Bollinger Band Menguntungkan Perdagangan

Peringkat broker opsi biner:

Bollinger Band Menguntungkan Perdagangan

Bollinger Band (secara harfiah, diartikan sebagai Garis Bollinger) merupakan sebuah indikator teknikal yang sangat bagus untuk digunakan dalam trading, dan banyak trader yang mengaku bahwa Bollinger Band ini merupakan kunci dasar agar trading mereka selalu berbuah profit. Bollinger Band merupakan garis yang ditarik di dalam dan di sekitar struktur pergerakan harga suatu komoditas/saham yang diperdagangkan. Bollinger Band akan menunjukkan batas relatif dari kenaikan atau penurunan harga. Titik penting dari indikator Bollinger Band sebenarnya terletak pada pergerakan rata-rata harga yang menunjukkan tren jangka menengah dari suatu komoditas/atau saham, berdasarkan pada jangka waktu trading yang sedang Anda pantau. Indikator tren ini dikenal sebagai middle band. Kebanyakan aplikasi yang memaparkan grafik stock trading menitikkan garis tengah (middle band) pada pergerakan harga rata-rata dalam 20 periode. Garis atas (upper band) dan garis bawah (lower band) merupakan alat ukur untuk fluktuasi kenaikan dan penurunan harga. Kedua garis ini dihitung sebagai dua penyimpangan/deviasi standar dari garis tengah.

Garis Atas = Garis tengah + dua deviasi standar

Garis Tengah = Pergerakan harga rata-rata dalam 20 periode

Garis Bawah = Garis tengah – dua deviasi standar

Grafik dibawah ini menunjukkan garis atas dan garis bawah untuk Bollinger Band.

Strategi Trading menggunakan Bollinger Band

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang pola-pola umum yang muncul dalam analisis teknikal seperti double tops, double bottoms, ascending triangles, symmetrical triangles, head and shoulders top atau head and shoulders bottom, dan lainnya. Indikator Bollinger Band bisa membantu Anda menganalisa lebih jauh dan membuat Anda mengerti karakteristik-karakteristik pergerakan harga saham seperti titik puncak dan titik terendah per harinya, apakah saham itu memiliki tren, dan apakah harganya fluktuatif atau tidak. Bisa jadi ketika Anda trading menggunakan Bollinger Band, Anda menemukan bahwa jarak antara satu garis Bollinger dengan garis lainnya terlihat sangat dekat. Hal ini menandakan bahwa saham tersebut sedang diperdagangkan dalam kisaran yang sempit. Titik inilah yang merupakan titik pemicu yang harus Anda pantau dan analisa apakah harga akan meningkat secara drastis, atau sebaliknya, anjlok. Kebanyakan, pergerakan harga yang drastis bermula dari tingkat fluktuasi yang rendah. Keadaan seperti ini disebut dengan “building cause” . Pernah mendengar peribahasa “calm before the storm”? Inilah saat-saat tenang sebelum ‘badai’ datang.

#1 – Double Bottoms dan Bollinger Band

Strategi Bollinger Band pada umumnya meliputi situasi double bottom. Bagian bawah (“bottom“) pertama yang muncul di formasi ini biasanya ditunjukkan dengan adanya volume perdagangan yang kuat dan penurunan harga yang tajam hingga melewati garis bawah Bollinger. Contoh pergerakan ini biasanya menuju ke “automatic rally” (perlombaan harga yang terjadi secara natural). Puncak dari sebuah automatic rally biasanya muncul menjadi level pertama dari titik resistance yang berada di dasar “building process” yang terjadi sebelum harga saham tersebut bergerak naik. Ketika rally dimulai, harga cenderung untuk beberapa kali bergerak turun menyentuh harga rendah yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menguji kuatnya tekanan permintaan yang muncul ketika harga berada di titik terendah sebelumnya. Para analis yang menggunakan strategi Bollinger Band biasanya mencari kondisi seperti ini, khususnya yang tidak melewati garis bawah Bollinger. Hal ini menandakan bahwa kekuatan penawaran yang menekan harga saham terus ke bawah sudah berkurang, dan sekarang kondisi market sudah berubah dari yang awalnya dipenuhi oleh para penjual, menjadi kini dipenuhi oleh pihak pembeli. Anda juga perlu memperhatikan volume market, dan di kondisi ini, Anda akan melihat bahwa volume perdagangan sudah turun drastis.

Dibawah ini adalah contoh dari situasi double bottom yang melewati garis bawah Bollinger dan akhirnya berujung pada automatic rally. Grafik ini menunjukkan pergerakan harga saham perusahaan First Solar Inc. pada tanggal 30 Juni 2020. Harga saham anjlok dan mencetak titik terendah baru dimana volume perdagangan mengalami penurunan 40% bila dibandingkan dengan situasi ‘swing low‘ terakhir. Ditambah lagi, terlihat bahwa candlestick sedang berjuang keras untuk tidak melewati garis bawah dan atas Bollinger. Keadaan ini berujung pada sebuah rally yang menyebabkan harga meningkat 12% dalam waktu dua hari.

#2 – Pemutarbalikan dengan Bollinger Bands

Satu lagi metode trading yang sederhana namun efektif adalah memantau harga saham yang semakin tidak terlihat ketika melewati garis atas atau bawah Bollinger. Anda hanya perlu menambahkan sedikit analisis candlestick ke dalam strategi ini. Contohnya, daripada Anda menjual saham pada saat harganya melewati garis atas Bollinger, sebaiknya Anda menunggu dan memantau pergerakan harga saham itu secara lebih jauh. Jika harga buka saham semakin meningkat dan harga tutupnya masih mendekati harga terendah pada periode tersebut, dan masih tetap secara keseluruhan berada diluar garis-garis Bollinger, biasanya situasi ini menjadi indikator yang baik untuk memprediksi bahwa harga saham akan turun dalam waktu dekat. Anda bisa mulai mengambil posisi untuk menjual saham dengan target exit di 3 area: (1) garis atas, (2) garis tengah dan (3) garis bawah. Dalam contoh di grafik dibawah ini, Anda dapat melihat pergerakan harga saham Direxion Daily Small Cap Bull 3x Shares (TNA) yang mengalami jarak harga yang menarik pada pagi hari dimana harga melewati garis-garis Bollinger namun ditutup pada harga 1 penny dibawah garis bawah. Seperti yang dapat Anda lihat di dalam grafik, candlestick terlihat cukup mengerikan. Harga saham tiba-tiba menurun dan anjlok hingga hampir 2% dalam waktu 30 menit saja, yang tentunya menjadi kesempatan yang bagus untuk menggali profit bagi para trader.

Peringkat broker opsi biner:

#3 – Berjalan seiring dengan garis-garis Bollinger

Kesalahan terbesar yang biasa dilakukan oleh para analis-analis baru ketika menggunakan Bollinger Band adalah situasi dimana mereka menjual saham ketika harganya menyentuh garis atas, atau sebaliknya, membeli saham ketika harganya menyentuh garis bawah. Bapak Bollinger sendiri menyatakan bahwa ketika harga menyentuh garis atas atau garis bawah, belum tentu keadaan ini adalah saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Tidak hanya menganalisa, saya juga pernah trading langsung menggunakan strategi Bollinger Band ini secara berlanjut. Dengan menggunakan indikator-indikator teknikal lain dan membaca pola-pola yang ditunjukkan grafik, Anda justru bisa trading ketika harga saham ditutup di posisi atas/bawah garis atas dan bawah Bollinger.

Lihatlah contoh dibawah ini dan perhatikan ketatnya garis atas dan garis bawah Bollinger yang muncul sebelum harga menembus titik penting di dalam grafik. Sesuai perkataan saya diatas, ketika harga melewati atau menyentuh garis atas/bawah Bollinger, bukan berarti itu pertanda mutlak dimana Anda harus membeli/menjual saham. Coba perhatikan bagaimana volume perdagangan langsung meningkat pesat ketika harga menembus titik kritikal di dalam grafik dan mulai bergerak melewati garis Bollinger. Kondisi seperti ini bisa menjadi kesempatan Anda untuk menggali profit.

Saya ingin harga menyentuh garis tengah kembali. Garis tengah ditarik dari pergerakan harga rata-rata dalam 20 periode dan biasanya garis ini banyak Anda temukan di berbagai aplikasi grafik. Setiap saham memiliki pergerakan harga yang berbeda dan mungkin ada yang memprediksi harga dari 20 periode terakhir, ada juga yang tidak. Di beberapa kasus, Anda perlu mengubah harga rata-rata menjadi harga yang kira-kira bisa dijadikan penentu untuk harga berikutnya. Kurva ini merupakan pilihan yang tepat dan tentunya kita ingin mendapatkan lebih banyak peluang yang menguntungkan kita. Anda dapat menggunakan garis ini untuk merepresentasikan titik-titik support ketika harga turun dan di saat harga saham bergerak seiringan dengan garis-garis Bollinger. Anda bahkan bisa memasukkan posisi tambahan dalam trading saham ini bila menggunakan teknik ini.

Sebaliknya, kegagalan suatu saham dalam mengalami pergerakan harga di atas garis Bollinger menandakan bahwa kekuatan saham tersebut melemah. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk berpikir lebih lanjut dalam mengambil posisi atau mungkin ini saatnya Anda berhenti bermain dengan saham ini. Sebagai tambahan, kita harus melihat titik puncak dan titik terendah terbaru saat harga bergerak seiringan dengan garis-garis Bollinger.

#4 – Menekan Garis Bollinger

Strategi Bollinger band yang lain adalah dengan cara mengukur kapan akan terjadi situasi squeeze—keadaan dimana tingkat penawaran atau permintaan menipis. Bapak Bollinger menciptakan sebuah indikator yang dikenal dengan “Band Width” (lebarnya jarak antara garis atas dan bawah). Rumus formula ini sangat sederhana yaitu (Nilai Garis Atas Bollinger – Nilai Garis Bawah Bollinger) / Nilai Garis Tengah Bollinger (pergerakan harga rata-rata). Ide dasarnya adalah, dengan menggunakan grafik sehari-hari, kita bisa melihat bahwa ketika indikator menyentuh titik terendah dalam 6 bulan terakhir, maka fluktuasi harga bisa diprediksi akan meningkat. Hal ini kembali lagi pada ketatnya jarak antara garis-garis Bollinger seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Aksi penekanan, atau squeeze terhadap garis indikator Bollinger ini bisa menandakan suatu bentuk pergerakan harga yang besar. Anda bisa menggunakan indikator tambahan seperti meningkatnya volume perdagangan, atau melihat apakah indikator akumulasi distribusi muncul atau tidak, atau apakah kisaran harga semakin sempit di hari-hari yang tingkat perdagangannya cukup sepi. Indikasi-indikasi tambahan ini bisa menambahkan bukti-bukti kuat untuk memprediksi potensi terjadi squeeze di garis-garis Bollinger ini.

Kita tetap harus memiliki batasan ketika trading menggunakan strategi ini karena kondisi seperti ini bisa saja menipu kita. Coba perhatikan grafik BSC dan lihat bagaimana harga saham meningkat pada pembukaan tanggal 26 September. Namun ternyata harga saham malah berputarbalik dan semua trader tertipu. Anda tidak perlu mendapatkan profit yang begitu besar dari trading, sehingga tidak perlu terburu-buru. Tunggu saja sampai ada kepastian jelas bahwa harga akan bergerak secara drastis, baru Anda membuat keputusan. Jika Anda benar, harga akan semakin bergerak ke arah yang telah Anda prediksikan. Coba perhatikan bagaimana harga dan volume perdagangan meningkat drastis ketika harga bergerak mendekati titik puncak yang sangat menipu (garis kuning).

Untuk poin saya yang “menunggu kepastian”, coba kita perhatikan bagaimana caranya menggunakan strategi Bollinger Band Squeeze untuk keuntungan kita. Dibawah ini adalah grafik Research in Motion Limited (RIMM) yang pergerakan harganya dimunculkan dalam periode 5-menit pada tanggal 17 Juni 2020. Coba perhatikan bagaimana jarak antara garis Bollinger sangat sempit menyambut morning gap.

Saat ini, trader dapat mengambil pendekatan dasar dalam trading dengan cara menjual saham secara terbuka dengan asumsi bahwa tekanan penawaran yang muncul dari ketatnya jarak antar garis Bollinger bisa membuat harga saham semakin rendah. Pendekatan lain adalah dengan cara menunggu adanya kepastian bahwa hal tersebut akan terjadi. Jadi, cara yang tepat untuk diambil ketika situasinya seperti ini adalah (1) menunggu hingga candlestick bergerak masuk kembali ke dalam garis-garis Bollinger dan (2) pastikan bahwa ada beberapa bar yang tidak melewati titik terendah pada bar sebelumnya dan (3) jual pada saat harga turun menembus titik rendah dari candlestick yang pertama. Tiga persyaratan ini tidak sering Anda temukan di dalam market, namun ketika muncul, memprediksi harga menjadi sangat mudah. Dalam grafik dibawah ini, Anda dapat melihat pergerakan harga yang memenuhi persyaratan pendekatan ini.

Sekarang mari kita lihat situasi yang mirip tapi dalam jangka panjang. Dibawah ini adalah grafik pergerakan saham Google pada tanggal 26 April 2020. Perhatikan bagaimana GOOG meningkat melebihi garis atas Bollinger dan turun kembali sampai masuk ke dalam area diantara garis-garis Bollinger, sampai akhirnya meningkat kembali melebihi harga puncak candlestick yang pertama. Situasi seperti ini bisa terbukti sangat kuat bila harganya berjalan seiringan dengan garis-garis Bollinger.

Kesimpulan

Empat metode ini adalah metode yang sangat bagus untuk trading menggunakan garis-garis Bollinger. Saya tidak sering menggunakan banyak indikator di dalam grafik saya karena saya cenderung sering gelisah. Saya hanya menyimpan harga, volume dan garis-garis Bollinger di dalam grafik supaya lebih simple. Jika Anda merasa membutuhkan lebih banyak indikator di dalam analisis Anda, pastikan Anda mengujinya terlebih dahulu sebelum mulai trading.

Strategi perdagangan Olymp Trade dengan 2 Bollinger Bands

2 Bollinger Bands menawarkan banyak poin perdagangan. Ini adalah sharing pembaca Olymp Trade Club. Kami akan memberikan rincian lebih lanjut tentang strategi ini sebelum memberikan pendapat kami sendiri.

Pengetahuan yang diperlukan untuk strategi perdagangan dengan 2 Bollinger Bands

Siapkan 2 Bollinger Bands : BB1 (SMA 20, Standar: 2.0), BB2 (SMA 20, Standar 2.5). Bollinger Bands ini hanya berbeda dalam indeks standar deviasi, oleh karena itu, Anda dapat melihat Bollinger band lain di luar. Untuk menyesuaikan Bollinger band sebagai kebutuhan Anda, Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut di sini: Tingkatkan probabilitas kemenangan Anda hingga 80% dengan indikator Bollinger band di Olymp Trade .

Pengetahuan yang diperlukan untuk strategi perdagangan dengan 2 Bollinger Bands

Memperdagangkan produk di Olymp Trade : EUR / USD dan GBP / USD untuk sesi pagi hari. USD / JPY untuk sesi sore.

Ini adalah metode berdasarkan warna lilin (5 menit): Ada lilin yang menandai titik untuk membeli opsi. Jika Anda tidak tahu cara berdagang dengan warna lilin, Anda dapat membaca: Panduan lengkap tentang perdagangan dengan warna lilin.

Cara berdagang Olymp Trade dalam warna Candlesticks

Strategi manajemen modal : Sefleksibel mungkin. Anda dapat menginvestasikan jumlah yang sama untuk setiap opsi atau berinvestasi dengan aturan bunga majemuk.

2 cara strategi perdagangan dengan 2 Bollinger Bands

(1) Ketika lilin muncul di luar 2 Bollinger Bands

Strategi ini mudah. Lilin sinyal muncul di luar zona Bollinger Bands . Ini berarti bahwa harga lebih dari garis BB2 (SMA 20, Standar 2.5), beli opsi yang berlawanan dengan warna lilin.

Pengaturan default indikator Olymp Trade for BB adalah 2.0. Namun, ketika kami menetapkan indeks sebagai 2,5, lilin jarang muncul di luar BB2. Dengan strategi ini, Anda harus menginvestasikan jumlah yang stabil untuk setiap opsi.

Ketika lilin muncul di luar 2 Bollinger Bands

Contoh: Ketika harga melewati pita atas garis BB2, buat lilin hijau di luar pita (Ini adalah sinyal lilin). Pada saat ini, Anda dapat memperdagangkan Fixed Time Trade BAWAH karena harapan adalah bahwa lilin merah akan muncul berikutnya.

Sebaliknya, harga bergerak di bawah garis BB2, menciptakan lilin merah di luar band, Anda dapat membeli opsi Naik karena harapan adalah bahwa lilin berikutnya berwarna hijau.

(2) Fixed Time Trade saat lilin muncul di antara 2 band

Penjelasan: Ketika lilin muncul di luar BB1 tetapi di dalam BB2, opsi beli. Ini juga strategi berdasarkan warna lilin. Namun, dengan strategi ini, Anda menukar opsi yang sama dengan warna sinyal lilin. Misalnya, jika lilin sinyal berwarna hijau, Anda membuka opsi ATAS.

Fixed Time Trade perdagangan saat lilin muncul di antara 2 band

Detail: Ketika harga melewati garis BB1 dan lilin hijau muncul tetapi lilin hijau masih di bawah garis BB2 – itu adalah sinyal lilin, Anda dapat membeli opsi ATAS.

Ketika harga bergerak di bawah garis BB1, membuat lilin merah di atas garis BB2, Anda dapat memperdagangkan Fixed Time Trade BAWAH.

Strategi manajemen modal di Olymp Trade

Dengan strategi ini, Anda dapat berinvestasi dengan aturan bunga majemuk, meningkatkan uang Anda jika perkiraan Anda benar, untuk 2 opsi paling banyak. Misalnya, dalam Fixed Time Trade pertama, Anda berinvestasi $ 50, jika Anda menang dan lilin terus muncul di antara 2 garis BB, Anda dapat membeli opsi lain dengan investasi $ 91 (aturan bunga majemuk). Tidak masalah Anda menang atau kalah di urutan ke-2, Anda harus berhenti, jika Anda kalah di urutan pertama, Anda harus berhenti berdagang dan menunggu titik perdagangan yang sesuai.

Jika Anda tidak memahami strateginya, Anda dapat meninggalkan komentar dan kami akan menjelaskan lebih lanjut. Pada bagian selanjutnya, kami akan memberikan pendapat kami tentang strategi ini

Tinjau strategi perdagangan Olymp Trade dengan 2 Bollinger Bands

Ketika harga naik di atas BB2 (SMA 20, Standar 2.5)

Ini adalah strategi yang bertentangan dengan tren. Ada pedagang langka yang menang dengan strategi ini.

Karena itu, jika Anda tidak memiliki cukup kesabaran untuk menunggu titik perdagangan yang tepat, Anda sebaiknya tidak menggunakan strategi ini.

Tinjau strategi perdagangan Olymp Trade dengan 2 Bollinger Bands

Ketika harga antara 2 garis BB

Menurut foto yang dikirimkan pedagang kepada kami, strategi ini tampaknya menguntungkan, namun, ada sesuatu yang salah. Menurut pendapat saya, dalam waktu perdagangan yang dipilihnya, harga tidak terpengaruh oleh berita. Oleh karena itu, meskipun harga melewati garis BB1, masih dapat menyesuaikan pergerakannya kembali ke tren normal, ini mungkin merupakan pengetahuan nyata yang digunakan untuk memperdagangkan Fixed Time Trade. Jika saya berada di posisi Anda, saya tidak akan merasa ingin membeli Fixed Time Trade dengan strategi.

Apalagi? Beri kami ide dengan meninggalkan komentar di bawah artikel ini.

Panduan untuk indikator trading Bollinger band

Pedagang opsi online saat ini memiliki gudang alat dan indikator yang membuatnya lebih mudah untuk memprediksi pergerakan harga aset dan mendapat untung dari mereka. Banyak platform perdagangan menyediakan alat dan indikator ini secara gratis. Ketika diterapkan dengan benar, indikator dan alat teknis akan membuatnya lebih mudah untuk menemukan tren yang menguntungkan. Pada gilirannya, Anda akan dapat lebih sering masuk dan keluar dari perdagangan yang menguntungkan.

Terdapat banyak indikator teknis berbeda yang dapat dipilih. Salah satu yang terkenal dan mudah digunakan adalah Bollinger band.

Apakah indikator Bollinger band itu?

Ini merupakan indikator tren. Termasuk chart Bollinger yang terbagi ke dalam 3 garis. Garis-garis ini menutupi sekitar 95% dari pergerakan harga aset. Jadi Anda akan jarang menemukan pergerakan harga di atas garis atas atau di bawah garis bawah pada grafik. Namun, jika iya, Anda bisa dengan mudah mengkapitalisasi pergerakan harga dan mendapatka keuntungan yang besar. Lebar antara garis atas dan bawah diambil untuk dijadikan representasi deviasi harga dari rata-rata dasar. Yaitu, harga aset rata-rata saat dihitung dalam jumlah waktu yang ditentukan. Garis atas disebut resistance sedangkan garis bawah disebut support. Meskipun garis-garis ini muncul saat bergerak ke grafik secara terus-menerus, garis-garis itu sebenarnya mengindikasikan harga aset spesifik pada waktu yang spesifik. Artinya tingkat support dan resistance dibuat setiap kali harga acuan berubah. Contohnya, sebut saja Anda memiliki harga support sebesar 72.49 dan harga resistance sebesar 74.53. Kemudian tiba-tiba, terdapat lonjakan harga sebesar 80.04 sebelum turun ke 76.33. Biasanya, 80.04 akan menjadi level resistance baru Anda sedangkan 76.33 akan menjadi level support baru Anda.

Peringat resiko umum! Modal Anda mungkin beresiko

Menyetel Bollinger band padatrading exportoption account

Untuk menyetel grafik Bollinger, penting untuk Anda bisa membedakan di antara ke tiga garis. Untuk melakukannya, klik ikon indikator di bagian atas akun trading Anda. Pilih Bollinger band di bawah tab indikator baru. Kustomisasi tampilan garis grafik Bollinger dengan mengubah warna dan lebarnya sebelum mengklik terapkan’.

Bagaimana membaca Bollinger bands

Salah satu fitur yang membuat indikator Bollinger band menjadi alat analisis yang kuat adalah mekanisme perbaikan otomatis yang bekerja saat fluktuasi pasar terjadi. Cukup dengan melihat lebar band (antara resistance dan support) dapat memberitahu Anda kondisi pasar yang berlaku. Contohnya, jika band tetap tipis untuk periode yang diperpanjang, maka tren harga lemah dan pasar belum menciptakan tren yang bermanfaat.

Jika lebar Bollinger band mulai meluas, itu merupakan indikator terciptanya tren baru. Pasar tidak stabil dan Anda harus mulai bersiap-siap untuk masuk ke dalam posisi.

Jadi, kapan Anda harus menjual atau membeli saat Anda menggunakan indikator Bollinger band sebagai panduan Anda?

Seperti bisa Anda lihat dari chart, sebuah tren baru berkembang saat harga aset meningkat di atas garis resistance. Itu akan tetap disini untuk waktu yang singkat (saat pasar berubah) dan kemudian perlahan-lahan turun mendekati harga awalnya. Skenario sebaliknya juga bisa terjadi. Hal ini dimana harga dibawah level support sejenak sebelum perlahan-lahan naik kembali.

Saat tidak ada skenario yang terjadi, Anda harus memasuki posisi buy atau sell.

Namun, dalam pasar yang sangat berubah-ubah, Anda mungkin menemukan pergerakan harga yang sangat tidak dapat diprediksi. Sebuah uptrend mungkin tetap berada arah tersebut untuk waktu yang diperpanjang sebelum akhirnya harga menjadi stabil. Kemudian, setelah beberapa waktu, harga mungkin turun drastis. Dalam beberapa kasus, Anda akan menemukan level resistance dan support.

Tetapi bagaimana Anda tahu dengan pasti kapan memasuki posisi?

Satu fitur keren dari Bollinger bands adalah inklusi candlestick yang melacak titik harga tertinggi dan terendah pada saat yang diberikan. Dalam uptrend atau downtrend, Anda akan memperhatian bahwa satu atau dua candlestick tiba-tiba lebih panjang. Hal ini diikuti oleh beberapa candlestick yang pendek. Kemudian, terdapat kemunduran dimana candlestick panjang muncul saat harga bergerak menuju posisi awal.

Sekarang, biasanya saya akan masuk ke posisi saat saya melihat tren yang berkembang. Dalam hal ini, saya akan membeli saat ada sebuah uptrend dan menjual saat ada sebuah downtrend. Tetapi agar mendapat keuntungan, saya selalu meletakkan harga kesepakatan di atas resistance (dalam uptrend) dan di bawah support (dalam downtrend). Dengan begini, saya tahu bahwa saya akan keluar dari tren sebelum pasar akhirnya stabil.

Bollinger band adalah indikator kuat. Tetapi memahami cara kerjanya mungkin membutuhkan waktu. Semoga panduan ini membuat Anda bersemangat tentang indikator ini untuk mencobanya.

Peringat resiko umum! Modal Anda mungkin beresiko

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: