Sistem Otomasi Rumah Perdagangan Dfd PERENCANAAN PERANGKAT LUNAK DAN PEMBUATAN DFD PELAYANAN RETAIL

Peringkat broker opsi biner:

Ceria’s Blog

My Life Is My Adventure

Perencanaan Perangkat Lunak Dan Pembuatan DFD ” Pelayanan Retail “

PERENCANAAN PERANGKAT LUNAK DAN PEMBUATAN DFD

“ PELAYANAN RETAIL SWALAYAN ”

Usaha eceran / ritel tidak harus selalu di lakukan di toko, tapi juga bisa dilakukan melalui telepon atau internet, disebut juga dengan eceran / ritel non-toko.

Secara garis besar, usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari terbagi dua, yaitu usaha ritel tradisional dan usaha ritel modern.

  • Ciri-ciri usaha ritel tradisional adalah sederhana, tempatnya tidak terlalu luas, barang yang dijual tidak terlalu banyak jenisnya, sistem pengelolaan / manajemennya masih sederhana, tidak menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar-menawar harga dengan pedagang, serta produk yang dijual tidak dipajang secara terbuka sehingga pelanggan tidak mengetahui apakah peritel memiliki barang yang dicari atau tidak.
  • Sedangkan usaha ritel modern adalah sebaliknya, menawarkan tempat yang luas, barang yang dijual banyak jenisnya, sistem manajemen terkelola dengan baik, menawarkan kenyamanan berbelanja, harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga tidak ada proses tawar-menawar dan adanya sistem swalayan / pelayanan mandiri, serta pemajangan produk pada rak terbuka sehingga pelanggan bisa melihat, memilih,bahkan mencoba produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli misalnya swalayan,minimarket.

Dari analisa yang dilakukan dihasilkan sebuah program akuntansi untuk swalayan yang dapat memberikan kemudahan user untuk melakukan transaksi kepada konsumen serta membuat laporan-laporan penanggungjawaban. Dari data yang dilakukan di swalayan, diperoleh data-data yang dibutuhkan dalam perancangan sistem informasi akuntansi retail pada swalayan. Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi data yang siap diimplementasikan dalam sistem.

Data yang diperlukan dalam perancangan sistem informasi akuntansi retail pada swalayan ini adalah :

ü Data masukan (input),

Peringkat broker opsi biner:

ü Data kebutuhan proses dan keluaran yang dihasilkan atau laporan.

Data kebutuhan proses ini di titik beratkan pada transaksi pembelian barang, penjualan barang, termasuk potongan-potongan pembelian, pengeluaran kas, penjualan barang termasuk potongan-potongan penjualan, penerimaan kas, retur pembelian.

Hasil dari pengumpulan data akan menghasilkan program apikasi yang:

  • Dapat dihasilkan sebuah program penjualan, program pembelian, program persediaan barang, program pemasukan kas dan program pengeluaran kas.
  • Melakukan otomatisasi posting data (proses perpindahan informasi akuntansi dari jurnal ke masing-masing perkiraan yang bersangkutan) dari transaksi pembelian dan penjualan.
  • Melakukan otomatisasi pengontrolan persediaan barang berdasarkan transaksi penjualan dan pembelian.
  • Dapat dihasilkan perhitungan akuntansi secara otomatis (bertambah ataupun berkurang pemasukan kas maupun pengeluaran kas yang dihasilkan dari transaksi pembelian barang dan penjualan barang).
  1. ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM

Untuk selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan sistem dari aplikasi yang akan Dirancang.

Berikut ini merupakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi :

  1. Kebutuhan perangkat keras
  • Komputer pc : implementasi program dengan spesifikasi SO windows 7,intel core i3, hdd 500gb, dan ram 2 gb
  • Printer : implementasi pembuatan laporan
  • Barcode : scan kode barang untuk memudahkan dalam pengelolaan kasir
  1. Kebutuhan perangkat lunak
  • Netbeans : pembuatan program
  • Power designer : analisis proses
  • Ms office word : pembuatan laporan
  • Project kick start : digunakan untuk menentukan kerangka kerja pelaksanaan pembuatan aplikasi
  • Gui design : digunakan untuk pembuatan desain user interface/ desain awal antar mukas sistem
  • Xampp : pengolahan database
  1. Kebutuhan input
  • Data pegawai
  • Data kasir
  • Data suplier
  • Data barang
  • Data kas
  • Data jual
  1. Kebutuhan proses
  • Penjualan
  • Pemesanan
  • Retur
  1. Kebutuhan output
  • Laporan barang
  • Laporan penjualan
  • Laporan kas
  1. DIAGRAM KONTEKS

Diagram konteks adalah diagram yang menggunakan secara umum dari sebuah sistem informasi atau gambaran secara garis besar tentang rancangan sistem yang dibuat, dimana dalam konteks diagram ini akan terlihat suatu proses dari keseluruhan sistem yang dibuat.

Suatu konteks diagram selalu mendukung suatu proses, proses ini mewakili dari seluruh sistem. Konteks diagram menggambarkan hubungan input dan output antara sistem dengan kesatuan luar.

  • Bagian admin mengelola data pegawai, data kasir dan data suplier,
  • Bagian pegawai gudang memberikan informasi transaksi pembelian barang, retur barang.
  • Kasir memberi informasi transaksi penjualan barang,
  • Supplier menerima pemesanan barang , selain itu supplier menerima laporan tentang retur ataupun pesanan barang.
  • Sedangkan manager selaku pihak yang menerima laporan tentang kondisi swalayan yang dipimpinnya.

DFD dan ERD (Rekayasa Perangkat Lunak)

Senin, 25 Juni 2020

Entity Relationship Diagram (ERD)

  • ERD (Entity Relationship Diagram) adalah gambaran mengenai berelasinya antar entitas.
  • Sistem adalah kumpulan dari elemen yang setiap elemen memiliki fungsi masing-masing dan secara bersama-sama mencapai tujuan dari sistem tersebut.
  • Kebersama-samaan dari sistem di atas dilambangkan dengan saling berelasinya antara satu entitas dengan entitas lainnya
  • Entitas (entity/ entity set), memiliki banyak istilah di dalam ilmu komputer, seperti tabel (table), berkas (data file), penyimpan data (data store), dan sebagainya

  • Entitas adalah tempat penyimpan data, maka entitas yang digambarkan dalam ERD ini merupakan data store yang ada di DFD dan akan menjadi file data di komputer
  • Entitas adalah suatu objek dan memiliki nama. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jika objek ini tidak ada di suatu enterprise (lingkungan tertentu), maka enterprise tersebut tidak dapat berjalan normal.
  • Contoh, entitas ‘MAHASISWA’ harus ada di lingkungan perguruan tinggi, begitu juga dengan entitas ‘DOSEN’, ‘MATA_KULIAH’, dan sebagainya
  • Di dalam entitas ‘MAHASISWA’ berisi elemen-elemen data (biodata mahasiswa) yang terdiri atas NIM, NAMA, KELAS, ALAMAT, dan sebagainya. NIM, NAMA, KELAS, dan ALAMAT disebut dengan atribut (field)
  • Gambar memperlihatkan bahwa atribut-atribut NIM, NAMA, ALAMAT, dan TANGGAL_LAHIR harus ada di dalam biodata seorang mahasiswa.
  • Atribut-atribut TINGGI_BADAN, dan WARNA_RAMBUT adalah atribut-atribut yang boleh tidak ada di dalam biodata mahasiswa (karena tidak penting).
  • Sedangkan atribut NAMA_DOSEN adalah atribut yang tidak boleh ada di entitas mahasiswa
  • Pada akhirnya, entitas ini akan menjadi file data (yang bersifat master file) di dalam komputer. Master file adalah file utama (yang harus ada, dan sifatnya jarang berubah)

Data Flow Diagram

gambar diambil dari: buku Roger S. Pressman, Software Engineering 6th Edition
DFD Level 2 merupakan penjabaran lebih rinci dari DFD level 1. Setiap bubble proses pada DFD level 1 dapat dimodelkan secara lebih terperinci menjadi sebuah DFD lagi. Apabila diperlukan setiap bubble proses pada DFD level 2 juga dapat diperinci menjadi DFD level 3, begitu seterusnya. Perincian DFD berhenti sampai proses yang ada bersifat atomik (sudah cukup mendetail dan tidak dapat diperinci).

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: