Kandang Sapi Perah Yang Baik Inilah Pedoman Ternak Sapi Perah Lengkap Ada Disini

Peringkat broker opsi biner:

Inilah Pedoman Ternak Sapi Perah Lengkap Baca Disini

Menyiapkan sarana dan peralatan ternak sapi perah adalah langkah awal sebelum Anda melakukan budidaya sapi perah. Hal pertama adalah pembuatan kandang. Kandang ternak sapi perah dapat Anda buat dengan bentuk tunggal ataupun ganda, yang terpenting menyesuaikan dengan jumlah sapi yang Anda miliki. Pada bentuk kandang tunggal dibuat dengan satu barisan yang berjejer, sedangkan pada kandang bentuk ganda dibuat dua barisan yang berjejer. Tipe kandang ini dapat dibuat dengan kandang saling berhadapan ataupun bertolak belakang. Pada bagian tengah yang mengantarai kedua kandang dibuat untuk jalan.

Kandang ternak sapi perah

Jika Anda membuat kandang untuk ternak sapi perah, Anda dapat membuat kandang yang bentuk tunggal jika yang dipelihara jumlahnya hanya sedikit. Sebaliknya, jika yang dipelihara jumlahnya banyak atau untuk skala komersil, ukuran kandang harusnya lebih besar dan lebih luas sehingga kandang Anda dapat menampung banyak sapi.

Bagian lantai kandang ternak sapi perah Anda usahakan selalu bersih, agar tidak mudah menimbulkan serangan penyakit. Lantai kandang pada ternak sapi perah dapat Anda buat dari tanah yang padat atau dari semen, sehingga kotoran sapi mudah Anda bersihkan. Anda dapat juga memberi jerami kering agar lantai kandang Anda tetap hangat.

Semua bagian kandang serta peralatan yang Anda gunakan dalam proses ternak sapi perah harus disterilkan terlebih dahulu. Semuanya dapat Anda streilkan menggukan desinfektan jenis lysol, sreolin, serta bahan bahan lainnya.

Untuk ukuran kandang ternak sapi perah dibuat dengan menyesuaikan ukuran dan umur sapi. Untuk sapi jantan yang dewasa kandangnya bisa berukuran 1,5×2 m. Untuk sapi betina yang dewasa kandangnya bisa berukuran 2,5×2 m. Serta untuk anakan sapi kandangnya berukuran 1,5×1 m. Tinggi kandang berukuran 2-2,5 m dari permukaan tanah.

Suhu didalam kandang ternak sapi perah berkisar antara 25-40 0 C dengan tingkat kelembaban 75%. Lokasi ternak sapi perah bisa dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) ataupun dataran tinggi (>500 m).

Pembibitan Ternak Sapi Perah

Syarat – syarat yang wajib terpenuhi oleh sapi perah betina dewasa yaitu:

Peringkat broker opsi biner:
  • Memiliki produksi susu yang tinggi.
  • Sudah berumur 3,5-4,5 tahun serta sudah beranak.
  • Berasal dari keturunan indukan yang memiliki keturunan produksi susu sapi yang tinggi.
  • Tubuhnya berbentuk seperti baji.
  • Matanya terlihat bercahaya, punggung terlihat lurus, bentuk kepalanya baik, jarak dari kaki depan ke kaki belakang cukup lebar dan memiliki kaki yang kuat.
  • Pertautan pada tubuh relatif baik, ambingnya relatif besar, jika diraba terasa lunak, kulitnya halus, vena susunya banyak, panjang serta berkelok – kelok, memiliki puting susu yang tidak lebih dari 4, dan terletak pada segi 4 simetris, serta tidak terlalu pendek.
  • Memiliki tubuh yang sehat dan bukan sebagai sumber penyakit yang menular.

Pemerahan susu sapi

Ciri – ciri indukan jantan yang baik dalam budidaya sapi perah adalah :

  • Sudah berumur 4 -5 tahun.
  • Tingkat kesuburannya tinggi.
  • Daya penurunan sifat produksi terhadap anak-anaknya cukup tinggi.
  • Berasal dari keturunan pejantan dan indukan yang baik.
  • Badannya besar sesuai dengan umurnya, kuat, serta memiliki sifat – sifat pejantan yang baik.
  • Kepalanya lebar, lehernya besar, pinggangnya juga lebar, serta punggungnya kuat.
  • Muka terlihat panjang, dan pundaknya sedikit tajam serta lebar.
  • Pahanya rata serta terpisah.
  • Dadanya lebar serta jarak antara bagian tulang rusuknya relatif lebar.
  • Badannya panjang, dada dalam, lingkar di dada dan lingkar di perut besar.
  • Sehat, terbebas dari penyakit yang menular serta tidak menurunkan cacat pada keturunanya.

Tahapanya Pemeliharaan

Memilih bibit serta calon indukan

Untuk menunjang produktivitas ternak sapi perah yang tinggi, yang Anda perlukan adalah memperbaiki lingkungan hidup serta meningkatkan mutu genetik dari ternak yang dijalankan. Bibit yang baru saja datang, sebaiknya Anda karantina terlebih dahulu untuk mencegah penularan penyakit. Setelah itu bibit sapi perah diberikan air minum yang sudah dicampuri garam dapur. Setelah itu tempatkan bibit sapi perah pada kandang yang sudah siap. Jangan lupa untuk menimbang dan mencatat penampilannya.

Merawat bibit serta calon indukan

Dari total sapi perah dara Anda jika ada yang belum terlihat birahi ataupun bunting dalam satu periode tertentu harus Anda sisihkan. Jika sapi yang Anda sisihkan sudah menghasilkan susu, sebaiknya seleksi kembali menurut dari produksi susunya.

Pada umumnya sapi perah dara dapat Anda kawinkan dengan sapi jantan pedaging, hal ini tujuannya untuk mengurangi resiko kesulitan dalam proses melahirkan. Setelah memiliki satu anak, baru dapat Anda kawinkan dengan sapi perah pejantan pilihan Anda. Bibit juga harus Anda beri keleluasan untuk bergerak aktif, setidaknya 2 jam dalam sehari.

Pemeliharaan Dalam Ternak Sapi Perah

Sanitasi serta tindakan preventif

Pada pemeliharaan, cara ternak sapi dibagi dua yaitu secara intensif dan ekstensif. Cara ternak sapi intensif yaitu sapi – sapi harus dikandangkan, tujuannya adalah biar Anda lebih mudah untuk melakukan pengawasan dan perawatan. Sedangkan cara ternak sapi ekstensif atau tidak dikandangkan akan membuat Anda sulit melakukan pengawasan. Sapi perah yang Anda rawat dengan naungan atau ruangan memiliki konsepsi produksi yang relatif lebih tinggi yaitu 19% serta produksi susunya 11% lebih banyak dibandingkan pemeliharaan ekstensif. Bibit yang sakit harus Anda segera obati. Disamping itu bibit yang akan beranak harus dikering kandangkan selama 1-2 bulan.

Merawat ternak sapi perah

Anda harus memandikan sapi perah 2 hari sekali. Setiap Anda memandikan sapi jangan lupa untuk membersihkan kandang juga. Pindahkan kotoran sapi ke penampungan agar dapat dijadikan pupuk. Barulah Anda dapat melakukan pemerahan susu. Setelah Anda membersihkan kandang disarankan diberi tilam pada bagian lantai. Umumnya tilam terbuat dari jerami atau sisa – sisa pakan hijauan. Seminggu sekali lakukan pembongkaran pada tilam. Lakukan penimbangan sejak sapi masih pedet hingga dewasa. Timban Sapi pedet Anda seminggu sekali dan sapi dewasa Anda timbang 3 bulan sekali. Sapi yang baru Anda sapih ditimbang sekali dalam sebulan. Sapi yang dewasa dapat Anda timbang dengan melakukan taksiran dengan berdasar pada lingkar serta lebar dada, panjang tubuh serta tinggi pundak.

Pemberian Pakan Pada Ternak Sapi Perah

Anda dapat memberi pakan pada ternak sapi perah dengan 3 cara, yakni :

  • Sistem penggembalaan (pasture fattening)
  • Kereman (dry lot fattening)
  • Kombinasi antara sistem penggembalaan dengan kereman.

Pemberian pakan sapi perah

Pakan yang dapat Anda berikan pada ternak sapi perah bisa berupa konsentrat dan hijauan. Pakan hijauan berasal dari jerami padi, lamtoro, pucuk daun tebu, alfalfa, rumput benggala, rumput gajah, dan rumput raja. Pakan hijau dapat Anda berikan pada siang hari atau setelah Anda melakukan pemerahan 30-50 kg per ekornya. Pakan rumput untuk sapi dewasa dapat Anda berikan 10 % dari bobot sapi dan pakan tambahan berkisar 1-2 % dari bobot. Sapi yang sedang laktasi atau menyusui memerlukan tambahan makanan 25 % berupa hijauan serta konsentrat pada ransum. Hijauan didapatkan dari rumput yang segar dan ditambah dengan jenis kacang – kacangan atau legum.

Sumber karbohidrat dapat berasal dari bekatul atau dedak halus, gaplek, ampas tahu, bungkil kelapa, serta mineral yang dicampur kapur atau garam. Memberi pakan pada ternak sapi perah dapat Anda lakukan pada pagi dan sore hari, atau sebelum Anda melakukan pemerahan sebanyak 1-2 kg per ekor. Selain pemberian pakan, sapi juga harus diberi minum 10% dari bobot setiap harinya.

Pemeliharaan Kandang Ternak Sapi Perah

Kotoran sapi lebih baik Anda tempatkan pada tempat lain, kotoran dapat ditimbun selama kurang lebih 1-2 minggu agar mengalami fermentasi dan akan menjadi pupuk kandang yang baik. Kandang ternak sapi perah tidak boleh tertutup rapat, agar sirkulasi udaranya berjalan dengan baik.

Air minum harus selalu ada dan bersih tiap saat. Tempat pakan serta minum lebih baik Anda tempatkan pada bagian luar kandang, tetapi masih berada pada bagian bawah atap kandang. Posisi tempat pakan harus lebih tinggi, agar pakan tidak terinjak – injak dan tidak tercampur kotoran sapi. Sedangkan tempat minum sebaiknya Anda buat dari semen dan posisinya lebih tinggi dari dasar lantai. Jangan lupa untuk menyediakan peralatan yang membantu Anda untuk memandikan sapi.

sumber gambar: peternakanumm, peternakanhijau, frisianflag

Brawijaya Mengabdi

Good Farmer Make Good Management For Good Dairy Cows Farming Practices

Senin, 09 Desember 2020

MANAJEMEN KANDANG SAPI PERAH

SANITASI KANDANG
Sanitasi kandang adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh peternak untuk kebersihan kandang dan lingkungannya. Kegiatan ini penting karena dengan keadaan kandang serta lingkungan yang bersih, maka kesehatan ternak maupun pemiliknya menjadi terjamin. Kebersihan kandang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga lingkungan menjadi sejuk, nyaman, tidak berbau maupun lembab.

Kandang adalah bangunan sebagai tempat tingggal ternak yang ditujukan untuk melindungi ternak dari risiko yang merugikan. Misalnya, terik matahari, cuaca hujan, angin, gangguan binatang buas dll. Dan, tentu saja kandang dibutuhkan untuk memudahkan dalam pengelolaan ternaknya.

Persyaratan Sanitasi kandang
Dalam melakukan sanitasi kandang untuk pemeliharaan sapi perah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
a. Kandang,
Persyaratan, kandang yang baik diantaranya adalahmenggunakan bahan bangunan yang ekonomis, tahan lama, awet, mudah didapat dan tidak menimbulkan refleksi panas terhadap ternak yang dipelihara; memberikan kenyamanan bagi ternak dan pemiliknya; memiliki Ventilasi yang cukup untuk pergantian udara; mudah dibersihkan dan kelihatan bersih; tidak ada ganguan baik didalam maupun disekitar kandang,

Lokasi kandang, sebaiknya Usahakan agar posisi kandang berada pada zona yang aman,untuk itu tidak menjadi satu dengan rumah tinggal, jaraknya kira-kira 10 m: tidak berdekatan dengan bangunan umum atau lingkungan yang terlalu ramai: Lokasi kandang sebaiknya lebih tinggi dari sekitarnya: tersedia tempat penampungan kotoran dan limbah sisa-sisa pakan: tersedia air bersih dalam jumlah yang cukup

Arah Kandang : Arah kandang untuk bangunan kandang tunggal sebaiknya menghadap ke timur; sedangkan untuk bangunan kandang ganda sebaiknya membujur utara selatan,maksudnya agar sinar matahari pagi dapat langsung masuk ke kandang, hal ini penting untuk membantu proses pembentukan vitamin D dalam tubuh ternak sekaligus sebagai pembasmi bibit penyakit.

Kebersihan kandang : Kandang dan lingkungannya harus selalu bersih, karena produksi sapi perah berupa air susu yang mudah rusak. Untuk itu ketersediaan air bersih yang cukup pada usaha pemeliharaan sapi perah mutlak diperlukan.

b. Sapi perah
Selain faktor kandang, ternak sapi perahnya juga perlu mendapatkan perhatian yaitu:
Kebersihan ternak, sapi perah harus selalu bersih, karena akan berdampak kepada kesehatan sapi itu sendiri. caranya yaitu dengan memandikan sapi perah itu sebelum diperah susunya, sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.

Pemberian pakan dan minuman, agar kondisi sapi terjaga kesehatannya, maka ternak sapi perah perlu diberikan pakan hijau dan konsentrat yang seimbang dan memenuhi kebutuhan standar gizi,disamping itu, tentu saja air minum dalam jumlah dan kualitas yang cukup.

Kesehatan ternak, Kesehatan sapi perah juga perlu dijaga agar produksi tetap tinggi dan kualitasnya baik. Caranya, dengan jalan menjaga kebersihan kandang dan ternaknya.

Ternak Sapi Perah Intensif Semi Modern dan Menguntungkan

Ternak Sapi Perah Intensif Semi Modern. Meningkatnya kebutuhan protein hewani membuka prospek industri peternakan di Indonesia. Salah satunya sektor ternak sapi perah sebagai penghasil susu utama.

Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging di dunia, 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit. Sapi berasal dari famili Bovidae. seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika (Syncherus), dan anoa.

Domestikasi sapi mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM. Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah, kemudian menyebar ke Eropa, Afrika dan seluruh wilayah Asia. Menjelang akhir abad ke-19, sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole murni.

Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalan menyilangkannya dengan sapi Red Deen. Persilangan lain yaitu antara sapi lokal (peranakan Ongole) dengan sapi perah Frisian Holstein di Grati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia.

Sentra Sapi Perah

Sentra peternakan sapi di dunia ada di negara Eropa (Skotlandia, Inggris, Denmark, Perancis, Switzerland, Belanda), Italia, Amerika, Australia, Afrika dan Asia (India dan Pakistan). Sapi Friesian Holstein misalnya, terkenal dengan produksi susunya yang tinggi (+ 6350 kg/th), dengan persentase lemak susu sekitar 3-7%.

Namun demikian sapi-sapi perah tersebut ada yang mampu berproduksi hingga mencapai 25.000 kg susu/tahun, apabila digunakan bibit unggul, diberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak, lingkungan yang mendukung dan menerapkan budidaya dengan manajemen yang baik. Saat ini produksi susu di dunia mencapai 385 juta m2/ton/th, khususnya pada zone yang beriklim sedang. Produksi susu sapi di PSPB masih kurang dari 10 liter/hari dan jauh dari standar normalnya 12 liter/hari (rata-ratanya hanya 5-8 liter/hari).

Jenis Sapi perah di Indonesia

Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus.

Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda), Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia). Hasil survei di PSPB Cibinong menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein.

Manfaat Sapi Perah

Peternakan sapi menghasilkan daging sebagai sumber protein, susu, kulit yang dimanfaatkan untuk industri dan pupuk kandang sebagai salah satu sumber organik lahan pertanian.

Persyaratan Ternak Sapi Perah

Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

Pedoman Budidaya Ternak Sapi Perah

1. Sarana dan Peralatan Sapi Perah

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.

Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.

Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahan lainnya. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5×2 m atau 2,5×2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8×2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5×1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan
kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).

Pembibitan Sapi Perah

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah:

  1. produksi susu tinggi,
  2. umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
  3. berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi,
  4. bentuk tubuhnya seperti baji,
  5. matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat,
  6. ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelok-kelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek,
  7. tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan
  8. tiap tahun beranak.

Sementara calon induk yang baik antara lain:

  1. berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi,
  2. kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar,
  3. jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar,
  4. pertumbuhan ambing dan puting baik,
  5. jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta
  6. sehat dan tidak cacat.

Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. umur sekitar 4-5 tahun,
  2. memiliki kesuburan tinggi,
  3. daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya,
  4. berasal dari induk dan pejantan yang baik,
  5. besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik,
  6. kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat,
  7. muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,
  8. paha rata dan cukup terpisah,
  9. dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar,
  10. badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta
  11. sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.
  1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
    Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan. Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.
  2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
    Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, harus disisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu, sapi diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya.
  3. Sistim Pemuliabiakan
    Seringkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkan anak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. Bibit harus diberi kesempatan untuk bergerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari.

Pemeliharaan Ternak Sapi Perah

  1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
    Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Bibit yang sakit segera diobati karena dan bibit yang menjelang beranak dikering kandangkan selama 1-2 bulan.
  2. Perawatan Ternak
    Ternak dimandikan 2 hari sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu. Kandang harus dibersihkan setiap hari, kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk. Setelah kandang dibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilam tersebut harus dibongkar). Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada, panjang badan dan tinggi pundak.
  3. Pemberian Pakan
    Pemberian pakan sapi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
  1. sistem penggembalaan (pasture fattening)
  2. kereman (dry lot fattening)
  3. kombinasi cara pertama dan kedua.
    Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan yang berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa
    umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB. Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum).
    Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan per hari.
    Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberian pakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau, setiap hari sapi digembalakan. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.
  • Pemeliharaan Kandang
    Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi ( + 1-2minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar. Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.

Penyakit Ternak Sapi Perah

  1. Penyakit antraks
    • Penyebab: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.
    • Gejala:
      1. demam tinggi, badan lemah dan gemetar;
      2. gangguan pernafasan;
      3. pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul;
      4. kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina;
      5. kotoran ternak cair dan sering bercampur darah;
      6. limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
    • Pengendalian: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.
  2. Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE)
    • Penyebab: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.
    • Gejala:
      1. rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening;
      2. demam atau panas, suhu badan menurun drastis;
      3. nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali;
      4. air liur keluar berlebihan.
    • Pengendalian: vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah.
  3. Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE)
    • Penyebab: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.
    • Gejala:
      1. kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan;
      2. leher, anus, dan vulva membengkak;
      3. paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua;
      4. demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.
    • Pengendalian: vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.
  4. Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot)
    • Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor.
    • Gejala:
      1. mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh;
      2. kulit kuku mengelupas;
      3. tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit;
      4. sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.

7.2. Pencegahan Serangan

Upaya pencegahan dan pengobatannya dilakukan dengan memotong kuku dan merendam bagian yang sakit dalam larutan refanol selama 30 menit yang diulangi seminggu sekali serta menempatkan sapi dalam kandang yang bersih dan kering.

Hasil utama dari budidaya sapi perah adalah susu yang dihasilkan oleh induk betina.

8.2. Hasil Tambahan

Selain susu sapi perah juga memberikan hasil lain yaitu daging dan kulit yang berasal dari sapi yang sudah tidak produktif serta pupuk kandang yang dihasilkan dari kotoran ternak.

Ternak Sapi Perah Akan menguntungkan Jika Pemilikan Minimal 6 Ekor

Peternakan sapi perah merupakan salah satu bidang yang mampu membangkitkan perekonomian masyarakat. Namun dari pendekatan ekonomis, usaha itu terlihat kurang menguntungkan karena pemilikan ternak yang rendah. Hal tersebut disampaikan Prof Dr Ir Sudi Nurtini SU saat dikukuhkan dalam jabatan guru besar pada Fakultas Peternakan UGM, di Balai Senat UGM.

Menurutnya, usaha tani sapi perah menguntungkan dan berkelanjutan apabila pemilikan minimal 5,23 unit ternak atau 6 ekor sapi dan proporsi sapi laktasi 70%. Sementara itu, skala ekonomis dapat dicapai dengan kepemilikan 10-12 ekor sapi per peternak.

Dalam pidato berjudul ”Insentif Ekonomi Peternakan Sapi Perah Rakyat”, Prof Nurtini menyebutkan bahwa peternak membutuhkan insentif agar mereka dapat mengembangkan usaha peternakan sapi perah yang lebih efisien. Dengan hal tersebut, diharapkan pada waktunya akan memantapkan industri persusuan domestik.

”Peternak sapi perah rakyat masih saja mengalami disinsentif dan jika hal ini dibiarkan terjadi, maka akan menjadi penghambat pencapaian keberhasilan industri persusuan nasional,” katanya.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan insentif ekonomi peternak sapi perah rakyat adalah dengan perluasan pasar. Dalam praktik pemasaran susu segar, industri pengolahan susu (IPS) masih dianggap sebagai pasar utama yang seharusnya hanya merupakan pasar alternatif dari peluang pasar lain yang memiliki kaitan lebih erat dengan kepentingan peternak.

”Masyarakat Indonesia yang lebih memilih susu bubuk dan susu kental manis daripada susu segar/susu cair merupakan tantangan sekaligus peluang bagi produsen. Terobosan peluang pasar itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar pasar lebih kompetitif,” kata wanita kelahiran Yogyakarta, 25 Desember 1953 itu.

Pola konsumsi susu masyarakat Indonesia berbeda dengan sejumlah negara maju di dunia. Masyarakat Indonesia merupakan konsumen susu cair yang sangat kecil. Data Ditjen Industri Agro dan Kimia menyebutkan pada 2007 konsumsi susu cair Indonesia hanya 18%, sedangkan negara-negara Eropa hampir 100%, Amerika Serikat 99,7%, India 98%, Thailand 88%, dan China 76,5%.

Sementara itu, menurut data FAO (2020), konsumsi susu Indonesia pada 2007 adalah 7,3 liter/kap/th, lebih rendah dibandingkan dengan sesama negara ASEAN, seperti Malaysia 25 liter/kap/th, Thailand 22,1 liter/kap/th, dan Filipina 18 liter/kap/th.

Upaya perluasan pasar susu segar dapat dilakukan melalui program susu untuk anak sekolah. Namun, upaya itu harus sinergi dengan upaya peningkatan kualitas susu dengan mengubah perilaku peternak dan petugas yang menangani pascapanen. Lebih lanjut dikatakannya, Thailand merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN yang dalam penanganan industri persusuan relatif lebih baik.

Produksi susu Thailand oleh peternak sapi perah skala kecil yang memiliki ternak antara 5-10 ekor dan sekitar 28% dari peternak memiliki lebih dari 20 ekor sapi perah. Populasi sapi perah di Thailand pada tahun 2009 mencapai 498.000 ekor sapi dengan laktasi 293.000 ekor dan produksi susu 840.000 ton, sedikit lebih tinggi daripada populasi sapi perah di Indonesia, padahal populasi penduduk dan luas wilayah Thailand jauh lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia. ”Jadi, tidak ada salahnya kita belajar dari Thailand dalam pembangunan persusuannya,” tambahnya.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: