Penggunaan Uang Digital – Terpopuler

Peringkat broker opsi biner:

Cerdas Menggunakan Uang Elektronik

Perkembangan teknologi membawa perubahan kepada sistem pembayaran transaksi keuangan menjadi bentuk yang lebih praktis.

Ilustrasi. Sumber foto: iStock

Saat ini, banyak sistem pembayaran yang mengharuskan kita menggunakan uang elektronik. Misalnya saja jalan tol, kereta api commuterline, bis, dan parkir.

Uang elektronik didefenisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk kartu dimana nilai uangnya disimpan secara elektronik. Pengguna harus menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk bertransaksi. Media elektronik untuk menyimpan nilai uang elektronik dapat berupa chip atau server. Ketika digunakan, nilai uang elektronik akan berkurang sebesar nilai transaksi.
Penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran yang inovatif dan praktis memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kartu kredit dan debit yang telah lebih dulu digunakan. Uang elektronik juga menjadi alternatif alat pembayaran non tunai yang dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum mempunyai akses kepada sistem perbankan.

Menurut Bank Indonesia, uang elektronik sebagai alat pembayaran harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit;
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip;
  3. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut; dan
  4. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

Dasar Hukum:
Penyelenggaraan uang elektronik diatur dalam:

  1. Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money).
  2. Surat Edaran Bank Indonesia No.11/11/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Uang Elektronik (Electronic Money).

Manfaat Uang Elektronik:

  1. Memberikan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi transaksi pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai.
  2. Tidak lagi menerima uang kembalian dalam bentuk barang (seperti permen) akibat padagang tidak mempunyai uang kembalian bernilai kecil (receh).
  3. Sangat cocok digunakan untuk transaksi massal yang nilainya kecil namun frekuensinya tinggi, seperti: transportasi, parkir, tol, fast food, dll.

Jenis Uang Elektronik:
Jenis uang elektronik berdasarkan tercatat atau tidaknya data identitas pemegang pada penerbit Uang Elektronik dibagi menjadi:

Peringkat broker opsi biner:

  1. Uang elektronik registered, merupakan Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tercatat/terdaftar pada penerbit Uang Elektronik. Dalam kaitan ini, penerbit harus menerapkan prinsip mengenal nasabah dalam menerbitkan uang elektronik registered. Batas maksimum nilai Uang Elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis registered adalah Rp5.000.000.
  2. Uang elektronik unregistered, merupakan uang elektronik yang data identitas pemegangnya tidak tercatat/terdaftar pada penerbit uang elektronik. Batas maksimum nilai uang elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis unregistered adalah Rp1.000.000.

Pihak-Pihak dalam Penyelenggaraan Uang Elektronik:

  1. Pemegang kartu adalah pengguna yang sah dari Uang Elektronik.
  2. Prinsipal adalah bank atau lembaga selain bank yang bertanggung jawab atas pengelolaan sistem dan/atau jaringan antar anggotanya, baik yang berperan sebagai penerbit dan/atau acquirer, dalam transaksi Uang Elektronik yang kerjasama dengan anggotanya didasarkan atas suatu perjanjian tertulis.
  3. Penerbit adalah bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan Uang Elektronik.
  4. Acquirer adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan kerjasama dengan pedagang (merchant), yang dapat memproses Uang Elektronik yang diterbitkan oleh pihak lain.
  5. Pedagang (merchant) adalah penjual barang dan/atau jasa yang menerima pembayaran dari transaksi penggunaan Uang Elektronik.
  6. Penyelenggara kliring adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan perhitungan hak dan kewajiban keuangan masing-masing penerbit dan/atau acquirer dalam rangka transaksi Uang Elektronik.
  7. Penyelenggara penyelesaian akhir adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan dan bertanggungjawab terhadap penyelesaian akhir atas hak dan kewajiban keuangan masing-masing penerbit dan/atau acquirer dalam rangka transaksi Uang Elektronik berdasarkan hasil perhitungan dari penyelenggara kliring.

Penyelenggara Uang Elektronik:
Bank Indonesia telah merilis daftar penyelenggara uang elektronik yang telah memperoleh izin per 21 November 2020, informasi lengkapnya ada di sini https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/informasi-perizinan/uang-elektronik/penyelenggara-berizin/Pages/default.aspx

Risiko Uang Elektronik:

  1. Risiko uang elektronik hilang dan dapat digunakan oleh pihak lain, karena pada prinsipnya uang elektronik sama seperti uang tunai yang apabila hilang tidak dapat diklaim kepada penerbit.
  2. Risiko karena masih kurang pahamnya pengguna dalam menggunakan uang elektronik, seperti pengguna tidak menyadari uang elektronik yang digunakan ditempelkan dua kali pada reader untuk suatu transaksi yang sama sehingga nilai uang elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi.

Cerdas Menggunakan Uang Elektronik:

  1. Pilih uang elektronik yang paling menunjang untuk kebutuhan Anda yang paling sering.
  2. Jangan terlalu banyak mengisi saldo uang elektronik. Ketika uang elektronik hilang, sama artinya dengan kehilangan sejumlah uang yang terkandung di dalamnya. Jaga seperti anda menjaga dompet.
  3. Jangan memberikan uang elektronik pada anak yang belum mengerti keuangan.
  4. Bijak menggunakan saldo uang elektonik hanya untuk kebutuhan yang telah direncanakan.
  5. Untuk transaksi jumlah besar sebaiknya gunakan kartu debit atau uang tunai. Penggunaan kartu elektronik untuk transaksi jumlah besar berpotensi menimbulkan masalah keamanan lebih tinggi karena harus mengisi ulang (top up) dengan jumlah besar.
  6. Pakai uang elektronik yang dikeluarkan oleh perbankan karena jangkauannya bisa mencapai pelosok wilayah. Hal ini akan memudahkan Anda yang kerap bepergian hingga ke wilayah pelosok. Selain karena jangkauannya yang tersebar hingga ke pelosok, perbankan juga pasti sudah akan memperhatikan masalah keamanan dan ketangguhan sistem mereka.
  7. Kenali berbagai biaya yang harus dikeluarkan dalam bertransaksi maupun melakukan isi ulang uang elektronik (top up).

Fokus

Pil Pahit Penundaan Haji untuk Garuda

Fokus

Kematian George Floyd Bentuk Ketidakadilan Rasial di Amerika

Rivalitas Politik di Balik Silang Pendapat Risma – Khofifah

Haryo Kuncoro

Bitcoin Versus E-Money, Sentralisasi Lawan Desentralisasi Uang Digital Revisi

Haryo Kuncoro
Direktur Riset Socio-Economic & Educational Business Institute, Jakarta

Tegas dan bijak adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan sikap Bank Indonesia (BI) atas polemik mengenai uang digital. BI berkukuh melarang penggunaan uang digital (cryptocurrency) semacam Bitcoin sebagai alat pembayaran di seluruh wilayah Indonesia.

BI mengklaim Bitcoin tidak layak sebagai mata uang lantaran tak memiliki dasar penilaian (underlying) yang kokoh. Dengan nilainya yang sangat fluktuatif, Bitcoin berpotensi kuat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

Sebagai instrumen investasi, Bitcoin juga memperlihatkan kelemahannya. Pasokannya yang sangat terbatas niscaya tidak mampu memenuhi permintaan. Konsekuensinya, Bitcoin menjadi aset kosong yang bersifat spekulasi dengan mengesampingkan perlindungan konsumen.

Untungnya, BI tidak alergi terhadap teknologi cryptocurrency. Bahkan BI hendak mengkaji kemungkinan penerapan uang digital rupiah dengan teknologi Blockchain. Walhasil, uang digital rupiah tampaknya menjadi resultan akhir dari proses metamorfosis panjang.

Sebelumnya, masyarakat mengenal rupiah berbahan logam, kertas, dan elektronik berbasis kartu. Perbedaan preferensi membawa persoalan uang tunai, uang elektronik, dan uang digital rupiah masuk ke ranah substitusi. Kemampuan substitusi tiga jenis uang tersebut menuntut ekuivalensi daya belinya.

Jika prinsip ekuivalensi ini tidak terpenuhi, hukum Grisham niscaya terjadi: bad money drives out good money. Perkembangan uang virtual akan tertekan dan bahkan bisa jadi akan dihindari. Masyarakat kembali memilih cara tunai-dalam taraf tertentu, jika tidak terpaksa betul-yang dianggap berdaya beli lebih tinggi.

Dengan prinsip ini, uang digital rupiah harus mampu menjalankan fungsinya sebagai media pertukaran dalam suatu sistem pembayaran seperti layaknya uang fisik. Posisi ini dengan sendirinya menutup peluang uang digital rupiah sebagai instrumen investasi.

Prinsip yang lazim berlaku adalah memegang uang menjadi likuid tetapi tidak menghasilkan imbal hasil (return). Sebaliknya, memegang aset akan menghasilkan imbal hasil tetapi pemiliknya tidak likuid lagi. Dengan logika ini pula nantinya tidak akan ada penambang uang digital rupiah sebagaimana yang terjadi pada Bitcoin.

Dengan skenario di atas, pemberlakuan uang digital rupiah sangat bergantung pada kapasitas teknologi informasi yang digunakan BI. Kecanggihan teknologi informasi memudahkan BI memantau peredaran uang digital sehingga bisa mendeteksi pergerakan inflasi.

Kompatibilitas teknologi informasi BI dengan jaringan global sangat membantu BI dalam mengamati pergerakan uang lintas negara yang berimbas pada pasokan likuiditas, cadangan devisa, dan nilai tukar. Konsekuensinya, cadangan valuta asing juga menuntut penyesuaian bentuk menuju cryptocurrency.

Kasus e-money memberikan pelajaran berharga dalam mendesain model sirkulasi uang virtual. Sebagai contoh, transaksi uang elektronik melalui Gerbang Pembayaran Nasional ternyata belum terkoneksi sempurna dengan Visa dan Master Card yang lebih dulu eksis sehingga menyulitkan investor asing.

Kesulitan niscaya muncul pada masa transisi. Pokok masalahnya adalah uang digital rupiah masih terkait erat dengan uang kertas, uang logam, dan uang elektronik tadi. Fase ini sangat krusial karena dominasi transaksi digital bisa jadi belum tercakup utuh dalam data jumlah uang beredar.

Dalam jangka panjang, uang digital rupiah juga akan membawa perubahan fundamental bagi bank umum. Kontak langsung peer to peer membuat peran bank sebagai lembaga intermediasi-yang menjembatani antara pihak yang berlebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana-akan semakin susut. Susutnya peran ini membuat bank umum tidak bisa leluasa menciptakan “uang sekunder” dari rupiah yang disimpan masyarakat. Konsekuensinya, BI tidak memiliki agen dalam mengimplementasikan kebijakan moneter dan makroprudensialnya. Rentang kendali menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

Dengan konfigurasi masalah tersebut, inovasi disruptif tampaknya sudah sampai pada wilayah moneter yang menuntut bank sentral bersikap akomodatif dan hati-hati. Kajian yang dilakukan BI harus mampu mengidentifikasi berbagai isu yang akan muncul sekaligus langkah penanggulangannya.

Kesulitan utama BI adalah belum ada praktik terbaik sebagai rujukan. Semua negara sejauh ini masih meraba-raba bentuk antisipasi yang paling elementer. Kemampuan melihat jauh ke depan dan kecerdasan berpikir yang spesifik adalah prasyaratnya. Jalan menuju cashless society masih panjang dan berliku.

10 Aplikasi Pembayaran Digital yang Paling Populer Saat Ini

Ditulis oleh Muhamad Dikdik – Diperbaharui 21 Mei 2020

Kemajuan teknologi yang sedang terjadi saat ini telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Salah satu yang ikut bertransformasi ada pada bidang transaksi keuangan. Jika sebelumnya masyarakat harus menggunakan media uang cash / tunai untuk membeli dan membayar sesuatu, kini hal itu sedang menuju perubahan besar.

Banyak orang di zaman sekarang yang sudah meninggalkan transaksi tunai dan beralih ke transaksi non-tunai atau cashless. Dengan ada tren seperti ini, mereka tidak harus membawa uang banyak-banyak dalam dompet atau tas jika ingin membeli atau membayar sesuatu. Bentuk transaksi seperti ini lebih dikenal dengan Digital Payment atau Pembayaran Digital.

Apa Itu Digital Payment?

Digital Payment adalah sebuah cara pembayaran yang menggunakan media berteknologi seperti SMS, Mobile Banking, Internet Banking, Digital Wallet, dan sebagainya. Seluruh kegiatan ini dapat dilakukan hanya dengan menggunakan perangkat elektronik yang bernama ponsel pintar.

Dari hari ke hari orang-orang mulai menggunakan cara pembayaran seperti ini karena dinilai lebih aman, efektif, dan efisien. Mereka tidak perlu lagi pergi ke luar rumah hanya untuk mengambil uang di ATM dan membayar segala jenis tagihan. Kini, dengan Digital Payment, kegiatan seperti membayar biaya listrik, air, mengisi pulsa, dan lainnya dapat dilakukan di rumah melalui sebuah gadget.

Apa Saja Keuntungan Menggunakan Digital Payment?

Digital Payment sangat diminati banyak orang karena memberikan banyak keuntungan bagi kehidupan mereka. Lalu apa saja keuntungan yang didapatkan dari penggunaan Digital Payment ini? Berikut adalah beberapa jawabannya.

1. Kapan dan Di mana Saja

Saat orang-orang ingin membayar sesuatu di sebuah tempat, maka pastinya mereka memiliki waktu yang terbatas. Hal itu sangat berbeda dengan Digital Payment yang dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Selama gadget terhubung dengan jaringan internet, maka Digital Payment akan tetap bisa dijalankan.

Jika kamu selalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak sempat pergi ke tempat pembayaran listrik misalnya, maka cukup buka ponsel pintarmu dan lakukanlah pembayaran secara digital di sana. Benar-benar sangat praktis, bukan?

2. Lebih Aman Dibanding Cash

Saat ini sering terdengar di berita-berita tentang maraknya uang palsu yang beredar di masyarakat. Jika seseorang kurang teliti dalam bertransaksi secara tunai, maka bukan tidak mungkin ia menjadi korban dari uang palsu tersebut dan pastinya akan sangat merugikan.

Namun, hal itu sepertinya dapat dihindari dengan Digital Payment. Orang-orang tidak perlu lagi mengira-ngira apakah uang yang sedang mereka pegang itu asli atau palsu. Dengan tingkat keamanan yang tinggi yang disediakan oleh penyedia layanan Digital Payment, maka transaksi yang dilakukan pun bisa berjalan aman dan nyaman.

3. Hemat Waktu dan Tenaga

Dalam beberapa tahun ke belakang, kamu mungkin pernah merasakan antrian yang panjang saat hendak membeli pulsa atau membayar sebuah tagihan. Hal ini sepertinya dapat terobati dengan adanya Digital Payment. Hanya dalam waktu yang cukup singkat, pembayaranmu dapat terselesaikan saat itu juga.

Selain dapat menghemat waktu, kamu juga tidak perlu lagi cape-cape mengantri dan menghabiskan banyak tenaga hanya untuk hal kecil. Jadi, cukup lakukan dengan gadget-mu di rumah, dan pergunakan waktumu untuk hal yang lebih bermanfaat lagi. Sangat menguntungkan, bukan?

4. Produk yang Beragam

Kamu bisa melakukan banyak pembayaran dengan Digital Payment ini. Dalam satu wadah, segala jenis tagihan yang harus dibayar dapat dengan mudah diselesaikan hanya dalam waktu beberapa menit. Selain itu, berbelanja online juga sangat mudah dilakukan karena hadirnya Digital Payment ini.

Tipe-tipe Pembayaran Digital Populer

Nah, untuk melakukan pembayaran secara digital, Anda juga perlu tahu tipe-tipe pembayaran yang populer. Berikut kami rekomendasikan beberapa tipe pembayaran digital yang populer di Indonesia.

1. Mobile Banking

Bank-bank besar yang ada di Indonesia (terutama bank pemerintah) umumnya memiliki fasilitas Mobile Banking yang dapat diunduh melalui ponsel pintar. Aplikasi Mobile Banking ini berguna untuk melakukan kegiatan-kegiatan finansial yang salah satunya adalah pembayaran secara digital.

Cukup unduh dan download aplikasi Mobile Banking dari bank tempat kamu menabung, lalu ikuti prosesnya sesuai dengan aturan bank masing-masing. Biasanya kamu harus melakukan aktivasi Mobile Banking dengan datang langsung ke cabang bank terdekat. Setelah itu, semua fitur dalam Mobile Banking dapat diakses dengan mudah. Aplikasi Mobile Banking berbagai bank dapat kamu unduh di Play Store atau App Store.

2. SMS Banking

SMS Banking juga adalah layanan transaksi finansial lain yang ditawarkan oleh pihak bank. Nomor ponsel kamu mempunyai peran yang sangat penting di sini. Hal itu karena transaksi perbankan yang dilakukan dengan SMS Banking akan dilakukan melalui fitur SMS.Dengan SMS Banking, kamu juga bisa melakukan Digital Payment.

Agar nomor ponselmu bisa dijadikan alat transaksi, maka kamu harus mendaftarkannya terlebih dahulu di bank tempat kamu menabung. Jika sudah, maka kamu dapat melakukan banyak pembayaran melalui SMS Banking dengan gadgetmu menggunakan UMB (USSD Menu Browser) *141#.

3. Internet Banking

Ini juga adalah layanan transaksi finansial lainnya dari bank. Jika ingin mengaktifkan layanan ini kamu harus pergi ke bank dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku, buku tabungan , kartu ATM, serta memiliki alamat email aktif. Jika semua prosesnya selesai, kamu bisa melakukan Digital Payment dengan Internet Banking. Internet Banking menggunakan sebuah token untuk melakukan transaksi finansial.

4. Uang Elektronik (e-Money)

Uang elektronik (e-money) adalah layanan finansial yang memungkinkan semua transaksi dilakukan secara digital. Layanan ini adalah layanan paling populer di era sekarang. Salah satu ciri layanan keuangan disebut uang elektronik adalah layanan tersebut menggunakan jaringan internet. Ciri yang lainnya, uang elektronik berfungsi sebagai alat pembayaran dan deposit dengan cara transfer.

Uang elektronik hadir untuk menjawab kebutuhan layanan pembayaran tanpa tunai. Malah, banyak yang menyebut layanan adalah layanan masa depan yang bakal menggantikan teknologi layanan pembayaran non-tunai lainnya.

Di Indonesia, sudah banyak perusahaan yang menghadirkan uang elektronik. Hanya saja, perusahaan yang menghadirkan uang elektronik resmi haruslah terdaftar di Bank Indonesia. Dengan kata lain, layanan uang elektronik harus memiliki izin penyelenggaraan uang elektronik dari Bank Indonesia.

Kini, ada banyak layanan uang elektronik atau e-Money yang sudah mulai dikenal di masyarakat. Nah, daftar layanan e-money populer ini akan dipaparkan berikut ini.

Daftar Layanan Pembayaran Digital e-Money Populer

Setelah mengetahui tipe-tipe pembayaran digital, kini beralih dengan daftar layanannya. Ada banyak daftar layanan pembayaran digital berupa e-money, dan berikut akan kami rekomendasikan dari yang terpopuler.

1. Go-Pay

Go-Pay merupakan sebuah layanan berbentuk financial technology atau fintech yang dimiliki oleh Go-Jek. Kamu semua pasti tahu apa itu Go-Jek yang sekarang sudah melang-lang buana ke beberapa negara. Jika kamu salah satu pengguna setiap Go-Jek, maka kamu tidak asing lagi dengan Go-Pay.

Go-Pay ini mirip seperti T-Cash. Saldo yang ada dalam Go-Pay dapat kamu gunakan untuk belanja online, membayar beberapa jenis tagihan, isi ulang pulsa, dan lain-lain. Untuk mengisi saldo Go-Pay juga cukup mudah dilakukan. Kamu bisa melakukannya melalui ATM, minimarket, atau melalui pengemudi Go-Jek. Donwload aplikasi Go-Jek di sini.

2. OVO

Selanjutnya ada OVO yang merupakan salah satu mobile payment yang cukup banyak digunakan. Melalui OVO, kamu juga bisa melakukan berbagai jenis pembayaran seperti langganan internet, listrik, isi pulsa, dan lain-lain. Top up saldo OVO dapat dilakukan melalui ATM, m-Banking, Internet Banking, Debit Card atau melalui merchant-merchant tertentu. Download aplikasi OVO di sini.

3. LinkAja

Jika kamu nomor ponsel yang kamu gunakan menggunakan operator Telkomsel, maka kamu dapat menggunakan layanan uang non-tunai dari operator telekomunikasi milik pemerintah ini. LinkAja ini sudah mendapatkan izin Bank Indonesia untuk beroperasi dan aman digunakan.

Melalui LinkAja kamu bisa melakukan banyak transaksi finansial termasuk Digital Payment. Untuk bisa melakukan transaksi, kamu harus memiliki saldo di akun LinkAja-mu.

Bagaimana cara mengisi saldo tersebut? Kamu bisa melakukannya di GraPari Telkomsel, minimarket, atau melalui transfer bank. LinkAja ini tersedia dalam bentuk aplikasi yang bisa kamu download di sini. Jika ingin tahu lebih lanjut cara daftar dan memakai LinkAja, kamu bisa membaca artikel “Langkah-Langkah Menggunakan T-Cash dengan Mudah” yang dulu masih menggunakan nama T-Cash.

4. mandiri online

Meskipun memiliki nama bank tertentu tapi mandiri online ini ternyata bisa digunakan untuk bank apapun. Cara penggunaannya juga sangat mudah, Anda hanya perlu tap kartu e-money ke HP sambil membuka aplikasi mandiri online. Tapi ada syaratnya, HP yang digunakan harus memiliki fitur NFC. Jika tidak ada fitur tersebut maka Anda tidak bisa menggunakan aplikasi ini.

Terkesan ribet tapi sebenarnya mandiri online memudahkan Anda. Pasalnya, aplikasi ini dilengkapi dengan banyak fitur pembayaran, mulai dari pembayaran internet, PLN, tiket, telepon, hingga pembayaran untuk pendidikan pun tersedia di sini. Dan yang paling penting Anda bisa melakukan isi ulang e-money dengan mudah.

5. DANA – Indonesia’s Digital Wallet

Aplikasi DANA memudahkanmu untuk bertransaksi tanpa uang cash dan tanpa kartu! Kamu bisa melakukan beragam jenis pembayaran dengan aplikasi DANA kapan dan di mana saja seperti isi pulsa, bayar tagihan listrik dan air, bayar cicilan, asuransi, serta BPJS. Dana telah menyiapkan fitur QR Code yang dapat memangkas antrian saat akan melakukan pembayaran di banyak merchant DANA.

Kamu juga dapat dengan mudah melakukan kirim-kirim uang dengan aplikasi ini. Cukup dengan memasukan nomor ponsel penerima, kamu bisa mengirim uang lebih cepat. Kamu juga bisa meminta uang kepada teman-teman Danamu dengan membagikan kode QR kamu agar mereka bisa langsung mengirimkannya ke akun Danamu. Kamu dapat mengunduh aplikasi Dana di sini.

6. i.Saku

Kamu bisa menikmati layanan pembayaran digital yang aman dan nyaman dengan i.Saku. Hal itu karena aplikasi ini sudah mendapatkan izin BI (Bank Indonesia) untuk beroperasi. Selain itu, kamu juga dapat melakukan setor tunai maupun tarik tunai saldo dengan menggunakan fasilitas token.

Kamu bisa mengumpulkan poin dari setiap transaksi yang dilakukan dengan i.Saku. Setelah banyak poin terkumpul, kamu bisa menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik dari My Poin. Dengan iSaku juga, kamu bisa mendapatkan berbagai macam promo yang ada di lebih dari 14.000 gerai Indomaret. Download iSaku di sini.

7. Sakuku

Sakuku adalah layanan pembayaran dengan uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank BCA. Aplikasi ini menggunakan nomor ponselmu untuk dijadikan akun nomormu tanpa dibebani oleh biaya bulanan. Ada banyak transaksi perbankan yang bisa kamu lakukan dengan Sakuku, seperti top up / cash n di ATM BCA, KlikBCA Individual, dan BCA mobile, mengirim uang ke rekening BCA, penarikan uang tunai di ATM BCA, dan lain-lain.

Sakuku memiliki layanan yang lebih lengkap di Sakuku Plus. Beberapa transaksi perbankan di atas hanya bisa dilakukan di Sakuku Plus. Kamu bisa mengaktifkan fitur ini jika kamu seorang pengguna BCA Mobile yang telah melakukan transaksi dalam jangka waktu satu bulan terkahir. Download aplikasi Sakuku di sini.

8. Doku

Kamu bisa melakukan pembayaran online atau offline dengan Doku kapan pun dan di mana pun. Tentu saja hal itu dilakukan dengan aman karena dilengkapi dengan Password dan PIN. Melalui aplikasi ini, kamu dapat melakukan pembayaran berbagai macam tagihan bulanan, membeli pulsa, serta melakukan transfer saldo ke sesama pengguna Doku.

Bagi kamu yang suka berbelanja di e-commerce luar negeri seperti AliExpress, kamu bisa menggunakan Doku sebagai media pembayaran. Selain itu, Doku dapat kamu gunakan di AlfaOnline, Citilink, KAI, untuk beli paket data BOLT, bayar langganan First Media, membayar cicilan motor, tarik tunai dan masih banyak lagi. Download Doku di sini.

9. PayTren

Kamu juga dapat melakukan berbagai macam transaksi atau pembayaran dengan PayTren eMoney seperti halnya ATM, Internet / SMS / Mobile Banking, dan PPOB (Payment Point Online Bank). Jamaah Ust Yusuf Mansur mungkin tidak asing dengan PayTren eMoney karena ini adalah produk dari perusahaan yang beliau pimpin.

Fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi ini adalah: isi pulsa, beli voucher game, token TV prabayar, token PLN, leasing, tagihan listrik, PDAM, tiket pesawat, tiket kereta api, sedekah, dan lain-lain. Kamu bisa mengunduh aplikasi PayTren eMoney di sini.

10. True Money

Di daftar terakhir ada True Money yang juga bisa kamu andalkan untuk melakukan berbagai macam transaksi dengan mudah kapan dan di mana saja. Beberapa fitur yang ada di dalam True Money antara lain kirim uang ke sesama member TrueMoney atau ke rekening bank, tarik tunai melalui Agen TrueMoney, Alfamart dan Alfamidi, beli pulsa, paket data, token listrik, dan voucher games.

Selain itu, kamu juga bisa membayar tagihan PLN, PDAM, Telepon/HP, Internet, BPJS, TV Berbayar, Multifinance serta token untuk belanja dan tarik saldo di Alfamart & Alfamidi. Download aplikasi True Money di sini.

Itulah beberapa layanan pembayaran digital e-money yang populer. Mungkin masih ada beberapa aplikasi sejenis lain di luar sana yang belum disebutkan di sini. Sebagian aplikasi di atas pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Namun, untuk sisanya bisa jadi terdengar baru untuk yang lainnya.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: