Perdagangan Opsi Nikkei Perkembangan Perundingan AS-China Positif, Bursa Asia Menguat – Market

Peringkat broker opsi biner:

Perkembangan Perundingan AS-China Positif, Bursa Asia Menguat

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat karena bersikap positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China “bergerak maju.”

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang tepantau menguat 0,3 persen, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,11 persen dan 0,23 persen. Adapun indeks Kospi menguat 1,02 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite menguat 0,43 persen, sedangkan indeks CSI 300 naik 0,59 persen. Adapun indeks Hang Seng melonjak 1,04 persen.

Dilansir Reuters, nada optimis Trump dalam komentar pada hari Kamis sudah cukup untuk memicu aksi beli, meskipun belum ada kesepakatan antara Washington dan Beijing tentang perlunya penurunan tarif sebagai bagian dari kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dagang kedua negara.

“Banyak pelaku pasar mengambil sikap wait and see mengingat kurangnya isyarat perdagangan baru menjelang data payroll AS dan peristiwa-peristiwa penting lainnya. Tetapi jelas, suasana hati sedikit positif,” kata Yasuo Sakuma, kepala investasi di Libra Investments, seperti dikutip Reuters.

Investor berharap kedua belah pihak akan mencapai kompromi untuk setidaknya menghindari ketakutan terburuk mereka, bahwa AS akan tetap menerapkan tariff pada impor China senilai US$156.

Investor juga menantikan pertemuan kebijakan The Fed pada 1-11 Desember serta tenggat waktu 15 Desember yang akan datang untuk pengenaan tarif AS lebih lanjut pada barang-barang Cina. Sebuah jajak pendapat Reuters dari para ekonom dan analis menunjukkan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada 1,50-1,75 persen.

Sakuma mengatakan pasar kemungkinan akan tetap cukup tangguh karena investor telah mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan penurunan saham dengan mengambil opsi beli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Peringkat broker opsi biner:

Kasus Corona & Tensi AS-China Memanas Picu Bursa Asia Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia pada perdagangan Kamis (21/5/2020) mayoritas ditutup melemah. Ini karena kekhawatiran ketegangan antara AS-China semakin memburuk membuat selera risiko (risk appetite) investor terkendali.

Penurunan bursa saham Asia juga karena investor terus memantau pembukaan kembali ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, ada potensi ancaman serangan gelombang kedua.

Data perdagangan mencatat, bursa saham di China daratan menurun, dengan indeks Shanghai Composite turun 0,55% menjadi 2.867,92, sedangkan Shenzhen anjlok 0,94% pada 1.845,40. Sementara pasar saham di Hong Kong indeks Hang Seng tergelincir 0,49% ke 24.280,03 pada penutupan perdagangan.

Pasar saham Jepang indeks Nikkei 225 turun 0,21% menjadi 20.552,31 sedangkan indeks Topix ambles 0,23% pada 1.491,21. Koreksi bursa saham di Jepang terdorong oleh laporan yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur di Jepang terus berkontraksi pada bulan Mei, dan pada kecepatan yang lebih cepat.

Survei terbaru dari Jibun Bank mengungkapkan PMI manufaktur dengan skor 31,7, turun dari 34,7 pada bulan April.

Dari kawasan Asia lainnya, bursa saham Korea Selatan indeks Kospi ditutup menguat 0,44% pada 1.998,31. Sementara pasar saham di Australia, indeks acuan (benchmark) S&P/ASX 200 merosot 0,41% menjadi 5.550,40.

Di awal sesi perdagangan bursa Asia sempat menguat setelah reli semalam di Wall Street di tengah optimisme yang berkelanjutan tentang pemulihan ekonomi dari karantina wilayah (lockdown) yang disebabkan oleh virus corona.

Namun, investor menjadi waspada setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan bahwa jumlah kasus virus corona yang baru dilaporkan di seluruh dunia telah mencapai rekor harian sejak wabah pertama kali terjadi.

WHO juga menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya jumlah kasus di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Mengacu data dari Worldometers terkini per 21 Mei 2020, jumlah pasien terpapar virus corona di seluruh dunia mencapai lebih dari 5,1 juta orang, dengan pertambahan kasus harian sebesar 18.166 orang, sementara jumlah korban jiwa lebih dari 329 ribu orang.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Trump Tebar Kabar Positif, Bursa Saham Asia Masuk Zona Hijau

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham di kawasan Asia masuk zona hijau p ada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/4/2020) setelah merespons kenaikan bursa saham Wall Street usai Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan pembukaan kembali kegiatan ekonomi Negeri Paman Sam.

Keputusan itu diambil Trump karena menurutnya jumlah kasus baru virus corona (Covid-19) di AS sudah mulai menurun dan bahwa pembatasan (shutdown) sebagian wilayah untuk menekan penyebaran wabah dianggapnya telah membuahkan hasil.

“Jelas bahwa strategi agresif kami berhasil,” katanya dalam konferensi pers, mengutip AFP. “Pertempuran berlanjut tetapi data menunjukkan bahwa pertumbuhan kasus-kasus baru secara nasional telah melewati puncaknya.”

Data perdagangan mencatat, pasar saham China daratan dibuka menguat pada awal perdagangan, dengan indeks Shanghai Composite naik 0,88%, sedangkan Shenzhen melonjak hampir 1%. Sementara pasar saham di Hong Kong, indeks Hang Seng melambung 2,25%.

Pasar saham Jepang terapresiasi, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 2,49% terdorong oleh kenaikan saham-saham blue chip, saham Fast Retailing dan Softbank Group masing-masing naik lebih dari 4% sedangkan indeks Topix menguat 1,24%.

Sementara di sektor teknologi, saham Advantest naik lebih dari 4% dan Tokyo Electron melonjak 3%. Saham produsen mobil yakni Honda naik hampir 7% dan Toyota menguat lebih dari 2%.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan di antara pasar utama di kawasan Asia karena melonjak 3,26% sementara indeks Kosdaq menguat 1,35%.

Pasar saham Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 104,70 poin atau 1,93% menjadi 5.521. Saham-saham pendorong kenaikan di antaranya saham pertambangan Rio Tinto naik 3%, Fortescue Metals menguat lebih dari 2% dan BHP naik hampir 2%.

Rio Tinto melaporkan peningkatan produksi dan pengiriman bijih besi Pilbara pada kuartal pertama dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Dari kawasan Asia lainnya yaitu bursa saham domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini juga menghijau, pukul 10:20 WIB naik 2,62% pada 4.598,11, dengan nilai transaksi tercatat Rp 2,91 triliun.

Sementara bursa saham Wall Street yang merupakan acuan atau barometer dari bursa saham global pada penutupan perdagangan pagi dini hari tadi masuk zona hijau karena karena laporan data klaim pengangguran yang lebih baik dari perkiraan dan periode sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 33,33 poin, atau 0,1%, menjadi 2.337,68, menghapus kerugian di awal perdagangan. S&P 500 naik 16,19 poin, atau 0,6%, menjadi 2.799,55 dan Nasdaq Composite naik 139,19 poin, atau 1,7% menjadi 8532,36.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: