Pedagang Mobil Bekas Membeli 2

Peringkat broker opsi biner:

Pedagang Mobil Bekas Ogah Beli Merek Ini

13 Jan 2020, 18:39 WIB Diperbarui 13 Jan 2020, 18:39 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Mobil bekas masih menjadi pilihan sebagian masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda empat. Walau saat ini terdapat banyak situs jual beli online, tak sedikit konsumen memilih membeli langsung melalui showroom mobil bekas.

Selain kualitas dan garansi, konsumen juga bisa menggunakan sistem kredit apabila membeli kendaraan di showroom jual beli mobil bekas. Pedagang juga menerima pembelian apabila konsumen tak memiliki waktu luang untuk menjual kendaraannya.

Namun, ada beberapa merek mobil yang dihindari pedagang mobil bekas saat ini. Andi, pemilik Jordy Mobil mengaku enggan membeli mobil pabrikan Amerika Serikat, Ford.

“Saya menghindari merek Ford kecuali model Everest. Kalau yang lain saya enggak mau ambil,” katanya saat ditemui Liputan6.com di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta.

Saat disinggung alasannya, Andi menjelaskan model mobil Ford lainnya sering kali mengalami masalah karena tabiat pengguna. Tak hanya itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan cukup mahal.

“Kalau Everest itu banyak komunitasnya jadi memang buat membetulkan mobil itu lebih gampang. Kalau model yang lain itu sering banget masalahnya,” ujarnya.

Mobil Cina

Selain itu, Andi mengaku enggan membeli mobil Cina saat ini. Hal itu berkaitan dengan peminatnya yang masih sedikit dan harga jual unit bekasnya turun cukup jauh.

“Pembeli mobil Cina itu masih lebih memilih unit barunya karena garansi yang panjang. Untuk bekasnya masih belum ya. Ada beberapa pedagang yang berani ambil tapi saya melihat lakunya lama,” tuturnya.

Peringkat broker opsi biner:

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Jelang lebaran kerap jadi momen penipuan manipulasi kondisi mobil. Mobil bekas kondisi cacat namun dikemas dengan tampilan normal.

Pedagang Malas Beli Mobil Anda, Kalau Mereknya Ini

Mobil bekas selalu jadi alternatif kala kantong cekak. Banyak kelebihan saat membeli mobil itu. Depresiasi nilai jual pun bisa lebih kecil. Terjadi bila Anda menjual kembali unit yang pernah dipakai, ketimbang unit baru. Situs jual beli mobkas juga menjamur. Namun bila Anda butuh dana cepat, mau tak mau jual ke showroom tertentu atau pedagag. Namun mereka juga enggan membeli beberapa merek dari Amerika Serikat misalnya.

Itu semua bukan tanpa alasan. Misal Ford Motor Indonesia yang sempat masuk Indonesia pada Juli 2000. Sebagai APM, mereka berwenang impor mobil dari principal luar negeri ke Indonesia. Kemudian unit didistribusikan ke main diler. Namun mereka “tutup warung” pada Januari 2020. Itulah yang membuat konsumen cemas pada layanan purnajual dan rentetannya.

Andi, pemilik diler mobkas (Jordy Mobil), mengaku enggan membeli mobil unit Ford. “Saya menghindari merek Ford kecuali model SUV, Everest . Kalau yang lain saya tak mau ambil,” papar dia, saat ditemui Liputan6.com di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta.

Kenapa? Mobil Ford selain Everest acap kali alami masalah. Tak hanya itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan cukup mahal. “Kalau Everest itu banyak komunitasnya. Jadi memang buat membetulkan mobil itu lebih gampang. Kalau model yang lain itu sering banget masalahnya,” ujar Andi.

Selain itu, ia mengaku malas membeli mobil pabrikan Cina. Itu lantaran peminat masih sedikit dan harga jual unit bekas terjun bebas. “Pembeli mobil Cina itu masih lebih memilih unit baru. Sebab garansi yang diberikan pabrikan panjang. Untuk unit bekas masih belum ya. Ada beberapa pedagang yang berani ambil , tapi saya melihat lakunya lama,” pungkasnya.

Beli Mobil Bekas

Namun sebaliknya, bila Anda membeli mobil bekas dari pedagang. Sebaiknya jangan terburu nafsu atau ambil keputusan impulsif. Kenapa? Pedagang mobil bekas biasanya mempunyai naluri, bisa mengetahui hal ini. Sehingga harga yang ditawarkan bisa terlalu tinggi dibanding harga pasar. Jadi, mulailah dengan perbincangan santai. Kemudian tidak disarankan mendatangi showroom saat hari sudah petang apalagi malam hari. Ini menunjukkan, Anda ingin segera memiliki mobil.

Jangan lupa periksa detail interior dan eksterior. Barulah lihat di sekeliling ruang mesin. Apakah ruang mesin terdapat lapisan cat yang relatif baru. Jika ada, ini mengindikasikan adanya turun mesin. Banyak penyebabnya, mulai dari kebanjiran, tabrakan dan kerusakan lain.

Langkah selanjutnya, lihat apakah ada kebocoran mesin. Pada bagian bawah dan juga periksa selang yang terhubung dengan mesin. Biasanya pedagang berupaya menutupinya dengan cara mencuci mesin mobil supaya tidak terlihat kalau ada oli yang rembes.

Cek, apakah ujung baut mesin ada yang lecet atau cacat karena sering buka-tutup. Sebab cara ini juga menentukan apakah mesin sering dibuka atau tidak. Perhatikan suara mesin saat kali pertama dihidupkan. Dengarkan apakah ada suara atau getaran yang tak wajar atau tak seirama. (Alx/Odi)

Beli Pelek Mobil Seken, Awas Dikibulin Pedagang, Pakai 2 Jurus Ini

Otoseken.id – Memodifikasi pelek jadi jurus andalan agar tampilan mobil jadi fresh dan keren.

Apalagi menggantinya dengan pelek aftermarket yang banyak desainnya.

Untuk mengganti pelek standar tidak harus selalu pakai pelek baru.

Opsi pelek bekas bisa diambil karena harganya lebih mudah dibanding pelek baru.

Namun, dalam membeli pelek bekas Anda mesti cermat dalam memilih.

“Pertama kita lihat bagian bodi pelek secara keseluruhan, lihat dan pastikan tidak ada bagian yang peang atau retak. Karena kerusakan inilah yang fatal terjadi di pelek,” ucap Yopi Karuci, Pemilik SM MotorSport, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Untuk mengetahui pelek yang retak pernah diperbaiki adalah melihat dari cat atau biasanya ada bekas-bekas dempul. Ini perlu di cek dengan teliti,” tambahnya.

Terakhir, jangan lupa pastikan pelek memiliki PCD (Pitch Circle Diameter) dan offset pelek yang tepat.

Jadi pelek bisa terpasang dengan sempurna dan Anda tidak perlu meelakukan modifikasi susulan seperti aplikasi spacer.

Komponen Ini Wajib Ada Saat Pasang Pelek Aftermarket di Mobil

Otoseken.id – Untuk mendongkrak tampilan mobil, pelek produk aftermarket sering dipakai.

Selain diameter, lebar, PCD, dan offset pelek, setelah ganti pelek Anda wajib pasang center ring.

Centering ring ini berbentuk seperti cincin yang berfungsi untuk menahan pelek pada center bore di teromol.

Kenapa center ring mesti dipasang jika Anda pasang pelek aftermarket?

Begini, dalam kondisi standar rancangan pelek sudah dihitung secara presisi oleh pabrikan.

Bukan hanya ukuran pelek yang berpengaruh pada performa dan tampilan, yang terutama juga memperhitungkan faktor safety.

Salah satunya dengan membuat lubang di bagian tengah pelek (center bore) sesuai dengan tonjolan hub di poros mobil.

Dengan begitu saat terpasang, pelek standar akan duduk secara presisi di hub sehingga beban pelek tak ditanggung oleh baut dan mur pengikat roda.

Berbeda dari pelek standar, pelek aftermarket memiliki ukuran center bore yang lebih besar.

Alasannya karena pelek dibuat untuk bisa digunakan di mobil berbeda-beda.

Nah, celah yang terjadi antara center bore dan hub membuat pelek tak dapat duduk dengan presisi, sehingga beban pelek harus ditanggung oleh kekuatan baut dan mur.

Jika mobil sering menghantam lubang atau jalan tak rata, getaran dan tumbukan yang terjadi akan diteruskan ke baut dan mur sehingga menyebabkan baut mengalami stres.

Jika hal ini dibiarkan dapat berakibat pada kelelahan material dan kemungkinan baut patah pun menjadi semakin besar.

Untuk mengatasinya perlu dibuatkan center ring sebagai pengisi gap antara center hole dan tonjolan hub.

Biasanya center ring dibuat dari aluminium dengan pertimbangan bobotnya yang ringan dan kekuatannya cukup memadai.

Saat membuat center ring, usahakan untuk mengukurnya dengan presisi agar center ring dapat duduk dan menahan beban pelek dengan sempurna.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: