Cara Menabung Untuk Beli Rumah, Terpopuler

Peringkat broker opsi biner:

IKUTI! 6 Tips Menabung Untuk Membeli Rumah

Masih banyak yang belum tau bagaimana tips menabung untuk membeli rumah.

Malahan muncul anggapan bahwa memiliki rumah itu hal yang mustahil dewasa ini.

Padahal sebenarnya memiliki rumah itu tidak sulit selama Anda mengikuti beberapa tips menabung mudah berikut ini:

Anda Termasuk yang Mana?

Bagi Anda yang sudah mulai memasuki dunia kerja, tentunya realita mulai menghantam pikiran Anda dengan keras.

Dengan gaji terbatas, otak berputar sedemikian rupa untuk merencanakan pembelian hunian sederhana.

Tidak disangka-sangka, waktu akan berjalan sangat cepat dan tanpa terasa Anda akan menyesal karena belum berhasil memiliki hunian.

Padahal, hunian merupakan sebuah kebutuhan primer yang tidak dapat ditunda-tunda untuk dimiliki.

Sebenarnya apa yang membedakan mereka yang sukses menabung untuk membeli rumah dan mereka yang gagal?

Ternyata terbukti bahwa yang berbeda adalah dalam kebiasaan menabungnya.

Peringkat broker opsi biner:

Sebagian orang merasa menabung adalah sesuatu yang dilakukan jika ada uang yang berlebih, alias “MENYISIHKAN”.

Padahal, untuk mencapai sebuah tujuan Anda bukan hanya menyisihkan, namun harus “MENGALOKASIKAN”.

Kebiasaan menabung memang sebaiknya dibangun sejak kecil, karena susah membentuk sebuah kebiasaan dalam jangka waktu yang singkat. Namun kabar baiknya, belum terlambat bagi Anda untuk berubah!

Baik Anda ingin membeli rumah untuk kebutuhan pribadi atau sebagai investasi, kini saat yang tepat untuk memulainya.

Bahkan Finansialku telah merangkum 6 tips menabung untuk membeli rumah sebagai berikut:

#1 Tentukan Tujuan yang SMART

Buat apa melakukan sesuatu yang tanpa tujuan? Kapan Anda menentukan sukses tidaknya sesuatu jika tidak ada tujuan?

Banyak orang yang hanya berandai-andai memiliki sebuah rumah, namun tidak menentukan tujuannya dengan jelas.

Hati-hati karena sangat mudah untuk bersantai dalam hidup dengan cara menghindari tujuan.

Sangatlah menguntungkan jika Anda bisa menentukan tujuan yang SMART setiap membuat rencana, mengingat tujuan tersebutlah yang akan menjadi motivasi bagi Anda untuk melakukannya.

Membuat tujuan yang SMART memberikan visi jangka panjang bagi Anda sehingga akan muncul ketetapan hati yang mendorong Anda menuju ke sana.

Tujuan jugalah yang akan mengombinasikan pengetahuan dan pengalaman untuk menciptakan sebuah fokus yang akan dibutuhkan dalam perjalanan membeli properti.

Nah, kini mari melihat seperti apa tujuan yang SMART itu. SMART di sini bukan berarti “cerdas”, namun merupakan sebuah singkatan dari:

S – Specific (Spesifik)

M – Measurable (Terukur)

A – Attainable (Dapat dicapai)

R – Relevant (Relevan)

T – Time-bound (Ada target waktu)

  • Tujuan kurang SMART: Saya ingin memiliki sebuah rumah.
  • Tujuan yang SMART: Saya ingin memiliki setidaknya satu rumah dengan luas 150 meter2 dengan lokasi strategis di daerah A selambat-lambatnya 31 Desember 2020.

Dalam tujuan yang SMART, pastikan Anda punya jawaban jelas dan meyakinkan mengapa Anda ingin mencapainya.

Jawaban ini yang akan menjadi jangkar motivasi Anda yang menjaga arah langkah Anda, terutama saat keadaan kurang baik.

Anda juga harus tahu benefit saat tujuan ini tercapai, hal inilah yang akan memberikan kepuasan dari kerja keras Anda selama ini.

#2 Tetapkan Tujuan sebagai Statement yang Positif

Setelah Anda mengetahui tujuan yang SMART, maka kini saatnya membangun pola pikir.

Pola pikir inilah yang akan membedakan Anda dari mereka yang gagal mencapai tujuannya.

Jangan jadikan tujuan sebagai BEBAN, melainkan jadikan sebagai MOTIVASI yang akan mendorong Anda untuk menjadi lebih baik lagi.

Sebagai contoh, Anda bisa membuat tujuan memiliki rumah dengan luas 150 meter2 dengan lokasi strategis di daerah A selambat-lambatnya 31 Desember 2020.

Artinya jangan melulu berpikir bahwa akan sulit mencapainya, namun lanjutkan dengan tindakan nyata untuk menjadikannya kenyataan.

Misalnya dengan mengecek rumah secara langsung (survei lokasi), cek harga, melihat alternatif pembiayaan, dan sebagainya.

#3 Tuliskan Tujuan Anda

Banyak studi membuktikan bahwa menuliskan tujuan akan meningkatkan peluang dalam mencapainya. Mengapa bisa seperti itu?

Menurut beberapa studi tadi, menuliskan tujuan akan mengingatkan dan memotivasi Anda secara terus menerus, ditambah hal ini akan mencegah Anda berpikiran negatif.

Jadi tuliskan tujuan Anda dan simpan di tempat yang bisa selalu Anda lihat setiap hari, karena membacanya secara rutin akan membantu membangun sikap positif.

Apabila tujuan tidak spesifik dan sulit diukur, maka pecah-pecah kembali tujuan menjadi beberapa tujuan kecil yang dapat diukur dengan mudah.

Saya ingin memiliki setidaknya satu rumah dengan luas 150 meter2 dengan lokasi strategis di daerah A selambat-lambatnya 31 Desember 2020.

  • Tujuan kecil:
  • Saya akan menghabiskan …… jam setiap hari untuk mengecek properti di lokasi terkait
  • Saya akan menetapkan harga rumah yang sesuai dan mengecek kondisi keuangan saya
  • Saya akan mencari pendapatan tambahan sebanyak …. untuk dapat mencapai tujuan itu, dan sebagainya.

Dari contoh di atas, Anda bisa mengukur beberapa hal yang akan menjadi faktor pendukung dalam mencapai tujuan Anda untuk membeli rumah.

#4 Membuat Checklist dan Mengontrol Perkembangannya

Sebuah checklist dapat membantu Anda untuk mengontrol perkembangan dalam mencapai tujuan membeli rumah.

Anda akan tahu apa saja yang harus dilakukan dan mana yang sudah dikerjakan dan mana yang belum.

Melihat pencapaian Anda memungkinkan untuk melihat juga mana aktivitas yang berkontribusi besar dalam mencapai tujuan serta mana yang berkontribusi kecil.

Lagi-lagi kami mengingatkan bahwa cara paling efektif adalah mengurutkan aktivitas berdasarkan prioritas kemudian buatlah deadline untuk setiap aktivitasnya.

Lalu Anda tuliskan tanggal selesai setiap menyelesaikan satu aktivitas untuk melihat kesesuaian Anda dengan deadline. Ini akan membantu Anda untuk tetap fokus pada satu aktivitas sebelum memulai aktivitas lainnya.

#5 Buat Rencana Dana Membeli Rumah

Seperti semua barang di dunia ini yang diperjualbelikan, rumah juga bisa Anda peroleh selama ada perencanaan keuangan yang sesuai dengan kemampuan Anda.

Namun pertama-tama Anda harus ingat bahwa rumah adalah kebutuhan pokok (NEEDS), tetapi rumah mewah adalah keinginan (WANTS). Prioritaskan terlebih dahulu kebutuhan Anda.

Selanjutnya adalah menentukan pembiayaan yang akan ditempuh, apakah Anda mau menabung/berinvestasi atau KPR?

Jika ingin menabung/berinvestasi artinya rumah baru dapat diperoleh setelah uang terkumpul.

Namun jika Anda memilih KPR, rumah bisa langsung diperoleh meski angsuran belum lunas.

Jika Anda ingin KPR, jangan lupa persiapkan uang muka rumah, kurang lebih 30%.

Berdasarkan Surat Edaran No. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2020, Bank Indonesia mewajibkan calon pembeli rumah membayar uang muka minimal 30% dari harga total rumah.

Pastikan juga Anda mempersiapkan biaya-biaya tambahan, seperti biaya balik nama, biaya notaris, biaya KPR, PPN, dan lain sebagainya.

Biasanya besaran biaya tambahan ini mencapai 5% hingga 10% dari harga rumah.

Sekarang mari kita simulasikan sebuah contoh perencanaan keuangan untuk dana membeli rumah:

Misal Anda baru saja bekerja, dan Anda berencana untuk melamar kekasih dalam jangka waktu 5 tahun lagi. Anda kemudian mulai mencari-cari rumah minimalis sederhana dengan 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi yang sesuai untuk keluarga kecil.

Anda kemudian menemukan sebuah rumah yang sesuai dengan luas tanah 36m 2 di daerah strategis Bandung dengan harga 450 juta rupiah.

Anda sendiri saat ini baru saja bekerja dengan penghasilan sebesar 6.5 juta rupiah per bulan (setara dengan 78 juta rupiah per tahun) dan belum memiliki investasi apapun.

Artinya:

  • Dalam waktu 5 tahun ke depan, Anda harus memiliki uang muka dengan mempertimbangkan kenaikan harga rumah setiap tahunnya.
  • Pada tahun ke 6, Anda akan mulai mencicil kredit rumah. Ingat jumlah cicilan tidak boleh melebihi 30% pendapatan.

Nah, kira-kira bagaimana perencanaan dana membeli rumahnya?

Mempersiapkan Uang Muka (DP)

Asumsikan uang muka yang harus disiapkan adalah sebesar 30%, maka d iketahui:

Harga rumah saat ini = Rp450.000.000

Besaran uang muka = 30%

DP = 30% x 450.000.000 rupiah = Rp135.000.000

Berapa yang harus diinvestasikan setiap bulannya agar dapat membayar uang muka rumah? Misalkan Anda ingin berinvestasi di produk reksa dana campuran, dengan hasil investasi rata-rata sebesar 12% per tahun.

Untuk mempermudah perhitungan, Anda bisa menggunakan aplikasi Finansialku dengan fitur Perencanaan Dana Membeli Rumah. Jika Anda pengguna baru silakan daftar di sini atau download di Google Play Store.

11 Cara Cerdas Menabung untuk Beli Rumah

Selalu menunda dan memiliki berbagai alasan untuk tidak segera melakukan investasi adalah hal yang sering kita lakukan. Bahkan, meskipun kita tahu hal ini akan sangat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita pada masa yang akan datang. Sebagian besar dari kita akan memilih untuk membelanjakan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Yang mungkin saja tidak begitu penting bagi kita. Ini tentu bisa saja menjadi kebiasaan buruk yang memengaruhi keuangan. Karena itu, pentingnya mengantisipasi dan segera membenahi keuangan agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Rumah menjadi salah satu bentuk investasi yang paling ideal. Sebab properti menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan semua orang. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar dari kita justru lebih memilih untuk selalu menunda dalam memiliki aset yang satu ini. Tentunya dengan berbagai alasan yang sebenarnya tidak begitu penting. Jika terus berlanjut, besar kemungkinan Anda tidak akan memiliki rumah hingga bertahun-tahun ke depan atau bahkan seumur hidup Anda nanti. Bukankah ini adalah hal yang sama sekali tidak Anda inginkan?

Baca Juga: Kartu Kredit untuk Bayar Biaya Rumah Sakit, Ini Pilihannya

Mulai Sejak Sekarang

Tak ada gunanya untuk selalu menunda, terutama saat usia Anda masih sangat muda dan belum menikah. Memiliki rumah dari sekarang jangan hanya dijadikan sebagai impian. Sebab semakin lama menundanya maka harganya juga akan semakin mahal. Rumah adalah salah satu investasi yang secara positif akan mengalami pertambahan nilai. Semakin lama tentu harganya akan semakin tinggi. Artinya, semakin lama menunda untuk memiliki aset yang satu ini maka akan semakin mahal dan mungkin saja semakin sulit Anda untuk memilikinya.

Siap atau tidak siap, ada baiknya Anda melakukan pembenahan keuangan, khususnya untuk kebutuhan yang satu ini. Membeli rumah tentu bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Mengingat harga rumah belakangan ini terbilang cukup tinggi. Namun, jika Anda memiliki kemauan untuk mengatasi hal tersebut, menabung adalah salah satu cara yang bisa dijadikan sebagai solusi. Menabung untuk membeli sebuah rumah tentu bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Karena itu, sangat penting untuk memiliki komitmen yang tinggi sejak awal. Simak beberapa cara menabung di bawah ini yang bisa Anda ikuti untuk mewujudkan impian memiliki rumah idaman.

1. Miliki Tujuan yang Jelas

Tetapkan Tujuan yang Jelas via indoremedia.com

Ini akan menjadi poin yang sangat penting bagi Anda yang ingin memulai untuk menabung. Tentukan dan milikilah tujuan yang jelas dalam menabung. Nantinya tujuan Anda untuk menabung menjadi lebih terarah dan tidak berjalan dengan asal-asalan. Tujuan yang jelas akan membantu Anda untuk tetap fokus dan selalu berupaya dengan sungguh-sungguh ke arah tersebut. Anda mengetahui dengan jelas tentang hal yang akan dituju dalam rencana keuangan yang Anda susun. Ini akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan menabung tanpa tujuan ataupun keinginan yang kuat dari diri Anda sendiri.

Jangan hanya menetapkan tujuan saja pada awal-awal kemudian tidak diwujudkan dan dilupakan begitu saja. Memang hampir setiap orang tidak ada yang tak pernah lupa. Tidak ada salahnya untuk menuliskan tujuan Anda dan menempelkannya di tempat-tempat yang mudah terlihat. Hal ini akan membuat Anda selalu ingat dan fokus pada tujuan tersebut.

2. Tentukan Jumlah yang Tepat

Setelah tujuan, besaran/jumlah tabungan adalah salah satu hal lainnya yang harus Anda miliki dengan jelas sejak awal. Hal ini akan membantu Anda untuk bisa memiliki gambaran yang paling tepat mengenai kapan dan bagaimana tabungan tersebut dapat membantu Anda dalam memiliki rumah impian. Lakukan perhitungan keuangan dengan baik, termasuk menentukan rasio tabungan yang bisa dilakukan di dalam pendapatan tetap bulanan yang Anda terima.

Jangan menentukan nominal yang tidak masuk akal di dalam rencana keuangan yang Anda buat. Sebab hal ini hanya akan membuat kegiatan menabung Anda menjadi sebuah beban. Bukan hanya itu saja, jumlah tabungan yang terlalu besar dan tidak proporsional ini hanya akan mengganggu berbagai pos-pos lainnya di dalam keuangan Anda. Miliki jumlah yang tepat dan segera sisihkan sejumlah uang sesuai dengan jumlah tersebut. Tabungan harus menjadi komponen tetap di dalam keuangan. Bukan sebuah pos yang kadang ada dan kadang hilang.

3. Target Tabungan yang Tepat

Tetapkan Target Anda dalam Menabung via bankerandtradesman.com

Kegiatan menabung yang Anda lakukan akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan jika dilakukan secara tersistem. Terapkan sejumlah aturan dalam pengelolaan keuangan dengan memiliki sejumlah target secara berkala. Misalnya, target mingguan, target harian, dan yang lainnya.

Hal ini akan membuat Anda memiliki kontrol yang baik dalam mengelola keuangan. Terlebih menerapkan sejumlah sanksi bagi diri Anda sendiri jika sewaktu-waktu tidak bisa mencapai target tersebut dengan baik dan tepat. Tidak perlu menetapkan sejumlah target yang terlalu besar, yang justru akan membuat Anda malas untuk menjalankannya.

4. Lunasi Semua Utang

Jika ternyata kita memiliki utang, akan sangat baik apabila utang tersebut segera dibayarkan. Ketika tidak lagi memiliki beban utang, proses menabung akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Sebab Anda bisa fokus pada kegiatan menabung. Utang juga akan menjadi beban pikiran yang mungkin saja akan membuat Anda menjadi tertekan. Karena itu, akan sangat lebih nyaman jika Anda tidak memiliki beban tersebut.

5. Tabungan dalam Bentuk Emas

Menabung Emas via bullionstar.com

Ini akan sangat tepat kalau Anda memiliki keinginan untuk menabung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Emas adalah bentuk investasi/tabungan yang tidak terpengaruh oleh kenaikan inflasi sehingga nilainya akan cenderung stabil. Menabung dalam bentuk emas dapat dijadikan pertimbangan, terutama jika Anda membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan sejumlah dana untuk membeli rumah. Namun, jangan lupa untuk selalu mempelajari dan mengetahui dengan jelas mengenai seluk-beluk investasi emas itu secara detail terlebih dahulu.

6. Kelola Pengeluaran dengan Ketat

Terkadang Anda begitu mudah mengeluarkan sejumlah uang, bahkan tanpa perhitungan yang baik. Hal ini sangat buruk, terutama jika Anda begitu sering melakukannya dan menjadikannya sebagai kebiasaan di dalam kehidupan. Segera hentikan dan mulailah membiasakan diri untuk selalu mempertimbangkan serta memperhitungkan setiap sen yang Anda keluarkan dari dompet. Sebab hal itu adalah uang yang Anda hasilkan dengan kerja keras, bukan?

7. Hidup Hemat

Gaya Hidup Hemat via imgur.com

Menjalani pola hidup hemat adalah hal yang terbilang cukup sulit untuk dilakukan, terutama apabila selama ini Anda terbiasa membelanjakan uang tanpa perhitungan yang jelas. Jangan menyepelekan hal ini. Sebab hidup hemat dapat membuat Anda menjadi bebas dari sejumlah masalah keuangan pada masa yang akan datang. Biasakan untuk selalu menjalankan pola hidup hemat agar sejumlah uang yang ada bisa dialokasikan ke dalam tabungan.

8. Kumpulkan Nominal Tertentu

Kita juga bisa menabung lebih mudah dengan cara mengumpulkan uang pecahan dalam nominal tertentu, misalnya pecahan sepuluh ribu, dua puluh ribu, atau yang lainnya. Ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sebab setiap kali Anda memiliki uang dalam pecahan tersebut, beberapa akan Anda sisihkan dan kumpulkan dalam wadah tertentu. Pada akhir bulan, Anda bisa menabungkannya ke rekening khusus dan menyimpannya dengan aman di sana.

9. Belanja dengan Cerdas

Belanja Cerdas via terve.fi

Kegiatan belanja adalah salah satu pos pengeluaran terbesar di dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, sangat penting untuk mengelola dan melakukan ini dengan cara yang cerdas. Catat dan susun daftar belanja dengan tepat. Selalu bawa dan patuhi catatan tersebut saat berbelanja sehingga pengeluaran tetap terkontrol dengan baik.

10. Menabung dalam Bentuk “Rumah”

Ini bisa membuat Anda lebih bersemangat dan terpacu untuk menabung. Sebab uang yang Anda terima bisa dijadikan sebagai cicilan untuk membangun rumah. Misalnya, menabung dan membayangkan jika Anda sedang mencicil bagian atapnya hari ini. Besok untuk dindingnya dan bagian yang lainnya.

11. Libatkan Anggota Keluarga yang Lain

Keluarga via squarespace.com

Tidak ada salahnya mengutarakan niat Anda untuk membeli rumah kepada anggota keluarga yang lain. Anda juga bisa mengajak mereka untuk turut serta menabung bersama. Mereka akan senang dan merasa diikutsertakan untuk kegiatan yang penting di dalam keluarga.

Baca Juga: Berapa Besar Biaya untuk Mengasuh Anak? Ini Perhitungannya

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Jalankan dengan Disiplin dan Komitmen yang Kuat

Menabung untuk membeli rumah tentu bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Mengingat harga sebuah rumah cukup tinggi di pasaran. Karena itu, bisa dipastikan jika kegiatan ini akan membutuhkan waktu yang panjang. Namun, jika tidak dilakukan sejak sekarang, bisa jadi Anda tidak akan pernah membeli dan memiliki rumah. Mulailah sejak hari ini dan lakukan kegiatan ini dengan disiplin sehingga niat untuk memiliki sebuah rumah bisa tercapai pada masa yang akan datang.

10 Langkah Mudah untuk Membeli Mobil, walau Gaji Hanya Rp 3 Juta

Mobil, sebuah angkutan yang tingkat kebutuhannya tak bisa lagi diabaikan. Selain bisa diisi lebih banyak orang, ketimbang kendaraan roda dua, mobil juga bisa membantu kita terhindar dari panasnya sinar matahari dan guyuran hujan. Siapa yang tak mau bila mampu beli mobil, apalagi kalau kamu punya keluarga besar.

Namun, rezeki setiap orang berbeda-beda. Nah, untuk kamu yang gajinya Rp 3 juta per bulan, jangan khawatir! Kamu juga bisa kok beli mobil, dengan teknik cicil.

1. DP mobil mahal?

Dilansir dari mobilwow.com, sejumlah sales mobil memberi patokan DP mulai dari Rp 20 juta. Kemudian, waktu pelunasan bisa dalam lima sampai enam tahun. Mengapa DP harus mahal atau tinggi? Hal tersebut agar kita yang melakukan kredit mobil tidaklah terlalu berat lagi setiap bulannya.

2. Menabung! Sisihkan gajimu dan berhemat

Nah, dengan gaji Rp 3 juta, mungkin kamu merasa akan berat untuk menabung. Namun, kamu bisa memulai dengan 25 persen gajimu di bulan pertama sampai ketiga.

Rp 3.000.000 x 25% = 750.000 x 3 = Rp 2.250.000

Uang Rp 2,25 juta telah kamu kumpulkan selama tiga bulan pertama. Setelah itu, kamu akan terbiasa dengan menabung. Dari situ, kamu bisa mencoba cari angka konsisten untuk uang yang akan kamu tabung.

3. Konsistensi jumlah tabunganmu

Memasuki pertengah bulan kedua, yakinkan dirimu untuk sungguh-sungguh berhemat. Kamu bisa mulai memotong Rp 1 juta dari gajimu untuk ditabung pada bulan keempat dan seterusnya. Nah, Rp 1 juta ini akan jadi tabungan konsistenmu untuk DP mobil.

4. Menabung untuk DP itu butuh waktu lama

Memang, kamu harus bersabar kalau sudah seperti ini. Butuh tiga sampai empat tahun untuk bisa mencapai angka besar. Namun, siapa tahu dalam beberapa tahun kemudian, kamu malah benar-benar bisa mendapatkan mobil yang kamu impikan.

5. Kamu punya rezeki lebih? Tabung!

Menabung merupakan kegiatan paling sederhana dengan manfaat besar. Jadi jangan ragu ketika kamu mendapat rezeki lebih dari proyek atau pekerjaanmu harus kamu tabung.

6. DP dalam tiga tahun

Misalkan saja dalam tiga tahun terakhir kamu konsisten menabung di angka Rp 1 juta.

Rp 2.250.000 (3 bulan pertama) + (Rp 1.000.000 x 33 bulan<2 tahun 9 bulan>)

Rp 3.000.000 + Rp 33.000.000 = Rp 36.000.000

Wah, besar nih! Kamu punya Rp 36 juta untuk membuat DP. Setelah DP terkumpul dan kamu sudah yakin untuk menggunakan uang ini, berarti kamu siap menuju tahap berikut.

Editor’s picks

7. Riset dealer dan mobil yang sesuai dengan kemampuanmu

Kamu bisa mulai dari riset online, perhatikan harga mobil yang kamu mau. Kemudian, berapa banyak DP yang bisa dimulai untuk mobil-mobil yang menjadi targetmu.

Setelah itu, kamu bisa menuju dealerdealer yang menurutmu bisa memberikan harga yang oke. Mungkin, ada temanmu yang menjadi sales di salah satu dealer, maka keuntunganmu akan lebih besar.

Cari tahu apa saja keuntungan saat melakukan kredit. Tanyakan apakah ada cashback saat kredit diselesaikan. Nah, saat inilah kemampuan melobimu dibutuhkan. Kamu bisa mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan pemilik dealer atau salah satu sales yang melayanimu.

Dengan komunikasi dan hubungan yang baik, kamu bisa mendapatkan harga oke untuk mobil dan kreditanmu.

8. Mobil jangan pilih-pilih, yang terpenting kamu punya dulu

Jangan malu kalau akhirnya kamu harus memilih mobil yang “kurang keren” berdasarkan penilaian kamu atau teman-temanmu. Hal yang paling penting adalah kemampuanmu menggunakan biaya hidup dan usaha kerasmu sendiri dalam mendapatkan mobil itu.

Tak masalah kalau kamu harus membeli mobil kecil seperti Brio, Jazz, Agya, ataupun Ayla. Semua jenis itu masih masuk dalam kategori kendaraan roda empat yang sangat membantu.

9. Harga mobil tidak hanya harga pokok, biasanya dealer punya kebijakannya sendiri

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menjalin hubungan baik dengan dealer dan sales mobil yang kamu incar menjadi hal penting. Ketika harga yang menurutmu memberatkan, kamu bisa bernegosiasi. Misalnya kamu membeli Ayla dengan harga Rp 96 juta.

Dalam proses cicil, biasanya terdapat tarif bunga dari masing-masing dealer untuk dibayarkan ke bank tempat cicilanmu disimpan, dengan kisaran 6-8 persen. Selain itu, juga ditawarkan asuransi untuk proses cicilan mobil yang kisarannya 9,5 persen.

IDN Times menyarankan kamu memberikan DP Rp 30 juta. Kenapa? Sisa Rp 6 juta tersebut bisa kamu jadikan tabungan tambahan untuk cicilanmu nanti. Kemudian, lama cicilan jangan kamu permasalahkan, meski harus cicil enam tahun. Begini perhitungannya:

(Rp 7.680.000 + Rp 8.640.000 + Rp 96.000.000) – Rp 30.000.000

Rp 112.320.000 – Rp 30.000.000 = Rp 82.320.000

10. Perhitungkan budget bulanan, pengeluaran dan lama cicilanmu

Sisa Rp 82.320.000 ini yang menjadi biaya yang harus kamu cicil. Kemudian, kamu berhasil meyakinkan dealer untuk memberikan cicilan selama enam tahun. Maka:

Rp 82.320.000/72 bulan (6 tahun) = Rp 1.143.333 – Rp 1.140.000

Nah, biaya cicilmu ada di kisaran Rp 1,2 juta per bulannya. Cukup ringan bukan?

Dengan simpanan Rp 6.000.000 dari menabung selama tiga tahun kemarin, kamu sudah cukup tenang untuk lima bulan pertama. Namun, selama lima bulan itu, kamu bisa mulai menabung Rp 1,2 juta dari gaji setiap bulan. Dana ini untuk memenuhi cicilanmu di bulan keenam dan seterusnya.

Bagaimana? Perhitungan ini tentunya tidak akan terlalu memberatkan kantongmu. Kamu sendiri juga harus sabar dan rajin menabung dalam persiapan DP. Jangan sungkan-sungkan juga dalam memilih jenis mobil. Jadi sudah siap memulai?

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: