Harga Bitcoin Terkini, Virus Corona Merebak, Harga Bitcoin Naik Tembus Rp 145 Juta

Peringkat broker opsi biner:

Virus Corona Merebak, Harga Bitcoin Naik Tembus Rp 145 Juta

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga Bitcoin melonjak hingga menembus US$10.000 per koin yang membuat investor dan trader senang, padahal dunia sedang was-was dengan wabah virus corona COVID-19.

Hingga Rabu (12/2/2020), pukul 19.15 WIB, harga Bitcoin menyentuh US$10.377,38 per koin atau setara Rp 145,38 juta (asumsi Rp 14.000/US$). Dalam semalam harga Bitcoin sudah meningkat 5,92%.

Laba Investor Grab & Tokopedia Ini Ambles 99%, Bakar Uang?
Nangis! Maling Gondol Bitcoin Cs Rp 63 T
Ini 7 Fitur Canggih Google Maps, Sayang Tak Banyak yang Tahu!

Artinya dalam semalam harga Bitcoin sudah naik US$579,53 per koin (Rp 8,11 juta). Kenaikan harga ini membuat kapitalisasi pasar melonjak menjadi US$189 miliar dan pasokan Bitcoin di pasar 18,21 juta koin.

Kenaikan harga Bitcoin diduga karena akan dilakukannya proses halving pada Mei 2020. Ini adalah proses memangkas pendapatan yang didapatkan penambang dari proses mengurai algoritma matematika guna menghasilkan Bitcoin.

Saat ini penambang mendapatkan imbalan 12,5 sen dolar per blok yang ditambang pada Mei nanti akan turun menjadi 6,25 sen.

Proses halving ini dilakukan empat tahun sekali dan sudah dituliskan dalam kode yang mendasari Bitcoin. Tujuan untuk menjaga inflasi. Proses ini akan mengurangi pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar sehingga harga bisa terdongkrak.

Reli harga Bitcoin ini memang bikin investor senang. Harga Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Desember 2020 ketika harganya menyentuh US$20.000 per koin. Setelahnya harga Bitcoin terjun bebas bahkan sempat menyentuh US$3.000-an per koin.

Bitcoin Terinfeksi Corona, Investor Rugi Rp 22 Juta Semalam

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketakutan investor akan virus corona COVID-19 tak hanya mengguncang pasar saham global, tetapi juga pasar mata uang digital. Buktinya, nilai cyptocurrency paling populer, Bitcoin terjun bebas hingga mendekati US$6,100 per koin.

Mengutip Coindesk, hingga pukul 18.51 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$6.269,22 per koin atau setara Rp 87,77 juta (asumsi Rp 14.000/US$). Ketika dibuka harga Bitcoin berada di level US$7.800 per koin.

Peringkat broker opsi biner:

Awas! Hacker Pakai Situs Peta Corona Buat Sebar Virus Jahat
Tokopedia, Shopee, dan Lazada Kuasai RI, Nasib Bukalapak?
Sensus Penduduk Online 2020, Begini Cara Ikutan & Mengisinya

Dalam 24 jam terakhir harga Bitcoin sudah anjlok 20,57%. Artinya dalam semalam investor dan trader Bitcoin kehilangan US$1.613,77 per koin atau setara Rp 22,6 juta. Penurunan tajam ini membuat valuasi Bitcoin anjlok ke US$114,52 miliar.

Hari ini, World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan wabah COVID-19 sebagai pandemi. Kenaikan status ini karena virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini telah menyebar ke sedikitnya 114 negara.

Di mana sebanyak delapan negara di antaranya melaporkan kasus infeksi lebih dari 1.000. Negara-negara itu termasuk Italia, Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat (AS).

Pengumuman ini telah memicu kepanikan investor, yang membuat mereka mengalihkan dana yang ke aset save haven. Salah satu yang dipilih adalah emas. Bahkan harga emas sudah menyentuh level US$1.600-an.

Dunia Khawatir Corona, Developer Ini Malah Bikin Coronacoin

Jakarta, CNBC Indonesia – Sekelompok developer mata uang digital melakukan perbuatan tidak terpuji dengan memanfaatkan kekhawatiran virus corona COVID-19 dengan membuat cryptocurrency bernama Coronacoin.

Coronacoin akan memungkinkan pedagangnya bertaruh pada berapa banyak orang yang jatuh sakit atau mati karena virus ini. Harga akan bergerak naik dengan semakin banyaknya orang yang tewas karena virus ini.

Komisi Uni Eropa Imbau Staf tidak Pakai WhatsApp, Kenapa?
Corona Masuk RI, Warga Diimbau Pakai Masker di Transjakarta
WHO Pakai TikTok Perangi Hoaks Wabah Corona

Persediaan koin digital ini akan berkurang setiap dua hari sekali berdasarkan kasus baru yang terungkap. Total pasokan untuk CoronaCoin didasarkan pada populasi dunia.

“Beberapa orang berspekulasi tentang penyebaran virus melalui koin ini, sehingga mereka berinvestasi,” kata Sunny Kemp, seorang pengguna yang sebut dirinya sebagai salah satu developer, dalam percakapan di aplikasi Telegram, seperti dilansir dari Reuters, Senin (2/3/2020).

Sunny Kemp mengatakan tim itu terdiri dari tujuh developer dan lebih banyak yang akan bergabung. Dia menolak menyebutkan anggota yang lain, tetapi mengatakan mereka kebanyakan berlokasi di Eropa.

Cryptocurrency seperti bitcoin adalah mata uang digital yang mengandalkan kriptografi canggih untuk memvalidasi transaksi mereka. Sekitar 20% dari pasokan Coronacoin akan dialokasikan untuk sumbangan bulanan kepada Palang Merah.

Beberapa pengguna platform media sosial Reddit mengkritik token tersebut.

“Terus terang, ini amoral,” kata seorang.

“Hambar,” komentar yang lain.

“Inilah sebabnya kita tidak bisa memiliki hal-hal yang baik,” tulis yang ketiga.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: