Bisnis Bitcoin Cash Keadaan sistem perdagangan seni

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Cari jawaban untuk berbagai pertanyaan dan mitos tentang Bitcoin.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah jaringan konsensus yang memungkinkan sistem pembayaran baru dan uang yang sepenuhnya berbentuk digital. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin serupa seperti uang tunai di dunia internet. Bitcoin juga dapat dipandang sebagai sistem pembukuan tiga pencatatan paling menonjol yang ada saat ini.

Siapa yang menciptakan Bitcoin?

Bitcoin adalah implementasi pertama tentang konsep yang bernama “cryptocurrency”, yang pertama kali dijelaskan pada tahun 1998 oleh Wei Dai dalam milis cypherpunks, menyarankan ide tentang bentuk baru uang yang menggunakan kriptografi untuk mengontrol pembuatan dan transaksi, daripada menggunakan otoritas terpusat. Spesifikasi Bitcoin dan bukti konsep pertama kali dipublikasikan pada tahun 2009 dalam sebuah milis kriptografi oleh Satoshi Nakamoto. Satoshi meninggalkan proyek ini di akhir tahun 2020 tanpa mengungkapkan diri pribadinya yang sebenarnya. Komunitas Bitcoin berkembang pesat seiring banyaknya pengembang yang mengerjakan Bitcoin.

Anonimitas Satoshi seringkali menimbulkan perhatian yang salah, kebanyakan berhubungan dengan salah paham atas sifat Bitcoin yang berbasis sumber terbuka. Protokol dan perangkat lunak BItcoin dipublikasikan secara terbuka dan pengembang dari seluruh dunia dapat meninjau kode atau membuat sendiri perangkat lunak Bitcoin yang telah dimodifikasi versi mereka. Sama halnya dengan pengembang saat ini, pengaruh Satoshi terbatas pada beberapa perubahan yang ia ciptakan dan diadopsi oleh pengembang lain, dan dia tidak mengontrol Bitcoin. Dengan demikian, mencari identitas penemu Bitcoin saat ini sama saja seperti mencari identitas penemu surat kabar.

Siapa yang mengendalikan jaringan Bitcoin?

Tidak ada yang memiliki jaringan Bitcoin, sama seperti tidak ada yang memiliki teknologi pengoperasian email. Bitcoin dikendalikan oleh semua penggunanya di seluruh dunia. Pengembang memang dapat meningkatkan perangkat lunak Bitcoin, tetapi mereka tidak bisa memaksakan perubahan dalam protokol Bitcoin karena semua pengguna bebas memilih perangkat lunak dan versi yang ingin mereka gunakan. Agar dapat tetap kompatibel satu sama lain, semua pengguna perlu menggunakan perangkat lunak yang mengikuti peraturan yang sama. Bitcoin hanya bisa bekerja dengan baik bila ada konsensus penuh diantara semua penggunanya. Dengan demikian, semua pengguna dan pengembang memiliki insentif yang kuat untuk melindungi konsensus ini.

Bagaimana cara kerja Bitcoin?

Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin tidak lebih dari aplikasi ponsel atau program komputer yang menyediakan wallet Bitcoin dan memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima bitcoin. Inilah cara Bitcoin bekerja untuk sebagian besar pengguna.

Di belakang layar, jaringan Bitcoin membagikan sebuah catatan publik yang disebut “block chain”. Catatan ini berisi semua transaksi yang pernah diproses, memungkinkan komputer pengguna untuk memverifikasi keabsahan di tiap transaksi. Keaslian setiap transaksi dilindungi dengan tanda tangan digital yang berhubungan dengan alamat pengirim, memungkinkan semua pengguna memiliki kontrol penuh atas pengiriman bitcoin dari alamat Bitcoin mereka. Sebagai tambahan, semua orang dapat memroses transaksi menggunakan komputasi perangkat keras khusus dan mendapatkan hadiah dalam bentuk bitcoin untuk layanan ini. Kegiatan ini seringkali disebut dengan “penambangan”. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Bitcoin, anda dapat menuju halaman khusus dan makalah asli.

Apakah Bitcoin benar-benar digunakan oleh banyak orang?

Ya. Ada banyak bisnis telah berkembang dan individu pengguna Bitcoin. Termasuk bisnis riil di dunia nyata seperti restoran, apartemen, firma hukum, dan juga layanan online terkenal seperti Namecheap, Overstock.com, dan Reddit. Meski Bitcoin dianggap sebagai sebuah fenomena baru, namun telah berkembang cukup pesat. Pada bulan Mei 2020, total nilai dari keseluruhan bitcoin yang beredar lebih dari USD 100 milyar, dengan transaksi di bursa-bursa bitcoin senilai jutaan dolar setiap harinya.

Bagaimana cara mendapatkan bitcoin?

  • Sebagai pembayaran untuk barang dan jasa.
  • Beli bitcoin di sebuahbursa Bitcoin.
  • Bertukar bitcoin dengan seseorang di dekat Anda.
  • Dapatkan bitcoin melalui cara menambang yang kompetitif.

Meskipun masih mungkin untuk menemukan individu yang berniat menjual bitcoin untuk ditukar dengan pembayaran kartu kredit ataupun PayPal, sebagian besar transaksi tidak mengizinkan pembayaran melalui metode-metode tersebut. Hal ini dikarenakan kasus-kasus di mana seseorang membeli bitcoin menggunakan PayPal, lalu membatalkan separuh transaksi mereka. Kasus seperti ini biasanya disebut “chargeback”.

Peringkat broker opsi biner:

Sulitkah melakukan pembayaran menggunakan Bitcoin?

Pembayaran Bitcoin lebih mudah dibandingkan dengan kartu kredit maupun debit, dan dapat diterima tanpa akun penjual. Pembayaran dilakukan melalui aplikasi wallet, baik di komputer maupun ponsel anda, dengan memasukkan alamat penerima, jumlah pembayaran, dan tekan kirim. Untuk mempermudah memasukkan alamat penerima, banyak wallet kini dapat membaca alamat dengan memindai kode QR atau menyentuhkan dua ponsel bersamaan dengan teknologi NFC.

Apa keuntungan menggunakan Bitcoin?

  • Kebebasan Pembayaran – Memungkinkan Anda untuk mengirim dan menerima uang secara instan di manapun dan kapanpun. Tidak ada libur bank. Tidak ada batas negara. Tidak ada birokrasi. Bitcoin memberikan penggunanya kontrol penuh atas uang mereka.
  • Pilih biaya anda sendiri – Tidak ada biaya untuk menerima bitcoin, dan kebanyakan wallet telah memungkinan untuk mengontrol besarnya biaya ketika menggunakan. Biaya lebih tinggi mendorong konfirmasi yang lebih cepat untuk transaksi anda. Biaya tidak tergantung jumlah transfer, jadi mungkin untuk mengirim 100.000 bitcoin dengan biaya yang sama dengan mengirim 1 bitcoin. Sebagai tambahan, prosesor penjual ada untuk membantu penjual dalam pemrosesan transaksi, mengubah bitcoin ke dalam mata uang fiat konvensional, dan memasukkan uang langsung ke rekening bank penjual setiap harinya. Karena semua layanan ini berbasis Bitcoin, maka biaya yang diperlukan jauh lebih rendah dibanding jaringan kartu kredit maupun PayPal.
  • Rendah risiko bagi penjual – Transaksi Bitcoin sangat aman, tidak bisa dibatalkan, dan tidak mengandung informasi pribadi atau sensitif dari pelanggan. Hal ini melindungi penjual dari kerugian akibat penipuan atau kecurangan chargeback, serta tidak perlu penyesuaian PCI. Penjual dapat dengan mudah berekspansi ke pasar baru di mana kartu kredit tidak tersedia dan tingkat penipuan sangat tinggi. Hasil akhir dari Bitcoin adalah biaya yang lebih rendah, pasar yang lebih luas, dan pengeluaran administratif yang lebih sedikit,
  • Keamanan dan kontrol – Pengguna Bitcoin memiliki kontrol penuh atas transaksi mereka; tidak mungkin bagi penjual untuk membuat tagihan yang tidak diinginkan ataupun diperhatikan sebagaimana yang bisa terjadi dengan metode pembayaran lainnya. Pembayaran dengan Bitcoin bisa dibuat tanpa menyertakan identintas pribadi untuk proses pembayarannya. Hal ini memberikan perlindungan yang kuat dari para pencuri identitas. Pengguna Bitcoin juga bisa melindungi uang mereka dengan pencadangan dan enskripsi.
  • Transparan dan netral – Semua informasi terkait suplai mata uang bitcoin yang tersimpan di dalam rantai-block dapat dilihat secara publik yang ingin memverifikasi atau menggunakannya secara real-time. Tidak ada individu ataupun badan manapun yang mengkontrol dan memanipulasi protokol bitcoin karena diamankan secara kriptografis. Hal ini memungkinkan inti Bitcoin untuk dapat sepenuhnya netral, transparan, dan dapat diprediksi.

Apa kerugian menggunakan Bitcoin?

  • Tingkat penerimaan – Banyak orang masih belum menyadari keberadaan Bitcoin. Setiap hari, makin banyak bisnis yang menerima bitcoin karena mereka menginginkan keuntungan dari penggunaan bitcoin, namun tetap saja daftar pengguna masih sedikit dan perlu bertumbuh untuk mendapat keuntungan dari efek jaringan.
  • Volatilitas – Nilai total dari bitcoin yang beredar dan jumlah bisnis yang menggunakan Bitcoin masih sangat kecil dibanding yang semestinya. Karena itu, acara-acara kecil, perdagangan, ataupun aktivitas bisnis dapat secara signifikan mempengaruhi harga bitcoin. Secara teori, volatilitas ini akan berkurang seiring berkembangnya pasar dan teknologi Bitcoin. Sebelumnya tidak pernah ada mata uang yang diciptakan sendiri, sehingga sangat sulit (dan menarik) untuk membayangkan perkembangan apa yang akan terjadi selanjutnya.
  • Pengembangan yang sedang berlangsung – Perangkat lunak Bitcoin masih dalam versi beta dengan banyak fitur tidak lengkap yang masih dikembangkan secara aktif. Perangkat, fitur, dan layanan baru tengah dikembangkan untuk membuat Bitcoin lebih aman dan mudah diakses publik. Beberapa pengembangan ini masih belum siap untuk semua orang. Sebagian besar bisnis Bitcoin masih tergolong baru dan belum menawarkan asuransi. Secara umum, Bitcoin masih dalam proses pendewasaan.

Mengapa banyak orang percaya dengan Bitcoin?

Kebanyakan kepercayaan pada Bitcoin datang dari fakta bahwa Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan sama sekali. Bitcoin sepenuhnya berbasis sumber-terbuka dan terdesentralisasi. Ini berarti setiap orang memiliki akses ke seluruh kode sumber setiap saat. Semua pengembang di dunia dapat memverifikasi bagaimana tepatnya cara kerja Bitcoin. Semua transaksi dan bitcoin yang diterbitkan dapat dilihat secara transparan dan waktu-nyata oleh siapa saja. Semua pembayaran dapat dilakukan tanpa tergantung pada pihak ketiga dan seluruh sistem dilindungi oleh algoritma kriptografi peer-review seperti yang digunakan dalam perbankan online. Tidak ada organisasi ataupun individu yang dapat mengontrol Bitcoin, dan jaringan tetap aman meskipun tidak semua pengguna dapat dipercaya.

Bisakah saya mendapatkan penghasilan dengan Bitcoin?

Anda sebaiknya jangan berharap untuk menjadi kaya dengan Bitcoin atau dengan kemunculan teknologi terbaru lainnya. Penting untuk berhati-hati terhadap segala sesuatu yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau menyalahi prinsip dasar ekonomi.

Bitcoin adalah inovasi yang sedang tumbuh dan merupakan peluang bisnis yang juga memiliki risiko. Tidak ada jaminan bahwa Bitcoin akan terus tumbuh meskipun telah berkembang sedemikian cepatnya sampai saat ini. Investasi waktu dan sumber daya pada segala sesuatu yang berhubungan dengan Bitcoin membutuhkan kemampuan wirausaha. Banyak cara untuk menghasilkan uang dengan Bitcoin seperti penambangan, spekulasi atau menjalankan bisnis baru. Semua metode ini bersifat kompetitif dan tidak ada jaminan adanya keuntungan. Semua bergantung pada masing-masing individu untuk membuat evaluasi biaya dan risiko yang mungkin muncul dalam proyek apapun.

Apakah Bitcoin sepenuhnya virtual dan tidak berwujud?

Bitcoin bersifat virtual layaknya kartu kredit dan jaringan perbankan online yang kita gunakan setiap hari. Bitcoin bisa digunakan untuk pembayaran online di toko nyata seperti halnya menggunakan uang konvensional.В Bitcoin bisa juga ditukarkan dengan bentuk materiil seperti pada koin Denarium, tetapi pembayaran dengan ponsel biasanya tetap lebih mudah. Saldo Bitcoin disimpan pada sebuah jaringan distribusi yang besar dan nilai saldo ini tidak bisa dicurangi ataupun diubah oleh siapapun. Dengan kata lain, pengguna Bitcoin memiliki kendali eksklusif atas uang mereka dan bitcoin tidak bisa hilang hanya karena berbentuk virtual.

Apakah Bitcoin anonim?

Bitcoin didesain untuk memungkinkan penggunanya mengirim dan menerima pembayaran dengan level privasi yang cukup seperti halnya berbagai bentuk lain dari uang. Namun, Bitcoin tidak anonim dan tidak dapat memberikan level privasi yang sama seperti uang tunai. Penggunaan Bitcoin memerlukan pencatatan publik secara luas. Ada berbagai mekanisme untuk melindungi privasi pengguna, dan lebih banyak lagi tengah dikembangkan. Meski demikian, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum fitur-fitur ini bisa digunakan dengan benar oleh sebagian besar pengguna Bitcoin.

Beberapa kekhawatiran telah muncul terkait transaksi-transaksi pribadi bisa digunakan untuk keperluan ilegal dengan menggunakan Bitcoin. Bagaimanapun juga, patut diperhatikan bahwa Bitcoin akan menjadi bagian dari peraturan-peraturan yang sudah ada dalam sistem keuangan. Bitcoin tidak bisa lebih anonim daripada uang tunai dan tidak akan menyulitkan pengadaan investigasi kriminal bila diperlukan. Sebagai tambahan, Bitcoin juga didesain untuk mencegah kejahatan keuangan dalam jumlah besar.

Apa yang terjadi saat bitcoin hilang?

Ketika pengguna kehilangan wallet, ini berdampak pada hilangnya uang dari sirkulasi. Bitcoin yang hilang masih berada dalam rantai-blok seperti bitcoin-bitcoin lainya. Namun, bitcoin yang hilang akan tetap tidak aktif selamanya karena tidak ada cara yang bisa digunakan oleh siapapun untuk menemukan kunci pribadi yang memungkinkannya untuk digunakan lagi. Karena hukum kebutuhan dan penawaran, ketika bitcoin yang beredar hanya sedikit, maka jumlah yang tersisa akan lebih dibutuhkan dan memiliki nilai yang lebih tinggi sebagai dampaknya.

Dapatkah Bitcoin tumbuh menjadi jaringan pembayaran yang utama?

Jaringan Bitcoin sudah bisa memproses lebih banyak transaksi tiap detik dibanding hari ini. Kondisi ini, bagaimanapun juga, belum sepenuhnya siap untuk menangani jumlah transaksi sebesar jaringan kartu kredit. Pengembangan sedang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan yang ada dan segala yang dibutuhkan untuk itu di masa depan. Sejak awal diciptakan, setiap aspek dari jaringan Bitcoin berproses untuk terus tumbuh dalam hal kematangan, keoptimalan dan spesialisasi dan kondisi ini diharapkan akan terus terjadi beberapa tahun ke depan. Seiring dengan pertumbuhan trafik, semakin banyak pengguna Bitcoin menggunakan klien kapasitas ringan dan simpul jaringan penuh bisa menjadi layanan yang semakin terspesialisasi. Untuk lebih lengkapnya, lihat halaman Skalabilitas pada Wiki.

Apakah Bitcoin sah?

Sepengetahuan kami, Bitcoin belum dinyatakan ilegal di sebagian besar negara. Namun, ada beberapa negara (seperti Argentina dan Rusia) yang secara ketat melarang mata uang asing. Negara lain (seperti Thailand) membatasi izin entitas mata uang tertentu seperti bursa Bitcoin.

Para pembuat kebijakan dari berbagai negara tengah mengambil langkah untuk menyediakan peraturan bagi individu dan bisnis mengenai bagaimana mengintegrasikan teknologi baru ini dengan peraturan sistem finansial formal. Contohnya, Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), sebuah biro di Departemen Keuangan Amerika Serikat, menerbitkan panduan lepas mengenai bagaimana pemerintah menangani aktivitas tertentu terkait mata uang virtual.

Apakah Bitcoin bisa digunakan untuk aktivitas ilegal?

Bitcoin adalah uang, dan uang selalu digunakan untuk tujuan sah maupun ilegal. Uang tunai, kartu kredit dan sistem perbankan saat ini secara luas melampaui Bitcoin dalam hal penggunaan untuk kegiatan kriminal. Bitcoin dapat membawa inovasi yang signifikan dalam sistem pembayaran dan keuntungan inovasi tersebut sering dianggap jauh melampaui potensi kekurangan Bitcoin.

Bitcoin didesain sebagai langkah besar untuk membuat uang menjadi lebih aman dan sekaligus berfungsi sebagai bentuk perlindungan terhadap kejahatan keuangan. Sebagai contoh, bitcoin sama sekali tidak bisa dipalsukan. Pengguna memiliki kontrol penuh atas pembayaran mereka dan tidak bisa menerima tagihan yang tidak mereka setujui seperti yang bisa terjadi pada pembobolan kartu kredit. Transaksi bitcoin tidak bisa dibatalkan dan kebal terhadap penipuan chargeback. Bitcoin memungkinkan uang menjadi lebih aman dari pencurian dan risiko kehilangan dengan menggunakan mekanisme yang sangat kuat seperti pencadangan, enkripsi dan tanda tangan berganda.

Beberapa kekhawatiran timbul mengenai peluang Bitcoin digunakan oleh kriminal karena sifatnya yang dapat dibelanjakan untuk pembayaran pribadi dan tidak dapat dibatalkan. Meski demikian, sebenarnya peluang ini telah ada dengan pembayaran uang tunai dan transfer bank, yang telah digunakan sejak lama. Penggunaan Bitcoin tentunya akan mengikuti peraturan serupa yang telah ada dalam sistem finansial saat ini, dan Bitcoin tidak akan menghalangi berjalannya investigasi kriminal. Secara umum, terobosan baru biasanya memang dianggap kontroversial sebelum berbagai keuntungannya dimengerti sepenuhnya oleh publik. Internet adalah contoh kasus yang baik untuk menggambarkan hal ini.

Bisakah Bitcoin diregulasi?

Protokol Bitcoin tidak dapat dimodifikasi tanpa kerjasama dari hampir keseluruhan penggunanya, yang dapat memilih perangkat lunak apa yang ingin mereka gunakan. Berusaha memberikan hak khusus pada otoritas lokal pada dasarnya mustahil dilakukan dalam jaringan Bitcoin global. Sebuah organisasi kaya dapat berinvestasi dalam perangkat keras penambangan untuk mengontrol separuh kekuatan penghitungan dari jaringan dan menjadi mampu untuk memblokir atau membatalkan transaksi-transaksi terbaru. Namun, tidak ada garansi bahwa mereka dapat mempertahankan kemampuan tersebut karena membutuhkan dana investasi yang setara dengan semua penambang di dunia.

Meski demikian, tetap mungkin untuk mengatur penggunaan Bitcoin seperti halnya mengatur instrumen keuangan lainnya. Sama seperti dolar, Bitcoin dapat digunakan untuk berbagai tujuan, beberapa diantaranya mungkin dianggap legal ataupun ilegal tergantung hukum yang berlaku di suatu negara. Terkait hal itu, Bitcoin tidak berbeda dari perangkat atau sumber daya lain yang harus mengikuti peraturan yang berbeda-beda dalam tiap negara. Bitcoin juga dapat dipersulit dengan adanya peraturan ketat, sehingga sulit untuk menentukan berapa persen dari pengguna akan tetap menggunakan teknologi ini. Pemerintahan yang melarang Bitcoin akan mencegah bisnis dan pasar domestiknya berkembang, sehingga menggeser peluang inovasi ke negara lain. Tantangan bagi pembuat kebijakan, seperti yang selalu terjadi, adalah mengembangkan solusi yang efisien tanpa menghambat pertumbuhan bisnis dan pasar yang baru muncul.

Bagaimana dengan Bitcoin dan pajak?

Bitcoin bukanlah mata uang fiat dengan status sah di negara manapun, tetapi seringkali tetap terikat pada aturan kewajiban pajak terlepas dari media uang yang digunakan. Ada berbagai macam undang-undang di banyak negara yang dapat menyebabkan pajak pendapatan, penjualan, penggajian, laba, atau bentuk lain dari kewajiban pajak muncul dengan Bitcoin.

Bagaimana dengan Bitcoin dan perlindungan konsumen?

Bitcoin membebaskan penggunanya untuk bertransaksi dengan aturan mereka sendiri. Setiap pengguna dapat mengirim dan menerima pembayaran dalam cara yang mirip dengan uang tunai, tetapi mereka juga dapat mengambil bagian dalam kontrak yang lebih rumit. Tanda tangan berganda memungkinkan transaksi untuk dapat diterima oleh jaringan hanya jika sejumlah orang dalam kelompok tertentu setuju untuk menandatangani transaksi. Hal ini memungkinkan layanan mediasi sengketa inovatif untuk dikembangkan di masa depan. Layanan tersebut dapat memungkinkan pihak ketiga untuk menyetujui atau menolak transaksi dalam kasus perselisihan antara pihak-pihak lain tanpa memiliki kontrol atas uang mereka. Berbeda dengan uang tunai dan metode pembayaran lainnya, Bitcoin selalu meninggalkan bukti publik bahwa transaksi itu terjadi, yang dapat berpotensi digunakan dalam bukti penelusuran terhadap bisnis dengan praktik penipuan.

Perlu dicatat bahwa meski penjual biasanya bergantung pada reputasi publik mereka untuk mempertahankan bisnis dan menggaji karyawan, namun mereka tidak memiliki akses ke level informasi yang sama saat berhubungan dengan pelanggan baru. Cara kerja Bitcoin memungkinkan individu dan pelaku bisnis untuk dilindungi dari penipuan dan chargeback, sembari memberikan pilihan kepada konsumen untuk meminta pengamanan lebih saat mereka tidak mempercayai penjual tertentu.

Ekonomi

Bagaimana bitcoin dibuat?

Bitcoin baru tercipta dari sebuah proses kompetitif dan desentralisasi yang disebut “penambangan”. Dalam proses ini, individu mendapat hadiah dari jaringan atas layanan yang mereka berikan. Para penambang Bitcoin memroses transaksi dan mengamankan jaringan menggunakan perangkat keras khusus dan sebagai gantinya mendapat bitcoin baru.

Protokol Bitcoin didesain sedemikian rupa sehingga bitcoin baru dibuat dengan nilai tetap. Hal ini membuat penambangan Bitcoin menjadi bisnis yang sangat kompetitif. Ketika semakin banyak penambang bergabung pada jaringan, menjadi semakin sulit untuk mendapatkan keuntungan dan penambang harus mencari cara paling efisien untuk memotong biaya operasional. Tidak ada pemegang kekuasan utama ataupun pengembang yang memiliki kekuatan untuk mengontrol ataupun memanipulasi sistem untuk meningkatkan keuntungan pribadi. Setiap koneksi Bitcoin di seluruh dunia akan menolak apapun yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bitcoin diciptakan dengan tingkat yang dapat diprediksi dan semakin menurun. Jumlah bitcoin yang diciptakan setiap tahunnya secara otomatis berkurang separuh hingga penerbitan bitcoin berhenti sepenuhnya saat jumlah totalnya mencapai 21 juta bitcoin. Saat ini, penambang Bitcoin kemungkinan akan didukung secara eksklusif oleh sejumlah biaya-biaya transaksi bernominal kecil.

Mengapa bitcoin memiliki nilai?

Bitcoin memiliki nilai karena berguna sepeti layaknya uang. Bitcoin memiliki sifat-sifat uang (tahan lama, ringkas, bisa ditukarkan, langka, bisa dibagi, dan bisa dikenali) berdasarkan rumusan matematika daripada berdasarkan pada bentuk fisik (seperti emas dan perak) ataupun kepercayaan pada pihak pusat (seperti mata uang fiat). Singkat kata, Bitcoin didukung oleh matematika. Dengan atribut-atribut ini, semua yang diperlukan dari uang untuk memiliki nilai tukar adalah kepercayaan dan penerimaan. Dalam kasus Bitcoin, kondisi ini bisa diukur dengan pertumbuhan pengguna, penjual dan pengguna awal. Seperti mata uang lainnya, nilai bitcoin datang hanya dari orang-orang yang mau menerimanya sebagai alat pembayaran.

Apa yang menentukan harga bitcoin?

Harga bitcoin ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Ketika permintaan untuk bitcoin meningkat, harga meningkat dan ketika permintaan menurun, harga turun. Bitcoin yang sudah beredar jumlahnya terbatas dan bitcoin baru dibuat dengan tingkat yang dapat diprediksi dan menurun, yang berarti permintaan harus mengikuti besaran inflasi untuk menjaga harga tetap stabil. Karena Bitcoin masih merupakan pasar yang relatif kecil dibanding potensi yang sebenarnya bisa dicapai, maka tidak memerlukan jumlah uang yang besar untuk menggerakkan harga pasar naik atau turun, dan oleh karena itu harga bitcoin masih sangat mudah berubah.

Pergerakan harga Bitcoin dari waktu ke waktu:

Bisakah bitcoin menjadi tidak berharga?

Ya. Sejarah dipenuhi dengan mata uang yang gagal dan tidak lagi digunakan, seperti Mark Jerman selama pemerintahan Republik Weimar, dan yang terbaru adalah dolar Zimbabwe. Meskipun kegagalan mata uang pada umumnya terjadi karena jenis hiperinflasi yang tidak mungkin terjadi pada Bitcoin, selalu ada potensi terjadinya kegagalan teknis, persaingan mata uang, isu politik dan sebagainya. Sebagai aturan dasar yang utama, tidak ada mata uang yang bisa dianggap sangat aman dari kegagalan dan masa sulit. Bitcoin telah terbukti bisa diandalkan selama bertahun-tahun sejak pencanangannya dan berpotensi besar untuk terus tumbuh. Bagaimanapun juga, tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi bahwa masa depan akan memihak Bitcoin.

Apakah Bitcoin merupakan fenomena gelembung?

Peningkatan harga yang cepat tidak selalu merupakan fenomena gelembung. Penilaian berlebih yang dibuat-buat yang akan membawa pada penurunan koreksi secara drastis merupakan fenomena gelembung. Pilihan berdasarkan perilaku manusia oleh ratusan ribu pelaku pasar merupakan penyebab dari perubahan harga bitcoin sehingga pasar berusaha menemukan harga. Alasan perubahan perilaku bisa jadi termasuk hilangnya kepercayaan terhadap Bitcoin, perbedaan yang besar antara nilai dan harga tidak berdasarkan pada dasar ekonomi Bitcoin, peningkatan liputan pers yang memunculkan permintaan spekulatif, ketakutan akan ketidakpastian, dan antusiasme kuno yang berlebih dan keserakahan.

Apakah Bitcoin merupakan skema Ponzi?

Skema Ponzi adalah kegiatan penipuan investasi yang membayarkan laba kepada investor dari uang mereka sendiri, atau uang yang sudah dibayarkan oleh investor sebelumnya, dan bukan dari laba yang diterima oleh masing-masing individu yang menjalankan bisnis. Skema Ponzi didesain untuk hancur pada pendanaan investor terakhir ketika jumlah peserta baru sudah tidak mencukupi.

Bitcoin adalah proyek piranti lunak tanpa otoritas pusat. Konsekuensinya, tidak ada seorang pun yang dapat berlaku curang terkait dengan keuntungan investasi. Seperti mata uang utama pada umumnya seperti emas, dolar Amerika Serikat, euro, yen, dll. tidak ada garansi atas kemampuan membeli dan nilai tukar bergerak bebas. Hal ini membawa pada volatilitas di mana pemilik bitcoin bisa secara tidak terkira mendapatkan atau kehilangan uang. Di luar faktor spekulasi, Bitcoin juga merupakan sistem pembayaran yang berguna dan kompetitif yang sedang digunakan oleh ribuan pengguna dan bisnis.

Bukankah Bitcoin menguntungkan pengguna awal secara tidak adil?

Beberapa pengguna awal memiliki bitcoin dalam jumlah besar karena mereka mengambil risiko dan menginvestasikan waktu dan sumber daya pada teknologi yang belum terbukti, yang pada saat itu masih jarang digunakan dan belum memiliki keamanan yang memadai. Banyak para pengguna awal menghabiskan bitcoin dalam jumlah besar beberapa kali sebelum bitcoin menjadi berharga, atau membeli dalam jumlah kecil dan tidak mendapatkan keuntungan yang besar. Tidak ada jaminan bahwa harga bitcoin akan naik atau turun. Hal ini sangat mirip dengan berinvestasi pada tahap awal yang mungkin bisa memberikan nilai seiring kegunaan dan popularitasnya atau bahkan tidak pernah menjadi apapun. Bitcoin masih pada tahapan awal, dan telah dirancang untuk tujuan jangka panjang. Sulit dibayangkan bagaimana Bitcoin menguntungkan pengguna awal, karena pengguna Bitcoin hari ini bisa saja menjadi pengguna awal di kemudian hari, bisa juga tidak.

Tidakkah jumlah bitcoin yang terbatas menjadi kendala?

Bitcoin ini unik karena hanya akan ada 21 juta bitcoin yang dibuat. Namun demikian, ini tidak akan menjadi batasan karena nilai transaksi bisa dipecah menjadi bagian unit yang lebih kecil dari sebuah bitcoin, seperti bit – terdapat 1.000.000 bit dalam 1 bitcoin. Bitcoin dapat dibagi dalam maksimal 8 tempat desimal (0,000 000 01) dan bahkan memungkinkan unit yang lebih kecil jika diperlukan di masa mendatang seiring penurunan ukuran rata-rata transaksi.

Akankah Bitcoin jatuh dalam spiral deflasi?

Teori spiral deflasi menyatakan bahwa jika harga diperkirakan turun, orang akan memilih membeli di masa depan dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan dari harga yang lebih rendah. Penurunan permintaan ini akan menyebabkan penjual menurunkan harga mereka untuk mencoba merangsang permintaan, yang justru akan membuat masalah semakin buruk dan berujung pada depresi ekonomi.

Meskipun teori in merupakan cara yang populer untuk membenarkan inflasi bagi para bankir pusat, namun tidak selalu benar dan dianggap sebagai kontroversi oleh para ekonom. Barang elektronik adalah salah satu contoh dari sebuah pasar yang harganya selalu turun secara konstan tetapi tidak berarti sedang dalam masa depresi. Serupa dengan itu, nilai dari bitcoin telah turun selama ini akan tetapi besaran ekonomi Bitcoin juga telah tumbuh pesat. Karena nilai dari mata uang dan besaran ekonomi mulai dari nol pada tahun 2009, Bitcoin adalah contoh ketidaksesuaian yang menunjukkan bahwa sebuah teori terkadang bisa saja salah.

Meskipun pada kondisi ini, Bitcoin tidak didesain untuk mengalami penurunan nilai mata uang. Lebih tepatnya Bitcoin dibuat untuk mengalami inflasi di tahun-tahun awal dan menjadi stabil di tahun-tahun berikutnya. Satu-satunya kondisi di mana jumlah bitcoin dalam sirkulasi akan turun adalah jika orang-orang ceroboh kehilangan wallet mereka karena tidak membuat pencadangan. Dengan dasar keuangan dan ekonomi yang stabil, nilai dari mata uang harusnya tetap stabil.

Bukankah spekulasi dan ketidakpastian merupakan masalah bagi Bitcoin?

Ini adalah kondisi seperti perumpamaan “mana yang lebih dulu: telur atau ayam”. Agar harga bitcoin bisa stabil, ekonomi skala besar perlu berkembang dengan lebih banyak bisnis dan pengguna. Agar perekonomian skala besar berkembang, bisnis dan pengguna akan mencari kestabilan harga.

Untungnya, ketidakpastian tidak berpengaruh pada manfaat utama Bitcoin sebagai sistem pembayaran untuk mentransfer uang dari A ke B. Mudah bagi para pelaku bisnis untuk mengubah pembayaran bitcoin ke mata uang mereka secara instan, sehingga mereka mendapatkan keuntungan dari Bitcoin tanpa harus mengalami fluktuasi harga. Bitcoin menawarkan banyak fitur yang bermanfaat dan unik, karenanya banyak pengguna memilih menggunakan Bitcoin. Dengan solusi dan insentif yang demikian, sangat mungkin bahwa Bitcoin akan dewasa dan tumbuh hingga mencapai tahap di mana ketidakpastian/volatilitas nilainya sudah sangat berkurang.

Bagaimana jika seseorang membeli semua bitcoin yang ada?

Hanya sepersekian dari semua bitcoin yang telah diterbitkan saat ini yang dijual di pasar pertukaran. Pasar Bitcoin bersifat kompetitif, artinya harga bitcoin akan naik atau turun tergantung pada permintaan dan penawaran. Terlebih lagi, bitcoin baru akan terus diterbitkan dalam dekade-dekade mendatang. Karena itu bahkan pembeli yang paling ambisius tidak akan bisa membeli semua bitcoin yang ada sekarang. Meski demikian, situasi ini tidak mengindikasikan bahwa pasar tidak rentan terhadap manipulasi harga; masih tidak memerlukan jumlah uang yang banyak untuk menggerakkan harga pasar naik atau turun, sehingga sejauh ini Bitcoin masih tergolong aset yang mudah berubah.

Bagaimana jika seseorang menciptakan mata uang digital yang lebih baik?

Hal itu mungkin terjadi. Untuk saat ini, Bitcoin tetap menjadi mata uang virtual tak terpusat yang paling populer, akan tetapi tidak ada jaminan bahwa posisinya akan tetap demikian. Sudah ada seperangkat mata uang lain yang terinspirasi dari Bitcoin. Mungkin bisa diasumsikan bahwa pengembangan yang signifikan akan dibutuhkan oleh mata uang baru untuk mengambil alih Bitcoin dalam hal kemampuan membangun pasar; meskipun hal ini tetap tidak bisa diprediksi. Bitcoin kemungkinan juga bisa mengadopsi pengembangan yang dilakukan mata uang saingan, selama tidak mengubah dasar pokok dari protokol.

Transaksi

Mengapa saya harus menunggu konfirmasi?

Menerima notifikasi pembayaran hampir instan dengan Bitcoin. Namun ada penundaan sebelum jaringan mulai mengonfirmasi transaksi Anda dengan memasukkannya dalam blok dan sebelum Anda dapat menggunakan bitcoin yang Anda terima. Sebuah konfirmasi berarti ada konsensus pada jaringan bahwa bitcoin yang Anda terima belum dikirim ke orang lain dan masih dianggap sebagai milik Anda. Setelah transaksi Anda telah dimasukkan dalam satu blok, itu akan terus tertimbun di bawah setiap blok setelahnya, yang secara eksponensial akan mengonsolidasikan konsensus ini dan mengurangi risiko transaksi dibatalkan. Setiap transaksi butuh antara beberapa detik dan 90 menit, dengan rata-rata 10 menit. Setiap pengguna bebas menentukan pada titik mana sebuah transaksi sudah dikonfirmasi, tetapi 6 konfirmasi sering dianggap aman seperti halnya menunggu 6 bulan pada transaksi kartu kredit.

Berapa biaya transaksinya?

Sebagian besar transaksi bisa diproses tanpa biaya, tetapi pengguna yang mengirim transaksi gratis bisa menunggu beberapa hari atau minggu. Meskipun biaya dapat bertambah seiring waktu, biaya yang normal bernilai kecil. Secara umum, semua wallet Bitcoin yang didaftar di Bitcoin.org menmbahkan jumlah yang mereka anggap wajar ke dalam transaksi anda; kebanyakan wallet itu juga memberikan kesempatan untuk memeriksa kembali biaya tersebut sebelum transaksi dikirim.

Biaya transaksi digunakan untuk melindungi dari pengguna yang mengirim transaksi hanya untuk membebani jaringan saja, juga sebagai cara untuk membayar penambang karena telah melindungi jaringan. Cara kerja biaya transaksi ini masih sedang dikembangkan dan akan berubah dari waktu ke waktu. Karena biaya ini tidak berhubungan dengan jumlah bitcoin yang dikirim, maka mungkin akan tampak sangat rendah atau bahkan terlalu tinggi. Biaya itu ditentukan oleh atribut seperti jumlah byte dalam transaksi, sehingga menggunakan multisig atau memakai koin yang berasal dari beberapa transaksi sebelumnya akan memakan biaya lebih mahal dari transaksi biasa pada umumnya. Jika aktivitas anda mengikuti pola transaksi secara konvensional, maka anda tidak akan perlu untuk membayar biaya tinggi.

Apakah yang terjadi jika saya menerima sebuah bitcoin ketika komputer saya dalam keadaan mati?

Tidak masalah. Bitcoin akan muncul saat anda memulai aplikasi wallet anda. Bitcoin tidak benar-benar diterima oleh perangkat lunak pada komputer anda, mereka ditambahkan pada buku catatan publik yang dibagi antara semua perangkat pada jaringan. Jika anda menerima bitcoin saat program klien wallet anda tidak berjalan dan nanti di jalankan kembali, maka program tersebut akan mengunduh seluruh blok dan akan merekam segala jenis transaksi yang belum diketahui, hingga bitcoin akhirnya akan muncul seolah-olah baru saja diterima saat itu. Wallet anda hanya diperlukan bila anda ingin membelanjakan bitcoin.

Apa yang dimaksud dengan “sinkronisasi” dan mengapa butuh waktu lama sekali?

Sinkronisasi yang lama hanya diperlukan dengan klien koneksi penuh seperti Bitcoin Core. Secara teknis, sinkronisasi adalah proses mengunduh dan memverifikasi semua transaksi Bitcoin sebelumnya pada jaringan. Beberapa klien Bitcoin perlu memperhatikan semua transaksi sebelumnya untuk menghitung saldo yang tersisa pada wallet Bitcoin anda dan membuat transaksi baru. Langkah ini dapat memerlukan banyak sumber daya, bandwith dan penyimpanan yang cukup untuk mengakomodasi rantai block ukuran penuh. Agar Bitcoin tetap aman, beberapa orang harus tetap menggunakan klien full node karena mereka bertugas memvalidasi dan menyiarkan ulang transaksi.

Penambangan

Apa itu penambangan Bitcoin?

Penambangan adalah proses pengeluaran daya komputasi untuk memproses transaksi, mengamankan jaringan, dan membuat semua orang dalam sistem tersinkronisasi bersama-sama. Hal ini bisa diumpamakan seperti pusat data Bitcoin, kecuali bahwa ini telah dirancang untuk sepenuhnya tidak terpusat dengan penambang yang beroperasi di semua negara dan tidak ada individu yang memiliki kontrol atas jaringan. Proses ini disebut dengan “penambangan” sebagai analogi seperti penambangan emas, karena merupakan mekanisme sementara yang digunakan untuk menerbitkan bitcoin baru. Tetapi tidak seperti pertambangan emas, penambangan Bitcoin memberikan imbalan sebagai bentuk pertukaran atas layanan yang berguna yang diperlukan untuk mengoperasikan jaringan pembayaran yang aman. Penambangan masih akan diperlukan setelah bitcoin terakhir diterbitkan.

Bagaimana cara kerja penambangan Bitcoin?

Setiap orang bisa menjadi penambang Bitcoin dengan cara menjalankan perangkat lunak dengan perangkat keras tertentu. Perangkat lunak untuk penambangan memantau siaran transaksi melalui jaringan peer-to-peer dan melakukan tugas-tugas tertentu untuk memroses dan mengonfirmasi transaksi-transaksi ini. Para penambang Bitcoin melakukan pekerjaan ini karena mereka dapat memperoleh biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna untuk pemrosesan transaksi yang lebih cepat, dan bitcoin baru pun diterbitkan berdasarkan suatu rumus tetap.

Agar transaksi baru bisa dikonfirmasi, perlu dimasukkan ke dalam blok bersama dengan bukti matematis dari kinerja tersebut. Bukti tersebut sangatlah sulit dibuat karena tidak ada cara untuk membuatnya selain dengan mencoba miliaran kalkulasi per detik. Hal ini memerlukan penambang untuk melakukan perhitungan ini sebelum blok mereka diterima oleh jaringan dan sebelum mereka mendapat imbalan. Seiring makin banyak orang yang mulai menambang, kesulitan untuk menemukan blok yang valid secara otomatis ditingkatkan oleh jaringan untuk memastikan bahwa waktu rata-rata untuk menemukan blok tetap sekitar 10 menit. Akibatnya, penambangan adalah bisnis yang sangat kompetitif di mana tidak ada penambang perorangan dapat mengontrol apa yang ada dalam rantai blok.

Bukti kinerja tersebut juga didesain untuk bergantung pada blok sebelumnya untuk memaksakan urutan kronologis dalam rantai-blok. Hal ini membuatnya sulit secara eksponensial untuk membatalkan transaksi sebelumnya karena memerlukan penghitungan ulang dari bukti-bukti kinerja dari semua blok berikutnya. Ketika dua blok ditemukan pada saat bersamaan, penambang akan mengerjakan blok pertama yang mereka terima dan berganti ke rantai terpanjang dari blok segera setelah blok berikutnya ditemukan. Ini memungkinkan penambangan untuk mengamankan dan mempertahankan konsensus global berdasarkan kekuatan pemrosesan.

Penambang Bitcoin tidak bisa berlaku curang dengan meningkatkan hadiah mereka sendiri, juga tidak bisa memproses transaksi curang yang bisa merusak jaringan Bitcoin karena semua koneksi Bitcoin akan menolak segala jenis blok yang mengandung data tidak sah berdasarkan peraturan dari protokol Bitcoin. Dengan demikian, jaringan tetap aman meski tidak semua penambang Bitcoin bisa dipercaya.

Bukankah penambangan Bitcoin menyia-nyiakan energi?

Menghabiskan energi untuk mengamankan dan menjalankan sistem pembayaran adalah sesuatu yang tidak sia-sia. Seperti layanan pembayaran lainnya, penggunaan Bitcoin diikuti oleh adanya biaya proses pembuatan. Layanan yang diperlukan untuk menjalankan berbagai sistem keuangan yang sudah ada seperti bank, kartu kredit dan kendaraan bersenjata juga memerlukan banyak energi. Meskipun tidak seperti Bitcoin, total konsumsi energi mereka tidak transparan dan tidak bisa diukur dengan mudah.

Penambangan Bitcoin telah didesain untuk makin optimal seiring berjalannya waktu dengan perangkat keras khusus yang membutuhkan lebih sedikit energi, dan biaya pelaksanaan penambangan akan semakin sesuai dengan permintaan. Ketika penambangan Bitcoin menjadi terlalu kompetitif dan kurang menguntungkan, beberapa penambang memilih untuk berhenti dari aktifitasnya. Terlebih lagi, seluruh tenaga yang dikeluarkan penambang sebenarnya berubah menjadi panas, dan penambang yang paling diuntungkan adalah mereka yang bisa memanfaatkan kondisi panas ini. Jaringan penambangan yang optimal dan efisien adalah yang tidak memakan energi ekstra. Meskipun ini tergolong kondisi ideal, nilai ekonomis dari kegiatan penambangan membuat para penambang berusaha keras dalam aktifitas ini.

Bagaimana penambangan membantu mengamankan Bitcoin?

Penambangan hampir serupa seperti lotre kompetitif yang membuat semua orang sulit untuk menambahkan blok-blok transaksi baru ke dalam rantai-blok. Ini melindungi netralitas jaringan dengan mencegah siapapun mendapat kekuasaan untuk memblokir transaksi tertentu. Mekanisme ini juga mencegah siapapun mengganti bagian-bagian dari rantai-blok untuk menarik kembali uang yang mereka belanjakan, yang bisa digunakan sebagai penipuan terhadap pengguna lain. Penambangan membuat sangat sulit secara eksponensial untuk membatalkan transaksi yang telah terjadi dengan meminta penulisan ulang semua blok setelah transaksi tersebut.

Apa yang saya butuhkan untuk mulai menambang?

Pada awal kemunculan Bitcoin, siapa saja bisa menemukan blok baru dengan menggunakan CPU komputer mereka. Seiring dengan makin banyaknya orang yang mulai menambang, makin sulit untuk menemukan blok baru hingga sampai pada level di mana hanya metode yang paling ramah biaya untuk menemukan blok baru adalah dengan menggunakan perangkat keras khusus. Anda dapat mengunjungi BitcoinMining.com untuk informasi lebih lanjut.

Keamanan

Apakah Bitcoin aman?

Teknologi Bitcoin – protokol dan kriptografi – memiliki catatan rekor keamanan yang kuat, dan jaringan Bitcoin kemungkinan menjadi proyek penghitungan terdistribusi yang terbesar di dunia. Kelemahan Bitcoin yang paling umum terletak pada kesalahan penggunanya. Data-data wallet Bitcoin yang menyimpan kunci pribadi dapat terhapus tanpa sengaja, hilang, atau dicuri. Hal ini serupa dengan uang tunai fisik yang disimpan dalam bentuk digital. Untungnya, pengguna dapat menerapkan langkah-langkah pengamanan untuk melindungi uang mereka atau menggunakan jasa penyedia layanan yang menawarkan keamanan tingkat tinggi dan asuransi terhadap pencurian atau kehilangan.

Pernahkah Bitcoin diretas pada masa lalu?

Aturan protokol dan kriptografi yang digunakan oleh Bitcoin masih bekerja bertahun-tahun setelah dibuat pertama kali, yang merupakan pertanda bagus bahwa konsep ini didesain dengan baik. Meski demikian, kelemahan keamanan telah ditemukan dan diperbaiki seiring waktu dengan penerapan berbagai perangkat lunak. Seperti perangkat lunak lainnya, keamanan dari perangkat lunak Bitcoin bergantung pada kecepatan menemukan dan mengatasi masalah. Semakin banyak masalah yang ditemukan, semakin Bitcoin mencapai kematangan.

Sering terjadi kesalahan pemahaman tentang pencurian dan peretasan keamanan yang terjadi pada berbagai tempat penukaran dan bisnis lainnya. Meskipun hal-hal itu merupakan musibah, tidak ada satupun dari hal tersebut melibatkan Bitcoin telah diretas, tidak pula berarti ada kelemahan dalam Bitcoin. Sama seperti adanya perampokan bank bukan berarti mata uang dolar telah melemah atau tercemar. Bagaimanapun juga, memang penerapan keamanan yang bagus dan berbagai solusi keamanan dibutuhkan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi keamanan uang pengguna, dan untuk mengurangi risiko terjadinya pencurian dan kehilangan. Beberapa tahun terakhir, sistem keamanan telah berkembang dengan cepat, seperti enkripsi wallet, wallet offline, wallet perangkat keras, dan transaksi multi-signature.

Bisakah pengguna berkolusi melawan Bitcoin?

Sungguh tidak mungkin untuk dapat mengubah protokol bitcoin semudah itu. Klien Bitcoin yang tidak mentaati aturan yang berlaku tidak dapat memaksakan peraturan mereka kepada pengguna lain. Berdasarkan spesifikasi saat ini, double spending tidak mungkin bisa terjadi pada rantai blok yang sama, demikian juga dengan penggunaan bitcoin tanpa ada tanda tangan yang valid. Karena itu, tidak mungkin dapat menciptakan jumlah bitcoin baru yang tidak terkontrol, membelanjakan uang pengguna lain, merusak jaringan, atau yang lain semacam itu.

Namun, penambang skala besar dapat seenaknya memilih untuk memblokir atau membatalkan transaksi-transaksi terbaru. Mayoritas pengguna juga dapat memberikan tekanan untik mengadopsi beberapa perubahan. Karena Bitcoin hanya bekerja dengan tepat bila semua pengguna dapat mencapai konsensus secara penuh, maka untuk dapat mengubah protokol Bitcoin akan menjadi cukup sulit dan membutuhkan mayoritas pengguna untuk mengadopsi perubahan itu sehingga sisa pengguna lainnya hampir tidak punya pilihan lagi selain mengikuti. Sebagai aturan umum, sulit untuk membayangkan mengapa pengguna Bitcoin akan memilih untuk mengadopsi perubahan yang berpotensi membahayakan uang mereka sendiri.

Apakah Bitcoin rentan terhadap komputerisasi kuantum?

Ya, kebanyakan dari sistem yang mengandalkan pada kriptografi secara umum adalah, termasuk juga sistem perbankan tradisional. Namun, komputer kuantum masih belum ada, dan mungkin belum akan ada dalam waktu dekat ini. Bahkan seandainya saat nanti komputer quantum bisa menjadi ancaman serius bagi Bitcoin, protokol sudah bisa ditingkatkan ke tahap algoritma post-kuantum. Mengingat pentingnya pembaruan ini, diharapkan bahwa hal ini akan ditinjau secara mendalam oleh para pengembang dan diadopsi oleh seluruh pengguna Bitcoin.

Bantuan

Saya ingin mempelajari lebih lanjut. Di mana saya bisa mendapatkan bantuan?

Anda dapat menemukan lebih banyak informasi dan bantuan pada halaman sumber dan komunitas atau pada halamanFAQ Wiki.

Apa itu Bitcoin? Bagaimana Bentuknya? Dan Apa Fungsinya?

Apa itu bitcoin? Anda mungkin saja satu dari sekian banyak orang yang penasaran kok harga bitcoin terus melonjak. Sebenarnya apa itu bitcoin?

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Apa itu Bitcoin?

Banyak orang berpikir bahwa Bitcoin adalah hal yang sangat membingungkan, padahal Bitcoin adalah sesuatu yang dapat dimengerti secara sederhana.

Jika ditanya apa itu bitcoin (disingkat BTC), maka penjelasan yang paling sederhana adalah:

Bitcoin adalah sistem kas transaksi global yang terdesentralisasi.

Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh penemunya (dilansir dalam Bitcoin.org), sebenarnya Bitcoin adalah:

A purely peer-to-peer version of electronic cash would allow online payments to be sent directly from one party to another without going through a financial institution.

Pernahkah Anda terbayang bagaimana sistem transaksi (jual, beli, transfer uang) terjadi? Ya selalu ada pihak ketiga yang menjadi penengah, misal: bank (transfer antar bank), Visa, Mastercard, Paypal dan lain sebagainya.

Apakah Anda (dari Indonesia) pernah membeli barang di Amazon atau Paypal? Seperti apa kira-kira sistem pembayaran ke luar negeri? Contoh Anda menggunakan kartu kredit yang ada logo Visa, nah kira-kira bagaimana pembayaran tersebut bisa berjalan?

Kartu kredit visa dan mastercard, dua jenis kartu kredit yang sering digunakan untuk pembayaran online di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bersama setiap institusi penyedia jasa keuangan (termasuk bank) pasti memiliki buku akuntansi mereka. Pastinya ada waktu, tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat menjalankan transaksi tersebut. Itu sebabnya kita (para customer) dikenai biaya tambahan (charge).

Melanjutkan diskusi awal kita, apa itu Bitcoin? Bitcoin mengganti dan mengubah sistem buku-buku kas tersebut ke dalam satu sistem akuntansi global. Tentu saja manfaatnya adalah mengurangi waktu dan biaya.

Siapakah yang Menciptakan Bitcoin?

Ada banyak orang yang mengatakan bahwa Bitcoin diciptakan oleh seseorang, padahal setiap penemuan besar selalu dilakukan oleh sekelompok orang (satu tim).

Bitcoin ditemukan oleh tim atau sekelompok orang dengan nama Satoshi Nakamoto.

Sistem Bitcoin yang dirancang oleh Satoshi bersifat open manner, artinya kode pemrograman tersebut dapat dilihat dan diperiksa oleh semua orang di dunia.

Jadi, tidak ada rahasia yang tersembunyi dan penciptanya tidak memiliki konflik kepentingan (conflict of interest).

Dokumen Satoshi Whitepaper yang menjelaskan sistem Bitcoin

Jika Anda tertarik untuk mengetahui seperti apa bahasa pemrograman atau algoritma Bitcoin, maka Anda dapat riset Satoshi Whitepaper.

Jurnal berisi 9 halaman tersebut menjelaskan matematika dan algoritma sebuah Bitcoin. Anda dapat men-download materi jurnal tersebut di Bitcoin.org (documentation).

3 Karakteristik Bitcoin

Penulis yakin, selain ingin tahu apa itu Bitcoin, Anda masih ingin tahu kan sebenarnya apa fungsinya? Apakah aman transaksi dengan Bitcoin? dan lain sebagainya.

Yuk langsung saja kita bahas karakteristik Bitcoin.

Karakteristik 1: Bitcoin sebagai Sistem Pembayaran

Pernahkah Anda terbayang bagaimana sistem pembayaran itu berlangsung?

Ribuan tahun yang lalu, ketika manusia masih belum mengenal mata uang (currency), mereka melakukan perdagangan dengan menggunakan sistem barter.

Contoh mereka menukarkan beras dengan jagung dan lain sebagianya.

Setelah manusia mengenal mata uang (currency), maka manusia melakukan perdagangan dengan menggunakan uang tunai.

Sama seperti saya dan Anda yang melakukan proses perdagangan dengan sistem bayar tunai, debit atau kartu kredit.

Sekarang ini belanja online dengan kartu kredit, ke depan belanja online dapat memanfaatkan mata uang digital (Cryptocurrency)

Sekarang sudah zamannya perdagangan online, Anda tentunya tidak hanya membeli barang melalui website di Indonesia (misal: Tokopedia, BukaLapak, Shopee, dan lain sebagainya), tetapi Anda juga dapat membeli barang-barang dari website luar negeri (misal: Amazon, eBay, dan lain sebagainya).

Pertanyaannya bagaimana cara memindahkan uang secara online?

Harus diakui sistem yang ada memang cukup rumit, karena bank dan layanan kartu kredit menggunakan sistem ledger system (sistem kas).

Sistem kas tersebut menunjukkan sejarah (riwayat akun) serta menunjukkan siapa (orangnya) yang membeli apa (mata uang) dan berapa (besarnya).

Ketika Budi melakukan transfer uang online ke Anton, bank yang akan menjalankan transfer uang dari Budi ke Anton. Apakah proses transfer tersebut dapat dilakukan sendiri? Maksudnya apakah Budi dapat berperan sebagai bank?

Budi tentu saja tidak dapat berperan sebagai bank. Budi harus menggunakan fasilitas bank (contoh mesin ATM, internet banking, sms banking, mobile banking, dan lain sebagainya) untuk melakukan sendiri proses transfer.

Kenapa tidak bisa?

Karena ditakutkan ada risiko kecurangan. Bank memastikan proses tersebut aman, artinya tidak dapat disalin (copy), tidak dapat di tempel (paste) dan tidak dapat dikirimkan kepada dua orang yang berbeda.

Dibalik layar, semua proses pembayaran online tersebut adalah perpindahan data angka dari satu bank ke bank lainnya.

Apakah ada kemungkinan oknum bank atau pihak ketiga ada yang berbuat nakal? Selalu ada saja, oleh karena itu bank melakukan proses manajemen risiko. Kita sebagai nasabah bank, pastinya percaya bahwa bank yang kita gunakan jujur dan tidak melakukan kecurangan.

Proses transfer dalam satu bank adalah hal yang mudah dilakukan, karena sistem kas nya sama dan berada dalam satu sistem besar. Permasalahan timbul jika transfer antar bank (baik di dalam negeri maupun transfer ke luar negeri).

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Bank yang menerima uang pastinya akan mencocokkan sistem kas dengan bank pengirim. Bank harus bekerja dengan sistem yang prudent dan penuh kehati-hatian.

Oleh sebab itu jangan heran, jika Anda sebagai nasabah dikenai biaya transfer. Plus ada waktu (bisa jadi langsung atau menunggu satu hari).

Sistem tersebut akan menjadi lebih kompleks jika berbeda negara. Bank harus mencocokkan sistem pembayaran, regulasi antar negara, biaya, waktu transfer bertambah dan lain sebagainya.

Bitcoin sebagai Solusi Pembayaran

Bitcoin datang sebagai salah satu solusi mata uang digital. Bitcoin adalah satu sistem kas yang melakukan sinkronisasi di seluruh internet. Jadi, semua orang dapat mengakses akun kas yang sama secara real time terlepas siapa dan dimana ia berada.

Apa manfaatnya untuk Anda? Uang dapat ditransfer dari ke pihak lainnya tanpa keterlambatan (proses real time) dan tanpa biaya yang tinggi. Seperti ketika uang digunakan dulunya, sebelum dunia menjadi begitu besar dan rumit.

ASPEK HUKUM BISNIS TOKO MODERN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA KECIL DAN PASAR TRADISIONAL DITINJAU DARI PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT

ASPEK HUKUM BISNIS TOKO MODERN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA

KECIL DAN PASAR TRADISIONAL DITINJAU DARI PERSAINGAN USAHA YANG

legal aspects of modern store business and the sustainability of small businesses And

Traditional Market Viewed From Fair Competition

Dita ayuning Dyah Radina, Iswi Hariyani, Fendy Setiawan Jurusan Perdata Humas, Fakultas hukum, Universitas Jember

Jalan Kalimantan 37 Jember 68121 [email protected]

Munculnya bisnis toko modern berhadapan dengan usaha kecil dan pasar tradisional memunculkan iklim persaingan usaha tidak sehat sehingga seringkali melanggar Undang-Undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Artikel ini mengangkat permasalahan tentang (1) apa latar belakang timbulnya bisnis toko modern dan pasar tradisional, (2) bagaimana tanggung jawab hukum bisnis toko modern dalam menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta (3) apa upaya yang dapat dilakukan oleh pedagang pasar tradisional terhadap penguasaan pasar dan pelaku bisnis toko modern. Permasalahan dijawab melalui penelitian yang bertipe yuridis normatif (legal research), dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dan dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan disertai bahan nonhukum. Kesimpulan yang ditarik bersifat preskriptif dan terapan sebagai berikut. Perkembangan bisnis toko modern dimulai dari tahun 1960-an sampai 1990-an dan semakin berkembang pesat. Perkembangan pasar tradisional dimulai dari sebelum berdirinya negara Indonesia. Pasar ada berbagai jenis, bentuk, dan klasifikasi. Tanggung jawab terhadap pasar tradisional dan usaha kecil adalah bagaimana bisnis toko modern mematuhi Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Agar toko modern dapat mematuhi peraturan presiden tersebut, maka perlu Peraturan Daerah yang jelas sehingga menunjang terbentuknya persaingan usaha yang sehat dengan pengawasan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Kata kunci: aspek hukum, bisnis toko modern, usaha kecil, pasar tradisional, persaingan usaha.

The emergence of modern store business dealing with small businesses and traditional markets led to unfair business

competition climate so often violated Law No. 5 of 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair

Business Competition. This article raised concerns about (1) what is the background of the emergence of modern retail and

traditional markets, (2) how the legal responsibilities of store business in creating healthy competition, and (3) what efforts

should be made by traditional traders to market control and modern store businesses. Issues addressed through research-

type normative (legal research), using the approach statute approach and the conceptual approach, and using primary

legal materials, secondary legal materials, and nonlegal materials. Prescriptive conclusions drawn and applied as follows.

The development of the modern retail business starting from the 1960s until the 1990s and is growing rapidly. Development

of the market traditionally starts from before the founding of the state of Indonesia. Market there are different types, shapes,

and classification. Responsibility for the traditional markets and small businesses is how modern store business comply with

Presidential Decree No. 112 of 2007 on Management and Development of Traditional Markets, Shopping Centers and

Stores Modern. Modern store in order to comply with the presidential decree, it is necessary to clear local regulation,

which supports the formation of healthy competition with the supervision of the Business Competition Supervisory

Key words:legal aspects, the modern store business, small business, traditional markets, business competition.

500.000 jiwa dan hal ini Keberadaan toko-toko tradisional

masih cukup diperlukan dalam konteks untuk melayani Adanya kesenjangan antara total penduduk Indonesia segmen ekonomi bawah. Namun, kemajuan teknologi dan cukup besar, dimana satu toko modern masih harus melayani tuntutan pemenuhan kebutuhan konsumen yang terus meningkat mendorong adanya orientasi dalam lingkup bisnis toko moder

pertumbuhan gerai minimarket yang

3. Undang-undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

Berbagai informasi dan data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis), baik dalam menganalisis aspek hukum bisnis toko modern, maupun peraturan perundang-undangan, untuk selanjutnya ditarik kesimpulan. Terkait dengan hal tersebut, peneliti ingin mencari kesesuaian dan relevansi aturan-aturan atau pasal-pasal yang terkait dengan aspek hukum bisnis ritel terhadap keberlangsungan usaha kecil dan pasar tradisional.

dari media elektronik yang bersumber dari internet dan kamus umum. Metode yang biasa digunakan di dalam penalaran hukum adalah metode deduksi, yang berpangkal dari pengajuan premis mayor kemudian diajukan premis minor. Berdasar kedua premis ini akan ditarik suatu kesimpulan atau conclusion.

Bahan non hukum yang dipergunakan berupa data

Bahan hukum sekunder berupa semua publikasi tentang hukum yang bukan merupakan dokumen-dokumen resmi. Publikasi tentang hukum meliputi buku-buku teks, kamus-kamus hukum, jurnal-jurnal hukum, dan komentar- komentar atas putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah buku- buku literatur, kamus hukum, dan tulisan-tulisan tentang hukum

53 tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

6. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.

5. Peraturan Presiden No. 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan;

4. Undang Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata);

fenomenal. Jika pada 2007 total gerai minimarket hanya 8.889 maka pada 2020 melonjak pesat hingga mencapai sekitar 15.538 buah. Sedangkan pada 2020 diperkirakan akan meningkat menjadi 16.720 gerai. Pertumbuhan bisnis minimarket ini didominasi oleh pertumbuhan outlet-outlet minimarket yang semakin bertambah, dan frekuensi pertambahan jaringan relatif cepat dan penyebaran yang cukup luas, baik melalui pola pengelolaan sendiri (reguler) maupun melalui sistem waralaba (franchise Perkembangan teknologi juga dibarengi perubahan penataan toko yang terkesan modern Beberapa alasan mengapa bisnis ini makin diminati adalah konsumen cenderung memilih berbelanja di pasar modern dari pada di pasar tradisional karena alasan yang amat sederhana yaitu tempat ber-AC, rak-rak tertata rapi dan bersih, pelayanan yang memuaskan, ditambah dengan teknologi dalam pembayaran yang sudah menggunakan komputer, dan harga barang yang ditawarkan tidak berbeda dengan harga barang yang dijual di pasar tradisional. Bisnis ritel sendiri mempunyai format tersendiri.

1. Undang Undang Dasar 1945;

penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma yang ada dalam hukum positif. Penelitian yuridis normatif (Legal Research) dilakukan dengan cara mengkaji berbagai aturan hukum yang bersifat formal seperti undang-undang, peraturan- peraturan serta literatur-literatur yang berisi konsep-konsep teoritis yang dikaitkan dengan permasalahan yang menjadi pokok bahasan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach Pendekatan undang-undang (statute approach) dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani. pendekatan konseptual (conceptual approach) dilakukan dengan beranjak dari pandangan-pandangan dan doktrin- doktrin yang berkembang di dalam ilmu hukum. Peraturan hukum positif yang digunakan untuk memecahkan isu hukum yang timbul adalah Undang-undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Bahan hukum primer merupakan bahan hukum yang bersifat autoritatif artinya mempunyai autoritas. Bahan-bahan hukum primer terdiri atas perundang- undangan, catatan-catatan resmi atau risalah dalam pembuatan perundang-undangan dan putusan-putusan hakim. Adapun bahan hukum primer yang digunakan dalam skripsi ini yaitu:

Research) yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji

Metode digunakan agar dalam skripsi ini dapat mendekati kesempurnaan yang bersifat sistematik dalam penelitiannya. Tipe penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini secara yuridis normatif (Legal

Pengertian toko modern sebenarnya telah diatur dalam Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Pengertian toko modern menurut Pasal 1 angka 5 Perpres No. 112/2007 adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan. Setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi mayarakat sekitar serta jarak antara toko modern dengan pasar tradisional yang telah a Dengan lebih mudahnya Pemerintah Daerah mengeluarkan izin usaha maka toko modern-toko modern akan lebih menjamur dan meresahkan usaha kecil dan pasar tradisional. Untuk itu perlu diketahui latar belakang berdirinya pasar tradisional dan modern juga bagaimana tanggung jawabnya untuk menciptakan persaingan sehat dan kepada pasar tradisional?

convenience store , departemen store, dan specialty store.

Bisnis ritel yang saat ini berkembang pesat di Indonesia adalah hypermarket, supermarket, minimarket atau

Langkah selanjutnya yang digunakan dalam melakukan suatu penelitian hukum yaitu mengidentifikasi fakta hukum dan mengeliminir hal-hal yang tidak relevan untuk menetapkan isu hukum yang hendak dipecahkan, kemudian melakukan pengumpulan bahan-bahan hukum dan bahan-bahan non hukum yang sekiranya dipandang mempunyai relevansi dengan permasalahan. Setelah itu melakukan telaah atas isu hukum yang diajukan berdasarkan

Konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Ada dua peran di pasar: pembeli dan penjual dan pasar sendiri bisa di klasifikasikan sebagai berikut: Pasar tradisional,pasar modern,pasar lokal, pasar nasional, pasar daerah,pasar internasional, pasar konkret dan abstrak, pasar barang konsumsi dan pasar barang produksi, pasar harian,bulanan, tahunan, temporer, pasar persaingan

telah lahir dalam abad 10. Secara formal tercatat dalam prasasti masa kerajaan Mpu Sindok dengan istilah Pekan. Pasar tradisional dalam awal-awal keberadaannya memiliki peranan yang penting dalam perkembangan wilayah dan terbentuknya kota. Sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, pasar tradisional telah mendorong tumbuhnya permukiman-permukiman dan aktivitas sosial-ekonomi lainnya di sekitar pasar tersebut, dan pada tahap selanjutnya berkembang menjadi pusat pemerintahan. Jasa besar pasar tradisional (tentunya dengan pelaku-pelaku di dalam pasar tersebut), hampir tidak terbantahkan terutama jika kita lihat sejarah berdirinya hampir seluruh kota di Indonesia. sejalan dengan perkembangan zaman, jasa besar pasar tradisional dan para pelaku di dalamnya mulai terlupakan. Pasar tradisional sekarang dipandang sebagai daerah yang kumuh dan ruwet, yang telah menyebabkan rusaknya keindahan kota serta menimbulkan kemacetan lalu lintas perkotaan. Oleh karenanya, pasar tradisional ini harus disingkirkan jauh-jauh dari kota. Pandangan ini yang kemudian menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Di Daerah, sehingga muncullah berbagai kebijakan di daerah yang berakibat pada penggusuran pasar tradisional ke pinggiran kota. Selain penggusuran yang sudah terjadi, dalam berbagai rencana tata ruang juga terlihat adanya keinginan kuat dari pemerintah- pemerintah di daerah untuk menggusur pasar tradisional.

Ancient History (1996), dinyatakan bahwa pasar tradisional

Pasar tradisional di Indonesia sudah ada pada jaman sebelum adanya Pemerintahan Indonesia, baik pada masa penjajahan maupun kerajaan. Dari Indonesian Heritage,

modern ada yang sudah menyadari pentingnya kemitraan dengan pasar rakyat. Sudah banyak pengelola pasar modern yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha rakyat untuk memasarkan produk, baik dengan cara menyediakan ruang untuk berjualan maupun menjadikan mereka sebagai rekanan pemasok barang. Kegiatan positif semacam ini harusnya didorong oleh Pemerintah agar semakin mempererat kemitraan usaha antara pengusaha toko modern dan pelaku usaha rakyat

Beberapa pengelola pasar

Dalam 6 tahun terakhir, perkembangan ketiga format modern market di atas sangatlah tinggi. Konsepnya yang modern, adanya sentuhan teknologi dan mampu memenuhi perkembangan gaya hidup konsumen telah memberikan nilai lebih dibandingkan dengan market tradisional. Ada pula data terbaru dari Aprindo yang memperkirakan pertumbuhan bisnis toko modern di tanah air tahun 2020 mencapai 15%. Pertumbuhan ini didorong oleh pertambahan gerai baru yang diproyeksikan mencapai 2.500 gerai, yang terdiri atas 2.000 gerai minimarket dan 500 gerai supermarket besar. Guna mengantisipasi pertumbuhan pasar modern yang semain pesat, Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan berencana merevisi peraturan tentang pasar swasta termasuk minimarket, agar pertumbuhan pasar modern tidak sampai mematikan pasar rakyat. Di sisi lain, pasar rakyat diharapkan juga dapat berbenah diri guna memenuhi tuntutan konsumen yang semakin meningkat

bahan-bahan yang telah dikumpulkan. Lalu ditarik suatu kesimpulan dalam bentuk argumentasi yang menjawab isu hukum. Langkah yang terakhir yaitu memberikan perskripsi berdasarkan argumentasi yang telah dibangun di dalam kesimpula

Berdasarkan definisi yang tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. 112/Th. 2007, dikatakan bahwa Format Pasar Swalayan dikategorikan sebagai berikut:

yang telah disediakan. Saat ini banyak orang cukup familiar dengan istilah “Pasar Swalayan”.

Modern market digambarkan secara sederhana sebagai suatu tempat menjual barang-barang makanan atau nonmakanan, barang jadi atau bahan olahan, kebutuhan harian atau lainnya yang menggunakan format self service dan menjalankan sistem swalayan yaitu konsumen membayar di kasi

5. Department Stor

4. Speciality store/convenience store

Bisnis ritel modern di Indonesia sebenarnya sudah dimulai dari tahun 1960-an. Bisnis toko modern di Indonesia bisa dikatakan berkembang dalam level yang sangat rendah sekali dibandingkan sektor usaha toko modern barang dan jasa di masyarakat. Awal tahun 1990-an merupakan titik awal perkembangan bisnis ritel di Indonesia yang ditandai dengan mulai beroperasinya salah satu perusahaan toko modern besar dari Jepang, yaitu “SOGO”. Saat ini muncul begitu banyak format toko modern/market di antaranya adalah sebagai berikut:

Pembahasan Timbulnya Bisnis Ritel Modern dan Pasar Tradisional

  • Produk dijual: kebutuhan rumah tangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian
  • Jumlah produk: 25.000 item
  • Luas gerai: >500 m
  • Area parkir: Sangat besar
  • Potensi penjualan: >10 milliar

sempurna, tidak sempurna,monopoli dan monopsoni, pasar persaingan monopolitis, pasar oligopoly dan oligopsoni.

Tanggung Jawab Hukum Bisnis Toko Modern

c. Perkulakan menjual secara grosir barang konsumsi

b. Tidak boleh berada pada kawasan pelayanan lokal atau lingkungan di dalam kota/perkotaan. (3) Supermarket dan Department Store:

a. Hanya boleh berlokasi pada atau pada akses sistem jaringan jalan arteri atau kolektor; dan

Pasal 5 (1) Perkulakan hanya boleh berlokasi pada atau pada akses sistem jaringan jalan arteri atau kolektor primer atau arteri sekunder. (2) Hypermarket dan Pusat Perbelanjaan:

d. Menyediakan fasilitas yang menjamin Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang bersih, sehat (hygienis), aman, tertib dan ruang publik yang nyaman. (2) Penyediaan areal parkir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat dilakukan berdasarkan kerjasama antara pengelola Pusat Perbelanjaan dan/atau Toko Modern dengan pihak lain. (3) Pedoman mengenai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b diatur lebih lanjut oleh Menteri.

a. Memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan Pasar Tradisional, Usaha Kecil dan Usaha Menengah yang ada di wilayah yang bersangkutan; b. Memperhatikan jarak antara Hypermarket dengan Pasar Tradisional yang telah ada sebelumnya; c. Menyediakan areal parkir paling sedikit seluas kebutuhan parkir 1 (satu) unit kendaraan roda empat untuk setiap 60 m2 (enam puluh meter per segi) luas lantai penjualan Pusat Perbelanjaan dan/atau Toko Modern; dan

Pasal 4 (1) Pendirian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern wajib:

b. Department Store menjual secara eceran barang konsumsi utamanya produk sandang dan perlengkapannya dengan penataan barang berdasarkan jenis kelamin dan/atau tingkat usia konsumen; dan

Sesuai aturan pasal 25 Permendag 53/2008 setiap pelaku usaha dilarang melakukan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Penilaian dan penyelesaian pelanggaran praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat baik antara sesama pemasok atau sesama toko modern maupun antara pemasok dengan toko modern dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Namun sayangnya aturan ini belum dicantumkan secara tegas tentang larangan praktik persaingan usaha yang tidak sehat antara toko modern dengan pasar tradisional. Sejumlah Pemerintah Daerah telah berupaya menyelamatkan pasar tradisional dari gempuran pasar modern. Regulasi di tingkat daerah tentang penataan zonasi, pola kemitraan dengan pelaku usaha lokal, waktu operasi, serta jarak lokasi pasar tradisional dan pasar modern belum efektif. Banyak pasar yang dapat ditingkatkan daya saingnya, misalnya dengan sedikit sentuhan arsitektur tradisional, promosi barang- barang souvenir, keramahtamahan pramuniaga, kekhasan dialek setempat, kandungan komponen lokal, panggung kesenian lokal, kearifan lokal, dan sebagainya sehingga menjadi objek wisata dan salah satu cagar budaya

a. Minimarket, Supermarket dan Hypermarket menjual secara eceran barang konsumsi terutama produk makanan dan produk rumah tangga lainnya;

e. Perkulakan, di atas 5.000 m2 (lima ribu meter per segi). (3) Sistem penjualan dan jenis barang dagangan Toko Modern adalah sebagai berikut:

c. Hypermarket, di atas 5.000 m2 (lima ribu meter per segi); d. Department Store, di atas 400 m2 (empat ratus meter persegi);

a. Minimarket, kurang dari 400 m2 (empat ratus meter per segi ) b. Supermarket, 400 m2 (empat ratus meter persegi) sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu meter persegi);

(2) Batasan luas lantai penjualan Toko Modern adalah sebagai berikut:

Pasal 3 (1) Lokasi pendirian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk Peraturan Zonasinya.

Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern pasal 3, 4 dan 5 menyebutkan sebagai berikut.

a. Tidak boleh berlokasi pada sistem jaringan jalan lingkungan; dan b. Tidak boleh berada pada kawasan pelayanan lingkungan di dalam kota/perkotaan. (4) Minimarket boleh berlokasi pada setiap sistem jaringan jalan, termasuk sistem jaringan jalan lingkungan pada kawasan pelayanan lingkungan (perumahan) di dalam kota/perkotaan. (5) Pasar Tradisional boleh berlokasi pada setiap sistem jaringan jalan, termasuk sistem jaringan jalan lokal atau jalan lingkungan pada kawasan pelayanan bagian kota/kabupaten atau lokal atau lingkungan (perumahan) di dalam kota/kabupaten. (6) Jalan arteri adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan cirri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. (7) Jalan kolektor adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata- rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi. (8) Jalan lokal adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. (9) Jalan lingkungan adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata- rata rendah (low on average). (10) Sistem jaringan jalan primer adalah merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan. (11) Sistem jaringan jalan sekunder adalah merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaa

Berdasar pasal-pasal tersebut maka jelaslah bahwa ada aturan yang harus dipatuhi oleh pemilik toko modern sebagai wujud tanggung jawab hukumnya. Tanpa adanya campur tangan dari Pemerintah Daerah yang membuat perda maka Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern tidak akan bisa terwujud.

Salah satu faktor penyebab kemunduran pasar tradisional adalah persaingan usaha yang tidak seimbang. Pasar tradisional yang bermodal kecil, berskala usaha yang lebih kecil, dan yang dikelola dengan menejemen sederhana, harus bersaing dengan pasar modern yang bermodal besar, berskala besar, dan dikelola secara profesional.

Kemunduran pasar tradisional juga dipicu oleh lemahnya faktor penegakan hukum sehingga aturan yang ditetapkan tidak dijalankan dengan baik di lapangan, misalnya aturan tentang jam operasional toko moder

Pemerintah dapat berperan sebagai mediator untuk menghubungkan pasar tradisional secara kolektif dengan pelaku industri untuk mendapatkan akses barang dagangan yang lebih murah. Modernisasi pasar juga merupakan langkah untuk meningkatkan perekonomian pedagang kecil.

Modernisasi pasar juga dimaksudkan sebagai upaya pengelolaan pasar secara modern sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Modernisasi perlu diciptakan untuk menghambat beralihnya tempat belanja masyarakat yang masih adapat diakomodasikan oleh para pedagang kecil.

Yang sehat ada 3 macam yaitu persaingan usaha toko modern dengan pasar tradisional, sesama toko modern, antara pemasok dengan toko modern. Sudah dijelaskan bahwa penentuan zonasi penting dibuat peraturannya secara jelas dan serentet peraturan yang dibuat oleh Perda harus jelas dan tidak mematikan usaha kecil dan pasar tradisional. Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar bagi sektor usaha modern karena faktor jumlah penduduk besar. Dewasa ini persaingan usaha toko modern juga tampak pada pengaturan zonasi toko modern. Hypermarket, supermarket, minimarket senyebar secara sporadik bahkan letaknya berdempet-dempetan. Padahal, sudah ada pengaturan jarak antara sesama toko modern, sehingga apabila masih ada toko modern yang letaknya masih terlalu dekat dan menyalahi aturan, berarti ada yang tidak beres pada proses perizinannya.

Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 8 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern harus dibarengi dengan Peraturan Daerah yang jelas agar bisa melindungi usaha kecil dan pasar tradisional tanpa mengesampingkan pertumbuhan toko modern sehingga menunjang terbentuknya persaingan usaha yang sehat.

Upaya Pedagang Pasar Tradisional

Pengawasan komisi pengawas persaingan usaha terhadap bisnis ritel modern yang dianggap melakukan persaingan usaha tidak sehat di atur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tetang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Pemeriksaan oleh KPPU menurut pasal 38 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tetang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat adalah sebagai berikut: 1. laporan kepada Komisi Pengawas, laporan ini berasal dari pihak ketiga yang mengetahui pelanggaran, pihak yang dirugikan dan atas inisiatif sendiri dari Komisi, tanpa adanya laporan;

2. Pemeriksaan pendahuluan; 3. pemeriksaan lanjutan; 4. mendengar keterangan saksi atau pelaku atau pihak yang merasa dirugikan; 5. menyerahkan kepada Badan Penyidik dalam hal-hal tertentu, yaitu apabila pihak yang diperiksa mau bekerja sama dan kasus ini berubah dari kasus administrasi menjadi kasus pidana;

6. memperpanjang pemeriksaan lanjutan; 7. memberikan keputusan Komisi; 8. pemberitahuan putusan kepada pelaku usaha; 9. pelaksanaan Keputusan Komisi oleh pelaku usaha, lamanya 30 hari sejak pelaku usaha menerima pemberitahuan putusan dari Komisi Pengawas;

10. pelaporan Pelaksanaan Keputusan Komisi oleh Pelaku Usaha kepada Komisi Pengawas.

2. Strategi penetapan harga Harga merupakan sejumlah uang yang dikorbankan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi produk serta pelayanan yang menyertainya. Harga merupakan suatu strategi bagi seorang penjual untuk mengadakan pembedaan penawaran produknya dari pesaing, sehingga penetapan harga adalah salah satu bagian penting dalam pemasaran.Umumnya penjual mempunyai beberapa maksud dan tujuan dalam penetapan harga produknya.

Berdasar uraian pada bab-bab di atas, ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis, yaitu Bahwa timbulnya bisnis ritel modern dan pasar tradisional adalah Sejarah dan perkembangan bisnis ritel modern dimulai dari tahun 1960-an sampai 1990-an yang semakin berkembang menjadi semakin pesat hingga saat ini dan Keputusan Presiden RI No. 112/Th. 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Pemberdayaan dan Toko Modern.

Kesimpulan dan Saran Kesimpulan

Lain halnya dengan penanganan pasar tradisional yang sudah sejak lama tumbuh dan berkembang di Indonesia. Pengubahan pasar tradisional menjadi hal yang susah. Apalagi untuk menambahkan informatika dalam pemasarannya, maka caranya adalah modernisasi dan revitalisasi.

4. Strategi distribusi Saluran distribusi (Channel of distribution) adalah saluran niaga yang terlibat dalam proses penyerahan barang dari produsen ke tangan konsumen, dengan kata lain adalah lembaga yang menyerahkan untuk dapat menghilangkan jurang pemisah antara produsen dan konsumen

komunikasi yang bersifat persuasi (persuasive) atau membujuk.

or stimulation demand) dan mencari pembeli (finding buyers), promosi dilaksanakan dengan pendekatan

3. Strategi promosi Promosi merupakan kegiatan pemasaran yang ditujukan untuk mendorong adanya permintaan konsumen, promosi juga mempunyai hubungan yang erat sekali dengan fungsi penjualan yang merupakan bagian dari pemindahan kepemilikan barang atau jasa. Promosi adalah kegiatan untuk menciptakan atau mendorong permintaan (creating

Tujuan tersebut adalah: mendapat keuntungan maksimum, target pengembalian investasi, untuk mengurangi persaingan, mempertahankan atau memperbaiki market share.

1. Strategi produk Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar atribut seperti: warna, bungkus, prestise perusahaan serta pelayanan perusahan yang dibeli konsumen untuk dapat memberikan pemuas kebutuhannya.

Dalam penyelidikan Komosi Pengawas bisa menggunakan pendekatan per se illegal dan rule of

Ada langkah yang dapat ditempuh oleh usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap penguasaan pasar, yang merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah. Agar dapat menguasai pasar, maka usaha mikro, kecil, dan menengah perlu mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar produksi maupun pasar faktor produksi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi maka keterbatasan yang dimiliki usaha mikro, kecil, dan menengah akan berkembang. Lain halnya dengan penanganan pasar tradisional yang sudah sejak lama tumbuh dan berkembang di Indonesia. Pengubahan pasar tradisional menjadi hal yang susah. Apalagi untuk menambahkan informatika dalam pemasarannya, maka caranya adalah Strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan antara lain sebagai berikut.

3. Satu pelaku usaha atau sekelompok pelaku usaha menguasai lebih dari 50% pangsa pasar satu jenis produk tertentu

2. Pelaku usaha lain tidak dapat masuk ke dalam persaingan usaha dalam produk yang sama, padahal pelaku usaha tersebut memiliki kemampuan bersaing baik secara modal maupun manajerial dalam pasar yang bersangkutan.

1. Produk yang bersangkutan belum ada substansinya (penggantinya).

Penguasaan pasar dalam hal ini adalah monopoli dan posisi dominan. Posisi dominan ini menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tetang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat adalah keadaan dimana pelaku usaha tidak memiliki pesaing yang berarti di pasar yang bersangkutan, dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai oleh pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pasar yang bersangkutan, dalam kaitan dengan kemampuan keuangan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jenis tertentu. Penguasaan atas produksi dan/atau yang dapat mengakibatkan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat tersebut dapat terjadi antara lain dengan cara “presumsi monopoli”, yaitu hukum telah terjadi monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya, dalam hal terpenuhinya salah satu dari kriteria sebagai berikut.

Upaya yang Ditempuh Pedagang Tradisional Terhadap Penguasaan Pasar oleh Bisnis Ritel Modern

adalah kebalikan dari Per se illegal yang artinya untuk menyatakan bahwa suatu perbuatan yang dituduhkan melanggar hukum persaingan, pencari fakta harus mempertimbangkan keadaan di sekitar kasus untuk menentukan apakah perbuatan itu membatasi persaingan secara tidak patut dan sanksi yang dijatuhkan oleh KPPU adalah sanksi administrasi dan sanksi pidana.

istilah yang mengandung maksud bahwa jenis-jenis perjanjian tertentu, atau perbuatan perbuatan yang dianggap secara inheren bersifat anti kompetitif dan merugikan masyarakat tanpa perlu dibuktikan bahwa perbuatan tersebut secara nyata telah merusak persainga

reasonPer se illegal,dalam hukum persaingan usaha adalah

Sejarah dan perkembangan pasar tradisional yang dimulai dari sebelum berdirinya Indonesia, klasifikasi pasar ada pasar tradisional dan pasar modern, menurut jangkauannya pasar daerah, pasar lokal, pasar nasional, pasar internasional, menurut wujudnya pasar abstrak dan pasar konkret, menurut barang pasar barang konsumsi dan pasar barang produksi, menurut waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, temporer, menurut organisasinya persaingan sempurna dan tidak sempurna. tanggung jawab terhadap pasar tradisional dan usaha kecil adalah bagaimana bisnis ritel modern mematuhi Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern mengetahui zonasi, pola kemitraan daya saing pasar tradisional dan usaha kecil; upaya yang diusahakan pemerintah pusat untuk membentuk persaingan usaha yang sehat dengan dibuatnya Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 8 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern harus dibarengi dengan Peraturan Daerah yang jelas agar bisa melindungi usaha kecil dan pasar tradisional tanpa mengesampingkan pertumbuhan ritel modern akan menunjang terbentuknya persaingan usaha yang sehat. dan upaya yang dilakukan peritel modern adalah tidak menyalahi aturan yang telah dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Upaya pedagang pasar tradisional adalah Pengawasan Komisi Pengawas Persaingan Usaha terhadap bisnis ritel modern yang di anggap melakukan persaingan usaha tidak sehat adalah dengan cara melakukan penyelidikan atas dasar inisiatif sendiri, menerima laporan dari konsumen, persidangan, putusan dan eksekusi. Hakim dapat menggunakan Rule of reason dan Per se illegal. Per

Black, Henry Campbell, 1990, Black’s Law Dictionary,

Teori dan Praktiknya di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Malang: Bayu Media. Mustafa Kamal Rokan. 2020. Hukum Persaingan Usaha:

Cetakan pertama. Yogyakarta: Samudra Biru. Johnny Ibrahim. 2009. Hukum Persaingan Usaha: Filosofi, Teori, dan Implikasi Penerapannya di Indonesia.

Joko Prastowo-Miftachul Huda. 2020. Corporate Social Responsibility (Kunci Meraih Kemuliaan Bisnis).

di Indonesia. Cetakan kedua. Jakarta: Kencana Pranda Media Group.

Diterjemahkan oleh Amrullah. Cetakan ketiga. Yogyakarta: Qalam. Hermansyah. 2009. Pokok-Pokok Hukum Persaingan Usaha

Francis Fukuyama. 2004. The End of The Last of Man (Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal).

Indonesia. Jilid 1. Edisi kedua. Malang: Widyagama University Press.

1Djoko Imbawani. 2009. Prinsip-Prinsip Hukum Dagang

Publishing co, St.: Paul Minnesota Cristiana Whidya Utami. 2008. Strategi Pemasaran Ritel. Jakarta: Indeks.

Definition of the Terms and Phrases of American and English Jurisprudence, Ancient and Modern, West

Mengaturnya di Indonesia. Jakarta: ELIPS bekerja sama dengan Partnership for Business Competition.

se illegal,dalam hukum persaingan usaha adalah istilah yang

Ayudha D. Prayoga dkk. (Editor). 2000. Persaingan Usaha dalam: Persaingan Usaha dan Hukum yang

Daftar Pustaka Buku Peraturan Perundang-Undangan Internet Lain-lain

Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya Dr. Agus Sariono, M.Hum. dan Dra. Yayuk Sriningsih, yang telah mendukung, mendo’akan dan memberi motivasi kepada penulis selama ini serta ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada dosen-dosen Fakultas Hukum Universitas Jember terutama dosen pembimbing dan pembantu pembimbing yang merupakan sosok yang memberikan inspirasi dan bimbingannya kepada penulis hingga terselesaikannya artikel ilmiah ini.

Ucapan Terima Kasih

Pemerintah Daerah, yakni letak yang berdempetan (aturan tentang zonasi), Pemerintah Daerah memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang hukum, bila masyarakat atau pelaku usaha melihat dan mengetahui ada pelaku usaha yang melakukan pelanggaran Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tetang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat masyarakat atau pelaku usaha bisa bertindak dengan melapor ke KPPU dan memberi pelatihan agar mampu berkembang dengan teknologi dan bersaing dengan pasar modern.

Diharapkan Pemerintah Daerah dapat membuat Perda yang jelas dan melindungi pasar tradisional dan usaha kecil, tanpa tidak mematikan bisnis ritel modern, pemerintah mempermudah perizinan dan fasilitas untuk usaha kecil dan memperketat perizinan bagi para peritel modern sehingga tidak menyalahi aturan tata ruang yang dibuat oleh

menentukan apakah suatu pelaku usaha memang layak untuk dihukum, Upaya yang ditempuh pedagang tradisional terhadap penguasaan pasar oleh bisnis ritel modern adalah pedagang atau masyarakat yang merasa dirugikan atas adanya monopoli atau penguasaan pasar ini dapat melaporkan kepada KPPU. Untuk pasar tradisional perlu dilakukan revitalisasi dan modernisasi, untuk usaha kecil lain bisa dengan pemasaran melalui teknologi informasi.

Rule of reason dan Per se illegal sebagai cara untuk

perbuatan yang dituduhkan melanggar hukum persaingan, pencari fakta harus mempertimbangkan keadaan di sekitar kasus untuk menentukan apakah perbuatan itu membatasi persaingan secara tidak patut.

Rule of reason adalah kebalikan dari Per se illegal yang artinya untuk menyatakan bahwa suatu

mengandung maksud bahwa jenis-jenis perjanjian tertentu, atau perbuatan perbuatan yang dianggap secara inheren bersifat anti kompetitif dan merugikan masyarakat tanpa perlu dibuktikan bahwa perbuatan tersebut secara nyata telah merusak persaingan

Peter Mahmud Marzuki. 2020. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. R. Sefrianto D. Purnomo dkk. 2020. Sukses Bisnis Ritel

Modern. Editor Rayendra L. Toruman. Jakarta: Kompas Gramedia.

diakses pada 8 November 2020 pukul 15.30 WIB. diakses pada 8

Djumantri, 2020, “Pasar Modern Versus Pasar Tradisional”, diakses pada anggal 19 April.

Kompas, Rabu, 28 maret , hlm. 18. Koran kompas, 2020 “ pasar tradisional: hanya 10% yang punya sistem pembukuan”, Rabu, 23 mei, hlm. 18. 2020, “ minimarket hanya boleh beroperasi 18 jam”, Jumat 1 Juni.

Kasmirudin. 2020. “Analisis Strategi Bersaing Bisnis Eceran Besar/Modern”. Dalam Jurnal Aplikasi Bisnis Vol. 3 No. 1, Oktober 2020. Media Data , 2009, Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia. Dikutip dan diedit dari berita, 2020“ Regulator Harus Samakan Pemahaman tentang Minimarket”, Koran

diakses pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 08.45 WIB. diakses pada tanggal 27 Maret 2020 pukul 09.00 WIB. diakses pada 27 Maret 2020 pukul 09.30 WIB.

Bab II Bagian Kedua Ketentuan Umum Pasal 4 Ayat 1 Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Teradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Peter Mahmud Marzuki.2020, Penelitian .HukumJakarta: Kencana Prenada Media Grup. Hlm. 35. Ibid. Hal. 151 Ibid. Hal. 171 Media Data , 2009, Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia.hlm. 90-95. Ibid, hlm. 91-92. Dikutip dan diedit dari berita “ Regulator Harus Samakan Pemahaman tentang Minimarket”, Koran Kompas, Rabu, 28 maret 2020, hlm. 18

23.58 WIB.

“ pasar tradisional: hanya 10% yang punya sistem pembukuan” Koran kompas, rabu, 23 mei 2020, hlm.

18 Djumantri, “Pasar Modern Versus Pasar Tradisional”, diakses pada anggal 19 April 2020

Richard G. Lipsey at.al. 1997. Pengantar Mikro Ekonomi.

diakses pada 8 November 2020 pukul 16.10 WIB.

November 2020 pukul 16.00 WIB.

November 2020 pukul 15.00.

diakses tanggal 8

Diakses pada 21 November 2020

diakses pada 25 Februari 2020 pukul 19.30 WIB. da 21 November 2020 pukul

Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Perbelanjaan. Peraturan Menteri Perdagangan RI No.53 Tahun 2008

Undang-undang No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undang Undang No. 17 Tahun 2020 tentang Perkoperasian. Peraturan Presiden No. 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat

Jakarta: Kencana. Undang Undang Dasar 1945. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Undang-undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Di Indonesia, Dalam Teori dan Praktik Serta Penerapan Hukumnya. Edisi pertama. Cetakan ke-1.

Sadono Sukirno. 1994. Pengantar Mikro Ekonomi. Cetakan pertama. Jakarta: PT Raja Grafindo. Stephen F. Ross, 1993 ,Principles of Antitrust law, Westbury New York: The Foundation Press, Inc. Susanti Adi Nugroho. 2020. Pengaturan Persaingan Usaha

Industrial Organization Economics And Competition Law.

Ditejemahkan oleh Drs. A. Jaka Wasana, M.S.M. dan Ir. Kirbrandoko, M.S.M. Jilid 1. Cetakan kedelapan. Jakarta: Erlangga. R.S. Khemani dan D.W. Shapiro. 1996. Glossary of

Christina Whidya Utami, 2008, strategi pemasaran ritel, Jakarta :cetakan 1, Indeks, ,hlm. 13. Diakses pada 25 Februari 2020 pukul 19.30 WIB :

Bab II Bagian Pertama Penataan Pasar Tradisional Pasal

pada tanggal 10 Maret 2020 pukul 23.30 WIB.

diakses pada tangga l 0 Maret 2020 pukul 22.30 WIB.

3 Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Pemberdayaan dan Toko Modern.

Bab II Bagian Kedua Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern Pasal 3 angka 1-3, Pasal 4 Angka 1-3 Dan Pasal 5 Angka 1-11 Peraturan Presiden No.

112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Pemberdayaan dan Toko Modern.

November 2020 pukul 16.00 WIB.

diakses tanggal 8

R. Sefrianto D. Purnomo dkk,Ibid, hlm. 20. Black, Henry Campbell, 1990, Black’s Law Dictionary, Definition of the Terms and Phrases of American and

English Jurisprudence, Ancient and Modern, West Publishing co, St. Paul Minnesota, hlm. 1142. diakses pada 27 Maret 2020 pukul 09.30 wib.

Black, Henry Campbell, 1990, Black’s Law Dictionary, Definition of the Terms and Phrases of American and English Jurisprudence, Ancient and Modern, West Publishing co, St. Paul Minnesota, hlm. 1142.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: