Pilihan Karir Sekolah Perdagangan – Career Day, Menumbuhkan Minat Siswa pada Karir Masa Depan

Peringkat broker opsi biner:
Contents

“Career Day”, Menumbuhkan Minat Siswa pada Karir Masa Depan

KOMPAS.com – Data hasil penelitian Youthmanual terhadap 400 ribu lebih responden mencuatkan fakta menarik: 92 persen siswa SMA/SMK sederajat bingung dan tidak tahu akan menjadi apa kedepannya dan 45 persen mahasiswa merasa salah mengambil jurusan.

Peran sekolah dalam ini menjadi sangat penting dalam membantu siswa menemukan minat dan bakat serta lebih jauh lagi menyiapkan karir untuk masa depan mereka sedini mungkin.

Berangkat dari semangat ini, Global Sevilla School menggelar “Career Day” (6/11/2020) dengan mengundang beberapa pembicara untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang dunia kerja dari berbagai profesi.

Sejumlah siswa mulai dari kelas 7 hingga 12 mengikuti acara ini terbagi dalam beberapa kelas sharing kecil.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari beragam profesi dan di antaranya juga merupakan orangtua para siswa. Mereka adalah; Anastasia Natalia Wibowo (Country Chief Financial Officer Lazada Indonesia), Debbie Maya Chastity (Vice President and General Counsel PT Chevron Pacific Indonesia), Laetitia Lemaistre (International Education and Development Specialist), Ratih Citra Sari (Dokter dan CEO PT Warna Langit Indonesia), Hasan Aula (CEO Erajaya Group) dan Yunarto Wijaya (Executive Director of Charta Politika Indonesia).

Menemukan passion siswa

“Ini adalah program yang secara khusus dan rutin diadakan sekolah. Siswa bisa belajar beberapa pilihan karir berbeda. Memperkenalkan dan memberikan informasi penting bagi siswa sehingga anak dapat memilih jalur karir yang tepat untuknya,” jelas Michael Thia, Superintendent Global Sevilla School.

Michael menjelaskan para pembicara tidak hanya menceritakan kesuksesan mereka, namun yang terpenting bagaimana mereka merintis karir hingga akhirnya menjadi sukses. “Bagaimana keteguhan mereka, bagaimana keuletan mereka, dan nilai-nilai lain yang diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa,” ujarnya.

Yunarto, salah satu pembicara dan juga orangtua siswa memberikan apresiasi positif kegiatan “Hari Karir” yang digelar Global Sevilla School.

“Di Indonesia semua mata pelajaran dipaksa untuk masuk dalam isi kepala anak. Yang terjadi ketika SMA anak tidak pernah tahu passion-nya apa, bakatnya apa, minatnya apa. Menerjemahkan minatnya saja tidak tahu karena mereka menghabiskan waktu dengan kurikulum yang luar biasa banyak dan pola pikir menjadi pintar,” jelas Yunarto.

Peringkat broker opsi biner:

Ia menyampaikan melalui acara ini sekolah dan guru menjadi fasilitator agar anak menemukan bakat dan minat mereka.

LAYANAN BIMBINGAN KARIR DALAM MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI MIA 3 DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MEDAN

LAYANAN BIMBINGAN KARIR DALAM MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI MIA 3 DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MEDAN SKRIPSI

LAYANAN BIMBINGAN KARIR DALAM MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI MIA 3 DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MEDAN SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan MemenuhiSyarat-Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Oleh ROSALINA RAMBENIM : 33.14.3.021 PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA2020 2 Jl. Pd) dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan pada Jurusan PendidikanGuru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara.

KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

Pd) dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan pada Jurusan PendidikanGuru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara. Panitia Sidang Munaqasyah Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN-SU MedanKetua Sekretaris Indayana Febriani Tanjung, M.

NIP. 196707131995032001 NIP.197509032005012004 3

PdNIP.198407272007011031 NIP.197607192001122002 Mengetahui Dekan Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan UIN SU Medan 3Nomor : Istimewa Medan, Juli 2020Lamp : – Kepada YthHal : Skripsi Bapak Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah An. Dewi Masrika yang berjudul “LayananBimbingan Karir dalam Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa Kelas XI MIA- 3 di MAN 3 Medan”, kami berpendapat bahwa skripsi ini sudah dapat diterima untuk di munaqasyahkan pada sidang Munaqasyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara.

NIP. 196707131995032001 NIP. 197509032005012004

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

4 Saya yang bertanda tangan dibawah ini:Nama : Rosalina RambeNIM : 33.14.3.021Fak / Prodi : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/Bimbingan dan Konseling IslamJudul Skripsi : Layanan Bimbingan Karir dalam Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa Kelas XI MIA-3 di MAN-3Medan Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi yang saya serahkan ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri, kecuali kutipan-kutipan danringkasan-ringkasan yang semuanya telah saya jelaskan sumbernya. Psi selaku dosen pembimbing skripsi I dan II yang telah banyak membantu dalam pengarahan danbimbingan skripsi kepada penulis, serta waktu yang telah banyak diluangkan dan saran-saran yang membangun dalam penyelesaian skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan dasar dalam pengaruhnya kemajuan dan

Remaja sebagaiindividu yang sedang mengalami proses peralihan baik itu menyangkut pertumbuhan maupun psikologis yang berkembang pesat, memiliki tugas-tugasperkembangan yang mengarah pada kesiapannya memenuhi tuntutan dan harapan peran sebagai orang dewasa. Menurut Hurlock masa remaja merupakan masayang sangat berhubungan pada penentuan kehidupan di masa depan, karena perilaku dan aktivitas yang dilakukan pada masa remaja menjadi masa awal dalam 4 mengukir kehidupan yang lebih baik dimasa depan mereka.

3 Tohirin, (2020), Bimbingan dan Konseling di Sekolah Madrasah (Berbasis

Layanan bimbingan karir adalah kegiatan dan layanan bantuan yang diselenggarakan guru bimbingan dankonseling di sekolah kepada siswa atau peserta didik dengan tujuan untuk memperoleh penyesuaian diri, pemahaman tentang pendidikan lanjutan danpemahaman tentang dunia kerja. Perkembangan karir itu sendiri merupakan serangkaian perubahan-perubahan yan terjadi setiap tingkat kehidupan dipengaruhi oleh pemahaman diri (self), nilai-nilai, sikap, pandangan, kemampuan yang dimiliki dan segala harapan yang menentukan pilihan karir yang akan dipilihnya, dan merupakan suatu proses yangterjadi karena dipengaruhi oleh factor internal dalam diri pribadi seseorang dan 6 pengaruh factor eksternal di luar pribadi diri seseorang.

5 Syamsu Yusuf, (2020) Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, Bandung: Remaja Rosdakarya, hal.74

S At-Taubah:105) Quraish Shihab menjelaskan dalam kitabnya Tafsir Al-Misbah,“Bekerjalah kamu, demi karena Allah semata dengan aneka amal soleh yang bermanfaat, baik untuk diri kamu dan untuk masyarakat umum, maka Allah akan melihat yakni menilai dan memberi ganjaran amal kamu itu. Kandungan ayat tentang “melihat” dalam keterangan diatas adalah menilai dan memberi ganjaran 8 terhadap amal-amal itu.

7 Sofwan Adiputra, “Penggunaan Teknik Modeling terhadap Perencaan Karir

Kesulitan-kesulitan untuk mengambil keputusan karir akan dapat dihindari manakala peserta didik memiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia kerja. Melalui bimbingan karirdiharapkan karir yang dipilih siswa sesuai dengan bakat, minat dan nilai-nilai yang di junjung tinggi.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat teridentifikasi permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Kurangnya pemahaman siswa mengenai karir sehingga tidak memiliki perncanaan karir kedepannya 4.

5. Siswa tidak memiliki informasi yang lebih jauh mengenai karir/jabatan

C. Rumusan Masalah

Bagaimana perencanaan karir siswa kelas XI MIA 3 di MadrasahAliyah Negeri 3 Medan setelah dilaksanakan bimbingan karir ? Apakah pelaksanaan bimbingan karir dapat meningkatkan perencanaan karir siswa kelas XI MIA 3 di Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan?

D. Tujuan Penelitian

Manfaat Teoritis :Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi yang berguna bagi perkembanganilmu pengetahuan terutama dalam pemberian layanan bimbingan karir untuk menumbuhkan kesadaran karir siswab. Bagi KonselorMampu membimbing siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya terutama dalam menumbuhkan kesadaran karir siswasehingga siswa mampu membuat perencanaan karir yang sesuai dengan keadaan diri dan lingkungannya.

4. Bagi Sekolah

BAB II KAJIAN TEORI A. KAJIAN TEORI FOKUS PENELITIAN 1. Bimbingan Karir

a. Pengertian Bimbingan

Daniel adalah proses layanan yang diberikan kepada individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukandalam mebuat pilihan-pilihan, rencana-rencana dan interpretasi-interpretasi yang 11 diperlukan untuk menyusaikan diri yang baik. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan yang gunanya untuk membantu individu untuk memahami dirinya dan duniasekelilingnya supaya ia dapat menggunakan kemampuan dan bakat yang ia miliki secara optimal.

10 Abu Bakar M Luddin, (20), Dasar-Dasar Konseling, Bandung : Cita Pustaka

b. Pengertian Bimbingan Karir

Bimbingan karir diberikan di sekolah untuk membantu siswa yang memahami diri, memahami lingkungan, memperoleh penyesuaian diri yang baikpada masa yang akan datang, serta mengembangkan rencana dan kemampuan untuk membuat keputusan yang bermakna bagi masa depan. Jadi, dengan mengetahui pengertian bimbingan karir siswa dapat lebih memahami apa itu bimbingan karir yang sesungguhnya dan jugar siswa dapat 14memanfaatkan bimbingan karir tersebut untuk memperoleh informasi-informasi yang berkaitan dengan karir.

c. Tujuan Bimbingan Karir

Karena melalui bimbingan karir inilah siswa dapatmengetahui kondisi diri dan informasi lingkungan karir yangdiperlukan bagidirinya untuk merencanakan karir yang memberikantingkat kepuasan kerja yang diharapkan dan bertanggung jawab. Bimbingan karir atau jabatan merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu siswa dalam memecahkan masalah karir untuk memperolehpenyesuaian diri yang sebaik-baiknya, baik pada waktu itu mauapun waktu yang 16 akan datang.

d. Fungsi Bimbingan Karir

Bimbingan karir perlu dan penting diberikan kepada para siswa sekolah terutama pada jenjangmenengah pertama dan menengah atas dengan alasan sebagai berikut: 1. Pertama, Para siswa ditingkat menengah atas pada akhir semester dua perlu menjalani pemilihan program studi/jurusan, pemilihan program bagisiswa ada batas tertentu karena ada persyaratan yang terkait dengan prestasi akademik dari siswa yang bersangkutan.

18 Dalam ayat ini Allah memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk

saling membantu dalam perbuatan baik dan itulah yang disebut dengan Albirr dan meninggalkan kemungkaran yang merupakan ketakwaan dan Allah melarang 19mereka saling mendukung kebatilan dan bekerja sama sama dalam perbuatan dosa dan perbuatan haram. Bimbingan karir atau jabatan (Vocational guidance) merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu siswa dalam memecahkan masalahkarir untuk memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya, baik pada waktu itu maupun pada masa yang akan datang.

e. Penyelenggaraan Bimbingan Karir

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam memberikan layananBimbingan Karir, yaitu: 1) Bimbingan karir dilaksanakan dengan cara yang disusun dalam suatu paket tertentu, yaitu paket bimbingan karir. Pada kenyataannya, hal tersebutsulit untuk dilaksanakan mengingat bahwa untuk itu saja guru harus mengenal berbagai karir yang ada dengan baik, selain waktu untukmemberikan pelajaran pokok yang menjadi tanggung jawabnya akan terganggu.

f. Perkembangan Bimbingan Karir dan Pemilihan Karir

Brown dalam Gibson dan Michell, mengambil teori berbasis nilai- nilai tentang perkembangan karir yang mengatakan bahwa “siswa bertindak dan membuatkeputusan yang dipengaruhi oleh nilai siswa sendiri. Konselor karir sama seperti konselor lainnya, menyediakan waktu, dukungan, perhatian, keterampilan dan struktur yang memungkinkan klien untuklebih menyadari tentang sumber dayanya sendiri untuk menjalani kehidupan yang memuaskan.

g. Paket Bimbingan Karir

Paket-paket bimbingan karir yang dikeluarkan oleh DepartemenPendidikan dan Kebudayaan dalam rangka realisasi bimbingan karir tersebut terdiri dari 5 paket, antara lain:

1. Pemahaman diri (paket I)

Paket pemahaman diri merupakan suatu paket yang dimaksudkan untuk membantu siswa agar dapat mengetahui dan memahami siapasebenarnya dirinya. Para siswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami potensi , kemampuan, minat, bakat, dan cita-citanya.

2. Nilai-nilai (paket II)

Dengan paket ini, siswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada dalam masyarakat. Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyarakat f.

3. Pemahaman lingkungan (paket III)

Dengan paket ini, siswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami keadaan lingkungan. Dengan mengetahui dan memahami lingkungan,siswa dapat mengambil langkah dengan tepat.

4. Hambatan dan mengatasi hambatan (paket IV)

Dengan paket ini, siswa dapat mengharapkan dapat mengetahui dan memahami hambatan-hambatan apa yang ada dalam rangka pencapaiantujuan (karir yang cocok) dan setelah mengetahui hambatannya maka akan mencoba cara pemecahan atas hambatan yang ada. Paket ini mencakuphal-hal yang berkaitan dengan: a.

5. Merencanakan masa depan (paket V)

Setelah siswa memahami apa yang ada dalam dirinya, keadaan dirinya, nilai-nilai yang ada (dalam dirinya sendiri atau dalam masyarakat),lingkungan (informasi mengenai pendidikan atau pekerjaan), dan hambatan-hambatan yang ada (dalam diri sendiri atau di luar) maka siswadiharapkan mampu merencanakan masa depannya. Merencanakan masa depanSemua itu akan menjadi ideal apabila seluruh paket tersebut dapat diselesaikan pada semester pertama dan kedua sehingga siswa telahmantap pada saat pemilihan program.

h. Bentuk-Bentuk Layanan Bimbingan Karir

Beberapa jenis layanan bimbingan karir yang bisa diberikan kepada siswa 26 di sekolah dan madrasah antara lain.

1) Layanan informasi tentang diri sendiri yang mencakup kemampuan

206-Bimbingan + Konseling (Studi dan Karir 208 26khusus, hasil belajar dalam berbagai bidang studi , sifat-sifat kepribadian yang ada relevansinya dengan karir seperti potensi kepemimpinan,kerajinan, keterbukaan dan sebagainya, nilai-nilai kehidupan dan cita-cita masa depan, keterampilan-keterampilan khusus yang dimiliki siswa. 2) Layanan lingkungan hidup yang relevan bagi perencanaan karir yang mencakupi informasi pendidikan, informasi jabatan atau informasi karir. Perencanaan karir merupakan salah satu komponen yang penting dalam mempersiapkan diri untuk memilih pendidikan lanjutan atau pekerjaan yang 27pilihan karir dengan lebih baik, yang dapat dilakukan dengan cara memperbanyak informasi tentang persyaratan dunia kerja yang dibutuhkan, menambahkanketerampilan dan sebagainya.

2. Mengidentifikasi tujuan-tujuan yang berkaitan dengan karir

Penyusunan program kerja, pendidikan dan berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang bersifat pengembangan guna menyediakanarah, waktu dan urutan langkah-langkah yang diambil untuk meraih tujuan 27 karir. Melalui perencanaan karir, setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir alternatif, menyusuntujuan karir dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis.

b. Tujuan Perencanaan Karir

Melalui karir yang di rencanakan terlebih dahulu, diharapkan individu tersebut akan mendapatkan kepuasanpribadi dari karir yang ditekuninya dalam kehidupannya. Siswa memang harus di bimbing dan dibekali dengan bimbingan karir agar ia dapat menentukan masa depannya dan mengetahui jenis pekerjaan seperti apayang cocok untuk dirinya.

28 Dillard. J. M. (1985), Lifelong Career Planing. Ohio: A bell & Howell

Salah satu cara untuk memandirikan manusia agar ia mempunyaipekerjaan sendiri yaitu dengan membekali mereka bimbingan yang berhubungan dengan karir atau pekerjaan. Informasi-informasi yang diberikanterkait dengan perkuliahan dan pekerjaan merupakan perencanaan untuk pekerjaan atau karir mereka yang diarahkan untuk bisa menjadi manusia yangmandiri dikemudian hari.

c. Hambatan-hambatan dalam Perencanaan Karir

Menurut SadarJoen hambatan-hambatan yang terjadi pada diri siswa 29 yaitu:1) Orang tua memaksakan kehendaknya pada putra putrinya untuk mengambil program IPA padahal sebenarnya bisa saja mereka berminatpada IPS/IA 2) Anak bersekolah tidak karena anak senang dan bahagia namun hanya demi memenuhi cita-cita orang tua pada masa lalu yang tidak tercapai. Jadi, hambatan-hambatan yang mempengaruhi diri siswa dalam pemilihan karir adalah salah satunya dari faktor internal yaitu faktor keluarga makadiharapkan kepada pihak orang tua tidak berhak untuk memaksakan anak dalam memilih suatu karir yang tidak disukainya.

B. Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian yang dilakukan oleh Twi Tandar Atmaja, mengenai Upaya

Subjek yang diambil dalam penelitian inimenggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 12 siswa yang memiliki tingkat perencanaan karir rendah. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan karir siswa XII IPA 2 dapat ditingkatkan melalui bimbingan karir dengan penggunaan media modul yang dilihat dari adanya perbedaan yangsignifikan dari rerata sebelum dilakukan bimbingan karir sebesar 105,25 dan setelah dilakukan bimbingan karir rerata sebesar 122,50.

2. Penelitian ini dilakukan oleh Mei Pritangguh, dengan judul penelitian

4)Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan bimbingan karir diSMKN 2 Malang adalah bersumber dari perencanaan dan penyusunan program bimbingan karir, dalam diri konselor, liri diri konselorlingkungan kerja dan pekerjaan. 5) solusi konselor dalam menghadapi hambatan pelaksanaan bimbingan karir di SMKN 2 Malang adalahmembuat modul yang diterbitkan dan dipakai oleh SMK N se-kotaMalang, konselor memiliki inisiatif dan proaktif, menguasai fasilitas, sarana dan prasarana, memberikan materi menarikdan memotivasisiswa dan memberikan tips-tips kepada siswa mengenai bimbingan karir.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis dari penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling

Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berguna menungkapkan atau memaparkan hasil penelitian secara deskriptif, dalampenelitian ini tindakan yang dilakukan adalah dengan layanan bimbingan karir. Hal ini dijelaskan Dewi Rosmala dalam sudut pandang mereka bahwa penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) adalah upaya yang dilakukansecara terencana dan sistematis dengan melakukan refleksi terhadap praktik pelayanan selanjutnya melakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan praktik 30 pelayanan konseling.

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah keseluruhan siswa yang dapat dijadikan sebagai objek penelitian atau sebagai tempat untuk memperoleh assesmen yang dilakukan30 Dewi & Rosmala, (2020), Profesionalisasi Guru BK Melalui Ptbk, Medan: Unimed Press, hal.11 35dalam penelitian. Harapannya siswa yang tidak memiliki perencanaan karir, setelah terlibat dalam treatment yang dilakukanpeneliti, maka siswa akan memiliki perencanaan karir sehingga dapat memutuskan karir apa yang cocok untuknya.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Tempat PenelitianLokasi penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan yang beralamat Jln. Waktu PenelitianAdapun waktu pelaksanaan penelitian ini pada semester II T.

DESEMBER JANUARI FEBRUARI MARET JULI 2020 2020 2020 2020 2020 NAMA NO BULAN KE BULAN KE BULAN KE BULAN KE BULAN KE KEGIATAN

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pengesahan Judul√ 2 Bimbingan√ √ √ √ √ Proposal 3 Seminar Proposal√ 4 Penelitian(Observasi dan √ wawancara) keSekolah 36 5 Menyimpulkan hasil Penelitian√ pada BAB IV 6 Menyerahkan HasilPenelitian dan √ disetujui olehpembimbing I Sumber : Jadwal Kegiatan Penelitian UIN SU Tahun Ajaran 2020/2020 D. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis dan McTaggart, model ini terdiri dari empat komponen diantaranya yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, refleksi yang dipandang suatu siklus.

E. Prosedur Penelitian

Adapun langkah-langkah penelitian tindakan bimbingan konseling ini dilaksanakan melalui dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dengan perubahanyang diharapkan tercapai.

1. Desain Penelitian Siklus I a. Perencanaan

a) Membuat RPL (rencana pemberian layanan) sesuai dengan topik yang akan dibawakan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini antara lain:1) Tahap perkenalan Dalam tahap ini peneliti memperkenalkan dirinya dan apa tujuannya berada diantara para siswa, kemudian mengisi daftar hadir siswa yang ikutserta melaksanakan bimbingan karir. Maka dalamtahap ini akan dilakukan diskusi antara siswa dan peneliti.4) Tahap pengakhiran Tahap ini merupakan tahap yang terakhir dalam kegiatan ini, setelah penyampaian materi dan diskusi maka diharapakan para siswa yang awalnyatidak memiliki perencanaan karir atau masih ragu-ragu maka setelah dilaksanakannya bimbimngan karir oleh peneliti diharapakan dapatmeningkatkan perencanaan karir siswa.

2. Desain Penelitian Untuk Siklus II

Pelaksanaan / Tindakan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan layanan bimbingan karir dengan scenario tindakan yang telah disusun dengan satlan. 4) Tahap pengakhiranTahap ini merupakan tahap yang terakhir dalam kegiatan ini, setelah penyampaian materi dan diskusi maka diharapakan para siswa yang awalnya tidakmemiliki perencanaan karir atau masih ragu-ragu maka setelah dilaksanakannya bimbimngan karir oleh peneliti diharapakan dapat meningkatkan perencanaankarir siswa.

F. Tenkik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data tersebut, peneliti menggunakan berbagai instrumen yang relevan dengan penelitian yang peneliti teliti. Observasi yaitu kegiatan dengan menggunakan pancaindera, penglihatan, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawabmasalah penelitian.

33 Sugiyono, (2020), Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung:

Observasi diperlukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa untuk menjawab pertanyaan. Agar lebih jelas, sumber informasi yang didapatkan peneliti maka dikalsifikasikan dengan tabel berikut ini: Tabel 3.1.

b. Wawancara

Jadi, denggan wawancara peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam terhadap situasi dan fenomena yang terjadi dilapangan, yang manadalam hal ini tidak bisa ditemukan dalam hal observasi. Dalam hal ini, peneliti menanyakan sejumlah pertanyaan yang sudah terstruktur kepada narasumber yang 45dianggap berkompeten dibidangnya diharapkan dapat memberikan jawaban dan data secara langsung, jujur dan valid.

1. Aspek apa saja yang

Bagaimana langkah yang sudahsiswa persiapkan untuk menyiapkan dirimemasuki dunia kerja kedepan ? Daftar cek list bimbingan karirdilaksanakan terhadap siswa yang tidakmemiki perencanaan karir ?

2. Peran apa saja yang

Bagaimana peran guru BK dalam pelaksanaan bimbingan karir menangani permasalahan yang Andadalam perencanaan karir alami? 49Adapun instumen yang didgunakan adalah: buku harian untuk catatan harian selama melakukan penelitian, daftar cek list, untuk melihat sikappenyesuaian diri siswa, catatan lapangan untuk memantau kegiatan sehari – hari pada saat penelitian.

c. Dokumentasi

Dalam penelitian ini metode dokumentasinya dengan mengumpulkan data-data yang relevan denganpelaksanaan layanan bimbingan karir. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya fhoto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.

G. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif secara analitik yaitu mengungkapkan suatu masalah dan keadaansebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta. Proses analisis data dimulai dengan menelaah keseluruhan data yang diperoleh baik melalui hasil observasi dan bantuan wawancara, kemudian 50dideskripsikan dengan cara menggunakan analisis persentase.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN D. Paparan Data Penelitian yang telah dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan, dengan

“Membentuk insan yang beriman, ber-akhlaqulkarimah, berilmu, kreatif, serta peduli dengan lingkungan dan masyarakat”. Melaksanakan kegiatan pengembangan diri yang berkaitan dengan minat dan bakat siswa.

4. Misi dan Motto

Mencintai lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Menjalin kerja sama dengan orang tua siswa dan masyarakat.

5. Sarana dan Prasarana

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan diskusi masalah perencanaan karir siswa dengan guru BK di sekolah serta XI MIA-3 untuk dijadikan subjek penelitian dari 7 kelas yang ada. Dalam hal ini, peneliti mengambil kesempatan untuk mendapatkan data yang akurat berdasarkanpenelitian yang dilakukan yakni Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling kepada sasaran penelitian yang terjadi dalam tindakan, hasil observasi, refleksiserta evaluasi yang dilakukan.

1. Tindakan Pra-Siklus

Kondisi Awal Sebelum Melakukan Bimbingan Karir Berdasarkan Observasi Menggunakan Daftar Chek list Adapun kegiatan yang telah dilakukan hasil dari kegiatan obesrvasi sebagai berikut: 11 Mei 2020 Observasi di Kelas XI MIA-3Berdasarkan pra-siklus yang dilakukan peneliti, terdapat kesenjangan yang terjadi, yakni masih adanya siswa yang tidak memiliki perencanaan karir, yangtidak mengetahui sama sekali apa yang akan dilakukannya setelah tamat sekolah. Pada indikator perencanaan masa depan persentase yang tertinggi adalah mengetahui berbagai jenis sekolah lanjutan yang dapatmenunjang karir dengan persentase 24 % dari 10 siswa, dan deskriptor terendah adalah mengambil keputusan dengan persentase 12 % dari 5siswa.

2. Tindakan Siklus I a. Tahap Perencanaan

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan, yang pertama dilaksanakan pada hari Senin 16 Juli 2020 dimulai pukul 13.30-14.10Wib dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 17 Juli 2020 pada pukul11.45-13.10 Wib. Adapun langkah-langkah kegiatan layanan bimbingan karir yang dilakukan sebagai berikut:

1. Pertemuan ke-I

1) Tahap Pembentukan

Pada pertemuan ini yang menjadi objek penelitian berjumlah 15 siswa yang akan melakukan layanan bimbingan karir sesuai dengan renaca pelaksanaanlayanan (RPL) yang telah dibuat. Lalu menyampaikan materi kedua (paket II), siswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang adadalam masyarakat.

2. Pertemuan ke-II

Pada pertemuan pertama peneliti melaksanakan layanan bimbingan karir sesuai dengan rencana yang dirancang. Pemimpin kelompok melanjutkandengan menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan dan menjelaskan kembali pengertian, tujuan, cara serta asas-asas layanan bimbingan karir.

8) Tahap pengakhiran

Tahap ini merupakan tahap yang terakhir dalam kegiatan ini, setelah penyampaian materi dan diskusi maka diharapakan para siswa yang awalnya tidakmemiliki perencanaan karir atau masih ragu-ragu maka setelah dilaksanakannya bimbimngan karir oleh peneliti diharapakan dapat meningkatkan perencanaankarir siswa. Kegiatan awal yang dilakukan peneliti dalam mengobservasi siswadibantu dengan alat penilaian/observasi yakni dengan daftar check list dan laiseg, laijapan, dan laijapang untuk melihat kesesuaian antara pelaksanaan bimbingankarir dengan rencana tindakan yang dilakukan sudah mencapai target yang akan di capai atau tidak.

2. Tindakan Siklus II a. Tahap Perencanaan

4) Tahap pengakhiranTahap ini merupakan tahap yang terakhir dalam kegiatan ini, setelah penyampaian materi dan diskusi maka diharapakan para siswa yang awalnya tidakmemiliki perencanaan karir atau masih ragu-ragu maka setelah dilaksanakannya bimbimngan karir oleh peneliti diharapakan dapat meningkatnya perencanaankarir siswa. 4) Tahap pengakhiranTahap ini merupakan tahap yang terakhir dalam kegiatan ini, setelah penyampaian materi dan diskusi maka diharapakan para siswa yang awalnya tidakmemiliki perencanaan karir atau masih ragu-ragu maka setelah dilaksanakannya bimbimngan karir oleh peneliti diharapakan dapat meningkatnya perencanaankarir siswa.

3) Siklus II berjalan dengan baik dan lancar

5. Evaluasi

Pada kegiatan ini peneliti merefleksi dan mengevaluasi semua tahap kegiatan yang telah dilaksanakan mulai dari tahap pelaksanaan kegiatan, tindakanhingga observasi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti besama guru BK, maka diperoleh data sebagai berikut.

1 Pemahaman Diri – Mampu menilai diri

12 80 sendiri 13 86,5 nya 2 Persiapan Diri 8 53 karir tertentu 9 60 dalam kesuksesan karirdimasa depan 13 86,5 sekolah 3 Pengenalan 12 80 Dunia Kerja pekerjaan 14 93 program studi 4 Perencanaan 14 93 dapat menunjang karir 14 93 1. Pada indikator pemahaman diri siswa ada 3 deskriptor yang dapat ditingkat dari sebelumnya, dua deskriptor di kategorikan “SangatBaik” yaitu mampu menilai diri sendiri menjadi 12 siswa dengan peningkatan 80%, Dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya menjadi 13 siswa dengan peningkatan 86,5%.

3. Pada indikator pengenalan dunia kerja dikategorikan “sangat baik”

Dengan indikator dapat mengenal dunia pekerjan menjadi 12 siswa dengan peningkatan 80%, Mengetahui cara memilih program studimenjadi 13 siswa dengan peningkatan 86,5%. Pada indikator perencanaan masa depan menunjukkan adanya peningkatan dari sebelumnya, pada dekriptor mengetahui berbagaijenis sekolah lanjutan yang dapat menunjang karir menjadi 14 siswa dengan jumlah peningkatan 93%, dan mengambil keputusan menjadi14 siswa dengan jumlah peningkatan 93%.

F. Pembahasan

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, terdapat perubahan dari pra-siklus yang dilakukan hingga siklus Idan siklus II. Faktor pendukung selama penelitian ini berlangsung adalah siswa memiliki semangat yang kuat untuk mengikuti layanan bimbingan karir yangdiberikan oleh peneliti sehingga siswa dapat termotivasi untuk memiliki perencanaan karir.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah yang

Hal ini dapat terlihat dari hasil observasi dengan menggunakan daftar check list bahwa perencanaan karir siswa masih dibawah 50% dari 13 deskriptor dari 4 indikator yang ada. Pada indikator pemahaman diri dikategorikan “sangat baik” dengan persentase 86,5%,pada indikator “persiapan diri” Mampu memilih perguruan tinggi setelah sekolah dengan kategori “sangat baik” dengan persentase 86,3% dari 13siswa, pada indikator pengenalan dunia kerja dikategorikan “sangat baik” termasuk dalam deskriprtor mencari informasi dengan persentase 100%dari 15 siswa.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang yang telah dikemukakan sebelumnya, dan dari kesimpulan di atas maka ada beberapa saran dari peneliti,yaitu: 1. Kepada Guru BK dan calon guru BK diharapkan dapat memahami seputar karir agar dapat melaksanakan layanan bimbingan karir terhadapsiswa, agar siswa memiliki perncanaan karir dan dapat mengambil keputusan karir.

DAFTAR PUSTAKA

1, Januari 2020 Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, 2020,Bandung :Remaja Rosdakarya Tohirin, (2020), Bimbingan dan Konseling di Sekolah Madrasah (Berbasis Integrasi), Jakarta:Raja Grafindo PersadaTwi Tandar Atmaja, (2020), Upaya Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa Melalui Bimbingan Karir dengan Penggunaan Media Modul. Satuan Pendidikan: Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan Karir adalah suatu rangkaian perilaku dan sikap yangberhubungan dengan pengalaman maupun aktivitas kerja selamarentang waktu pada kehidupan seorang individu serta merupakanrangkaian aktivitas kerja berkelanjutan.

II. Penangan KES-T (Kehidupan Sehari-Hari Terganggu)

Siswa diberikan kesempatan untuk memberi tanggapan mengenai jenis pekerjaan yang diminatinya. Jenis Layanan: Layanan Informasi Membantu siswa untuk memahami karir yang sesuai denga dirinya E.

II. Kegiatan Inti a

Penilaian Proses: dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung dengan cara mengamati individu yang menjadi sasaran layanan, melaluikeaktifan, kesungguhan dan keantusiasan anggota kelompok selama kegiatan berlangsung. Penilaian Hasil: dilaksanakan setelah kegiatan pemberian layanan selesai dilaksanakan dengan menceklis daftar ceklis obervasi tanpadiketahui oleh anggota kelompok, selain itu diperlukan pemberian (Laiseg, laijapen, dan laijapang).

3. PENGENALAN KARIR

Pengertian karir Menurut Irianto (2001 : 94) Pengertian karir adalah meliputi elemen-elemen obyektif dan subyektif. Elemen obyektif berkenaandengan kebijakan kebijakan pekerjaan atau posisi jabatan yangditentukan organisasi, sedangkan elemen subyektif menunjuk padakemampuan seseorang dalam mengelola karir denganmengubah lingkungan obyektif (misalnya dengan mengubahpekerjaan/jabatan) atau memodifikasipersepsi subyektif tentang suatu situasi (misalnya dengan mengubah harapan).

b. Langkah- Langkah Perencanaan Karir

Proses atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menyusun rencana karir terdiri atas hal-hal berikut ini : 1. Menetapkan Tujuan KarirSetelah orang dapat menilai kekuatan, kelemahan, dan setelah mendapat pengetahuan tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan karir dapatdiidentifikasi dan kemudian dibentuk.

4. Melaksanakan Rencana- Rencana

Untuk mengimplementasika satu rencana kebanyakan diperlukan iklim organisasi yang mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harusmengajak semua tingkatan dari manajemen untuk membantu bawahan mereka dalam meningkatkan karir mereka.

c. Metode Perencanaan Karir

Bimbingan karir ddjgasamdgMenurut seorang ahli yang bernama John Holland, perlu dilakukanya sebuah usaha dalam memilih karir yang sesuai dengan kepribadian kita. Hal ini didasarkan pada sebuah alasan bahwa seorang yang memilih karir yang sesuai dengan kepribadiannya, dia akan lebih menikmatipekerjaannya tersebut dari pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya.

1. Realistis

2. Intelektual

Kuat secara fisik, menyelesaikan masalah dari sisi praktisnya dan memiliki kemampuan social yang Orang-orang ini memiliki orientasi konseptual dan teoritis. Mereka seringkali menghindari hubunganinterpersonal dan paling cocok untuk pekerjaan yang berhubungan dengan matematika atau keilmuan.

6. Artistic

Penilaian Proses: dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung dengan cara mengamati individu yang menjadi sasaran layanan, melaluikeaktifan, kesungguhan dan keantusiasan anggota kelompok selama kegiatan berlangsung. Penilaian Hasil: dilaksanakan setelah kegiatan pemberian layanan selesai dilaksanakan dengan menceklis daftar ceklis obervasi tanpadiketahui oleh anggota kelompok, selain itu diperlukan pemberian (Laiseg, laijapen, dan laijapang).

A. JENIS-JENIS PEKERJAAN/KARIR a. Pengertian Karir

Menurut Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasiseseorang selama rentang hidup orang tersebut”. Perencanaan karir merupakan proses yang disengaja di mana dengan melaluinya seseorang menjadi sadarakan atribut-atribut yang berhubungan dengan karir personal dan serangkaian langkah sepanjang hidup memberikan sumbangan pemenuhan karir.

b. Konsep Pekerjaan dan Jenis Jabatan

KBJI merupakan klasifikasi jenis jabatan yang didasarkan pada tingkat keahlian yang meliputi semua jenis jabatan dari penduduk Indonesia yang bekerja. Jabatan adalah sekumpulan pekerjaan yang mempunyai rangkaian tuga yang sama atau berhubungan satu dengan yang lain, dan pelaksanaannya memintakecakapan, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang juga sama.

c. Ringkasan Golongan Pokok

Untuk membantu melakukan interpretasi klasifikasi ini, dibawah ini disajikan ringkasan golongan pokok dalam KBJI 2020.

1) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)

2) Profesional Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman profesional tingkat tinggi dalam 3) Teknisi dan Asisten Profesional Golongan pokok ini jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuain teknik dan pengalaman dalam satu atau lebih bidang ilmupengetahuan alam dan ilmu pengetahuan hayat, atau ilmu pengetahuian sosial kemanusiaan. Tugas utamanya 5) Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Penjualan Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk melakukan jasaperlindungan dan jasa perorangan, dan untuk menjual barang dagangan di toko atau di pasar.

9) Pekerja Kasar

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang memerlukan pengetahuan dan pengalaman cukup untuk melakukan tugas-tugas yang sangatrutin dan sederhana, dengan menggunakan peralatan yang dikendalikan dengan tangan dan dalam beberapa hal memerlukan kekuatan fisik, dan sedikitmenggunakan inisiatif dan pertimbangan yang terbatas. Tugas utamanya terdiri dari menjual barang-barang di pinggir jalan atau di jalanan, menjaga pintudanmengawasi hak milik, dan juga membersihkan, mencuci, mengupas dan bekerja sebagai buruh dibidang pertambangan, pertanian dan perikanan,konstruksi dan industri pengolahan.

a. Pembimbing menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan karir akan segera berakhir

Penilaian Proses: dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung dengan cara mengamati individu yang menjadi sasaran layanan, melaluikeaktifan, kesungguhan dan keantusiasan anggota kelompok selama kegiatan berlangsung. Penilaian Hasil: dilaksanakan setelah kegiatan pemberian layanan selesai dilaksanakan dengan menceklis daftar ceklis obervasi tanpadiketahui oleh anggota kelompok, selain itu diperlukan pemberian (Laiseg, laijapen, dan laijapang).

A. PILIHAN KARIR SETELAH LULUS SMA/MAN SETELAH LULUS SMA

Secara garis besarnya ada 4 (empat) alternatif pilihan siswa setelah tamat dan lulus SMA/MA, ialah : 1. Memasuki kehidupan baru, yaitu berkeluargaDari keempat alternatif tersebut, anda diminta mengambil keputusan untuk memilihnya, pilihan pertama, maka ikuti instruksi untuk nomor 1, pilihan kedua,maka ikuti instruksi untuk nomor 2 dan pilihan ketiga, maka ukuti instruksi untuk nomor 3 serta pilihan keempat ikuti instruksi nomor 4.

a. Yang Dilakukan Setelah Lulus SMA/MA

Salah satu pertimbangan tersebut adalah pengetahuan tentang informasi berbagai jenis studi di PerguruanTinggi antara lain : Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Akademi sertaPoliteknik yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda; Universitas 2. Memasuki kursus-kursus / pelatihanSeandainya Anda memilih tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, ada alternatif lain yang dapat Anda pilih untuk meningkatkan life skillAnda dan dapat dijadikan sebagai modal untuk dapat kerja mandiri atau wiraswasta, yaitu dengan memasuki kursus-kursus keterampilan / pelatihan.

4. Memasuki kehidupan baru, yaitu berkeluarga Selepas SLTA langsung menikah ? Itu bukan pilihan yang bijaksana

Menikah terlalu dini, menyangkutbanyak pihak, terutama terhadap pria dan wanita yang melangsungkan pernikahan dini tersebut. Untuk mempersiapkan kematangan emosi disamping kesiapan fisik dan ekonomis perlu waktu bebrapa tahun kedepan, remaja diberikan kesempatanuntuk mengenal kehidupan masyarakat orang dewasa dengan lebih luas akan lebih lebih matang dan dewasalah para remaja (pria maupun wanita) dalam memilihdan menggunakan nilai sebagai dasar dalam memilih teman hidup yang dapat bekerja sama sebagai team dalam memasuki kehidupan baru sebuah keluarga.

C. TUJUAN / ARAH PENGEMBANGAN 1. Pengembangan KES (Kehidupan Sehari-Hari)

Penangan KES-T (Kehidupan Sehari-Hari Terganggu) Mengajak dan membimbing siswa untuk mengikuti kegiatan Meminta siswa mengemukakan pendapat mengenai kemandirian yang dimiliki dengan mempersiapkan pilihan study lanjut. pembelajaran/pelayanan dengan penuh perhatian, semangat, dan penampilan dengan melakukan kegiatan berpikir, merasa, bersikap,bertindak dan bertanggung jawab (BMB3) berkenan dengan materi pembelajaran/ pelayanan yang akan dibahas.

d. Memberikan ulasan umum dan penegasan-penegasan berkenaan

Penilaian Proses dengan cara mengamati individu yang menjadi sasaran layanan, melaluikeaktifan, kesungguhan dan keantusiasan anggota kelompok selama kegiatan berlangsung. Analisis penilaian proses: Analisis penilaian proses kegiatan untuk diketahui hambatan dan dukungan dalam pemcapaian tujuan.

I. TINDAK LANJUT

Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesei, disusunlah laporan pelaksanaan program layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian hasil.proses, dengan disertai arah tindak lanjutnya Mengetahui, Medan, Agustus 2020Guru BK Pelaksana Sri Widia Astuti, S. I Rosalina Rambe NIM.

A. Informasi Tentang Perkuliahaan 1. Pemilihan Jurusan di Perguruan Tinggi

Menurut Robbins Defenisis Pemilihan adalah “pengambilan keputusan merupakan suatu proses dimana seseorang menjatuhkan pilihannya dari beberapaalternatif pilihan yang ada”. Dari defenisi beberapa ahli bahwa pemilihan dapat disimpulkan bahwa “pemilihan jurusan ialah suatu pengambilan keuputusanmerupakan suatu proses dimana seseorang menjatuhkan pilihannya dari beberapa alternatif yang ada.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Individu dalam Memilih Jurusan Faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam memilih jurusan kuliah

Martini menyebutkan bahwa pada dasarnya faktor-faktor tersebut antara lain adalah: a) Faktor Budaya, b) Faktor Sosial, salah satunya teman sebaya, c) Faktorpribadi dan d) faktor psikologis. Sedangkan beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi seseorang dalam memilih perguruan tinggi dan memilih penjurusan di antaranya:a.

3. Lembaga Perguruan Tinggi

a. Universitas

Universitas adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dapat pula menyelenggarakan pendidikan profesional dalamsejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian tertentu. Isntitut yang memenuhi syarat dapatmenyelenggarakan satu atau lebih yang menyelenggarakan satu atau dua lebih program studi.

e. Politeknik

Politeknik terdiri atastida jurusan atau lebih yang menyelenggarakan D-1. Gani, Bimbingan Penjurusan, Bandung: Angkasa,1986 dengan intensi pemilihan jurusan kuliah pada siswa kelas XI di SMA N.

Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Di Universitas Sebelas Maret pada Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi https://jurnal.uns.ac.id/bise p-ISSN 2548-8961 | e-ISSN 2548-7175 | Volume 4 Nomor 2 (2020)

 Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Sebelas Maret

Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir terhadap Minat

Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Di Universitas Sebelas Maret pada Era

Masyarakat Ekonomi Asean (Mea)

1 Ulfa Lufiana , Trisno Martono , Sudarno

1 Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sebelas Maret

Article Info Abstact DOI: This research was conducted to find out whether or not: (1) the influence of Entrepreneurship learning on entrepreneurial interest in FKIP students in the program of Economic Education at Sebelas Maret University Surakarta in the AEC era, (2) the effect of Career Guidance

Keyword: learning on entrepreneurship interest in FKIP students in the program Entrepreneurship of Economic Education Sebelas Maret University Surakarta in the AEC Learning, Career era, and (3) the influence of Entrepreneurship learning and Career Guidance Learning, Guidance on entrepreneurial interest in FKIP students in the program of and Entrepreneurial Economic Education at Sebelas Maret University Surakarta in the AEC Interest in the AEC era. This research was using quantitative research with descriptive era research.

The population in this research were all economic students of the 2020 Sebelas Maret University in Surakarta as many as 57 students. Technique of collecting data used was questionnaire. Questionnaires techniqu are used to collect data about Entrepreneurship learning, Career Guidance learning, and entrepreneurial interests at AEC era. Data analysis used in this study is multiple linear regression analysis with level of significance 0,05.

The results of this research can be concluded that: (1) there was a positive and significant influence of entrepreneurship learning on entrepreneurial interest in economic education students in the era of the ASEAN Economic Community (AEC) with partial contribution value 37.33%, (2) there was a positive and significant influence of Career Guidance learning on entrepreneurial interest in economic education students in the era of the ASEAN Economic Community (AEC) with

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2

partial contribution value 11.49%, and (3) there is a positive and significant influence of entrepreneurship learning and Career Guidance learning on entrepreneurial interest Economic education students in the era of the ASEAN Economic Community (AEC) with simultaneous contribution 43.5%.

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui ada atau tidaknya: (1) pengaruh pembelajaran Kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada era MEA, (2) pengaruh pembelajaran Bimbingan Karir terhadap minat berwirausaha mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada era MEA, dan (3) pengaruh pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir terhadap minat berwirausaha mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada era MEA.

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2020 Universitas Sebelas Maret Surakarta berjumlah 57 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik kuesioner untuk mengetahui pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir dalam menumbuhkan minat berwirausaha pada era MEA. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan taraf signifikansi 0,05.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pembelajaran Kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan nilai kontribusi parsial sebesar 37,33%, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pembelajaran Bimbingan Karir terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan nilai kontribusi parsial sebesar 11,49%, dan (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan nilai kontribusi simultan sebesar 43,5%.

Kata Kunci: Pembelajaran Kewirausahaan, Pembelajaran Bimbingan Karir, dan Minat

Berwirausaha pada era MEA.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara berkembang. Hal ini terlihat dari masih banyaknya pembangunan yang dilakukan di berbagai sektor, salah satunya adalah pembangunan yang dilakukan di sektor perekonomian. Dalam sektor perekonomian tedapat masalah yang harus diperhatikan oleh pemerintah, yaitu masih banyaknya pengangguran yang merupakan akibat dari ketimpangan antara lapangan pekerjaan dengan jumlah pencari kerja.

Masalah sektor perekonomian adalah ketimpangan antara lapangan pekerjaan dengan jumlah pencari kerja, sehingga berimbas semakin tinggi jumlah pengangguran. Jumlah pencari kerja terdaftar, lapangan kerja terdaftar, dan penempatan/ pemenuhan tenaga kerja berdasarkan hasil dari

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 survei Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2020, negara Indonesia mempunyai jumlah pencari kerja terdaftar sebesar 1.410.428, jumlah lapangan kerja terdaftar sebesar 833.555, dan penempatan/pemenuhan tenaga kerja sebesar 742.177. Data di atas menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan antara lapangan pekerjaan terdaftar dengan pencari kerja kerja terdaftar sebesar 59,10%. Lapangan pekerjaan tidak maksimal jika dibandingkan dengan jumlah pencari kerja, sehingga terdapat pencari kerja yang tidak terserap oleh lapangan pekerjaan yang tersedia. Data menunjukkan pemenuhan tenaga kerja terdaftar mencapai 89,03% dari lapangan pekerjaan yang terdaftar, hal ini berarti bahwa hanya terdapat 52,62% pencari kerja terdaftar yang terserap oleh lapangan kerja terdaftar. Berdasarkan data tersebut membuktikan bahwa banyak tenaga kerja yang menganggur akibat jumlah lapangan pekerjaan terbatas.

Lebih lanjut jumlah pengangguran terbuka menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Indonesia berdasarkan hasil dari Survei Angkatan kerja Nasional (Sakernas) pada tahun 2020, jumlah angka pengangguran terbuka yang berlatar belakang Universitas atau perguruan tinggi pada bulan Februari 2020 sebesar 565.402, pada bulan Agustus 2020 sebesar 653.586, dan pada bulan Februari 2020 sebesar 695.304. Bedasarkan data hasil survei tersebut, jumlah angka pengangguran terbuka yang berlatar belakang tamatan Universitas atau perguruan tinggi kian bertambah tinggi setiap periode pelaksanaan survei. Jumlah pengangguran dengan latar belakang tamatan universitas atau perguruan tinggi akan semakin bertambah jumlahnya dengan semakin bertambahnya mahasiswa yang tamat dari universitas.. Identifikasi penyebab pengangguran ini diperkuat penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa akar permasalahan pengangguran pada suatu tamatan universitas disebabkan oleh paradigma berpikir tamatan yang masih berorientasi pada job seeker (pencari kerja), yaitu sebagai karyawan/tenaga di suatu instansi. Hal ini mengindikasikan pula bahwa pendidikan yang tinggi tidak menjadi jaminan untuk memperoleh pekerjaan

Usaha mengurangi pengangguran dalam rangka menghadapi tantangan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) harus dilakukan dengan cara memperbaiki sumber daya manusia melalui pendidikan. Hal ini diperkuat oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kelemahan dari sumber daya manusia di Indonesia dalam menghadapi MEA adalah produktivitas yang rendah, pendidikan dan penguasaan bahasa asing yang rendah, serta keterampilan dan keahlian yang belum memadai. Pendidikan, keterampilan, serta keahlian yang rendah menjadi kelemahan bagi sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan kelemahan tersebut adalah melalui pendidikan yang memadai.

Pendidikan ditujukan untuk memperoleh sumber daya manusia yang berpengetahuan dan berketerampilan yang baik serta memiliki sikap mental yang tangguh, terutama sikap mental dalam berwirausaha. Pengertian pendidikan diperkuat oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pendidikan Tinggi bahwa pendidikan adalah suatu upaya secara sadar dan terencana dalam menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik aktif dalam mengembangkan potensi dirinya guna menumbuhkan kekuatan spiritual, mampu mengendalikan diri, serta memiliki kepribadian yang baik, kecerdasan, akhlak mulia, dan berketerampilan yang berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, maupun negara. Sikap mental yang tangguh dibutuhkan dalam menghadapi persaingan dalam dunia usaha. Berwirausaha merupakan salah satu solusi yang dapat membantu mengurangi pengangguran serta meningkatkan pembangunan nasional pada sektor ekonomi.

Bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi pengangguran terdidik, terutama pada tingkat pendidikan tinggi atau universitas adalah dengan pengadaan pendidikan kewirausahaan yang diimplementasikan menjadi pembelajaran kewirausahaan. Pihak fakultas Pendidikan Ekonomi bertanggungjawab dalam memberikan pendidikan, bekal keterampilan, serta motivasi mengenai kewirausahaan, sehingga pada diri setiap mahasiswa tumbuh jiwa kewirausahaan dan keberanian mengambil keputusan untuk berwirausaha sebagai alternatif karirnya. Upaya pemberian

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 pembelajaran kewirausahaan juga diharapkan mampu menjadikan mahasiswa menciptakan usahanya sendiri. berwirausaha merupakan salah satu upaya dalam mengurangi pengangguran.

Menumbuhkan minat berwirausaha pada mahasiswa merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Kenyataannya menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan mahasiswa tidaklah mudah. Sejalan dengan hasil dari survei ICT Center FKIP UNS pada alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret khususnya pada program studi Pendidikan Ekonomi atau bidang keahlian khusus Pendidikan Tata Niaga tahun 2020 diperoleh data bahwa alumni mahasiswa bidang studi Pendidikan Ekonomi atau Pendidikan Tata Niaga terdapat 27 alumni mahasiswa yang bekerja sebagai guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS), 23 alumni mahasiswa yang bekerja sebagai guru PNS, 22 alumni mahasiswa yang bekerja sebagai swasta, 7 alumni mahasiswa yang bekerja dalam bidang kewirausahaan/usaha sendiri, dan 6 alumni mahasiswa melanjutkan studinya. Alumni mahasiswa yang bekerja dalam bidang kewirausahaan berjumlah sedikit yaitu sejumlah 8,24% jika dibandingkan dengan profesi lain serta melanjutkan studi dari jumlah data total 85 alumni. Data dia atas di ambil dari dua periode angkatan mahasiswa yaitu periode tahun 2020 dan 2020 dengan jumlah keseluruhan mahasiswa 136 dan berdasarkan data di atas terdapat 51 alumni yang belum bekerja. Sedikitnya mahasiswa yang memilih kewirausahaan serta masiha adanya mahasiswa yang belum bekerja merupakan dampak dari paradigma berpikir tamatan yang masih berorientasi pada job seeker (pencari kerja), baik sebagai tenaga pendidik ataupun pekerja kantor dan lebih mengesampingkan penciptaan usaha sendiri.

Setiap individu dalam menjalankan profesinya harus didasari dengan rasa senang dan perhatian terhadap profesinya. Rasa senang tersebut akan menumbuhkan minat berwirausaha. Memiliki minat berwirausaha berarti memiliki perasaan senang dan tertarik kepada profesi wirausaha. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan, serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berdikari atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan dihadapinya, serta mempunyai kemauan keras untuk belajar dari kegagalan.

Minat berwirausaha pada mahasiswa pendidikan Ekonomi yang rendah sangat disayangkan. Pembelajaran Kewirausahaan yang dilakukan pada jenjang pendidikan tinggi diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Lebih lanjut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Tinggi Bab VI pasal 19 ayat 1 menjelaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Upaya lain dari pemerintah yang dilakukan untuk menumbuhkan minat berwirausaha yaitu pemberian pembelajaran Bimbingan Karir. Pembelajaran Bimbingan Karir berperan membantu mahasiswa dalam memahami dirinya dan memahami lingkungan atau dunia kerja dalam tata hidup tertentu serta mampu meningkatkan kematangan karir mahasiswa . Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu menyatakan indikasi yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang positif mengenai pemahaman karir mahasiswa yang matang dan kompetensi karir yang tinggi terhadap pekerjaan dalam suatu bidang profesi. Dalam hal ini, indikasi sikap mahasiswa telah memiliki pemahaman karir yang matang dan berkompetensi karir yang tinggi terhadap suatu profesi adalah keikutsertaan mahasiswa dalam mendiskusikan dan memusyawarahkan suatu profesi, kemandirian mahasiswa dalam menetapkan pilihan profesi di masa datang, penentuan profesi yang cenderung positif, penerimaan yang baik terhadap pendapat atau usulan dan berdiskusi dengan orang tua/orang

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 dewasa lainnya mengenai profesi, serta pengambilan keputusan dalam menentukan pilihan pekerjaan sudah menunjukkan kepastian.

Pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan merupakan bekal awal seorang mahasiswa dalam memulai suatu bisnis baru. Kenyataannya upaya pemberian pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir juga tidaklah mudah sebab terdapat beberapa mahasiswa yang kurang optimal dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa mengenai sikap mahasiswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir bahwa masih terdapat beberapa mahasiswa yang telat memasuki kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kurangnya perhatian mahasiswa selama proses diberikan teori mengenai kewirausahaan serta karir yaitu berbicara dengan teman di sampingnya, serta pengumpulan tugas yang tidak tepat waktu oleh beberapa mahasiswa.

Penelitian ini diharapkan agar pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir mampu menumbuhkan serta meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa pada era MEA, sehingga dapat mengubah pola pikir mahasiswa untuk mulai menciptakan usaha sendiri dan menghilangkan paradigma berpikir yang berorientasi sebagai job seeker mengingat jumlah lapangan pekerjaan yang kurang maksimal jika dibandingkan dengan jumlah pencari pekerjaan. Berdasarkan permasalahan di atas peneliti berkeinginan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.

Pelaksanaan setiap kegiatan penelitian yang dilakukan pasti memiliki tujuan tertentu yang pastinya ingin dicapai oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi beberapa tujuan yang dapat dinyatakan sebagai berikut untuk: 1.

Memperoleh hasil dari pengaruh pembelajaran Kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada era MEA.

2. Memperoleh hasil dari pengaruh antara pembelajaran Bimbingan Karir terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada era MEA.

3. Memperoleh hasil dari pengaruh antara pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada era MEA.

KAJIAN PUSTAKA 1. Sistem Pendidikan

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (2) menyatakan pendidikan nasional adalah pendidikan yang dalam pelaksanaannya berdasarkan Pancasila dan UU RI Tahun 1945, dan berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan Indonesia, serta tanggap terhadap perubahan zaman. Lebih lanjut pada ayat (3) menyatakan sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen dalam pendidikan yang saling terkait satu dengan lain secara terpadu guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada bab VI bagian keempat pasal 19 ayat (1) menyatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Lebih lanjut Pasal 24 menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan di

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 perguruan tinggi diberikan kebebasan akademik dan mimbar akademik serta otonomi keilmuan. Dengan kata lain, perguruan tinggi memiliki kekuasaan dalam mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Guna memperoleh sumber dana dari masyarakat, pengelolaan pendidikan di perguruan tinggi dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas publik.

2. Pembelajaran Kewirausahaan a. Pengertian Pembelajaran Kewirausahaan

Walter, D dan Lou Carey dalam Pribadi (2009: 20) menyebutkan bahwa pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau beberapa jenis media. Sunarya, Sudaryono & Sefullah (2020; 33) menyatakan kewirausahaan adalah upaya dalam menciptakan suatu nilai melalui pengenalan pada peluang bisnis, manajemen pengambilan resiko yang tepat, ketrampilan komunikasi yang baik, dan manajemen untuk sumber daya manusia, modal, sumber daya alam atau sumber daya lain yang diperlukan agar kegiatan usaha dapat terlaksana dengan baik. Danuhadimedjo (2008: 77) menyatakan pembelajaran kewirausahaan adalah penanaman nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam kreasi dan berinovasi dalam membentuk jiwa wirausaha seseorang.

b. Komponen Dalam Sistem Pembelajaran

Berikut komponen-komponen dalam sistem pembelajaran menurut Pribadi (2009:21) adalah: 1)

Siswa, merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan pembelajaran, sehingga keputusan dalam perencanaan dan desain pembelajaran disesuaikan dengan kondisi siswa yang bersangkutan. Hal ini ditujukan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. 2)

Tujuan, merupakan pengarah semua proses dalam sebuah lembaga pendidikan agar sesuai dengan visi dan misi yang telah ditentukan. 3)

Metode pembelajaran, merupakan suatu jenis prosedur yang digunakan oleh pendidik guna mencapai tujuan dan kompetensi yang telah ditentukan. 4)

Media, merupakan sarana untuk memfasilitasi suatu kegiatan pembelajaran, sehingga membantu terciptanya suatu proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. 5)

Strategi pembelajaran, merupakan suatu cara yang digunakan oleh pendidik untuk membuat siswa mencapai tujuan yang diharapkan serta memenuhi standar kompetensi yang telah ditentukan. 6)

Evaluasi, merupakan kegiatan penilaian yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan sebuah sistem pembelajaran dapat tercapai. 7)

Umpan balik, merupakan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas proses dalam sebuah sistem pembelajaran serta berisi informasi yang dapat dijadikan sebagai masukan atau input untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi pada setiap komponen dalam sistem pembelajaran.

c. Kriterian Pembelajaran Sukses

Kriteria yang menjadikan suatu pembelajaran dikatakan sukses menurut Heinich, dkk dalam Pribadi (2009: 26) adalah: 1)

Peran aktif siswa dalam setiap pemberian materi pembelajaran dan tugas-tugas, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya proses belajar dalam diri individu. 2)

Latihan, dapat berupa tugas dan kuis yang bertujuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan yang baru saja dipelajari. 3)

Perbedaan individual, sehingga tugas seorang pendidik adalah mengembangkan setiap kompetensi yang terdapat dalam diri peserta didik. 4)

Umpan balik, kriteria ini diperlukan oleh peserta didik untuk mengetahui kemampuan dalam mempelajari suatu hal.

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2

5) Konteks nyata, peserta didik perlu mempelajari materi yang berisikan pengetahuan dan ketrampilan yang diimplementasikan secara nyata.

6) Interaksi sosial peserta didik sangat diperlukan untuk menumbuhkan motivasi belajar lebih giat dengan adanya dukungan sosial.

d. Manfaat Kewirausahaan

Menurut Thomas W. Zimmerer dalam Sunarya, Sudaryono & Saefullah (2020: 16) merumuskan manfaat dari kewirausahaan sebagai berikut: 1)

Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. 2)

Memberi peluang untuk melakukan perubahan dengan harapan akan menjalani kehidupan yang lebih baik. 3)

Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya. Bisnis yang mereka miliki merupakan alat aktualisasi diri dan berdasarkan minat atau hobinya sendiri. 4)

Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin. Keuntungan wirausaha merupakan sumber motivasi yang penting bagi seseorang untuk membuat usaha sendiri. 5)

Memberi peluang untuk berperan aktif dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, serta memperoleh pengakuan atas usahanya. 6)

Memiliki peluang untuk menciptakan usaha berdasarkan dengan sesuatu yang disukai, sehingga akan menumbuhkan rasa senang dalam pengerjaannya.

e. Kompetensi kewirausahaan

Casson dalam Suryana (2020: 85-86) mengungkapkan beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yaitu: 1)

Pengetahuan usaha (self knowledge), yaitu pengetahuan mengenai usaha yang akan diciptakan. 2)

Imajinasi (imagination), yaitu suatu ide dan perspektif yang baru serta tidak mengandalkan kesuksesan masa lalu. 3)

Pengetahuan praktik (practical knowledge), yaitu pengetahuan dalam praktik usaha, seperti pengetahuan teknik, pemasaran, desain, pembukuan, dan administrasi. 4)

Keterampilan menemukan (search skill), yaitu kemampuan menemukan, berkreasi dan berimajinasi.

5) Pandangan ke depan (foresight), yaitu berpandangan jauh ke depan.

6) Keterampilan menghitung (computation skill), yaitu kemampuan berhitung dan memprediksi keadaan pada masa yang akan datang.

7) Keterampilan berkomunikasi, bergaul, berhubungan dengan orang lain, dan membuat jaringan.

f. Indkator Pembelajaran Kewirausahaan

Indikator pembelajaran kewirausahaan (X ) menurut Suryana (2020: 50)

1) Memahami tentang kewirausahaan dan permasalahan kewirausahaan

2) Mempunyai pola pikir dan sikap mental kewirausahaan

3) Menyusun strategi negosiasi bisnis

4) Memahami seluk beluk pendirian usaha

5) Terampil membuat studi kelayakan usaha 3.

Pembelajaran Bimbingan Karir a. Pengertian Pembelajaran Bimbingan Karir

Pembelajaran menurut Hamzah B. Uno (2008: 2) adalah usaha dalam memberikan suatu kegiatan belajar kepada peserta didik secara mutlak, dimana dalam kegiatan belajar terdapat kegiatan memilih, menetapkan, serta mengembangkan metode untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Hallen (2002: 9) yang menyatakan bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu secara terus-menerus dari seseorang pembimbing

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 dalam rangka mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki individu secara optimal dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknik bimbingan yang normatif guna tercapainya kemandirian sehingga individu dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Hornby dalam Walgito (2020: 201) yaitu karir adalah pekerjaan atau profesi.

Pembelajaran bimbingan karir adalah suatu rangkaian aktivitas penyampaian informasi atau bahan ajar yang diberikan secara terstruktur dan terencana mengenai karir supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, memahami potensi apa yang ada dalam dirinya, dan mengenal dunia kerja, sehingga di masa depan dapat membantu individu dalam memilih dan menentukan serta mengetahui dengan baik pekerjaan apa saja yang sesuai dengan dirinya dan persyaratan apa yang dituntut dalam pekerjaan tersebut.

b. Prinsip- Prinsip Bimbingan Karir

Dalam pelaksanaan pembelajaran Bimbingan Karir terdapat prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan sehingga pembelajaran Bimbingan Karir dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Gani (2005: 17) menjelaskan prinsip-prinsip tersebut adalah: 1)

Seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat. 2)

Pemahaman oleh mahasiswa bahwa pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup, sedangkan karir adalah sebagai suatu jalan hidup. 3)

Pemberian bantuan kepada mahasiswa dalam mengenali potensi diri sendiri dan perencanaan pendidikan karir. 4)

Pemberian bantuan kepada mahasiswa untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. 5)

Pemberian kesempatan untuk menguji konsep, berbagai peranan dan ketrampilannya guna mengembangkan nilai-nilai dan norma-norma yang memiliki aplikasi bagi karir di masa depannya.

6) Program bimbingan karir di sekolah hendaknya dilaksanakan secara fungsional.

7) Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas yang dikoordinasikan oleh pembimbing.

c. Tujuan Bimbingan Karir

Dalam suatu kegiatan bimbingan karir memiliki tujuan yang hendak dicapai, menurut Gani (2005: 13) tujuan tersebut adalah: 1) Mengenal potensi, minat, dan kecakapan dalam diri. 2) Mengetahui tingkat kepuasan yang diperoleh dari suatu pekerjaan. 3) Mengenal jenis pekerjaan yang berkaitan dengan potensi dan minat. 4) Memiliki sikap yang positif terhadap pekerjaan. 5) Memperoleh pengarahan mengenai suatu pekerjaan yang telah dipilih. 6)

Mengetahui jenis-jenis pendidikan atau latihan yang perlu ditempuh untuk suatu pekerjaan. 7) Memberikan penilaian pekerjaan secara tepat. 8) Dapat memahami nilai-nilai yang pada diri serta masyarakat. 9)

Mengetahui dan mengatasi hambatan-hambatan yang ada pada diri dan lingkungannya. 10) Timbulnya kesadaran mengenai kebutuhan masyarakat. 11) Dapat merencanakan karir dan kehidupan di masa depan yang serasi.

d. Indikator Pembelajaran Bimbingan Karir

Indikator pembelajaran Bimbingan Karir (X ) menurut Gani (2005: 24) adalah:

1) Menjelaskan arti dan makna kerja serta tujuan kerja 2)

Mengidentifikasi jenis pekerjaan

Menjelaskan karakteristik individu

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2

4) Merancang surat lamaran dan curriculum vitae (CV) 5) Menjelaskan arti wawancara 6)

Mengidentifikasi ketrampilan dalam bekerja

Mengidentifikasi permasalahan di tempat kerja

Menjelaskan ketrampilan komunikasi

9) Menjelaskan etika kerja 4.

Teori Kepribadian Holland

Holland berpendapat bahwa individu tertarik pada suatu karir tertentu karena kepribadiannya dan berbagai variabel yang melatarbelakanginya. Teori yang dikembangkan oleh Holland memaparkan bahwa variabel-variabel yang melatarbelakangi pemilihan suatu pekerjaan merupakan hasil dari interaksi antara faktor hereditas (keturunan) dengan segala pengaruh dari masa kecil, lingkungan pergaulan, pendidikan orang tua. Holland juga menyatakan bahwa ada variabel dalam diri seseorang yang berpengaruh terhadap tingkat pemilihan pekerjaan yaitu tergantung pada tingkat intelegensi dan penilaian terhadap dirinya. Hasil interaksi antara variabel-variabel tersebut akan membentuk enam jenis lingkungan pekerjaan, diantaranya realistik, investigatif, artistik, sosial, entreprising, dan konvensonal. Tipe kepribadian yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tipe entreprising berkaitan dengan minat menjadi wirausaha.

5. Minat Berwirausaha pada Era MEA a. Pengertian Minat Berwirausaha pada Era MEA

Slameto (2020: 21) menyatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada paksaan. Menurut Saiman (2020: 7) berwirausaha adalah upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau aktivitas usaha yang didasarkan atas minat dan kemampuan diri dalam mendirikan usaha.

Minat berwirausaha pada era MEA adalah keinginan, ketertarikan, dan kemauan dalam menciptakan suatu usaha/bisnis baru dengan tujuan untuk mencapai kepuasan dalam berbisnis yang dapat digambarkan dengan kesuksesan berbinis dengan diikuti rasa senang, sifat konsisten, serta keberanian dalam mengambil risiko mengenai usaha yang didirikannya sendiri dalam rangka menghadapi tingginya kompetisi aktivitas ekonomi pada kawasan ekonomi ASEAN sehingga terciptalah suatu kesejahteraan.

b. Macam-Macam Minat

Menurut Djaali (2020: 122), “Minat memiliki unsur afeksi, kesadaran sampai pilihan nilai, pengerahan peras aan, seleksi, dan kecenderungan hati”. Berdasarkan orang dan pilihan kerjanya, minat dibagi ke dalam enam jenis, yaitu: 1)

Realistis, yaitu tipe orang realistis umumnya mapan, kasar, praktis, berfikir kuat dan sangat atletis. 2)

Investigatif, yaitu tipe orang investigatif termasuk orang yang berorentasi pada keilmuan. 3)

Artistik, yaitu tipe orang artistik menyukai hal-hal yang tidak terstuktur, bebas, memiliki kesempatan bereaksi, sangat membutuhkan suasana yang dapat mengekspresikan sesuatu secara individual, sangat kreatif dalam bidang seni dan musik. 4)

Sosial, yaitu tipe orang yang mudah bergaul, bertanggung jawab, menyukai bekerja dalam kelompok, senang menjadi pusat perhatian kelompok, senang dengan kegiatan menginformasikan, melatih, dan mengajar. 5)

Enterprising, yaitu tipe orang yang senang memimpin orang lain, memiliki keterampilan verbal untuk berdagang, serta kemampuan untuk mencapai tujuan organisasi.

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2

Pengambil resiko, ccenderung lebih menyukai tantangan, mengingat di dalam wirausaha banyak terdapat resiko yang harus dihadapi. 4)

Indikator minat berwirausaha pada era MEA (Y) menurut Suryana (2020: 68) adalah: 1) Faktor fisik: kesehatan fisik, mental, dan spiritual. 2) Faktor psikis: motif, perhatian, dan perasaan.

Selain keuntungan, Buchari Alma juga menyebutkan kelemahan dengan menjadi seorang wirausaha, antara lain: 1) Memperoleh pendapatan tidak pasti dengan menanggung risiko. 2) Memiliki jam kerja yang panjang dan diharuskan bekerja keras. 3) Kualitas hidup masih rendah sampai usahanya berhasil. 4) Memiliki tanggung jawab sangat besar.

Menurut Buchari Alma dalam Sunarya, Sudaryono, & Saefullah (2020: 19) bahwasanya keuntungan yang diterima pada saat menjadi wirausaha sebagai berikut: 1) Memperoleh peluang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. 2) Memiliki peluang mendemontrasikan potensi diri secara penuh. 3) Memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan maksimal. 4) Memiliki peluang dalam membantu kebutuhan masyarakat. 5) Memiliki peluang menjadi pemimpin.

e. Keuntungan dan Kelemahan menjadi Seorang Wirausaha

Berorientasi ke masa depan, sifat ini lebih perspektif, mempunyai visi ke depan mengenai apa yang hendak dilakukan dan apa yang hendak dicapai.

Keorisinilan, tidak mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ide-ide orisinil, serta ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. 6)

Kepemimpinan, sifat ini sudah ada pada diri masing-masing individu, bahkan sekarang kepemimpinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. 5)

Berorientasikan tugas dan hasil, mengutamakan prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik. 3)

6) Konvensional, yaitu tipe orang yang menyukai lingkungan tertib, menyukai komunikasi verbal dan kegiatan yang berhubungan dengan angka, sangat efektif menyelesaikan tugas dan menghindari situasi yang tidak pasti.

Percaya diri, sifat ini dapat dimulai dengan pribadi yang mantap/tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran orang lain, namun menjadikan saran dan pendapat sebagai bahan pertimbangan. 2)

Ciri khas yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha BN. Marbun dalam Alma, 2020; 52: 1)

d. Sifat-sifat yang Harus Dimiliki Wirausaha

Minat menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang, sehimgga pengalaman seseorang lebih menyenangkan.

Minat mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi anak, ketika anak mulai memikirkan pekerjaan dan yakin dengan pekerjaan yang dipilih di masa mendatang, maka semakin besar minat mereka terhadap pekerjaan tersebut. 3)

Minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar, anak yang berminat terhadap suatu aktivitas maupun pekerjaan akan lebih berusaha keras dalam belajar. 2)

Menurut Hurlock (2020: 114) minat sangat penting bagi anak, pentingnya minat sebagai berikut: 1)

f. Indikator Minat Berwirausaha pada Era MEA

3) Faktor lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.

METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

Menurut Prastowo (2020:12) menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang mengungkap fakta suatu kejadian, objek, aktivitas, proses, dan manusia secara apa adanya pada waktu sekarang. Lebih lanjut Sugiyono (2020: 8) menyatakan metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang dilandaskan pada filsafat positivisme, metode ini meneliti pada populasi atau sampel, pengumpulan datanya menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi angakatan tahun 2020 berjumlah 57 mahasiswa. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Metode angket atau kuesioner dihitung menggunakan skala Likert.

Variabel independen pada penelitian ini adalah pembelajaran Kewirausahaan (X1), pembelajaran Bimbingan Karir (X2), serta variabel dependen minat berwirausaha pada era MEA (Y). analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji prasyarat analisis, uji analisis regresi berganda, uji F, uji t, serta menentukan koefisien determinasi.

HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Hasil Penellitian 1. Hasil Uji Pasyarat Analisis a. Uji Normalitas

Hasil uji normalitas diketahui bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebaran titik-titik tersebut membentuk garis diagonal. Hal ini berarti model regresi memenuhi asumsi normalitas dan layak digunakan untuk memprediksi variabel minat berwirausaha berdasarkan pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir.

Hasil uji linearitas dengan metode Scatterplot ini menunjukkan bahwa titik-titik pada gambar berbentuk acak atau tidak berpola sehingga terdapat hubungan yang linier antara variabel X (pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir) dan variabel Y (minat berwirausaha pada era MEA).

c. Uji Multikolinearitas a

Coefficients Collinearity Statistics

VIF 1 (Constant) Pembelajaran Kewirausahaan 0,995 1,005 Pembelajaran Bimbingan Karir 0,995 1,005

a. Dependent Variable: Minat Berwirausaha pada era MEA

U. Lufiana, T. Martono, Sudarno Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol. 4 No. 2

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas dapat diketahui bahwa nilai tolerance variabel pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir sebesar 0,995 dan nilai

VIF variabel pembelajaran Kewirausahaan dan pembelajaran Bimbingan Karir sebesar 1,005. Nilai VIF masing-masing variabel disekitar angka 1, dan nilai masing-masing

mendekati 1, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat masalah multikolinearitas atau tidak ada hubungan antar variabel independen.

d. Uji Heteroskedatisitas

Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa titik-titik yang digambarkan pada grafik tersebut tidak membentuk pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa pada model regresi diindikasikan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas, dengan kata lain pada model tersebut varian residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain adalah tetap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan untuk memprediksi variabel minat berwirausaha pada era MEA yang didasarkan pada variabel pembelajaran Kewirausahaan dan Bimbingan Karir.

2. Hasil Uji Hipotesis a. Analisis Regresi Berganda

Berdasarkan hasil uji regresi berganda dapat dibuat suatu persamaan yaitu sebagai berikut: Y= 9,012 + 0,311X

2 Persamaan regresi berganda tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut:

1) Nilai konstanta sebesar 9,012 menunjukkan bahwa jika pembelajaran kewirausahaan

(X ), pembelajaran bimbingan karir (X ) adalah 0 maka minat berwirausaha

2 mahasiswa pada era MEA (Y) nilainya sebesar 9,012.

1 ) sebesar 0,311, artinya

Koefisien regresi variabel pembelajaran kewirausahaan (X variabel pembelajaran kewirausahaan mempunyai pengaruh positif terhadap variabel minat berwirausaha pada era MEA. setiap peningkatan satu satuan variabel pembelajaran kewirausahaan dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan, maka akan menyebabkan kenaikan minat berwirausaha pada era MEA sebesar 0,311. 3)

2 ) sebesar 0,080, artinya

Koefisien regresi variabel pembelajaran bimbingan karir (X variabel pembelajaran bimbingan karir mempunyai pengaruh positif terhadap variabel minat berwirausaha pada era MEA. Setiap peningkatan satu satuan variabel pembelajaran bimbingan karir dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan, maka akan menyebabkan kenaikan minat berwirausaha pada era MEA sebesar 0, 080.

b. Uji F

Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. b

1 Regression 954,897 2 477,449 20,771 0,000 Residual 1241,243 54 22,986 Total 2196.140 56

Berdasarkan uji F, diperoleh nilai F sebesar 20,771 dan F sebesar 3,17. Hal ini

menunjukkan bahwa F hitung > F tabel yaitu 20,771 > 3,17. Nilai probabilitas pada kolom Sig. t tabel

(5,668> 1,67356) dan pembelajaran bimbingan karir (X

2 ) sebesar 2,651 dan nilai t tabel sebesar 1,67356, sehingga t > t (2,651> 1,67356). Nilai probabilitas pada kolom Sig. hitung tabel

t tabel (5,668> 1,67356). Nilai probabilitas pada kolom Sig. t tabel (2,651> 1,67356). Nilai probabilitas pada kolom Sig. F tabel yaitu 20,771 > 3,17. Nilai probabilitas pada kolom Sig.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: