Dampak Cina Pada Sistem Perdagangan Indonesia, 4 jam sistem perdagangan cma

Peringkat broker opsi biner:

Fokus

Pil Pahit Penundaan Haji untuk Garuda

Fokus

Kematian George Floyd Bentuk Ketidakadilan Rasial di Amerika

Rivalitas Politik di Balik Silang Pendapat Risma – Khofifah

AS, Cina, Jerman: 3 Negara Yang Paling Diuntungkan Sistem Perdagangan Bebas

Survei terbaru yayasan Jerman Bertelsmann Foundation yang dirilis hari Senin (30/12) menyebutkan, tiga negara pengekspor terbesar dunia, yaitu AS, Cina dan Jerman, yang paling diuntungkan dengan sistem perdagangan global saat ini. Hanya dalam setahun, ketiga negara ini bisa meraup keuntungan sampai 239 miliar dolar.

Ketiga negara itu mendapat manfaat terbesar dari keanggotaan mereka di Organisasi Perdagangan Dunia, WTO. Survei terbaru Bertelsmann Foundation dibuat sekaligus untuk menandai peringatan 25 tahun pendirian WTO, yang resmi didirikan 1 Januari 1995 sebagai kelanjutan dari Perjanjian Perdagangan Bebas GATT. WTO saat ini dipimpin oleh diplomat Brasil, Roberto Azevedo.

AS, Cina dan Jerman disebut telah mencapai perolehan pendapatan terbesar sebagai hasil dari sistem perdagangan global berbasis aturan-aturan WTO. Amerika Serikat menjadi negara yang paling diuntungkan dengan meraup keuntungan 87 miliar dolar pada 2020, disusul Cina dengan keuntungan 86 miliar dolar dan Jerman dengan keuntungan sekitar 66 miliar dolar.

Survei Bertelsmann Foundation juga menghitung efek kekayaan di 180 negara, yang didapat sejak pendirian WTO, termasuk perkembangan di 164 negara anggota WTO. Parameter perhitungan adalah arus perdagangan domestik maupun arus perdagangan ke dan dari luar negeri.

Ekspor dan manufaktur kuat bisa jamin pertumbuhan

Sementara anggota GATT/WTO menikmati peningkatan ekspor rata-rata 14% antara 1980 dan 2020, ekspor ke negara-negara di luar WTO turun rata-rata 5,5%, demikian survei Bertelsmann Foundation.

Pada tahun 2020, 20 tahun setelah lembaga itu didirikan, keanggotaan di WTO telah memicu peningkatan kemakmuran di seluruh dunia sebesar 855 miliar dolar.

“WTO adalah sistem operasi ekonomi global, yang memastikan setiap hari bahwa barang dan jasa dapat bersirkulasi dalam lingkungan yang stabil dan berdasarkan aturan,” kata Christian Bluth, pakar perdagangan di Bertelsmann Stiftung.

Laporan tersebut mencatat bahwa negara-negara dengan ekspor dan manufaktur yang kuat cenderung mendapat manfaat besar dari keanggotaan WTO, contohnya Meksiko (58 miliar dolar) dan Korea Selatan (31 miliar dolar).

Masa depan masih tidak pasti

WTO yang bermarkas di Jenewa, 25 tahun setelah pendiriannya justru menghadapi tekanan kuat, terutama dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump. Washington menganggap bahwa badan perdagangan dunia ini hanya menguntungkan pesaingnya di pasar global.

Peringkat broker opsi biner:

AS telah memblokir penunjukan hakim banding WTO yang baru, selama dua tahun terakhir ini, yang melumpuhkan mekanisme penyelesaian perselisihan pada lembaga yang sering disebut “Mahkamah Perdagangan Dunia” ini.

Cina jadi negara lainnya yang mengeluhkan sistem WTO dalam menyelesaikan perselisihan perdagangan. Di dalam laporan terbarunya, Bertelsmann mencatat bahwa anggota terbesar WTO, yaitu AS dan Cina, “semakin meningkatkan perselisihan pabean mereka di luar organisasi,” dengan melancarkan perang dagang bilateral.

WTO juga makin sering dikritik oleh kalangan ilmuwan dan praktisi. Para kritikus mengatakan bahwa WTO perlu waktu terlalu lama untuk menyelesaikan kasus-kasus perselisihan. Badan dunia itu juga dianggap tidak siap menghadapi perkembangan dan tantangan baru, terutama yang ditimbulkan sistem kapitalisme dan perekonomian yang dikontrol negara, seperti halnya di Cina.

Banyak kalangan kini menuntut agar WTO direformasi secara menyeluruh dengan sistem yang lebih adil dan efektif.

Ekonomi Indonesia dalam Skenario Terburuk Akibat Virus Corona

Virus corona baru merebak sejak awal bulan ini di Tanah Air. Namun dampaknya telah memukul berbagai sudut ekonomi. Indeks bursa saham rontok, rupiah terperosok, dan pelaku di sektor riil berteriak susah berusaha. Lembaga keuangan dunia, ekonom, dan otoritas pemerintah membuat sejumlah prediksi. Ekonomi Indonesia bisa masuk dalam skenario terburuk jika tidak mengatasi dengan benar pandemi ini.

Pada perdagangan Selasa kemarin (24/3), indeks harga saham gabungan ditutup turun 1,3 % di level 3.937. Sepanjang pekan ini, IHSG telah menyentuh posisi terendahnya sepanjang delapan tahun terakhir. IHSG sempat jatuh di level 3.000 yakni pada 24 Juni 2020 di posisi 3.955,58.

Untuk membendung meluasnya dampak Covid-19 di pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis beberapa kebijakan. Di antaranya, trading halt atau pembekuan selama 30 menit jika IHSG turun 5 %. Trading halt pertama kali sepanjang sejarah pasar modal Indonesia berlangsung pada Kamis (12/3) dan telah terjadi lima kali sejak itu.

Kemudian, OJK meminta PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk memangkas waktu operasional. Langkah ini sebagai adaptasi dari kebijakan Bank Indonesia yang mempersingkat jam operasional BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Mulai 30 Maret 2020, waktu perdagangan di bursa efek dibagi menjadi dua sesi. Transaksi perdagangan pertama mulai pukul 09.00 hingga 11.30 dan sesi kedua dimulai dari pukul 13.30 hingga 15.00. Sedangkan hari kerjanya tetap dari Senin sampai Jumat.

Tak hanya merontokkan pasar modal, virus corona juga menjatuhkan nilai tukar rupiah. Pada Senin (23/3), harga jual dolar Amerika Serikat di lima bank besar menembus Rp 17 ribu. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate atau JISDOR menempatkan nilai rupiah di posisi 16.608 per dolar Amerika.

Mengutip Bloomberg, pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di Asia. Angka itu juga merupakan yang terendah sejak krisis pada Juli 1998. Hari berikutnya, rupiah hanya menguat 0,45 % ke level 16.500 per dolar AS.

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari Indonesia sejak awal tahun mencapai Rp 125,2 triliun di tengah kekhawatiran pandemi virus corona. “Bulan ini saja terjadi outflow Rp 104,7 triliun dari total Rp 125,2 triliun,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (24/3).

Kemerosotan ini tampaknya belum akan berhenti karena wabah Covid-19 di Indonesia semakin luas. Kasus dan korban corona terus berjatuhan di berbagai daerah.

7 Skenario Ekonomi dan Potensi Resesi Akibat Virus Corona

Dalam riset bertajuk “The Global Macroeconomic Impacts of Covid-19” ekonom Australian National University, Warwick McKibbin dan Roshen Fernando meramalkan kegawatan luar biasa. Keduanya menyebutkan dampak virus corona jauh lebih buruk ketimbang Flu Spanyol yang pada 1918-1919 menjadi pandemi paling mematikan sepanjang sejarah dengan menelan 40 juta korban jiwa.

Dampak ekonomi Covid-19 diperkirakan bisa mencapai US$ 2,4 triliun atau sekitar Rp 39.304 triliun. Jauh lebih besar ketimbang penyakit pernapasan akut SARS yang pada 2003 memangkas ekonomi dunia sebesar US$ 40 miliar atau Rp 656,72 triliun.

Kedua ekonom itu membuat tujuh skenario berdasarkan tingkat sebaran virus corona, kasus, dan jumlah korban tewas. Skenario satu sampai tiga jika corona hanya terjadi di Tiongkok dan bersifat sementara. Skenario empat hingga enam jika corona menyebar ke seluruh dunia dan bersifat sementara. Sedangkan pada skenario tujuh yaitu ketika wabah corona meluas ke seluruh dunia dan skala ringan, namun berulang pada tahun-tahun mendatang.

Mereka membuat prognosis berdasarkan lima faktor guncangan (shock). Yang pertama adalah equity risk premium atau guncangan pasar modal. Kemudian ada suplai tenaga kerja, biaya produksi, permintaan konsumsi, dan belanja pemerintah.

Secara garis besar, Indonesia menghadapi risiko kenaikan equity risk premium, penurunan suplai tenaga kerja, kenaikan biaya produksi, penurunan permintaan, dan kenaikan anggaran belanja.

Berdasarkan simulasi itu, keduanya memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan terkoreksi 1,3 % pada skenario empat; 2,8 % pada skenario lima; 4,7 % pada skenario enam, dan 1,3 % pada skenario tujuh.

Tabel: Dampak Virus Corona terhadap Tenaga Kerja dan Ekonomi Indonesia 2020

Teknologi di Bidang Perdagangan

Seperti yang kita tahu bahwa zaman telah berubah. Dimana banyak sekali perkembangan-perkembangan yang tidak dapat terhitung,salah satunya dari segi teknologi. Hampir disetiap negara pasti ada perkembangan teknologi. Dan setiap teknologi terbaru tentu akan ada manfaat bagi banyak orang. Jika dahulu ada teknologi sebuah website yang dapat diakses lewat internet. Sekarang sudah ada website toko online. Tentu ini yang disebut perkembangan teknologi yang tiada habis dan hentinya

Teknologi tidak bisa di pisahkan oleh manusia, apalagi didalam bidang usaha perniagaan atau perdagangan. Dalam dunia perdagangan kita biasanya mendengar istilah electronic comerse (e-commers) atau perdagangan secara elektronik. Electronic comers adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi terutama internet, memungkinkan pelaku usaha atau organisasi yang berada pada jarak yang jauh dapat saling berkomunikasi dengan biaya yang terjangkau. Hal ini lantas dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perdagangan.

Jika kita melihat sudah banyak sekali toko online yang ada didunia ini. Khususnya dinegara Indonesia. Toko — toko online yang ada sangat beragam mulai dari toko online yang khusus menjual barang fashion ada toko online yang menjual jam tangan dan tentu ada juga toko online universal yang menjual semua jenis barang. Di zaman sekarang untuk menjual suatu barang sangat mudah sekali kita bisa memanfaatkan sosial media untuk promosi barang yang kita jual, bergabung bersama marketplace yang intinya kita berdagang secara online.

Teknologi , suatu hal yang dapat mempermudah pekerjaan kita. Tidak hanya mempermudah pekerjaan, melainkan salah satunya mempermudah dalam mendapatkan informasi dan dalam segi perdagangan. Mengenai mempermudah dalam perdagangan, banyak sekali manfaat-manfaat teknologi informasi dalam bidang perdagangan. Berdagang tidak hanya bisa didunia nyata , melainkan berdagang secara online pun itu bisa. Dan pada pembahasan kali ni kita akan membahas “Manfaat Teknologi Informasi dalam Bidang Perdagangan”.

  • kita dapat mempermudah diri sendiri dan orang lain dalam transaksi jual dan beli
  • hemat modal (biaya) karena tidak perlu lagi mendirikan sebuah bangunan untuk dijadikan toko.
  • Dalam mempromosikan, dibagian perdagangan menjadi sangat tepat/efektif.
  • Pendataan dalam berdagang dapat menjadi lebih mudah
  • Transaksi pembayaran yang mempermudah pembeli
  • Target pemasaran dalam perdagangan yang sangat luas
  • Mempermudah dalam penyimpanan data-data penjualan dan pembelian

Dampak positif teknologi di dalam bidang perdagangan

  • Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi karna investasi yang berlangsung secara besar besaran
  • Meningkatkan produktivitas dunia industry. Kemajuan teknologi akan meningkatkan produktifitas industry baik dari industry teknologi dan aspek produksi
  • Dengan fasilitas di iklan internet di situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk

Dampak negative teknologi di dalam bidang perdagangan

  • Dengan mudah melakukan transaksi di internet akan memfasilitasi juga menyebabkan transaksi yang di larang sebagai seludupan transaksi atau transaksi narkoba
  • Dengan kecanggihan teknologi menyebabkan banyak kasus penipuan dalam perdagangan online
  • Pembobolan sebuah lembaga atau rekening perorangan yang menyebabkan kerugian finansial yang sagat besar
Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: