyelesaiannya relatif cepat dan tidak harus memerlukan tenaga peneliti yang berpengalaman.
  • Teknik pengumpulan data yang dipilih dalam pelaksanaan Analisis Beban kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah : Daftar Pertanyaan, Wawancara, Pengamatan Langsung, Referensi dan Gabungan Beberapa Cara.

Beberapa Formula/rumusan perhitungan Analisis Beban Kerja:

  • Volume kerja adalah Sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh unit organisasi atau pegawai/ pejabat dalam jangka waktu tertentu (target yang harus dicapai dalam 1 tahun). 1 tahun = 235 hari kerja efektif
  • Norma waktu (NW) adalah Waktu wajar yang benar-benar dipergunakan dalam menyelesaikan satu satuan proses kegiatan oleh pegawai yang memenuhi syarat untuk menghasilkan suatu produk. 1 hari (5/5 jam = 330 menit)
  • Beban Kerja (BK) adalah Bobot pekerjaan yang dikaitkan pada volume kerja pegawai/ unit organisasi dengan norma waktu penyelesaian pekerjaannya yang dinyatakan dalam jumlah satuan pekerjaan. BK = Volume kegiatan (VK) x Norma Waktu (NW)
  • Satuan. Capaian Kerja (output). Contoh : berupa frekuensi, laporan, konsep, data

Analisis Jabatan merupakan proses, metoda dan teknik untuk memperoleh data jabatan, mengolahnya menjadi informasi jabatan dan menyajikannya bagi kepentingan program kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan, dan perencanaan diklat. Kegiatan analisis jabatan menemiliki ruang lingkup tersendiri, sebagai berikut :

  • Analisis jabatan lingkup mikro adalah analisis jabatan dengan lingkup tunggal, khusus dilakukan dan dipergunakan untuk unit kerja tertentu.
  • Analisis jabatan lingkup makro adalah analisis jabatan yang dilakukan dalam beberapa unit kerja.

Informasi jabatan dipergunakan untuk:

  1. Penataan kelembagaan, meliputi: penyusunan organisasi dan unit-unitnya, penyempurnaan organisasi, pengembangan organisasi, penciutan organisasi, dan penggabungan unit-unit organisasi;
  2. Penataan kepegawaian, meliputi: pengurusan calon pegawai berupa rekrutmen, seleksi dan penempatan; pengelolaan pegawai berupa administrasi, penilaian jabatan, penyusunan jenjang karier, mutasi, rotasi dan promosi; dan Pasca pegawai berupa administrasi dan program pensiun;
  3. Penataan ketatalaksanaan, meliputi: tata kerja; hubungan kerja; dan sistem dan prosedur kerja;
  4. Penataan perencanaan pendidikan dan pelatihan, meliputi kegiatan perencanaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan dalam mengembangkan pengetahuan para pegawai sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jabatan yang disediakan.

Dengan demikian, analisis jabatan merupakan salah satu tools yang strategis dalam rangka penataan organisasi untuk mewujudkan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.
Hasil analisis jabatan adalah Informasi Jabatan (INJAB) yang dipergunakan untuk :
1. penataan kelembagaan:
2. kepegawaian;
3. ketatalaksanaan; dan
4. perencanaan pendidikan dan pelatihan.

Unsur-unsur dalam Informasi Jabatan, sebagai berikut :

  1. Nama Jabatan. Untuk Jabatan Struktural : Nama Jabatan sesuai dengan nomenklatur unit kerjanya yang diawali kata Kepala; Direktur; Inspektur. Misal : Unit kerjanya Bagian Analisa Jabatan, maka Nama Jabatannya Kepala Bagian Analisa Jabatan.
  2. Unit kerja. Adalah Unit penunjang yang merupakan komponen-komponen yang ada pada Kementerian Dalam Negeri dan menunjang penyelenggaraan program kerja pada setiap unitnya.
  3. Ringkasan tugas jabatan. merupakan ikhtisar dari keseluruhan rincian tugas jabatan yang disusun dalam 1 (satu) kalimat. Ringkasan tugas dirumuskan dari tugas yang paling inti atau paling esensi dalam jabatan yang bersangkutan.
  4. Hasil kerja. Merupakan produk atau keluaran (output) jabatan. Setiap jabatan harus mempunyai produk atau output. Hasil kerja diperoleh dari bahan kerja yang diolah/diproses dengan alat kerja. Proses mengolah bahan kerja menggunakan alat kerja untuk memperoleh hasil kerja disebut Tugas. Dengan demikian, setiap tugas menghasilkan hasil kerja.
  5. Bahan kerja. merupakan masukan (input) yang diproses dengan alat kerja untuk memperoleh hasil kerja. Sesuatu yang diolah atau diproses tersebut dapat berupa data atau benda.
  6. Perangkat/Alat kerja. Merupakan alat yang digunakan dalam memproses input/ bahan kerja untuk memperoleh hasil kerja, seperti alat tulis, komputer, dan alat-alat lain yang spesifik sesuai dengan jabatannya.
  7. Rincian tugas. Setiap jabatan berisi sekelompok tugas. Tugas diartikan sebagai “Proses mengolah bahan kerja, menggunakan alat kerja untuk memperoleh hasil kerja”. Jumlah tugas dalam jabatan antara 5 (lima) sampai 12 (dua belas) tugas. Setiap tugas diuraikan dengan jelas menggunakan prinsip WHW yaitu gambaran tentang apa yang dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya dan mengapa/tujuan apa harus dikerjakan. Dalam menyusun rincian tugas, ada syarat dan norma yang harus ditaati agar rincian tugas dapat memberikan gambaran yang jelas tentang “Siapa melakukan Apa”. Dengan demikian setiap pemangku jabatan benar-benar memahami apa tugas- tugas yang harus dikerjakannya.
  8. Hubungan kerja jabatan. Hubungan relasi kerja antara atasan dan bawahan dan antar instansi.
  9. Keadaan tempat kerja. Bekerja dalam ruangan dengan kondisi umum tempat kerja dan lingkungan kerja tidak terdapat karakteristik yang berpengaruh negatif terhadap pemegang jabatan.
  10. Upaya fisik. Fisik yang digunakan dominan duduk dan berbicara pada waktu melaksanakan tugas.
  11. Kemungkinan resiko bahaya. Tidak ada risiko bahaya dalam jabatan ini
  12. Syarat jabatan.

Pelaksanaan Analisis Jabatan telah menghasilkan hasil pokok berupa:

  • Uraian Jabatan yang merupakan Uraian tentang nama jabatan, ringkasan tugas, hasil kerja, bahan kerja, peralatan kerja, uraian tugas, kondisi lingkungan kerja, upaya fisik, dan syarat jabatan.
  • Peta Jabatan yang merupakan bentangan seluruh jabatan baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional dalam suatu unit organisasi atau dalam suatu instansi

Ketentuan dalam Undang Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ada 2 jenis jabatan yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional, dimana jabatan fungsional dibedakan lagi menjadi:

  1. Jabatan fungsional angka kredit dan jabatan fungsional non angka kredit yang sering disebut jabatan fungsional umum (jfu).
  2. Jabatan struktural dan jabatan fungsional angka kredit sudah ada nama jabatannya, namun jabatan fungsional umum belum terumuskan nama jabatannya.

Perumusan nama jabatan fungsional umum didasarkan pada ketentuan pasal 17 (1) UU No. 43 Tahun 1999 yaitu : “Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu”, dengan demikian, setiap pegawai negeri harus duduk dalam suatu jabatan. Uraian tentang nama jabatan, ringkasan tugas jabatan, rincian tugas jabatan, hasil kerja, bahan kerja, perangkat kerja, hubungan kerja jabatan, keadaan tempat kerja, upaya fisik, kemungkinan resiko bahaya; dan syarat jabatan. Untuk itulah analisis jabatan dan analisis beban kerja diperlukan dalam rangka menyusun daftar susunan pegawai sesuai dengan jabatan yang ada dalam organisasi pemerintahan. Ke depan setiap jabatan harus diisi oleh tenaga-tenaga yang mempunyai keahlian dan pengetahuan yang tinggi, kecakapan yang memadai, wawasan yang luas, dedikasi yang tinggi dan minat serta perhatian yang besar terhadap tugas pekerjaan dalam jabatan yang dipangkunya.

Analisa Teknis

Kumpulan catatan tentang Teknikal Analisis Saham

Menambahkan Kolom di Amibroker

AddColumn

Pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan cara untuk menambahkan kolom eksplorasi numerik

SINTAKSIS

AddColumn (array, nama, format = 1.2, textColor = colorDefault, bkgndColor = colorDefault, width = -1, barchart = Null)

FUNGSI
Menambahkan kolom baru ke daftar hasil eksplorasi. Kolom menunjukkan array nilai dan memiliki keterangan nama. Nilai diformat menggunakan format spesifikasi. Secara default, semua variabel ditampilkan dengan 2 angka desimal, tetapi Anda dapat mengubahnya dengan menetapkan nilai yang berbeda untuk variabel ini: 1,5 memberikan 5 angka desimal, 1,0 tidak memberikan angka desimal.

(Catatan untuk pengguna tingkat lanjut: bagian bilangan bulat dari angka ini dapat digunakan untuk mengisi nomor yang diformat dengan spasi – 6.0 tidak akan memberikan angka desimal tetapi nomor yang diisi ruang hingga 6 karakter.) Dua parameter selanjutnya memungkinkan untuk mengubah teks dan warna latar belakang.
Konstanta format khusus:
FormatDateTime – menghasilkan waktu tanggal yang diformulasikan sesuai dengan pengaturan sistem Anda

Sell = Cross (Sinyal (), MACD ());
Filter = Buy atau Sell; SetOption (“NoDefaultColumns”, True); AddColumn (DateTime (), “Date”, formatDateTime); AddColumn (IIf (Buy, 66, 83), “Signal”, formatChar);
Parameter lebar memungkinkan untuk mengontrol lebar piksel kolom
Parameter ‘barchart’ menerima nilai dari 0 . 100 mewakili lebar persentase bagan batang yang ditampilkan dalam sel bagan batang dalam sel digambar dengan bkcolor (warna latar belakang).
CONTOH

1. Kolom sederhana yang menunjukkan Close price

AddColumn (Close, “Close Price”, 1.4);

2. Output berwarna-warni

Filter = 1;
AddColumn (Close, “Close”, 1.2);
AddColumn (MACD (), “MACD”, 1.4, IIf (MACD ()> 0, colorGreen, colorRed));
AddTextColumn (FullName (), “Full Name”, 77, colorDefault, IIf (Close

3. Contoh Barchart

Filter = 1 ;
AddColumn ( Close , “Close” );
rank = PercentRank ( Close , 100 );
Color = ColorHSB (rank * 64 / 100 , 255 , 255 );
AddColumn (rank, “100-day percent rank” , 1.2 , colorDefault , Color, – 1 , rank);

AddTextColumn

Selanjutnya, akan dijelaskan cara untuk menambahkan kolom eksplorasi teks.
SINTAKSIS

AddTextColumn (string, name, format = 1.2, textColor = colorDefault, bkgndColor = colorDefault, width = -1)

FUNGSI
Menambahkan kolom teks baru ke daftar hasil eksplorasi. Kolom menunjukkan teks dan memiliki judul nama. Dua parameter selanjutnya memungkinkan untuk mengubah teks dan warna latar belakang. Parameter lebar memungkinkan untuk mengontrol lebar piksel kolom.

CONTOH
addtextcolumn (GroupID (1), “The name of the group”);

Itulah tadi pembahasan tentang menambahkan kolom di Eksplorasi Amibroker.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: