Kaya Online Ekşi, Keuntungan trading saham

Peringkat broker opsi biner:

Kisah Andika Sutoro, Anak Muda yang Kaya Raya dari Saham

Jakarta, CNBC Indonesia – Petualangan merintis jalan sukses setiap tentunya berbeda-beda. Hal ini pula yang diakui Andika Sutoro Putra si investor muda berusia 24 tahun.

Meski tidak lahir dari keluarga investor tapi bakat investasinya sudah mulai tumbuh sejak usia 15 tahun. Setahun sebelumnya, Andika sudah mulai melakukan pencarian di internet dan mencari tahu tentang informasi orang terkaya di Indonesia.

“Saat usia 14 tahun saya mulai belajar,saat usia 15 tahun saya mulai terjun dan sudah mulai mengenal internet lalu saya iseng mencari di google, ‘sebenarnya orang kaya itu ngapain?’ Saya mencari tahu 10 orang terkaya di dunia, muncul 10 orang terkaya di Amerika dan ada juga di Indonesia,” kata Andika kepada CNBC Indonesia.

Andika pun menemukan jawabannya bagaimana orang bisa kaya. Dan menurutnya jawabannya pun cuma satu yakni karena bergelut di pasar saham.

Proyek Ridwan Kamil: Sea World, Bekasi Hingga Kelola Sampah
Rudy Salim, Tak Lulus Kuliah dan Sukses di Bisnis Mobil Mewah
Milenial, Ini Tips Sukses Rudy Salim Si Juragan Mobil Mewah

Kala itu pun dia melihat sosok Warren Buffet yang menjadi pria terkaya nomor 1 di dunia dan kini menjadi panutannya. Dia pun mulai mencari uang untuk berinvestasi.

“Saya menemukan pola yang sama, kok semua orang kaya ini berinvestasi dipasar saham awalnya?! Waktu itu kebetulan orang terkaya nomor 1 adalah Warren Buffett. Dia mengumpulkan kekayaan hanya dengan berinvestasi dipasar saham. Saya kaget, apa itu pasar saham? Lalu saya menemukan juga ada Bill Gates, saham kekayaannya meningkat 30%,” kata dia.

Sebelum berinvestasi saham, Andika berjualan online yakni CD suara burung wallet dimana sarang itu ada dirumahnya dan milik sang ayah. Dari hal coba-coba, Andika bisa mengumpulkan uang Rp 100 juta selama 6 bulan.

“Jadi sebelum saya investasi saham, saya berjualan online. Saya tinggal di Kalimantan dan berjualan CD suara sarang walet, jadi sarang walet itu ada rumahnya dan papa saya adalah kontraktornya. Tugas saya waktu itu membuat dan mengkopi sarang walet. Lalu saya iseng mencari di Google juga, ternyata harga CD itu mahal banget,harganya beragam dan bisa sampai 6 juta. Dari situ saya bisa mengumpulkan hingga Rp 100 jutaan selama setengah tahun,” kata dia.

Peringkat broker opsi biner:

Mengantongi uang Rp 100 juta di usia 15 tahun, Andika pun berinvestasi Rp 10 juta dengan bantuan sang ayah.

“Disitu saya berhenti tapi saya sudah punya untung sekitar 100 jutaan. Jadi saya merasa orang paling kaya saat usia 15 tahun masih sekolah itu. Lalu saya beralih ke pasar saham setelah mencari di google. Disitu saya mulai belajar dan berani invest sebesar 10 juta. Tapi karena belum cukup umur, akhirnya bapak saya yang buka saham,” kata dia.

Bak gayung bersambut, saat 6 bulan pertama dia pun mendapatkan untung hingga 50 %. Dan, akhirnga dia pun memberanikan semua uangnya Rp 100 juta dan sempat rugi 30% di masa awal pasar saham.

Sudah berkecimpung selama 9 tahun di pasar saham, dia berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 40 miliar. Kekayaannya pun terus bertambah dengan dia banyak menginvestasi beberapa start-up dan perusahaan baru.

“Saya juga invest di beberapa perusahaan startup seperti salah satunya Step In, perusahaan yang menyewakan properti. Sudah 1 tahun. Saya sudah 9 tahun, mulai di usia 15 tahun sampai sekarang. Keuntungan yang didapat selama 9 tahun? Sekitar Rp 3 juta dolar atau Rp 40 miliar,” kata dia.

2 Penghasilan dari Saham – Berapa Keuntungan Trading/Bermain Saham Per Bulan?

Pemula dalam investasi saham wajib baca ini! Berapa keuntungan bermain saham per bulan?, atau penghasilan dari saham kira-kira berapa per tahun?. Nah ini yang akan kita bahas bersama. Kira-kira kalau teman Analis ikut investasi juga berapa keuntungan trading saham yang akan didapat ya?

Sebelum belajar lebih lanjut, pastikan kamu sudah belajar cara membeli saham online.

Jadi, beli saham di bursa efek Indonesia (BEI) itu tidak bisa langsung, harus lewat perantara yang dinamakan dengan perusahaan sekuritas. Setelah buat akun di sana, maka barulah bisa melakukan jual beli saham.

Adapaun keuntungan yang diperoleh jika berinvestasi saham adalah terdiri dari 2 macam, yaitu:

Untuk mendapatkannya, masing-masing ada cara dan tekniknya. Untuk yang pertama, yakni dividen, kita bisa mendapatkan keuntungan dengan memegang sahamnya pada hari khusus yang telah ditentukan oleh perusahaan. Lebih jelasnya, baca penjelasannya di bawah.

Asal tau saja, Warren Buffett yang dikenal sebagai rajanya Value Investor konon memulai investasinya dengan modal awal hanya $100 USD saja, dan karena kehebatannya beliau bahkan sudah pernah dinobatkan sebagai stock investor terkaya nomor 1 di dunia. Tentunya itu semua didapat dari dividen dan capital gain.

Saya yakin, teman Analis semua bisa seperti itu juga asal tau semua teknik bermain saham yang sudah saya share sebelumnya. Intinya, kumpulkan pengalaman sebanyak mungkin dan terus belajar tanpa henti.

Dan biar lebih jelas, mari kita ulas satu per satu dua keuntungan yang sudah disebut di atas.

2 Penghasilan dari Saham – Berapa Keuntungan Bermain Saham Per Bulan bagi Pelaku Trading?

Di atas sudah disebutkan, tapi mungkin belum jelas kalau tidak digambarkan secara detail mengenai jumlahnya dan cara mendapatkannya.

Yang jelas, untung dari saham itu tidak sulit, bahkan bisa dalam hitungan jam saja sudah bisa dapat untung. Selama, teman2 mau mempraktekkan Manajemen Resiko Investasi : Cara Mengatasi Kerugian dari Saham.

1. Dividen

Bagi perusahaan atau emiten sendiri, mereka membagi dividen minimal sekali setahun, kecuali kalau pembagiannya dilakukan bertahap maka bisa 2-3 kali.

Tapi, bagi trader saham beda lagi, karena mereka bisa dapat dividen tanpa harus menunggu setahun, bahkan bisa dalam hitungan menit saja. Kalau tidak percaya, baca: Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen Saham.

Defenisi dividen sendiri adalah bagi hasil yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham dari laba bersih yang didapat dari hasil usahanya selama setahun terakhir. Lebih jelasnya, baca: Pengertian Dividen

Kunci utama untuk bisa mendapatkan dividen adalah si investor harus membeli sahamnya di hari cum date. Ya, cukup beli sahamnya di hari cum date tersebut, walau belinya di menit terakhir tepat sebelum jam perdagangan saham di bursa tutup (pukul 15:49:59, karena bursa tutup 15.50 sore).

Dan jika ia menjualnya di menit pertama bursa buka, jam 09.00 besoknya, maka tetap dihitung sebagai orang yang berhak mendapatkan dividen.

Hari penentuan cum date tersebut biasanya hanya sehari saja. Dan besoknya, sudah masuk hari ex cum date yang mana itu artinya hari cum date tersebut telah berakhir.

Adapun besaran keuntungan dari dividen tidak sebanyak deposito bank, yakni rata-rata antara 1-5% saja. Tapi jangan berkecil hati dulu, karena jika kamu sudah membeli sahamnya 10 tahun lalu sedang harganya sudah naik banyak, maka nilai segitu bahkan bisa lebih tinggi dari deposito.

Kok bisa begitu? Jadi begini contohnya, misalnya kamu beli saham MYOR (Mayora) di harga 1800 di tahun 2020 dan setelah setahun dipegang, atau mungkin kurang dari setahun, kamu dapat dividen 3%. Mungkin itu terlihat sedikit, tapi bila kamu tidak menjualnya dan di tahun 2020 harganya sudah naik Rp3.000an per lembar dan kamu dapat lagi keuntungan dividen senilai 3%, maka nilainya tentu bukan 3% lagi karena kita menghitungnya dari modal awal Rp1.800 tadi.

Itu artinya, jika harganya sudah sudah naik lebih dari 50% maka nilai dividennya juga demikian, yaitu sudah hampir senilai 5%. Dan demikian seterusnya, bila harganya naik terus maka nilai dividennya juga akan terus naik karena kita menghitung dari modal awal yang dikeluarkan untuk membeli saham MYOR tadi yang hanya Rp1.800 per lembar.

Artikel terkait soal dividen:

2. Capital Gain

Berbeda dengan dividen di atas, kalau keuntungan trading saham dari capital gain ini bisa kita dapatkan kapan pun, selama saham yang telah dibeli telah naik harganya dan dijual saat jam perdagangan saham BEI. Tapi, pastikan minimal lebih tinggi dari fee trading yang ditentukan oleh perusahaan sekuritas tempat kamu membuka rekening dan trading saham tersebut.

Pengertian capital gain sendiri adalah selisih harga saham antara harga beli dengan harga jualnya yang lebih tinggi. Lebih jelasnya baca: Defenisi Capital Gain.

Contoh dari keuntungan trading dari capital gain, misalnya seorang investor membeli saham LPCK senilai Rp1.600 per lembar dan ternyata setelah beberapa hari, anggaplah 3 hari kemudian, ternyata harganya naik menjadi Rp2.100 per lembar. Nah, selisih dari Rp2.100 dikurang Rp1.600 = Rp500 inilah yang dikatakan sebagai capital gain.

Untuk mengetahui total keuntungan bermain saham anda, maka tinggal kalikan saja dengan jumlah lembar saham yang Anda telah beli dengan capital gain per lembar yang didapat. Mislanya saja kamu memegang saham LPCK sebanyak 1000 lembar, tinggal kali saja 1000 lembar kali Rp500, maka hasilnya adalah Rp.500.000.

Jumlah segitu mungkin sedikit kalau harus menunggu setahun seperti halnya investasi dari deposito, tapi menariknya dalam trading saham, itu bisa didapatkan dalam hitungan hari bahkan jam saja. Lebih jelasnya, baca: Cara Mendapatkan Capital Gain

Jika aliran bermain saham yang kamu pilih adalah value investor yang membeli dan menjual saham berdasarkan dari hasil analisa fundamental perusahaan dan nilai wajar sahamnya, maka mungkin waktunya bisa minimal seminggu sampai tahunan.

Tapi, kalau aliran bermain saham yang dipilih adalah growth investor yang belinya hanya berdasar dari grafik atau pattern trendline harganya saja, maka waktunya bahkan bisa dalam hitungan menit saja sudah bisa dapat capaital gain.

Hanya saja, walau value investor untungnya tidak secepat growth investor, faktanya hingga saat ini hanya Warren Buffett yang beraliran value investing yang bisa sampai menjadi orang terkaya di dunia.

Kalau ditanya, bagus mana dividen atau capital gain? Maka saya menjawab kalau keduanya bagus dan sebaiknya bisa dapat untung dari keduanya agar dapat mempercepat dalam melipatgandakan nilai investasi Anda.

Video Youtube soal 2 Keuntungan dari Bermain Saham

Berikut adalah video penjelasan soal keuntungan berinvestasi saham di bursa efek Indonesia dan beberapa penjelasan lainnya:

Lalu, berapa hasilnya per bulan?

Main saham tidak seperti deposito. Nilai per bulannya tidak bisa ditentukan persisnya berapa, kadang untung kadang rugi juga. Tapi yang jelas, hasil akhirnya di akhir tahun kita bisa cuan banyak dan lebih tinggi dari nilai deposito bank.

Jika kamu sudah punya banyak ilmu dan pengalaman dari stock trading dan sudah bisa konsisten menghasilkan keuntungan antara 15-20% per tahun, maka kalau dirata-ratakan perbulannya bisa sampai 1,2-1,7%.

Bahkan, banyak juga yang bisa sampai 3% per bulan. Tapi, sekali lagi, itu kalau kamu sudah ahli dan sudah sering belajar panduannya di blog ini.

Terkadang juga, nilai imbal hasil dari saham bisa berkali-kali lipat, umumnya dipengaruhi juga dengan kondisi IHSG dan valuasi saham saat dibeli, dalam hal ini PBV dan PER nya saat pertama kali dibeli.

Itulah penjelasan singkat soal keuntungan bermain saham perbulan?. Jadi kalau ada yang tanya berapa keuntungan trading saham, maka tinggal jawab saja sesuai penjelasan artikel ini. Intinya, keuntungan investasi saham itu fluktuatif dan baru akan bisa konsisten kalau sudah punya pengalaman transaksi yang cukup.

Hidup Hanya dengan Hasil Trading Saham, Sebuah Angan-angan? Ataukah Sesuatu yang Realistis?

Apakah profesi sebagai Full Time Trader yang mendedikasikan waktunya sebagai Trader Saham mungkin dilakukan? Apakah dengan menjadi full time trader dapat menghidupi Anda dan bahkan membawa Anda lebih cepat menuju kebebasan keuangan? Mari kita simak artikel berikut ini.

Hidup dari Trading Saham

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki imbal hasil yang besar dalam jangka waktu yang relatif singkat. Ambil contoh misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak tahun 2002 pun, Indeks Saham telah naik sebanyak 1246,57% selama 14 tahun dari 424,9 menjadi 5296,7, yang bila dirata-rata per tahunnya bisa sejumlah 89%.

Melihat data-data di atas, wajar bila seseorang yang awalnya mencoba bermain saham dengan mencoba-coba, akhirnya memutuskan untuk menjadi full time trader setelah mencicipi keuntungan yang didapatkannya melalui trading saham.

Banyak persepsi yang muncul bila kita mengucapkan kata trading saham, dan acap kali ada yang mengatakan bahwa trading saham adalah judi. Banyak orang yang bangkrut, gagal dan bahkan hampir gila karena kehabisan uang dalam trading.

Tapi bila kita melihat sisi lain dari trading saham, maka tidak sedikit pula yang sukses dan berhasil bahkan kaya dari keuntungan trading saham.

Trading saham, boleh dikatakan sebagai sebuah kegiatan jual-beli, sama seperti bila kita memperjualbelikan cabai dan tomat, maupun komoditas lainnya. Komoditas-komoditas itu pun tidak terlepas dari fluktuasi harga, sehingga beli cabai hari ini bisa saja lebih untung daripada esok hari saat harga cabai naik.

Sederhananya, Anda membeli saat harga turun dan menjualnya saat harga naik, dalam hal ini, jual beli saham tidak berbeda dengan jual beli cabai atau komoditas lainnya.

Namun pada kenyataannya, apakah trading saham semudah teorinya, yaitu membeli saat harga jatuh dan menjualnya saat harga naik? Nyatanya trading tidaklah semudah ucapan saja karena banyaknya teori dan pengetahuan yang harus dikuasai agar dapat konsisten mendulang profit dan meminimalisasi risiko.

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai hidup dengan ber-trading saham (Trading for Living), marilah kita bahas mengenai apa tujuan keuangan Anda dalam Trading.

Apa Tujuan Anda Trading?

Jika Anda adalah seorang praktisi trading saham dan berniat untuk trading for living, coba Anda ingat kembali apa tujuan Anda trading? Mengapa Anda mau terjun dan merisikokan uang Anda dalam dunia ini? Pada umumnya ada beberapa alasan seseorang melakukan trading saham:

  1. Ingin cepat kaya
  2. Ingin uang tambahan
  3. Ingin mencoba full trading (for living)
  4. Ingin belajar dan mencoba hal baru

#1 Ingin Cepat Kaya

Tidak dapat dipungkiri, kekayaan adalah salah satu tujuan keuangan seseorang, apalagi bila kekayaannya dapat membawa orang tersebut dalam kebebasan keuangan (financial freedom). Trading saham pun, merupakan salah satu cara yang dipikirkan seseorang untuk menjadi kaya instan.

Apakah tujuan ini salah? Tentu bukan hal yang salah apabila seseorang ingin mencapai kekayaan atau kebebasan keuangan yang juga dapat meningkatkan taraf hidup seseorang tersebut. Namun hal ini menjadi keliru bila Anda hanya ingin terima untungnya tanpa mau memperjuangkannya secara konsisten.

Anda pun dituntut untuk mempelajari pengetahuan mengenai trading dan investasi saham itu sendiri, sehingga Andalah yang menjadi penanggung jawab penuh atas kesuksesan diri Anda dalam trading.

Untuk dapat memulai trading saham dengan baik, tentunya Anda perlu memahami dasar-dasar pasar modal secara jelas. Kami mengapresiasi keinginan Anda untuk mencoba peruntungan di saham, kami pun telah menyusun Ebook yang akan kami berikan secara Gratis untuk Anda mengenai Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Untuk Pemula

#2 Ingin Uang Tambahan

Untuk tujuan trading yang ini, lebih fleksibel daripada tujuan yang pertama, dalam arti, Anda tidak sepenuhnya menggantungkan harapan Anda untuk cepat kaya, pada trading saham semata. Anda pun tidak perlu menggadaikan perabotan dan barang-barang Anda demi memuaskan nafsu trading Anda.

Jika sebagai uang tambahan, maka berapakah angka wajar untuk mendapatkannya dari dunia trading ini? Statistik berkata, umumnya pendapatan dari trading adalah 3% hingga 20% per bulannya setelah dihitung profit dikurang loss. Bila Anda mendapatkan lebih dari persentase tersebut, profil risiko Anda cukup tinggi.

Kesimpulannya, Anda pun bisa mendapatkan uang tambahan dari trading, hanya dengan meluangkan waktu sejenak di depan aplikasi trading Anda, dan mempelajari teknik-teknik trading yang sesuai dengan Anda. Itu semua dapat diwujudkan dengan trading saham, namun perlu diingat bahwa tujuan ini perlu proses dan tidak instan.

#3 Ingin Mencoba Full Trading (For Living)

Tujuan ketiga dari seseorang yang melakukan trading, yaitu ingin menjadi full time trader for living, yang benar-benar menggantungkan hidupnya dari trading saja.

Memiliki tujuan berprofesi sebagai full trader tidaklah salah, tetapi Anda harus berhati-hati karena menjadi full time trader berarti Anda siap melepas aktivitas mencari nafkah Anda yang lain untuk didedikasikan ke profesi trader ini. Itu bukan sesuatu yang mudah. Manajemen waktu menjadi hal yang utama bila Anda memutuskan untuk beralih ke profesi ini.

Ada baiknya sebelum Anda terburu-buru menjadi full time trader, Anda mencari penghasilan tambahan dan pengalaman terlebih dahulu selama 5-6 tahun agar lebih terbiasa dengan dunia trading, sebelum memutuskan menjadi full time trader sesungguhnya.

#4 Ingin Belajar dan Mencoba Hal Baru

Berawal dari rasa keingintahuan yang tinggi, bahwa dunia trading dapat memberikan Anda imbal hasil yang lumayan tinggi, Anda memutuskan terjun ke dunia trading. Namun tujuan ini bukanlah tujuan yang mendesak Anda untuk menjalani hidup dari hasil trading saja.

Bekerja sambil Trading Saham

Mengutip Alexander Elder, penulis buku Trading for a Living, ada 3 hal utama yang perlu dikuasai seorang trader, yakni Money, Mind, dan Method. Seorang trader haruslah memiliki Money Management yang jelas dan terperinci, memiliki mental yang kuat dalam kondisi pasar yang fluktuatif, dan memiliki metode dan prinsip yang jelas.

Sebagian trader yang telah percaya diri untuk menjalani profesi trading seutuhnya dapat memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya yang lain, sementara bagi mereka yang belum percaya diri, dapat memilih tetap bekerja sambil trading saham. Ada juga yang tetap memilih tetap bekerja untuk menghindari stigma sosial bila full time trading sama dengan berjudi.

Apapun pilihan Anda, adalah tanggung jawab Anda, jangan sampai memilih hanya karena melihat teman yang telah sukses menjalani hidup dari hasil trading saham saja. Full time trading adalah sebuah pilihan, karenanya pilihlah pilihan yang bijak.

Menjadi Full Time Trader (atau Investor)

Menjadi seorang yang melakukan full time trader tidaklah mudah. Saham memang instrumen investasi yang menjanjikan Capital Gain yang tinggi, namun ada risiko tersendiri dari saham.

Contoh saja Lo Kheng Hong, seorang investor di pasar modal yang mengaku tidak mendapatkan kesuksesan yang telah diraihnya dengan cara yang mudah. Pada awalnya pun, beliau mulai bertransaksi saham karena melihat Capital Gain yang ada lumayan menjanjikan. Beliau pun sebagai pemain saham pemula berperilaku tidak jauh berbeda dengan trader pada umumnya yang membeli saham berdasarkan rumor dengan horizon jangka pendek. Cara inilah yang membuat dirinya merugi.

Seiring dengan bertambahnya pengalaman, beliau pun mulai menemukan cara berinvestasi yang benar, hingga mulai akhirnya mulai percaya diri dan memutuskan untuk menjadi full time investor. Lo Kheng Hong pun sekarang menghabiskan waktu beberapa jam untuk membaca koran dan upgrade informasi mengenai pasar modal.

Menjadi full time investor pun memberinya 2 keuntungan sekaligus, yaitu memiliki banyak uang, dan memiliki banyak waktu luang. Beliau pun sudah dapat dikatakan mencapai kebebasan keuangan. Kesimpulannya, dengan meng-upgrade pengetahuan Anda mengenai dunia saham, Anda pun dapat mencapai kebebasan keuangan dengan menjadi full time trader (atau investor).

Tips untuk Hidup Dengan Trading Saham

Berikut beberapa tips yang dapat Anda catat bila Anda sudah membulatkan tekad untuk hidup dengan Trading Saham (atau Investasi Saham)

  1. Anda harus memiliki keinginan atau tekad yang kuat, karena tanpa keinginan dan motivasi dalam diri Anda, aktivitas Anda dalam dunia trading saham tidak akan bertahan lama
  2. Tentukan tujuan Anda dalam trading, apakah Anda serius ingin melakukan trading saham sampai ke tahap Anda dapat hidup hanya dari trading saham?
  3. Anda harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam dunia trading (dan investasi) saham. Berinvestasilah dulu pada pengetahuan Anda.
  4. Kumpulkan pengalaman terlebih dahulu sebanyak mungkin pengalaman selama kurang lebih 5-6 tahun, dengan profit yang lumayan sebesar minimal 200% dari modal awal Anda. Dengan modal pengalaman yang benar, maka Anda sudah dapat melepaskan pekerjaan Anda dan fokus pada dunia trading
  5. Sisihkanlah tabungan yang cukup banyak untuk cadangan Anda saat pasar sedang lesu, sehingga tidak menganggu psikologis Anda dalam melakukan trading (atau investasi) saham.
  6. Milikilah asuransi kesehatan yang sudah dibayar lunas agar saat kesehatan Anda memburuk tidak akan menganggu portofolio Anda dalam trading (atau investasi) saham.

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai alasan wajib untuk memulai investasi saham. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

Jadi, apakah Anda telah siap untuk hidup dari trading dan investasi saham? Apa yang membuat orang mengalihkan profesinya sebagai full time trader? Berikan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini, terima kasih.

  • Aplikasi HOTS Mirae Asset
  • Trading – https://goo.gl/83rNM1
  • Kaya – https://goo.gl/wJW0Z1
  • Trading for Living – https://goo.gl/8wvxjv
  • Lo Kheng Hong – https://goo.gl/KQMMpc

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 a n (GRATIS)

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: