Perdagangan Siklus Forex – Memahami Komponen Pergerakan Harga Dalam Forex

Peringkat broker opsi biner:

Memahami Komponen Pergerakan Harga

Dibaca Normal 5 menit

Agar dapat mengetahui pergerakan harga di pasar forex dengan lebih baik, maka ada baiknya Anda ketahui dulu beberapa komponennya. Apa saja itu?

Walaah, gak usah bingung-bingung kalau mau trading. Apapun pemahaman sistem maupun cara tradingnya, yang penting hasilnya hijau, oke lah

Yah, memang ada sih temen trader yang berpendapat demikian, saya pun sepakat. Namun, sebaiknya kita mesti mempunyai pemahaman maupun sistem trading yang dapat dipertanggungjawabkan. Well, bukan maksud hati membuat segalanya jadi ruwet. Hanya saja, meskipun modal yang kita kelola itu modal kita sendiri, tetap saja segala keputusan yang kita ambil harus dilandasi dengan pertimbangan rasional apabila kita menganggap forex sebagai bisnis.

Berdasarkan uraian di atas, maka hal krusial bagi seorang trader adalah memahami komponen pergerakan harga. Tentu saja dari pemahaman tersebut, kemudian akan diambil kesimpulan tentang posisi apa yang akan diambil, berapa Take Profit dan berapa Stop Loss.

Bagi seorang trader fundamental, komponen pergerakan harga bisa diketahui dengan memantau isu-isu maupun berita global, serta melakukan prediksi awal tentang reaksi market terhadap hal tersebut. Sementara bagi trader teknikal, pemahaman akan komponen pergerakan harga lebih mengacu pada data-data historis.

Hal ini disesuaikan dengan keyakinan dasar mereka, bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan kejadian yang telah lalu dan bahwa history selalu berulang, termasuk juga dalam pergerakan harga. Oleh karena itu, mari kita mengenal berbagai komponen pergerakan harga sebagai berikut:

1. Tren

Tren didefinisikan sebagai kecenderungan harga untuk bergerak dalam satu arah. Secara sederhana, tren dibedakan menjadi 3 macam:

  • Uptrend, yaitu pergerakan harga yang naik secara bertahap.
  • Downtrend, yaitu pergerakan harga yang menurun secara bertahap.
  • Ranging atau Sideways, yakni saat harga menunjukkan konsolidasi akibat adanya tarik-menarik antara pihak seller vs. buyer. Pada kondisi ini, arah tren sulit untuk diketahui karena harga hanya bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu.

2. Volatilitas

Besarnya jarak antara fluktuasi (naik turunnya) harga secara periodik disebut volatilitas. Volatilitas tinggi berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dengan cepat pula, sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu. Di sisi lain, volatilitas yang lebih rendah berarti nilai tukar tidak banyak berfluktuasi, dan perubahannya cenderung kecil dari waktu ke waktu.

3. Momentum

Momentum ini ada hubungannya dengan tren pada poin pertama di atas. Agar tidak salah atau telat entry, maka kita perlu tahu dulu kekuatan tren yang sedang terjadi. Kekuatan inilah yang dinamakan momentum. Dengan bantuan momentum, kita dapat mengetahui apakah tren akan berlanjut (momentum menguat) atau justru berbalik (ditandai dengan melemahnya momentum).

4. Kekuatan Pasar

Intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga, dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar, disebut kekuatan pasar atau sentimen pasar. Dalam pasar forex, sentimen ini berpengaruh cukup signifikan terhadap kondisi pasar yang sedang diperdagangkan. Sentimen yang negatif biasanya akan melemahkan pasar, sementara sentimen positif cenderung memperkuat pergerakan harga di pasar.

Peringkat broker opsi biner:

5. Siklus

Yaitu kecenderungan harga pasar untuk bergerak dalam pola siklus tertentu. Salah satu teori analisa yang mengulas pola pergerakan harga dalam siklus tertentu adalah Elliot Wave. Di sini, harga dipetakan dalam 5 gelombang utama dan 3 gelombang koreksi. Jika harga sudah membentuk semua gelombang-gelombang tersebut, maka trennya akan berlanjut.

6. Support Resistance

Ketika para trader menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dan melakukan profit-taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah mencapai level tinggi tertentu, atau biasa disebut sebagai Resistance. Sebaliknya, ada level harga yang oleh para trader dianggap sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan melakukan profit-taking. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik dari suatu level yang dikenal sebagai Support.

Penutup

Overall, pemahaman akan hal-hal tersebut merupakan suatu keharusan untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dalam bertrading. Tidak perlu khawatir tentang dari mana memperoleh data maupun cara mengolah data yang kita butuhkan tersebut. Bisa dikatakan, kita sungguh beruntung ada di zaman dimana segala macam informasi dari banyak sumber bisa diolah dan disajikan secara real-time, sehingga kita bisa melakukan trading dengan mudah plus menyenangkan.

Kita bisa memanfaatkan trading platform maupun bantuan software untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai komponen pergerakan harga. Anda tinggal klik untuk menampilkan indikator yang diinginkan, yang pada dasarnya menyajikan informasi tentang komponen-komponen pergerakan harga di atas.

Yang terpenting adalah bagaimana Anda memahami apa yang ditunjukkan oleh indikator tersebut. Ada banyak sekali indikator yang bisa Anda gunakan untuk membaca komponen pergerakan harga. Misalnya untuk membaca tren, Anda bisa menggunakan Parabolic SAR, atau bisa juga “keluarga” Moving Average. Untuk volatilitas dan momentum, Anda bisa gunakan MACD, Relative Strength Index (RSI) dan sejenisnya. Untuk siklus dan Support Resistance, Anda bisa gunakan Fibonacci ataupun Pivot Point. Dan untuk kekuatan pasar, Anda bisa lihat langsung di candlestick. Simple kan? Semuanya sudah tersedia diujung jari, kok.

Jadi, tugas Anda hanyalah memilih dan memahami beberapa kegunaan indikator di atas. Selanjutnya, Anda bisa mengambil keputusan tepat berdasarkan pemahaman yang diperoleh terhadap data dan indikator tersebut. Dengan menggunakan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan, apapun hasil yang kita peroleh, kita bisa ambil manfaatnya. Yah. syukur-syukur kalo profit. Kalaupun loss, dari situ bisa kita ambil pelajaran supaya lain kali tidak terulang lagi kesalahan yang sama.

Setelah mengetahui beberapa komponen pergerakan harga pasar forex di atas, maka langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menganalisa data dengan bantuan indikator teknikal. Berikut ini adalah 4 jenis indikator teknikal yang penting dan paling banyak diandalkan oleh para trader.

Memahami Komponen Pergerakan Harga Dalam Forex

Trader. Merupakan sebuah julukan untuk mereka yang melakukan aktivitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan. Dalam konteks ini, trader yang kami maksud adalah tader forex. Yang pada prakteknya, seorang trader pasti pernah mengalami kejatuhan. Entah itu skala kecil, ataupun skala besar.

Apa sih hal yang paling penting yang harus dipahami bagi seorang trader? Jawabanya, relative. Bila mengutip pendapat salah satu rekan trader, apapun wawasan yang di pemahami oleh seorang trader baik itu sistem ataupun cara tradingnya, yang paling penting, hasil akhirnya hijau.

Pergerakan Perubahan Harga

Dengan pendapat yang penting hijau tadi, saya cukup sependapat. Hanya saja menurut saya pribadi, kita mesti mempunyai pemahaman ataupun system trading yang bisa dipertanggung jawabkan. Well, bukan maksud saya membuat segalanya jadi ruwet.

Hanya saja, walaupun modal yang kita kelola tersebut modal kita sendiri, tetap saja, apabila kita menganggap bidang forex trading merupakan sebuah bidang bisnis, maka segala keputusan yang akan kita ambil sudah sepantasnya dilandasi dengan beragam pertimbangan yang rasional.

Baik, kembali ke masalah pemahaman mendasar yang tadi. Salah satu hal yang krusial bagi seorang trader adalah memahami pola pergerakan harga. Tentu saja dari hasil pemahaman tersebut, kemudian akan bisa diambil kesimpulan tentang posisi apakah yang akan diambil, tergantung berapa TP dan berapa SL.

Dalam dunia forex, ada banyak jenis trader. Diantaranya, trader yang tergolong kedalam golongan yang bertrader secara fundamentalist, dan ada pula yang tradingnya dengan konsepsi technicalist.

Bagi para trader fundamentalist, memahami pergerakan harga dapat dilakukan dengan memantau news dan prediksi awal mengenai reaksi market terhadap news tersebut. Sedangkan bagi para trader technicalist, pemahaman akan pergerakan harga tentu saja akan lebih mengacu pada data-data historis. Tentunya sesuai dengan keyakinan dasar, bahwa segala sesuatunya terjadi berdasarkan kejadian dan peristiwa yang telah lalu dan bahwa history amat mungkin untuk selalu berulang.

Hal ini termasuk juga dalam hal pola pergerakan harga. Bagi seorang trader technicalist, untuk memahami pola pergerakan harga ini, diperlukan untuk mengenal komponen-komponen yang ada dalam pergerakan harga sebagai berikut:

  • Trend – kecenderungan untuk mengalami pergerakan dalam satu arah
  • Volatilitas – besarnya tingkat fluktuasi secara periodik
  • Momentum – tingkat percepatan serta perlambatan
  • Siklus – kecenderungan untuk selalu bergerak dalam pola siklus tertentu yang memiliki kecenderungan berulang
  • Kekuatan Pasar – jumlah transaksi yang mendukung gerakan-gerakan tersebut
  • Support dan Resistance – kecenderungan untuk naik ataupun turun ke tingkat tertentu dan kemudian sebaliknya, dapat terjadi berulang kali

Pemahaman akan hal-hal tersebut adalah suatu keharusan untuk dapat mengambil keputusan yang tepat ketika sedang bertrading. Tidak perlu khawatir tentang dari mana sumber kita memperoleh data maupun cara mengolah data yang kita butuhkan tersebut. Dapat dikatakan, kita ini amatlah beruntung karena berada di jaman yang segala macam informasi dari berbagai sumber bisa dengan mudah diolah dan disajikan secara real-time sehingga kita mampu melakukan trading dengan mudah serta menyenangkan.

Kita dapat memanfaatkan trading platform maupun bantuan software untuk menghandle masalah data ataupun pengolahan data. Anda dapat tinggal klik saja untuk menampilkan indikator apapun yang anda inginkan, yang pada dasarnya menyajikan informasi tentang berbagai komponen pergerakan harga di atas. Tidak perlu memusingkan tentang bagaimana cara membuat indicator tersebut (terkecuali bagi anda yang memang menginginkan untuk membuat custom indicator sendiri).

Yang terpenting adalah bagaimana anda dapat memahami apa yang ditunjukkan oleh indicator tersebut. Terdapat banyak sekali indicator yang dapat anda pakai untuk membaca komponen-komponen di atas. Misalnya untuk membaca trend, anda dapat memakai Parabolic SAR, atau bisa juga dengan opsi Moving Average. Untuk voltilitas dan momentum, anda dapat menggunakan MACD, RSI dan juga sejenisnya. Untuk siklus dan support-resistant anda dapat menggunakan Fibonacci ataupun pivot. Dan untuk kekuatan pasar, anda bisa melihatnya langsung di candlestick.

Amat Simple bukan? Berkat kemajuan teknologi, semuanya sudah tersedia diujung jari. Dan tugas anda hanyalah memilih dan memahami semua komponen indicator tersebut. Bila anda sudah dapat “berkomunikasi” dengan baik dengan indicator tersebut, mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pemahaman anda terhadap data serta indicator tersebut akan terasa labih mudah.

Dengan menggunakan dasar yang kuat dalam pengambilan suatu keputusan, apapun hasil yang kita peroleh, akan dapat diambil manfaatnya. Dan manfaat tersebut tentunya makin mendekatkan kita kearah profit yang kita idam-idamkan. Kalaupun berakhir dengan loss, dari situ dapat kita ambil pelajaran agar di lain waktu tidak terulang kembali kesalahan dalam hal pengambilan langkah ataupun keputusan yang sama dengan yang sebelumnya.

Itulah tadi artikel singkat kami tentang memahami komponen pergerakan harga dalam forex. Semoga cukup membantu, dan semoga anda makin dekat dengan kesuksesan. Terimakasih, see you next post!

(Dipost oleh Freelancer: Taufik Romadhon – [email protected])

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada [email protected]

Memahami Komponen Pergerakan Harga

Ok, kembali ke masalah pemahaman mendasar tadi. Hal krusial bagi seorang trader adalah memahami pergerakan harga. Tentu saja dari pemahaman tersebut, kemudian akan diambil kesimpulan tentang posisi apa yang akan diambil, berapa TP dan berapa SL. Bagi trader fundamentalist, memahami pergerakan harga bisa dilakukan dengan memantau news dan prediksi awal tentang reaksi market terhadap news tersebut.

Sedangkan bagi trader technicalist, pemahaman akan pergerakan harga tentu saja lebih mengacu pada data-data historis. Tentunya sesuai dengan keyakinan dasar, bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan kejadian yang telah lalu dan bahwa history selalu berulang, termasuk juga dalam pergerakan harga. Bagi seorang technicalist, dalam rangka memahami pergerakan harga ini, perlu untuk mengenal komponen-komponen dalam pergerakan harga sebagai berikut:

  • Trend – kecenderungan untuk bergerak dalam satu arah
  • Volatilitas – besarnya fluktuasi secara periodik
  • Momentum – tingkat percepatan dan perlambatan
  • Siklus – kecenderungan untuk bergerak dalam pola siklus tertentu yang kecenderungan berulang
  • Kekuatan Pasar – jumlah transaksi mendukung gerakan-gerakan tersebut
  • Support dan Resistance – kecenderungan untuk naik atau turun ke tingkat tertentu dan kemudian sebaliknya, berulang kali

Pemahaman akan hal-hal tersebut merupakan suatu keharusan untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dalam ber-trading. Tidak perlu khawatir tentang dari mana memperoleh data maupun cara mengolah data yang kita butuhkan tersebut. Bisa dikatakan, kita sungguh beruntung ada di jaman dimana segala macam informasi dari banyak sumber bisa diolah dan disajikan secara real-time sehingga kita bisa melakukan trading dengan mudah plus menyenangkan.

Kita bisa memanfaatkan trading platform maupun bantuan software untuk masalah data maupun pengolahan data ini. Anda tinggal klik untuk menampilkan indicator yang anda inginkan, yang pada dasarnya menyajikan informasi tentang komponen-komponen pergerakan harga di atas. Tidak perlu memusingkan tentang bagaimana membuat indicator tersebut (terkecuali bagai anda yang memang pengen bikin custom indicator sendiri).

Yang terpenting adalah bagaimana anda memahami apa yang ditunjukkan oleh indicator tersebut. Ada banyak sekali indicator yang bisa anda gunakan untuk membaca komponen-komponen di atas. Misalnya untuk membaca trend, anda bisa menggunakan parabolic SAR, atau bisa juga keluarga Moving Average. Untuk voltilitas dan momentum, anda bisa gunakan MACD, RSI dan sejenisnya. Untuk siklus dan support-resistant anda bisa gunakan Fibonacci ataupun pivot. Dan untuk kekuatan pasar, anda bisa liat langsung di candlestick. Simple kan? Semuanya sudah tersedia diujung jari kok.

Jadi, tugas anda hanyalah memilih dan memahami alias “berkomunikasi” dengan indicator tersebut, kemudian mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pemahaman anda terhadap data dan indicator tersebut. Dengan menggunakan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan, apapun hasil yang kita peroleh, kita bisa ambil manfaatnya. Yah, syukur-syukur kalo profit. Kalaupun loss, dari situ bisa kita ambil pelajaran supaya lain kali tidak terulang lagi kesalahan pengambilan yang sama.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: