Indikator Stasiun Perdagangan Ii, Terpopuler

Peringkat broker opsi biner:

Pertumbuhan Ekonomi Singapura Kuartal II 2020 Terburuk dalam 10 Tahun

SINGAPURA, KOMPAS.com – Kinerja perekonomian Singapura pada kuartal II 2020 lebih buruk dari yang diprediksi sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Singapura mencapai rekor terendah sejak krisis keuangan global.

Dilansir dari The Straits Times, Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) mengestimasikan pertumbuhan ekonomi Singapura pada kuartal II 2020 hanya 0,1 persen. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang disurvei Bloomberg, yakni 1,1 persen.

Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan yang terebsah sejak perekonomian Singapura terkontraksi 1,2 persen pada kuartal II 2009. Kala itu, krisis keuangan global melanda.

Kalangan ekonom menyatakan, data terbaru tersebut menunjukkan adanya pelemahan di sejumlah sektor penting. Semua sektor penting tersebut terkontraksi sejak kuartal I 2020.

Sektor manufaktur merosot 6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya pada kuartal II 2020. Sementara itu, sektor konstruksi terkontraksi 7,6 persen dan sektor jasa terkontraksi 1,5 persen.

“Tampaknya risiko resesi teknikal semakin muncul. Ini bukan cerita yang dibuat-buat, yang kita tahu bisa berkembang dengan cepat bersamaan dengan unggahan pada Twitter Presiden Amerika Serikat,” kata Selena Ling, kepala riset tresuri dan strategi di OCBC Bank.

Resesi teknikal dapat terjadi apabila perekonomian melambat dalam dua kuartal berturut-turut. Ling menyatakan, perlambatan yang terjadi dapat memukul pasar tenaga kerja.

Menurut dia, ada perlambatan di sektor jasa. Kondisi ini mengisyaratkan keyakinan konsumen dapat terkikis dan masyarakat mengencangkan ikat pinggang mereka.

Pemerintah Singapura telah meninjau kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini yang dipatok berkisar 1,5 hingga 2,5 persen. Pimpinan Otoritas Moneter Singapura (MAS) Ravi Menon menjelaskan, hal ini sejalan dengan perang dagang AS dan China memukul investasi, perdagangan, dan manufaktur.

Peringkat broker opsi biner:

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 22 April 2020

Bisnis.com , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,46 persen atau 65,64 poin ke level 4.567,56 pada akhir perdagangan hari in, Rabu (22/4/2020).

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.441,09-4.580,68. IHSG sempat terjungkal ke kisaran level 4.400 pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG terpantau turun tajam 1,09 persen atau 48,94 poin ke level 4.452,98 pada pukul 09.12 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Namun, IHSG berbalik menguat naik 0,55 persen atau 24,75 poin ke level 4.526,67 pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Pergerakan IHSG menanjak 1,36 persen atau 61,12 poin ke level 4.563,04 pada awal sesi II perdagangan hari ini. Hingga 30 menit sebelum bursa ditutup, IHSG masih berada di jalur hijau dengan kenaikan 1,65 persen ke posisi 4.575,64.

Sebelumnya sejumlah sekuritas sudah memperkirakan IHSG akan kembali melemah. Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan bahwa pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan 1.62 persen ke level 4.501,92. Menurutnya IHSG berpeluang kembali tersungkur ke level support terdekat pada perdagangan hari ini.

Dia menjelaskan berdasarkan rasio fibonacci , level support pertama dan kedua berada pada rentang 4.443,63—4.318,10. Sementara itu, level resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4.569,63—4.747,88.

“Berdasarkan indikator, MACD berpotensi membentuk pola dead cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak menurun di area netral. Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support terdekat,” jelasnya melalui riset, Rabu (22/4/2020).

MNC Sekuritas memperkirakan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2020) akan cenderung terbatas selama belum mampu menembus level resistance atau batas atas penguatan di level 4.747 dan 4.975 secara agresif.

Dikutip dari laporan riset harian MNC Sekuritas, IHSG diperkirakan akan terkoreksi lebih dalam dan menuju ke arah 4.150 — 4.300 terlebih dahulu bila menembus level support atau batas bawah penurunan di area 4.463.

“Waspadai pula level 3.911 sebagai level support krusial yang akan membawa IHSG menuju area 3.800,” tulis MNC Sekuritas.

Pukul 15.00 WIB: IHSG Ditutup Menguat 1,46 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,46 persen atau 65,64 poin ke level 4.567,56 pada akhir perdagangan hari ini.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.441,09-4.580,68.

Pukul 14.33 WIB: IHSG Menguat 1,6 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,6 persen atau 72,05 poin ke level 4.573,97 menjelang akhir perdagangan hari ini.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.441,09-4.580,68.

Pukul 13.36 WIB: Awal Sesi II, IHSG Menanjak 1,36 Persen

Pergerakan IHSG menanjak 1,36 persen atau 61,12 poin ke level 4.563,04 pada awal sesi II perdagangan hari ini.

Pukul 11.30 WIB: Akhir Sesi I, IHSG Naik 0,55 Persen

Pergerakan IHSG naik 0,55 persen atau 24,75 poin ke level 4.526,67 pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Pukul 11.02 WIB: Jelang Akhir Sesi I, IHSG Naik 0,57 Persen

Pergerakan IHSG naik 0,57 persen atau 25,76 poin ke level 4.527,68 menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini.

Pukul 10.05 WIB: IHSG Berbalik ke Zona Hijau

Pergerakan IHSG berhasil berbalik ke zona hijau dan menguat 0,78 persen atau 35,32 poin ke level 4.537,24 pada perdagangan pagi ini.

Pukul 9.01 WIB: IHSG Melemah 1,01 Persen

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,01 persen atau 45,54 poin ke level 4.456,38 pada awal perdagangan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Amunisi New Normal, IHSG Sesi II Bakal Melesat Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari Selasa (26/5/2020) melenggang ke zona hijau, naik 63,33 poin atau 1,39% pada 4.609,28 karena optimisme para pelaku pasar merespons diputarnya kembali roda perekonomian Tanah Air. Investor asing pun mulai masuk bursa domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi tercatat sebesar Rp 4,09 triliun, dengan investor asing beli bersih (net buy) senilai Rp 74,51 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sementara volume transaksi tercatat 3,82 miliar unit saham dengan frekuensi sebanyak 346.556 kali transaksi.

Saham-saham yang menguat di antaranya saham PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN) (22,00%), PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) (14,46%), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) (10,33%), sedangkan PT Astra International Tbk (ASII) (7,56%) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) (7,30%).

Apresiasi IHSG terdorong oleh optimisme diputarnya kembali roda perekonomian dengan skenario new normal. Perusahaan pelat merah telah menerapkannya melalui Surat Menteri BUMN Nomor: S- 336 /MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN yang menganjurkan agar per hari ini (26/05/20) para karyawan Badan Usaha Milik Negara yang berusia di bawah 45 tahun dapat bekerja di kantor kembali.

Sementara sentimen positif juga datang dari perkembangan vaksin penangkal virus corona China. Negeri Tirai Bambu akhirnya mempublikasi penelitian soal vaksin corona yang dikembangkannya.

Vaksin buatan Beijing Institute Biotechnologies dan CanSino Biological, berhasil memicu terbentuknya antibodi pada puluhan pasien dalam uji klinis tahap awal.

Hasil uji klinis tahap awal ini dipublikasikan di jurnal kesehatan The Lancet pada Jumat lalu (22/5//2020). Vaksin potensial bernama Ad5-nCoV, telah disetujui untuk uji coba manusia pada bulan Maret.

Uji coba dilakukan pada peserta berusia 18 hingga 60 tahun dan menerima dosis rendah, sedang atau tinggi. Ada 36 orang di masing-masing dari tiga kelompok dosis rendah, sedang dan tinggi.Pasien yang mendapat dosis vaksin rendah dan menengah mulai menunjukkan adanya antibodi penawar dibandingkan dengan pasien dalam kelompok dosis tinggi.

Pada perdagangan sesi II diperkirakan IHSG bertahan di zona hijau, dengan indikator garis Boillinger Band (BB) yang semakin melebar.

Simak analisis teknikal di bawah ini.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (Hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support), saat ini berada di area resistance, dengan garis BB yang semakin melebar artinya cenderung naik lebih lanjut.

Level resistance berikutnya berada di area 4.640 dan berlanjut hingga area 4.670. Sementara untuk merubah bias menjadi bearish perlu melewati support yang berada di area 4.550 hingga area 4.515.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) yang menggunakan pergerakan rata-rata untuk menentukan momentum dengan garis MA yang berada di wilayah negatif, cenderung untuk menguat.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. RSI menunjukkan overbought (jenuh beli), artinya pergerakan cenderung untuk turun.

Namun garis yang masih berada di bawah area 80 mengindikasikan adanya sedikit kenaikan.

Secara keseluruhan, dari fundamental terkait kehidupan new normal dan vaksin virus corona China dikombinasikan teknikal dengan indikator BB yang semakin melebar di area resistance, maka pergerakan IHSG cenderung naik lebih lanjut.

Perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: