Perjanjian Kerangka Kerja Pada Sistem Preferensi Perdagangan, ASEAN Lanjutkan Kerja Sama Ekonomi

Peringkat broker opsi biner:

ASEAN Lanjutkan Kerja Sama Ekonomi Regional

KESEPAKATAN kerja sama dan komitmen yang mendukung perdagangan serta investasi antar negara dibahas dalam pertemuan 50th ASEAN Economic Ministers’ Meeting and Related Meetings di Singapura. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para menteri ekonomi negara-negara Asia Tenggara dan negara mitra dagang. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) Thomas Trikasih Lembong hadir mewakili Indonesia.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidato pembukaan mengatakan ASEAN telah hadir sejak 51 tahun lalu dan telah progresif melahirkan tujuan politik yang fokus pada kerja sama ekonomi. Sehingga anggota negara ASEAN akan tumbuh sejahtera bersama

Hal itu menjadi pilar utama yang mendukung kesuksesan dan kohesi ASEAN. Dengan hubungan yang lebih kuat, muncul keuntungan ekonomi bersama. Ini memberi insentif yang lebih besar kepada negara anggota untuk bekerja sama, semakin memperkuat perdamaian.

Lee Hsien Loong menambahkan butuh waktu lama untuk memunculkan daya tarik pada kerja sama ekonomi. Kelima anggota pendiri mengadopsi Kesepakatan Perdagangan Preferensi ASEAN atau ASEAN Preferential Trading Agreements pada tahun 1977.

“Tetapi karena negara anggota ekonomi berada pada tahap perkembangan yang berbeda, dan memiliki pengalaman sejarah yang sangat berbeda, kami secara alami memiliki pandangan yang berbeda tentang apakah dan bagaimana meliberalisasi perdagangan di antara kami sendiri. Seiring berjalannya waktu ketika ekonomi kita berkembang, perspektif tentang isu-isu ini berevolusi, dan kami mengambil langkah lebih jauh menuju integrasi dan keterbukaan ekonomi yang lebih mendalam,” ujarnya dalam pidato pembukaan 50th Asean Economic Ministers’ Meeting and Related Meetings di Shangri-La Singapura, Rabu (29/8).

Kerja sama ini membuat rantai pasokan menjadi lebih terjalin, pasar menjadi lebih terbuka, dan negara-negara mendorong lebih banyak investasi langsung asing satu sama lain.

Pada tahun 1992, Anggota ASEAN, yang telah berkembang menjadi enam pada saat itu, menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja tentang Peningkatan Kerjasama Ekonomi ASEAN. Perjanjian itu mencakup lima bidang kerja sama yang luas yaitu perdagangan, industri, mineral dan energi, keuangan dan perbankan, makanan, pertanian, dan kehutanan, serta transportasi dan komunikasi.

“Pada tahun yang sama kami luncurkan ASEAN Free Trading Area (AFTA) yang menjadi tonggak sejarah kerjasama ekonomi kita,” kata Lee Hsien.

Potensi ASEAN, lanjut Lee Hsien, terlihat jelas dan perlu disadari kerja sama ekonomi regional harus berlanjut. ASEAN memproyeksikan untuk terus tumbuh dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata berada di 5,4% atau ada di atas global.

Peringkat broker opsi biner:

Di saat yang sama dengan tensi perdagangan antara AS dengan Tiongkok, Eropa, dan Kanada, masing-masing negara ASEAN mengalami tekanan yang lebih besar. Karena itu. Lee meminta negara anggota ASEAN untuk tetap bersatu.

“Melalui implementasi blueprint AEC 2025 memungkinkan kegiatan bisnis lebih mulus antar negara ASEAN,” imbuhnya.

ASEAN telah menyetujui enam kesepakatan FTA dengan tujuh negara partner yaitu Australia, New Zealand, Tiongkok, India, Korea , Japan dan Hong Kong.

ASEAN juga telah memberikan pengaruh signifikan untuk membuat kemajuan dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau ASEAN Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

“Ini akan memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi langsung. RECP Negotiation juga akan memberi dampak yang berarti di dunia bahwa anggota RCEP memiliki nilai yang tinggi dalam perdagangan bebas, integrasi regional dan kerja sama internasional,” tutup Lee Hsien Loong.(OL-6)

Kerjasama Regional

Kerjasama Regional – Pengertian, Lembaga, Kerjasama Dan Contohnya – Untuk kali ini kami akan membahas mengenai bentuk-bentuk kerjasama regional di kawasan Asia Tenggara yang dalam hal ini meliputi bentuk kerjasama regional di kawasan Asia Tenggara.

Kerjasama negara-negara Asia Tenggara, kerjasama antar negara Asean, kerjasama Asean dalam bidang ekonomi, kerjasama regional dan pengertian kerjasama regional, nah untuk lebih jelasanya simak saja ulasan dibahwa ini.

Pengertian Kerja Sama Regional

Daftar Isi Artikel Ini :

Untuk hal ini sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kerjasama regional. Kerja sama regional adalah kerja sama antara beberapa negara dalam satu wilayah atau kawasan yang memiliki tujuan sama, kerja sama mencakup bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Bentuk kerja sama ini diwujudkan dengan penetapan kebijakan-kebijakan berikut.

  1. Pembentukan suatu kawasan perdagangan bebas dengan meniadakan tarif bea masuk terhadap barang yang berasal dari sesama negara anggota untuk meningkatkan skala pasar internasional.
  2. Melakukan proteksi terhadap pengusaha domestik dalam menghadapi persaingan dari luar kawasan.
  3. Penetapan peraturan dan perjanjian penanaman modal untuk memperkuat posisi tawar-menawar negara anggota dalam menghadapi negara yang lebih maju.

Beberapa contoh bentuk kerjasama regional adalah sebagai berikut :

ASEAN

Tujuan ASEAN adalah menyelenggarakan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan yang meliputi hal-hal berikut.

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas keamanan di Asia Tenggara.
  • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang sosial, ekonomi, kebudayaan, administrasi, dan IPTEK.
  • Menyelenggarakan usaha-usaha yang efektif untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam industri pertanian.
  • Mendirikan industri dan memperluas perdagangan, termasuk perdagangan internasional.
  • Memelihara kerja sama dengan organisasi regional dan internasional lainnya.
  • Menyediakan bantuan fasilitas untuk latihan dan penelitian bagi negara anggota ASEAN.
  • Mengadakan pembahasan bersama mengenai permasalahan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara pada khususnya dan Asia pada umumnya.

Baca Juga: Ekonomi Moneter

North America Free Trade Area (NAFTA)

Kawasan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1992. Negara yang menjadi anggota NAFTA adalah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Negaranegara tersebut sepakat untuk membentuk kawasan perdagangan bebas bersama. Namun NAFTA mulai aktif pada tahun 1994. Apakah tujuan pembentukan NAFTA? NAFTA, antara lain sebagai berikut.

  1. Mengatur impor dan produksi sesama anggota.
  2. Meningkatkan kegiatan ekonomi di antara negara anggota.
  3. Melindungi konsumen dengan mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, dan keserasian lingkungan hidup.
  4. Menetapkan standar produk atas barang-barang yang diperdagangkan.

Asean Free Trade Area (AFTA)

Adalah kesepakatan perdagangan bebas antara negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) untuk pertama kalinya dicetuskan dalam KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada tanggal 27-28 Januari 1992. AFTA secara resmi dimulai pada tanggal 1 Januari 1993. AFTA beranggotakan tujuh negara anggota ASEAN.

Dengan AFTA diharapkan negara anggota lebih meningkatkan penghasilan ekspor masing-masing anggota; mengingkatkan investasi dalam kegiatan produksi dan jasa antaranggota. Selain itu, negara anggota AFTA diharapkan dapat meningkatkan investasi dari negara bukan anggota. Apa tujuan pembentukan AFTA? Tujuan AFTA adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan perdagangan dan spesialisasi di lingkungan ASEAN.
  • Meningkatkan investasi dalam kegiatan produksi dan jasa antar anggota ASEAN.
  • Meningkatkan investasi dari luar negara anggota ASEAN.
  • Meningkatkan jumlah ekspor negara-negara anggota ASEAN.

Pada pertemuan para menteri ekonomi ASEAN yang ke-26 di Chiang Mai, Thailand, bulan September 1994 telah disepakati tiga hal yang mendasar, yakni sebagai berikut.

  1. Seluruh negara anggota ASEAN sepakat bahwa perdagangan bebas (AFTA) dipercepat pelaksanaannya dari semula tahun 2020 menjadi tahun 2003.
  2. Jumlah produk yang masuk dalam daftar AFTA (Inclusion List, IL) ditambah dan semua produk yang masuk Temporary Exclusion List (TEL) secara bertahap akan masuk dalam IL. Dengan demikian, semua produk TEL diharapkan masuk IL pada 1 Januari 2000.
  3. Memasukkan semua produk pertanian yang belum diproses ke dalam skema CEPT (Common Effective Preferential Tariff) yang dibagi dalam 3 kelompok: a). Immediate Inclusion List (daftar produk) yang segera masuk dalam Inclusion List mulai berlaku 1 Januari 1996 sehingga tarifnya 0-5% pada tahun 3003. b). Temporary Exclusion List akan masuk dalam Inclusion List pada tahun 2003. c). Produk-produk sensitif (Sensitive List) yang mendapat perlakuan khusus di luar skema CEPT.

Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Pada bulan Januari 1989 Bob Hawke, Perdana Menteri Australia mengusulkan agar di kawasan Asia Pasifik dibentuk suatu lembaga konsultatif. Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Maka, pada bulan November 1989 para menteri luar negeri dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik mengadakan pertemuan di Canberra, Australia. Pada pertemuan tersebut terwujud usulan Bob Hawke, yaitu terbentuknya Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Pada tanggal 18 November 1994, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Konferensi APEC II di Bogor yang melahirkan Deklarasi Bogor. Yang berisi antara lain tentang perdagangan bebas, yang akan dimulai oleh negara-negara maju pada tahun 2020, dan bagi negara-negara sedang berkembang tahun 2020. Setelah itu bulan November 1995 diadakan pertemuan APEC di Jepang untuk membicarakan tindak lanjut Deklarasi Bogor tersebut.

Secara historis terbentuknya Forum APEC lebih dilihat sebagai upaya untuk mengatasi kebuntuan yang melanda perundingan-perundingan Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan (GATT) atau Putaran Uruguay, di Jenewa, Swiss. APEC mencakup negara-negara di tiga belahan benua, yakni negara-negara ASEAN, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Meksiko, Papua Nugini, Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Taiwan, dan Cile.

APEC bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di antara para anggotanya dan masyarakat lainnya. Berbagai visi dan aksi telah dituangkan dalam pertemuan-pertemuan rutin setiap tahun. Forum ini diminati oleh negara atau kelompok di kawasan Asia Pasifik.

European Union (Uni Eropa)

Uni Eropa terbentuk pada tahun 1993 melalui Treaty of Maastricht. Kerja sama regional yang menyatukan Eropa ini bermula dari kerja sama antarnegara penghasil batu bara dan baja di Eropa pada tahun 1951. Pada tahun 1967, kerja sama tadi berkembang menjadi Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang terdiri atas enam anggota. Hubungan ini berlanjut hingga tahun 1993, di mana dibentuk Pasar Tunggal Eropa atau European Single Market.

Sasaran akhir Pasar Tunggal Eropa yaitu tercapainya lalu lintas bebas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja atau sering disebut “Empat Kebebasan Eropa”. Sasaran tersebut dicapai dengan menghapus tiga rangkaian hambatan, yaitu hambatan fisik, teknis, dan fiskal. Pasar Tunggal Eropa dimulai pada tanggal 1 Januari 1993.

Tujuan pembentukan MEE saat itu adalah untuk mendirikan daerah perdagangan bebas antar negara Eropa. Tujuan lainnya adalah menghilangkan pembatasan perdagangan di antara negara-negara Eropa; serta meningkatkan produksi dan pemasaran barang. Pasar Tunggal Eropa yang berjalan sukses ini segera diikuti dengan pembentukan Uni Eropa pada tahun yang sama, dengan 12 negara anggota.

Pada tahun 2002, UE mengeluarkan mata uang tunggal Uni Eropa, yakni Euro yang digunakan bersama oleh negara-negara Uni Eropa. Saat ini jumlah anggota UE mencapai 27 negara, yakni Austria, Belgia, Bulgaria, Cyprus, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani,Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Malta, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Kerajaan Inggris.

Misi UE pun tidak hanya sebatas kerja sama ekonomi lagi, namun berkembang sebagai berikut ini.

  1. menjaga perdamaian, kesejahteraan dan stabilitas bagi warga negara anggota;
  2. pemersatu bagi negara-negara benua Eropa;
  3. memastikan keselamatan hidup warganya;
  4. menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan sosial;
  5. menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga keberagaman masyarakat Eropa;
  6. menjaga nilai-nilai masyarakat Eropa semacam pembangunan terpadu, kepedulian lingkungan, HAM, dan masyarakat sosial ekonomi.

European Free Trade Area (EFTA)

Organisasi ini didirikan tahun 1959 sebagai lembaga kerja sama ekonomi antar negara yang tidak termasuk MEE. Negara-negara yang menjadi anggota EFTA adalah Swiss, Denmark, Austria, Swedia, Inggris, Norwegia, dan Portugal. Saat ini, negaranegara tersebut sudah bergabung bersama dalam Uni Eropa.

East European Council for Mutual Economic Assistance (COMECON)

COMECON merupakan lembaga kerja sama ekonomi antara negara-negara komunis. Negara-negara anggota COMECON antara lain Rusia, Jerman Timur, Cekoslovakia, Bulgaria, Rumania, Hongaria, dan Polandia. Namun sejak tahun 1991 dibubarkan. Negara-negara tersebut pun bergabung bersama dalam UE.

South Asian Associaton for Regional Cooperation (SAARC)

SAARC/Asosiasi Asia Selatan merupakan kerja sama untuk regional yang berdiri pada tanggal 8 Desember 1985. Anggotanya antara lain: India, Pakistan, Srilanka, Maldives, Bangladesh, dan Butan.

Asian Production Organization (APO)

Organisasi ini sangat penting artinya untuk usaha pengelolaan produksi di Asia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas negara-negara Asia. Anggotanya adalah: Jepang, Singapura, Indonesia, Hongkong, dan Pakistan.

South Pasific Forum (SPF)

SPF berdiri tahun 1971 dengan sasaran utama mempromosikan perdagangan, pendidikan, komunikasi, turisme, dan berbagai masalah politik umum.

Globalisasi Ekonomi Dan Perdangan Bebas

Pengertian Globalisasi

Globalisasi berasal dari kata global yang berarti Keseluruhan. Globalisasi berarti proses masuknya sesuatu ke lingkup dunia. Sifat perubahan yang menyeluruh menjadi ciri khas dari globalisasi. Globalisasi merupakan kondisi objektif yang harus dihadapi sesuai dengan keragaman yang ada di masyarkat.

Perdangan Bebas

Sistem perdagangan bebas, berarti setiap negara harus siap bersaing dalam produk sendiri dengan produk luar yang akan masuk dengan mudahnya.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Perekonomian Nasional

Telah terjadi kemajuan pesat di bidang teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi dalam bebarapa dasawarsa terakhir. Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk memasuki era globalisasi dengan perdagngan bebas yang menjadi ciri utamanya, agar produk indonesia tetap bisa bersaing dan tidak terpuruk pleh produk luar yang lebih baik. Oleh karena itu, badan usaha melakukan dua terobosan baik dari sudut pemasaran maupun dari sudut kemampuan (Ability) perusahaan. Adapun terobosannya meliputi :

  1. Perusahaan harus memiliki dan mengembangkan sistem informasi pemasaran yang kuat dan efektif untuk memantau kegiatan lingkungan pasar agar dapat mengelompokkan dan menargetkan pasar secara tepat atau dengan perkataan lain memiliki perspektif global.
  2. Perushaan harus fleksibel dalam mengantisipasi pasar global. Peralihan atau perubahan skala ekonomi mengharuskan perubahan investasi dan teknologi agar dapat menciptakan gagasan-gagasan ekonomi. Fleksibilitas itu bisa dicapai melalui kemampuan tingkat teknologi perusahaan, penyesuaian secara cepat dan tepat baik kualitas, kemasan, maupun kuantitas produk untuk dapat diterima secara global.

Peluang pasar global kini tidak hanya bisa diraih oleh bisnis berskala besar, tetapi juga oleh bisnis berskala kecil. Dalam kondisi demikian dunia usaha nasional yang berorientasi global bisa ikut menikmati peluang pasar secara tepat bagi produk yang ditawarkannya dan memiliki daya saing dan keunggulan bersaing.

Demikianlah pembahasan mengenai Kerjasama Regional – Pengertian, Lembaga, Kerjasama Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

-|-M-|-Alexx-|-Brown-|-

KERJASAMA ASEAN DALAM BERBAGAI BIDANG

  1. Kerjasama dalam bidang pembangunan nasional, dengan menekankan pada kesejahteraan golongan berpendapatan rendah dan penduduk pedesaan, melalui perluasan kesempatan kerja yang produktif dengan pembayaran yang wajar.
  2. Bantuan bagi ikut sertanya secara aktif semua sector dan lapisan masyarakat ASEAN terutama kaum wanita dan pemuda, dalam usaha-usaha pembangunan.
  3. Intensifikasi dan perluasan kerjasama yang telah ada dalam menanggulangi masalah perkembangan penduduk didalam wilayah ASEAN dan dimana mungkin, menyusun strategi baru dalam bekerjasama dengan badan-badan internasional yang bersangkutan.
  4. Intensifikasi kerjasama antara Negara-negara anggota sebagaimana juga dengan badan-badan internasional yang berhubungan dengan itu dalam pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan narkotika dan pengedaran obat bius secara tidak sah.
  1. Diperkenalkannya pelajaran mengenai ASEAN, Negara-negara anggotanya dan bahasa-bahasa nasionalnya sebagai bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya di negara-negara anggota.
  2. Bantuan kepada para cendikiawan, penulis, artis dan wakil masa media ASEAN untuk memungkinkan mereka memainkan peranan yang aktif dalam memupuk rasa kepribadian dan persahabatan regional.
  3. Menyebar luaskan pengkajian masalah-masalah Asia Tenggara melalui kerjasama yang lebih erat antara lembaga-lembaga nasional.

6 komentar:

Ini bisa membantu diskusi aku :)

kok gak lengkap gimana aku g bisa ngarap tugas 24 no nih semua padahal aku udah berharap sama web ini soalnya di buku ga lengkap

di singkat aja dong aku jadi g bisa baca semua

Dilhargai dong. Kalo mau lengkap, nulis aja sendiri, ngerangkum sendiri. Menurut saya sih, sudah cukup lengkap. Dan terima kasih untuk penulis. Sangat membantu saya :)

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: