Manfaat Biomassa –

Peringkat broker opsi biner:

9 Manfaat Biomassa Bagi Lingkungan

Review By: Redaksi Manfaat

Biomassa merupakan bahan organik berbentuk produk maupun buangan yang dihasilkan melalui proses fotosintesis. Biomassa ini mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme belum lama mati seperti tumbuhan, hewan dan sisanya. Contoh biomassa ini yaitu tanaman, rerumputan, ubi, limbah pertanian seperti bonggol jagung, jerami, sekam, limbah hutan seperti serbuk gergaji, tinja, kotoran lemak, dan lain-lain.

Sebenarnya, biomassa sudah dimanfaatkan dari zaman dahulu seperti pembakaran kayu yang banyak dimanfaatkan untuk memasak. Namun, berbagai energi biomassa ini pernah sempat dilupakan masyarakat saat bahan bakar fosil mulai banyak muncul, seperti minyak bumi, batubara dan gas bumi.

Beberapa manfaat biomassa diantaranya sebagai berikut :

1. Sebagai sumber energi

Biomassa yang dijadikan sumber energi atau bahan bakar umumnya adalah biomassa yang ekonomisnya rendah dan merupakan limbah setelah produk primernya diambil. Sumber energi yang biomassa ini memiliki kelebihan diantaranya merupakan sumber energi yang dapat diperbarui atau renewable dan menjadi sumber energi yang ketersediaannya berkesinambungan atau sustainable.

Meskipun sifat biomassa ini terbarukan tetapi ini tidak berarti bahwa biomassa adalah sumber energi yang benar-benar ramah pada lingkungan. Energi dari biomassa ini dibuat dari hasil konversi bahan biologis seperti tanaman. Potensi biomassa di Indonesia sangat melimpah, mulai dari limbah dari hewan maupun tumbuhan, semuanya bisa dikembangkan. Agar biomassa dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi maka harus dikonversi menggunakan teknologi. Umumnya teknologi konversi yang mengubah biomassa menjadi sumber energi ini dibagi menjadi tiga yaitu melalui pembakaran langsung, konversi termokimia yang memerlukan perlakuan termal untuk memicu terjadinya reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar, dan konversi biokimiawi yang menggunakan bantuan mikroba dalam menghasilkan bahan bakarnya. Sumber energi biomassa pada umumnya dibagi 4 yaitu:

  • Limbah pertanian, Limbah ini umumnya menghasilkan panas dan listrik, seperti jerami, ampas tebu, kotoran ternak, dan kotoran unggas lainnya.
  • Biogas ini dihasilkan dari pemecahan bahan organik seperti kotoran manusia, material tanaman, pupuk kandang, dan lain-lain. Setelah semua bahan organik tersebut diuraikan dengan proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme anaerobic untuk menghasilkan karbon dioksida dan metana maka akan menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar seperti menyalakan kompor.
  • Tanaman energi. Tanaman energi ini biasanya sengaja dibudidayakan dalam skala besar untuk menghasilkan bahan bakar, diantaranya jagung, kedelai, rami dan gandum. Dalam proses pembakaran, tanaman ini akan menghasilkan berbagai bahan bakar seperti butanol, etanol, metanol, propanol, dan biodiesel.
  • Kayu dianggap sebagai bentuk sederhana dari biomassa karena kayu yang dibakar menjadi bahan bakar yang dapat digunakan langsung. Dalam skala besar, kayu dapat digunakan untuk produksi listrik seperti pembangkit listrik tenaga uap

2. Limbah tanaman pangan dan perkebunan digunakan sebagai bahan bakar nabati

Manfaat limbah tanaman pangan dan perkebunan sebagai bahan bakar nabati memiliki tiga keuntungan langsung yaitu meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan karena kandungan energi yang terdapat pada limbah cukup besar dan akan terbuang percuma jika tidak dimanfaatkan, sebagai penghematan biaya dan mengurangi keperluan akan tempat penimbunan sampah karena penyediaan tempat penimbunan akan menjadi lebih sulit dan mahal, khususnya di daerah perkotaan.

Peringkat broker opsi biner:

3. Sebagai penghasil devisa negara

Di Indonesia, biomassa menjadi sumber energi yang sangat penting dengan berbagai produk primer sebagai kayu, serat, minyak dan bahan pangan. Selain digunakan sebagai pemenuh kebutuhan domestik, biomassa ini juga diekspor dan menjadi tulang punggung penghasil devisa negara.

4. Sebagai energi terbarukan

Energi biomassa yang berasal dari bahan organik seperti tumbuhan dan hewan ini akan menjadi sebuah sumber energi yang terbarukan karena kita tahu bahwa tumbuhan akan tumbuh berulang-ulang di lahan tanpa mengeluarkan biaya yang signifikan, sementara hewan dapat dibudidayakan. Inilah yang membuat sumber energi biomassa tidak akan pernah habis.

5. Meningkatkan kualitas air

Ketika energi biomassa banyak digunakan untuk menggantkan bahan bakar fosil maka hal ini dapat meningkatkan kualitas udara karena polusi berkurang. Penggunaan bahan bakar fosil telah diklaim sebagai penyebab hujan asam, sedangkan energi biomassa tidak menghasilkan emisi sulfur sehingga akan mengurangi peluang hujan asam. Dari sinilah, kualitas air yang ada di bumi dapat meningkat dan beradaban manusia berkurang dari polusi.

6. Meminimalisir limbah organik

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan bahan organik di lingkungan akan semakin menumpuk, mulai dari limbah dapur, limbah kota, pengolahan kayu, ranting hingga limbah kayu lainnya. Jika limbah-limbah tersebut tidak diolah dan hanya dibuang begitu saja justru akan mengeluarkan gas berbahaya seperti metana. Nah, untuk itulah perlu dilakukan proses karbonasi untuk meningkatkan kadar kalor serta meminimalisir emisi dari limbah organik melalui pemanfaatan biomassa ini, salah satunya dengan membuat briket.

7. Dapat mengurangi efek rumah kaca

Gas rumah kaca saat ini masih menjadi momok bagi masyarakat dunia. Efek rumah kaca ini disebabkan karena kadar gas seperti nitrogen oksida, metana, karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer sangat tinggi.sehingga dapat menimbulkan peningkatan suhu temperatus di atmosfer menjadi sangat panas. Sementara ketersediaan dari biomassa atau tanaman dapat memicu pengurangan konsentrasi karbon dioksida sehingga akan mengurangi efek gas rumah kaca. Sumber energi biomassa ini memiliki jumlah bersih CO 2 yang nol sehingga tidak berkontribusi pada peningkatan emisi rumah kaca.

8. Mengurangi polusi udara yang semakin tinggi

Pembakaran biomassa pada broiler dapat meminimalisir efek dari polusi asap sehingga penggunaannya akan lebih aman dan efisien.

9. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil

Dengan manfaat biomassa dapat mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan seperti minyak bumi, batu bara dan gas bumi yang ketersediaannya semakin menipis.

Berbagai kajian menyebutkan bahwa energi biomassa akan memberi sumbangsih yang besar terhadap suplai energi keseluruhan karena di beberapa dekada ini bahan bakar fosil harganya terus meningkat.

Energi Biomassa

Energi Biomassa – Pengertian, Pemanfaatan, Proses & Potensinya – DosenPendidikan.Com – Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja, dan kotoran ternak.

Selain digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar). Biomassa yang umum yang digunakan sebagai bahan bakar adalah yang memiliki nilai ekonomis rendah atau merupakan limbah setelah diambil produk primernya.

Sumber energi biomassa mempunyai beberapa kelebihan antara lain merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable) sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan (sustainable). Di Indonesia, biomassa merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan domestik, ekspor, dan menjadi tulang punggung penghasil devisa negara.

Biomassa Sebagai Sumber Energi

Daftar Isi Artikel Ini :

Potensi biomassa di Indonesia yang bisa digunakan sebagai sumber energi jumlahnya sangat melimpah. Limbah yang berasal dari hewan maupun tumbuhan semuanya potensial untuk dikembangkan. Tanaman pangan dan perkebunan menghasilkan limbah yang cukup besar, yang dapat dipergunakan untuk keperluan lain seperti bahan bakar nabati. Pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar nabati memberi tiga keuntungan langsung.

Pertama, peningkatan efisiensi energi secara keseluruhan karena kandungan energi yang terdapat pada limbah cukup besar dan akan terbuang percuma jika tidak dimanfaatkan. Kedua, penghematan biaya, karena seringkali membuang limbah bisa lebih mahal daripada memanfaatkannya. Ketiga, mengurangi keperluan akan tempat penimbunan sampah karena penyediaan tempat penimbunan akan menjadi lebih sulit dan mahal, khususnya di daerah perkotaan.

Selain pemanfaatan limbah, biomassa sebagai produk utama untuk sumber energi juga akhir-akhir ini dikembangkan secara pesat. Kelapa sawit, jarak, kedelai merupakan beberapa jenis tanaman yang produk utamanya sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Sedangkan ubi kayu, jagung, sorgum, sagu merupakan tanaman-tanaman yang produknya sering ditujukan sebagai bahan pembuatan bioetanol.

Gambar Limbah Biomassa

Manfaat Energi Biomassa

Agar biomassa bisa digunakan sebagai bahan bakar maka diperlukan teknologi untuk mengkonversinya. Terdapat beberapa teknologi untuk konversi biomassa yang dijelaskan pada Gambar 2. Teknologi konversi biomassa memiliki perbedaan pada alat yang digunakan untuk mengkonversi biomassa dan bahan bakar yang dihasilkan.

Secara umum teknologi konversi biomassa menjadi bahan bakar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu pembakaran langsung, konversi termokimiawi, dan konversi biokimiawi. Pembakaran langsung merupakan teknologi yang paling sederhana karena pada umumnya biomassa dapat langsung dibakar.

Beberapa biomassa perlu dikeringkan terlebih dahulu dan didensifikasi untuk kepraktisan dalam penggunaan. Konversi termokimiawi merupakan teknologi yang memerlukan perlakuan termal untuk memicu terjadinya reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar. Sedangkan konversi biokimiawi merupakan teknologi konversi yang menggunakan bantuan mikroba dalam menghasilkan bahan bakar.

Pemanfaatan Energi Biomassa

Biobriket

Briket adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengkonversi sumber energi biomassa ke bentuk biomassa lain dengan cara dimampatkan sehingga bentuknya menjadi lebih teratur. Briket yang terkenal adalah briket batubara namun tidak hanya batubara saja yang bisa dibuat menjadi briket. Contoh biomassa lain yang dibuat menjadi briket adalah sekam, arang sekam, serbuk gergaji, serbuk kayu, dan limbah-limbah biomassa yang lainnya. Pembuatan briket tidak terlalu sulit, alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit. Banyak jenis-jenis mesin pengempa briketmulai dari yang manual, semi mekanis, dan yang memakai mesin.

Gasifikasi

Secara sederhana, gasifikasi biomassa dapat didefinisikan sebagai proses konversi bahan selulosa dalam suatu reaktor gasifikasi (gasifier) menjadi bahan bakar. Gas tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar motor untuk menggerakan generator pembangkit listrik.

Gasifikasi merupakan salah satu alternatif dalam rangka program penghematan dan diversifikasi energi. Selain itu gasifikasi akan membantu mengatasi masalah penanganan dan pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Ada tiga bagian utama perangkat gasifikasi, yaitu : (a) unit pengkonversi bahan baku (umpan) menjadi gas, disebut reaktor gasifikasi atau gasifier, (b) unit pemurnian gas, (c) unit pemanfaatan gas.

Pirolisis

Pirolisis adalah penguraian biomassa (lysis) karena panas (pyro) pada suhu yang lebih dari 150 o C. Pada proses pirolisis terdapat beberapa tingkatan proses, yaitu pirolisis primer dan pirolisis sekunder. Pirolisis primer adalah pirolisis yang terjadi pada bahan baku (umpan), sedangkan pirolisis sekunder adalah pirolisis yang terjadi atas partikel dan gas/uap hasil pirolisis primer. Penting diingat bahwa pirolisis adalah penguraian karena panas, sehingga keberadaan O2 dihindari pada proses tersebut karena akan memicu reaksi pembakaran.

Liquification

Liquification merupakan proses perubahan wujud dari gas ke cairan dengan proses kondensasi, biasanya melalui pendinginan, atau perubahan dari padat ke cairan dengan peleburan, bisa juga dengan pemanasan atau penggilingan dan pencampuran dengan cairan lain untuk memutuskan ikatan. Pada bidang energi liquification tejadi pada batubara dan gas menjadi bentuk cairan untuk menghemat transportasi dan memudahkan dalam pemanfaatan.

Biokimia

Pemanfaatan energi biomassa yang lain adalah dengan cara proses biokimia. Contoh proses yang termasuk ke dalam proses biokimia adalah hidrolisis, fermentasi, dan anaerobic digestion. Anaerobic digestion adalah penguraian bahan organik atau selulosa menjadi CH4 dan gas lain melalui proses biokimia. Adapun tahapan proses an-aerobic digestiondapat dilihat pada gambar.

Selain anaerobic digestion, proses pembuatan etanol dari biomassa tergolong dalam konversi biokimiawi. Biomassa yang kaya dengan karbohidrat atau glukosa dapat difermentasi sehingga terurai menjadi etanol dan CO2. Akan tetapi, karbohidrat harus mengalami penguraian (hidrolisis) terlebih dahulu menjadi glukosa. Etanol hasil fermentasi pada umumnya mempunyai kadar air yang tinggi dan tidak sesuai untuk pemanfaatannya sebagai bahan bakar pengganti bensin. Etanol ini harus didistilasi sedemikian rupa mencapai kadar etanol di atas 99.5%.

Skema Pembentkan Gas Bio

Ada 4 cara secara umum dalam membuat energi biomassa yaitu:

  • Pembakaran limbah organik kering misalnya buangan rumah tangga, limbah industri dan pertanian.
  • Fermentasi limbah basah misalnya kotoran hewan tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas yang mengandung sampai 60% metana.
  • Fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester.
  • Energi dari hutan yang menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakarnya.

Prinsip Dasar Pada Biomassa

Tanaman akan meyerap energi dari matahari melalui proses fotosintesis dengan memanfaatkan air dan unsur hara dari dalam tanah serta CO2 dari atmosfer yang akan menghasilkan bahan organik untuk memperkuat jaringan dan membentuk daun, bunga atau buah.

Pada saat biomassa diubah menjadi energi CO2 akan dilepaskan ke atmosfer. Yang dalam hal ini siklus CO2 akan menjadi lebih pendek dibandingkan dengan yang dihasilkan dari pembakaran minyak bumi atau gas alam. Ini berarti CO2 yang dihasilkan tersebut tidak memiliki efek terhadap kesetimbangan CO2 di atmosfer. Kelebihan inilah yang dimanfaatkan untuk mendukung terciptanya energi yang berkelanjutan.

Biomassa dapat diambil dari bahan tanaman yang berupa limbah pertanian, limbah industri pengolahan kayu atau tanaman yang memang ditanam secara khusus untuk menghasilkan energi bagi mesin bakar. Di samping itu, dapat juga dimanfaatkan limbah peternakan dan limbah rumag tangga. Dari kedua jenis bahan penyusun biomassa tersebut akan dapat menghasilkan seperti:

  • Energi biomassa kering yang berasal dari limbah kayu, jerami atau sekam.
  • Energi biomassa basah yang berasal dari kotoran ternak dan sampah rumah tangga.

Konversi Biomassa

Penggunaan biomassa untuk menghasilkan panas secara sederhana yaitu biomassa langsung dibakar dan menghasilkan panas. Dan panas hasil pembakaran akan dikonversi menjadi energi listrik melali turbin dan generator. Panas hasil pembakaran biomassa akan menghasilkan uap dalam boiler. Uap akan ditransfer kedalam turbin sehingga akan menghasilkan putaran dan menggerakan generator. Putaran dari turbin dikonversi menjadi energi listrik melalui magnet-magnet dalam generator.

Teknologi konversi biomassa menjadi bahan bakar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu pembakaran langsung, konversi termokimiawi dan konversi biokimiawi. Pembakaran langsung merupakan teknologi yang paling sederhana karena pada umumnya biomassa telah dapat langsung dibakar. Beberapa biomassa perlu dikeringkan terlebih dahulu dan didensifikasi untuk kepraktisan dalam penggunaan. Konversi termokimiawi merupakan teknologi yang memerlukan perlakuan termal untuk memicu terjadinya reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar. Sedangkan konversi biokimiawi merupakan teknologi konversi yang menggunakan bantuan mikroba dalam menghasilkan bahan bakar.

Beberapa penerapan teknologi konversi biomassa yaitu :

Biobriket

Briket adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengkonversi sumber energi biomassa ke bentuk biomassa lain dengan cara dimampatkan sehingga bentuknya menjadi lebih teratur. Briket yang terkenal adalah briket batubara namun tidak hanya batubara saja yang bisa di bikin briket. Biomassa lain seperti sekam, arang sekam, serbuk gergaji, serbuk kayu, dan limbah-limbah biomassa yang lainnya. Pembuatan briket tidak terlalu sulit, alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit. Di IPB terdapat banyak jenis-jenis mesin pengempa briket mulai dari yang manual, semi mekanis, dan yang memakai mesin.

Pirolisis

Pirolisis adalah penguraian biomassa (lysis) karena panas (pyro) pada suhu yang lebih dari 150 o C. Pada proses pirolisa terdapat beberapa tingkatan proses, yaitu pirolisa primer dan pirolisa sekunder.

Pirolisa primer adalah pirolisa yang terjadi pada bahan baku (umpan), sedangkan pirolisa sekunder adalah pirolisa yang terjadi atas partikel dan gas/uap hasil pirolisa primer. Penting diingat bahwa pirolisa adalah penguraian karena panas, sehingga keberadaan O2dihindari pada proses tersebut karena akan memicu reaksi pembakaran.

Proses ini sebenarnya bagian dari proses karbonisasi yaitu proses untuk memperoleh karbon atau arang, tetapi sebagian menyebut pada proses pirolisis merupakan high temperature carbonization (HTC), lebih dari 500 oC. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya. Produk lainn adalah gas berupa karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.

Liquification

Liquification merupakan proses perubahan wujud dari gas ke cairan dengan proses kondensasi, biasanya melalui pendinginan, atau perubahan dari padat ke cairan dengan peleburan, bisa juga dengan pemanasan atau penggilingan dan pencampuran dengan cairan lain untuk memutuskan ikatan. Pada bidang energi liquification tejadi pada batubara dan gas menjadi bentuk cairan untuk menghemat transportasi dan memudahkan dalam pemanfaatan.

Transesterifikasi

Transesterifikasi adalah proses kimiawi yang mempertukarkan grup alkoksi pada senyawa ester dengan alkohol

Densifikasi

Praktek yang mudah untuk meningkatkan manfaat biomassa adalah membentuk menjadi briket atau pellet. Briket atau pellet akan memudahkan dalam penanganan biomassa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan densitas dan memudahkan penyimpanan dan pengangkutan. Secara umum densifikasi (pembentukan briket atau pellet) mempunyai beberapa keuntungan (bhattacharya dkk, 1996) yaitu : menaikan nilai kalor per unit volume, mudah disimpan dan diangkut, mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam.

Karbonisasi

Karbonisasi merupakan suatu proses untuk mengkonversi bahan orgranik menjadi arang . pada proses karbonisasi akan melepaskan zat yang mudah terbakar seperti CO, CH4, H2, formaldehid, methana, formik dan acetil acid serta zat yang tidak terbakar seperti seperti CO2, H2O dan tar cair. Gas-gas yang dilepaskan pada proses ini mempunyai nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalor pada proses karbonisasi.

Anaerobic digestion

Proses anaerobic digestion yaitu proses dengan melibatkan mikroorganisme tanpa kehadiran oksigen dalam suatu digester. Proses ini menghasilkan gas produk berupa metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) serta beberapa gas yang jumlahnya kecil, seperti H2, N2, dan H2S. Proses ini bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu anaerobic digestion kering dan basah. Perbedaan dari kedua proses anaerobik ini adalah kandungan biomassa dalam campuran air. pada anaerobik kering memiliki kandungan biomassa 25 – 30 % sedangkan untuk jenis basah memiliki kandungan biomassa kurang dari 15 % (Sing dan Misra, 2005).

Gasifikasi

Secara sederhana, gasifikasi biomassa dapat didefinisikan sebagai proses konversibahan selulosa dalam suatu reaktor gasifikasi (gasifier) menjadi bahan bakar. Gas tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar motor untuk menggerakan generator pembangkit listrik. Gasifikasi merupakan salah satu alternatif dalam rangka program penghematan dan diversifikasi energi. Selain itu gasifikasi akan membantu mengatasi masalah penanganan dan pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan. Ada tiga bagian utama perangkat gasifikasi, yaitu : (a) unit pengkonversi bahan baku (umpan) menjadi gas, disebut reaktor gasifikasi atau gasifier, (b) unit pemurnian gas, (c) unit pemanfaatan gas.

Biokimia

Pemanfaatan energi biomassa yang lain adalah dengan cara proses biokimia.Contoh proses yang termasuk ke dalam proses biokimia adalah hidrolisis, fermentasi dan an-aerobic digestion. An-aerobic digestion adalah penguraian bahan organik atau selulosa menjadi CH4 dan gas lain melalui proses biokimia. Adapun tahapan proses anaerobik digestion adalah diperlihatkan pada Gambar .

Selain anaerobic digestion, proses pembuatan etanol dari biomassa tergolong dalam konversi biokimiawi. Biomassa yang kaya dengan karbohidrat atau glukosa dapat difermentasi sehingga terurai menjadi etanol dan CO2. Akan tetapi, karbohidrat harus mengalami penguraian (hidrolisa) terlebih dahulu menjadi glukosa. Etanol hasil fermentasi pada umumnya mempunyai kadar air yang tinggi dan tidak sesuai untuk pemanfaatannya sebagai bahan bakar pengganti bensin. Etanol ini harus didistilasi sedemikian rupa mencapai kadar etanol di atas 99.5%.

Keunggulan Energi Biomassa

  1. Biomassa merupakan sumber energi terbarukan karena berasal dari tanaman yang dapat tumbuh kembali pada lahan yang sama.
  2. Biomassa dapat membantu mengurangi impor bahan bakar asing dan membantu meningkatkan kemandirian energi negara.
  3. Peningkatan penggunaan biomassa dari limbah dapat mengurangi tingkat polusi di dunia dengan mengkonversi sampah menjadi sumber energi yang berguna.
  4. Dengan menggunakan biomassa ialah pilihan yang lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar fosil, sekaligus dapat membantu mengurangi tingkat total emisi gas rumah kaca jika tanaman tidak dibakar secara langsung.
  5. Merupakan teknologi energi terbarukan yang mampu memberikan hasil instan.
  6. Sumber biomassa dapat ditemukan di semua negara di dunia.
  7. Banyak teknologi berbeda yang dapat digunakan untuk mengkonversi biomassa menjadi bentuk energi yang berguna.

Kelemahan Energi Biomassa

  • Kayu masih merupakan sumber biomassa utama di dunia, namun terlalu banyak yang menggunakan kayu sebagai bahan bakar bisa mengakibatkan efek yang lebih buruk untuk iklim daripada bertahan dengan bahan bakar fosil. Sebagai solusinya dapat menggunakan limbah kayu saja dan dengan memberlakukan peraturan yang sangat ketat mengenai berapa banyak kayu yang digunakan dan bagaimana kayu itu dibakar dengan baik dan benar.
  • Banyak lahan yang harus digunakan untuk menanam tanaman yang diperlukan untuk menghasilkan energi biomassa. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya lahan untuk menanam tanaman pangan sehingga bisa meningkatkan kelaparan di dunia.
  • Banyaknya teknologi yang digunakan untuk mengkonversi energi biomassa menjadi bentuk energi yang berguna masih tidak cukup efisien dan membutuhkan biaya yang signifikan.
  • Apabila tanaman dibakar langsung, maka energi biomassa justru dapat menyebabkan tingkat polusi yang sama seperti bahan bakar fosil.
  • Ketergantungannya masih sangat tinggi pada kayu.

Demikianlah pembahasan mengenai Energi Biomassa – Pengertian, Pemanfaatan, Proses & Potensinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. �� �� ��

Manfaat Biogas Dalam Kehidupan Sehari Hari Manusia

Review By: Redaksi Manfaat

Biogas merupakan salah satu jenis energi alternatif yang terbilang baru, dan masih dikembangkan bagi kebutuhan pemenuhan energi dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia. Bogas sendiri dikalim memeiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan jenis energy lainnya yang berbentuk gas, seperti LNG, LPG, dan CNG. Wajar saja biogas masih asing di telinga masyarakat Indonesia, karena kebanyakan masyarakat Indonesia belum ‘peka’ terhadap energy alternative selain bahan bakar minyak.

Biogas sendiri merupakan jenis bahan bakar gas yang diproduksi dari sampah dan limbah yang sifatnya organic, sehingga mengalami proses anaerobic yang kemudian dapat menjadi bentuk gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy. Limbah dan sampah yang diolah dan diproses pada dasarnya merupakan jenis limbah yang biodgradable alias bisa terurai dengan mudah, seperti kotoran hewan dan manusia, sampah daun dan kulit buah – buahan, serta jenis sampah atau limbah cair yang bdibang oleh pabrik – pabrik industry tertentu.

Biogas diklaim merupakan salah satu energy alternative yang modern dan bersih, karena tidak menggunakan bahan bakar fosil yang konvensional seperti bahan bakar minyak atau gas alam, dan juga diklaim ramah lingkungan.

Maka dari itu, biogas saat ini sudah mulai dikembangkan dan digunakan sebagai salah satu energy alternative disamping energy yang berasal dari tenaga matahari atau solar cell.

Apa saja manfaat biogas?

Meskipun terbilang baru apabila dibandingkan dengan jenis bahan bakar fosil pada umumnya, namun biogas memiliki manfaat yang sangat banyak, terutama dari segi pemenuhan kebutuhan energy dunia, baik itu rumah tangga hingga kebutuhan dalam industry yang berskala besar seperti pabrik. Berikut ini adalah beberapa manfaat biogas.

  1. Bahan bakar kendaraan

Saat ini memang penggunakan energy fosil dan bahan bakar minyak untuk kendaraan sudah mulai diperhatikan, yaitu dengan cara konversi bahan bakar menjadi bahan bakar yang berbasis gas, seperti CNG ataupun bahan bakar listrik. Namun demikian selain kedua bahan bakar tersebut, biogas juga merupakan salah satu energy yang sangat baik untuk menjadi bahan bakar dari kendaraan.

Berikut ini adalah beberapa alasan, mengapa biogas baik untuk bahan bakar kendaraan :

  • Pembakaran yang ramah lingkungan dan tidak akan menambah jumlah karbon di udara, sehingga aman untuk atmosfer
  • Lebih murah untuk biaya operasional
  • Tidak mempengaruhi kinerja dan performa dari kendaraan itu sendiri
  1. Pengganti kayu bakar

Bukankah repot ketika anda ingin memasak, anda harus menyiapkan kayu bakar terlebih dahulu, lalu membuat api, dan kemudian mengatur kau – kayu agar api yang dhasilkan tetap baik dan tidak terlalu besar? Dengan menggunakan biogas, maka hal ini tidak akan terjadi, anda dapat memasak dengan mudah dan tanpa perlu repot menggunakan dan mencari kayu bakar.

  1. Pengganti gas LPG

Anda menggunakan LPG di rumah anda? apakah anda merasakan kondisi harga LPG yang terus merangkak naik dan semakin sulit terjangkau? Salah satu energy baik yang dapat menggantikan peran LPG adalah biogas. Biogas yang diolah dengan baik dan pengotornya, karena pada dasarnya biogas memang berasal dari limbah, akan sangat dapat diandalkan sebagai pengganti gas LPG yang semakin hari semakin memberatkan daya beli masyarakat. Tentu saja biogas memiliki biaya yang jauh lebih murah dari pada penggunaan LPG. Hal ini akan berdampak pada tertekannya harga produksi dari indutri rumah tangga, seperti :

  • Usaha katering dan rumah makan
  • Pengeluaran biaya energy memasak yang lebih irit
  • Pengalihan dana LPG untuk keperluan rumah tangga lainnya.
  1. Menghasilkan pupuk organic

Dari segi lingkungan, pembuatan biogas yang berasal dari limbah dan sampah yang dapat terurai akan menghasilkan pupuk organic yang merupakan hasil dari pengolahan biogas itu sendiri. Pupuk organic memiliki banyak sekali kelebihan, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang kemungkinan akan menempel pada hasil produksi pertanian nantinya. Selain itu, hasil pertanian yang menggunakan pupuk organic biasanya :

  • Memiliki rasa dan penampilan yang lebih baik dan segar
  • Memiliki kandungan gizi yang lebih baik
  • Tidak meninggalkan residu kimiawi yang dapat membahayakan tubuh.
  1. Memanfaatkan sampah lingkungan

Anda pasti sudah mengetahui berapa banyak sampah yang dihasilkan setiap harinya. Jangankan dari sampah dan limbah pabrik, bahkan sampah rumah tangga saja sudah sangat menumpuk. Proses recycle pun sepertinya tidak cukup membantu, karena tidak semua sampah dapat didaur ulang dengan mudah. Disinilah manfaat lain dari pengolahan energy biogas. Biogas dapat menggunakan jenis limbah apapun, asalkan itu merupakan jenis limbah yang dapat terurai. Hal ini akan membuat timbunan sampah rumah tangga dan sampah industry menjadi berkurang drastic. Efeknya?

  • Lingkungan menjadi lebih bersih, bebas dari sampah
  • Menjauhkan diri dari jenis penyakit
  • Mengurangi lingkungan kumuh yang ada di sekitar penampungan sampah
  • Rasa nyaman dan aman karena limbah dan sampah yang dapat dikurangi
  • Menghilangkan bau tidak sedap yang dihasilkan penumpukan sampah.
  1. Meningkatkan kualitas udara

Bukan rahasia umum apabila kualitas udara saat ini sangatlah buruk. Bahkan metode penerapan uji emisi euro 4 pun masih belum dapat menutupi buruknya kualitas udara. Dengan menggunakan energy dari biogas, maka komposisi karbon dan asap yang dapat merusak kualitas udara dapat dikurangi secara signifikan, sehingga akan sangat berpengaruh bagi kualitas udara yang kita hirup sehari – harinya.

  1. Pembangkit listrik

Saat ini pemasok listrik tunggal, yaitu PLN masih menggunakan bahan bakar jenis solar untuk memasok sebagian besar pelanggannya di seluruh Indonesia. Padahal, biogas dapat menjadi salah satu bahan bakar alternative yang dapat menghasilkan listrik. Kira – kira 1 meter kubik biogas dapat menghasilkan 6000 watt listrik per jam nya.

  1. Menyeimbangkan kandungan alam di dalam bumi kita

Bahan bakar yang sekarang masih digunakan merupakan bahan bakar fosil dan uga bahan bakar yang berasal dari cadangan energy di dalam perut bumi. Cadangan, itu artinya energy ini akan habis pada suatu waktu. Maka dari itu, untuk mencegah kehabisan cadangan energy, biogas merupakan salah satu solisi terbaik, karena biogas merupakan jenis bahan bakar yang dapat diperbaharui, tanpa sedikitpun menggunakan bahan bakar yang ada di dalam perut bumi.

Itulah beberapa manfaat penting dari biogas. Semoga artikel ini bermanfaat dan kita dapat mengaplikasikan energy ini dalam kehidupan sehari – hari untuk kehidupan bumi yang lebih baik.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: