Cadangan Valas Indonesia Pada Tahun 2020 – Cadangan Devisa RI Tergerus US$ 200 Juta Jadi US$ 124,3 M

Peringkat broker opsi biner:

Cadangan Devisa RI Tergerus US$ 200 Juta Jadi US$ 124,3 M

Jakarta, CNBC Indonesia – Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir April 2020 adalah sebesar US$ 124,3 miliar. Angka tersebut turun US$ 200 juta dari posisi bulan Maret 2020 yang sebesar US$ 124,5 miliar.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa posisi cadev Indonesia masih berada di atas standar kecukupan internasional, karena masih setara dengan pembiayaan 7 bulan impor, atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sebagaimana yang diketahui, jumlah cadangan devisa yang memenuhi standar kecukupan internasional adalah yang setara dengan pembiayaan impor selama sekitar 3 bulan.

Berdasarkan keterangan BI, penurunan posisi devisa pada bulan April 2020 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa, penerimaan valas, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Data Cadangan Devisa di 2020

  • Januari 2020 : US$ 120,10 miliar
  • Februari 2020 :US$ 123,27 miliar
  • Maret 2020 : US$ 124,54 miliar
  • April 2020 : US$ 124,29 miliar

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik,” tulis BI dalam keterangan resminya, Rabu (8/5/2020).

Ini Yang Bikin Cadangan Devisa Indonesia Turun US$ 2,1 M

Jakarta, CNBC Indonesia – Cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September berada di US$ 124,3 miliar. Turun lumayan dalam yaitu US$ 2,1 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada akhir September setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Peringkat broker opsi biner:

Penurunan ini berbanding terbalik dengan perkiraan Trading Economics yang memprediksi cadev Indonesia akan naik ke level US$ 126,7 miliar pada September sebagai akibat stabilnya nilai rupiah di level 14.190 per dolar AS.

Penurunan cadangan devisa pada September 2020 tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia. Pemerintah tercatat telah membayar bunga utang sebesar Rp 172,4 triliun atau 62,49% dari target yang ditetapkan dalam alokasi kas negara Rp 275,8 triliun, sejak Januari – Agustus 2020.

Sementara itu berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia kemungkinan besar diakibatkan oleh penyaluran kredit ke pihak ketiga maupun perbankan lain seiring dengan penurunan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin ke 5,25% yang menstimulus penyaluran kredit. Bank Indonesia telah menurunkan BI 7DRRR tiga kali berturut-turut dalam tahun ini dari Juli-September.

Ketika BI 7DRRR turun ada kemungkinan bank-bank Indonesia berpikir ulang untuk menempatkan uangnya di BI karena return yang diperoleh juga menurun. Selain itu menguatnya dolar juga jadi salah satu pemicu perbankan untuk lebih menyalurkan kredit valas ke pihak ketiga maupun perbankan lain karena dinilai lebih profitable.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(twg/twg)

Cadangan Devisa RI Januari, Hampir Tertinggi Dalam Sejarah

Jakarta, CNBC Indonesia – Cadangan devisa bulan Januari melonjak tinggi dibanding bulan sebelumnya dan nyaris yang tertinggi dalam sejarah. Salah satu penyebabnya adalah pemerintah yang menerbitkan global bond.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa tanah air bulan Januari sebesar US$ 131,7 miliar. Angka ini meningkat US$ 2,5 miliar dibanding bulan lalu. Bahkan posisi cadangan devisa bulan Januari 2020 nyaris menyamai rekor tertinggi pada Januari tahun 2020 sebesar US$ 132 miliar.

BI mengatakan dengan posisi cadangan devisa sebesar itu setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Adapun peningkatan cadangan devisa pada Januari 2020 terutama didorong oleh utang melalui penerbitan global bond pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya.

Pada awal Januari 2020, pemerintah melalui kementerian keuangan menerbitkan surat utang global dengan denominasi valuta asing (valas). Menurut keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) kemenkeu, global bond terbit dalam dua mata uang yaitu dolar AS dan euro.

Cadangan Devisa Makin Gemuk, Naik US$ 2,5 M Jadi US$ 131,7 M
Cadangan Devisa RI Tertinggi Sepanjang Sejarah, Karena Utang

Pemerintah menerbitkan surat utang global dengan denominasi dolar AS dalam dua seri yaitu RI0230 senilai US$ 1,2 miliar dengan tenor 10 tahun dan seri RI 0250 senilai US$ 800 juta bertenor 30 tahun.

Sementara untuk surat utang yang berdenominasi euro, pemerintah menerbitkan obligasi global dengan seri RIEURO227 yang terbit senilai EUR 1 miliar untuk tenor 7 tahun. Aliran masuk valas ini menyebabkan cadangan devisa menggemuk.

Rupiah yang mengalami penguatan juga membuat kebutuhan BI stabilisasi nilai tukar rupiah juga boleh terbilang minim. Rupiah terus mencatatkan tren penguatan sejak awal tahun.

Di awal tahun rupiah diperdagangkan di level Rp 13.884/US$ dan kemarin (6/2/2020) nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 13.615/US$. Artinya sejak awal tahun rupiah telah menguat 1,9% secara point to point.

Rupiah memang terus menguat sejak bulan Desember. Harap maklum karena sentimen sedang bagus. Perang dagang antara dua perekonomian terbesar di dunia yaitu AS dan China mereda.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: