Binomo Cara Menggunakan, Fsa terdaftar sebagai broker forex ecn

Peringkat broker opsi biner:

Broker FSA, NFA, CFTC Palsu ?

Waspada dengan Statement yang Tidak Benar tentang Regulasi Broker Anda !

Untuk anda yang bertrading Forex, Emas, Perak ataupun instrument lainnya di suatu broker yang bersistem online (margin trading), anda harus berhati-hati dengan statement palsu atau yang menyesatkan. User mengira mereka teregulasi oleh FSA UK (sekarang FSA UK berganti nama menjadi FCA UK), atau teregulasi oleh MiFID, ASIC, ataupun CFTC (Commodity Futures Trading Commission), dan NFA, padahal sebenarnya tidak dan dibelokkan.

Catatan : FSA UK tidak sama dengan FSA saja (tanpa ada UK nya), dan FSA yang tanpa UK itu adalah yang berbahaya.

Seringkali para broker atau perusahaan pialang ataupun marketingnya menyebutkan bahwa mereka terdaftar di regulasi FSA UK/FCA UK , MiFID, atau bahkan NFA, CFTC . Tetapi bila kita tidak jeli dan tidak dapat membedakan maka pasti akan tertipu.

Lalu bagaimana cara membedakan, apakah regulasi mereka di FCA UK, ASIC, ataupun di NFA/CFTC tersebut sudah benar teregulasi sebagai perusahaan pialang atau tidak ??

Setelah anda membaca cara membedakannya berikut, maka jangan mau tertipu lagi oleh broker tersebut, hindari broker dan agennya yang tidak benar seperti itu jauh-jauh segera.

Seringkali ulasan para broker atau bahkan para marketing agen-nya yang menyalahgunakan hal ini dengan ulasan yang menyesatkan di websitenya ataupun di pernyataannya, yang seolah-olah mereka teregulasi oleh FCA UK, MiFID, ataupun CFTC, NFA padahal sebenarnya TIDAK !

Ciri-ciri bila 100% teregulasi oleh FCA UK yaitu :

  • Di bagian Current Status di situs anggota FSA UK (FCA UK) nya tertulis Authorised (bukan EEA Authorised, karena EEA Authorised itu artinya mereka diperbolehkan untuk melaksanakan usaha di negara Eropa dan Inggris , tetapi mereka BUKAN pialang atau broker yang dijamin oleh FCA UK tersebut*). *KECUALI jika mereka juga teregulasi oleh regulator lain seperti NFA/CFTC, MFSA maka tidak apa-apa (disebut Multi Regulasi). Hal ini ditujukan agar perusahaan broker tersebut bisa memberikan fitur Hedging, No FIFO, dan High Leverage kepada nasabahnya.
  • Di bagian Notices di situs anggota FCA UK tersebut tertulis : Able to hold and control client money (bila tidak ada tulisan ini, maka mereka bukan teregulasi FSA sepenuhnya, tetapi hanya ijin untuk diperbolehkan memasarkan di wilayah negara Inggris (UK), tetapi kalau terjadi apa-apa maka FSA tidak turut campur). Kecuali jika ada perjanjian/MOU antara FSA UK (FCA UK) dengan Regulator tersebut. Contohnya: Regulator MFSA dengan FSA UK itu terdapat kerjasama MOU bahwa FSA UK juga bertanggung jawab.
  • Contoh broker / pialang Forex yang TIDAK TERDAFTAR di FSA UK sebagai pialang(dan di regulator CFTC pun juga tidak), mereka hanya diperbolehkan untuk memasarkan produknya saja di negara tersebut tapi TANPA jaminan dari FCA UK: (contoh: perusahaan broker ACFX – Atlas Capital) , broker ACFX ini tidak terdaftar di FCA UK sebagai Pialang ! (dan juga tidak terdaftar di CFTC pula), apalagi bila mereka juga bisa menerima Liberty Reserve (LR) dan transfer dengan pihak ke 3 / Money Changer secara ilegal, maka itu lebih berbahaya lagi dan jelas ilegal.
  • Hati-hati dengan FCA UK atau FSA palsu, konsultasikan kepada kami untuk kami bantu checking.

Itu adalah ciri-ciri untuk melihat bila broker anda benar-benar terdaftar di FSA UK (FCA UK) sebagai perusahaan Pialang atau bukan.

Ciri-ciri bila 100% teregulasi di NFA, CFTC (ini regulator yang terbaik tetapi paling ribet)

  • Perusahaan pialang tersebut pasti masuk di dalam daftar list CFTC termasuk dengan detail keuangannya juga. (di CFTC.gov di bagian Financial Data for FCMs).
  • Di NFA terdaftar di kategori FCM , dan bukan di lainnya. Karena NFA juga menerima pendaftaran di kategori lain, seperti marketing, website, agen, dan lain-lain yang tidak menjamin keamanan dana klien (berbeda lingkupnya dengan Pialang)
  • Untuk melihat daftar perusahaan yang masuk di CFTC bisa dilihat di: http://www.cftc.gov/marketreports/financialdataforfcms/ssLINK/fcmdata0513
  • Bila anda tidak menemukan perusahaan broker anda di daftar tersebut, perhatikan penulisan nama panjang dari singkatannya, seperti FXCM memang terdaftar masuk di CFTC tersebut sebagai perusahaan pialang yang benar, tetapi tertulis dengan nama panjangnya: Forex Capital Market, IBFX tertulis sebagai Interbank FX (IBFX adalah bagian dari perusahaan Tradestation, karena telah diakusisi dan merger) , FXDD juga telah masuk ke dalam bagian FXCM dan kemudian sekarang bernama Gain Capital karena telah dibeli oleh mereka , dan lain-lain.
  • Perhatikan juga nilai Net Capital dan Total Amount Retail Forex nya. Pialang yang sehat adalah memiliki nominal diatas USD $20 juta . Bila tertulis 0, maka cek kolom DSRO nya, bila non NFA maka mereka berarti bukan pialang Forex, tetapi adalah di jenis Bank, Liquiditor ataupun di instrumen lain seperti Saham (non Forex Margin)

Ciri-ciri lainnya bila broker anda memang teregulasi dengan benar di FCA UK ataupun di NFA, CFTC atau regulasi pemerintah lainnya yang Benar adalah : Broker tersebut PASTI MELARANG TRANSFER DENGAN PIHAK ke 3 yang ILEGAL atau titip transfer perantara perorangan/individu seperti dengan bank lokal, internal transfer beda nama / perorangan, dengan Voucher, apalagi dengan e-currencies yang ilegal seperti e-gold, perfect money, bitcoin, dan liberty reserve. Hal ini melanggar undang-undang Money Laundry.

Peringkat broker opsi biner:

Bila suatu broker TIDAK terdaftar di FSA UK (FCA UK), NFA/CFTC sebagai perusahaan pialang maka broker tersebut biasanya masih mau menerima transfer uang dengan media transfer yang tidak legal dan tidak aman, sehingga regulasi yang benar seperti FSA (FCA UK), NFA, CFTC pasti tidak mau menerimanya (kecuali kalau broker ini lewat jalur belakang, ini yang sekarang sedang menjadi trend loh.. Ini harus dihindari juga)

Ada pula broker yang terdaftar di CFTC, NFA tetapi di regulasi MiFID, FSA UK (FCA UK) mereka tidak terdaftar sebagai pialang, maka HAL INI TIDAK APA-APA, karena yang paling penting adalah mereka sudah terdaftar di salah satu regulasi yang benar dan kredibel.

Waspada dan exta jeli dengan broker yang berasal (kantor pusatnya) dari negara-negara seperti Panama, Rusia, British Virgin Island (BVI), Mauritius, Cyprus, Nigeria, Filipina, New Zealand, Costa Rica, Africa, Seychelles, Saint Vincent and The Grenadines, Dominica, Canada (yang tidak terdaftar di IIROC), Vanuatu dan semacamnya. Karena broker dari negara tersebut termasuk golongan broker lampu merah (Red Line) .

TIPS: Jika ingin broker yang non NFA/CFTC , tetapi ingin fitur yang fleksibel maka ada baiknya mempertimbangkan broker forex yang terdaftar di MFSA, karena disana terdapat proteksi keamanan dana dari resiko fraud

PENTING! Bila ada suatu perusahaan yang teregulasi dengan benar TETAPI bisa menerima media transfer yang ilegal seperti Liberty Reserve (LR), Perfect Money, Bitcoin, titip dengan orang lain, money changer / exchanger, voucher, dan sejenisnya maka itu HARUS DIWASPADAI . Karena bisa jadi mereka bermain gelap/curang dan melanggar peraturan regulatornya untuk kepentingannya sendiri. Atau bisa jadi ijinnya adalah Palsu. Selain itu mereka bisa bermain belakang dengan tidak menyalurkan dana anda dibawah pengawasan regulatornya.

Apa itu broker legal dan ilegal ?

Spesifikasi Broker LEGAL :

  • Memiliki ijin pendirian badan usaha yang lengkap dan benar
  • Memiliki ijin dari regulator pemerintah dan bertindak sebagai perusahaan pialang (futures)
  • Setiap pendaftaran nasabah harus dilengkapi dengan verifikasi dokumen identitas yang benar dan lengkap
  • Tidak memperbolehkan transfer dengan pihak ke 3 seperti dengan Liberty Reserve, Money Changer, Voucher ataupun dengan Perorangan, karena hal ini adalah pelanggaran terhadap UU Pencucian Uang (yang benar itu semua transfer HARUS LANGSUNG ke perusahaan broker tsb, dan juga tidak boleh dengan berbeda nama)
  • Berlokasi di negara-negara yang jelas seperti di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Swiss, dan beberapa negara besar di Eropa, SERTA harus teregulasi seperti teregulasi oleh NFA, CFTC, MFSA, FCA UK, MiFID, FINRA, ASIC.
  • Aman, dalam artian terdapat jaminan garansi keamanan dana dari pemerintah setempat (Jadi bukan dari diri sendiri), melainkan dari pemerintah dan itu lebih aman.

Spesifikasi Broker ILEGAL :

  • Biasanya juga memiliki ijin pendirian badan usaha (tetapi kalau tidak ada ijin pendirian badan usaha maka itu sangat parah)
  • Tidak teregulasi sebagai perusahaan pialang / futures, karena mungkin faktor di negaranya tidak ada ataupun beroperasi secara gelap
  • Tidak perlu verifikasi dokumen identitas juga diperbolehkan (pokoknya daftar langsung jadi accountnya, tanpa perlu verifikasi dokumen dahulu)
  • Memperbolehkan transfer dana dengan melalui titip pihak ke 3 seperti dengan Liberty Reserve, Money Changer, Voucher, Perorangan dan sejenisnya yang dimana sangat tidak aman dan jelas melanggar UU Pencucian Uang
  • Berlokasi di negara-negara bebas atau berhukum ringan dan tidak ada jaminan proteksi dana konsumen dari resiko fraud, seperti Rusia, New Zealand (Selandia Baru), Filipina, Afrika, Cayman Island, British Virgin Island (BVI), Seychelles, Costa Rica, Mauritius, Panama, Nigeria, Georgia, Vanuatu, Montenegro, Dominica, Grenadines, dan negara-negara yang tidak jelas lainnya atau yang aneh-aneh dan terpencil.
  • Tidak Aman, karena tidak ada jaminan perlindungan dana dari pemerintah setempat.

WASPADA DENGAN BROKER LEGAL TETAPI NAKAL !

Ada pula perusahaan broker yang memiliki spesifikasi yang legal dan terlihat seperti teregulasi, padahal mereka herannya kok bisa menggunakan media-media yang ilegal seperti dengan Liberty Reserve (LR), Payment Exchanger ilegal, dan bisa menitipkan uang transfer dengan pihak ke 3 atau orang lain secara ilegal, selain itu mereka kelihatannya terdaftar juga di regulator yang benar seperti FCA UK, MiFID, ASIC dan semacamnya. Jadi mengapa itu bisa terjadi, padahal kan semestinya tidak boleh ?

Nah, Hal ini biasanya karena di broker tersebut mereka menggunakan cara kamuflase untuk mengakali regulator (atau bahkan main sembunyi)

cara mengakali regulator adalah dengan sebagai berikut:

  • Mereka menyetor dana sendiri dan membuka account sendiri di bawah pengawasan regulator, supaya seolah-olah ada klien yang aktif di account regulated nya tersebut. Tetapi dana klien tidak ditempatkan di account yang teregulasi tersebut, MELAINKAN di account bank si broker yang berlokasi di negara-negara offshore yang tidak ada hukumnya dan tanpa proteksi keamanan dana seperti di British Virgin Island, Seychelles, New Zealand, Mauritius, Panama, Filipina, Vanuatu, dan semacamnya. Dan disana tidak ada jaminan keamanannya. (jadi mereka hanya bermain Trik saja dengan akal-akalan seperti itu)
  • Membeli perusahaan sejenis yang sudah teregulasi, dengan tujuan sebagai PERISAI saja, padahal tidak ada hubungannya. Hanya untuk mengecoh saja. Sedangkan transfer uangnya tetap bisa menggunakan media yang ilegal seperti LR (liberty reserve), bitcoin dan semacam e-money tersebut. Itu murni permainan saja dan kamuflase.

Hati-hati bila anda menemukan jenis broker yang seperti itu, karena mereka sudah berani berbuat nakal dengan regulator dan mengecoh nasabahnya, apalagi kalau anda trade di mereka, bisa dipastikan anda akan di-“kadalin” juga oleh mereka.

BAGAIMANA DENGAN BROKER ASING YANG MEMILIKI REKENING BANK DI INDONESIA UNTUK TRANSFER DENGAN BANK LOKAL?

Bila ada broker asing yang mengklaim dirinya mempunyai rekening bank di Indonesia di bank-bank lokal Indonesia, dan menyatakan bisa menggunakan transfer bank lokal (bukan bank wire ke luar negeri secara langsung), maka anda harus memeriksanya Apakah Mereka Terdaftar di Bappebti atau Tidak… Karena bila mereka mempunyai rekening bank di Indonesia maka mereka HARUS terdaftar di Bappebti, dan bila tidak maka itu adalah ILEGAL, dan sewaktu-waktu bisa dibekukan oleh Bappebti karena benar-benar menyalahi aturan hukum di Indonesia.

OK. Pilihan berada di tangan anda, dan biasanya sebagian besar broker legal tidak bisa bermodalkan dengan dana dibawah $200 dan juga membutuhkan verifikasi yang ketat karena untuk faktor keamanan, sedangkan di broker yang ilegal bisa sesukanya tetapi jelas tidak aman dan juga seringkali banyak faktor “nakal” di perusahaan brokernya, karena tanpa hukum.

Jangan mudah percaya begitu saja dengan Awards ataupun Penghargaan-Penghargaan, karena itu bisa dibeli mudah dan tidak menjamin. Sudah banyak broker yang penghargaannya selangit tetapi nyatanya sekarang Scam dan Menghilang (selidik punya selidik ternyata penghargaannya itu adalah bayaran dan tidak kredibel, serta mereka tidak teregulasi benar).

Serta jangan mudah percaya dengan review dari web-web review milik swasta yang independent seperti Earnforex, Ratingfx, ForexPeaceArmy (FPA) dan sejenisnya yang dimana kita bisa mereview secara sembarangan disana. Web-web tersebut seringkali merupakan web bayaran (siapa pasang iklan dan membayar mahal maka reviewnya bisa dibagus-bagusin), nah ini tidak akurat dan seringkali disusupi oleh kompetitor. Disana bisa anda cek bahwa broker yang ilegal dan buruk bisa mendapatkan rating lebih bagus dari broker kelas wahid yang jelas-jelas lebih bagus , dan ini tidak masuk akal.

Jadi harap berhati-hati dan jangan tersesat !

BACA TAUTAN LINK DI BAWAH INI JUGA :

Broker Forex Terbaik dan Terpercaya untuk Trader Lokal Indonesia

Bergelut dalam memilih broker forex yang aman dan bagus memang gampang-gampang susah. Seiring perkembangan pasar forex, sudah dipastikan jumlah broker forex juga semakin banyak. Hal ini otomatis akan mempersulit Anda untuk memilih broker forex yang terbaik, apalagi terpercaya.

Memilih broker forex yang tepat butuh strategi dan cara trading forex yang tepat pula. Bagaimanakah cara memilih broker forex terbaik?

Anda sebagai investor harus menganalisa tujuan investasi, jumlah dana yang akan diinvestasikan, jenis trading, jangka waktu kegiatan trading, strategi yang akan digunakan, dan juga pertimbangan toleransi risiko.

Broker forex yang akan membantu mengeksekusi perdagangan forex. Keuntungan yang diterima broker forex adalah melalui selisih antara bid dan ask, juga dari komisi atau biaya pada layanan mereka.

Rekomendasi Broker Forex Terbaik dan Terpercaya 2020

Broker Info Regulation Terima Trader US Link Buka Akun
Spread: Floating, mulai dari 0 pips
Leverage: 1:500
Min.Deposit: $5
Promo: 50% Bonus untuk Setiap Deposit, fixed rupiah 1 USD = 10,000 IDR, Hadiah Sepeda Motor Setiap Minggu, Merchandise OctaFX
IFSA (St. Vincent and Grenadines), 19776 IBC 2020 Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai 0 Pips
Leverage: 1:2000
Min.Deposit: $1
Promo: 100% Bonus Deposit
Regulated by CySEC, IFSC, CRFIN. Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai 0.1 Pip
Leverage: 1:888
Min.Deposit: $5
Promo: 15% Instant Bonus
Regulated by IFSC, FCA UK, CySEC, BaFin, ASIC Buka Akun Baca Review
Spread: 3 Pips (Fixed)
Leverage: 1:1000
Min.Deposit: $1
Promo: 30% Deposit Bonus
RAFMM, CySEC Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai 0 Pip
Leverage: 1:500
Min.Deposit: $300
Promo:
Regulated by FCA UK Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai 0,1 Pip
Leverage: 1:2000
Min.Deposit: $1
Promo:
Regulated By CRFIN (Russia), FCA UK dan CySEC Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai dari 0.2 Pip
Leverage: 1:100
Min.Deposit: Rp 5.000.000
Promo: Belum Ada
BAPPEBTI Buka Akun Baca Review
Spread: mulai dari 1 pip
Leverage: Maksimal 1:500
Min.Deposit: 100 USD
Promo:
Regulated by Bappebti 54/BAPPEBTI/SI/05/2020 Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai 2,3 Pips
Leverage: 1:200
Min.Deposit: 5 juta Rupiah
Promo:
Regulated by Bappebti (No. 05/BAPPEBTI/SI/XII/2000) Buka Akun Baca Review
Spread: Mulai dari 0 pips
Leverage: 1:400
Min.Deposit: $250
Promo: Belum Ada
CFTC, NFA, MFSA Buka Akun Baca Review

Hal-hal yang bisa Anda lakukan sebelum memilih Broker Forex Terbaik

1. Lakukanlah sejumlah riset

Hanya membaca ulasan broker berdasarkan rating bintang saja tidaklah menjamin.
Pertama, Anda harus menetapkan kriteria dan hal-hal yang perlu diharapkan dari suatu broker, dan apa yang Anda inginkan dari bisnis ini. Kemudian lakukan riset Anda sendiri.
Untuk mendukung riset Anda, Anda bisa membuat daftar pertanyaan untuk diajukan kepada calon broker forex Anda, antara lain:

– Currency pairs (asangan mata uang) apa yang akan Anda perdagangkan?
– Berapa spreads yang cocok bagi Anda (tetap, berubah, berapa pips)?
– Apakah Anda mau membayar komisi untuk trading forex?
– Tipe akun seperti apa yang akan Anda gunakan untuk investasi minimal (ukuran account)?
– Berapa l-everage yang Anda butuhkan?
– Alat Indikator apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan trading?
– Platform trading apa yang dibutuhkan?
– Apakah Anda Scalper?
– Apakah Anda pemain Hedging?
– Apakah Anda butuh Trailing Stop?
– Apakah Anda butuh fitur eksekusi “one-click-trading” atau EA robots?
– Apakah Anda ingin fitur mobile trading?
– Apakah Anda peduli untuk memilih broker ECN / STP / Dealing Desk?
– Apakah Anda peduli tentang reputasi broker forex?
– Dengan cara apa Anda mengirim / menerima dana transfer (wire transfer, Skrill, Neteller, Paypal, credit card..dll)?
– Berapa banyak yang Anda siap untuk membayar biaya transfer menerima/membayar dana (deposit, withdraw)?
– Seberapa banyak kesiapan Anda menerima risiko kehilangan dana jika terjadi kerugian?

2. Pastikan broker forex terdaftar secara legal

Anda tidak akan menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada orang yang hanya mengaku bahwa dirinya adalah sah/terdaftar secara legal.
Pastikan Anda memeriksa dan menganalisa broker forex tersebut pada badan-badan hukum bersangkutan. Di Indonesia, Anda bisa memeriksanya ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

3. Memudahkan setor dan tarik dana

Tidak ada alasan bagi broker forex untuk mempersulit Anda dalam menarik dana. Broker yang baik akan mengusahakan agar Anda dapt semudah mungkin melakukan setor atau tarik dana.

4. Analisa platform

Dalam online trading forex, platform trading menjadi salah satu faktor penting dalam mencari broker forex terbaik, karena mayoritas aktivitas trading dilaksanakan melalui platform trading yang disediakan oleh broker forex.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika mencoba platform trading forex dari broker adalah:

– Apakah fitur-fitur yang disediakan dapat Anda gunakan dengan optimal atau tidak?
– Apakah disediakan informasi rekening? Ini memungkinkan Anda melacak dan mengelola transaksi trading secara efisien.
– Apakah disediakan charting tools (grafik harga) yang mudah dipahami?
– Dan apakah disediakan informasi lain yang dibutuhkan dalam trading Anda?

5. Pemenuhan Order (Eksekusi Order)

Broker forex punya kewajiban memenuhi order klien pada harga terbaik. Pada saat pasar berada dalam keadaan normal (normal likuiditas, tidak ada berita penting yang disiarkan, atau kejadian besar), tidak ada alasan bagi broker forex untuk tidak memenuhi order klien pada, atau setidaknya mendekati, harga pasar yang terlihat pada saat klien menekan tombol ‘beli’ atau ‘jual’ di komputer mereka.

Selain beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memilih broker forex terbaik, berikut adalah tips memilih broker forex yang asli dan terpercaya.

1. Memperbolehkan segala macam teknik trading, termasuk scalping, martingale, dll;
2. Memperbolehkan hedging atau locking;
3. Tidak memperbolehkan transfer dengan pihak ke 3, karena faktor keamanan dan legalitas money laundry (transfer harus dengan Bank Transfer langsung ditujukan ke perusahaan pialang yang bersangkutan, TIDAK BOLEH dengan media tidak legal seperti Liberty Reserve (LR), Voucher dan titip transfer dengan perorangan atau beda nama);
4. Leverage yang disediakan mulai dari 1:100. Idealnya adalah 1:200 atau max 1:400. Jangan lebih seperti 1:1000 karena itu justru akan meledakkan account trading Anda.
5. Ketahui lama berdirinya perusahaan broker tersebut. Minimum harus diatas 5 tahun.

Dengan melakukan trading forex, Anda sudah mempertaruhkan dana investasi yang tidak sedikit. Semakin besar imbal hasil, risiko pun semakin besar.

Maka bijaksanalah dalam memilih broker forex dan perusahaan perdagangan forex. Ingat, pilihlah broker forex dengan reputasi yang baik, dan jangan percaya dengan rating, awards dan sejenisnya yang menunjukkan mereka adalah broker terbaik. Kecuali yang memberi rating adalah lembaga yang benar-benar bisa dipercaya seperti Forbes, Fortune, INC, Barons, Deloitte. Diluar lembaga itu sebaiknya jangan.

Mengenal Tipe Broker Forex

Tahukah Anda, ada berapa banyak broker forex di dunia ini? Menurut sebuah riset oleh FinanceFeeds pada tahun 2020, ada 1,231 broker forex berbasis Metatrader di seluruh dunia. Banyaknya jumlah broker forex tentu membuat trader kebingungan memilih. Broker mana yang terbaik? Mana yang bagus untuk pemula? Mana pula yang paling bisa dipercaya? Memilih broker itu sebenarnya mudah saja jika Anda telah memahami aneka tipe broker forex dan mampu membandingkan layanan yang mereka sajikan.

Dilihat dari cara kerja sistemnya, ada dua tipe broker forex, yaitu broker dengan Dealing Desk (DD) dan tanpa Dealing Desk (NDD). Broker DD juga sering dijuluki broker bandar (Market Maker). Sedangkan, broker tipe NDD (bukan bandar) dapat digolongkan menjadi dua lagi, yakni Electronic Communication Network (ECN) dan Straight Through Processing (STP). Selain itu, ada pula broker forex yang menyediakan fasilitas DD dan NDD sekaligus, sehingga dijuluki broker Hybrid. Apa yang menandai perbedaan antar tipe broker forex ini? Mari simak ulasannya bersama-sama.

  • Broker dengan Dealing Desk (DD)

Broker DD bekerja dengan memposisikan diri sebagai counterparty dalam setiap transaksi trader dan mendapatkan keuntungan dari spread. Semua order trader akan masuk ke meja broker (Dealing Desk). Dapat dikatakan bahwa mereka “menciptakan pasar” sendiri, kemudian bertindak sebagai penjual maupun pembeli dalam pasar tersebut. Sistem ini sebenarnya lazim di kalangan bank-bank dan penyedia likuiditas besar, sehingga statusnya tetap legal. Namun, akan menjadi masalah ketika broker DD tidak teregulasi oleh sebuah lembaga pemerintah resmi, karena mereka bisa saja tergoda untuk memanipulasi harga agar trader merugi. Broker DD tak teregulasi yang sering memanipulasi harga ini disebut juga dengan istilah “Bucket Shop”.

Broker DD yang bonafide memiliki sejumlah keunggulan tersendiri. Beberapa ciri khas tipe broker forex ini antara lain:

  • Menawarkan eksekusi instan (instant execution).
  • Mampu menyediakan akun trading dengan syarat modal minimal sangat rendah.
  • Mampu menyediakan akun trading dengan ukuran lot sangat rendah seperti akun nano atau akun sen.
  • Mampu menyediakan beragam fasilitas di luar kewajaran seperti leverage hingga 1:1000 atau lebih tinggi lagi, fitur spread tetap (fixed spread), spread nol (zero spread), dan beragam promosi menarik.

Broker DD bisa menjadi pilihan bagi trader, jika mereka telah mengantongi ijin dari badan regulator yang kredibel, seperti NFA/CFTC Amerika Serikat, FCA Inggris, JFSA Jepang, dan ASIC Australia. Faktanya, beberapa broker terpopuler di dunia merupakan broker DD. Akan tetapi, trader perlu mewaspadai broker DD yang tak berijin atau hanya memiliki lisensi dari badan regulator tak terkenal.

Broker DD yang ijinnya jelek (Bucket Shop) dikenal mampu melakukan rekayasa seperti requote harga, stop loss hunting, dan server sering macet. Broker Bucket Shop juga kemungkinan mangkir melunasi penarikan dana trader dengan berbagai alasan, mulai dari menunda pembayaran hingga lebih dari dua pekan, memotong keuntungan trader, dan lain sebagainya. Pada awalnya, trader mungkin tertarik mendaftar ke broker Bucket Shop karena iming-iming bonus menggiurkan. Namun, pada akhirnya perolehan bonus itu bisa jadi lebih rendah ketimbang kerugian yang dihadapi gegara manipulasi broker.

  • Broker tanpa Dealing Desk (NDD)

Sesuai namanya, order trader yang masuk ke broker NDD tidak akan masuk ke meja broker, melainkan disalurkan ke pihak lain. Tipe broker forex NDD bekerja layaknya perantara antara trader dengan jaringan pasar interbank tempat terjadinya jual-beli forex. Broker NDD biasanya tidak memasang posisi melawan trader, sehingga keuntungan mereka utamanya bersumber dari mark-up spread dan komisi trading saja.

Broker NDD bisa digolongkan lagi menjadi dua berdasarkan caranya mengoper order trader ke pihak lain:

  • Broker STP: Broker STP mengoper order trader ke sebuah “liquidity pool” yang terdiri dari banyak lembaga keuangan penyedia likuiditas (seperti bank-bank internasional, Hedge Funds, Prime Brokers, dll). Order trader akan dieksekusi berdasarkan posisi harga terbaik yang tersedia dalam “liquidity pool” tersebut.
  • Broker ECN: Broker ECN mengoper order trader ke jaringan bank-bank internasional dan penyedia likuiditas (liquidity provider) lain yang telah dibangunnya, sehingga order trader nantinya akan dijalankan sesuai dengan harga terbaik yang muncul di pasar tersebut.

Sepintas, keduanya mirip. Namun, broker ECN lebih transparan dibandingkan broker STP, karena semua trader ECN bisa melihat langsung posisi buy dan sell pemain pasar yang lain (disebut juga Depth of Market/DoM). Sedangkan broker STP tidak bisa menyediakan tampilan DoM, sehingga tak sedikit pula broker Bucket Shop berkedok STP.

Bagaimana dengan jenis akun, leverage, dan spread? Broker STP mirip dengan broker DD, karena sama-sama bisa memberikan leverage tinggi, jenis akun yang lebih variatif, dan bahkan fasilitas bebas komisi (free commission). Bagus atau tidaknya broker STP akan tergantung pada berapa banyak penyedia likuiditas yang tergabung dalam “liquidity pool”-nya. Jika hanya tersedia satu penyedia likuiditas saja, maka hampir tak ada bedanya broker STP ini dengan Market Maker.

Broker ECN umumnya memiliki aturan lebih ketat, karena terhubung dengan lebih banyak penyedia likuiditas. Leverage di broker ECN biasanya hanya mencapai maksimal 1:200, dengan syarat modal awal minimal USD200-500, dan beban komisi cukup tinggi. Keuntungannya, trader ECN dapat menyaksikan DoM dan menikmati spread sangat ketat (hingga 0 pip atau bahkan spread negatif).

  • Broker Hybrid

Mayoritas broker forex saat ini termasuk tipe Hybrid. Apa artinya? Artinya, mereka menerapkan semua sistem kerja, baik DD maupun NDD (STP/ECN). Hal ini bisa dilakukan karena satu broker menawarkan banyak jenis akun trading kepada trader. Setiap jenis akun bisa menerapkan sistem berbeda. Jadi, trader lah yang harus bersikap lebih teliti saat membuka akun di suatu broker.

Misalnya ada suatu broker Hybrid menawarkan tiga jenis akun, yaitu akun sen, akun standar, dan akun ECN. Dalam situasi ini, dapat ditebak bahwa akun sen menerapkan sistem DD (Instant Execution), sedangkan akun standar dan akun ECN bersistem NDD (Market Execution). Lebih lanjut, akun standar bisa menerapkan sistem STP, sedangkan akun ECN bersistem ECN.

Kebanyakan broker forex masa kini telah bersikap transparan mengenai sistem kerja apa yang digunakannya dan penyedia likuiditas mana saja yang terhubung dengannya. Apabila infonya belum tersedia di website resmi broker, maka trader bisa menanyakan langsung kepada Customer Service (layanan pelanggan) mengenai apakah broker termasuk DD atau NDD, apakah suatu akun trading dilaksanakan dengan instant execution atau market execution, dan seterusnya.

Terlepas dari sistem kerja apa yang diterapkan oleh broker, satu hal yang wajib diperhatikan oleh trader adalah status perijinan broker forex. Broker yang perijinannya jelek bisa saja mengklaim dirinya STP ataupun ECN, padahal nyatanya Bucket Shop. Sebaliknya, tipe broker forex apapun yang perijinannya lengkap dan kredibilitasnya bagus, maka lebih bisa dipercaya. Prioritaskanlah untuk memilih broker forex yang regulatornya berasal dari suatu negara terkenal di dunia, bukan dari kawasan antah berantah yang bahkan Anda tak tahu lokasinya.

Kenapa Harus Trading Di Broker Forex yang Teregulasi ?

Pernahkah Anda mendengar promosi forex yang menjanjikan keuntungan luar biasa, hingga 20%, 30%, atau bahkan 100% dalam waktu singkat? Pendaftaran mudah, keuntungan raksasa, siapa yang tidak mau!? Namun, jika Anda menilik secara lebih teliti, maka pasti akan menemukan bahwa promosi-promosi semacam itu dibuat oleh broker forex yang tidak teregulasi. Mereka mudah membagikan janji-janji manis, karena tak terikat secara hukum untuk memenuhinya. Seandainya mereka membawa lari uang Anda sekalipun, takkan ada konsekuensi hukum bagi mereka.

Broker forex yang teregulasi tidak bisa menawarkan iming-iming menggiurkan seperti itu, karena ada badan khusus yang mengawasi operasionalnya. Bonus yang ditawarkan oleh broker forex teregulasi jarang sekali berupa uang tunai, melainkan lebih sering bersifat non-material, seperti training atau edukasi gratis, sewa VPS gratis, dan sinyal trading gratis. Broker forex yang teregulasi bahkan tidak diperbolehkan untuk menjanjikan keuntungan berlipatganda, karena selalu ada risiko dibalik setiap aktivitas investasi dan trading.

Meski demikian, Anda sebaiknya tetap memilih broker forex yang teregulasi. Mengapa demikian? Nggak ada bonus uang, nggak ada jaminan untung, apa bagusnya broker seperti itu? Perlu diketahui, broker forex yang teregulasi memiliki legalitas usaha. Kemanan dana Anda akan lebih terjamin, dan Anda juga mendapatkan perlindungan seandainya ada oknum broker yang melakukan tindak tercela. Untuk memahami alasan selengkapnya, simaklah tiga (3) alasan kenapa harus trading di broker forex yang teregulasi berikut ini:

  • Legalitas Broker Terjamin Secara Hukum

Mari ibaratkan Anda ingin menyimpan uang di bank, maka Anda pasti akan datang ke mencari tahu reputasi bank, datang ke kantor bank tersebut, kemudian baru membuka rekening tabungan di sana. Sebuah bank yang kredibel pasti memiliki reputasi yang baik dan alamat kantor yang jelas. Hal yang sama berlaku saat Anda akan mendaftar ke suatu broker forex, walaupun Anda akan mendaftar secara online dan tidak datang langsung ke kantornya.

Sebuah broker forex dikatakan telah teregulasi jika sudah memiliki ijin resmi, sehingga usahanya pasti legal dan alamatnya jelas. Regulator juga akan senantiasa memantau aktivitas broker tersebut. Apabila broker forex tersebut melakukan tindakan tercela atau memiliki reputasi tak sedap, regulator pasti akan melakukan investigasi, kemudian mengenakan sanksi atau denda. Hukuman paling berat bisa sampai mencabut ijin broker dan menyeretnya ke pengadilan.

Broker forex yang teregulasi juga harus menyediakan alur penyelesaian sengketa yang jelas bagi trader. Umpama Anda menemui ada masalah dengan Account Manager atau platform trading, maka internal perusahaan harus dapat menyelesaikannya dengan cepat. Ketika Anda merasa tak puas, maka dapat mengajukan permohonan penyelesaian sengketa ke regulator agar dimediasi atau dilakukan investigasi.

Jaminan hukum seperti itu takkan dinikmati oleh trader di broker yang tidak teregulasi. Jangankan memiliki ijin resmi, alamat kantor broker yang tak teregulasi saja umumnya berlokasi di negara antah-berantah atau sekedar PO BOX yang tidak jelas kepemilikannya. Sekalipun mereka mencantumkan suatu alamat tertentu di negara ternama, alamat itu boleh jadi palsu dan kantornya tidak benar-benar berada di lokasi tersebut. Ketika terjadi masalah, polisi tidak akan bisa membantu Anda, karena para penipu berkedok broker itu sudah melarikan diri dan tak ada jejak yang bisa diusut.

  • Keamanan Dana Trader

Saat menyimpan dana di bank maupun berinvestasi lewat broker, satu hal yang perlu Anda lakukan adalah menjamin agar dana Anda tidak disalahgunakan oleh bank atau broker. Bagaimana caranya? Hanya ada satu cara saja, yaitu dengan memastikan Anda hanya mendaftar ke broker forex yang teregulasi secara resmi.

Regulator forex di belahan dunia manapun pasti mengharuskan broker untuk menyimpan dana trader dalam rekening terpisah dari rekening perusahaan broker. Hal ini dikenal dengan istilah “Segregated Account”. Dana trader yang disetorkan ke Segregated Account akan disimpan di bawah pengawasan bank kustodian, sehingga broker forex tidak bisa membawa lari dana trader seenaknya.

Jaminan keamanan dana seperti ini tidak akan bisa disediakan oleh broker forex yang tidak teregulasi. Meskipun seandainya broker itu mengklaim bahwa semua dana trader disimpan di Segregated Account, tak ada yang bisa menjamin kebenarannya, karena sekedar pernyataan sepihak tanpa bukti maupun klarifikasi pihak lain sama sekali.

  • Operasional Broker Diawasi oleh Regulator

Setelah menyetorkan modal trading ke broker forex, Anda akan mulai melakukan analisis dan aktivitas jual beli melalui platform trading yang diberikan oleh broker. Broker forex yang tidak teregulasi bisa saja mengutak-atik platform tersebut untuk mencegah Anda menang, atau bahkan merekayasa alasan untuk memotong keuntungan Anda. Namun, broker forex teregulasi akan mendapatkan sanksi dari regulator, jika mereka berani melakukan manuver seperti itu.

Regulator menuntut broker forex untuk membuat laporan secara rutin, atau melakukan inspeksi mendadak atas aktivitas operasional mereka. Dengan demikian, kejanggalan dalam operasional mereka dapat diinvestigasi meski tak ada tuntutan dari trader. Banyak contoh kasus seperti ini. Salah satunya, ada broker teregulasi AS yang ketahuan tak membayar swap kepada trader-nya, sehingga dikenai sanksi oleh CFTC (regulator forex di AS) dan diperintahkan untuk membayarkan swap terhutang kepada trader. Sebelum munculnya kasus tersebut, tak ada seorangpun trader-nya yang merasa dicurangi, karena intrik-intrik berlangsung di balik layar.

Di bawah pengawasan regulator, broker forex juga tidak akan diperbolehkan untuk membuat promosi menyesatkan. Beberapa regulator bahkan mengharuskan broker untuk memasang peringatan risiko (disclaimer) dalam aktivitas pemasarannya. Mengapa broker harus memberitahukan disclaimer dan tak boleh bikin promosi menyesatkan? Aktivitas investasi dan trading forex merupakan kegiatan berisiko tinggi dimana Anda bisa memperoleh keuntungan besar ataupun menanggung kerugian besar. Unsur ketidakpastian ini perlu dipahami oleh trader agar tidak terjebak oleh iming-iming menyesatkan.

Nah, setelah mengetahui ketiga alasan untuk trading di broker forex yang teregulasi ini, apakah Anda masih tertarik pada promo broker abal-abal!? Di dunia investasi, setiap orang menanggung risikonya sendiri. Sah-sah saja jika Anda tetap bersikeras ingin mendaftar ke broker yang tak teregulasi. Namun, hanya broker forex yang teregulasi saja yang bisa menyediakan jaminan hukum, jaminan keamanan, dan kelancaran trading.

Baca Juga Artikel Seputar Broker Forex

Beri nilai pada halaman ini:

(94 votes, average: 4,16 out of 5)

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: