Pajak Atas Perdagangan Forex Di Swiss – Euro Menguat, Bank Sentral Swiss Akan Ambil Tindakan –

Peringkat broker opsi biner:

Memahami Kebijakan Bank Sentral: Suku Bunga, Stimulus, Dan Intervensi

Dibaca Normal 7 menit

Bank Sentral memiliki mandat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter suatu negara. Tapi, sedikit yang memahami kebijakan bank sentral yang berdampak besar itu.

Setiap negeri memiliki Bank Sentralnya sendiri yang berperan sebagai “Bank-nya Bank” sekaligus sebagai otoritas moneter. Bank Sentral biasanya memiliki mandat untuk menerbitkan uang, menarik uang dari peredaran, dan kebijakan-kebijakan lainnya guna menjaga stabilitas ekonomi dan moneter suatu negara. Oleh karena itu, kebijakan Bank Sentral sangat mempengaruhi nilai tukar mata uang negaranya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bank Sentral dapat menggunakan beberapa instrumen. Diantaranya yang paling populer adalah suku bunga dan operasi pasar terbuka. Namun selain melakukan kebijakan dengan kedua instrumen tersebut, Bank Sentral juga bisa melakukan intervensi nilai tukar, dan intervensi verbal.

Suku Bunga

Bank Sentral memiliki wewenang untuk menetapkan suku bunga acuan yang kemudian akan dijadikan dasar dalam mengkalkulasi yield obligasi, return aset, juga bunga di pasar interbank. Perubahan imbal hasil aset-aset tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi minat investor untuk memegang suatu mata uang. Oleh karena itu, kenaikan dan pemangkasan suku bunga bisa berdampak besar di pasar forex.

Kenaikan suku bunga merupakan bagian dari pengetatan moneter yang dilakukan saat laju inflasi dinilai tinggi. Tujuannya bisa jadi ada dua, yaitu untuk mencapai target inflasi yang telah ditentukan dengan membendung kenaikan harga-harga, atau untuk membendung arus capital outflow (pelarian dana modal ke luar negeri).

Sedangkan pemangkasan suku bunga dilakukan dalam upaya pelonggaran moneter yang dilakukan saat inflasi dianggap rendah (deflasi atau disinflasi). Tujuan utamanya adalah agar harga-harga naik dan mencapai target inflasi. Pemangkasan suku bunga juga bisa jadi dilakukan dengan tujuan agar nilai tukar mata uangnya melemah dan daya saing ekspor meningkat.

  • Bank Indonesia (BI) sudah sering menggunakan suku bunga untuk mendukung pencapaian inflasi, biasanya dengan menaikkan suku bunga saat laju inflasi melampaui target dan capital outflow mengancam Indonesia.
  • Pada awal tahun 2020 the Fed mulai menyingkirkan kebijakan moneter longgarnya (stimulus/QE). Upaya the Fed untuk memperketat moneter telah diperkirakan akan mengarah pada kenaikan bunga, sehingga Turki kuatir akan terjadi capital outflow besar-besaran dari negaranya ke aset berdenominasi Dolar AS. Karena itu, bank sentral Turki, Türkiye Cumhuriyet Merkez Bankasi (TCMB) sempat menaikkan suku bunga secara drastis dari 4.5% menjadi 10%.
  • Federal Reserve AS (The Fed) telah mempertahankan suku bunga pada level rendah 0.25% sejak Desember 2008 (puncak krisis Subprime Mortgage) dalam upaya untuk menahan kejatuhan pasar finansial melalui kebijakan moneter longgar. Setelah Amerika Serikat mengalami pemulihan secara bertahap dan laju inflasi perlahan menanjak, pada tahun 2020 ini Fed berencana untuk menaikkan suku bunganya.

Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka merujuk pada kebijakan yang dilakukan bank sentral dengan mencetak uang untuk membeli sekuritas guna menyuntikkan likuiditas ke dalam perekonomian (stimulus). Ini merupakan salah satu kebijakan moneter longgar. Bank Sentral juga bisa mengambil langkah kebalikannya dalam kerangka pengetatan moneter, yaitu dengan melakukan penjualan sekuritas untuk mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat.

Peringkat broker opsi biner:

Saat menjalankan kebijakan moneter longgar, pencetakan uang oleh Bank Sentral secara efektif meningkatkan besaran dana dalam neraca (balance sheet)-nya, sehingga kadang juga disebut sebagai upaya “memperluas” balance sheet. Pembelian sekuritas biasanya disertai persyaratan tertentu, sehingga tidak semua sekuritas yang ada di pasaran akan dibeli oleh Bank Sentral yang menjalankan Operasi Pasar Terbuka.

Sejumlah variasi penggunaan operasi pasar terbuka yang paling banyak diperbincangkan adalah yang dilakukan oleh The Fed, Bank of Japan, dan European Central Bank.

  • Quantitative Easing (QE) The Fed

Dalam Quantitative Easing, The Fed selaku bank sentral AS mencetak uang untuk membeli obligasi pemerintah yang dipegang oleh para pemain pasar. Dengan cara ini, the Fed bermaksud mengalirkan likuiditas ke bank-bank agar mereka dapat menyalurkannya lagi ke masyarakat dalam bentuk pinjaman dan sejenisnya yang bisa menggenjot gairah ekonomi.

  • Stimulus Bank of Japan (BoJ)

Walaupun QE The Fed lebih tenar, tetapi sebenarnya pelopor Quantitative Easing adalah bank sentral Jepang yang telah melaksanakannya sejak 2020. Dalam skema ini, Bank of Japan melakukan pembelian puluhan triliun Yen obligasi setiap tahunnya dalam upaya meningkatkan jumlah uang beredar, serta mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

  • Long Term Refinancing Operations (LTRO) ECB

Sebagai bank sentral wilayah Euro, ECB “meminjamkan” dana ke bank-bank zona Euro dengan suku bunga super rendah dengan tujuan agar bank-bank itu bisa menghasilkan profit dari pasar finansial maupun menyalurkannya dalam bentuk pinjaman ke masyarakat. Pinjaman ini merupakan pinjaman jangka pendek yang biasanya harus dikembalikan dalam 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Namun karena LTRO kurang berhasil, maka ECB kemudian meluncurkan program Targeted Long Term Refinancing Operations (TLTRO) pada tahun 2020. Berbeda dengan LTRO, TLTRO khusus ditujukan agar bank-bank meningkatkan pinjaman ke sektor riil saja, dan masa pengembalian pinjaman lebih panjang (jatuh tempo pada September 2020).

Intervensi Nilai Tukar

Dalam perannya sebagai otoritas moneter, Bank Sentral juga memantau nilai tukar. Nilai tukar mata uang sangatlah vital dalam mendukung daya saing suatu negara, mencegah defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan, serta menjaga stabilitas makroekonomi. Oleh karena itu, bank sentral sering pula melakukan intervensi guna memperkuat ataupun memperlemah nilai tukarnya.

Ilustrasi Intervensi Mata Uang oleh Bank Sentral yang Ditujukan Untuk Memperkuat Nilai Tukar

Ketika nilai tukar menguat secara berlebihan, maka bank sentral akan berupaya untuk melemahkannya, agar daya saing produknya tidak jatuh dan membawa konsekuensi yang tidak diharapkan. Sedangkan bila nilai tukar negaranya melemah secara drastis, bank sentral sekali lagi akan turun tangan untuk mencegahnya merosot lebih jauh. Intervensi ini biasanya dilakukan dengan membeli atau menjual mata uang asing dengan mata uang yang dicetaknya sendiri.

Bank sentral terkemuka yang terhitung paling sering melakukan intervensi nilai tukar adalah Swiss National Bank (SNB). Dulu, karena nilai tukar CHF melesat kuat dibanding Euro, maka SNB kuatir daya saing Swiss akan goyah, sehingga pada tahun 2020 menetapkan patokan nilai 0.7 CHF terhadap Euro. Guna menjaga nilai tukar CHF di level itu, SNB secara reguler mencetak CHF dan melakukan pembelian Euro. Dengan demikian, SNB mempermurah CHF dan mempermahal Euro. Baru-baru ini patokan tersebut sudah dilepas, dan SNB tengah mempertimbangkan bentuk intervensi yang berbeda guna menjaga nilai tukar CHF tetap di level rendah.

Sebaliknya, Bank Indonesia seringkali melakukan intervensi untuk memperkuat Rupiah. Bank Indonesia tidak menjaga nilai tukar dalam patokan tertentu seperti SNB, melainkan mencegah Rupiah menjadi kelewat lemah dibanding kondisi fundamentalnya. Dalam tahun 2020, misalnya, Bank Indonesia sempat intervensi saat Rupiah berada di kisaran 12,500an per Dolar AS hingga Rupiah menguat ke kisaran 12,300an, tetapi belakangan BI baru intervensi ketika Rupiah sudah mendekati 13,000an per Dolar AS. Ini karena keseimbangan nilai tukar Rupiah secara fundamental telah bergeser, sedangkan BI memilih waktu intervensi yang tepat bukan berdasarkan patokan level tertentu melainkan berdasarkan kondisi ekonomi terkini.

Intervensi Verbal

Intervensi verbal, atau kadang disebut juga moral suasion atau himbauan. Himbauan disini bisa bermacam-macam. Ini dapat berupa himbauan moral agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang berpotensi mendepresiasi nilai tukar, atau sebaliknya, jawboning (penyampaian pernyataan yang mendorong nilai tukarnya jatuh), atau jenis pernyataan lainnya.

Pimpinan Bank Sentral Terkemuka. Dari kiri ke kanan: Janet Yellen (the Fed), Haruhiko Kuroda (BoJ), dan Mario Draghi (ECB).

Intervensi verbal dimungkinkan terjadi karena para pelaku pasar finansial selalu mengamati pernyataan-pernyataan pemuka bank sentral, dan beraksi atas pernyataan-pernyataan itu. Pada Juli 2020 misalnya, ketua The Fed AS, Janet Yellen, mengatakan bahwa harga saham bioteknologi dan sosial media di bursa AS sudah terlalu mahal. Akibatnya, bursa langsung jatuh dengan harga saham Twitter, Facebook, dan LinkedIn masing-masing merosot hingga 1%.

Reaksi semacam itu membuat pernyataan-pernyataan pimpinan bank sentral menjadi sesuatu yang layak diwaspadai. Sepanjang tahun 2020, misalnya, pimpinan Reserve Bank of Australia (RBA) berulang kali mendorong jatuh nilai tukar Dolar Australia dengan statemen-statemen yang bernada negatif (jawboning). Pidato pimpinan bank sentral pun biasanya ditandai dengan banteng tiga (berpengaruh tinggi) dalam kalender fundamental forex, seperti halnya rapat kebijakan bank sentral yang biasanya akan menghasilkan keputusan terkait suku bunga dan operasi pasar terbuka.

Secara garis besar, penjelasan mengenai kebijakan bank sentral dapat dilihat pada infografi berikut ini:

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab Seputarforex khusus fundamental.

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2020. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Berita Forex

Komentar : 23

maksudnya gimana tu .. pakai robot profit 20-40 jelasin dong .

gaya berbading lurus dgn tekanan mas bro, semakin banyak gaya akan semakin besar tekananya. just kidding

he he. trading kok pada bingung. kayak aku ini lo. untung baru sekali. los terus-terusan. itu dulu.

sekarang ya profit deh tiap hari.

Caranya profit tiap hari gmn bro @Masgoza?

Saya kasih tau ya, informasi forex disini adalah rangkuman yang terjadi pasca perdagangan yang sudah berlangsung. dan menunjukan hasilnya, bukan sebuah pengambil keputusan pada saat terjadinya news dengan hight impact, jadi berita disini gak bisa jadi acuan anda untuk memasang target pada saat transkasi. jadi harus anda pahami betul

Pajak Atas Perdagangan Forex Di Swiss – Euro Menguat, Bank Sentral Swiss Akan Ambil Tindakan – Berita Forex

Pusat Belajar Terbaik tentang Forex dan Broker sejak 2005

Pusat informasi terbaik tentang Forex dan Broker sejak tahun 2005

Ingin Trading EUR/CHF? Ketahui Korelasinya Dulu

Penulis: Dwiya Freelancer ( January 11, 2020 – 8:31 pm ) Filed Under: Artikel Tagged With: eur/chf, euro, Franc Swiss, korelasi mata uang

Seperti yang diketahui, trading forex tidak bisa hanya dilakukan dengan satu mata uang melainkan harus berpasangan. Trader forex tentunya sudah tidak asing lagi dengan beberapa pasangan mata uang yang menjadi primadona dalam pasar. Beberapa korelasi diantaranya yang cukup terkenal seperti pasangan USD/JPY, USD/GBP, EUR/USD, EUR/CHF dan masih banyak lagi. Kedudukannya sebagai mata uang major menjadi salah satu alasan mengapa banyak mata uang yang dikorelasikan dengan USD. Mata uang tersebut memiliki kekuatannya masing-masing. Misalnya pasangan USD/CAD yang banyak digunakan oleh trader yang memiliki minat terhadap aset komoditi.

Trading EUR/CHF

Korelasi mata uang ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan. Berbicara korelasi, trader tentunya tidak bisa mengabaikan pasangan mata uang Euro dan Franc Swiss. Korelasi antara kedua mata uang ini mencapai 95% mendekati sempurna. Banyak hal yang dapat mendasari korelasi keduanya, seperti menjadi basis trading, kapan waktu yang tepat EUR/CHF menguat dan lainnya.

Dasar Korelasi EUR/USD

Sejauh ini sebagian besar mata uang yang diperdagangkan terhadap dolar AS memiliki korelasi di atas 50%. Hal ini dikarenakan dolar AS merupakan mata uang dominan yang terlibat dalam 90% dari keseluruhan mata uang. Selain itu, ekonomi Amerika Serikat merupakan terbesar di dunia dan memiliki dampak bagi negara lain. Meskipun hubungan kuat antara EUR/USD dan USD/CHF dikarenakan faktor dolar AS yang sudah umum menjadi pasangan mata uang lain, namun sebenarnya hubungan ini jauh lebih kuat dari pasangan mata uang lain berkat hubungan erat antara Zona Euro dan Swiss.

Letak negara Swiss membuat negara ini memiliki hubungan yang erat, baik dalam bidang politik maupun ekonomi dengan negara-negara dari zona euro yang menjadi tetangga negaranya itu. Hubungan antara Swiss dengan zona Euro ini dimulai dari perjanjian perdagangan bebas yang disahkan pada tahun 1972. Perjanjian ini diikuti oleh lebih dari 100 perjanjian bilateral yang memungkinkan warga Swiss bebas masuk dalam ketenagakerjaan Uni Eropa ataupun sebaliknya. Bahkan saking eratnya kedua hubungan ini membuat Swiss juga turut terkena dampak ekonomi dari zona euro.

Korelasi EUR/USD Bagi Trading Forex

Ketika masuk dalam pasar trading, long position dari EUR/USD pada USD/CHF mewakili dua posisi offsetting yang dimiliki oleh EUR/CHF. Ketika mengambil dua posisi yang berbeda, satu long position dan short position di sisi lainnya sebenarnya dapat dijadikan strategi untuk menggandakan posisi yang sama meskipun mungkin terlihat seperti dua trading yang terpisah. Cara ini bisa digunakan untuk me-manage resiko yang mungkin terjadi. Ketika ada yang salah dengan long position maka kerugian masih bisa diperkecil.

Trader bisa memilih trading intraday karena akan memperkecil resiko yang mungkin dihadapi dibandingkan ketika menggunakan periode yang lebih singkat. Biasanya EUR/USD akan sedikit memimpin harga dari USD/CHF karena menjadi mata uang yang sangat likuid. Likuiditas USD/CHF ini baru akan mereda pada paruh kedua sesi AS bersamaan dengan perdagangan Eropa yang keluar dari pasar dan akan memperburuk langkah selanjutnya.

Waktu yang Tepat untuk EUR/CHF Menguat

Hubungan antara EUR/USD dan USD/CHF terpisah ketika ada kebijakan politik atau moneter yang berbeda. Sebagai contoh, pemilu yang dilakukan di Eropa tidak membawa pengaruh berarti di zona tersebut. Namun, Swiss yang menjadi negara yang bertetangga dengan Eropa akan mengalami sebaliknya. EUR/USD akan meluncur lebih jauh daripada nilai USD/CHF. Sebaliknya, jika zona euro menaikkan suku secara agresif tanpa melibatkan Swiss, maka EUR/USD mungkin lebih dihargai nilainya daripada USD/CHF. Range dari kedua mata uang dapat bervariasi yang menyebabkan arbitrase tingkat bunga di pasar forex pada kedua pasangan mata uang ini tidak akan berfungsi. Rasio range dihitung dengan membagai range USD/CHF dengan rasio EUR/USD.

Mengetahui kekuatan dan kelebihan setiap pasangan mata uang dapat menjadi kekuatan bagi trader. Jangan sampai mata uang yang dipilih justru akan memasukkan trader dalam resiko kerugian yang tinggi. EUR/USD merupakan salah satu pasangan yang kuat dan bertahan dalam jangka waktu panjang jika trader mempu memainkannya dengan strategi yang benar.

Like this:

Cara Mudah Mengetahui Prediksi EUR/USD Hari Ini

Penulis: Dwiya Freelancer ( September 15, 2020 – 8:50 pm ) Filed Under: Artikel Tagged With: euro, forex, mata uang asing, trading forex, USD, valas

Entah anda baru atau sudah lama berkecimpung dalam trading forex, pastinya anda sadar bahwa ada beberapa pasang mata uang utama dalam trading forex. Beberapa pasangan yang menempati posisi empat teratas adalah EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD dan USD/CHF. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai pasangan mata uang EUR/USD, di mana lebih spesifiknya kita akan mengulas bagaimana cara prediksi EUR/USD dalam trading forex.

Mengenal Pasangan EUR/USD

Pasangan mata uang EUR/USD memang sangat sensitif terhadap data perekonomian AS. Untuk itulah jika terjadi perubahan indikator ekonomi AS yang mengejutkan maka ini bisa sangat berdampak pada euro. Perekonomian AS sendiri sangat bergantung pada impor minyak. Jadi jika terjadi perubahan harga minyak dunia maka ini akan berdampak langsung pada nilai dolar AS yang secara otomatis akan berdampak pada pair EUR/USD.

Pergerakan rata-rata perhari dari pasnagan ini adalah sekitar 120 pip. Pasangan EUR/USD juga cenderung berkonsolidasi atau membentuk pola sideways setelah terjadi trending yang cukup kuat. Pada dasarnya pasangan mata uang ini juga cukup bagus untuk ditradingkan dalam semua time frame.

Waktu yang tepat untuk trading EUR/USD adalah saat jam kerja perbankan Eropa dan Amerika Serikat yang terjadi bersamaan yaitu antara jam 07.00 EST sampai dengan jam 11.00 EST. Bagi anda yang berprofesi sebagai trader pasangan mata uang utama lain, pair EUR/USD ini bisa menjadi tolak ukur yang menggambarkan kondisi perekonomian AS terhadap negara-negara lain.

Indikator yang Membantu Prediksi EUR/USD dengan Tepat

Berikut ini adalah beberapa indikator yang bisa membantu prediksi EUR/USD dengan tepat:

  1. Trading jangka pendek yaitu trendspotter, Ichimoku, average directional indicator, MA hilo channel, MA VS Price, MACD oscillator dan Bollinger Bands.
  2. Trading jangka menengah yaitu commodity channel index, Ichimoku, MA VS Price, MACD oscillator, parabolic time/price dan MACD oscillator.
  3. Trading jangka panjang yaitu commodity channel index, MA VS Price dan MACD oscillator.

Mengenal Laporan yang Berpengaruh Terhadap EUR/USD

Setiap mata uang memiliki faktor-faktor yang mempengaruhinya, begitu juga dengan pasangan mata uang EUR/USD. Berikut ini adalah beberapa laporan yang berpengaruh terhadap EUR/USD dan anda harus memperhatikannya

  • Data Non Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, data yang satu ini merupakan rilisan jumlah tenaga kerja baru di luar bidang pertanian. Jika rilis realnya lebih banyak dibandingkan dengan prediksi, maka biasanya dolar AS akan menguat dan sebaliknya. Data ini biasa dirilis di hari jum’at minggu pertama setiap bulannya.
  • FOMC Statement (FOMC rate decision), ini adalah pengumuman tingkat suku bunga AS. Dalam pengumuman ini anda bisa tahu apakah suku bunga AS akan naik atau turun. Jika suku bunga turun maka dolar AS akan melemah.
  • FOMC meeting minutes, data ini merupakan laporan hasil pertemuan anggota FOMC yang bisa menggambarkan tingkat suku bunga The Fed di bulan yang akan datang. Jika suku bunga diprediksi turun maka dolar AS akan melemah dan sebaliknya.
  • ECB rate decision, ini adalah pengumuman tingkat suku bunga dari European Central Bank (ECB) yang dirilis setiap bulannya. Jika hasil perilisan lebih besar dari prediksi maka euro akan menguat dan sebaliknya.
  • German unemployment, ini adalah data pengangguran di Jerman yang dirilis setiap bulannya. Jika nilai perilisan lebih kecil maka dampaknya positif terhadap euro dan sebaliknya.
  • IFO business climate survey, ini adalah indeks komposit yang didasarkan pada hasil survey dari indikator keadaan ekonomi Jerman sebagai negara dengan perekonomian terbesar di zona euro. Jika hasil perilisan lebih kecil dari prediksi maka euro akan melemah dan sebaliknya.
  • European GDP, ini adalah hasil output produksi yang digunakan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Jika hasil perilisan lebih besar dari prediksi maka nilai euro akan menguat dan sebaliknya.
  • European trade balance, ini adalah neraca perdagangan zona euro. Apabila hasil rilis surplus maka nilai euro akan menguat dan sebaliknya.
  • Pidato petinggi bank sentral (The Fed atau ECB), isi pidato bisa saja berdampak langsung pada nilai euro dan dollar AS.

Semoga informasi mengenai cara mudah mengetahui prediksi EUR/USD di atas bermanfaat untuk anda.

Like this:

5 Strategi Sederhana Untuk Anda Trader Yang Sering Pairkan Euro

Penulis: Dwiya Freelancer ( July 31, 2020 – 10:16 am ) Filed Under: Forex Pemula Tagged With: euro, forex, pair mata uang

Euro (EUR) menjadi mata uang dengan likuiditas global setelah Dollar AS, kemudian diikuti oleh Yen milik Jepang (JYP) dan Poundsterling Inggris (GBP). Spekulasi kekuatan dan kelemahan Euro yang beredar dikalangan pedagang valas terletak pada pasangan mata uang yang menetapkan nilai komparatif secara real-time. Hal ini menyebabkan para pedagang harus menganalisis dan mengetahui pasangan mata uang Euro apa yang paling tepat untuk dipilih. Dari beberapa pasangan mata uang Euro yang ada, berikut 6 pair yang dianggap paling populer.

  • EUR/USD – Euro/Dollar AS
  • EUR/CHF – Euro/Swiss Franc
  • EUR/JPY – Euro/Yen Jepang
  • EUR/GBP – Euro/Pound Inggris
  • EUR/AUD – Euro/Dollar Australia
  • EUR/CAD – Euro/Dollar Canada

Sumber : https://www.welcometoprague.eu

Waktu Terbaik untuk Trading Euro

Sudah menjadi rahasia umum jika pair EUR/USD menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Hal ini dikarenakan pasangan mata uang ini selalu terlihat stabil. Namun sebenarnya ketika diperhatikan secara mendalam, pair tersebut sangatlah sensitif terhadap berita ekonomi terutama berita ekonomi yang berasal dari negara-negara di Eropa seperti Jerman, Yunani, Itali dan lainnya. Berita dari negara pemegang USD tentunya juga memiliki andil yang besar dalam menentukan kestabilan pair ini.

Perdagangan EUR terus menerus meningkat biasanya dihari Minggu malam hingga Jumat sore di Amerika Serikat dengan penawaran peluang keuntungan yang signifikan. Hal ini dibarengi dengan volume dan volatilitas yang fluktuasinya sangat dalam setiap siklus 24 jam dengan bid/ask spread pada pasangan yang kurang populer dan melebar selama periode tenang dan akan kembali menyempit selama periode aktif. Kemampuan untuk membuka dan menutup posisi setiap waktu ini akan menandai keuntungan utama dari forex yang sebagian besar strategi perdagangannya akan terungkap selama masa aktif.

Banyak trader forex memusatkan perhatian penuh pada pasangan EUR/USD sebagai pasar mata uang yang paling populer dan memiliki likuiditas yang tinggi skala dunia. Pasangan ini mempertahankan likuiditasnya sepanjang siklus 24 jam. Pergeseran pada jangka pendek dan jangka panjang juga memiliki rentang klasik yang sangat baik.

Sebelumnya telah dikatakan bahwa EUR/USD sangat dipengaruhi dengan berita dari kedua belah pihak. Hal ini juga turut merumuskan waktu terbaik dalam perdagangan Euro. Waktu terbaik ini bertepatan dengan rilis data ekonomi dan jam buka di ekuitas serta bursa berjangka. Pada masa mendatang akan lebih baik lagi jika rilis data diikuti dengan penelitian dari dua arah karena zona Euro dapat memindah pasangan populer dengan intensitas yang sama dengan katalis di masing-masing tempat persilangan. Hal ini juga ditunjang dengan data ekonomi AS yang memiliki dampak yang cukup besar pada setiap mata uang. Persilangan EUR juga sangat rentan terhadap peristiwa makro ekonomi dan politik yang akan memicu aksi harga yang akan sangat berkorelasi di pasar ekuitas, obligasi maupun mata uang di seluruh dunia. Ilustrasi nyatanya adalah adanya devaluasi Yuan di China pada Agustus 2020 hingga terjadinya bencana alam tsunami di Jepang pada tahun 2020.

Waktu trading terbaik dengan Euro selanjutnya adalah saat rilis ekonomi. Data ekonomi bulanan pada zona Euro umumnya akan dirilis setiap pukul 2 dini hari waktu timur di AS dengan range waktu 30-60 menit sebelum rilis. Satu sampai tiga jam kedepan akan menjadi waktu yang sangat populer untuk menukar pasangan EUR karena berita tersebut paling tidak akan memiliki dampak setidaknya 3 dari 5 pair yang paling populer. Hal ini akan bertabrakan dengan hari perdagangan AS serta menghasilkan volume perdagangan EUR dengan peluang tinggi untuk pergerakan harga pasangan populer yang sedang trend. Hal ini membuat data yang rilis di Jepang kurang diminati karena baru akan rilis jam 4.30 malam dan 10.00 malam waktu timur AS yang bertepatan dengan zona Euro yang tengah berada pada siklus tidur.

Teknik Trading Euro

Strategi dalam trading pair Euro menjadi salah satu point penting. Strategi ini bermacam-macam. Selain pemilihan waktu yang tepat dalam trading, teknik trading juga perlu anda perhatikan. Berikut salah satu contoh teknik trading EUR/USD yang mungkin bisa anda jadikan referensi trading.

Teknik 1

Teknik 2

Teknik 3

Teknik ini merupakan angka splash ‘’72’’. Angka splash 72 mkasudnya adalah harga yang akhirannya 72 seperti 1.4372. Jika harga menyentuh angka splash diatas harga open market maka lakukan sell. Namun jika harga menyentuh angka splash di bawah harga open market maka lakukan buy.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: