Cara Menggunakan Indikator Rsi – Cara Menggunakan Indikator RSI Dalam Trading

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Menggunakan Indikator RSI

RSI adalah singkatan dari Relative Streght Index. Yang berfungsi untuk mengukur apakah harga aset kelebihan beli (over buy) atau kelebihan jual (over sell).

RSI adalah indikator yang cocok digunakan dalam segala kondisi pasar dan sangat membantu menentukan kapan harus CALL NAIK atau PUT TURUN

Kenapa kita perlu menggunakan indikator RSI?

  • Menentukan kapan kita pasang put atau call
  • Menentukan seberapa kuat tren tersebut
  • Penting: Pengaturan RSI dibawah ini sangat cocok untuk trading OTC (sabtu dan minggu saja) untuk trading regular senin-jumat tidak cocok.

Bagaimana cara menggunakannya?

  1. Masuk ke Platform Trading IQ Option dan pilih Grafik Lilin klik pada gambar untuk memperbesar
  2. Pilih Periode Waktu Grafik 1 menit klik pada gambar untuk memperbesar
  3. Pilih Indikator Relative Strength Index klik pada gambar untuk memperbesar
  4. Klik Pengaturan Lanjutan kemudian di kolom Period masukkan 14 kemudian klik Memakai klik pada gambar untuk memperbesar
  5. Perhatikan gambar dibawah ini untuk mengenali garis level 70%, Garis Level 30% dan garis RSI. Ada 3 garis seperti yang ditunjuk tanda panah pada gambar dibawah. klik pada gambar untuk memperbesar

  • Garis Hijau adalah garis level 70%
  • Garis Merah adalah garis level 30%
  • Garis Biru adalah garis RSI

Bagaimana cara memakainya?

Transaksi Call atau Naik

Jika garis RSI (warna Biru) menembus garis level 30% (warna merah) dari bawah ke atas maka segera buka transaksi CALL atau Naik,

Penting: Gunakan waktu penutupan 5 menit.

Transaksi PUT atau Turun

Jika garis RSI (warna biru) menembus garis level 70% (warna hujau) dari atas ke bawah maka segera buka transaksi Put atau Turun.

Penting: Gunakan waktu penutupan 5 menit.

Overbuy (level indikator adalah di atas 70%) – pasar bergerak diatas level normal dan kita berharap akan segera turun kembali)

Oversell (level indikator adalah di bawah 30%) – Pasar bergerak dibawah level normal dan kita berharap akan segera naik kembali)

Peringkat broker opsi biner:

Cara Menggunakan Indikator RSI Dalam Trading

Indikator momentum adalah indikator yang banyak digunakan oleh trader forex untuk mengukur kapan pasar overbought atau oversold. Seringkali, mereka adalah merupakan komponen penting dari persenjataan trading forex bagi seorang trader yang hidup dengan pepatah lama, “Beli rendah, jual tinggi”. Relative Strength Index atau RSI adalah salah satu indikator momentum yang paling dan mungkin juga merupakan salah satu yang paling mudah digunakan.

Formula dan Perhitungan Indikator RSI

RSI = 100 – 100 (1 + RS),

RS = Rata-rata keuntungan/Rata-rata kerugian

Untuk lebih menyederhanakan penjelasan dari perhitungannya, RSI akan dipecah menjadi beberapa komponen dasar: RS, Rata-rata Keuntungan, dan Rata-rata Kerugian. Perhitungan RSI ini didasarkan pada 14 periode, yang merupakan standar yang disarankan oleh Wilder dalam bukunya. Sementara itu, kerugian dalam perhitungannya dinyatakan sebagai nilai positif, bukan nilai negatif.

Perhitungan pertama untuk Rata-rata Keuntungan dan Rata-rata kerugian adalah Simple Moving Average dengan periode 14:

Rata-rata Keuntungan Pertama = Jumlah Keuntungan selama 14 periode terakhir / 14.
Rata-rata Kerugian Pertama = Jumlah kerugian selama 14 periode terakhir / 14
Perhitungan kedua, dan selanjutnya, didasarkan pada rata-rata sebelumnya dan keuntungan serta kerugiaan saat ini:

Rata-rata Keuntungan = [(Rata-rata Keuntungan sebelumnya) x 13 + Keuntungan saat ini] / 14.
Rata-rata Kerugian = [(Rata-rata Kerugian sebelumnya) x 13 + Kerugian saat ini] / 14

Mengambil nilai sebelumnya ditambah nilai saat iini adalah teknik penghalusan yang mirip dengan perhitungan pada Exponential Moving Average. Ini juga berarti bahwa nilai-nilai RSI menjadi lebih akurat ketika periode perhitungannya diperpanjang.

Setting Indikator RSI Terbaik

Periode standar untuk RSI adalah 14, tetapi angka ini dapat diturunkan demi meningkatkan sensitivitas atau dinaikkan untuk mengurangi sensitivitas. RSI dengan periode 10 hari lebih memungkinkan untuk mencapai level overbought atau oversold dibandingkan dengan RSI periode 20 hari. Parameter periode standar dari RSI ini juga tergantung pada volatilitas instrumen, meskipun periode parameter ini dianggap sebagai setting indikator RSI terbaik. RSI dengan periode 14 hari pada pasangan mata uang, atau komoditas yang voaltil akan lebih mudah untuk mencapai overbought atau oversold daripada RSI 14 hari pada pasangan mata uang yang kurang volatil.

RSI dianggap overbought ketika di atas 70 dan oversold ketika di bawah 70. Level tradisional ini juga dapat disesuaikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan keamanan atau analitis. Menaikkan overbought ke 80 misalnya, juga akan berarti menurunkan oversold menjadi 20, dan akan mengurangi jumlah kondisi overbought/oversold. Trader jangka pendek terkadang menggunakan RSI dengan periode 2 untuk mencari kondisi overbought di atas 80 dan kondisi oversold di bawah 20.

Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut atau mulai bermain dengan akun demo bebas risiko untuk lebih memahami setting indikator RSI terbaik secara langsung.

Cara Membaca Indikator RSI

1. Overbought-Oversold

Indikator RSI biasa dianggap overbought ketika berada di atas level 70, dan oversold ketika berada di bawah level 30, di mana ini adalah cara termudah untuk membaca indikator RSI. Grafik di bawah ini menunjukkan RSI 14 hari. Grafik ini menampilkan bar harian berwarna abu-abu dengan SMA 1 hari berwarnamerah muda untuk memberikan tanda harga penutupan (karena RSI didasarkan pada harga penutupan). Bergerak dari kiri ke kanan, saham tersebut menjadi berada pada kondisi oversold di akhir Juli, dan menemukan Support di sekitar 44. (1). Perhatikan bahwa bagian bawahnya berubah setelah mengalami oversold. Namun hal ini juga bisa menjadi sebuah proses – di mana harga tidak segera turun setelah mengalami oversold. Dari level oversold, RSI bergerak ke atas 70 pada pertengahan September menjadi overbought. Meskipun terjadi kondisi overbought seperti itu; akan tetapi, tren kenaikan tampak terhenti selama beberapa minggu dan kemudian berlanjut bergerak lebih tinggi. Ada tiga kondisi overbought yang terjadi sebelum saham tersebut akhirnya mencapai puncaknya pada bulan Desember. (2). Momentum Oscillator dapat menjadi overbought (oversold) dan akan tetap seperti itu dalam tren naik (turun) yang kuat. Tiga kondisi overbought pertama memperkirakan terjadinya konsolidasi. Keempat kalinya bertepatan dengan titik puncaknya yang signifikan. RSI kemudian berpindah dari overbought menjadi oversold pada Januari. Saham akhirnya mencapai titik terendah sekitar 46 beberapa minggu kemudian. (3); titik terendah terakhir tidak sesuai dengan kondisi oversold di awal.

Seperti momentum oscillator lainnya, kondisi overbought dan oversold RSI dapat bekerja dengan baik ketika harga bergerak sideways dalam sebuah range.

2. Divergence

Divergence memberikan sinyal titik potensial pembalikan harga karena momentum arah tidak mengkonfirmasi harga. Bullish Divergence terjadi ketika sebuah sekuritas yang mendasarinya membentuk lower low, dan RSI membentuk higher low. RSI tidak mengkonfirmasi lower low dan ini menunjukkan sebauh momentum penguatan. Sementara itu, bearish divergence terbentuk ketika suatu sekuritas membentuk higher high dan RSI membentuk lower high. RSI tidak mengkonfirmasi lower low ini dan ini menunjukkan bahwa momentum melemah. Gambar di bawah ini menunjukkan bearish divergence yang terjadi pada Agustus-Oktober. Harga bergerak ke level tertinggi baru pada September-Oktober, namun RSI membentuk lower high dan membentuk bearish divergence. Rincian berikutnya yang terjadi pada pertengahan Oktober mengkonfirmasi momentum pelemahan.

Sebuah bullish divergence terberntuk sejak Januari-Maret. Bullish divergence ini terbentuk dengan harga bergerak ke harga terendah baru pada bulan Maret, dan RSI bertahan di atas terendah sebelumnya. RSI mencerminkan lebih sedikit momentum penurunan selama tren turun Februari-Maret. Sementara itu, breakout yang terjadi pada pertengahan Maret menjadi konfirmasi adanya peningkatan momentum. Divergence ini cenderung lebih kuat ketika mereka terbentuk setelah kondisi overbought atau oversold.

Sebelum menjadi terlalu bersemangat untuk menggunakan divergence sebagai sinyal trading yang hebat, perlu dicatat bahwa divegence dapat menyesatkan jika terjadi dalam tren yang kuat. Tren naik yang kuat dapat menunjukkan ada lebih banyak divergence bearish sebelum level tertinggi benar-benar terwujud. Sebaliknya, bullish divergence dapat muncul dalam sebuah tren turun yang kuat – namun tren turun berlanjut. Grafik di bawah ini akan menunjukkan tiga divergence bearish dan tren naik yang berkelanjutan. Bearish divergence ini mungkin telah memperingatkan adanya pembalikan dalam jangka pendek, namun jelas di sana tidak ada pembalikan dari tren utamanya.

Cara Menggunakan Indikator RSI Dalam Trading

Contoh Swing Rejections

Teknik perdagangan lain meneliti cara menggunakan indikator RSI dalam trading ketika indikator ini kembali bergerak dari area overbought atau oversold. Sinyal ini biasa disebut dengan bullish “rejection swing” dan memiliki empat bagian:

  • RSI naik ke area overboght.
  • RSI memotong kembali ke bawah 70%.
  • RSI membentuk tinggi lainnya tanpa memotong kembali ke area overbought.
  • RSI kemudian menembus level terendah baru.

Seperti yang anda lihat pada grafik berikut, indikator RSI telah mengalami oversold, menembus hingga di bawah 30% dan membentuk sebuah rejection low yang memicu sinyal ketika memantul lebih tinggi. Menggunakan RSI dalam trading dengan cara ini sangat mirip dengan menggambarkan garis tren pada grafik harga.

Seperti divergence, ada versi bearish dari sinyal swing rejection yang terlihat seperti pada gambar dalam versi bullish. Bearish swing rejection juga memiliki empat bagian:

  • RSI naik ke area overboght.
  • RSI memotong kembali ke bawah 70%.
  • RSI membentuk tinggi lainnya tanpa memotong kembali ke area overbought.
  • RSI kemudian menembus level terendah baru.

Grafik berikut menggambarkan sinyal bearish swing rejection. Seperti kebanyakan teknik trading lain, sinyal ini akan paling dapat diandalkan ketika sesuai dengan tren jangka panjang yang berlaku. Sinyal bearish dalam tren negatif cenderung menghasilkan sebuah peringatan palsu.

2. Strategi

Sebuah pembalikan positif terbentuk ketika indikator RSI menyentuh lower low dan harga membentuk higher low. Lower low ini tidak berada pada level oversold, melainkan di suatu area antara 30 dan 50. Grafik di bawah ini menunjukkan harga dengan terbentuknya pembalikan positif pada Juni 2009. Harga menembus resistance beberapa minggu kemudian, dan RSI bergerak ke atas 70. Meskipun momentumnya lebih lemah dengan lower low dalam RSI, harga bertahan di atas terendah sebelumnya dan menunjukkan kekuatan yang mendasarinya. Intinya, price action dalam hal ini mengesampingkan momentum.

Sementara pembalikan negatif adalah kebalikan dari pembalikan positif. RSI membentuk higher high, namun harga membentuk lower high. Sekali lagi, higher high ini biasanya terjadi di bawah level overbought atau tepatnya di area 50-70. Grafik di bawah ini menunjukkan harga membentuk lower high seiring RSI membentuk higher high. Meskipun RSI menyentuh tertinggi baru dan momentumnya kuat, price action gagal untuk mengkonfirmasi terbentuknya lower high. Pembalikan negatif ini menandakan break support besar pada akhir Juni dan terjadi sebuah penurunan yang tajam.

Kesimpulan Tentang Indikator RSI Akurat

Beberapa pasar mungkin akan memiliki tren yang sangat kuat pada waktu tertentu, dan bahkan tanpa ada banyak terjadi koreksi. Sebagai indikator yang dianggap akurat, RSI dapat tetap berada di level overbought atau oversold untuk periode waktu yang lama. Dan pada intinya, jangan terlalu banyak untuk membuka posisi jual ketika RSI berada pada kondisi overbought. Ini karena ada banyak trader yang terbakar, dan membuat kesalahan akibat hal ini.

Trader yang paling berpengalaman akan menyesuaikan parameter RSI agar sesuai dengan gaya trading mereka. Beberapa dari mereka adalah merupakan trader jangka pendek, dan mereka lebih menyukai RSI yang bergerak cepat sehingga mereka akan menyesuaikan periode RSI ke angka yang lebih rendah seperti misalnya 4. Anda juga dapat menyesuaikan level yang berbeda untuk overbougt dan oversold.

Memahami cara membaca indikator RSI adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menawarkan seperangkat tools RSI yang berguna, dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Cobalah bermain dengan akun demo dan perhatikan bagaimana indikator RSI dapat menghasilkan uang banyak bagi anda. Sebagai alternatif, gunakan Robot Forex Profit Konsisten Terbaik dan hasilkan strategi trading otomatis menggunakan setting RSI akurat hanya dalam beberapa kali klik, dan tanpa perlu menulis kode pemrograman.

Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).

Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya – Platform Copy Trade Terbaik.

Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% – Bermitra dengan AM Broker

Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun

3 Cara Efektif Menggunakan Indikator RSI Untuk Trading

Analisa teknikal pada dasarnya merupakan metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren yang akan terjadi pada market. Cara paling umum yaitu dengan mengamati chart harga dari suatu instrumen forex dengan memanfaatkan indikator relative strength index (RSI).

Di antara keunggulan utama dari analisa teknikal yaitu trader menjadi lebih mampu mengikuti berbagai instrumen market secara simultan. Setidaknya ada tiga prinsip utama dalam analisa teknikal saat ingin memanfaatkan RSI dalam prosesnya.

Ketiga prinsip tersebut yaitu bahwa pergerakan harga adalah refleksi perubahan market, juga sejarah akan berulang, dan tren adalah ‘teman’. Dengan memahami tiga prinsip dasar tersebut, trader bisa lebih memaksimalkan indikator RSI demi mendapat hasil terbaik.

Apa Itu Indikator RSI?

RSI akan menghitung rasio pergerakan ke atas dan ke bawah. Kalkulasi lalu diekspresikan dalam indeks berbentuk angka 0-100. Jika indikator RSI menampilkan angka 70 ke atas, bisa diasumsikan kalau suatu aset sedang mengalami periode overbought yang merupakan situasi di mana harga naik melebihi ekspektasi market.

Semisal RSI menunjukkan angka 30 ke bawah, bisa diartikan jika suatu aset mengalami oversold yang merupakan situasi di mana harga turun melebihi ekspektasi market. Berkebalikan dengan banyak opini, RSI seringnya dimanfaatkan sebagai indikator utama trading.

Perhitungan RSI melibatkan dua komponen untuk mengetahui nilainya. Komponen utama yaitu nilai relative strength (RS), yang merupakan rasio rata-rata penutupan atas dan harga penutupan bawah untuk suatu periode waktu tertentu (N).

Jika dibuat dalam fomula, RS sama dengan rata-rata harga penutupan atas untuk periode tertentu dikurangi rata-rata harga penutupan bawah dalam suatu periode. Begitu nilai RS diketahui, selanjutnya gunakan formula RSI = 100 – (100/1 + RS), untuk mencari tahu nilai RSI.

Strategi Trading Dengan Indikator RSI

#1. RSI obos level

Semisal indikator RSI menunjukkan angka di bawah 30, ada indikasi market mengalami oversold dan harga kemungkinan besar akan meningkat drastis. Begitu pembalikan arah terkonfirmasi, order beli bisa diberikan. Sebaliknya, jika RSI melebihi angka 70, ada indikasi market mengalami overbought.

Harga kemudian tertolak, dan jika sudah terkonfirmasi adanya pembalikan arah, segera tempatkan order sell. Angka 50 merupakan garis tengah yang membatasi area garis atas (bullish) dan garis bawah (bearish). Pada tren naik RSI umumnya ada di atas angka 50, dan di bawah 50 untuk tren menurun.

#2. RSI dua periode divergence

Gunakan RSI pendek periode 5 (RSI 5) di atas RSI panjang periode 14 (RSI 14) dan tunggu hingga terjadi persilangan. Dengan RSI 14, ada kalanya pergerakan harga tak menyentuh area oversold dan overbought sebelum perubahan arah terjadi dalam market.

RSI periode pendek lebih responsif terhadap perubahan harga terbaru sehingga mampu menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah lebih dini. Saat RSI 5 melewati di atas RSI 14, bisa diartikan bahwa pergerakan harga terbaru akan semakin tinggi.

Sinyal beli kemudian muncul, yang mana RSI 5 dan RSI 14 akan saling menyilang saat RSI 5 mengalami oversold (di bawah 30). Saat RSI 5 melewati bawah dan menjadi lebih rendah dari RSI 14, bisa dimaknai kalau pergerakan harga terbaru tertolak oleh market.

Untuk sinyal jual, persilangan RSI 5 dan RSI 14 harus terjadi saat RSI periode 5 mengalami overbought (di atas 80). Untuk mempermudah, sejumlah trader professional seringnya mengkombinasikan indikator RSI dengan pivot point supaya mendapat performa trading lebih baik.

#3. RSI classic divergence

RSI bearish divergence terjadi saat pergerakan harga membentuk titik tertinggi baru dan titik rendah tertinggi baru, tapi di waktu yang sama RSI menunjukkan penurunan. Trader akan melihat perbedaan (divergence) ini terbentuk di atas market bullish, dan seringnya disebut sebagai pola pembalikan.

Trader bisa berharap pembalikan terjadi saat RSI divergence terbentuk. Situasi juga bisa dianggap sebagai peringatan tentang pembalikan arah karena akan tampak pada beberapa candlestick sebelum tren naik berubah arah, lalu menembus di bawah garis support.

Sisi sebaliknya, RSI bullish divergence akan terjadi saat harga mementuk titik terendah baru dan RSI membentuk titik tinggi terendah baru. Kondisi tersebut merupakan pertanda bahwa arah tren akan berubah dari tren menurun menjadi tren naik untuk beberapa periode ke depan.

Bagaimanapun juga, RSI divergence banyak diadopsi trader dalam menjalankan analisa teknikal. Beberapa trader lebih memilih memakai time frame tinggi untuk trading dengan RSI divergence. Dengan strategi tersebut, trader akan mendapat lebih berbagai macam sinyal jual dan beli.

Sebelum Trading Dengan Indikator RSI

Tak akan sulit membuka trading dengan indikator RSI. Trader pemula bahkan tak akan mengalami kesulitan memakai RSI untuk pertama kali, tapi sayangnya ini dilakukan tanpa menguji dengan berbagai parameter lebih dulu sehingga hasilnya kurang begitu memuaskan.

Meski indikator RSI mudah digunakan, trader tetap wajib membekali diri dengan pemahaman yang tepat sehingga mampu menginterpretasi dengan layak. RSI punya kemampuan yang dibutuhkan trader untuk meraup profit secara cepat sehingga banyak diadopsi trader berbagai kalangan.

Untuk trader yang mau memahami dan menerapkan RSI dengan benar, indikator ini mampu memberi informasi apakah market sedang tren, apakah dalam kondisi oversold atau overbought, juga memberi sinyal untuk keluar masuk trading dengan harga terbaik.

RSI juga mampu melihat jenis time frame mana yang paling aktif untuk trading sehingga bisa menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menentukan level harga dari support dan resistance. RSI pada dasarnya mampu menyajikan informasi tren, termasuk sinyal jual beli di dalamnya.

Indikator RSI merupakan bagian dari analisa teknikal yang bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi perilaku market dengan hasil yang sangat signifikan. Untuk beberapa pola tertentu yang muncul dalam market, ada kemungkinan besar pola tersebut mampu menghasilkan profit sesuai harapan.

Pola dalam forex secara umum sudah dikenali jenisnya karena sering memunculkan pola yang kurang lebih sama. Pengulangan pola dalam market memberi kesimpulan bahwa pola akan muncul kembali, atau dalam kata lain sejarah akan berulang.

Bagaimanapun juga, analisa teknikal hanya terfokus pada data pergerakan harga tanpa menghiraukan apapun yang terjadi di luar data, termasuk kemungkinan sejarah akan berulang. Untuk memperkecil sekup analisa, indikator RSI sangat dibutuhkan, terlebih untuk membaca kondisi market.

Sangat krusial bagi tiap trader untuk melatih strategi trading yang melibatkan indikator RSI dalam akun demo lebih dulu, kemudian baru menerapkan pada akun sungguhan. Sebagai tambahan, strategi trading RSI juga bisa dikombinasikan dengan strategi trading lain yang sudah biasa digunakan.

Trader professional pasti akan memilih mencoba kombinasi dua strategi tersebut ke akun demo dahulu sebelum menerapkan ke market sungguhan. Akun demo menawarkan bebas risiko, alih-alih langsung menuju ke market sungguhan dan menempatkan modal dalam risiko besar.

Trader bisa menghindari semua risiko tersebut dengan berlatih sederhana sampai benar-benar siap untuk terjun dalam market sebenarnya. Khusus untuk trader yang baru terjun ke forex, sangat disarankan agar tak melewati tahap berlatih dengan akun demo.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: