Cara Mengukur Investasi Yang Menguntungkan Corfina Reksadana Online System

Peringkat broker opsi biner:

Bagaimana Cara Menghitung Keuntungan Investasi Reksadana Berkala?

Jika anda saat ini adalah seorang investor reksadana ataupun ingin investasi reksadana maka ada baiknya anda memulai mengetahui dasar-dasar pengetahuan tentang reksadana terutama cara menghitung keuntungan reksadana. Hal ini perlu anda ketahui agar bisa anda pantau perkembangan reksadana tersebut. Tidak selamanya investasi itu menguntungkan ada periode tertentu harga produk investasi itu mengalami penurunan. Keuntungan yang belum kita realisasi masih disebut potential return, misalkan saja jika dalam portofolio anda menunjukkan kenaikan asset sehingga anda merasa sudah untung namun karena reksadana itu belum dijual jadi anda beum bisa merasakan keuntungan tersebut dan begitu juga jika nilaiportofolio anda minus, selama belum anda realisasikan maka anda belum rugi.

Meskipun investasi reksadana seudah dikelola oleh Manajer Investasi tetapi anda juga harus memiliki administrasi sendiri setiap kali bertransaksi reksadana. Catatan tersebut bisa berisi nama reksadana, jumlah uang yang diinvestasikan, jumlah unit penyertaan yang anda miliki dan juga harga reksadana yang ada transaksikan. Catat pada saat membeli (subscription), dan juga menjual reksadana (redemption). Dengan cara tersebut maka anda bisa memantau dengan baik portofolio anda.

Maka ada baiknya harus mengetahui cara menghitung keuntungan investasi reksadana. Berikut ini adalah cara menghitungnya:

Jika anda membeli reksadana online di corfina.id, maka anda sudah bisa melihat return dalam portofolio anda dan tertera persentasi keutungannya dengan cara dibawah ini

Namun anda juga bisa menghitungnya secara manual dengan studi kasus. Sebagai contoh dalam perhitungan return ini menggunakan data Reksadana Grow-2 Prosper.

Misalkan Mr. A merupkan karyawan swaata di daerah Jakarta dengan penghasilan setiap bulan sebesar Rp. 6.000.000 per bulan. Dan dia menginvestasi sebesar Rp. 1.000.000 setiap tanggal 1 setiap bulan sebagai berikut:

Sebagai contoh pada tanggal 1 Januari 2020 Mr. A membeli Reksadana Grow-2-Prosper dengan NAB/UP sebesar Rp. 2795,98. Maka dengan uang sebesar Rp. 1.000.000 mendapat unit sebanyak 357 Unit.

Perhitungan Untung Reksadana

  1. Hitung jumlah unit penyertaan dikali harga terkini reksadana
  2. Kemudian hasil perhitungan pada langkah 1 dengan modal investasi jika hasil pengurangannya pus berarti untung dan jika hasil pengurangannya minus maka artinya rugi.

Contoh pada tanggal 1 Februari 2020, NAB/UP sebesar Rp. 2938.32 dan berapakah keuntungan reksadana MR. A di tanggal 1 Feb 2020?

Langkah pertama : Mr. A sebelumnya memiliki Unit sebesar 357 x Rp 2938.32 = Rp. 1.050.908,80

Peringkat broker opsi biner:

Langkah kedua : Jumlah investasi terkini – jumlah investasi awal

Rp. 1.050.908.80 atau bisa dikatakan bahwa Mr. A mendapat keuntungan sebesar

5.09% dalam 1 bulan.

Dan perhitungan keuntungan dan kerugian seperti itu langkahnya. Namun jika Mr. A secara berkala melakukan investasi selama 1 tahun dan bertujuan ingin menjualnya pada awal tahun 2020 maka nilai NAB/UP nya dihitung rata-ratanya. Seperti yang tertera dalam tabel di atas maka rata-rata NAB/UP sebesar Rp. 2.752,47 dan jumlah keseluruhan unit yang dimiliki sebesar 4.365,18 unit.

Jika Mr. A menjual reksadananya pada tanggal 4 Januari 2020 dengan NAB/Up nya Rp. 2.830,9 maka keuntungan yang didapat adalah dengan perhitungan sebagai berikut:

Langkah pertama : Jumah unit x rata-rata NAB/UP

4.365,18 x Rp. 2752,47 = Rp. 12.015.035

Langkah kedua : Jumlah investasi terkini – jumlah investasi sebelumnya

= ( 4.365,18 x Rp. 2830.9) – Rp. 12.015.035

= Rp. 12.357.377 – Rp 12.015.035

Sehingga hasil investasi Mr. A selama setahun dalam reksadana saham Grow -2 Prosper memeperoleh keuntungan sebesar 2.85%.

Investasi Yang Menguntungkan Reksadana Pasar Uang atau Reksadana Saham?

Keberadaan reksadana memang kurang diketahui oleh investor retail, jenis investasi ini cenderung terkenal di kalangan institusi. Padahal reksadana ini memberikan kemudahan dan juga lebih ekonomis dibandingkan produk investasi lainnya. Pengelolaan oleh manajer investasi dalam beberapa jenis investasi ini menjadikan reksadana ini mudah untuk dimiliki oleh kalangan mahasiswa sekalipun.

Mungkin yang kita tahu untuk memulai investasi ini harus memiliki modal yang besar. Namun tidak untuk reksadana karena modal yang minim kita sudah bisa menjadi investor. Ketidak-mauan dalam memulai investasi membuat uang yang kita miliki semakin tergerus investasi. Memang benar jika berinvestasi tidak selamanya mendapatkan keuntungan. Karena setiap investasi pasti memiliki tingkat risiko dan ada faktor yang membuat harganya turun. Itu memang wajar sekali kalau kita mengerti.

Ketidakpahaman dalam memilih investasi yang cocok membuat kita salah transaksi dan hasil yang didapat tidak terlalu maksimal. Karena ada banyak sekali jenis reksadana dan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan manajer investasi. Maka dari itu kita harus mengetahui karakteristik dan juga cara mengelola reksadana tersebut. Jenis reksadana antara lain reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran. Semakin tahu semakin kita mau memulai investasinya.

Dalam memilih reksadana pasti kita harus melihat kebutuhan kita di masa mendatang. Dan kira-kira jenis reksadana apa yang bisa membantu kita mencapai tujuan itu dengan maksimal. Meskipun ada risiko setidaknya kita bisa memilih jenis reksadana yang tepat.

Nah kira-kira antara reksadana pasar uang dengan reksadana saham lebih menguntungkan?

Sebelum mengetahui mana yang menguntungkan kita harus tau komposisi dari kedua jenis reksadana itu. Karena reksadana pasar uang dengan reksadana saham karakteristiknya berbeda dan paling populer di kalangan masyarakat. Perbedaanya terletak pada instrument investasi yang menjadi isi reksadana itu. Jika reksadana pasar uang ini fokus pada produk investasi pasar uang misalkan deposito, Surat Berharga Negara, Sertifikat Bank Indonesia dan juga obligasi yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Sedangkan reksadana saham ini berfokus pada instrument investasi pasar modal seperti saham. Reksadana saham dan pasar uang ini bisa berbentuk syariah ataupun yang konvensional.

Reksadana pasar uang minim risiko, dana lebih aman

Bagi kamu yang memilih untuk tidak ingin terlalu banyak menanggung risiko investasi, maka pilihan yang tepat adalah reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang ini memiliki risiko yang paling rendah dibandingkan dengan reksadana yang lain. Karena risiko yang rendah ini maka hasilnya pun juga paling kecil dibandingkan dengan reksadana lainnya. Selama setahun imbal hasilnya sekitar 6-7%. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk deposito. Keuntungan dari reksadana pasar uang ini adalah tidak dikenakan pajak dari keuntungan investasi. Bahkan jika kamu transaksi melalui reksadana online tidak dikenakan biaya penjualan dan pembelian.

Reksadana saham untuk yang berani tantangan

Buat kamu yang menyukai tantangan terutama buat kamu yang memiliki profil risiko agresif. Karena minimal 80% dana di tempatkan pada saham. Dimana saham ini termasuk jenis investasi yang fluktuatif, jadi sangat wajar jika risikonya tinggi namun imbal hasilnya juga tinggi.

Jika sudah mengetahui karakteristik dari kedua jenis reksadana ini. Untuk mengetahui reksadana yang cocok, maka harus mengetahui tujuan keuangan dan juga jangka waktu investasi anda. Tujuan keuangan bisa untuk berjaga-jaga, investasi, mencari pertumbuhan dalam jangka pendek atau jangka panjang?

Jika kebutuhan dana anda dalam jangka panjang dan untuk investasi maka reksadana saham memang yang cocok dibandingkan reksadana pasar uang. Sebenanrya bisa memilih reksadana pasar uang namun hasilnya tidak terlalu maksimal. Reksadana saham dalam setahun mampu mencetak imbal hasil sekitar 18%-20%. Jadi reksadana saham ini memang cocok untuk jangka panjang.

Namun untuk jangka pendek sebaiknya memilih reksadana pasar uang karena likuiditasnya lebih tinggi dan juga tidak terlalu fluktuatif. Risikonya juga kecil dan relative lebih aman.

Cara Investasi Reksadana yang Menguntungkan dan Mudah

Percayalah, jangan menunggu hari tua untuk mulai investasi. Bisa dibilang investasi merupakan salah satu cara membangun masa depan keuangan yang lebih baik.

Ada baiknya di usia muda dan produktif, hidup Anda tak sekadar berfoya-foya, hura-hura, beli ini-itu, dsb. Apalagi sampai menjadi konsumtif karena alasan gaya hidup aka status sosial. Tanpa disadari finansial Anda bisa jebol dan ujung-ujungnya menyesal. Jangan sampai hal ini terjadi lho!

Saatnya, keuangan Anda imbangi dengan investasi. Tapi. masih bingung mau investasi apa? modalnya berapa? Terus gimana caranya? Terus bagaimana jika belum punya banyak uang untuk berinvestasi?

Ada banyak pertanyaan terbesit bagi pemula dan bingung mulai dari mana. Kabar baiknya, Anda tidak perlu khawatir karena zaman now ada produk investasi yang bisa dibeli dengan modal terjangkau dengan untung maksimal, yaitu reksadana.

Apa itu Reksa Dana?

Dikutip dari website resmi Bursa Efek Indonesia (idx.co.id), Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Dalam praktiknya, Manajer Investasi bekerja didukung oleh tenaga profesional dalam pengelolaan investasi, yang terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi.

Sebagai gambaran, Anda tak perlu modal modal puluhan juta untuk berinvestasi reksa dana. Sistemnya sederhana, Anda hanya perlu menaruh sejumlah uang untuk membeli reksadana, dan memilih jenis reksa dana yang diinginkan dan selanjutnya, manajer investasilah yang akan mengelola investasi Anda.

Investasi Reksa Dana Online Mulai Rp10.000

Salah besar jika Anda masih berpikir investasi itu mahal. Reksa dana dijual dengan harga terjangkau. Bahkan Anda bisa mulai investasi dengan modal mulai Rp10.000,-.

Di tahun 2020 ini, Anda bisa mulai investasi dengan modal Rp10.000,- beli produk reksadana online melalui e-commerce, yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Sementara, beli reksadana di marketplace investasi Bareksa, modal atau minimum pembelian reksadana saham mulai Rp100 ribu.

Beli reksadana harga murah atau mahal apa berpengaruh?

Perlu dipahami, return atau keuntungan yang dihasilkan reksadana juga tidak tergantung dari besar atau kecilnya nilai pembelian awal investor.

Dengan modal yang minim Anda bisa memiliki investasi reksadana dan mendapatkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk tabungan atau deposito bank.

Faktor penentu perubahan harga reksa dana bukanlah harganya tetapi ditentukan oleh kesuksesan strategi manajer investasi, kondisi harga pasar dari saham dan obligasi, serta faktor lainnya seperti kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Pahami bahwa tidak ada pengaruh antara harga dengan kinerja reksa dana Sebab harga reksa dana merupakan hasil dari pengelolaan portofolio investasi. Yang penting ialah track record dari kinerja reksa dana dan manajer investasi serta prospek investasi ke depan.

Ilustrasi: Sebagai contoh riil, pada reksadana Mandiri Investa Atraktif dan Manulife Dana Saham, nilai minimal pembelian awal masing-masing sebesar Rp50.000 dan Rp100.000. Setelah satu tahun, reksadana saham Mandiri Investa Atraktif memiliki keuntungan 24,98% dan reksadana Manulife Dana Saham memiliki return 22,98%. Ternyata, keuntungan keduanya lebih besar dari yang dicatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yaitu hanya sebesar 21,63%.

Reksadana cocok untuk investasi semua orang. Bisa dibilang investasi reksadana itu mudah, dan cocok dipilih sebagai produk investasi bagi pemula atau pemodal kecil dan golongan orang-orang yang tidak memiliki banyak waktu dan pengetahuan mendalam tentang literasi keuangan, khususnya untuk menghitung resiko atas suatu investasi.

Ilustrasi lainnya, semisal Anda mulai menyisihkan uang sebesar Rp100.000 pada 30 November 2009, kemudian terus menambah investasi sebesar Rp100.000 setiap bulannya. Pada tanggal 1 selama lima tahun pada reksadana Manulife Dana Saham, uang Anda pada 28 November 2020 menjadi Rp7.784.544,76. Dengan penambahan uang setiap bulannya, modal awal perusahaan bertambah menjadi total Rp6.100.000.

Sementara itu, return yang diperoleh dari investasi tersebut sebesar Rp1.684.544,76. Jika dibandingkan dengan total investasi, return yang dihasilkan sebesar 27,62%.

Cara Mulai Investasi Reksadana

Sebelum Anda mulai membeli reksadana, tentukan dulu apa tujuan Anda berinvestasi?

Apakah Anda punya cita-cita keuangan seperti menyiapkan biaya pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi, membeli rumah impian di masa depan, biaya travelling ke negara impian, atau investasi untuk modal dana pensiun.

Tujuan ini akan berhubungan erat dengan jangka waktu investasi dan jenis reksadana yang tepat untuk Anda. Tujuan juga bisa digunakan sebagai motivasi Anda. Percuma juga Anda investasi tanpa ada tujuan jelas.

Jika sudah ketemu apa tujuan Anda, lakukan ini:

1. Pilih Platform Investasi

Pertama-tama, tentukan dulu platform investasi reksadana mana yang akan digunakan. Pilih platform reksadana online yang menjual beragam produk reksadana dari banyak manager investasi, jadi banyak pilihannya.

Contoh platform supermarket reksadana online: Bareksa.com, Ipotfund (PT Indo Premier Securities), Bukalapak, dan Tokopedia.

2. Pahami Macam-Macam Reksa Dana

Ada beragam jenis reksadana berdasarkan alokasi investasinya, yaitu:

Reksadana Pasar Uang

Alokasi investasi reksadana pasar uang seluruhnya ditempatkan pada instrumen pasar uang antara lain, deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan obligasi (jatuh temponya kurang dari satu tahun).

  • Reksadana pasar uang memiliki risiko yang relatif sangat rendah dari sisi default, berkurangnya nilai aktiva bersih (NAB), likuiditas, dsb.
  • Bisa mulai investasi reksadana pasar modal dengan modal Rp100.000,-
  • Bisa dicairkan kapan saja, pencairan sebelum jatuh tempo tidak dikenai pinalti atau potongan.
  • Return (imbal hasil) investasi reksadana pasar uang lebih besar dibandingkan deposito bank.
  • Waktu investasi sangat fleksible, bisa 1 hari, bisa 10 hari, dsb. Tetap mendapatkan return yang sama.
  • Cocok dipilih untuk investasi jangka pendek.

Reksadana Pendapatan Tetap

Alokasi investasi reksadana pendapatan tetap yakni penempatan dana pada efek utang atau obligasi dengan komposisi minimal 80%. Surat utang atau obligasi bisa berupa obligasi pemerintah atau korporasi (perusahaan).

  • Reksadana ini memiliki tingkat pengembalian yang stabil karena memiliki aset surat utang (obligasi) yang memberikan keuntungan berupa kupon secara rutin.
  • Bisa mulai investasi reksadana pasar modal dengan modal Rp100.000,-
  • Return (imbal hasil) lebih tinggi daripada reksadana pasar uang, umumnya bisa naik lebih dari 10% per tahun.
  • Nilai aktiva bersih (NAB) – nya cenderung naik stabil dan tidak banyak berfluktuasi (naik-turun).
  • Cocok dipilih untuk investasi dengan jangka waktu menengah yakni 1 tahun – 3 tahun.
  • Cocok untuk investor dengan karakter konservatif dan moderat. Investor yang ingin investasi modal awal (pokok investasi)-nya aman dan tidak berkurang, tetapi tetap bisa mendapat untung.
  • Risikonya sedikit lebih tinggi dibanding reksadana pasar uang.

– Reksadana Campuran

Reksadana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen keuangan sekaligus, seperti deposito, surat utang (obligasi), pasar uang dan saham.

Reksadana campuran defensif :

  • Profil risiko lebih rendah dengan komposisi penempatan sebesar 70-80% pada obligasi dan instrumen pasar uang.
  • Cocok dipilih oleh investor pemula dan investor bertipe konservatif/moderat yang mencari tingkat risiko rendah dengan potensi return lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang.

Reksadana campuran berimbang:

  • Profil risiko lebih tinggi, namun potensi pengembalian / untung imbal hasil juga lebih tinggi. Komposisi penempatan dana berimbang dengan porsi 50% pada pasar saham, dan obligasi/pasar uang.
  • Cocok dipilih oleh investor yang sudah berpengalaman dalam investasi, dan memahami investasi dengan baik.

Reksadana campuran dinamis :

  • Profil risiko tinggi dengan penempatan dana lebih dinamis porsinya pada instrumen obligasi, pasar uang , maupun saham. Artinya, penempatan dana tergantung pada outlook (pandangan) Manajer Investasi atas berbagai faktor.
  • Risiko tinggi guna mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Cocok untuk investor yang sudah berpengalaman dan penyuka tantangan serta ingin mendapatkan return investasi yang besar.

– Reksadana Saham

Reksadana saham menempatkan dananya minimal 80% ke berbagai efek saham dan sisanya, 20% dialokasikan ke pasar uang.

  • Bisa mulai investasi reksadana pasar modal dengan modal Rp10.000,- dan bisa dibeli secara online di Tokopedia dan Bulalapak
  • Return / imbal hasil reksadana saham sangat tinggi dibandingkan reksadana lainnya, tetapi risiko juga tergolong tinggi.
  • Cocok untuk investor penyuka tantangan dan sudah berpengalaman dalam investasi.
  • Cocok untuk investasi jangka panjang, diatas 5 tahun sehingga hasil keuntungannya bisa terasa.
  • Ada biaya investasi yang dibebankan pada pengurangan hasil investasi yang diterima investor. Tapi, ketika beli dan jual reksadana saham via platform online, tingkat biaya investasi lebih kecil.
  • Reksadana saham tidak bisa dicairkan setiap saat. Butuh waktu pencairan sekitar 3-5 hari kerja sejak transaksi pencairan.
  • Likuiditas reksadana saham tidak sebagus tabungan, investasi bisa untung tinggi dan sebaliknya bisa merugi besar.

3. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Berinvestasi reksadana membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang untuk kurang dari setahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan lebih dari 5 tahun.

Untuk jangka waktu kurang dari setahun, sebaiknya Anda memilih reksa dana pasar uang. Untuk investasi 1-3 tahun, Anda dapat memilih reksa dana pendapatan tetap. Untuk jangka waktu 3-5 tahun, gunakanlah reksa dana campuran. Terakhir, untuk Anda yang menginginkan investasi jangka panjang, yakni lebih dari 5 tahun, gunakanlah reksa dana saham.

4. Langkah-langkah Investasi Reksa Dana

Tentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ingin uang lebih aman dengan hasil keuntungan yang terbatas? reksa dana pasar uang jawabannya. Pendapatannya tetap dan terproteksi. Jika anda ingin keuntungan yang lebih tinggi dan sanggup menerima resiko yang lebih tinggi, reksa dana campuran dan saham adalah pilihan yang cocok.

Langkah kedua, pilih produk reksa dana yang sesuai dengan pilihan jenis reksa dana Anda. Lihat rekam jejak keuntungannya selama 3 tahun terakhir. Pastikan keuntungannya konsisten. Sehingga Anda tahu bahwa Anda tidak akan mengalami kerugian.

Anda dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai reksa dana yang Anda butuhkan melalui media internet atau menghubungi langsung pihak yang menjual reksa dana tersebut. Cari tahu biaya yang dikenakan pada reksa dana yang Anda inginkan, mencakup biaya pembelian dan penjualannya. Untuk memulainya, sisihkanlah minimal 20% pendapatan Anda untuk investasi reksa dana setiap bulannya.

Baca juga: 3 Cara Efektif Menghindari Investasi Bodong

5. Pastikan Produk Reksadana Ada Izin OJK

Reksadana adalah investasi yang legal karena memiliki izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Perizinan ini memiliki banyak syarat dan bersifat mutlak sehingga dapat dipercaya kebenarannya. Tidak hanya itu, manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut juga harus memiliki izin.

Pastikan dulu dan cek perizinan dari produk reksadana dan manajer investasi Anda. Jika meragukan, Anda berhak untuk menolak tawaran berinvestasi. Pegecekan izin ini juga merupakan bentuk upaya preventif agar Anda tidak tertipu oleh bentuk investasi bodong atau abal-abal.

Investasi bodong ada dimana-mana, tidak memiliki izin karena tidak memenuhi standar dan persyaratan dalam mengelola investasi yang bersih dan sehat. Ciri utama investasi reksadana bodong biasanya menawarkan keuntungan investasi yang sangat besar. Namun, bisa jadi resiko yang ditanggung juga besar.

Jadi, mau setingi apa pun potensi keuntungannya, Anda tidak boleh tergiur jika pihak yang menawarkan tidak memiliki izin yang resmi dari OJK.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang: Apakah Lebih Untung Daripada Deposito?

6. Belajar Pahami Prospektus Reksadana

Bagaimana Anda mengetahui poin perizinan suatu produk reksadana? Jawabnya, Anda harus belajar membaca dan memahami isi prospektus.

Prospektus dapat dikatakan sebagai buku manual untuk berinvestasi di reksadana. Segala macam informasi yang Anda butuhkan tentang reksadana ada di sini, mulai dari perizinan, manajer investasi, kebijakan investasi, biaya-biaya investasi, hingga tata cara pembelian dan penjualan reksadana.

Membaca prospektus adalah hal yang wajib dan mutlak. Tidak hanya membaca, Anda pun harus memahami setiap detail isinya dan jika kebingungan, tidak perlu ragu untuk bertanya.

Jika Anda sudah terlanjur berinvestasi dan belum memahami isi prospektus, sebaiknya Anda segera mengaksesnya. Pemahaman prospektus menjadi hal yang penting karena menyangkut uang yang Anda investasikan. Tentunya Anda tidak ingin menyesal karena minimnya informasi yang Anda punya bukan? Untuk itu pelajarilah prospektus.

Selain itu, alangkah lebih baik jika jasa reksadana Anda memiliki sistem online untuk memutakhirkan informasi seputar reksadana. Biasanya, setiap kali akan melakukan investasi, Anda akan diingatkan untuk membaca dan mengonfirmasi apakah Anda telah membaca prospektus.

Hal ini adalah jalan yang baik untuk sama-sama tahu. Sehingga Anda dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman. Tentu saja jika investasi palsu tidak akan memiliki prospektus karena ciri dari hubungan investasi yang sehat adalah dengan adanya transparansi.

Mulai Investasi Reksadana Dari Sekarang

Gimana sudah paham tentang cara investasi investasi Reksadana? Dengan kemajuan teknologi saat ini semua informasi bisa didapatkan dengan mudah. Bahkan saat ini, ada banyak manajer investasi dan bank penjual reksadana menyediakan situs informatif tentang produk dan layanan reksadananya.

Investasi apapun, kuncinya konsisten, Anda harus konsisten dan disiplin dalam melakukan investasi agar nantinya hasil investasinya bisa terlihat. Mulai saja dulu dari modal kecil, misal Rp. 10.000,- namun biasakan konsisten misal setiap hari. Lama-lama juga investasi Anda membukit, selamat berinvestasi ya sobat Cermat!

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: