Mata Uang Digital Malaysia Kota Berbasis Teknologi Blockchain

Peringkat broker opsi biner:

Mata Uang Digital Tiongkok Mungkin Kelak Dipadu dengan Blockchain Ini

Mata uang digital Tiongkok yang berbasis blockchain dalam sistem DC/EP (Digital Currency Electronic Payment), mungkin kelak bisa dipadu dengan Blockchain Service Network (BSN). BSN yang didukung oleh Pemerintah Tiongkok sejak tahun lalu, bulan ini segera diluncurkan setelah beberapa kali ujicoba.

Cuplikan aplikasi dompet mata uang digital Tiongkok, yang beredar 15 April 2020 lalu di media sosial. Aplikasi itu sebelumnya bisa diunduh dari situs web Bank Pertanian Tiongkok.

Blockchain-based Service Network (BSN) dibuat dengan bekerjasama dengan banyak perusahaan besar di Tiongkok. Hingga Maret 2020, BSN mengklaim sudah ada 100 kota sudah terhubung sebagai node (simpul). Harapannya efisiensi bisnis bisa hemat hingga 80 persen.

Konsep dasar BSN sebenarnya jauh diterbitkan sebelum pidato Xi Jinping itu. Asas BSN dibuat pada Januari 2020, yang didukung oleh State Information Center dan Industry Research Department.

Pada Maret-April 2020 ujicoba BSN digenjot dengan 100 kota terhubung sebagai simpulnya. Hingga akhir tahun 2020, direncanakan total 200 kota.

Badan Pemerintah itu menggandeng sejumlah perusahaan, di antaranya China Mobile Group Design Institute, Research Institute of Electronic Payment (China Unionpay), China Mobile Financial Technology, Beijing Red Date Technology dan China Mobile Group Zhejiang.

Menurut BSN, jika perusahaan ingin membuat blockchain sendiri, maka perusahaan bisa menghabiskan biaya hingga US$14.000 per tahun. Itu sudah termasuk biaya pengoperasian dan pemeliharaan.

Tetapi, dengan tergabung di BSN, maka perusahaan bisa menghemat banyak biaya, cukup dengan US$300 per tahun. Programer dan pengembang dipersilahkan membuat aplikasi yang terkait bisnisnya, lalu mendistribusikannya di BSN.

Harus diakui, Tiongkok memimpin soal inovasi, pengembangan dan penerapan teknologi blockchain, menurut Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia .

Tiongkok sudah hakul yakin, bahwa blockchain jauh melampaui Bitcoin sebagai penerapan pertama di sektor uang digital baru. Bagi Tiongkok blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi semua jenis transaksi digital secara lebih efisien.

Peringkat broker opsi biner:

Hong Wan, pakar blockchain dari North Carolina State University mengatakan bahwa BSN akan menjadi pusat mata uang digital dan sistem pembayaran, yang menyaingi WeChat dan Alipay sebagai alat pembayaran digital yang popular.

Namun, Wan khawatir BSN akan mengalami kelambatan kinerja ketika nanti memverifikasi begitu banyak transaksi. Dia mengatakan BSN belum menerbitkan spesifikasi teknis yang terperinci. Jadi, dia tidak tahu bagaimana perancangnya akan mengatasi masalah itu.

“Saya pikir kita berhak ragu tentang apa yang terjadi di teknologi itu. Ini masih dalam tahap pengujian,” imbuh Wan.

Mata uang digital itu memang masih dalam pengujian, itulah sebabnya menurut sumber media lokal di Tiongkok , mata uang digital itu akan digunakan untuk membayar gaji sejumlah PNS di Tiongkok , khusus di kota Suzhou mulai Mei 220.

Seperti yang diperkirakan tahun lalu, kata Biser Dimitrov di Forbes , Tiongkok membuat langkah besar dalam memajukan ekonomi dengan teknologi blockchain.

Tiongkok benar-benar serius menggunakan blockchain sebagai pilar teknologi utama lainnya bersama teknologi 5G, kecerdasan buatan dan Internet of Things (iOT).

Blockahin juga dimaksudkan untuk menyediakan cara-cara baru untuk menangani volume besar dalam pembayaran, komunikasi yang tinggi.

China Dukung Kota Blockchain di Malaysia

Korancrypto.com – Pemerintah China dukung kota blockchain di Malaysia. Rencananya kota blockchain ini akan dibangun di jalur pelayaran selat Malaka yang di umumkan pada 26 April.

Perusahaan konstruksi dan teknik Wuyi dari China dan juga jaringan investasi SWT International Sdn Bhd bersama-sama akan meluncurkan proyek yang di dukung penuh oleh pemerintah China yang bertujuan untuk membangun kota Malaka untuk dijadikan kota blockchain. Para pendiri proyek berencana untuk mengumpulkan $ 120 Juta atau sekitar 1.7 Trilliun rupiah untuk tahap awal.

Per rilis, semua infrastruktur kota akan didasarkan pada teknologi blockchain, dengan platform DMI yang akan menawarkan koin DMI. DMI akan digunakan sebagai alat pembayaran yang disediakan oleh pemerintah dalam kota dan juga menyediakan pertukaran yang memungkinkan wisatawan kota Selat melaka untuk menukarkan mata uang fiat ke koin DMI tersebut.

CEO proyek Lim Keng Kai mengatakan bahwa “perusahaan kami menggunakan teknologi blockchain yang mutakhir dan mengintegrasikannya kedalam industri tradisional untuk menjadikan Malaysia sebagai salah satu tujuan wisata kelas dunia. Pemerintah lokal juga sudah menyetujui proyek kami dan rencana hebat kami ini.

Kenapa China Malah Mendukung kota blockchain ?

Seperti yang kita ketahui kalau bicara soal crypto maka negara China merupakan salah satu negara yang sangat sensitif, tetapi China sebenarnya telah memperluas kehadirannya di kawasan pasifik melalui investasi di bidang infrastruktur dan kota. Dalam tujuh tahun terakhir, China telah mengeluarkan $ 6 Milliar atau setara 85 Trilliun rupiah kepada Port Moresby, Papua Nugini yang kaya akan sumber daya alamnya.

Bulan Juni lalu, Kores Selatan juga mengumumkan akan meluncurkan pusat blockchain di kota Busan yang meniru konsep Crypto Valley yang berbasis di Zug. Zug sendiri adalah sebuah asosiasi independen yang didirikan untuk pengembangan cryptocurrency dan blockchain yang di dukung penuh oleh pemerintah Swiss.

Pada Bulah Februari, Liberstad kota otomom Norwegia mengadopsi mata uang digital ke platform kota pintar bertenaga blockchain sebagai alat pertukaran resmi. Kota Swasta, anorkokapitalis tersebut didirkan pada tahun 2020 sebagai bagian dari proyek Libertania untuk menghindari peraturan dan pajak pemerintah.

Semoga kedepannya banyak negera yang sadar dan kota blockchain akan mulai tercipta diseluruh negera di dunia, sehingga masa depan blockchain akan semakin cerah kedepannya. Bagaimana menurut anda tentang negara China dukung kota blockchain di Malaysia ?

APA ITU BLOCKCHAIN?

Sebagian besar dunia teknologi cryptocurrency seperti Bitcoin mengandalkan bentuk database dengan keunggulan mampu melacak volume transaksi yang besar dan aman. Teknologi yang digunakan banyak mata uang digital itu adalah Blockchain.

Blockchain pertama kali diimplementasikan pada tahun 2009, dan direvolusi dengan Blockchain 2.0 pada tahun 2020. Teknologi Blockchain terdiri dari blok yang menampung transaksi, di mana masing-masing blok saling terkait melalui kriptografi, sehingga membentuk jaringan.

Seiring dengan perkembangan jagat digital, cryptocurreny di masa depan telah menjadi proposisi yang semakin menarik di pasar dan mungkin tidak memiliki infrastruktur perbankan tradisional. Beberapa negara berkembang di dunia bahkan telah menerapkan mata uang nasional berbasis Blockchain, seperti Bitcoin, dan teknologinya juga digunakan oleh beberapa proyek amal besar untuk membantu mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Blockchain juga berpotensi untuk digunakan di luar lingkup mata uang digital, dan menarik minat banyak lembaga keuangan tradisional untuk diadopsi.

Bagaimana cara kerja Blockchain?

Sistem Blockchain terdiri dari dua jenis record, transaksi dan blok. Transaksi ini disimpan secara bersama-sama dalam satu blok. Hal yang unik dari Blockchain adalah setiap blok berisi hash kriptografi sehingga membentuk jaringan. Fungsi hash kriptografi adalah mengambil data dari blok sebelumnya dan mengubahnya menjadi compact string. String ini memungkinkan sistem bisa mudah mendeteksi adanya sabotase.

Dengan metode tersebut, artinya setiap blok tidak perlu memiliki nomor seri, hash memungkinkan setiap blok dapat memverifikasi integritasnya. Setiap blok akan menegaskan validitasnya dari blok sebelumnya. Keterkaitan blok bukanlah satu-satunya hal yang membuat jaringan tetap aman. Teknologi ini juga terdesentralisasi, setiap komputer dengan perangkat lunak yang diinstal memiliki salinan Blockchain yang terus diperbarui dengan blok baru. Tidak ada server terpusat yang memegang transaksi, dan karena setiap blok baru harus memenuhi persyaratan dalam rantai atau jaringan, maka tidak ada yang bisa menimpa transaksi sebelumnya.

Persyaratan transaksi lainnya, yaitu dapat digunakan untuk menentukan entri yang valid. Di Bitcoin, misalnya, transaksi yang valid harus ditandatangani secara digital, dan harus mengeluarkan satu atau lebih output yang tidak terpakai dari transaksi sebelumnya, serta jumlah keluaran transaksi tidak dapat melebihi jumlah input

Apa saja database terbesar Blockchain?

Popularitas Blockchain meledak dalam beberapa tahun terakhir, dan mendapatkan pendukung di sektor teknologi dan keuangan. Bitcoin turut mendorong popularitas teknologi itu karena bisa dibilang paling banyak digunakan di sektor tersebut.

R3 baru-baru ini mengembangkan teknologi Blockchain-Esque yang dapat digunakan oleh institusi perbankan, dan pada bulan Mei 2020 berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 107 juta dari para pendukung seperti Intel, HSBC dan Bank of America.

Pemain utama lainnya adalah Hyperledger, yang menggaungkan sebuah kolaborasi lintas-sektor open-source yang dibuat oleh Linux Foundation untuk mempopulerkan buku besar berbasis Blockchain, dengan teknologi generasi pertama yang dirilis pada bulan Juli 2020.

Beberapa perusahaan di bidang akuntansi juga mengatakan bahwa mereka menguji teknologi Blockchain, seperti Ernst and Young yang telah mengumumkan teknologi barunya, yaitu membuat dompet digital yang tersedia untuk semua pegawainya di Swiss.

IBM mengumumkan pada bulan Maret 2020 bahwa mereka akan membangun sendiri ‘Blockchain sebagai layanan’ yang ditawarkan berdasarkan Hyperledger, yang memungkinkan pelanggan membangun jaringan blok yang aman.

Awal tahun ini, London Stock Exchange juga mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk mulai menggunakan Blockchain guna meningkatkan transparansi bagi informasi kepemilikan saham untuk bisnis yang tidak terdaftar, yang menunjukkan dampak positif teknologi tersebut.

Seberapa aman blockchain?

Karena sistem proteksi kriptografi yang canggih, Blockchain menawarkan pengalaman yang jauh lebih aman daripada perbankan tradisional.

Fakta bahwa teknologinya terdesentralisasi, dan tidak dapat diubah atau diedit membuatnya ideal untuk transaksi keuangan dan penyimpanan informasi penting.

Blockchain bermanfaat untuk menjaga privasi pengguna, namun sayangnya terkadang image ini dianggap sebagai metode pembayaran pilihan bagi penjahat cyber karena simpul jaringan Bitcoin tidak harus mengungkapkan identitas orang yang membuat atau Menerima pembayaran

Apa itu Blockchain 2.0?

Ketika Blockchain tumbuh dan berkembang, perusahaan mulai memikirkan aplikasi baru untuk teknologi ini. Pada tahun 2020, ‘Blockchain 2.0’ dipopulerkan sebagai istilah umum untuk ekosistem baru ini, yang melihat teknologi digunakan dengan lebih cerdas dan lebih maju. Misalnya kontrak cerdas dapat memroses pembayaran saat proyek selesai.

Blockchain 2.0 memiliki potensi untuk membuka teknologi agar digunakan di industri lain di luar sektor keuangan. Dalam bisnis musik, misalnya, Blockchain 2.0 dapat digunakan untuk mengelola hak cipta dan mengumpulkan royalti dari streaming dan unduhan digital. Ini bisa digunakan untuk register aset, mengelola hal-hal seperti properti, kendaraan atau mesin dan mengenalkan kemampuan untuk mengisi data secara akurat berdasarkan penggunaan.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: