Ipac Diversifikasi Strategi Investasi 1, 12 Cara Beli Saham Online untuk Investasi Pemula (Update

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Investasi Saham untuk Pemula Ini Panduannya Biar Gak Rugi

Masih banyak yang belum paham soal cara investasi saham yang baik. Padahal, investasi ini bisa sangat menguntungkan, meski risikonya tinggi.

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Lo Kheng Hong, seorang investor ternama yang kerap disapa Warren Buffettnya Indonesia?

Di tahun 2005, Lo membeli saham PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) dengan harga Rp 250 per lembar. Dia pun melakukan akumulasi saham pelan-pelan hingga akhirnya terkumpul 8,29 persen dari total saham MBAI di portofolionya.

Setelah enam tahun dia menyimpan saham itu, saham MBAI pun terbang hingga jadi Rp 31.500 per lembar. Bayangin aja pak Lo untung 12.500 persen!

Berhubung dia punya 75 juta lembar saham, maka kekayaannya langsung melonjak dari Rp 2 triliunan.

Apakah kamu ingin berinvestasi dan mendapatkan keuntungan di atas 10 ribu persen? Bohong banget kalau sampai gak mau.

Investasi saham tentu bisa menjadi sarana untuk mewujudkan cita-citamu yang satu ini. Karena dengan membeli saham, kamu sama saja dengan membeli perusahaan yang bersangkutan.

Khusus buat pemula yang ingin memulai investasi saham, yuk kenalan lebih lanjut sama investasi ini.

Apa itu saham?

Sebelum membahas soal cara investasi saham untuk pemula, ketahui dulu apa sih yang di namakan dengan saham.

Peringkat broker opsi biner:

Saham adalah surat berharga sebagai instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau institusi dalam suatu perusahaan. Saham merupakan salah satu instrumen investasi di pasar modal.

Itulah sebabnya, meski kamu memiliki saham sebuah perusahaan sebanyak satu lembar saja, kamu sudah bisa dikatakan sebagai pemilik perusahaan. Lantas apa perbedaan saham dan obligasi? Obligasi kan surat berharga juga?

Perbedaan saham dan obligasi

Jika kamu pernah membaca artikel di media massa soal kekayaan pejabat, maka seringkali disebutkan bahwa pejabat itu memiliki surat berharga senilai ratusan juta atau miliaran Rupiah.

Aset keuangan itu tentu saja bisa berupa saham atau obligasi. Namun kedua aset itu sama sekali gak bisa disamakan. Berikut perbedaan saham dan obligasi.

Saham Obligasi
Sifat Penyertaan Utang
Jangka waktu Tak terbatas Terbatas (ada jatuh tempo)
Keuntungan Capital gain dan dividen Bunga dan capital gain
Hak suara Ada Tidak ada

Keuntungan investasi saham

Seperti dijelaskan di tabel di atas, keuntungan dari investasi saham adalah dividen dan capital gain. Apa maksudnya?

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan atau laba kepada kita sebagai pemegang saham.

Biasanya dividen dibagikan per kuartal, atau bisa dibagikan per tahun. Besarannya tergantung dari kebijakan perusahaan itu sendiri.

Ada dua jenis dividen, yaitu dividen tunai dan dividen saham:

  • Dividen tunai artinya perusahaan memberikan uang tunai untuk setiap lembar saham kepada pemegang saham.
  • Dividen saham artinya dividen yang diberikan perusahaan berupa saham, jadi jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah.

Capital gain

Capital gain adalah sebuah kenaikan dari nilai atau harga sebuah saham. Keuntungan ini baru bisa kamu dapatkan ketika saham yang kamu pegang dijual, dengan harga yang lebih tinggi dari harga waktu kamu membelinya. Selisih di antaranya dan itulah keuntunganmu.

Kerugian investasi saham

Investasi ini seringkali disebut sebagai investasi tinggi risiko. Kira-kira kerugian investasi saham itu apa aja ya?

Capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain , yaitu nilai saham yang dipegang investor akan turun karena terjadi fluktuasi bursa. Kerugian ini baru akan dialami ketika investor menjual sahamnya yang sedang mengalami capital loss.

Suspend

Risiko lain dari investasi saham adalah, saham yang kita miliki terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penyebab suspend itu beragam, namun umumnya disebabkan karena adanya kasus yang cukup serius yang melibatkan perusahaan yang menerbitkan sahamnya di bursa.

Kondisi tersebut membuat investor tidak dapat menjual atau membeli saham saham tersebut sampai suspensi dicabut.

Delisting

Kalau yang ini adalah risiko di mana sebuah saham telah dihapuskan dalam pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Usai delisting, saham gak akan bisa ditransaksikan lagi. Status perusahaan yang telah delisting biasanya tetap menjadi perusahaan publik hanya saja sahamnya gak lagi tercatat di BEI.

Likuditas

Saham memang likuid, namun jangan salah lho ada juga yang gak likuid karena saham tersebut memang kurang diminati investor.

Belajar investasi saham

Setelah mengetahui pengertian, keuntungan, kerugian dari investasi saham, apakah tandanya kita sudah siap untuk berinvestasi di sini? Tentu saja belum.

Butuh pemahaman yang cukup komprehensif sebelum terjun ke investasi ini. Dalam sub-bab ini, kita akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan istilah-istilah yang sering muncul di investasi saham.

Tapi sebelumnya, kita bahas dulu yuk jenis serta karakteristik saham yang ada di bursa.

Jenis saham beserta sifat dan karakteristiknya

1. Growth Stocks

Saham ini adalah saham dari perusahaan yang tingkat penjualan dan pendapatan yang lebih cepat atau tinggi. Mereka menitik beratkan fokusnya pada penelitian dan pengembangan produk, dan mengalokasikan hampir keseluruhan dari pendapatan perusahaan ke dalam ekspansi masa depan.

Umumnya, perusahaan yang sahamnya digolongkan sebagai growth stock jarang membayar dividen atau cuma membayarnya dalam jumlah kecil karena ketimbang bagi-bagi dividen, mending dimanfaatkan untuk pengembangan usaha di masa depan. Investor melirik saham ini karena capital gainnya yang berpotensi meroket di masa depan.

2. Income stock

Income stock adalah kebalikan dari growth stock. Saham ini terkenal karena sering membagikan dividen ke pemegang sahamnya.

3. Growth (moderate) dan Income Stock

Kalau yang ini adalah saham yang karakteristiknya gabungan antara nomor satu dan dua. Pertumbuhannya diprediksi signifikan, tapi gak pelit soal dividen.

4. Defensive stock

Saham ini sering diasumsikan sebagai saham yang aman dan nilainya stabil, khususnya ketika kondisi perekonomian sedang kurang baik. Saham industri makanan atau consumer goods sering dikategorikan sebagai defensive stock.

5. Cyclical stock

Saham ini nilainya cukup mengalami fluktuasi tajam karena mengikuti perkembangan siklus bisnis dan industrinya. Contohnya adalah saham perusahaan otomotif atau manufaktur.

6. Speculative stock

Speculative stock adalah saham yang memberikan peluang spekulatif pada pemegangnya. Saham-saham jenis ini disinyalir bisa memberikan keuntungan yang besar pada saat saham-saham lain sedang menurun, tapi bisa juga memberikan hasil yang berlawanan hanya dalam waktu yang singkat.

7. Small and middle caps stocks

Karakteristik saham ini mirip dengan speculative stocks yaitu memberi peluang spekulaitf. Hanya saja, saham ini diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil.

Sejumlah studi menyatakan bahwa, saham-saham ini bisa saja memberikan imbal hasil yang sangat tinggi daripada saham dengan nilai kapitalisasi pasar yang lebih besar.

Apa itu Indeks harga saham?

Dalam investasi saham, nilai Indeks harga saham kerap menjadi suatu hal yang diperhatikan para investor setiap hari.

Indeks harga saham adalah salah satu indikator yang menunjukkan kinerja harga saham-saham yang menjadi pembentuk indeks tersebut. Pernah dong dengar istilah IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan? Nah, indeks itu digunakan sebagai indikator pergerakan seluruh harga saham di BEI.

1. Indeks Sektoral BEI

Selain IHSG ada pula indeks sektoral di BEI. Indeks ini bisa dikatakan sebagai sub-indeks dari IHSG. Jadi, BEI membuat indeks lagi dengan mengklasifikasikan saham-saham sesuai dengan industrinya.

Secara garis besar, indeks sektoral ini dibagi dua yaitu.

a. Sektor primer

Terdiri dari Sektor 1 (pertanian), sektor 2 (pertambangan), sektor 3 (industri dasar dan kimia), sektor 4 (aneka industri), dan sektor 5 (barang konsumsi).

B.Sektor tersier

Sektor 6 (properti dan real estate), sektor 7 (transportasi dan infrastruktur), sektor 8 (keuangan), dan sektor 9 (perdagangan, jasa, dan investasi)

2. Indeks LQ45

Indeks saham di BEI yang berisi 45 saham-saham yang dinilai likuid, yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria sahamnya cenderung baik dan tumbuh.

3. Jakarta Islamic Index (JII)

Indeks yang berisi 30 emiten berkriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK), dan memiliki kapitalisasi besar serta likuiditas tinggi.

4. Kompas100

Berisi 100 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar versi Harian Kompas.

5. Bisnis27

Berisi 27 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Harian Bisnis Indonesia.

6. Pefindo25

Indeks berisi emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan lembaga rating PEFINDO.

7. SRI-KEHATI

Berisi 25 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan KEHATI.

8. IDX Value30

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

9. IDX Growth30

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki tren harga relatif terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik

10. IDX High Dividend20

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

11. IDX BUMN20

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

12. JII70

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 70 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi.

13. IDX SMC Composite

Indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

14. IDX SMC Liquid

Indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham dengan likuiditas tinggi yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

15. IDX30

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

16. MNC36

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 36 saham yang memiliki kinerja positif yang dipilih berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi, dan fundametal, hingga rasio keuangan. Indeks MNC36 diluncurkan dan dikelola bekerjasama dengan perusahaan Media Nusantara Citra (MNC) Group.

17. Investor33

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 33 saham yang dipilih dari 100 Perusahaan Tercatat terbaik, versi Majalah Investor. Dipilih berdasarkan nilai kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi dan fundamental serta rasio keuangan. Indeks Investor33 diluncurkan dan dikelola bekerjasama dengan perusahaan Majalah Investor.

18. Infobank15

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 15 saham perbankan yang memiliki faktor fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi. Indeks infobank15 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media Infobank.

19. Indeks Papan Utama

Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.

20. Indeks Papan Pengembangan

Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.

21. Indeks Pefindo i-Grade

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham perusahaan tercatat yang memiliki peringkat investment grade dari PEFINDO (idAAA hingga idBBB-) yang berkapitalisasi pasar paling besar. Indeks PEFINDO i-Grade diluncurkan dan dikelola bekerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

22. ISSI

Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan yang dinyatakan sebagai saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK).

23. IDX80

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Analisa saham

Sebelum memutuskan untuk membeli saham, investor wajib untuk melakukan analisa terlebih dulu. Bukan asal beli lho ya.

Terdapat dua analisa untuk menentukan apakah saham tersebut “layak beli” karena bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka waktu panjang maupun pendek. Dua analisa itu adalah.

Analisa fundamental

Analisa fundamental dilakukan dengan cara meninjau laporan keuangan, kinerja bisnis perusahaan, faktor ekonomi global atau dalam negeri, dan lainnya.

Secara garis besar, analisa fundamental dibagi menjadi tiga. Analisa ekonomi, industri, dan perusahaan.

Bicara soal analisa ekonomi, analisa tersebut bergantung pada kondisi perekonomian global maupun nasional. Sementara itu analisa industri berfokus pada siklus perusahaan yang bersangkutan, sementara itu analisa perusahaan fokusnya adalah laporan keuangan, aset, dan liabilitas dari emiten.

Analisa fundamental tentu menjadi analisa yang wajib dilakukan para investor. Karena tanpa analisa ini, mustahil seorang investor bisa melakukan penilaian tentang perusahaan yang ingin dia beli.

Dalam analisa fundamental, terdapat pula analisa market value. Apa itu?

Analisa market value

Pernah dengar istilah PER, PBV, Dividen Yield, dan lain sebagainya? Hal ini merupakan bagian dari analisa market value.

Market value bisa digunakan untuk menilai apakah suatu saham “murah atau tidak.” Selain itu, analisa ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui informasi tentang perusahaan itu.

Beberapa indikator yang kerap digunakan di analisa ini adalah.

1. Earning per share (EPS)

Untuk menilai kinerja sebuah saham, maka akan digunakan perhitungan earning per share (EPS). EPS kerap disebut dengan istilah rasio laba per saham.

Rumusnya: Laba bersih perusahaan : Jumlah Saham Beredar = EPS

Semakin besar nilai EPS maka makin bagus juga kinerjanya.

2. Dividend per share (DPS)

Rasio ini digunakan untuk menghitung berapa dividen yang diterima pemegang saham untuk setiap lembar. Semakin besar laba bersihnya semakin besar juga DPS yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Rumusnya: Total Nilai Dividen : Jumlah saham beredar = DPS.

3. Price earning ratio (PER)

PER seringkali digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Atau sederhananya adalah untuk menilai fundamental keuangan perusahaan.

Rumusnya: Harga saham : EPS = PER

Jika hasil dari PER adalah 10, itu artinya, harga sahamnya 10 kali pendapatan bersih setahun. Makin tinggi makin mahal, begitu pun sebaliknya.

Tapi pada saham blue chip, PER saham-saham itu justru tinggi. So, analisa PER yang tepat adalah dengan membandingkan PER satu saham terhadap saham lainnya.

Analisa teknikal

Ada dua fokus yang harus diperhatikan dalam analisa teknikal. Hal itu adalah data pasar dan grafis.

Analisa Data pasar adalah analisa tentang semua informasi dari hasil kegiatan transaksi saham yang ada di bursa. Termasuk harga pasar dari sebuah saham dan jumlah saham yang ditransaksikan.

Sementara itu, dalam analisa grafis hal yang patut diperhatikan adalah garis support dan resistance. Support dan resistance adalah dua indikator yang digunakan untuk menentukan “batas sebuah harga saham.”

Support adalah titik terendah harga sebuah saham. Logikanya, ketika menyentuh garis support maka harga saham akan melambung ke atas, namun jika garis support berhasil dijebol, maka harga saham tersebut akan turun hingga batas support selanjutnya.

Sementara itu, resistance adalah lawan dari support. Harga saham akan turun jika sudah menyentuh garis resistance, namun jika tembus, harga akan terus naik hingga batas resistance selanjutnya.

Analisa teknikal vs fundamental

Pada kesimpulannya, analisa fundamental memang seringkali bermanfaat bagi para investor yang ingin membeli saham dan menyimpannya dalam jangka waktu lama.

Namun para trader justru memanfaatkan analisa teknikal karena mereka cenderung memandang saham sebagai komoditas. Yang harus mereka pahami dalam proses transaksi itu adalah riwayat harga sahamnya dan trennya dalam waktu ke waktu.

Biar gak bingung, kita sajikan saja beberapa penjelasan soal kegunaan dua analisa ini lewat tabel.

Cara investasi saham bagi pemula, dari buat rekening sampai membelinya

Jangan hanya taruh dana investasimu di satu portofolio saham saja.

Untuk bisa memulai investasi saham, ada langkah-langkah yang harus kamu temput. Berikut ulasannya.

1. Pilih broker

Pilih perusahaan sekuritas untuk membuka rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN).

Rekening efek atau rekening saham digunakan untuk menyimpan saham yang kamu miliki. Sementara itu, RDN digunakan sebagai rekening untuk menyimpan uang yang ditransaksikan untuk jual beli saham. RDN dikelola oleh bank, dan sejauh ini ada 16 bank yang telah bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pilihlah perusahaan sekuritas yang memiliki kinerja baik. Tapi ingat, kamu harus perhatikan perusahaan sekuritas tersebut sudah diawasi oleh OJK atau belum.

2. Sertakan dokumen yang disyaratkan

Agar rekening saham jadi, kamu harus menyertakan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Apa saja?

  • KTP
  • NPWP
  • Fotokopi Buku Tabungan
  • Materai 6 ribu

Berkas-berkas ini harus dikirimkan beserta formulir pendaftaran ke kantor perusahaan sekuritas. Setelah itu, permohonan RDN dan rekening efekmu akan diproses.

3. Setor dana ke RDN

Setelah rekening jadi, kamu diharuskan untuk memasukkan dana. Dana itulah yang kemudian nanti kamu gunakan untuk membeli saham.

4, Unduh aplikasi untuk beli saham

Selanjutnya kamu bisa mengunduh aplikasi trading saham yang tersedia di Google Play Store atau Apple Store. Semua sekuritas pasti memiliki aplikasi ini yang memudahkan nasabahnya untuk membeli dan menjual saham.

5. Transaksi saham

Perlu dicatat, pasar saham hanya melayani pembelian dan penjualan dari hari Senin-Jumat. Untuk sesi I berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00. Sementara itu sesi II berlangsung pada pukul 13.30 hingga 16.00, hanya saja ketika hari Jum’at dimulai pukul 14.00.

Jumlah minimal saham yang kamu beli adalah 1 lot atau 100 lembar. Jadi seandainya harga saham itu adalah Rp 300 perak per lembar, uang yang kamu gunakan untuk membelinya adalah Rp 300 x 100 = Rp 30 ribu (belum termasuk biaya transaksi sekuritas)

Ada beberapa istilah yang harus kamu ketahui seputar transaksi saham. Istilah ini bakal kamu temukan di aplikasi trading saham.

a. Buy dan sell

Jelas sekali, menu ini kamu gunakan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham. Baik menjual atau membeli, kamu akan diminta memasukkan jumlah lot yang ingin kamu jual serta harganya.

Jika kamu ingin membeli di harga di bawah harga pasaran saat itu, masukkan saja nominal harganya di kolom. Begitu pula jika kamu ingin menjualnya di harga pasaran.

Ketika ada investor lain yang membeli atau menjual saham incaranmu dengan harga yang kamu masukkan, maka saham itu langsung masuk ke dalam portofoliomu.

b. Bid dan Offer

Dalam transaksi saham ada istilah bid dan offer. Kedua tulisan ini terlihat tepat di bawah harga saham dari perusahaan, dan bentuknya seperti kolom.

Transaksi saham memang mirip dengan transaksi di pasar. Harga pasarannya tertera di atas, namun banyak penjual yang menetapkan harga tinggi, dan pembeli yang ingin menawar dengan harga murah.

Jika kamu memang ingin menunggu dan membeli di harga murah, harga penawaranmu akan masuk kolom bid. Sementara itu jika ingin langsung dapat sahamnya, beli saja dengan harga yang tertera di kolom offer.

6. Settlement

Penyelesaian transaksi di bursa adalah T+2. Apa maksudnya?

Artinya adalah, ketika kamu menjual sebuah saham, maka dalam dua hari setelah transaksi berlangsung, pihak sekuritas akan mentransfer uangnya ke RDN. Jika uang sudah ada di RDN maka bisa ditarik ke rekening pribadi.

Tahap dalam investasi saham

Strategi beli reksa dana biar gak rugi.

Setelah memahami seputar analisa hingga cara transaksi saham. Maka langkah selanjutnya adalah berinvestasi.

Nah, investasi itu juga ada tahapannya lho. Bukan cuma analisa, beli sahamnya, dan setelah itu tunggu harganya naik.

1. Tentukan tujuan investasi

Pertama-tama adalah menentukan tujuan dari investasi saham ini. Keuntungannya buat apa? Apakah buat menabung dana pensiun, ngambil S2 di luar negeri, nambah uang buat dp rumah, menggelar pesta pernikahan buat anak, atau yang lain?

Ketika tujuan sudah diketahui, maka secara otomatis jangka waktu investasimu akan terlihat. Apakah investasinya untuk jangka panjang (10 sampai 20 tahun), jangka pendek (satu sampai tiga tahun, atau jangka menengah (tiga hingga lima tahun).

Selain jangka waktu, profil risikonya juga akan terlihat. Jika kebutuhannya adalah untuk jangka panjang, maka makin cocok pula saham sebagai instrumen investasimu. Sementara itu semakin pendeknya jangka waktu, maka pilihan investasinya juga harus yang minim risiko, mengingat fluktuasi harga saham di jangka pendek memang cukup tinggi.

2. Analisa performa saham

Setelah mengetahui tujuan, lakukan analisa terhadap saham-saham yang sudah kamu bidik sebelumnya. Lakukan analisa fundamental, gunakan juga pendekatan market value dengan membandingkan saham tersebut dengan kompetitornya di satu industri.

Meski analisa teknikal memang erat kaitannya dengan trader, bukan berarti investor gak perlu melakukan analisa ini.

Analisa teknikal tentu bisa dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham dengan harga terbaik. Jangan malas-malas ya untuk melakukan analisa ini.

3. Bentuk portofolio saham

Aturlah seperti apa portofolio investasi saham kamu. Misalnya, 50 persen dari modal diinvestasikan ke sektor consumer goods, 30 persen perbankan, dan 20 persen komoditas.

Usahakan untuk melakukan diversifikasi berdasarkan industri perusahaannya. Seperti contoh di atas.

Namun pastikan juga bahwa kamu gak mengoleksi terlalu banyak atau terlalu sedikit emiten. Lima emiten sudah cukup besar.

Ketika terlalu sedikit, risiko investasinya pun besar. Namun jika terlalu banyak maka keuntungan yang kamu dapatkan gak akan maksimal.

4. Evaluasi performa portofolio

Lakukan evaluasi secara berkala terhadap saham-saham di portofoliomu. Rajin-rajin baca berita, agar bisa lebih update dalam menyikapi tren terkini di industri terkait.

Ketika ada pelemahan performa di beberapa saham yang kamu koleksi, lakukan analisa. Jika memungkinkan, gantilah sahamnya dengan saham di sektor lain.

Tips investasi saham untuk pemula

1. Jadikan investasi jangka panjang

Sebagai salah satu investasi dengan risiko tinggi, nilai saham memang mengalami fluktuasi tinggi dalam jangka waktu pendek. Namun untuk jangka panjang, investasi ini cukup menjanjikan.

Pernah dengar cerita mengenai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)?

Di tahun 2008, harga saham bank milik orang terkaya di Indonesia ini dibanderol Rp 2.700 perlembar. Namun di tahun 2020, harganya sudah Rp 28 ribu, bahkan sebelum insiden Pandemi Corona muncul, sempat bertengger di Rp 34 ribu perlembar.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam 12 tahun, seorang yang berinvestasi dengan membeli saham BBCA akan mendapat keuntungan 1.000 persen. Jika modalnya Rp 5 juta, maka saat ini uangnya sudah jadi Rp 54 juta.

2. “Investasi,” jangan trading

Jadilah seorang investor, bukan trader.

Kedua pihak ini sejatinya sama-sama aktif dalam membeli dan menjual saham. Hanya saja tujuannya beda.

Investor akan membeli saham dan menyimpannya dalam jangka waktu lama dengan harapan memperoleh capital gain berlipat ganda. Sementara itu trader akan memanfaatkan fluktuasi harga saham dalam jangka waktu pendek untuk melakukan profit taking.

Risiko menjadi trader cukup besar. Walaupun dalam sehari mereka sanggup meraup keuntungan lebih dari 3 persen, tapi apa yang mereka lakukan cenderung bersifat spekulatif.

3. Diversifikasikan saham kamu

Diversifikasi gak hanya dilakukan untuk mengatur portofolio investasi kita secara keseluruhan. Hal ini juga harus kamu lakukan “khusus” dalam investasi saham, tujuannya ya apalagi kalau bukan untuk meminimalisir kerugian.

Sebut saja, kamu membeli saham perusahaan konstruksi dalam jumlah besar. Di satu saat sentimen buruk melanda industri tersebut dan harga saham perusahaan yang kamu pegang, langsung terkoreksi tajam yang menyebabkan kerugian di portofolio sahammu sebesar 50 persen.

Andaikan saja dulu kamu menggunakan uangmu untuk membeli saham di tiga sektor yang berbeda. Misalkan, konstruksi, consumer goods, dan perbankan, maka kerugian yang kamu alami gak akan terlalu besar.

Bisa jadi, konstruksi memang minus 50 persen, tapi consumer goods malah cuan 30 persen, dan perbankan juga naik 30 persen. Untung dong?

4. Cicil tiap bulan

Membeli saham secara lumpsum atau sekali beli dengan menggunakan uang besar memang cukup menarik. Bayangkan saja, keuntungan yang kamu dapatkan tentu bisa sangat besar.

Sebut saja ketika modal investasimu adalah Rp 100 juta, ketika terjadi harga sahammu 1 persen, maka modal investasimu akan naik sebesar Rp 1 juta.

Akan tetapi, risikonya juga cukup besar. Ketika harga saham minus 1 persen, maka minusnya juga Rp 1 juta.

Ketimbang melakukan pembelian saham secara lumpsum, lakukan saja dengan cara mencicil tiap bulan dengan uang sebesar minimal 10 persen dari penghasilan.

Banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan mencicil saham. Pertama adalah, aset lancarmu tidak akan terganggu, dan yang kedua kamu akan berkesempatan membeli saham diharga yang murah ketika harga sahamnya lagi turun.

Itulah hal-hal seputar investasi saham untuk pemula. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Saham – 15 Hal Wajib Dipahami Investasi Pemula (Update Terbaru)

Saham adalah salah satu investasi terbaik. Itu yang saya alami selama ini. Sayangnya, masih sedikit investor saham di Indonesia. Ada 15 aspek saham yang wajib diketahui investor pemula. Apa itu dan pengertian saham, lalu arti saham dalam investasi, cara kerja saham, harga per lembar saham dan sebagainya akan saya bahas secara tuntas

Sebelum terjun bermain saham, saran saya pahami dulu apa itu saham, pengertian saham, cara kerja investasi saham dan kenapa saham adalah investasi terbaik.

Meskipun saham di banyak literatur keuangan masuk sebagai jenis investasi terbaik, faktanya investasi saham sangat tidak populer di Indonesia.

Anda, ya Anda pembaca artikel ini, apakah sudah pernah beli saham atau bahkan mengerti arti saham, dugaan saya jawabannya “tidak”.

Jangan kecil hati karena Anda tidak sendiri.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa jumlah investor saham yang aktif di bursa hanya mencapai 97,688. Jumlah yang sangat amat sedikit dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia.

Bahkan mencapai 100 ribu investor saham saja belum ada di Indonesia.

Masalahnya kenapa ? Apa penyebabnya ?

Dugaan saya karena literasi keuangan masyarakat soal pasar modal dan saham masih rendah.

Berdasarkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2020, tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal adalah 4.40% dan tingkat utilitas produk pasar modal adalah 1.25%.

Apa artinya tingkat literasi ini ?

Literasi saham dan pasar modal menduduki posisi paling rendah diantara produk keuangan dan investasi lain dalam survei literasi OJK ini, yaitu perbankan, asuransi, pembiayaan, gadai dan dana pensiun.

Kunci meningkatkan partisipasi investasi saham adalah memperbaiki pemahaman dan pengetahuan soal saham.

Tapi sebelum masuk kesana, saya ingin menunjukkan dulu, kenapa saham itu adalah investasi terbaik.

Biar menjadi motivasi Anda untuk belajar dan berinvestasi di saham.

Pengertian Investasi Saham

Sebagaimana dalam UU Perusahaan Terbatas No 40 definisi Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Sebagaimana dalam UU Perusahaan Terbatas No 40 definisi Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Contoh Saham adalah Unilever, BCA, BRI, HM Sampoerna, PT Telkom dan masih banyak lainnya yang terdaftar di IDX.

Saham Investasi Terbaik

Pergerakkan harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham.

Jika Indeks harga saham naik, itu artinya secara rata-rata harga saham di pasar atau di bursa mengalami peningkatan.

Begitu pula sebaliknya.

Berapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (atau Bursa Efek Jakarta waktu itu) di akhir 1998 ?

IHSG di akhir penutupan 1998 adalah 398.

IHSG hari ini di penutupan 13 November 2020 adalah 6,142.50

Itu artinya harga-harga saham sudah mengalami kenaikan 1,443% atau 14x lipat dalam waktu 21 tahun.

Singkat kata, harga saham adalah menunjukkan superioritas instrumen investasi ini.

Dimana ada investasi yang menghasilkan return setinggi ini ?

Buktinya bisa Anda lihat di dalam grafik dibawah ini.

Kinerja Harga Saham (IHSG) BEI 20 Tahun Terakhir

Catatan: kenaikkan ini murni dari kenaikkan harga saham dan belum memasukkan keuntungan deviden yang jika dividen dimasukkan return saham pasti akan lebih tinggi lagi.

15 Aspek Saham Wajib Dipahami

Jangan exciting dulu !

Dalam grafik IHSG diatas dalam 21 tahun (1998 – 2020), Anda bisa lihat bahwa IHSG berfluktuasi setiap tahun.

Mulai yang kecil fluktuasinya sampai yang goncangan sangat besar, misalnya di 2020.

Bukan grafik garis lurus yang naik terus.

Dan memang seperti itulah nature investasi saham karena pengertian saham adalah refleksi bisnis yang selalu penuh tantangan.

Karena itu, sebelum tergiur masuk bermain saham, saran saya pahami dulu baik-baik apa itu saham dan segala aspeknya.

#1 Saham

Saham dalam simple term adalah bukti kepemilikan di suatu perusahaan.

Itu sebabnya saham disebut sebagai surat berharga.

Saham adalah surat berharga – definisi dalam UU Pasar Modal 8 1995 , “Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek”.

Apa saja jenis Saham ?

  • Saham biasa; pada jenis saham ini investor dapat mengklaim kepemilikan semua aktiva dan keuntungan milik perusahaan, sementara pemegang saham memiliki kewajiban terbatas. Apabila perusahaan pailit atau menghadapi risiko lainnya, kerugian maksimum yang ditanggung investor sebatas besaran investasi sahamnya di perusahaan tersebut saja (Perusahaan Terbatas).
  • Saham preferen; jenis saham yang menggabungkan obligasi (surat utang) dengan saham biasa. Keuntungannya, saham ini dapat memberikan pendapatan tetap seperti halnya bunga obligasi.

#2 Deviden

Sumber keuntungan utama saham adalah dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.

Pemegang saham menerima jumlah dividen tergantung pada:

  1. Berapa porsi laba yang dibagi ke pemegang saham karena bisa saja perusahaan rugi atau perusahaan untung tetapi tidak membagi semua laba sebagai dividen;
  2. Pembagian jumlah laba ke pemegang saham tergantung porsi kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Ada dua indikator yang kerap digunakan untuk menilai kualitas dividen perusahaan: (a) berapa % dari laba yang dibagi sebagai dividen (dividend payout); (b) nilai dividen per saham dibagi harga saham (dividend yield).

#3 Sumber Keuntungan

Sumber keuntungan saham tidak hanya berasal dari dividen tetapi dari kenaikkan harga saham di bursa.

Dinamika permintaan dan penawaran saham di bursa menentukan tingkat harga saham.

Sama layaknya orang dagang, harga saham adalah hasil dari tawar menawar antara yang punya barang, pemegang saham, dan calon pembeli.

Ketika permintaan naik, harga akan naik, ketika penawaran naik sebaliknya harga saham akan turun.

Kenaikkan harga saham memberikan keuntungan bagi pemegang saham dari selisih harga beli dan harga jual.

Singkatnya, investasi saham memberikan keuntungan dari (1) deviden yang dibayar perusahaan dan (2) apresiasi harga saham di bursa.

Lebih baik mana keuntungan saham dari dividen atau apresiasi harga di bursa.

Masing masing punya plus minus.

Dividen biasanya relatif kecil tapi saham tidak perlu dijual untuk bisa mendapatkan deviden, artinya tahun depan pemegang saham bisa terus menikmati dividen selama saham belum dijual.

Kenaikan harga biasanya memberikan nilai keuntungan lebih besar dibandingkan dividen, tetapi ingat bahwa Anda harus menjual saham tersebut, yang artinya Anda tidak bisa menikmati keuntungan lagi setelah itu.

#4 IPO

Sebelum masuk ke bursa, perusahaan yang ingin menjual saham ke publik, melakukan penawaran saham perdana atau dikenal sebagai Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan yang ingin menjual saham melakukan IPO ke publik atau masyarakat, dengan proses sbb:

  • Mempublikasikan Prospektus di media massa, yang mana Prospektus berisi gambaran bisnis dan berbagai informasi penting lain terkait perusahaan, termasuk harga penawaran saham
  • Masyarakat yang berminat membeli mengisi formulir pemesanan dan membayar terlebih dahulu sesuai harga saham di prospektus dan jumlah saham yang akan dibeli
  • Setelah masa penawaran selesai, Perusahaan akan melakukan penjatahan saham kepada investor yang sudah memesan dan jika penjatahan saham lebih kecil dari uang yang sudah disetorkan maka perusahaan melakukan refund.
  • Masyarakat yang sudah mendapatkan akan menerima saham di rekening saham di masing-masing broker saham.
  • Sesuai jadwal yang sudah ditentukan dalam prospektus, saham akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan itu artinya investor bisa menjual atau bahkan membeli saham lagi dari pemegang saham lain.

#5 Bursa Efek Indonesia (BEI)

Untuk bisa memperdagangkan saham, Anda harus melakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa itu Bursa Efek Indonesia ?

Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

BEI menyelenggarakan perdagangan efek, yaitu salah satunya saham.

Pemilik BEI adalah Anggota Bursa dan yang menarik, BEI bukan perusahaan berorientasi mencari untung, profit, tetapi tujuan perusahaan adalah menyediakan infrastruktur terbaik untuk perdagangan efek.

Anda bisa mengakses Informasi lengkap di www.idx.co.id situs resmi BEI.

Investor saham selayaknya mengetahui hal penting soal BEI, yaitu:

  • sumber informasi saham terbaik ada di BEI karena setiap perusahaan yang tercatat dan menjual saham harus menyampaikan laporan keuangan, corporate action dan segala informasi material lainnya ke BEI
  • daftar perusahaan sekuritas resmi terdapat di BEI dimana perdagangan saham hanya bisa dilakukan lewat perusahaan sekuritas resmi ini
  • kursus saham gratis disediakan oleh BEI sebagai bagian misinya dalam bentuk sekolah pasar modal yang bisa dilakukan secara offline (tatap muka) dan online

BEI mengklasifikasi saham di BEI menjadi 9 Sektor, yaitu:

Agriculture: mencakup usaha di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa-jasa yang secara langsung terkait dengan bidang tersebut.
– Crops
– Plantation
– Animal Husbandary
– Fishery

Mining: usaha di bidang pertambangan dan penggalian, seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk, serta penambangan gips, aspal dan gamping.
– Coal Mining
– Crude Petroleum & Natural Gas Production
– Metal and Mineral Mining
– Land / Stone Quarrying

Basic industry & chemicals: industri dasar mencakup usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi; atau barang jadi yang masih akan diproses di sektor perekonomian selanjutnya. Industri kimia mencakup usaha pengolahan bahan-bahan terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya dan industri farmasi.
– Cement
– Ceramics, Glass, Porcelain
– Metal And Allied Products
– Chemicals
– Plastics and Packaging
– Animal Feed
– Wood Industries
– Pulp and Paper
– Others

Miscellaneous industry: meliputi usaha pembuatan mesin-mesin berat maupun ringan; termasuk komponen penunjangnya.
– Machinery And Heavy Equipment
– Automotive and Components
– Textile, Garment
– Footwear
– Cable
– Electronics

Consumer goods industry: usaha pengolahan yang mengubah bahan dasar/setengah jadi menjadi barang jadi yang umumnya dapat dikonsumsi pribadi/rumah tangga.
– Food And Beverages
– Tobacco Manufacturers
– Pharmaceuticals
– Cosmetics and Household
– Houseware
– Others

Property, real estate, and building construction: konstruksi meliputi usaha pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah dan berbagai jenis gedung. Real estate mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian berbagai macam bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal.
– Property and Real Estate
– Building Construction

Infrastructure, utility, and transportation: usaha yang meliputi penyediaan energi, sarana transportasi dan telekomunikasi, serta bangunan infrastruktur dan jasa-jasa penunjangnya. Bangunan infrastruktur meliputi bangunan non gedung dan rumah.
– Energy
– Toll Road, Airport, Harbor and Allied Products
– Telecommunication
– Transportation
– Non Building Construction

Finance: usaha terkait sektor keuangan, meliputi perantara keuangan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek, dan perusahaan investasi.
– Bank
– Financial Institution
– Securities Company
– Insurance
– Others

Trade, service, and investment: mencakup usaha perdagangan partai besar dan kecil/eceran, serta usaha terkait sektor jasa seperti hotel, restoran, komputer dan perangkatnya, periklanan dan media serta industri percetakan.
– Wholesale
– Retail Trade
– Restaurant, Hotel and Tourism
– Advertising, Printing & Media
– Healthcare
– Computer And Services
– Investment Company
– Others

#6 Analisa Saham

Sebagaimana semua investasi, sebelum menentukan instrumen yang dipilih, Anda harus melakukan analisa untuk mengambil keputusan terbaik.

Analisa saham, menurut saya, penting dan krusial karena dengan analisa yang baik Anda bisa mengelola risiko investasi saham dengan baik dan mendapatkan keuntungan optimal.

Karena itu, sebaiknya pahami dengan baik analisa saham sebelum memutuskan membeli saham.

Jangan mudah terbawa arus dengan hot recommendation atau saran – saran lain yang tidak jelas sumbernya.

Secara umum, ada dua jenis analisa saham:

Pertama, analisa fundamental saham yang menentukan harga saham wajar berdasarkan analisa laporan keuangan perusahaan menggunakan berbagai rasio keuangan.

Kedua, analisa teknikal yang menentukan trend harga saham di masa depan berdasarkan pola pergerakkan harga saham di masa lalu.

Mana analisa yang paling tepat ?

Masing – masing orang investor di saham pasti punya preferensi sendiri – sendiri.

Saya pribadi memilih analisis fundamental sebagai dasar berinvestasi saham karena analisa fundamental sejalan dengan esensi membeli saham yaitu investasi pada bisnis atau usaha perusahaan sehingga analisa untuk mengambil keputusan beli atau jual saham berdasarkan kinerja yang dicerminkan dalam laporan keuangan.

#7 Cara Beli Jual Saham

Setelah memahami analisa saham dan mudah-mudahan sudah tahu saham yang mau dibeli apa, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara beli dan jual saham.

Pertama, Anda harus membuka rekening saham di broker atau perusahaan sekuritas yang merupakan Anggota Bursa di BEI.

Kedua, Anda harus membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank bersama dengan pembukaan Rekening Saham di broker.

Ketiga, menyetorkan dana ke RDN untuk bisa memulai melakukan transaksi perdagangan saham.

Keempat, melakukan order beli atau order jual ke aplikasi perdagangan saham di broker dimana Anda membuka rekening saham.

Keempat langkah tersebut Anda ikuti untuk bisa melakukan perdagangan saham.

#8 Mekanisme Perdagangan Saham

Bagaimana mekanisme dan settlement perdagangan saham ?

Beberapa hal penting yang Anda perlu tahu:

Jam Perdagangan

Perdagangan dilakukan selama Senin sd Jumat dalam dua sesi sehari, yaitu Pagi (09.00 – 12.00) dan Siang (13.30 – 16.00) dan khusus hari Jumat, jam perdagangan Pagi (09.00 – 11.00) dan Siang (14.00 – 16.00).

Mekanisme Perdagangan

Sistem perdagangan berlaku di bursa adalah mekanisme perdagangan secara lelang berkesinambungan secara anonim (anonymous continuous auction) dengan metode pembentukan harga didasarkan atas prioritas harga dan waktu (price and time priority).

  • Prioritas harga (price priority): Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
  • Prioritas Waktu (time Priority): Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, sistem Bursa memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.

Minimum Investasi Saham

Perdagangan di BEI harus dalam satuan perdagangan (round lot) saham atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) saham.

Misal, harga saham Rp 1,000 maka minimum pembelian adalah 1 lot, berarti 100 lembar saham, sehingga nilai investasi Rp 100,000.

Penyelesaian Transaksi

Kapan uang hasil penjualan saham masuk ke Rekening ? Kapan pembelian saham harus dibayar atau di settle ?

Ini terkait dengan penyelesaian transaksi saham diatur BEI, yang ditetapkan bahwa settlement transaksi (uang dan saham) adalah T+2 hari perdagangan (T adalah hari transaksi dilakukan).

#9 AKSes KSEI

Bagaimana kita tahu bahwa saham yang kita miliki sudah sesuai jumlah dan sahamnya ?

Selama ini, saya mengandalkan informasi dari broker di aplikasi saham online, tetapi bagaimana mengecek kebenaran informasi broker tersebut.

Ada fasilitas AKSes yang dikeluarkan KSEI – Kustodian Sentral Efek Indonesia, yaitu sarana bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi Saham miliknya yang tersimpan di KSEI.

Pada saat membuka rekening saham di broker, setiap investor akan memperoleh AKSes KSEI, sehingga Investor dapat mengakses secara real time data kepemilikan Saham serta mutasinya dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di sistem KSEI (C-BEST) hingga 30 hari terakhir.

Jika investor memiliki rekening saham di beberapa broker, fasilitas AKSes memberikan kemudahan investor untuk melakukan konsolidasi laporan portofolio miliknya yang tersebar di beberapa broker dan Bank Kustodian.

#10 Diversifikasi

Diversifikasi adalah kunci dalam investasi saham.

Cara untuk mengelola resiko dalam investasi saham adalah tidak menempatkan investasi dalam satu atau dua saham, tetapi membagi atau mendiversifikasikan ke banyak saham.

Tujuannya agar ketika harga saham anjlok, Anda masih punya stamina untuk bertahan karena tidak semua investasi saham Anda anjlok.

Salah satu strategi diversifikasi yang terkenal adalah membeli index fund, yaitu beli semua saham sesuai bobot yang terdapat dalam indeks, sehingga keuntungan mengikuti keuntungan indeks.

#11 Stock Screener

Bagaimana memilih saham dengan mudah ?

Tidak mudah mengingat ada banyak saham di bursa.

Tetapi, Anda bisa memulai dengan menggunakan fitur stock screener, tersedia secara gratis di broker, yang memfilter saham berdasarkan kriteria yang Anda pilih.

Saya merasakan bahwa stock screener sangat membantu karena saya tidak harus mengecek saham satu persatu.

Ada beberapa cara menentukan kriteria dalam stock screener:

Pertama, Anda menentukan kriteria sendiri berdasarkan pengalaman atau diskusi dengan pihak lain, yang dengan cara manual ini Anda bisa membuat daftar saham pilihan yang sesuai dengan keinginan.

Kedua, Anda bisa menggunakan preset kriteria, yaitu kriteria yang umum digunakan dan sudah dikenal, berdasarkan gaya guru investasi seperti Warren Buffet, William O’Neil dan lain-lain yang bisa langsung digunakan.

Mana yang strategi yang sebaiknya Anda pilih, saran saya, sesuaikan dengan pengetahuan dan kenyakinan Anda tentang kriteria pemilihan saham.

#12 Perlindungan Investor Saham

Tanpa banyak yang tahu bahwa terdapat skema perlindungan investor di pasar saham Indonesia.

Apa itu perlindungan investor ?

Untuk meningkatkan keamanan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia, maka setiap aset investor diberikan perlindungan dengan pembentukan Dana Perlindungan Pemodal oleh Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF).

Indonesia SIPF adalah perusahaan yang menyelenggarakan program Dana Perlindungan Pemodal, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tapi untuk bisa mendapatkan perlindungan pemodal, ada syaratnya.

Pemodal yang asetnya mendapat perlindungan Dana Perlindungan Pemodal adalah Pemodal yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: (a) Menitipkan asetnya dan memiliki rekening Efek pada Kustodian; (b) Dibukakan Sub Rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian oleh Kustodian dan (c) Memiliki nomor tunggal identitas pemodal (single investor identification) dari Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

Apakah jika rugi akibat investasi saham atau rugi karena masuk saham gorengan bisa diganti oleh Dana Perlindungan Pemodal ?

Untuk bisa investor mendapatkan ganti kerugian maka berlaku mekanisme.

Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal melakukan klaim Pemodal yang kehilangan Aset Pemodal setelah OJK menyatakan terdapat kondisi :

  1. Terdapat kehilangan Aset Pemodal
  2. Kustodian tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan Aset Pemodal yang hilang
  3. Bagi Kustodian berupa Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan Efek dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya dan dipertimbangkan izin usahanya dicabut oleh OJK; atau
  4. Bagi Bank Kustodian dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya sebagai Bank Kustodian dan dipertimbangkan persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian dicabut oleh OJK.

Singkatnya, OJK harus memutuskan terlebih dahulu bahwa terdapat kerugian pemodal, baru proses penggantian bisa dilakukan.

#13 Resiko Saham

Saham adalah investasi termasuk yang beresiko tinggi. Saya tidak ingin menutup – nutupi hal tersebut.

Itu sebabnya pula saham memberikan return investasi paling tinggi untuk mengkompensasi tingginya resiko.

Menurut saya, sebagai investor, Anda harus sadar risiko saham tersebut sehingga bisa mengelola risiko tersebut.

Saya perhatikan banyak investor, karena tidak paham investasi saham beresiko tinggi, tidak melakukan pengelolaan risiko dengan baik.

Bagaimana mengelola risiko investasi saham ?

Tidak sulit sebenarnya.

Dari pengalaman, ini yang saya lakukan saat investasi di saham:

Pertama, lakukan diversifikasi dalam investasi saham, dengan membuat portofolio saham terdiri atas penempatan yang dibagi ke dalam beberapa saham dan tidak terkonsentrasi di satu atau dua saham.

Kedua, tidak membeli saham jika tidak paham kinerja dan bisnis perusahaannya karena saya percaya bahwa dalam jangka panjang harga saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan (this is the only thing we can rely on).

Ketiga, tidak beli saham, yang meskipun bagus tetapi harganya mahal dibandingkan value nya.

#14 RUPS & Public Expose

Bagaimana cara pemegang saham bertemu dengan Direksi perusahaan ?

Hadirilah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kehadiran pemegang saham di RUPS tidak hanya penting tetapi juga menguntungkan karena:

  • Bertemu dengan Direksi perusahaan dan bisa bertanya langsung soal kebijakan dan strategi perusahaan
  • Mengikuti keputusan – keputusan penting dalam RUPS, misalnya soal deviden, aksi korporasi dan lain sebagainya
  • RUPS biasanya dilangsungkan di Hotel yang cukup mewah, sehingga bisa menikmati selama berlangsung Rapat

Untuk bisa ikut RUPS mudah sekali.

Lihat jadwal RUPS yang tercantum di situs www.idx.co.id

Anda hubungi broker tempat jual beli saham, yang akan cek nama Anda dalam daftar pemegang saham dan nanti broker memberikan undangan RUPS yang Anda bawa ke lokasi Rapat dengan menunjukkan identitas diri.

Di samping RUPS, ajang lain yang juga tidak kalah penting adalah public expose dimana perusahaan memaparkan kondisi terkini kinerja dan rencana bisnis ke depan.

Dalam publik expose, direksi perusahaan akan hadir dan pemegang saham bisa bertanya langsung kepada direksi.

Ada kewajiban dari BEI mengharuskan perusahaan emiten saham melakukan publik expose secara berkala dan jadwal publik expose diumumkan di situs www.idx.co.id

#15 Harga Saham dan IHSG

Apa itu harga saham ?

Harga saham adalah nilai suatu saham di bursa efek yang dijadikan patokan saat melakukan jual beli saham.

Bagaimana cara melihat harga saham di IDX (Bursa Efek Indonesia) ?

Anda bisa melihat di situs BEI untuk melihat harga saham setiap saat, misalnya harga saham Unilever, BCA, BBRI atau emiten lainnya.

Di situs tersebut terdapat daftar harga saham perusahaan yang terdaftar di BEI, yang dirangkum dalam Indeks Harga.

Pergerakan harga di pasar saham diukur dari indeks, yang paling terkenal adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Di dalam dunia pasar modal, indeks atas saham merupakan portofolio imaginer yang mengukur perubahan harga dari suatu pasar atau sebagian dari pasar tersebut.

Pada saat indeks saham bergerak naik, berarti harga sebagian besar saham-saham yang diukur oleh indeks tersebut bergerak naik.

Sebaliknya, apabila indeks saham bergerak turun, maka sebagian besar saham-saham konstituen indeks bergerak turun.

Dengan melihat pergerakan suatu indeks saham, maka investor dapat mengetahui performa harga secara umum atas saham-saham yang dimilikinya.

Selain itu, investor juga dapat mengetahui kondisi pasar saham secara umum apabila terjadi perubahan kebijakan dari dalam maupun luar negeri.

Indeks-indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia berjumlah 24 indeks dan beberapa yang terkenal adalah:

  1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) – Indeks yang mengukur pergerakan semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  2. Indeks LQ45 – Indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamental perusahaan yang baik.
  3. Indeks IDX30 – Indeks yang mengukur performa harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan baik
  4. Indeks KOMPAS100 – Indeks yang mengukur performa harga 100 saham yang memiliki likuiditas baik dan kapitalisasi pasar besar. Indeks KOMPAS100 diluncurkan bekerjasama dengan perusahaan KOMPAS GRAMEDIA.
  5. Indeks Saham Syariah Indonesia – Indeks mengukur performa harga seluruh saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  6. Jakarta Islamic Index (JII) – Indeks mengukur performa harga 30 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan baik dan likuiditas transaksi tinggi.
  7. Indeks PEFINDO i-Grade / PEFINDO Investment Grade Index – Indeks yang mengukur performa harga dari 30 saham emiten-emiten yang memiliki peringkat investment grade dari PEFINDO (idAAA hingga idBBB-) yang berkapitalisasi pasar paling besar. Indeks PEFINDO i-Grade diluncurkan dan dikelola bekerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Tanya Jawab

  1. Apa itu Saham

Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Apakah Saham adalah Investasi yang Bagus

Berdasarkan data, saham adalah investasi dengan return terbaik.

Apa sumber keuntungan investasi saham

Keuntungan bersumber dari (1) capital gain – kenaikkan harga saham dan (2) deviden – pembagian keuntungan perusahaan.

Dimana bisa melakukan jual beli saham

Jula beli saham Anda lakukan di Bursa Saham – Bursa Efek Indonesia.

Bagaimana cara melakukan jual beli saham

Anda melakukan jual beli saham melalui broker saham atau pialang bursa, dengan membuka rekening di broker dan menyetorkan deposit uang agar bisa memulai melakukan investasi saham.

Bagaimana memonitor harga saham di pasar

Pergerakkan harga saham di pasar tercermin di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Dimana mencari sumber informasi yang valid soal perusahaan publik dan sahamnya.

Sumber paling terpercaya berasal dari Bursa Efek Indonesia. Semua perusahaan publik wajib menyampaikan informasi ke otoritas bursa.

Kesimpulan

Saham adalah salah satu instrumen investasi penting yang memberikan potensi keuntungan tinggi dan likuiditas buat investor.

Sayangnya, di Indonesia, jumlah investor saham masih sangat sedikit.

Salah satu penyebab ditengarai karena literasi soal saham masih terbatas di masyarakat.

Semoga artikel ini bisa membantu memberikan pencerahan soal saham dan faktor – faktor terkait.

3 Responses

saya ingin mendapatkan pencerahan soal saham dan faktor – faktor terkait.

Pak Rio, saya perempuan berusia 32 tahun, saya ingin berinvestasi online, akan tetapi apa yang harus saya lakukan jika saya sudah melakukan investasi saham online namun saya ingin berhenti di tengah jalan

Cara Bermain Saham Online untuk Pemula Agar Terhindar dari Kerugian

Bermain saham online sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup terutama kaum milenial yang senang sekali dengan hal-hal instan, mudah dan cepat. Dengan transaksi jual beli saham online maka para investor dapat memantau pergerakan / perkembangan investasi dari genggaman tangan. Banyak para pemula yang tertarik dalam investasi ini.

Berbagai keunggulan yang ditawarkan melalui aplikasi investasi saham online dari perusahaan yang dipilih, juga dapat memperbesar kemungkinan untuk memperoleh keuntungan. Intinya semua orang dapat berinvestasi dana dalam bentuk saham secara online dengan catatan tahu seluk-beluknya.

gambar saham online

Cara bermain saham online untuk pemula mungkin sedikit membingungkan. Selain bingung dalam menggunakan softwarenya juga bingung dalam melakukan transaksinya. Walaupun demikian, trading saham online ternyata banyak disukai loh.

Kesan sekilas yang ditangkap para investor pemula, bermain saham online dapat memberi keuntungan berlipat ganda. Padahal dibalik itu terdapat resiko kerugiannya yang juga sangat besar. Oleh sebab itu sebelum memutuskan memulai investasi saham, ada baiknya kita kenali pengertian saham dalam arti yang sebenarnya serta kenali juga keuntungan dan kerugiannya.

Mengenal Investasi Saham Serta Keuntungan dan Risikonya

Definisi sederhananya, saham merupakan bukti penanaman modal pada sebuah perusahaan atau perseroan terbatas. Jadi bisa dibilang saham adalah suatu alat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan atau badan usaha. Berinvestasi saham artinya Anda membeli saham dari perusahaan tsb.

Investasi saham online artinya Anda dapat membeli saham tsb secara online menggunakan HP ataupun komputer yang terhubung dengan internet. Bermain saham online artinya melakukan transaksi jual beli saham secara online menggunakan aplikasi / software trading online.

Dari segi keuntungan, para investor berpotensi mendapatkan 2 keuntungan investasi saham yaitu keuntungan dari selisih harga jual beli saham (capital gain) dan keuntungan dari dividen perusahaan.

Orang yang bermain saham online biasanya mengejar capital gain ini, yaitu mendapatkan keuntungan dari selisih hasil penjualan saham yang dimilikinya yaitu menjual saham saat harganya naik melebihi harga beli saham.

Selain keuntungan, investasi saham pun berisiko memberikan kerugian yaitu saat harga saham anjlok, saat perusahaan tidak mendapatkan keuntungan, dan yang lebih parahnya saat perusaahan penerbit saham mengalami kebangkrutan.

Cara Investasi dan Transaksi Dalam Bermain Saham Online

Prinsip sederhana cara bermain saham online agar memperoleh keuntungan maksimal adalah membeli saat harga saham rendah dan menjual saham tsb saat harga tinggi. Nah bagaimana cara mengetahui kapan waktu yang tepat dalam menjual dan membeli saham diperlukan pengetahuan, keterampilan, dan insting.

Sebelum melakukan investasi saham pada suatu perusahaan, sebagai investor kita harus yakin dengan tingkat profitabilitas finansial dari perusahaan tersebut.

Berikut ini beberapa langkah cara investasi dan transaksi dalam bermain saham online bagi pemula, yaitu:

  • Mempersiapkan Dana

Setiap investasi memerlukan modal begitu pula dengan investasi saham. Dulu memang diperlukan modal besar untuk dapat berinvestasi saham. Sekarang dana yang dibutuhkan untuk investasi saham tidak sebesar beberapa tahun lalu.

Bahkan dengan modal dibawah 5 juta kita sudah bisa bermain saham online. Malah banyak juga broker (pialang) yang menyediakan rekening khusus untuk investor yang bisa dibuka dengan modal awal Rp. 100 ribu. Ini berlaku sejak beberapa waktu lalu pemerintah menetapkan harga jual beli saham minimum per-lot adalah 100 lembar. Maka dengan sendirinya saham-saham bisa dibeli denga dana relatif rendah.

Selain itu, Anda pun dapat memanfaatkan program menabung saham BEI (Bursa Efek Indonesia). Dengan program ini, Anda yang pelajar sekalipun (asalkan memiliki KTP) dapat berkesempatan memiliki saham BEI dengan cara menabung. Jadi nantinya Anda diharuskan membuat rekening tabungan saham di bank-bank atau lembaga keuangan yang bekerjasama. Saat saldo tabungan mencukupi maka secara otomatis akan dikonversi ke saham. Jadi sebetulnya sudah tidak ada alasan terbentur modal lagi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi saham.

  • Memilih Broker

Bagi investor pemula, memilih broker / perusahaan sekuritas merupakan salah satu bagian terpenting sebelum bermain saham online. Pastikan Anda memilih broker yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sehingga lebih terjamin dalam keamanannya.

Berdasarkan data pada situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini terdapat kurang lebih 115 broker atau pialang saham. Disini kita bisa memilih salah satunya sebagai perantara atau mitra kerja untuk menemukan mana saham yang sekiranya paling menguntungkan.

Meskipun dengan karakteristik masing-masing namun secara umum seorang broker terkenal memiliki akses informasi serta paham dengan seluk-beluk pasar. Banyak juga broker yang terkenal karena berani menawarkan modal awal paling rendah untuk bermain saham online.

  • Mendaftar ke Broker Saham

Setelah mendapatkan broker dari informasi di BEI atau forum online lainnya, kita bisa langsung melakukan pendaftaran ke broker melalui telepon atau email. Ini merupakan syarat wajib bagi Anda yang ingin membeli saham BEI. Dengan pendaftaran pada broker saham ini maka otomatis Anda pun akan memiliki rekening saham. Anda pun diwajibkan menyetorkan deposit tertentu.

Bila Anda berniat untuk bermain saham online atau melakukan transaksi jual beli saham secara online maka pastikan broker saham yang Anda pilih tsb memiliki fasilitas software online trading yang mudah digunakan walaupun Anda seorang pemula.

Sebagai investor pemula kita akan mendapatkan banyak bimbingan dan penjelasan lebih rinci terkait cara belajar investasi saham ataupun cara bermain saham online yang efektif lewat broker yang sudah kita pilih sebagai perantara.

Bila Anda memilih memiliki saham dengan cara menabung saham di bank, maka otomatis yang menjadi broker adalah bank yang bersangkutan.

  • Memilih Jenis Saham Terbaik

Coba bukalah situs Bursa Efek Indonesia, maka terdapatlah banyak pilihan jenis saham yang diperjual-belikan. Memilih saham yang tepat memang sama sulitnya dengan memilih broker yang tepat. Cobalah Anda pelajari profil tiap perusahaan penerbit saham tsb. Walaupun sejarah masa lalu tidak dapat mencerminkan apa yang akan terjadi, namun history dari pergerakan saham ini dapat menambah keyakinan Anda mana yang kira-kira cocok buat Anda jadikan investasi.

Dengan informasi di atas, Anda dapat memilih apakah akan berinvestasi saham blue chips, ataukah akan berinvestasi saham syariah, atau jenis saham lainnya.

Jangan sungkan untuk bertanya pada broker Anda mana pilihan saham terbaik, begitu pula bila ada hal-hal yang belum Anda pahami mengenai seluk beluk investasi saham ataupun cara bermain saham online.

  • Gunakan Software Online Trading

Mintalah software online trading ke broker saham dan installah di gadget Anda. Biasanya software ini ada 2 pilihan yaitu versi web (dekstop) dan versi mobile (HP). Setelah login menggunakan username dan password / PIN yang telah didaftarkan, Anda pun dapat melihat jumlah deposit dana yang sudah disetor dalam genggaman tangan Anda.

Selain dapat melihat jumlah deposit dana, Anda pun dapat menemukan menu untuk transaksi beli jual saham. Saat Anda ingin membeli saham, pilihlah menu beli saham (BUY) dengan cara memasukkan kode saham (biasanya terdiri dari 4 huruf) yang ingin dibeli. Misalnya Anda akan membeli saham PT Aneka Tambang Tbk, maka masukkan kode ANTM. Masukkan juga harga saham dan jumlah lot saham yang ingin dibeli.

Begitu pula saat Anda ingin menjual saham, maka pilihlah menu jual saham (SELL). Saat ada keuntungan, maka otomatis keuntungan tsb akan masuk ke dalam saldo.

  • Jangan Lupa Pelajari Strategi Investasi Saham

Anda memang dapat mempercayakan investasi Anda pada broker saham ataupun manager investasi yang dipercayai. Namun bila Anda berniat bermain saham online untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal maka diperlukan strategi khusus.

Anda harus mau mempelajari strategi yang tepat dalam berinvestasi saham mulai dari memilih saham dan kapan waktu yang tepat dalam melakukan transaksi jual beli saham.

Anda tak dapat asal-asalan melakukan transaksi beli jual saham karena bisa saja malah nantinya mendapatkan kerugian. Ingat! Saham memang menawarkan keuntungan yang besar tapi terdapat risiko kerugian yang besar pula. Bisa jadi modal Anda malah ludes saat perusahaan yang mengeluarkan saham tsb mengalami kebangkrutan.

Selain mengetahui dan memahami seluk beluk investasi saham, sebaiknya Anda pun banyak mencari informasi tentang dunia investasi saham, bagaimana pergerakannya, selain itu sebaiknya perbanyak informasi juga mengenai perusahaan yang menerbitkan saham tsb, apakah masih ada prospek ke depannya.

Untuk menambah pengetahuan Anda dalam bermain saham online, Anda pun dapat belajar trading saham menggunakan simulasi online trading dengan uang virtual (dengan uang bohongan). Dengan aplikasi ini Anda dapat mempelajari bagaimana cara trading online yang benar. Walaupun simulasi trading online ini akan berbeda dengan aplikasi yang nantinya Anda gunakan (yang menggunakan uang betulan), namun pelajaran ini cukup menambah wawasan terutama bagi Anda yang seorang pemula.

Sebelum bermain saham atau mau belajar tentang saham pemula atau training fundamental /mahir, Anda pun bisa bergabung mengikuti pelatihan yg diadakan komunitas ISP. Kami hanya menerima pendaftaran terbatas setiap bulannya, untuk bergabung silahkan join di nomor 085894580018.

Penutup

Pengetahuan terkait investasi dan pergerakan pasar modal merupakan hal krusial yang harus kita gali sebanyak mungkin, apalagi posisi kita baru investor pemula. Kita tidak dapat terjun ke dunia investasi tanpa pengetahuan yang memadai. Intinya meskipun punya modal dana besar namun jika hanya mengandalkan spekulasi maka sangat rentan dengan kerugian. Jadi kita dituntut cerdas dalam memperhatikan keberagaman serta alasan fluktuasi pasar saat bermain saham online apalagi saat Anda berencana membuat bisnis saham online.

Jangan lupa lakukan prinsip investasi aman yaitu jangan taruh uang Anda dalam keranjang yang sama. Jadi misalnya bila Anda telah membeli saham A maka jangan biarkan semua uang Anda dibelikan saham A, namun sebaiknya beli juga saham B dll. Begitu pula sebaiknya jangan taruh uang Anda semuanya untuk investasi saham, karena masih ada pilihan investasi lainnya yang menarik seperti reksadana, properti, emas, dll. Prinsip ini sangat baik dalam menurunkan risiko investasi.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: