Perbedaan Utama Short Selling Saham Dan Forex, Perbedaan Utama Short Selling Saham dan Forex

Peringkat broker opsi biner:

Perbedaan Utama Short Selling Saham dan Forex

Trader baru biasanya akan memasuki pasar sering merasa nyaman dengan konsep membeli saat membuka perdagangan. Bagaimanapun juga, sejak zaman kita masih kecil kita selalu mendapatkan masukan untuk ‘membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi’.

Mudah dibayangkan bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan dari usaha ini. Jika kita bisa menjual sesuatu dengan harga lebih tinggi dari yang kita beli, kita bisa menjaga perbedaannya.

Tapi pasar keuangan dihuni dengan oportunis yang tidak mau menunggu harga rendah untuk menemukan potensi keuntungan; dan dengan pedagang yang bersedia membeli dan menjual dengan banyak interval, tidak ada alasan untuk melepaskan kesempatan untuk membeli .

Di sinilah kita dapat memanfaatkan short selling untuk mendapatkan keuntungan.

Short Selling di Pasar Saham

Istilah ‘Short-Selling’, akan sering membingungkan banyak trader pemula terutama yang berbasis trader saham. Lagi pula, bagaimana kita bisa menjual sesuatu jika kita tidak memilikinya?

Ini adalah hubungan yang dimulai di pasar saham sebelum Forex pun dipikirkan. Trader yang ingin berspekulasi mengenai harga saham yang turun membuat mekanisme yang menakjubkan dimana mereka bisa melakukannya.

Trader yang ingin berspekulasi naik turunnya harga mungkin tidak memiliki saham yang ingin mereka lawan; Tapi sepertinya, ada orang lain yang melakukannya. Pialang mulai melihat peluang potensial ini; dalam mencocokkan klien mereka, memegang saham ini dengan klien lain yang ingin menjualnya tanpa memilikinya. Para pedagang memegang saham lama dapat melakukannya untuk sejumlah alasan. Mungkin mereka memiliki harga beli yang sangat rendah dan tidak ingin memberlakukan pajak capital gain. Atau mungkin investor yang memegang lama percaya kebalikan dari trader yang ingin menjual pendek?

Peringkat broker opsi biner:

Apapun alasannya, ada peluang bagi broker untuk bermain sebagai penengan, dalam bertransaksi, dan membuat biaya untuk melakukannya.

Broker akan mendatangi pelanggan yang telah membeli, dan memegang posisi panjang untuk ‘meminjam,’ sahamnya.

Anda mungkin pernah mendengar istilah ‘re-hypothecation’, dan dari situlah ini mulai diputar. Pedagang yang telah memiliki margin untuk membeli saham sering kali telah menandatangani ‘perjanjian hypothecation’, yang memungkinkan broker mereka menggunakan saham yang dibeli sebagai jaminan penjualan. Dengan re-hypothecation, broker yang sama dapat menggunakan agunan ini untuk tujuan mereka sendiri; seperti membiarkan pelanggan lain meminjam saham untuk dijual (tanpa benar-benar memiliki).

Pelanggan yang ingin melakukan short selling kemudian bisa meminjam saham dari broker, dengan janji untuk ‘membeli kembali untuk menutupi’, di kemudian hari. Harapan trader adalah mereka bisa membeli kembali dengan harga yang lebih rendah, melunasi pinjaman dengan jumlah pasti saham yang dipinjam, dan mengantongi selisih harga.

Jika pedagang dapat membeli kembali saham dengan harga lebih rendah, selisih antara harga di mana pedagang pada awalnya menjual saham yang dipinjam, dan harga baru yang lebih rendah, pedagang dapat membeli saham tersebut untuk menutupi perdagangan – menjadi keuntungan trader.

Short Selling di Pasar Forex

Di Pasar FX, transaksi ditangani secara berbeda dari pada saham.

Pertama-tama, setiap kutipan mata uang diberikan sebagai ‘transaksi dua sisi’.

Ini berarti bahwa jika Anda menjual pasangan mata uang EUR / USD, Anda tidak hanya menjual Euro; tapi Anda membeli dolar

Jika Anda membeli pasangan mata uang GBP / JPY – Anda membeli British Pounds dan menjual Yen Jepang.

Jika Anda menjual pasangan mata uang AUD / NZD – Anda menjual dolar Australia dan membeli dolar Selandia Baru.

Karena ini, tidak ada ‘pinjaman’, perlu dilakukan untuk memungkinkan penjualan singkat. Sebagai soal fakta, kutipan diberikan dalam format yang sangat mudah dibaca yang membuat short-selling lebih sederhana.

SahamOK.com

Investasi Saham Indonesia Lebih Realistis

Saham vs Forex : Persamaan dan Perbedaan

Saham dan Forex adalah dua bentuk perdagangan di sektor keuangan yang sangat likuid. Trading forex di Indonesia umumnya bisa dilakukan di rumah, begitu juga dengan trading saham karena kedua-duanya memberikan fasilitas transaksi online trading. Perbedaan dan persamaan antara saham vs forex ( Foreign Exchange ) secara umum dapat dijelaskan oleh tabel berikut .

Saham vs Forex

No Kontek Saham Forex
1 Harga berubah-ubah
Price Volatility
2 Memiliki Daya ungkit
Leverage
3 Jam perdagangan
Trading Hours
Pagi s.d Sore 24 jam
4 Memiliki Produk turunan
Derivative product
5 Memiliki Fasilitas Perdagangan Online
Online trading capability
6 Memerlukan Analisa Fundamental
Fundamental Analysis
7 Memerlukan Analisa Teknikal
Technical Analysis
8 Tujuan untuk Berdagang
Trading purpose
9 Tujuan untuk Berinvestasi
Investing Purpose
10 Jumlah item yang diperdagangkan
Number of items to trade
Ribuan Sedikit
11 Transaksi 2 arah
Short and long position
12 Resiko
Risk

A. Persamaan saham vs forex

1. Harga berubah-ubah

Salah satu persamaan saham dan forex adalah fluktuasi harga setiap saat. Baik harga saham maupun nilai tukar mata uang akan berubah setiap menit ( bahkan detik ).

Forex

Grafik USD-JPY : Fluktuasi harga nilai tukar dalam satu hari perdagangan. Saham vs Forex

Saham

Grafik saham SMGR ( Semen Indonesia ): Fluktuasi harga dalam satu hari perdagangan. Saham vs Forex

2. Produk Turunan / Derivative

Saham dan forex sama-sama memiliki produk turunan.

No Forex Saham
1 Currency Futures Warrant
2 Currency Swap Opsi
3 Foreign exchange binary option Convertible bond
4 Foreign exchange forward
5 Foreign exchange option
6 Foreign exchange swap
7 Forward exchange rate

3. Fasilitas Perdagangan Online

Baik perdagangan saham maupun perdagangan forex saat ini menggunakan sistem online trading. Apabila kita sudah membuka rekening ( account ) di saham atau forex, selanjutnya kita bisa melakukan transaksi secara online di rumah atau melalui komputer yang ada di kantor pialang, bahkan bisa dilakukan lewat mobile device. Jadi, saham vs forex sama-sama memiliki fasilitas perdagangan online.

4. Analisa Teknikal

Untuk tujuan perdagangan ( jangka waktu yang pendek ), saham vs forex sama-sama membutuhkan kemampuan menganalisa grafik pergerakan harga atau lebih dikenal dengan istilah analisa teknikal.

5. Bertujuan untuk perdagangan

Forex dipakai sebagai salah satu sarana bertransaksi dalam jangka pendek ( berdagang atau trading ) di sektor finansial. Saham juga dapat dipakai sebagai salah satu sarana untuk tujuan tersebut diatas.

6. Resiko

Perdagangan di saham dan forex sama-sama memiliki resiko. Fluktuasi harga tidak selalu bisa kita pantau. Tidak mungkin selama perdagang bursa, mata anda hanya tertuju kelayar monitor atau layar hp.

B. Perbedaan saham vs forex

1. Daya Ungkit

Saham

Dengan uang 100 juta, kita hanya bisa membeli saham senilai 100 juta. Kita tidak bisa membeli dengan berhutang. Hanya investor tertentu saja ( yang diberi hutang oleh pialang yang disebut dengan istilah margin ).

Forex

Dengan 1000 dollar, kita bisa bertransaksi sebesar 100.000 dollar. Pialang akan memberikan hutang sebesar 99.000 dollar. Jika kita untung, maka keuntungannya akan berlipat-lipat dibandingkan dengan modal yang cuma 1000 dollar. Demikian juga, jika rugi maka kerugiannya juga akan berlipat-lipat.

2. Jam Perdagangan – Saham vs Forex

Saham vs forex memiliki perbedaan dari sisi jam perdagangan. Kedua pasar saham dan pasar forex beroperasi di jadwal yang ketat.

  • Kebanyakan pasar saham beroperasi dari pagi sampai sore selama 8 jam, dan kemudian tutup sampai keesokan harinya ketika perdagangan dibuka kembali. Sebagai contoh, Bursa Efek Indonesia ( IDX ) jam perdagangannya adalah antara pukul 10 pagi sampai 17:00 WIB. Anda dapat memeriksa jadwal Bursa Efek Indonesia lebih lengkap di Jam Perdagangan BEI.
  • Sebaliknya, tidak ada downtime di pasar forex. Pasar forex beroperasi 24 jam sehari di 3 shift, sepanjang tahun. Anda dapat memilih jam perdagangan forex antara AS, Asia atau Eropa , mereka tumpang tindih seingga memungkinkan perdagangan mata uang di malam hari. Lebih lengkap tentang jam perdagangan forex dapat anda lihat di Forex Market Time Converter.

Jam perdagangan pasar forex. Saham vs Forex

3. Analisa Fundamental – Saham vs Forex

Saham

Saham dapat dipergunakan sebagai sarana untuk berdagang ( trading ) maupun sarana investasi ( investing ). Jika hanya bertujuan untuk perdagangan, maka yang diutamakan adalah kemampuan untuk menganalisa grafik harga ( analisa teknikal ). Namun jika tujuannya adalah untuk investasi maka yang lebih utama adalah analisa fundamental. Ini untuk memastikan bahwa saham yang dibeli selalu memiliki kecendrungan naik terus ( meskipun berfluktuasi naik turun ).

Forex

Forex dalam implementasinya tidak memerlukan analisa fundamental.

4. Bertujuan untuk investasi – Saham vs Forex

Forex

Harga nilai tukar mata uang dalam jangka panjang cendrung berfluktuasi dalam kerangka mendatar. Dengan demikian, Forex lebih cenderung untung tujuan perdagangan ( trading ) dan tidak untuk tujuan investasi ( investing ). Berikut sebagai contoh adalah grafik nilai tukar Euro/Dollar spot rate.

Euro/USD spot rate : grafik nilai tukar Euro terhadap dollar selama 10 tahun. Saham vs Forex

Saham

Sedangkan saham yang berkualitas cendrung berfluktuasi dalam kerangka yang terus naik. Ini memungkinkan saham disamping dapat dipakai untuk tujuan perdagangan juga lebih dapat diandalkan untuk tujuan investasi. Berikut sebagai contoh adalah grafik harga saham Google Inc.

GOOG ( Google Inc ) : grafik harga saham dalam 10 tahun. Saham vs Forex

5. Item yang diperdagangkan

Dalam hal item perdagangan, saham vs forex meliki perbedaan sebagai berikut :

Forex

Item yang diperdagangkan di forex sangat sedikit. Mayoritas pedagang forex memfokuskan perdagangan pada pada tujuh pasangan mata uang yang berbeda.

Ada empat pasangan mata uang “besar”, yang meliputi

dan tiga pasang komoditas,

Pasangan mata uang lain masih ada yang disebut dengan Cross Currency, namun yang utama dalam perdagangan forex adalah ketujuh pasangan mata uang diatas.

Saham

Berbeda dengan forex, bursa saham memiliki item saham yang bisa diperdagangan sangat banyak. dari ratusan hingga ribuan. Bursa Efek Indonesia memiliki lebih dari 500 item saham yang diperdagangkan. Sedangkan bursa dunia yang besar-besar seperti bursa Newyork, bursa Tokyo dan bursa London memiliki ribuan item saham yang diperdagangkan.

6. Transaksi dua arah

Tabel berikut menjelaskan tentang 1 kali transaksi saham vs forex dengan siklus diawali dan diakhiri.

1 siklus transaksi

Saham Forex
Open ( Awal ) Beli Beli Jual
Close ( Akhir ) Jual Jual Beli

Saham

Dalam setiap kali transaksi ( 1 siklus transaksi ), akan diawali dengan membeli saham, lalu menjualnya ( setelah menunggu beberapa waktu ). Selisih antara harga beli dengan harga jual merupakan keuntungan ataupun kerugian.

Kita tidak bisa menjual saham dulu ( meminjam saham orang lain untuk dijual ) lalu setelah beberapa waktu melakukan pembelian ( mengganti saham orang lain yang dipinjam tadi ). Istilah lainnya, kita tidak bisa melakukan short. Namun untuk investor tertentu ( spesial menurut pialang ) adakalanya pialang mau meminjamkan sahamnya untuk dijual terlebih dahulu. Tentu saja ada biaya yang dikenakan untuk meminjam ini.

Forex

Dalam transaksi forex, kita boleh mengawali dengan membeli, lalu setelah beberapa waktu menjualnya. Kita juga bisa mengawalinya dengan menjual, lalu setelah beberapa waktu membelinya kembali. Ini yang dimaksud dengan transaksi dua arah dalam perdagangan forex.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: