Cara Transaksi Bitcoin Mau Coba Investasi Bitcoin Perhatikan Dulu Fakta dan Risikonya Berikut Ini

Peringkat broker opsi biner:

Mau Coba Investasi Bitcoin? Perhatikan Dulu Fakta dan Risikonya Berikut Ini

Bitcoin, salah satu mata uang virtual atau cryptocurrency yang sudah diperdagangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan investasi bitcoin semakin digandrungi banyak orang karena harganya yang diperkirakan terus naik. Agar tidak salah langkah, ketahui dulu seluk beluk investasi bitcoin.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Asal Muasal Bitcoin

Asal Muasal Bitcoin

Bitcoin diperkenalkan Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Tapi sebetulnya bitcoin ini sudah ada sejak 2008. Berarti kehadirannya sudah 10 tahun. Sayangnya, identitas Nakamoto belum jelas dan masih misterius sampai sekarang. Mata uang ini dikendalikan perangkat lunak dengan sistem terbuka, jadi siapapun dapat melakukan pengembangan terhadap bitcoin tanpa harus memiliki hak cipta atau meminta izin terlebih dahulu.

Mulai dari situ, Bitcoin digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembelian jasa misalnya game dan sebagainya. Jual beli bitcoin marak, sehingga mata uang digital ini semakin populer. Banyak orang menggilai bitcoin lantaran harganya terus menjulang, meskipun kadang juga merosot. Berdasarkan Coinbase, bitcoin diperdagangkan pada kisaran harga USD 4.008 atau sekitar Rp58,12 juta per koin.

Kalau harga bitcoin naik tinggi, nilainya sangat menggiurkan dalam semalam. Tapi jika sudah turun pun, bisa drastis. Naik turun harga bitcoin adalah salah satu risiko para investor bitcoin. Kendati kerap anjlok, investasi bitcoin masih dianggap sebagai tambang uang.

Eits, tapi jangan terburu-buru. Sebelum Anda terjun menambang keuntungan dari investasi cryptocurrency, simak dulu fakta dan risiko investasi bitcoin:

1. Menggunakan Sistem Peer-to-Peer (P2P)

Bila Anda penasaran mengenai siapa yang menjadi perantara dari transaksi bitcoin, seperti halnya bank di transaksi konvensional, maka jawabannya adalah tidak ada. Jenis mata uang digital ini merupakan sebuah alat transaksi langsung, karena itulah disebut menggunakan sistem Peer-to-Peer.

Peringkat broker opsi biner:

Transaksi menggunakan bitcoin disebut-sebut aman. Pasalnya setiap transaksi yang menggunakan bitcoin akan tercatat dan terverifikasi melalui sebuah jaringan. Kemudian melalui teknik-teknik kriptografi akan tercatat dalam sebuah brankas data milik publik. Teknologi penyimpanan ini disebut dengan blockchain.

Sang penemu bitcoin, Nakamoto memancing orang untuk membuat blockchain lainnya agar data dari bitcoin tetap terjaga. Bagi yang menciptakan teknologi penyimpanan itu akan diberi hadiah berupa bitcoin. Dari situlah, jumlah bitcoin yang beredar bertambah. Proses dari pembuatan blockchain ini lebih dikenal dengan istilah mining atau bitcoin mining yang berarti penambangan bitcoin.

2. Transaksi Pertama Bitcoin: Membayar Seloyang Pizza

Saat pertama kali diluncurkan, hanya segelintir orang yang mempercayai bitcoin. Setelah Nakamoto menambang bitcoin pertamanya (disebut sebagai genesis block), jaringan bitcoin resmi beroperasi. Orang pertama yang mengunduh aplikasi bitcoin adalah Hal Finney, seorang ilmuwan komputer yang juga seorang cypherpunk (sebutan untuk orang yang memperjuangkan kriptografi). Ia kemudian menerima 10 keping bitcoin dari Nakamoto.

Namun Nakamoto menghilang setelah berhasil menambang banyak bitcoin, diperkirakan mencapai satu juta keping pada tahun 2020. Di tahun yang sama, sebuah transaksi komersial menggunakan bitcoin pertama terjadi. Ilmuwan komputer, Laszlo Hanyecz membeli dua loyang Pizza dari toko Papa John’s Pizza seharga 10.000 bitcoin.

Bila dikalikan dengan nilai tukar bitcoin pada saat ini, Laszlo membeli dua loyang pizza itu seharga Rp810 miliar. Itu karena harga bitcoin sudah mengalami kenaikan. Saat bitcoin pertama kali meluncur, nilai tukar bitcoin terhadap rupiah sekitar Rp451 per keping.

3. Pernah Digunakan untuk Transaksi Online Ilegal

Awalnya, bitcoin digunakan sebagai metode pembayaran utama untuk situs SilkRoad, portal sejenis forum jual beli untuk semua barang dan jasa ilegal. Untuk mengakses situs tersebut perlu browser khusus yang disebut TOR Browser.

SilkRoad memungkinkan Anda untuk mendapatkan barang dan jasa ilegal apapun, mulai dari senjata api, narkotika atau obat-obatan terlarang, video porno anak-anak, hingga jasa pembunuh bayaran. Supaya tidak terdeteksi oleh pihak yang berwajib, para penjual dan pembeli menggunakan bitcoin sebagai alat tukar utama atau alat pembayaran karena bitcoin menggunakan sistem peer-to-peer.

4. Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto Sosok Misterius

Walaupun aplikasi bitcoin didaftarkan pertama kali oleh Nakamoto, namun ia adalah sosok yang misterius. Hingga saat ini tidak ada satu orang pun yang mengetahui siapa Satoshi Nakamoto. Dalam sebuah forum di internet, ia pernah menyebutkan jika dirinya berasal dari Jepang. Saat mengikuti forum tersebut, Nakamoto menggunakan TOR Browser yang membuat alamat IP-nya tidak dapat terlacak.

Meski sudah memberi pengakuan tersebut, Nakamoto tidak meninggalkan jejak atau identitas yang jelas. Semua orang masih mencari tahu sosok penemu bitcoin tersebut. Beberapa dari pengguna dan non-pengguna bitcoin mulai memberikan spekulasi.

Spekulasi yang bikin heboh adalah tidak ada orang dengan nama Satoshi Nakamoto. Nama itu digunakan untuk melindungi si pencipta bitcoin aslinya. Pasalnya dalam bahasa Jepang, Satoshi berarti kebijaksanaan ataupun alasan, sedangkan Nakamoto dapat diartikan sebagai sumber pusat (central source).

5. Berpotensi Memicu Economic Bubble

Berpotensi Memicu Economic Bubble

Para pakar ekonomi dari seluruh negara sudah memberi analisanya terkait bitcoin sebagai sebuah economical bubble atau gelembung ekonomi. Yakni sebuah fenomena, di mana harga suatu barang atau jasa menjadi naik drastis, hingga sangat tinggi, kemudian hancur seperti layaknya gelembung sabun yang ditiup.

Analisa itu bukan tanpa alasan mengingat harga bitcoin yang sudah menanjak tinggi. Pada awal bitcoin muncul di 2020, satu keping bitcoin terhadap rupiah senilai Rp451. Sekitar tiga tahun kemudian, harganya sekitar Rp800 ribu per koin. Itu berarti dalam tiga tahun, nilai bitcoin melonjak 177.383% atau naik 1.773,83 kali dari nilai awalnya.

Selang satu tahun kemudian, harga bitcoin mencapai puncaknya dengan nilai lebih dari Rp266 juta per keping. Itu berarti dalam empat tahun, bitcoin kembali naik sebesar 33.250% atau 332,5 kali lipat dari nilainya di 2020 sekitar Rp800 ribu. Titik tertingginya selama tujuh tahun (2020), nilai bitcoin meroket 58.980.044% atau 589.800,44 kali dari nilai awalnya Rp451.

Sayangnya, pertumbuhan nilai bitcoin yang terus meroket terhenti sampai di situ. Setelah China melarang penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi atau alat pembayaran, nilai bitcoin anjlok. Saat ini, bitcoin terhadap rupiah diperdagangkan di kisaran Rp58 juta per koin. Jika banyak investor tergiur investasi bitcoin, kemudian harganya terus merosot, maka bisa menyebabkan gelembung ekonomi yang membahayakan perekonomian negara.

6. Bitcoin Bukan Berbentuk Komoditi atau Saham

Bila masih tetap tertarik investasi bitcoin atau mata uang digital lain, sebaiknya Anda memperhatikan poin yang satu ini. Tidak seperti pasar saham ataupun komoditi, bitcoin tidak memiliki dasar penjualan yang jelas. Ini berarti Anda mempertaruhkan uang Anda untuk sesuatu bisa bernilai nol. Bila dianalogikan, apabila sudah tidak ada lagi orang di dunia ini yang menerima transaksi melalui bitcoin, maka bitcoin Anda tidak akan ada harganya sama sekali.

Dengan kata lain, fluktuasi dari nilai bitcoin ini benar-benar bergantung pada penawaran dan permintaan (supply and demand) dari para pengguna yang semakin hari semakin turun. Bedanya dengan saham atau komoditi, jika permintaannya turun, Anda tetap memiliki barang nyata berupa komoditas ataupun hak kepemilikan perusahaan dari saham yang Anda beli. Jadi secara tidak langsung, Anda masih memiliki sesuatu yang memiliki nilai, tidak seperti bitcoin yang bisa menjadi tidak bernilai.

7. Transaksi Bitcoin Dilarang di Indonesia

Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah menegaskan bahwa virtual currency termasuk bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2020 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan Rupiah.

Pemilikan mata uang virtual, termasuk bitcoin sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency, serta nilai perdagangan sangat fluktuatif.

Jadi, rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble), serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai otoritas moneter, BI memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan mata uang digital.

Pikirkan Dengan Matang, Risiko Anda yang Menanggung

Jika Anda tetap investasi mata uang virtual, termasuk bitcoin di Indonesia, maka apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, itu adalah risiko yang harus Anda tanggung sendiri. Jadi sebelum memutuskan untuk menambang bitcoin, pikirkan dulu dengan matang. Jangan sampai Anda menyesal kemudian hari. Pilihan ada di tangan Anda.

Mau Coba Investasi Bitcoin? Perhatikan Dulu Fakta dan Risikonya Berikut Ini

Bitcoin, salah satu mata uang virtual atau cryptocurrency yang sudah diperdagangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan investasi bitcoin semakin digandrungi banyak orang karena harganya yang diperkirakan terus naik. Agar tidak salah langkah, ketahui dulu seluk beluk investasi bitcoin.

Asal Muasal Bitcoin

Bitcoin diperkenalkan Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Tapi sebetulnya bitcoin ini sudah ada sejak 2008. Berarti kehadirannya sudah 10 tahun. Sayangnya, identitas Nakamoto belum jelas dan masih misterius sampai sekarang. Mata uang ini dikendalikan perangkat lunak dengan sistem terbuka, jadi siapapun dapat melakukan pengembangan terhadap bitcoin tanpa harus memiliki hak cipta atau meminta izin terlebih dahulu.

Mulai dari situ, Bitcoin digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembelian jasa misalnya game dan sebagainya. Jual beli bitcoin marak, sehingga mata uang digital ini semakin populer. Banyak orang menggilai bitcoin lantaran harganya terus menjulang, meskipun kadang juga merosot. Berdasarkan Coinbase, bitcoin diperdagangkan pada kisaran harga USD 4.008 atau sekitar Rp58,12 juta per koin.

Kalau harga bitcoin naik tinggi, nilainya sangat menggiurkan dalam semalam. Tapi jika sudah turun pun, bisa drastis. Naik turun harga bitcoin adalah salah satu risiko para investor bitcoin. Kendati kerap anjlok, investasi bitcoin masih dianggap sebagai tambang uang.

Eits, tapi jangan terburu-buru. Sebelum Anda terjun menambang keuntungan dari investasi cryptocurrency, simak dulu fakta dan risiko investasi bitcoin:

1. Menggunakan Sistem Peer-to-Peer (P2P)

Bila Anda penasaran mengenai siapa yang menjadi perantara dari transaksi bitcoin, seperti halnya bank di transaksi konvensional, maka jawabannya adalah tidak ada. Jenis mata uang digital ini merupakan sebuah alat transaksi langsung, karena itulah disebut menggunakan sistem Peer-to-Peer.

Transaksi menggunakan bitcoin disebut-sebut aman. Pasalnya setiap transaksi yang menggunakan bitcoin akan tercatat dan terverifikasi melalui sebuah jaringan. Kemudian melalui teknik-teknik kriptografi akan tercatat dalam sebuah brankas data milik publik. Teknologi penyimpanan ini disebut dengan blockchain.

Sang penemu bitcoin, Nakamoto memancing orang untuk membuat blockchain lainnya agar data dari bitcoin tetap terjaga. Bagi yang menciptakan teknologi penyimpanan itu akan diberi hadiah berupa bitcoin. Dari situlah, jumlah bitcoin yang beredar bertambah. Proses dari pembuatan blockchain ini lebih dikenal dengan istilah mining atau bitcoin mining yang berarti penambangan bitcoin.

2. Transaksi Pertama Bitcoin: Membayar Seloyang Pizza

Saat pertama kali diluncurkan, hanya segelintir orang yang mempercayai bitcoin. Setelah Nakamoto menambang bitcoin pertamanya (disebut sebagai genesis block), jaringan bitcoin resmi beroperasi. Orang pertama yang mengunduh aplikasi bitcoin adalah Hal Finney, seorang ilmuwan komputer yang juga seorang cypherpunk (sebutan untuk orang yang memperjuangkan kriptografi). Ia kemudian menerima 10 keping bitcoin dari Nakamoto.

Namun Nakamoto menghilang setelah berhasil menambang banyak bitcoin, diperkirakan mencapai satu juta keping pada tahun 2020. Di tahun yang sama, sebuah transaksi komersial menggunakan bitcoin pertama terjadi. Ilmuwan komputer, Laszlo Hanyecz membeli dua loyang Pizza dari toko Papa John’s Pizza seharga 10.000 bitcoin.

Bila dikalikan dengan nilai tukar bitcoin pada saat ini, Laszlo membeli dua loyang pizza itu seharga Rp810 miliar. Itu karena harga bitcoin sudah mengalami kenaikan. Saat bitcoin pertama kali meluncur, nilai tukar bitcoin terhadap rupiah sekitar Rp451 per keping.

3. Pernah Digunakan untuk Transaksi Online Ilegal

Awalnya, bitcoin digunakan sebagai metode pembayaran utama untuk situs SilkRoad, portal sejenis forum jual beli untuk semua barang dan jasa ilegal. Untuk mengakses situs tersebut perlu browser khusus yang disebut TOR Browser.

SilkRoad memungkinkan Anda untuk mendapatkan barang dan jasa ilegal apapun, mulai dari senjata api, narkotika atau obat-obatan terlarang, video porno anak-anak, hingga jasa pembunuh bayaran. Supaya tidak terdeteksi oleh pihak yang berwajib, para penjual dan pembeli menggunakan bitcoin sebagai alat tukar utama atau alat pembayaran karena bitcoin menggunakan sistem peer-to-peer.

4. Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto Sosok Misterius

Walaupun aplikasi bitcoin didaftarkan pertama kali oleh Nakamoto, namun ia adalah sosok yang misterius. Hingga saat ini tidak ada satu orang pun yang mengetahui siapa Satoshi Nakamoto. Dalam sebuah forum di internet, ia pernah menyebutkan jika dirinya berasal dari Jepang. Saat mengikuti forum tersebut, Nakamoto menggunakan TOR Browser yang membuat alamat IP-nya tidak dapat terlacak.

Meski sudah memberi pengakuan tersebut, Nakamoto tidak meninggalkan jejak atau identitas yang jelas. Semua orang masih mencari tahu sosok penemu bitcoin tersebut. Beberapa dari pengguna dan non-pengguna bitcoin mulai memberikan spekulasi.

Spekulasi yang bikin heboh adalah tidak ada orang dengan nama Satoshi Nakamoto. Nama itu digunakan untuk melindungi si pencipta bitcoin aslinya. Pasalnya dalam bahasa Jepang, Satoshi berarti kebijaksanaan ataupun alasan, sedangkan Nakamoto dapat diartikan sebagai sumber pusat (central source).

5. Berpotensi Memicu Economic Bubble

Para pakar ekonomi dari seluruh negara sudah memberi analisanya terkait bitcoin sebagai sebuah economical bubble atau gelembung ekonomi. Yakni sebuah fenomena, di mana harga suatu barang atau jasa menjadi naik drastis, hingga sangat tinggi, kemudian hancur seperti layaknya gelembung sabun yang ditiup.

Analisa itu bukan tanpa alasan mengingat harga bitcoin yang sudah menanjak tinggi. Pada awal bitcoin muncul di 2020, satu keping bitcoin terhadap rupiah senilai Rp451. Sekitar tiga tahun kemudian, harganya sekitar Rp800 ribu per koin. Itu berarti dalam tiga tahun, nilai bitcoin melonjak 177.383% atau naik 1.773,83 kali dari nilai awalnya.

Selang satu tahun kemudian, harga bitcoin mencapai puncaknya dengan nilai lebih dari Rp266 juta per keping. Itu berarti dalam empat tahun, bitcoin kembali naik sebesar 33.250% atau 332,5 kali lipat dari nilainya di 2020 sekitar Rp800 ribu. Titik tertingginya selama tujuh tahun (2020), nilai bitcoin meroket 58.980.044% atau 589.800,44 kali dari nilai awalnya Rp451.

Sayangnya, pertumbuhan nilai bitcoin yang terus meroket terhenti sampai di situ. Setelah China melarang penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi atau alat pembayaran, nilai bitcoin anjlok. Saat ini, bitcoin terhadap rupiah diperdagangkan di kisaran Rp58 juta per koin. Jika banyak investor tergiur investasi bitcoin, kemudian harganya terus merosot, maka bisa menyebabkan gelembung ekonomi yang membahayakan perekonomian negara.

6. Bitcoin Bukan Berbentuk Komoditi atau Saham

Bila masih tetap tertarik investasi bitcoin atau mata uang digital lain, sebaiknya Anda memperhatikan poin yang satu ini. Tidak seperti pasar saham ataupun komoditi, bitcoin tidak memiliki dasar penjualan yang jelas. Ini berarti Anda mempertaruhkan uang Anda untuk sesuatu bisa bernilai nol. Bila dianalogikan, apabila sudah tidak ada lagi orang di dunia ini yang menerima transaksi melalui bitcoin, maka bitcoin Anda tidak akan ada harganya sama sekali.

Dengan kata lain, fluktuasi dari nilai bitcoin ini benar-benar bergantung pada penawaran dan permintaan (supply and demand) dari para pengguna yang semakin hari semakin turun. Bedanya dengan saham atau komoditi, jika permintaannya turun, Anda tetap memiliki barang nyata berupa komoditas ataupun hak kepemilikan perusahaan dari saham yang Anda beli. Jadi secara tidak langsung, Anda masih memiliki sesuatu yang memiliki nilai, tidak seperti bitcoin yang bisa menjadi tidak bernilai.

7. Transaksi Bitcoin Dilarang di Indonesia

Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah menegaskan bahwa virtual currency termasuk bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2020 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan Rupiah.

Pemilikan mata uang virtual, termasuk bitcoin sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency, serta nilai perdagangan sangat fluktuatif.

Jadi, rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble), serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai otoritas moneter, BI memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan mata uang digital.

Ingin Investasi Bitcoin? Ketahui Dulu Pengertian dan Karakteristiknya Disini!

Apakah Anda berencana untuk investasi Bitcoin? Jika iya, penting sekali untuk Anda ketahui lebih jauh tentang Bitcoin. Jangan sampai Anda asal investasi karena mendengar kalau investasi Bitcoin ini sangat menguntungkan, harga selalu naik, dan sebagainya. Untuk itu, agar investasi bitcoin bisa berjalan lancar dan menguntungkan, simak ulasan bitcoin secara lengkapnya berikut ini.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Pengertian Bitcoin

Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang digunakan untuk suatu transaksi atau investasi secara global. Bitcoin dirilis pada tahun 2009 oleh sebuah tim bernama Satoshi Nakamoto. Ia juga dikaitkan dengan perangkat lunak yang ia rancang dengan menggunakan jaringan p eer to peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal.

Di Departemen Keuangan Amerika Serikat, Bitcoin dikenal sebagai mata uang yang terdesentralisasi. Jadi, di Amerika Serikat sudah banyak transaksi yang dilakukan dengan menggunakan bitcoin, bahkan menjadikannya sebuah investasi jangka panjang.

Bitcoin hadir untuk mengganti dan mengubah buku-buku kas yang biasanya dilakukan oleh Bank. Tahukah Anda, biasanya institusi keuangan memiliki buku keuangan mereka masing-masing. Pasti perlu waktu, biaya dan tenaga dalam menjalankan setiap transaksi yang berjalan. Oleh sebabnya para customer dikenakan biaya tambahan atau charge.

Karakteristik Bitcoin

Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah

1. Bitcoin Bersifat ‘Open Manner’

Bitcoin ditemukan oleh sekelompok tim yang menamakan mereka Satoshi Nakamoto dari Jepang. Sistem bitcoin diciptakan bersifat terbuka yang artinya adalah kode program dapat langsung dilihat secara global. Untuk itu, dalam sistem bitcoin ini tidak ada yang tersembunyi, bahkan dari penciptanya dan juga tidak ada kepentingan lainnya.

2. Bitcoin Digunakan Sebagai Metode Pembayaran

Sekarang ini metode pembayaran lebih berkembang dari sebelumnya. Jika dahulu ada yang namanya barter, seperti barter ayam dengan beras, atau barter barang lainnya. Dilanjutkan dengan hadirnya uang sebagai sistem pembayaran, dan terus berkembang sampai sekarang dengan hadirnya uang virtual.

Sekarang ini proses pembayaran dilakukan dengan uang digital. Pengguna bebas untuk berbelanja dengan saldo uang virtual mereka, sehingga tidak perlu lagi membawa uang cash . Contohnya dengan sistem pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan kartu debit.

Ditambah lagi sekarang sudah era jual beli online. Anda bisa berbelanja di marketplace online baik dalam negeri maupun luar negeri, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak. JD.ID, amazon, alibaba, walmart, tmall dan masih banyak lainnya.

Beberapa dari marketplace tersebut juga telah memiliki uang virtualnya masing-masing yang dapat digunakan untuk berbelanja di marketplace itu sendiri. Anda hanya tinggal mengisi saldo dengan mentransfer dari bank.

Bank sendiri menggunakan sistem kas yang menunjukkan riwayat dari masing-masing akun serta menunjukkan orangnya membeli apa dan berapa besaran pembeliannya. Dengan begitu, disinyalir Bank juga punya kendali atas rekening Anda. Bank memastikan seluruh pembayaran transaksi Anda berjalan dengan aman.

Semua proses transfer tersebut adalah berupa perpindahan nominal angka antar bank. Maka itu Bank selalu memiliki divisi manajemen risiko, untuk memastikan semua transaksi berjalan dengan aman tanpa ada kecurangan.

Perbedaan ini kembali lagi dengan sistem pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Bitcoin adalah jenis mata uang digital dengan sinkronisasi penuh di Internet. Untuk itu, semua pengguna Bitcoin dapat mengakses akun kas mereka dengan real time dimanapun dan kapanpun.

Cara kerja bitcoin sama seperti kita mentransfer ke bank, menggunakan kartu kredit, dan melakukan transaksi belanja online. Hanya saja metode pembayaran bitcoin ini jauh lebih baik. Anda bisa menggunakan bitcoin untuk belanja online di seluruh pasar di dunia, menerima gaji, mengirim uang ke keluarga atau teman, dan transaksi lainnya. Jadi Bitcoin memang berfungsi sebagai sistem pembayaran yang sah.

3. Bitcoin Suatu Investasi Emas

Banyak orang zaman sekarang memandang kalau investasi emas adalah investasi yang bernilai tinggi. Harga emas memang selalu melonjak, disamping emas juga sudah semakin langka. Emas juga stabil harganya, dan sulit untuk dipalsukan.

Sama halnya dengan bitcoin yang memiliki karakteristik layaknya investasi emas, antara lain:

  • Jumlah bitcoin di dunia terbatas yaitu hanya ada 21 Juta.
  • Satu Bitcoin sama dengan 100 Juta, sama seperti emas per gram. Kita juga dapat membeli kurang dari 1 bitcoin
  • Bitcoin tidak mengalami degradasi
  • Anda bisa memindahkan Bitcoin dimanapun terlepas dari jumlah Bitcon.

Itulah kenapa bitcoin disamakan dengan emas digital, bahkan cara investasinya pun mirip dengan investasi emas pada umumnya. Perlu diketahui, bahwa bitcoin juga disebut sebagai emas 2.0.

4. Bitcoin Tidak Dapat di Kontrol

Bitcoin disebut dengan istilah desentralisasi , karena bitcoin layaknya internet yang tidak ada gate keeper yakni tidak dimiliki oleh siapapun. Jadi, bitcoin memungkinkan banyak orang berkembang dan berinovasi sebebasnya kapanpun dan dimanapun.

Temukan Strategi Investasi Bitcoin dengan Tepat

Setiap instrumen investasi tak luput dari berbagai risiko yang bisa saja membuat investor mengalami kerugian. Agar hal ini dapat dihindari, sangat penting bagi Anda untuk menemukan strategi investasi bitcoin dengan tepat agar investasi bisa berjalan dengan lancar sehingga investasi bitcoin tetap memberikan keuntungan.

Ilmu strategi tersebut bisa Anda dapatkan melalui teman Anda yang sudah berpengalaman dalam investasi bitcoin atau melalui internet. Tak ada salahnya juga Anda mengikuti kelas investasi bitcoin yang diselenggarakan oleh pihak tertentu agar ilmu mengenai investasi bitcoin terus bertambah.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: