Indikator Forex Yang Bekerja Sama Dengan Baik, Belajar Indikator Forex Relative Strength Index (RSI)

Peringkat broker opsi biner:

Daftar 3 Indikator Forex Terbaik dan Akurat Menghasilkan Profit

Daftar Indikator Forex Terbaik dan Akurat Menghasilkan Profit – Semua Trader Forex yang sudah sukses dan senior hampir pasti menggunakan Indikator-Indikator Terbaik dan mereka Indikatornya juga nyaris sama antara satu dengan lainnya.

Indikator forex adalah alat yang dipergunakan untuk membuat prediksi, yaitu menentukan arah pergerakan harga mata uang sebelum trader menentukan posisi “beli” atau “jual”. Dalam platform trading online, terdapat berbagai macam indikator trading sehingga menimbulkan kebingungan terutama bagi para trader pemula untuk menentukan indikator yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Untuk Menghilangkan kebingungan kita dalam memilih Indikator mana sebenarnya yang paling banyak digunakan oleh para trader besar yang tentu saja ini mengindikasikan sebagai Indikator terbaik dan akurasinya tinggi.

Daftar Indikator Forex Terbaik dan Akurat Menghasilkan Profit

Moving Average (MA)

Ini adalah indikator yang paling umum digunakan atau paling standar. Metode ini dapat dikatakan sebagai pengembangan metode dasar yang dulu kita pelajari di bangku sekolah. Meskipun demikian, Moving Average mempunyai penerapan dalam bidang yang luas.

MA dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis indikator forex akurat, yakni: Exponential Moving Average, Simple Moving Average, dan Weighted Moving Average. Banyak Trader besar yang mempertimbangkan MA dalam sebuah kombinasi tertentu. Misal SMA 100, SMA 20, dan SMA 7. Ini adalah kombinasi SMA lengkap untuk melihat pergerakan jangka pendek sekaligus jangka panjang.

Para trader besar selalu memperhatikan tren jangka panjang sehingga SMA 200 dan 100 seperti sebuah keharusan.

Catatan: Ada sangat banya kombinasi ukuran MA dan jenis MA yang dibunakan oleh para trader. Jadi Anda bisa mempelajari MA dengan lebih mendalam terlebih dahulu sebelummemutuskan kombinasi MA yang bagaimanakah yang terbaik.

Bolinger Bands

Pita Bollinger atau Bollinger Bands adalah salah satu indikator forex untuk membaca pergerakan harga pada pasar uang yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Indikator yang ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 80-an ini adalah pengembangan dari prinsip pita perdagangan untuk menentukan batas ketinggian dan batas kerendahan harga indeks saham terhadap harga sebelumnya secara relatif.

Untuk menggunakan indikator Bollinger ini, para trader juga harus menggunakan indikator yang lain karena grafik ini tidak dapat digunakan sendiri. Indikator pendamping yang disarankan digunakan bersama dengan indikator Bollinger adalah indikator RSI (Relative Strength Index).

Peringkat broker opsi biner:

Terdapat beberapa grafik pada indikator forex Bolinger, yaitu:
• Grafik garis bawah, yakni K kali periode N standar deviasi di bawah garis menengah
• Grafik garis atas, yakni K kali periode N standar deviasi di atas garis menengah, dan
• Grafik garis tengah yang merupakan periode N dari pergerakan sederhana. Nilai khusus untuk K dan N masing-masing adalah 2 dan 20.

Catatan: Pada umumnya trader menggunakan BB dengan setting aslinya tapi untuk tujuan tertentu ada juga trader yang sudah memahami BB denganb baik bisa memaksimalkan penggunaan BB dengan setting khusus.

Parabolic SAR

Indikator forex akurat Parabolic SAR dikembangkan dengan fungsi untuk menganalisa trend pasar. Data ditampilkan dalam bentuk grafik harga hampir sama dengan indikator teknik rata-rata pergerakan.

Bedanya, indikator Parabolic SAR dapat mengubah posisi harga dan bergerak dengan akselerasi yang lebih tinggi. Jika trend sedang turun (market Bearish), indikator dapat diposisikan di atas harga; sementara itu, jika trend naik (market Bull), indikator sebaiknya diletakkan di bawah harga.

Indikator akan berubah saat harga melewati garis Parabolic SAR, sehingga nilai berikutnya diposisikan bertentangan dengan harga. Harga maksimal atau minimal dianggap sebagai titik pertama periode sebelumnya saat indikator berubah.

Trend dianggap sudah usai atau akan mengalami perubahan pola jika terjadi perubahan pada indikator. Indikator Parabolic menentukan titik keluar dari market. Tutuplah posisi “buy” saat harga turun di bawah garis SAR, dan sebaliknya bila harga meningkat di atas garis SAR, maka Anda harus menutup posisi “sell”.

Indikator ini sering digunakan sebagai garis trailing stop. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa saat trend sedang naik yang ditunjukkan dengan titik Parabolic SAR di bawah harga maka Anda sebaiknya melakukan penjualan, tetapi jika titik Parabolic SAR berada di atas harga maka Anda direkomendasikan membuka posisi “sell”, karena trend pada market sedang turun.

Catatan: Jika dikombinasikan dengan MA maka Parabolic SAR bisa memberikan akurasi yang sagat bagus. Memang dalam Penggunaanya kita perlu indikator filter.

Indikator apa yang sesuai untuk anda?

Sedikit tips untuk mendapatkan indikator forex akurat, yaitu Anda harus dapat memahami dengan mudah isi perjalanan signal yang terdapat pada indikator. Selain itu, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah suatu indikator forex mudah dipahami, cukup sederhana menurut Anda, dan tidak menyulitkan dalam penggunaannya?

Jika ketiga point tersebut telah terpenuhi berarti Anda sudah menemukan indikator forex yang sesuai bagi Anda. Kegiatan trading akan semakin menyenangkan jika Anda telah menemukan kenyamanan dengan suatu indikator tertentu sehingga bahkan bisa mengubah kelemahan indikator tersebut menjadi suatu kelebihan. Jangan putus asa dalam berlatih dan semoga sukses!

3 Cara Efektif Menggunakan Indikator RSI Untuk Trading

Analisa teknikal pada dasarnya merupakan metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren yang akan terjadi pada market. Cara paling umum yaitu dengan mengamati chart harga dari suatu instrumen forex dengan memanfaatkan indikator relative strength index (RSI).

Di antara keunggulan utama dari analisa teknikal yaitu trader menjadi lebih mampu mengikuti berbagai instrumen market secara simultan. Setidaknya ada tiga prinsip utama dalam analisa teknikal saat ingin memanfaatkan RSI dalam prosesnya.

Ketiga prinsip tersebut yaitu bahwa pergerakan harga adalah refleksi perubahan market, juga sejarah akan berulang, dan tren adalah ‘teman’. Dengan memahami tiga prinsip dasar tersebut, trader bisa lebih memaksimalkan indikator RSI demi mendapat hasil terbaik.

Apa Itu Indikator RSI?

RSI akan menghitung rasio pergerakan ke atas dan ke bawah. Kalkulasi lalu diekspresikan dalam indeks berbentuk angka 0-100. Jika indikator RSI menampilkan angka 70 ke atas, bisa diasumsikan kalau suatu aset sedang mengalami periode overbought yang merupakan situasi di mana harga naik melebihi ekspektasi market.

Semisal RSI menunjukkan angka 30 ke bawah, bisa diartikan jika suatu aset mengalami oversold yang merupakan situasi di mana harga turun melebihi ekspektasi market. Berkebalikan dengan banyak opini, RSI seringnya dimanfaatkan sebagai indikator utama trading.

Perhitungan RSI melibatkan dua komponen untuk mengetahui nilainya. Komponen utama yaitu nilai relative strength (RS), yang merupakan rasio rata-rata penutupan atas dan harga penutupan bawah untuk suatu periode waktu tertentu (N).

Jika dibuat dalam fomula, RS sama dengan rata-rata harga penutupan atas untuk periode tertentu dikurangi rata-rata harga penutupan bawah dalam suatu periode. Begitu nilai RS diketahui, selanjutnya gunakan formula RSI = 100 – (100/1 + RS), untuk mencari tahu nilai RSI.

Strategi Trading Dengan Indikator RSI

#1. RSI obos level

Semisal indikator RSI menunjukkan angka di bawah 30, ada indikasi market mengalami oversold dan harga kemungkinan besar akan meningkat drastis. Begitu pembalikan arah terkonfirmasi, order beli bisa diberikan. Sebaliknya, jika RSI melebihi angka 70, ada indikasi market mengalami overbought.

Harga kemudian tertolak, dan jika sudah terkonfirmasi adanya pembalikan arah, segera tempatkan order sell. Angka 50 merupakan garis tengah yang membatasi area garis atas (bullish) dan garis bawah (bearish). Pada tren naik RSI umumnya ada di atas angka 50, dan di bawah 50 untuk tren menurun.

#2. RSI dua periode divergence

Gunakan RSI pendek periode 5 (RSI 5) di atas RSI panjang periode 14 (RSI 14) dan tunggu hingga terjadi persilangan. Dengan RSI 14, ada kalanya pergerakan harga tak menyentuh area oversold dan overbought sebelum perubahan arah terjadi dalam market.

RSI periode pendek lebih responsif terhadap perubahan harga terbaru sehingga mampu menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah lebih dini. Saat RSI 5 melewati di atas RSI 14, bisa diartikan bahwa pergerakan harga terbaru akan semakin tinggi.

Sinyal beli kemudian muncul, yang mana RSI 5 dan RSI 14 akan saling menyilang saat RSI 5 mengalami oversold (di bawah 30). Saat RSI 5 melewati bawah dan menjadi lebih rendah dari RSI 14, bisa dimaknai kalau pergerakan harga terbaru tertolak oleh market.

Untuk sinyal jual, persilangan RSI 5 dan RSI 14 harus terjadi saat RSI periode 5 mengalami overbought (di atas 80). Untuk mempermudah, sejumlah trader professional seringnya mengkombinasikan indikator RSI dengan pivot point supaya mendapat performa trading lebih baik.

#3. RSI classic divergence

RSI bearish divergence terjadi saat pergerakan harga membentuk titik tertinggi baru dan titik rendah tertinggi baru, tapi di waktu yang sama RSI menunjukkan penurunan. Trader akan melihat perbedaan (divergence) ini terbentuk di atas market bullish, dan seringnya disebut sebagai pola pembalikan.

Trader bisa berharap pembalikan terjadi saat RSI divergence terbentuk. Situasi juga bisa dianggap sebagai peringatan tentang pembalikan arah karena akan tampak pada beberapa candlestick sebelum tren naik berubah arah, lalu menembus di bawah garis support.

Sisi sebaliknya, RSI bullish divergence akan terjadi saat harga mementuk titik terendah baru dan RSI membentuk titik tinggi terendah baru. Kondisi tersebut merupakan pertanda bahwa arah tren akan berubah dari tren menurun menjadi tren naik untuk beberapa periode ke depan.

Bagaimanapun juga, RSI divergence banyak diadopsi trader dalam menjalankan analisa teknikal. Beberapa trader lebih memilih memakai time frame tinggi untuk trading dengan RSI divergence. Dengan strategi tersebut, trader akan mendapat lebih berbagai macam sinyal jual dan beli.

Sebelum Trading Dengan Indikator RSI

Tak akan sulit membuka trading dengan indikator RSI. Trader pemula bahkan tak akan mengalami kesulitan memakai RSI untuk pertama kali, tapi sayangnya ini dilakukan tanpa menguji dengan berbagai parameter lebih dulu sehingga hasilnya kurang begitu memuaskan.

Meski indikator RSI mudah digunakan, trader tetap wajib membekali diri dengan pemahaman yang tepat sehingga mampu menginterpretasi dengan layak. RSI punya kemampuan yang dibutuhkan trader untuk meraup profit secara cepat sehingga banyak diadopsi trader berbagai kalangan.

Untuk trader yang mau memahami dan menerapkan RSI dengan benar, indikator ini mampu memberi informasi apakah market sedang tren, apakah dalam kondisi oversold atau overbought, juga memberi sinyal untuk keluar masuk trading dengan harga terbaik.

RSI juga mampu melihat jenis time frame mana yang paling aktif untuk trading sehingga bisa menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menentukan level harga dari support dan resistance. RSI pada dasarnya mampu menyajikan informasi tren, termasuk sinyal jual beli di dalamnya.

Indikator RSI merupakan bagian dari analisa teknikal yang bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi perilaku market dengan hasil yang sangat signifikan. Untuk beberapa pola tertentu yang muncul dalam market, ada kemungkinan besar pola tersebut mampu menghasilkan profit sesuai harapan.

Pola dalam forex secara umum sudah dikenali jenisnya karena sering memunculkan pola yang kurang lebih sama. Pengulangan pola dalam market memberi kesimpulan bahwa pola akan muncul kembali, atau dalam kata lain sejarah akan berulang.

Bagaimanapun juga, analisa teknikal hanya terfokus pada data pergerakan harga tanpa menghiraukan apapun yang terjadi di luar data, termasuk kemungkinan sejarah akan berulang. Untuk memperkecil sekup analisa, indikator RSI sangat dibutuhkan, terlebih untuk membaca kondisi market.

Sangat krusial bagi tiap trader untuk melatih strategi trading yang melibatkan indikator RSI dalam akun demo lebih dulu, kemudian baru menerapkan pada akun sungguhan. Sebagai tambahan, strategi trading RSI juga bisa dikombinasikan dengan strategi trading lain yang sudah biasa digunakan.

Trader professional pasti akan memilih mencoba kombinasi dua strategi tersebut ke akun demo dahulu sebelum menerapkan ke market sungguhan. Akun demo menawarkan bebas risiko, alih-alih langsung menuju ke market sungguhan dan menempatkan modal dalam risiko besar.

Trader bisa menghindari semua risiko tersebut dengan berlatih sederhana sampai benar-benar siap untuk terjun dalam market sebenarnya. Khusus untuk trader yang baru terjun ke forex, sangat disarankan agar tak melewati tahap berlatih dengan akun demo.

Panduan Lengkap Belajar Forex Trading untuk Pemula

Forex Trading merupakan salah satu alternatif menghasilkan uang dari aktivitas online yang paling prospektif. Sayangnya, banyak sekali kesalahpahaman tentang Forex Trading tersebut. Kebanyakan orang mengira keuntungan dari Forex Trading itu dapat diperoleh hanya dengan mengunduh aplikasi, setor modal, mulai trading, lalu langsung panen dolar. Padahal realita sesungguhnya tidak sesederhana itu.

Calon trader pemula direkomendasikan untuk mempelajari seluk beluk Forex Trading terlebih dahulu sebelum mengunduh aplikasi trading maupun setor modal. Mengapa demikian? Hal ini penting agar trader terhindar dari jebakan para penipu yang bergentayangan di dunia maya, serta mampu mengambil keputusan trading yang benar-benar menguntungkan.

Forex Trading dapat menghasilkan keuntungan berlipat ganda, tetapi hanya bagi mereka yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar saja. Tanpa pembelajaran memadai, aktivitas trading bisa jadi malah menimbulkan kerugian semata bagi siapa pun yang menjalaninya. Untuk itu, artikel ini akan mengulas secara ringkas apa saja hal pokok yang harus diketahui oleh calon trader pemula agar bisa sukses dalam forex trading.

Apa Itu Forex Trading ?

Forex Trading adalah aktivitas jual-beli valas (valuta asing) dengan menggunakan margin (leverage) dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi nilai tukar (kurs). Definisi Forex Trading ini boleh jadi mirip dengan bisnis penukaran valas yang lazim dilakukan oleh money changer atau perbankan, tetapi realisasinya berbeda. Dalam Forex Trading, ada aspek margin (leverage) yang memungkinkan trader memulai bisnis dengan modal lebih kecil dan trader tidak harus memiliki valas secara fisik.

Pada prakteknya, Forex Trading dilakukan dengan melakukan buy (beli) atau sell (jual) terhadap suatu pasangan mata uang tertentu. Pasangan mata uang yang populer untuk diperjualbelikan antara lain EUR/USD (Euro-Dolar AS), GBP/USD (Pound Inggris-Dolar AS), USD/JPY (Dolar AS-Yen Jepang), AUD/USD (Dolar Australia-Dolar AS), dan masih banyak lagi. Trader juga memiliki pilihan untuk jual-beli jenis aset keuangan lain seperti XAU/USD (Gold-Dolar AS), XAG/USD (Silver-Dolar AS), indeks Dow Jones, indeks Hang Seng, indeks KOSPI, dan lain-lain.

Mata uang yang terletak paling depan disebut sebagai “Base Currency“, sedangkan mata uang di belakang disebut sebagai “Quote Currency“. Nilai tukar keduanya dapat dipantau pada sebuah grafik secara online dan real-time. Apabila garis pada grafik bergerak naik, berarti Base Currency menguat dan Quote Currency melemah. Sebaliknya, jika garis pada grafik bergerak turun, berarti Base Currency melemah dan Quote Currency menguat. Sangat menarik, bukan!?

Trader forex mengemban tugas utama untuk menganalisis kondisi pasar saat ini dan memprediksi apakah pergerakan grafik selanjutnya akan naik atau turun. Jadi, trader tidak bisa sekedar klik-klik buy/sell secara asal-asalan saja. Trader harus memiliki wawasan terlebih dahulu mengenai bagaimana cara menganalisis kondisi pasar dan memprediksi pergerakan harga. Setelah itu, barulah ia akan dapat memperoleh keuntungan dari fluktuasi nilai tukar.

Ada dua cara paling umum untuk menganalisis kondisi pasar dan memprediksi pergerakan nilai tukar dalam Forex Trading, yaitu dengan menelitik aspek fundamental dan teknikal. Berikut ini penjelasan sekilas mengenai keduanya:

  1. Analisis Fundamental: Trader berfokus pada proyeksi dampak data ekonomi dan situasi politik, sosial, atau keamanan yang mempengaruhi nilai tukar mata uang, seperti PDB, inflasi, tingkat pengangguran, penjualan ritel, neraca perdagangan, produksi industri, pemilu, peperangan, dlsbg.
  2. Analisis Teknikal: Trader mempergunakan rumus matematis dan prinsip statistika untuk menilai grafik nilai tukar saat ini dan memprediksi arah pergerakannya ke depan. Analisis teknikal lazim memanfaatkan grafik Candlestick yang dipasangi indikator teknikal. Beberapa indikator yang sering dipergunakan antara lain Moving Averages, RSI, Stochastic, MACD, dll.

Ada trader yang berfokus pada salah satu cara analisis saja. Namun, trader profesional dan berpengalaman biasanya memahami kedua cara analisis tersebut sekaligus. Calon trader pemula juga sebaiknya mengenali dasar-dasar kedua analisis itu, agar mendapatkan gambaran lebih komplit tentang kondisi pasar dan mampu memprediksi arah pergerakan kurs secara lebih akurat.

Jam Buka Pasar Forex

Pasar forex berskala internasional. Pelaku pasar bukan hanya dari satu negara tertentu saja, melainkan lintas negara. Diantaranya ada pemerintah, bank sentral, perusahaan ekspor-impor dan berbagai bidang lain, bank investasi dan lembaga keuangan lain yang benar-benar membutuhkan valas dalam aktivitas bisnis mereka. Ada pula trader forex umum seperti kita yang hanya berkeinginan untuk mendapat keuntungan dari fluktuasi nilai tukar valas saja.

Karena berlangsung dalam skala internasional, maka perdagangan Forex terjadi di luar bursa (over-the-counter) dan tidak terpusat pada suatu bursa tertentu. Perdagangan Forex berlangsung dalam jaringan global yang melibatkan pengiriman dana (transfer payment) antara banyak sekali bank-bank dan lembaga keuangan. Hal ini melahirkan satu ciri khas pasar Forex yang tidak ada duanya, yakni: buka 24 jam.

Ya, jam buka pasar forex adalah 24 jam non-stop sejak Senin pagi hingga Sabtu pagi Waktu Indonesia Barat (WIB) atau GMT+7. Dimulai dari dibukanya bank-bank Australia pada pukul 4.00 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan bank-bank di Jepang pada pukul 07.00 WIB. Ketika pasar Australia ditutup pada pukul 14.00 WIB, Jepang masih buka hingga pukul 16.00 WIB. Sementara itu, pasar London dibuka pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB, sedikit bertumpukan (overlap) dengan pasar Jepang pada pembukaan dan dengan pasar Amerika yang beroperasi antara pukul 20.00-05.00 WIB.

Bagi trader, operasional pasar forex yang 24 jam ini jelas sangat menguntungkan. Ini artinya, kita bisa bertransaksi kapan saja tanpa batasan waktu. Seorang karyawan yang terikat jam kerja 09.00-17.00 bisa menjadwalkan trading forex pada malam atau dini hari. Seorang ibu rumah tangga bisa mengatur trading ketika anak-anak bersekolah. Ini merupakan salah satu keuntungan Forex Trading.

Keuntungan dan Resiko Bisnis Forex Trading

Dari ulasan sebelumnya, Anda tentu telah memahami sedikit tentang apa itu Forex Trading dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan darinya. Sekarang pertanyaannya, mengapa kita mesti trading? Keuntungan apa saja sih yang akan kita dapatkan? Dan adakah resiko dalam bisnis Forex Trading yang perlu diwaspadai?

Aktivitas bisnis apa pun pasti memiliki potensi keuntungan dan risiko kerugian. Tak terkecuali, bisnis Forex Trading juga mengandung keunggulan dan risiko tersendiri. Sebelum telanjur menanamkan modal untuk menyelami bisnis ini, sebaiknya Anda memahaminya baik-baik agar siap menghadapi segala tantangan ke depan.

Ada lima keuntungan bisnis Forex yang menjadikannya sangat prospektif. Kelima keuntungan itu adalah skala pasar yang sangat besar, order trading bebas antrian, fleksibilitas waktu dan lokasi trading, syarat modal rendah, dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

  1. Skala Pasar Forex Sangat Masif

Tahukah Anda, Forex merupakan pasar keuangan dengan likuiditas terbesar di dunia. Arus dana yang beredar dalam pasar forex setiap hari mencapai XXX. Sungguh fantastis dan luar biasa, bukan!? Tak ada bisnis lain dengan arus dana sebesar ini.

Skala pasar Forex yang sangat masif ini menunjukkan besarnya potensi keuntungan yang bisa diperoleh trader. Memang terlalu ambisius untuk menargetkan profit hingga jutaan atau miliaran Dolar AS. Namun, para trader profesional bisa menghasilkan profit antara 10-30 persen per bulan dalam kondisi pasar yang mendukung.

  1. Order Forex Trading Bebas Antrian

Apakah Anda pernah trading saham? Dalam trading saham, setiap order (pesanan) trader akan masuk dalam antrian untuk menunggu hingga muncul harga dan volume bid/offer yang cocok. Oleh karena itu, order trader belum tentu dapat direalisasikan dengan cepat. Bahkan bisa saja keinginan trader untuk membeli suatu saham terpaksa gagal karena tak ada harga yang cocok. Nah, situasi seperti itu tidak akan terjadi pada pasar Forex, karena semua order akan langsung dieksekusi tanpa antrian.

Likuiditas di pasar Forex sangat besar (lihat skala pasar Forex dalam poin sebelumnya). Transaksi valas di seluruh dunia juga terjadi secara terus menerus. Oleh karena itu, perdagangan valas berlangsung tanpa antrian. Order beli maupun jual akan langsung terlaksana secara online.

  1. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi Forex Trading

Kemajuan teknologi berjasa besar dalam menghadirkan kapabilitas Forex Trading seperti saat ini. Trader tak perlu lagi membeli monitor dan CPU yang merepotkan untuk trading secara online, melainkan cukup mengunduh dan memasang aplikasi trading mobile pada telepon seluler masing-masing. Selanjutnya, trading dapat dilakukan di mana saja, kapan saja.

Aplikasi trading mobile menyediakan fasilitas hampir sama dengan software trading biasa (Metatrader). Trader dapat menggunakannya untuk memantau pergerakan harga, melakukan analisis pasar, mengirim order beli/jual, juga mengikuti perkembangan histori dan saldo akun setiap saat. Sangat praktis sekali. Kita bahkan bisa memanfaatkan waktu luang seperti istirahat makan siang atau macet di jalan raya untuk menghasilkan uang dari Forex Trading.

  1. Forex Trading Dapat Dimulai Dengan Modal Sangat Rendah

Berapa besar sih modal yang diperlukan untuk mulai trading? Sebelum mulai trading, barangkali ada orang-orang yang membayangkan kalau ini merupakan aktivitas orang kaya berduit, sehingga butuh modal besar. Padahal, Forex Trading dapat dimulai dengan modal serendah 50-200 Dolar AS. Atau dengan kata lain, setara dengan Rp700.000-2.800.000 saja berdasarkan kurs Rupiah saat ini.

Di luar modal uang tersebut, calon trader hanya membutuhkan gadget berupa ponsel atau laptop/PC dan koneksi internet yang andal. Spesifikasi gadget pun tak perlu terlalu tinggi, pokoknya asalkan dapat mengoperasikan aplikasi trading dengan lancar saja (layar ponsel minimum 6 inch dan RAM minimum 2 GB). Boleh jadi, prasyarat ini pun sudah ada di genggaman tangan Anda.

  1. Forex Trading Dapat Dilakukan Oleh Siapa Saja

Syarat modal awal sangat rendah. Sarana yang dibutuhkan mudah diperoleh. Waktu trading bisa kapan saja. Potensi profit sangat besar. Hmm, bisnis Forex Trading ini memang sangat menggiurkan. Namun, apakah kita bisa sukses dalam bisnis ini? Jawabannya, ya, semua orang bisa sukses dalam bisnis ini.

Tak ada halangan apa pun untuk mulai trading. Siapa pun bisa sukses dalam bisnis ini, baik mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan kantoran, guru, dokter, programmer, atau profesi apapun yang Anda jalani saat ini. Akan tetapi, sebaiknya jangan buru-buru meninggalkan pekerjaan sekarang demi Forex Trading. Ingat, Forex Trading dapat dilakukan kapan saja. Jadi, pada tahap awal, mulailah bisnis Forex sebagai sampingan dahulu sembari mempelajari seluk-beluknya.

Sampai berapa lamakah kita perlu belajar Forex Trading? Pembelajaran bisa berlangsung seumur hidup, karena situasi pasar terus berkembang. Namun, pokok penting dalam proses belajar ini adalah mengasah kemampuan trader untuk menanggulangi empat resiko utama dalam bisnis Forex, yakni volatilitas, margin (leverage), psikologis trader, dan kredibilitas broker.

Keempat resiko Forex Trading itu jarang diketahui oleh pemula, jadi Anda perlu menyimak uraian berikut dengan cermat:

  1. Resiko Volatilitas

Volatilitas terwujud dalam bentuk pergolakan nilai tukar naik-turun setiap hari di pasar Forex. Berkat pergolakan harga ini, kita dapat memperoleh keuntungan. Bayangkan jika nilai tukar tidak berubah sama sekali, maka tidak akan ada peluang profit juga. Namun, pergolakan harga ini juga menimbulkan resiko, khususnya apabila nilai tukar bergerak ke arah yang tidak sesuai dengan prediksi kita.

Untuk mensiasati resiko Forex yang satu ini, trader harus selalu siap menghadapi kemungkinan rugi dengan menetapkan Stop Loss (SL). Stop Loss ini dapat dipasang secara otomatis pada aplikasi trading forex atau level harga tertentu di mana posisi trading akan langsung ditutup dalam kondisi rugi. Awalnya, Anda mungkin merasa menyesal. Namun, lebih baik rugi terbatas daripada rugi lebih besar.

  1. Resiko Margin (Leverage)

Forex Trading termasuk dalam kelompok aktivitas perdagangan dengan leverage, yaitu kegiatan investasi di mana sang trader tidak perlu menyediakan keseluruhan modal yang dibutuhkan, karena broker akan meningkatkan modal secara proporsional berdasarkan dana tertentu (margin) yang diberikan. Umpamanya broker menyediakan leverage sebesar 1:100, maka trader yang memiliki modal sebesar 50 dolar AS saja akan dapat bertransaksi seolah-olah ia memiliki modal sebesar 5000 dolar AS (hasil dari perhitungan 50×100).

Hal ini sangat menguntungkan, karena kita jadi tak perlu menyediakan modal terlalu besar untuk mulai bisnis Forex Trading. Akan tetapi, profit (keuntungan) maupun loss (kerugian) yang dialami akan diperbesar maupun diperkecil secara proporsional juga. Akibatnya, trader bisa saja rugi lebih besar daripada modal awal. Trader perlu mengendalikan manajemen risiko dan money management dalam akun agar tidak sampai menghadapi situasi ini.

  1. Resiko Kredibilitas Broker

Broker Forex berperan penting sebagai perantara yang menghubungkan trader (kita) dengan jaringan pasar Forex. Broker Forex yang amanah dan terpercaya semestinya menjalankan tugas tanpa intervensi atau manipulasi. Akan tetapi, bisnis Forex yang bersifat online telah mendorong munculnya pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menjebak korbannya dengan mengaku-aku sebagai broker.

Modus penipuan berkedok broker forex ini sangat sering terjadi. Beberapa tanda-tandanya:

  • Para penipu biasanya menjanjikan profit luar biasa tinggi, padahal broker bonafide tidak bisa menjamin profit. Ingat, broker hanya berperan sebagai perantara. Trading untung atau rugi itu akan tergantung pada kemampuan trader saja.
  • Para penipu itu kemungkinan menampilkan fasilitas trading yang canggih agar orang-orang tertarik, tetapi mereka akan mencari-cari alasan untuk menghalangi kita menarik modal dan profit yang sudah didapat. Padahal uang yang tersimpan di broker itu tetaplah uang milik kita, dan semestinya dapat ditarik kapan saja (sesuai prosedur perbankan).

Agar terhindar dari resiko penipuan seperti ini, kita harus mengutamakan kredibilitas saat memilih broker. Mendaftarlah ke broker forex teregulasi yang sudah memiliki ijin resmi dari lembaga sesuai undang-undang negara asal broker tersebut. Contohnya, broker forex Indonesia harus sudah memiliki ijin dari Bappebti.

  1. Resiko Psikologis Trader

Kita telah mengenal adanya volatilitas dan leverage yang menimbulkan resiko kerugian bagi trader. Saat membaca artikel ini, Anda kemungkinan belum merasakan betapa bahayanya kedua aspek itu. Tapi, jangan sekali-kali meremehkannya. Kebanyakan pemula baru merasakan betapa besar ancaman dari keduanya setelah mulai trading secara riil.

Bayangkan jika Anda menyaksikan pergolakan harga sangat kencang pada aplikasi trading, sementara prediksi Anda keliru dan margin semakin menipis. Apa yang akan dilakukan dalam situasi seperti itu? Trader pemula mudah terjebak emosi negatif seperti ketakutan (fear), keserakahan (greed), kepanikan (panic), dan sukacita berlebihan (euphoria). Ketika emosi tak stabil, insting mengambil alih, sehingga akhirnya malah mengambil keputusan yang merugikan.

Butuh latihan tersendiri untuk menanggulangi ancaman psikologis seperti ini. Oleh karena itu, calon trader disarankan agar membuka akun trading demo terlebih dahulu. Akun demo merupakan wahana simulasi Forex Trading gratis yang diberikan oleh broker agar kita semua dapat merasakan sensasi trading tanpa perlu mengeluarkan modal sepeserpun. Akun demo sudah dibekali dengan dana virtual (bukan uang sungguhan) sebagai modal untuk latihan menganalisa pasar dan praktek order buy/sell.

Cara Memulai Trading Forex ?

Dari berbagai uraian panjang lebar di atas, Anda tentu telah memetik banyak pengetahuan penting terkait trading forex. Anda sudah tahu bagaimana profit dihasilkan. Anda juga tahu resiko dan keuntungan apa saja yang ada didalam bisnis ini. Nah, sekarang kita akan merangkum seluruhnya menjadi beberapa poin singkat dan padat untuk menjelaskan bagaimana cara memulai trading forex.

Cara memulai trading forex itu cukup sederhana, dapat dilakukan dengan tujuh (7) langkah saja:

  1. Memilih broker forex yang dapat dipercaya, untuk trader baru Silahkan buka Daftar Broker Forex untuk Pemula
  2. Membuka akun trading demo pada broker tersebut, kemudian unduh aplikasi trading yang diberikan oleh broker.
  3. Berlatih trading pada akun demo sambil belajar berbagai topik seputar Forex Trading.
  4. Membuka akun trading riil untuk mulai trading forex sungguhan setelah menguasai akun demo.
  5. Menyetorkan modal trading sesuai syarat yang ditentukan kepada broker.
  6. Melakukan analisis pasar dan membuat prediksi pergerakan nilai tukar.
  7. Eksekusi trading sesuai hasil analisis dan prediksi yang telah dibuat.

Sangat simpel, kan!? Tapi, jangan tertipu dengan rangkuman yang kelihatannya singkat dan sangat sederhana ini. Setiap langkah membutuhkan proses dan waktu lama.

Agar benar-benar sukses dalam bisnis forex, Anda wajib berlatih simulasi trading pada akun demo hingga mahir, baru kemudian transisi ke akun riil. Banyak pemula yang menganggap simulasi akun demo itu sia-sia saja karena tak ada profit nyata yang bisa dibawa pulang. Padahal, banyak sekali pengalaman priceless yang dapat diperoleh dari akun demo.

Trader yang sudah berlatih akun demo saja bisa kaget saat menghadapi pasar pada akun riil. Apalagi trader yang tidak menempuh latihan akun demo dulu, maka dapat dipastikan bakal segera menderita kerugian. Untuk itu, mulai trading forex dengan dua target simpel:

  1. Dapatkan profit dari akun demo minimum sebesar 100% dari modal dana virtual awal.
  2. Buat sistem trading yang andal dan bisa menghasilkan profit konsisten.

Asalkan Anda mampu memenuhi kedua target itu dalam akun demo, maka Anda sudah siap untuk terjun dalam bisnis Forex yang sesungguhnya.

Cara Menganalisa Pasar Forex?

Analisa pasar merupakan salah satu bagian penting dalam sistem trading forex. Keuntungan trading hanya dapat diperoleh apabila Anda memahami apa yang sedang terjadi di pasar, kemudian mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pemahaman tersebut. Namun, bagaimana cara kita menganalisa pasar forex?

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, trader mengenal dua cara analisis utama, yakni analisis fundamental dan teknikal. Materi tentang kedua analisis ini sangat banyak, sehingga tidak bisa dipelajari dengan cepat. Untungnya, banyak sekali buku fisik, artikel internet, maupun video YouTube yang menyediakan bahan belajar analisis fundamental dan teknikal.

Sebagai gambaran awal, berikut ini cara menganalisa pasar forex sederhana secara teknikal yang dapat langsung dipraktekkan:

  • Setelah mengunduh aplikasi trading forex dan meng-install-nya pada ponsel atau laptop, bukalah grafik harga.
  • Pilih pasangan mata uang (pair) yang ingin dianalisis. Sebagai contoh, mari kita tengok pair EUR/USD.
  • Atur periode waktu (timeframe) pada grafik, sesuai dengan target realisasi profit kita. Apabila ingin merealisasikan profit secepatnya, maka bukalah timeframe 5 menit atau 10 menit. Namun, untuk bahan belajar yang baik, disarankan agar membuka timeframe 1 hari (Daily). Hasil analisis dan posisi trading dari timeframe Daily akan berlaku hingga beberapa hari ke depan.
  • Perhatikan bagaimana pergerakan harga terakhir. Apakah EUR/USD sedang menguat (bullish) atau melemah (bearish)?
  • Berdasarkan gambar di atas, terlihat lilin (candle) EUR/USD berwarna gelap dan meninggi. Ini artinya, kemarin EUR/USD bullish. Euro menguat, sedangkan USD melemah. Momentum pergerakannya sangat kuat, karena batang lilin sangat besar dibandingkan batang lilin sebelumnya.
  • Setelah mengetahui bagaimana kondisi EUR/USD saat ini, selanjutnya kita perlu memprediksi bagaimana pergerakan selanjutnya. Untuk itu, Anda membutuhkan bantuan alat analisis teknikal. Dalam contoh ini, kita akan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI) dan objek Channel Alur Regresi (Regression Channel).
  • Pasanglah indikator RSI dengan klik menu “Sisipkan” pada Metatrader, kemudian pilih opsi “Oscillator”, lalu klik “Relative Strength Index”. Sebuah garis baru akan muncul di bawah grafik harga.
  • Aturan pembacaan RSI cukup simpel. Apabila garis RSI berada di atas level 70, berarti pergerakan sudah jenuh beli (overbought). Selanjutnya, harga akan berbalik turun. Sebaliknya, jika garis RSI berada di bawah level 30, artinya pergerakan sudah jenuh jual (oversold), sehingga harga selanjutnya akan berbalik naik.
  • Berdasarkan teori tersebut, maka pergerakan EUR/USD bullish, tetapi sudah hampir overbought. Dalam situasi ini, sebaiknya JANGAN BUY EUR/USD. Sebaiknya, tunggulah hingga garis RSI mulai menjauh lagi dari level 70, kemudian buka posisi sell.
  • Untuk melengkapi analisis, ada baiknya Anda membaca-baca berita forex terbaru tentang Euro dan Dolar AS. Berita-berita itu akan membahas faktor-faktor fundamental yang kemungkinan akan memicu pembukaan peluang sell maupun buy potensial bagi trader.

Nah, demikianlah cara analisa pasar forex secara sederhana. Kelihatannya mudah? Memang sepintas sangat simpel. Tapi ingat, ini hanyalah gambaran awal paling sederhana saja. Bisa jadi akan ada poin-poin yang perlu Anda cari tahu secara terpisah untuk memperoleh pemahaman lebih jauh.

Indikator RSI dan indikator teknikal lain tidak memiliki jaminan akurat 100 persen. Faktanya, tak ada indikator apa pun yang pasti benar. Oleh karena itu, banyak trader menggunakan lebih dari satu indikator untuk mengonfirmasi prediksi arah pergerakan berikutnya. Kombinasi analisis teknikal dan fundamental juga patut dipertimbangkan agar trader memperoleh gambaran pasar yang lebih jelas.

(6 votes, average: 5,00 out of 5)

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: