Saham Terbaik Untuk Investasi Jangka Menengah – Jenis Investasi Menguntungkan yang Bisa Anda Kejar

Peringkat broker opsi biner:
Contents

10 Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia Tahun 2020

Saham Blue Chip Terbaik. Ada banyak sekali instrumen investasi yang dikenal oleh masyarakat. Semuanya memiliki tujuan jelas yakni mendulang keuntungan. Karena memang bagaimanapun juga, manusia tentu ingin memiliki kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan, terutama jika menyangkut perihal finansial.

Bahkan demi mencapat tujuan kemakmuran itu, banyak yang sudah mulai menabung dan mengelola keuangannya secara lebih bijak sedari masih muda.

Investasi memang menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memiliki kehidupan keuangan yang lebih baik di masa depan. Ada banyak sekali jenis investasi yang mungkin sudah pernah Anda dengar seperti investasi reksadana, investasi emas, investasi properti (tanah, rumah), investasi deposito dan tentunya investasi saham.

Dari semuanya memang menawarkan keuntungan tetapi kalau boleh memilih, investasi saham memiliki peluang untung paling besar.

Benar, ada banyak sekali investor saham yang sukses meraup untung berkali-kali lipat dan kaya mendadak berkat saham yang dimiliki. Namun satu hal yang harus diketahui, saham memang punya peluang untung sangat besar tapi begitu pula dengan risikonya.

Yap, jika Anda memilih untuk investasi saham tentu harus siap jika memang untung dan ruginya memiliki peluang yang sama-sama besar.

Tapi meskipun demikian, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak memulai investasi saham. Jika memang tujuan jangka panjang yang Anda inginkan, Anda bisa mencoba menanamkan modal pada perusahaan-perusahaan pemilik saham blue chip.

Dalam dunia pasar modal, saham blue chip memang selalu jadi primadona baik investor senior maupun yang masih pemula karena cenderung lebih rendah risikonya. Nah, supaya lebih memahami saham blue chip, ada baiknya jika Anda mempelajari ulasan dari kami berikut ini.

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian Saham Blue Chip

Bagi para investor saham pemula, tentu nama saham blue chip tidaklah asing. Banyak analis saham yang merekomendasikan pembelian saham blue chip kepada calon investor baik untuk investasi jangka panjang atau jangka menengah, karena peluang untung yang jauh lebih besar.

Memang, apa sih saham blue chip ini? Banyak yang mengartikan bahwa saham blue chip adalah saham-saham papan atas atau saham unggulan dalam pasar modal.

Tidak keliru memang, karena saham blue chip dimiliki perusahaan dengan kualitas terbaik yang ada di bursa efek. Dianggap paling aman dan menjanjikan keuntungan yang stabil, tak heran kalau saham blue chip diburu oleh banyak investor, terutama mereka yang baru ingin bermain saham.

Bahkan jika disesuaikan dengan kondisi di Bursa Efek Indonesia (BEI), banyak yang menyebutkan kalau saham blue chip ini sama dengan LQ45. Sekadar informasi, LQ45 ialah indeks pasar saham di BEI yang mencakup 45 perusahaan berfundamental cemerlang dan tentunya kapitalisasi pasar sangat besar.

Apakah saham blue chip ini adalah LQ45? Tidak sepenuhnya tepat karena faktanya memang saham-saham emiten bergengsi ini masuk indeks LQ45. Namun tak semua saham dalam LQ45 adalah blue chip, karena bisa saja sektor perdagangannya tengah ramai dan perusahaannya bagus sehingga masuk indeks LQ45.

Sehingga jika bisa diartikan secara umum, saham-saham blue chip adalah saham milik perusahaan yang sudah diakui secara nasional dan sudah cukup mapan, serta sehat dalam hal keuangannya.

Di mana pada umumnya perusahaan-perusahaan blue chip ini menjual produk dengan layanan yang sangat berkualitas dan diterima oleh masyarakat luas.

Karena fakta inilah, perusahaan blue chip memiliki pendapatan yang stabil dan liabilitas wajar sekalipun sektor yang diperdagangkan sedang bermasalah. Jika bicara kaitannya dengan kapitalisasi pasar, saham blue chip tentu punya nominal yang sangat besar yakni di atas Rp40 triliun.

Ciri-Ciri Saham Blue Chip

Jika melihat nilai pasar saham blue chip, tentu begitu terperangah lantaran sangat besar. Tak heran kalau julukan blue chip tak bisa diberikan secara sembrono karena perusahaannya bukanlah abal-abal.

Hanya perusahaan besar dengan etos kerja yang sangat baik dan dikelola secara profesional berhak disebut demikian. Nah, supaya bisa memilih dengan tepat, berikut ini adalah beberapa ciri saham blue chip:

1. Perusahaan Lawas yang Leader di Sektornya dan Diakui

Salah satu ciri paling mudah untuk melihat saham tersebut blue chip atau tidak adalah dengan melihat profil perusahaan. Jika perusahaannya sudah lama beroperasi dan memperoleh pengakuan baik secara nasional hingga global, bisa dipastikan kalau saham mereka adalah blue chip.

Salah satu perusahaan yang memenuhi syarat ini adalah Astra International (ASII). Emiten dari Astra Group ini selalu berhasil membuat produk mereka top brand di kelasnya yang bisa dilihat dari merk-merk kendaraan bermotor di Indonesia hingga lingkup Asia.

Sama seperti ASII, saham TLKM milik PT Telkom dengan produk Telkomsel serta saham UNVR dari Unilever juga berhak disebut blue chip karena sudah pasti leader di sektornya, sekaligus diakui hingga luar negeri.

Karena memang siapa sih orang di Indonesia (bahkan Asia Tenggara) yang tidak mengenal Pepsodent atau Clear? Bukan hanya produk yang populer, perusahaan pemilik saham blue chip pada umumnya juga sudah beroperasi dalam jangka waktu lama.

Salah satu contohnya ialah saham PGAS milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang sudah berjalan lebih dari setengah abad. Tetapi selama apapun perusahaan ini berjalan, tetap harus mampu menghasilkan laba dengan konsisten.

2. Kapitalisasi Pasar Besar dan Sangat Likuid

Dengan profil perusahaan yang sangat cemerlang, bisa dipastikan pula kalau saham-saham blue chip ini sangatlah likuid.

Ciri saham yang sangat likuid adalah selalu masuk dalam daftar saham teraktif di pasar modal, karena memang ramai diperdagangkan di bursa baik oleh investor perorangan maupun lembaga.

Dengan saham yang begitu likuid, blue chip jelas memiliki kapitalisasi pasar yang begitu besar. Hal ini bisa diketahui dari nilai jumlah saham yang beredar dengan harga saham yang terbaru sangatlah tinggi.

3. Rasio Hutang dan Aset Stabil

Ciri berikutnya dari saham blue chip adalah memiliki rasio antara hutang aset yang cukup stabil.

Contohnya bisa dilihat dari saham-saham blue chip di sektor perbankan yang memiliki DER (Debt-to-Equity Ratio) tidak lebih dari 15%.

Tentu jika saham perusahaan memiliki DER yang sangat tinggi, bisa dipastikan risiko usahanya semakin besar terutama jika menghadapi masalah likuiditas yang berat. Bukan hanya DER, saham blue chip juga memiliki perbandingan ROE (Return On Equity) dan ROA (Return On Assets) yang tinggi.

Hal ini terlihat dari kemampuan perusahaan menghasilkan laba maksimal atau minimal, cukup melalui aset yang dimiliki.

4. Konsisten Bayar Dividen

Dividen alias pembagian laba adalah hal yang jelas sangat dinantikan oleh investor saham.

Seorang investor Amerika legendaris sekaligus ekonom dunia, Benjamin Graham menyebutkan bahwa seorang calon investor sebisa mungkin mencari perusahaan yang terbukti secara konsisten membayar dividen dalam kurun waktu 20 tahun.

Jika sebuah perusahaan mampu melakukannya, terbukti jika mereka rutin menghasilkan laba maksimal setiap tahunnya. Sehingga tak berlebihan kalau disebut jika perusahaan tersebut memiliki saham blue chip.

5. Kinerja Usaha Solid

Saham blue chip dimiliki oleh perusahaan yang mampu mencetak laba maksimal secara rutin setiap tahunnya. Hal ini menjadi bukti jika kinerja perusahaannya sangatlah solid.

Meskipun begitu ada perusahaan yang sudah bisa dibilang cukup mapan tapi sempat mengalami kinerja menurun karena daya beli masyarakat yang berkurang.

Contohnya seperti saham UNTR milik perusahaan penjualan alat berat dan pertambangan batu bara, PT. United Tractors Tbk yang memiliki pertumbuhan laba konsisten yakni rata-rata 14,3% per tahun selama satu dekade terakhir.

Daftar dan Harga 10 Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia

Dalam Bursa Efek Indonesia, terdapat lebih dari 600 saham yang terdaftar. Dalam kurun waktu beberapa bulan, biasanya ada update daftar saham blue chip yang bisa dipilih investor dan memang selalu direkomendaiskan.

Dan jika boleh memilih, berikut ini adalah 10 rekomendasi saham blue chip terbaik di Indonesia untuk tahun 2020, sesuai dengan sektor masing-masing:

1. BBCA – Bank BCA (Sektor Bank)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa BCA (Bank Central Asia) adalah bank swasta terbesar di Indonesia.

Berstatus sebagai salah satu bank terbaik di Tanah Air, jaringan ATM BCA bisa dibilang paling luas sehingga tak heran kalau jumlah nasabahnya menyentuh jutaan orang.

Berdiri pada 21 Februari 1957 oleh Sudono Salim, kini bank yang berusia 62 tahun itu dimiliki oleh Djarum.

Di lantai BEI, saham BBCA memiliki volume 11.378.100 lembar saham dengan harga saham terakhir pada penutupan hari Jumat (4/10) sore kemarin adalah Rp30.225.

Pada 30 April 2020 kemarin, BCA membagikan total dividen tunai untuk tahun 2020 yang bernilai total Rp8,3 triliun. Dengan status fundamentalnya yang begitu solid, BBCA jelas menjadi salah satu saham blue chip idaman banyak investor.

2. BBRI – Bank BRI (Sektor Bank)

Jika BCA adalah bank swasta terbaik, maka untuk bank ‘plat merah’ status itu diraih oleh BRI (Bank Rakyat Indonesia).

Menjadi bank dengan laba terbesar di Tanah Air, BRI memiliki kemampuan yang luar biasa dalam produk kredit mikro dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) yang membuat bank lain kalah telak. Bahkan bisa dibilang produk kredit mikro dan UMKM dari BRI hampir tidak bisa disaingi.

Didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada 16 Desember 1895, bank yang pada 2020 ini berusia 124 tahun itu memiliki 93.849.800 lembar saham di BRI.

Pada harga penutupan terakhir hari Jumat (4/10) siang kemarin, saham BBRI tercatat sebesar Rp3.950. Ketika pembagian dividen tunai tahun 2020 pada tanggal 13 Juni 2020, BRI menggelontorkan dana lebih dari Rp16,1 triliun kepada para pemegang saham.

3. ASII – PT Astra International Tbk (Sektor Manufaktur)

Salah satu saham blue chip terbaik di Indonesia yang berasal dari sektor manufaktur adalah ASII.

Berdiri pada tahun 1957 oleh William Soerjadjaja dan dua rekannya, kini Astra sudah menjelma menjadi perusahaan multinasional diversifikasi dengan sekitar 58 anak perusahaan. Di lantai saham, Astra mengenalkan ASII yang termasuk kategori blue chip.

Dalam pasar modal, ada volume 10.680.600 lembar saham ASII dengan harga pada penutupan hari Jumat (4/10) menyentuh Rp6.425.

Jika sesuai dengan jadwal, Astra akan membagikan dividen tunai saham ASII tahun ini kepada para investor mereka pada 30 Oktober 2020. Sebelumnya pada 24 Mei 2020, Astra sudah membagikan dividen tunai sebesar Rp6,23 triliun dari laba bersih tahun 2020.

4. JSMR – Jasa Marga (Persero) Tbk (Sektor Insfrastruktur)

Dari banyaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jasa Marga adalah perusahaan pemilik saham blue chip yang banyak dipilih investor.

Lewat saham JSMR, perusahaan yang resmi berdiri pada 1 Maret 1978 ini fokus membangun dan mengoperasikan jalan tol di Indonesia. Hingga saat ini, Jasa Marga adalah pemimpin pengelolaan lebih dari 531 km atau 76% dari total jalan tol di seluruh Tanah Air.

Sebagai market leader, saham JSMR jelas sangatlah likuid dan begitu menarik perhatian investor. Di lantai BEI, JSMR memiliki volume 1.533.300 lembar saham dengan harga penutupan pada Jumat (4/10) sore kemarin adalah Rp5.550 per lembar saham.

Jasa Marga tercatat terakhir kali melakukan pembagian dividen tunai pada 11 Mei 2020 sebesar Rp440 miliaran berdasarkan laba bersih 2020.

5. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (Sektor Energi)

Perusahaan milik pemerintah lainnya yang tercatat memiliki blue chip adalah PT Perusahaan Gas Negara alias PGN.

Bergerak di sektor energi, PGN yang awalnya adalah sebuah perusahaan gas swasta milik Belanda ini resmi berdiri pada 13 Mei 1965.

Merupakan anak perusahaan Pertamina, saham PGN yakni PGAS cukup menarik investor karena begitu likuid dan prospek masa depan gas bumi sebagai energi terbarukan begitu potensial.

Di pasar modal, PGN memiliki volume total 30.098.100 lembar saham dengan harga terakhir pada penutupan hari Jumat (4/10) sore adalah Rp2.100.

Sekadar informasi, PGN yang kini sudah memiliki jalur pipa transmisi gas bumi sepanjang lebih dari 2.160 km di seluruh Indonesia ini telah membagikan dividen tunai pada 28 Mei 2020. Berdasarkan laba bersih tahun 2020, dividen tunai milik PGAS menyentuh angka Rp1,3 triliun.

6. UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk (Sektor Manufaktur)

Rasa-rasanya hampir seluruh penduduk Indonesia mengenal yang namanya Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight sampai Bango, Royco dan es krim Wall’s.

Ya, hampir seluruh produk kebutuhan sehari-hari itu merupakan keluaran Unilever. Perusahaan multinasional yang berpusat di Belanda ini memiliki anak perusahaan di Tanah Air yakni Unilever Indonesia dengan saham blue chip-nya, UNVR.

Didirikan pada 5 Desember 1933, Unilever Indonesia resmi melepas 15% sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 1981.

Hingga saat ini, perusahaan yang memiliki ribuan distributor di seluruh Indonesia itu memiliki total 795.700 lembar saham di BEI. Dengan harga terakhir pada penutupan Jumat (4/10) menyentuh Rp45.425 per lembar saham.

Diketahui dividen tunai UNVR dibagikan terakhir kali pada 18 Juni 2020 sebesar Rp5,9 triliun sesuai laba tahun 2020.

7. TLKM – PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk (Sektor Infrastuktur)

Selain JSMR, sektor infrastruktur juga memiliki saham blue chip lainnya yakni TLKM milik Telkom. Perusahaan informasi dan komunikasi sekaligus penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi ini mengklaim bahwa mereka adalah yang terbesar di Tanah Air.

Hingga sejauh ini ada lebih dari 15 juta pelanggan telepon tetap dan 104 juta pelanggan telepon seluler yang menjadi pasar utama Telkom.

Sebagai perusahaan milik negara berstatus BUMN, sekitar 52,09% saham Telkom dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan sisanya adalah 47,91% milik publik.

Di pasar modal, volume TLKM adalah 34.082.000 lembar saham dengan harga per lembar terakhir pada penutupan Jumat (4/10) sore menyentuh Rp 4.190.

Sebagai perusahaan yang begitu solid, Telkom juga tercatat sebagai pemegang saham mayoritas terhadap 13 anak perusahaan termasuk Telkomsel.

Dengan neraca perdagangan yang begitu menggiurkan, saham TLKM memang begitu naik daun di pasar modal dan sangat menarik perhatian investor.

Apalagi dalam pembagian dividen tunai pada 27 Juni 2020 kemarin, TLKM membagikan lebih dari Rp16,2 triliun untuk seluruh pemilik saham. Total dividen tunai ini bahkan lebih besar daripada dividen tunai saham BBRI milik bank BRI.

Fakta bahwa sektor teknologi komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, membuat saham TLKM sangatlah aktif dan likuid dibandingkan blue chip lainnya.

8. PTBA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (Sektor Pertambangan)

Sebagai negara dengan kekayaan bumi yang begitu melimpah ruah, sektor pertambangan juga memiliki pengaruh besar pada perekonomian Indonesia.

Tak heran kalau perusahaan-perusahaan tambang selalu mampu mencatat laba menggiurkan sehingga saham-saham mereka laris manis di pasar modal. Salah satu yang berstatus blue chip adalah PTBA milik Bukit Asam.

BUMN yang berpusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini resmi berdiri pada 1950 dan memiliki 46 anak perusahaan.

Dengan fundamental yang sangat kuat, ada sekitar 11.964.400 lembar saham PTBA di BEI dengan harga penutupannya hari Jumat (4/10) kemarin menyentuh Rp2.200.

Meskipun batu bara yang menjadi industri utama Bukit Asam termasuk energi yang tak bisa diperbaharui, Bukit Asam sukses mencatat laba bersih sekitar lima triliun rupiah pada 2020 silam.

Tak heran kalau akhirnya dividen tunai saham PTBA yang dibagikan pada 29 Mei 2020 mencapai Rp3,7 triliun.

9. AALI – PT Astra Agro Lestari Tbk (Sektor Perkebunan)

Hingga saat ini, Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia dengan jumlah produksinya pada tahun 2020 saja menyentuh angka 31,1 ton.

Bisa disebut sebagai market leader, tak heran kalau perusahaan yang bergerak di produksi CPO ini mampu mencatatkan sahamnya menjadi blue chip seperti Astra Agro Lestari dengan saham AALI.

Memiliki sekitar 317.700 lembar saham di pasar modal, saham AALI mencatatkan harga Rp10.750 per lembar pada penutupan hari Jumat (4/10) kemarin.

Sebagai perusahaan yang neraca perdagangannya sangat solid, Astra Agro Lestari sudah memiliki puluhan anak perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit, karet dan komoditas lainnya. Untuk perkebunan kelapa sawit, anak perusahannya tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Pada 16 Mei 2020 kemarin, saham AALI resmi membagikan dividen tunai sesuai perhitungan laba tahun 2020 dengan nilai total lebih dari Rp646 miliar.

Meskipun saat ini produsen CPO tengah memperoleh kritikan tajam karena kasus kabut asap di berbagai provinsi, tetap saja saham AALI masih dianggap begitu likuid dan mampu menghasilan keuntungan besar untuk seluruh pemegang sahamnya.

10. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Sektor Manufaktur)

Kalau ada produk makanan yang begitu menggambarkan ciri khas masyarakat Indonesia, maka Indomie adalah jawabannya.

Ya, mie instan yang sangat dicintai warga Indonesia ini memang begitu ikonis dan seolah tak tergantikan. Sekalipun ada produk mie-mie instan baru, Indomie tetap mampu kokoh menjadi pilihan dan sampai meraih pengakuan global.

Melalui Indomie pula, PT Indofood Sukses Makmur mencatatkan diri sebagai salah satu perusahaan pemilik saham blue chip dalam waktu relatif singkat.

Resmi dibentuk pada 14 Agustus 1990 oleh Sudono Salim sang pendiri BCA, Indofood kini telah menjelma menjadi perusahaan total food solutions yang produknya bisa ditemukan di seluruh pelosok Indonesia.

Bahkan produk Indofood pun sudah diekspor hingga Australia, Asia dan Eropa yang pastinya akan membuat omzet perusahaan makin meningkat sehingga membuat investor jatuh hati.

Melalui saham INDF, Indofood pun melantai di pasar modal dengan total volume 3.454.800 lembar saham. Pada penutupan hari Jumat (4/10) kemarin, harga saham INDF tercatat sebesar Rp7.850 per lembar.

Dalam sesi pembagian dividen tunai terakhir pada 8 Juli 2020, saham INDF menggelontorkan Rp1,5 triliun dari laba bersih tahun 2020 kepada seluruh investornya.

Anda bisa memantau setiap saham blue chip tersebut di situs resmi IDX Indonesia.

Bagaimana? Sungguh luar biasa sekali bukan kemampuan finansial dan laporan keuangan singkat yang dimiliki saham-saham blue chip?

Tak heran kalau akhirnya perusahaan mereka mampu mendapat pengakuan publik dan menjadi pilihan utama para investor. Beruntung saat ini perkembangan investasi saham semakin inovatif, sehingga para calon investor yang masih pemula bisa lebih mudah dalam mengelola keuangannya di pasar modal.

Sudah siap menambahkan deretan saham diatas menjadi daftar portofolio saham anda? saham-saham tersebut bisa and beli online di sekuritas saham terpercaya yang legal.

Pengertian Saham Blue Chip ?

Banyak yang mengartikan bahwa saham blue chip adalah saham-saham papan atas atau saham unggulan dalam pasar modal.

Apa Ciri-Ciri Saham Blue Chip ?

1. Perusahaan Lawas yang Leader di Sektornya dan Diakui
2. Kapitalisasi Pasar Besar dan Sangat Likuid
3. Rasio Hutang dan Aset Stabil
4. Konsisten Bayar Dividen
5. Kinerja Usaha Solid

Jenis Investasi Yang Paling Aman Dan Menguntungkan

Apasaja jenis investasi yang paling menguntungkan, menjanjikan dan tentunya juga harus aman, minimal adalah memiliki resiko yang kecil, meskipun sudah cukup dikenal dengan sebuah peryataan bahwa prinsip berinvestasi adalah “High Risk High Return”.

Artinya semakin besar resiko berinvestasi maka akan berpeluang cukup besar pula keuntungan yang akan diperoleh nantinya.

Melakukan investasi yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial sangat beragam jenisnya dan secara garis besar telah dibagi dalam 2 kelompok yaitu jenis investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Untuk jenis produk keuangan sendiri, yang paling populer dan cukup dikenal bagi masyarakat Indonesia sebagai sarana investasi di antaranya adalah:

  • Simpanan Deposito
  • Obligasi
  • Unit link
  • Reksadana
  • Saham dan masih banyak lagi jenis lainnya

4 bentuk atau jenis investasi yang menjanjikan, aman dan cukup menguntungkan

Berikut ini adalah ulasan mengenai 4 contoh investasi sesuai dengan tingkat resiko yang ditanggung, namun sebanding dengan keuntungan (profit) yang akan diperolehnya.

#1 Jenis investasi dana tunai

Berbentuk dana tunai bisa dipahami bahwa investasi yang menjanjikan ini tidak jauh berbeda atau serupa dengan tabungan biasa, deposito, dan reksadana.

Dengan tingkat resiko yang sangat kecil, maka peluang keuntungan yang dapat diperoleh hanya berada pada kisaran 6% pertahun dari besarnya dana yang di investasikan.

Sebagai simulasinya, kita ambil contoh jika seorang investor menyimpan uang sejumlah 100 juta, maka dalam tempo waktu setahun hanya akan memperoleh keuntungan sebesar 6 juta saja atau sekitar 500 ribu untuk setiap bulannya.

Mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cara perhitungan, serta berapa besarnya nilai bunga yang akan didapat dari model investasi deposito dan tabungan, bisa disimak selengkapnya pada artikel kami yang mengulas mengenai cara menghitung bunga tabungan dan deposito bank.

#2 Investasi pendapatan tetap

Memahami jenis investasi yang satu ini, pihak investor biasanya ditawarkan dalam bentuk obligasi atau surat utang serta reksadana pendapatan tetap.

Kelebihan dari jenis investasi ini adalah bisa memberikan pendapatan tetap bagi investornya, bisa per setiap bulan atau bisa juga pertahun.

Keuntungan yang nantinya diperoleh pihak investor tidak akan lebih besar dari jenis investasi dana tunai. Namun pilihan yang kedua ini memiliki kelebihan pada minimnya tingkat resiko apabila sedang terjadi gejolak ekonomi global khususnya pasar uang, maka nilai investasi yang sudah masuk tidak akan beresiko hilang maupun berkurang.

Manfaat yang bisa peroleh saat melakukan investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah:

  • Diversifikasi investasi. Investasi akan tersebar dalam ragam instrumen , surat berharga, deposito berjangka dan obligasi berjangka waktu menengah dan panjang sehingga memberikan hasil yang lebih optimal.
  • Likuiditas. Investor dapat menjual produk Reksa Dana kapan saja ketika sedang membutuhkan dana tunai.
  • Tim Riset Profesional. Dana investor akan ditangani oleh tim riset manajer investasi profesional yang dapat memberikan portofolio investasi obligasi dengan hasil yang optimal. Source: www.citibank.co.id

Simak juga ulasan terkait mengenai keuntungan investasi syariah serta artikel menarik lainnya tentang investasi reksadana mulai dengan Rp 100 ribu saja.

#3 Investasi saham (pasar modal)

Bisnis saham atau pasar modal memang bukan hal baru lagi bagi kalangan menengah atau bahkan masyarakat biasa. Saham dapat diartikan sebagai sebuah bukti atas kepemilikan terhadap suatu perusahaan tertentu.

Jenis saham sendiri dibedakan menjadi dua golongan yaitu saham perusahaan terbuka dan saham perusahaan tertutup.

Seperti halnya bentuk sebuah bisnis waralaba atau misalkan jenis usaha rumahan yang mana disini anda ikut andil dalam permodalannya, maka ini sudah termasuk atau dapat disebut sebagai saham perusahaan tertutup.

Sedangkan golongan saham perusahaan terbuka biasanya adalah yang memiliki nilai kapitalisasi pasarnya cukup besar.

Meskipun termasuk investasi yang memiliki resiko besar, akan tetapi pilihan ini termasuk jenis investasi yang sangat menguntungkan serta begitu menggiurkan karena memiliki peluang lebih baik untuk meraih profit yang cukup tinggi.

Cara Berinvestasi di Pasar Modal

Setidaknya setelah kita sedikit paham mengenai aturan dasar berinvestasi dan membuka rekening efek nasabah, maka yang harus dilakukan ketika berinvestasi di pasar modal adalah dengan cara :

  • Melalui Pasar Primer.

Beberapa orang seringkali menyebut ini dengan istilah sebagai Pasar Perdana. Ini adalah saat dimana perusahaan pertama kali melakukan penjualan sahamnya kepada masyarakat umum. Ini disebut juga dengan istilah Initial Public Offering (IPO) atau Go Public.

Konsepnya adalah dari perusahaan tertutup yang pada awalnya hanya dimiliki oleh beberapa orang, kemudian berubah menjadi perusahaan terbuka yang dapat dimiliki oleh banyak orang.

Mereka biasanya mengumumkan penjualan tersebut di berbagai media cetak berskala nasional dalam bentuk Prospektus.

Investor juga perlu mengetahui bahwa biasanya ada jangka waktu tertentu yang diterapkan dalam penjualan saham di Pasar Perdana. Jadi pelaku bisnis ini harus segera mengetahui kapan batas waktu pembelian saham di Pasar Perdana itu akan habis.

  • Melalui Pasar Sekunder

Adalah sebuah bentuk atau proses transaksi jual beli berupa nilai saham dari investor satu ke investor lainnya ini disebut transaksi Pasar Sekunder, dan transaksi ini sebaiknya harus dilakukan di sebuah tempat khusus yaitu yang lazim disebut sebagai Bursa Efek.

“Proses transaksi jual beli nilai saham di pasar modal Bursa Efek akan dimediasi oleh sebuah perusahaan yang istilahnya disebut pialang”

Jadi sebagai investor, mereka bisa saja membeli saham dengan perantara melalui jasa pialang, dimana nanti akan dikenakan rate atau harus membayar semacam fee kepada pialang tersebut sebagai bentuk dari ‘honor’ yang mereka dapatkan atas jasanya.

#4 Investasi berupa aset fisik

Jenis ini merupakan bentuk simpanan harta berharga yang berwujud (fisik) seperti emas, berlian, serta properti lainnya.

Peluang keuntungan yang diraih sangat berfariasi tergantung dari asset yang dipilih serta kondisi ekonomi yang terjadi saat itu.

“Seorang investor yang memilih jenis investasi ini akan memegang kuasa penuh atas aset yang di milikinya”

Jika dilihat dari kategorinya, pilihan yang satu ini termasuk dalam bentuk investasi jangka panjang, yang mana semakin atau seiring bertambahnya waktu, maka nilai jual aset biasanya juga akan terus meningkat.

Jadi, setelah mencermati dari ke 4 jenis investasi diatas, maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa salah satu investasi yang sangat aman dan menguntungkan adalah pada poin terakhir yaitu yang investasi berupa aset atau fisik.

#5 Program P2P Lending – Produk keuangan terbaru Investasi online terbaik dan aman saat ini

Bisnis Investasi Online merupakan produk keuangan terbaru saat ini yang mana ini adalah jenis investasi dengan sistem alokasi permodalan dengan berbasis internet dimana pihak investor dengan pihak peminjam akan dipertemukan dalam sebuah sistem yang bernama Per to Per Lending (P2P Lending).

Pada umumnya instrument ini akan menawarkan profit paling tinggi dibandingkan dengan kebanyakan jenis investasi lainnya.

Seperti yang sudah berjalan sejauh ini yaitu perusahaan finansial teknologi bernama KoinWorks yang menawarkan profit hingga sebesar 18% pertahun dan telah di akui serta di awasi oleh lembaga OJK sehingga tidak diragukan lagi menjadi perusahaan investasi online terbaik dan terpercaya saat ini.

Salah satu keistimewaan bergabung dengan KoinWorks ialah anda cukup dengan mendaftarkan diri dan melakukan deposit minimal Rp 100 ribu saja maka anda sudah bisa menanti hasilnya tanpa perlu memikirkan resiko karena sudah ada jaminan keamanan dari perusahaan KoinWorks.

Jika anda mendaftar sekarang juga dapatkan kesempatan memperoleh bonus deposit sebesar Rp 75 ribu yang secara otomatis akan menjadi saldo investasi anda.

Investasi terbaik dengan emas atau logam mulia

Tampaknya sangat perlu dipahami secara rinci bahwa kita tidak bisa menganggap emas ini sebagai sebuah investasi atas solusi terhadap kondisi keuangan, melainkan lebih kepada sebagai jaminan keuangan dan juga jaminan simpanan yang tidak untuk sekedar diperjualbelikan dikemudian hari.

Sedangkan jika dilihat pada sudut pandang tujuan jangka panjangnya, seorang investor harus mengetahui kalau waktu yang paling tepat untuk membeli emas adalah ketika mereka mempunyai sejumlah uang untuk membeli emas tersebut tanpa harus memikirkan kapan nilainya akan naik.

Apapun alasannya, investasi ini sangat menguntungan sebab kecenderungan harga emas ini akan terus naik dari waktu ke waktu dalam jangka yang sangat panjang dan tidak akan pernah berhenti.

Mengetahui hal ini, maka strategi paling baik yang bisa di gunakan dalam berinvestasi emas adalah dengan cara membeli sejumlah emas secara rutin, minimalnya setiap bulan tanpa harus terlalu memperhatikan atau melihat harga emas yang sedang bergerak saat itu juga.

Menyimpan aset berharga dengan melakukan investasi properti

Pada masa sekarang ini, investasi yang menjanjikan seperti bidang properti merupakan salah satu sektor investasi yang paling menguntungkan dan banyak dipilih untuk menjaga kestabilan keuangan, agar dana mereka tidak terpengaruh dengan adanya dampak inflasi yang terkadang tidak menentu.

Melakukan investasi bidang properti, maka seorang investor akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan finansial yang artinya berupa uang tanpa harus bersusah payah melakukan beberapa pekerjaan yang memiliki resiko besar seperti jenis investasi saham.

Dalam menjalankan bisnis atau usaha properti, kepiawaian menentukan lokasi adalah salah satu faktor yang sangat penting dan harus bisa diperhatikan dengan bijak.

Dapat dicontohkan ketika investor memilih properti hunian, sebaiknya lebih mengutamakan pada sektor menengah kebawah.

Hal ini dengan alasan bahwa kalangan menengah kebawah akan cenderung dapat menggunakan properti mereka dalam jangka waktu yang lama, dan kemudian akan berpeluang membawa rekan atau saudara mereka untuk memilih hunian pada lokasi yang sama.

Bagaimanapun juga, seorang investor yang memutuskan untuk bergerak dan menjalani bisnis properti ini tentunya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan maksimal secara finansial pada akhirnya.

Dengan demikian, dalam membuat nilai harga yang akan ditawarkan tentunya juga harus masuk akal. Bentuk serta kualitas bangunan yang bagus ditambah fasilitas yang cukup memadai atau lengkap, jelas akan dihargai dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang membuat bangunan hanya asal asalan.

4 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Paling Cepat Menguntungkan

Jenis investasi jangka pendek adalah bisnis menanamkan modal untuk mendapatkan penghasilan paling menguntungkan dalam tempo atau rentang waktu yang relative lebih singkat dari jenis investasi lainnya.

Satu alasan yang secara pasti kenapa orang memilih jenis investasi ini karena adanya kebutuhan uang yang tidak bisa ditunda sehingga dengan modal yang di investkan tersebut dapat lebih cepat menghasilkan dana segar.

Meskipun hakikatnya semua jenis investasi akan tetap memiliki resiko yang tidak pernah diduga karena memang pada dasarnya bisnis investasi sangat berbeda dan tidak akan pernah sama dengan menabung.

Contoh investasi menguntungkan jangka pendek sesuai resikonya

Sebelumnya perlu di ingatkan kembali bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya paham bentuk investasi sehingga tidak jarang pula mereka terjerumus pada bisnis investasi abal abal.

Jika sudah demikian, bukan lagi keuntungan yang diperoleh melainkan justru kerugian ditambah trauma untuk melangkah berbisnis lagi. Simak lebih detail mengenai kesalahan berinvestasi untuk pemula.

Berikutnya silakan disimak mengenai beberapa jenis pilihan bisnis investasi yang tergolong jangka pendek dan cukup potensial menguntungkan sesuai dengan tingkat resiko yang harus dihadapi.

#1 Investasi dana deposito

Tabungan deposito adalah salah satu produk atau layanan yang dibuat oleh perbankan bagi nasabahnya yang ingin menyimpan dana dengan jangka waktu sesuai kesepakatan sehingga akan diberikan suku bunga yang berbeda dengan jenis tabungan biasa.

Investasi deposito memiliki ketentuan dimana nasabah tidak bisa menarik dana diluar jangka waktu yang telah ditentukan biasanya adalah per 3 bulan, 6 dan 12 bulan.

Deposito memiliki suku bunga yang jauh lebih tinggi daripada model tabungan biasa namun juga tetap memiliki resiko apabila terjadi inflasi disaat kondisi ekonomi kacau.

#2. Investasi berupa benda (komoditas)

Pilihan kedua ini dapat di artikan menyimpan dana investasi yang dirupakan bentuk barang, benda atau komoditas.

Hingga saat ini hanya ada 2 jenis komoditas yang dapat dijadikan sebuah bisnis investasi dan bisa dengan cepat menghasilkan keuntungan dalam tempo jangka pendek yaitu:

  • Perhiasan Emas dan Perak
  • Batu permata berlian

Segala jenis logam mulia dan batu berlian adalah komoditas yang sudah memiliki nilai dengan standart mata uang dunia sehingga instrument investasi model ini terbilang cukup aman dan akan memiliki keuntungan semakin besar seiring bertambahnya waktu.

Investasi emas dan berlian adalah yang paling banyak diminati para pemilik dana maupun investor karena nilainya yang jarang sekali mengalami penurunan sebab barangnya yang sangat langka.

Apabila anda melakukan investasi pada jenis deposito yang memiliki resiko terhadap inflasi, maka hal tersebut tidak akan terjadi pada emas perak dan berlian.

#3 Saham dan reksadana

Saat ini bermain investasi saham dan reksadana bukan saja sebagai bisnis orang berekonomi kelas kakap saja. Bahkan kalangan masyarakat menengah juga sudah banyak yang pandai berbisnis pada bidang ini.

Untuk negara negara maju justru lebih heboh lagi karena banyak remaja bahkan ibu rumah tangga yang berpendidikan bisa mengikuti bisnis investasi saham hanya dari rumah.

Didukung dengan kemajuan teknologi internet, melakukan bisnis investasi saham dan reksadana cukup dengan perangkat yang terhubung ke jaringan online kemudian memiliki akun bank yang sudah bisa diakses melalui internet seperti i-banking atau m-banking.

Investasi saham dan reksadana sangat direkomendasikan bagi yang benar benar berminat menerjuni bisnis karena hasilnya cukup baik dengan waktu yang singkat atau jangka pendek.

Instrumen investasi ini ada yang menganggap resikonya cukup besar karena dibutuhkan pengetahuan dan analisa yang matang mengenai berapa keuntungan yang akan diperoleh nantinya berdasarkan naik turunnya harga saham.

Melakukan bisnis jual beli saham tidak serta merta harus menyiapkan modal puluhan atau ratusan juta, bahkan dengan nominal ratusan ribu rupiah sudah bisa belajar berbisnis saham untuk nilai yang kecil.

#4 Bermain forex trading

Jika dikaji secara mendalam, jenis investasi yang satu ini termasuk memiliki resiko yang cukup besar bagi kalangan yang kurang kuat memiliki modal.

Bisnis forex trading adalah bentuk perdagangan mata uang asing untuk dapat melakukan pembelian mata uang yang sedang mengalami depresiasi dan kemudian menjual kembali saat mata uang tersebut mengalami kenaikan harga.

Tidak ubahnya gambling, bisnis investasi ini dapat memberikan keuntungan yang sangat tinggi dalam tempo sangat singkat namun juga bisa menghancurkan dengan cara lebih cepat jika anda salah memainkannya.

Di Indonesia saat ini sudah banyak broker forex yang memberikan pembekalan dan bimbingan kepada mereka yang ingin atau berminat terjun dalam bisnis ini.

Pada awalnya pemula akan diberikan pelatihan dengan akun demo sampai benar benar memahami teknik permainannya barulah kemudian diperbolehkan untuk bermain forex dengan uang yang nyata.

Menentukan jenis investasi yang terbaik

Tidak ada satupun jenis pekerjaan yang tidak mengandung resiko hanya saja dibedakan atas besar atau kecilnya resiko yang nantinya dihadapi.

Untuk menjadi seorang pebisnis handal tentunya harus memiliki banyak pengalaman baik dari diri sendiri atau berguru pada orang lain yang lebih senior.

Dalam hal ini pengalaman pribadi tentunya akan lebih berharga karena saat menjalani proses dengan beragam rintangan, kegagalan ataupun peluang peluang sukses yang pernah dijalani akan menjadi catatan penting menuju langkah selanjutnya.

Memilih jenis investasi terbaik untuk jangka pendek maupun investasi jangka panjang sebaiknya harus mengukur kemampuan diantaranya adalah:

  • Kesiapan dana atau modal yang hendak di investasikan. Pada poin ini ditekankan agar anda menggunakan uang pribadi yang benar benar sudah padda posisi aman tidak mengganggu kebutuhan lainnya. Sangat tidak dianjurkan melakukan investasi dengan modal berhutang.
  • Pertimbangakan faktor resiko sebanding dengan keuntungan. Jangan terlalu berambisi untuk segera mendapatkan keuntungan besar namun cukup tinggi resiko gagalnya. Lebih baik memilih investasi yang aman meskipun nilai keuntungannya relative kecil.
  • Pastikan anda terlibat langsung dengan bisnis yang anda pilih. Jangan sampai anda melakukan investasi yang dititipkan atau dijalankan oleh orang lain tanpa anda tahu apa bisnisnya dan apa peranan anda disana.

Sebaik baik orang yang beruntung adalah mereka yang lebih teliti dan lebih cermat dalam menerima informasi. Begitu pula dalam memilih jalur bisnis maka jangan sampai anda terjebak hanya karena anda lemah dalam menganalisa situasi.

Demikian tadi sekilas mengenai beberapa jenis bisnis investasi jangka pendek beserta definisinya semoga dapat memberikan referensi berguna.

Simak juga ulasan lain mengenai strategi investasi paling efektif untuk mecapai keuntungan serta artikel menarik lainnya tentang inspirasi peluang bisnis 2020 yang cukup menjanjikan.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: