Sistem Perdagangan Emisi Po Polsku –

Peringkat broker opsi biner:

system ***** , syst. (skrót)

system rzeczownik

Dodatkowe przykłady dopasowywane są do haseł w zautomatyzowany sposób – nie gwarantujemy ich poprawności.
Tłumaczenia dodatkowych przykładów zdań również generowane są przez automatyczny moduł i nie są weryfikowane przez naszych lektorów.

The department says such a system is still several year away.

Departament mówi, że taki system jest wciąż kilka rok daleko.

The other side often has no idea how to get into the system .

Inna strona często nie ma pojęcia jak dostać się do organizmu.

In short, they were being cut out of the system .

Pokrótce, byli wyłączani z systemu.

He said the car system would be available in about two years.

Powiedział, że system samochodowy będzie dostępny w około dwóch lat.

Peringkat broker opsi biner:

The system came back up, but the interest never did.

System został przywróconym w górę ale interes nigdy nie zrobił.

The system was the same but the way of doing things did change.

System był taki sam ale droga robienia rzeczy zrobiła zmianę.

Yet the American people question their political system on one front after another.

Mimo to amerykańscy ludzie kwestionują ich ustrój polityczny na jednym froncie po innym.

To him and others, the system is not the real thing.

Do niego i in., system nie jest autentykiem.

“We needed to clear the air and get things out of our system .”

“Musieliśmy wywietrzyć i wyjąć rzeczy z naszego systemu.”

These services are part of the national health care system .

Te usługi są częścią krajowego systemu opieki zdrowotnej.

Until now, they have been too used to the system .

Dotychczas, byli zbyt używani do systemu.

“How are men of color brought to the system in the first place?”

“Jak ludzie koloru są doprowadzeni do systemu przede wszystkim?”

We want you to know the system has not worked for us.

Chcemy byś wiedział, że system nie pracuje dla nas.

The new system will be in place for the coming season.

Nowy system będzie na miejscu przez nadchodzącą porę roku.

She has been president of the system for 12 years.

Była prezydentem systemu przez 12 lat.

“They now understand how to use the community college system .”

“Oni teraz rozumieją jak wykorzystać system społeczny college’u.”

Because each family is different, no single system works for everyone.

Ponieważ każda rodzina różni się, żaden jeden system nie pracuje dla każdego.

Yet some members said they would take a hard look at the system .

Już jacyś członkowie powiedzieli, że wezmą twarde spojrzenie na system.

But the new system was not without its own problems.

Ale nowy system był nie bez swoich własnych problemów.

They run a system with one million students and 1,100 schools.

Oni przebiegają system z jednym milionem studenci i 1,100 szkół.

The state is trying to take over the school system .

Stan próbuje opanować szkolnictwo.

He still had a future with the system in mind.

Wciąż miał przyszłość z myślą o systemie.

He had never before seen a school system without them.

Miał jeszcze nigdy zobaczony szkolnictwo bez nich.

But our system of government does not place the President above the law.

Ale nasz system rządu nie stawia Prezydenta ponad prawem.

How will the state pay for the new health care system ?

Jak zapisywać płacę stanową ze względu na nowy system opieki zdrowotnej?

Uwaga: Tłumaczenia dodatkowych przykładów nie były weryfikowane przez naszych lektorów – mogą zawierać błędy.

Sistem perdagangan emisi karbon. Perdagangan karbon – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam sistem cap and trade, sebuah otoritas pusat biasanya sebuah badan pemerintah menentukan batas atau cap jumlah karbon yang dapat dikeluarkan. Potensi itu belum termasuk karbon yang terdapat di lahan hutan gambut dan lahan kering. Baseline untuk perusahaan tersebut adalah emisi dari diesel yang mempunyai keluaran output gasgas rumah kaca yang tinggi. Salah satu contoh adalah sebuah pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat yang menukar bahan bakar fosil dengan energi terbarukan seperti biofuel dari minyak Jarak.

Sedangkan alpari demo metode pembangunan bersih, gagasan yang dibangun adalah besarnya pengurangan emisi gas rumah kaca yang dapat dilakukan melalui suatu proyek jika dibandingkan dengan pembangunan yang berjalan seperti biasanya tanpa adanya proyek tersebut.

Alur pelaksanaan metode ini dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: Untuk itu dalam metode pembangunan bersih ini, diperlukan metode penghitungan yang beragam, bergantung pada jenis proyek yang dilaksanakan dan tahapannya juga menjadi lebih rumit daripada sistem perdagangan emisi.

Negara-negara harus menyetujui aturan perhitungan yang robush dan tidak double counting dalam pengurangan emisi GRK. Sehingga setiap pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat biogas yang terbangun melalui Program BIRU merupakan salah satu bentuk langkah untuk mengurangi terjadinya pemanasan global.

Penandaan tersebut membedakan pengeluaran tunjangan Britania Raya dengan tunjangan lain.

Untuk tunjangan yang masih diberikan secara gratis, aturan alokasi yang selaras akan berlaku berdasar kinerja dapatkan dengan opini forex Uni Eropa yang ambisius.

Sertifikat CDM itu hanya mengeluarkan CER jika negara bersangkutan telah memenuhi kriteria berdagang pada opsi uang, real, measurable dan long-term benefit. Dengan demikian CER merupakan komoditas baru dalam perdagangan berjangka yang prospektif.

Opsi lain yang dapat dikembangkan adalah secondary market dan sistem verifikasinya untuk karbon guna menciptakan permintaan dengan membuka peluang kepada pihak lain, termasuk pemerintah Indonesia, untuk membeli karbon dari pihak yang telah melakukan penurunan emisi GRK.

Beberapa sektor dan gas mulai dimasukkan.

Di akhir tahun, pemerintah akan mengevaluasi banyaknya gas rumah kaca oleh pihak-pihak tersebut. Aturan baru perihal kebocoran karbon yang ditargetkan, yang terdiri dari: Dengan terus dibukanya peluang perdagangan karbon global sebagaimana ditetapkan pada Paris Agreement, maka pemerintah Indonesia perlu mengkaji peluang pasar ke depan dan offset yang aman bagi Indonesia untuk melakukan perdagangan karbon dan dalam waktu yang sama memenuhi komitmen untuk berkontribusi dalam upaya global memenuhi sistem perdagangan emisi karbon penurunan emisi GRK.

Namun yang menjadi pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat bagi metode ini adalah ia disebut sebagai zero sum emission, maksudnya adalah jumlah emisi secara keseluruhan tidak ada yang berubah sama sekali. Skenario proyek ini kemudian diharapkan dapat mengurangi emisi karbon akibat pembakaran bahan bakar fosil, seperti ditunjukkan pada gambar berikut di bawah.

Bursa Karbon Perdagangan emisi merupakan mekanisme untuk menjual dan membeli izin untuk melakukan pencemaran emission permit atau melakukan perdagangan karbon, yang dapat dilakukan misalnya di bursa karbon dunia yang diharapkan berkembang. Dalam prakteknya, perdagangan emisi dan pelaksanaan bersama yang tertuang dalam Protokol Kyoto hanya dilakukan oleh negara industri daripada negara berkembang.

Lebih lanjut mengenai perdagangan emisi karbon, secara umum terdapat dua sistem utama dalam perdagangan tersebut, yaitu cap and trade dan baseline and credit. Tanggung jawab yang diusung dengan konsep “common but differentiated responsibility” ini membagi beban tanggung jawab terutama pada negara maju sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Adanya masukan dari para pemangku kepentingan.

Para negara Pihak berkomitmen untuk mengambil tindakan dalam membatasi kenaikan suhu global di bawah 20Celcius. Dalam sistem cap and trade, sebuah otoritas pusat biasanya sebuah badan pemerintah menentukan batas atau cap jumlah karbon yang dapat dikeluarkan.

Skenario baseline-nya adalah penggunaan bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi termal panas yang kemudian dimanfaatkan oleh konsumen dengan efek samping emisi gas rumah kaca yang tinggi, seperti ditunjukkan oleh gambar berikut di bawah. Sertifikat tersebut menjadi alat jual beli pada perdagangan karbon.

Perdagangan karbon

Sekedar ilustrasi, Australia yang dikenal sebagai negara industri akan membayar negara-negara berkembang seperti India dan Indonesia untuk menyimpan carbon yang diperoleh melalui proyek CDM atau dibeli melalui pasar Emission Trading Schme ETS.

Bahkan bukan suatu hal yang mustahil bila pada masa datang, perdagangan karbon menjadi komoditas yang laku seperti halnya perdagangan minyak dan emas seperti sekarang ini.

Ekspor minyak bumi, gas bumi dan batubara merupakan sumber utama pendapatan pemerintah sejak lebih 3 dekade yang lalu. Sementara proyek bilateral JCM yang telah diimplementasikan di Indonesia sebanyak proyek dengan menurunkan sekitarstrategi perdagangan probabilitas tinggi kathy lien CO2e. Di sisi lain, hutan dari negara berkembang juga lebih terjaga karena perawatannya mendapat upah.

Indonesia juga adalah negara agraris, mempunyai hutan—hutan perdagangan opsi pasar saham indian serta garis pantai yang terpanjang di dunia, sehingga perubahan iklim yang akan berpengaruh terhadap pemanasaan global merupakan masalah yang menjadi perhatian Indonesia.

Cara ini merupakan cara tercepat dalam mencapai pengurangan emisi dan satu-satunya cara untuk mencapai netralitas karbon.

Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Ekspor minyak bumi, gas bumi dan batubara merupakan sumber utama pendapatan pemerintah sejak lebih 3 dekade yang lalu.

Berdasarkan sistem baseline and credit, sebuah pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat atau perusahaan yang tidak menganut sistem cap and trade seperti Indonesia dapat menciptakan kredit dengan mengurangi emisi mereka di bawah tingkat skenario baseline usaha seperti biasa. Mitigasi emisi gas rumah kaca jenis ini adalah dengan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan sumber energi yang terbarukan, mencakup biomassa atau biogas.

Dalam perdagangan karbon setiap penurunan satu ton karbon akan mendapatkan sebuah sertifikat CER. Perusahaan yang berpartisipasi dalam mekanisme baseline and credit, menghasilkan forex wikipedia italia dengan menghasilkan kredit dan menjualnya.

Bappebti Website – Artikel

Perubahan utama yang dilaksanakan sebagai bagian dari tahap III adalah: Belajar binari opsion 2020 Kyoto dilengkapi dengan mekanisme lentur flexible mechanisms yang menjadi bagian sangat penting dari Protokol tersebut. Namun, pada tahunsistem pendaftaran tunjangan ini diganti dengan Union Cara tercepat forex untuk menghasilkan uang tunggal; yang memberikan dasar yang selaras dalam pemindahan tunjangan di seluruh Uni Eropa.

Hal ini memberikan insentif bagi pengembangan sumber daya energi terbarukan dan pengurangan emisi. Pihak bertanggung jawab dalam skema tersebut harus membeli kredit ini, dan kemudian menyerahkan mereka ke regulator pada akhir setiap tahun untuk memenuhi bagian mereka dari ekonomi-lebar atau sektor-lebar target. Program BIRU kemudian menjadi skenario proyek yang digunakan untuk mengurangi—atau bahkan mengganti secara keseluruhan—penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber sistem perdagangan emisi karbon termal.

Permasalahan ini kemudian ditindaklajuti dalam bentuk penandatanganan Protokol Kyoto cara berdagang opsi saham biner negara pada tanggal 11 Desember Program Biogas Rumah BIRU ikut berperan serta dalam melaksanakan Protokol Kyoto melalui mekanisme pembangunan bersih dimana ia termasuk dalam jenis mitigasi emisi gas rumah kaca energi terbarukan.

Pemerintah negara yang bersangkutan akan menentukan kebijakan banyaknya emisi yang boleh dilakukan oleh setiap pihak yang terlibat melepaskan gas rumah kaca industri, transportasi, dan lain-lain di awal tahun.

Kadang-kadang kedua jenis skema tersebut dapat diterapkan secara bersama-sama dalam sistem perdagangan emisi. Hasil penurunan sistem perdagangan emisi karbon GRK pada proyek bilateral JCM dapat dihitung sebagai capaian penurunan emisi GRK yang terbagi antara pemerintah Indonesia, pihak swasta Jepang yang memiliki teknologi dan pihak swasta Indonesia yang mengadopsi teknologi.

Pada prinsipnya untuk mengembangkan perdagangan karbon perlu mempertimbangkan opsi-opsi yang aman bagi Indonesia mengingat pasca telah memiliki komitmen yang mengikat. Karenanya, negara berkembang mendapat uang dari penjualan tersebut. JCM tidak hanya semata merupakan perdagangan karbon tetapi merupakan investasi hijau dan pembangunan rendah emisi.

Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa

Untuk mendorong pasar karbon domestik, Pemerintah Indonesia perlu membuat instrument carbon pricing yang menggabungkan sistem cap and trade dan carbon tax. Untuk itu, proyek bilateral JCM merupakan mekanisme yang dapat mendukung pencapaian komitmen pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi GRK sebagaimana dituangkan dalam INDC Indonesia, khususnya dengan menggunakan dukungan internasional apabila dirancang dengan hati-hati.

Penyeimbangan karbon[ sunting sunting sumber ] Penyeimbangan karbon carbon offset merupakan suatu sistem perdagangan emisi karbon yang diakui dapat mengurangi emisi karbon yang tak terhindarkan.

Saat ini, negara-negara yang sudah melakukan perdagangan karbon dalam bursa diantaranya seperti negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, Top 10 broker opsi biner Baru, Jepang. Salah satu contoh adalah sebuah perusahaan yang menukar bahan bakar fosil dengan energi terbarukan seperti biofuel dari minyak Jarak. Secara bersamaan, Program BIRU juga membantu mengurangi emisi gas metana ke atmosfer yang 21 kali lebih berbahaya daripada emisi gas CO2 pelepasan 1 ton sistem perdagangan biru besar metana setara dengan pelepasan 21 ton gas CO2.

Negara-negara atau perusahaan-perusahaan kemudian diperbolehkan untuk mengeluarkan gas-gas rumah kaca misalnya, karbon dioksida sampai dengan jumlah yang dibatasi.

PRESS RELEASE – PERDAGANGAN KARBON – Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim

Harga kredit akan variabel, tergantung pada keseimbangan antara pasokan kredit dari mereka yang melaksanakan proyek pembawa polusi karbon di bawah baseline dan permintaan kredit dari orangorang yang harus memenuhi target. Artikel 6 Paris Agreement menetapkan platform perdagangan karbon baru yang sentralistik, Sustainable Development Mechanism.

Kredit pengurangan emisi yang diperoleh dari pelaksanaan proyek tersebut akan diberikan kepada negara yang melakukan investasi. Sedangkan dalam mekanisme pembangunan bersih, negara maju bertindak sebagai pihak yang diberi “sanksi” atas emisinya dalam bentuk membantu negara berkembang melalui pembangunan yang ramah lingkungan.

Protokol Kyoto menentukan kesepakatan awal atas besarnya pengurangan emisi gas rumah sistem perdagangan emisi karbon untuk setiap negara. Apabila emisi karbon lebih tinggi dari sistem perdagangan energi allegro batas tersebut, maka negara atau perusahaan tersebut perlu membeli kredit karbon untuk diperhitungkan dengan emisi mereka.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia diharapkan dapat memberikan insentif kepada pihak swasta yang terlibat dalam SKN, baik kepada pihak penyedia karbon ataupun pembeli karbon. Workshop yang dibuka oleh Dr.

Daftar isi

Pengurangan emisi ini dapat dilakukan karena gas metana yang dihasilkan dari proses anaerobik di dalam reaktor dimanfaatkan untuk memasak, menyalakan lampu, atau bahkan menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik dalam skala kecil. Data dan sumber gambar dari: Jihan A.

Mekanisme ini memungkinkan sektor publik dan swasta berpartisipasi dalam penurunan emisi GRK. Kerjasama antar negara tersebut cara berdagang opsi saham biner dilakukan melalui perdagangan penurunan emisi antar negara. Penyeimbangan satu ton karbon artinya pengurangan satu ton karbon dioksida di atmosfer. Perdagangan emisi emission trading Mekanisme pembangunan bersih clean development mechanism Pelaksanaan bersama joint implementation.

Sertifikat CER ini kemudian dapat diperjualbelikan ke negara-negara maju dan oleh karena itu sistem ini lebih fleksibel dan tidak mengikat.

Meskipun metode pengurangan emisi gas rumah kaca ini diserahkan kepada masing-masing negara, namun Protokol Kyoto memberikan opsi-opsi tambahan dalam bentuk: Pada metode perdagangan emisi objek yang diperjualbelikan sesungguhnya adalah hak atas sistem perdagangan emisi karbon gas rumah kaca.

As-sya’bani Sistem perdagangan emisi karbon to: Kelebihan dari CDM yang tidak dipunyai oleh mekanisme lentur Protokol Kyoto lainnya adalah bahwa CER yang diperoleh sejak tahun hingga dapat digunakan sebagai kredit untuk memenuhi target pengurangan emisi dalam periode pertama penerapan Protokol Kyoto Negara maju akan membeli CER certified emission reduction dari negara berkembang.

Maka tidak heran jika harga karbon yang diperdagangkan pada ketiga opsi di atas bergantung pada harga di pasar karbon negara maju.

Selain itu, faktor market sentiment juga akan mempengaruhi kemana arah pergerakan harga.

Untuk mengimplementasikan komitmen dalam mengendalikan kenaikan suhu global tersebut, negara Pihak dapat bekerjasama satu sama lain dalam memenuhi penurunan emisi mereka sebagaimana diatur dalam Artikel 6 Paris Agreement. Pada saat diganti dengan biofuel, jumlah emisi jauh sistem perdagangan emisi karbon rendah dan selisih yang tercatat antara jumlah emisi karbon dapat dinyatakan sebagai kredit karbon yang kemudian dapat dijual di pasar internasional.

Jika iklim dunia itu terus meningkat makan berpotensi membawa malapetaka kerusakan lingkungan. Secara umum, pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan emisi ini adalah industri pembangkit listrik, industri manufaktur, forex chart online free maskapai penerbangan.

Indonesia memiliki cukup pengalaman dalam perdagangan karbon, baik secara global maupun bilateral. Sementara JCM merupakan mekanisme perdagangan karbon cara berdagang opsi saham biner, termasuk aspek transfer teknologinya.

Detail Artikel

Biasanya perdagangan itu dilakukan antara negara maju dan negara berkembang. CER merupakan komoditas yang menguntung kan sama halnya dengan sekuritas yang banyak diperdagangkan. Banyaknya emisi gas rumah kaca yang bisa dikurangi melalui proyek tersebut kemudian disertifikasikan dengan sertifikat yang disebut sebagai Certified Emission Reduction CER.

Baseline untuk perusahaan tersebut adalah emisi dari diesel yang mempunyai keluaran output gasgas rumah kaca yang tinggi.

Perdagangan karbon – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pendanaan inovasi rendah karbon dan modernisasi sektor energi. Potensi itu belum termasuk karbon yang terdapat di lahan hutan gambut dan lahan kering. Peluang perdagangan karbon di Indonesia sangatlah besar dengan perhitungan potensi karbon yang terserap di hutan Indonesia capai 25, miliar ton.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia

Monday, August 27, 2007

Perdagangan Karbon

Mengenal Politik-Ekonomi Perubahan Iklim
(draft kasar)
[1]
Kebijakan internasional tentang iklim bicara soal apa?[i]
Komentar para pakar

Konvensi tentang Kerangka-kerja Perubahan Iklim (UN-FCCC) tahun 1992 ‘tidak menegosiasikan reduksi emisi gas rumah kaca sebagai hal utama’ tetapi lebih sebagai ‘bagian dari tawar menawar yang lebih luas antara negara-negara utara dan selatan, yang berkompetisi pada kepentingan atas energi dan kepemerintahan yang dihadapkan dengan masalah-masalah ekonomi yang bertumbuh, mengembangkan investasi di masa datang akan semakin penting tetapi menjadi lebih sulit. (Sonja Boehmer-Christiansen, 1994).

Akan lebih tepat menjelaskan elemen-elemen prinsip dalam kebijakan iklim pada aras nasional dan internasional jika mengasumsikan bahwa yang mendorong negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang memimpin (perundingan kebijakan iklim) adalah kepentingan untuk menciptakan tempat-tempat akumulasi kapital baru, dibandingkan berfokus pada pertumbuhan agregat PDB dan dampak kebijakan iklim pada PDB (Karine Mathews dan Matthew Patterson, 2005).

Mendirikan rejim global dalam rangka mengatasi perubahan iklim setara dengan menciptakan rejim perdagangan internasional di bawah World Trade Organisation (WTO). (Michael Zammit Cutajar, ex Executive Secretary of UNFCCC, 1994).

Penerimaan atas (perdagangan karbon dalam Protokol Kyoto) menggambarkan pasal-pasal kepercayaan, kepercayaan atas perdagangan bebas dan kepercayaan atas proses globalisasi. Semuanya berdiri pada satu sikap ideologi. (Mick Kelly, Unit Riset Klimatik -Climatic Research Unit, University of East Anglia, 2000).

Apa itu perdagangan Karbon

Ada dua jenis perdagangan karbon. Pertama adalah perdagangan emisi (emission trading). Yang kedua adalah perdagangan kredit berbasis proyek (trading in project based credit). Seringkali dua kategori tersebut disatukan menjadi sistem perdagangan hibrida.

Perdagangan Emisi
Seandainya anda memiliki 2 perusahaan, A dan B. Masing-masing mengeluarkan emisi karbondioksida 100.000 ton tiap tahun.

Pemerintah ingin perusahaan-perusahaan menurunkan emisinya hingga 5 persen. Masing-masing perusahaan memiliki hak atau diperbolehkan untuk mengemisi 95,000 ton tahun ini. Setiap perusahaan harus mengurangi emisi 5000 ton atau membeli hak mengemisi sebesar 5000 ton dari orang lain.

Harga pasar hak emisi adalah 10 USD per ton. Perusahaan A dapat mereduksi emisinya dengan biaya separuh dari harga beli hak emisi per ton-nya. Jadi sangat masuk akal bagi perusahaan A mereduksi emisinya hingga 10.000 ton: jika perusahaan A juga menjual 5000 ton karbon (untuk 50,000 $) perusahaan A dapat menutupi seluruh pengeluarannya.

Sementara perusahaan B, mereduksi emisi jauh lebih mahal. Mengurangi emisi setiap ton emisi perlu biaya 15$. Jadi perusahaan B memutuskan untuk tidak mengurangi emisi, tetapi membeli 5000 ton surplus hak emisi yang ditawarkan perusahaan A. Jika perusahaan B mengurangi emisinya, dia akan mengeluarkan biaya 75,000 $. Tetapi jika perusahaan B membeli kelebihan hak emisi perusahaan A, dia hanya mengeluarkan 50,000 $. Jadi perusahaan B menghemat 25,000 $ dari pembelian hak emisi.

Kedua perusahaan tersebut menghemat 25,000 $ dari yang seharusnya dikeluarkan tanpa perdagangan. Jika hanya terdapat dua perusahaan, artinya sektor bisnis dalam satu negara berhasil memenuhi ketentuan yang diatur dalam regulasi. Tetapi dengan mendistribusikan reduksi pada seluruh sektor privat dalam satu negara akan menghabiskan biaya kurang dari 50,000 $.

Beberapa skema perdagangan emisi membolehkan perusahaan menyimpan surplus dari hak emisi untuk kepentingan mereka di tahun-tahun mendatang dibanding menjualnya.

Perdagangan emisi sering disebut-sebut sebagai ‘cap-and-trade’.

Perdagangan kredit berbasis proyek.

Seandainya 2 perusahaan yang sama, A dan B, masing-masing mengemisi 100,000 ton karbondioksida per tahun. Lagi-lagi, pemerintah ingin agar mereka mengurangi emisi hingga 5 persen, jadi masing-masing perusahaan dibolehkan membuang karbondioksida sebesar 95,000 ton.

Tetapi sekarang, pemerintah mengatakan pada masing-masing perusahaan bahwa jika mereka tidak ingin mengurangi emisinya 5000 ton pertahun, mereka memiliki pilihan lain. Mereka dapat melakukan investasi di luar negeri pada proyek-proyek yang dapat mereduksi karbon hingga 5000 ton atau hingga 5000 ton. Proyek-proyek tersebut dapat berupa menanam tanaman yang dapat memproduksi biofuel yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak; memasang mesin pada sebuah perusahaan kimia untuk menghancurkan gas rumah kaca; membakar metan yang keluar dari tambang batu bara atau dari pembuangan sampah, sehingga gas metan ini tidak terlepas ke atmosfer; atau membangun sebuah pembangkit listrik tenaga angin. Harga kredit dari masing-masing proyek adalah 4$ karena rendahnya biaya buruh, asumsi perusahaan kotor, dan subsidi pemerintah maupun Bank Dunia yang menutupi sebagain dari biaya pengembangan proyek dan perhitungan berapa karbon ekuivalen yang dapat disimpan.

Pada situasi ini, akan masuk akal bagi perusahaan A maupun B untuk membeli kredit di luar negeri dibanding mengurangi emisi mereka sendiri. Perusahaan A menghemat 5000 $ dengan membeli kredit proyek di luar negeri dibanding mengurangi emisi mereka sendiri. Perusahan B bahkan menghemat hingga 55.000 $. Total penghematan yang harus mereka dapat adalah 60.000 $.

Nama lain dari perdagangan kredit berbasis proyek termasuk “baseline and credit” dan “off-set” trading.

Perdagangan karbon hibrida(hybrid carbon trading)

Sejumlah perdagangan polusi hanya menggunakan sistem perdagangan emisi (emission trading). Sistem hibrida menggunakan keduanya, perdagangan emisi dan off-set trading, dan berupaya menciptakan “hak emisi” dapat dipertukarkan dengan project-based credit.

Pasar sulfur dioksida AS hanya menggunakan perdagangan emisi. Tetapi baik Protokol Kyoto maupun Sistem perdagangan emisi Uni Eropa (EU Emission Trading System) mencampurkan sistem “cap-and-trade” dengan project based credit dan mencoba membuat keduanya dapat diperdagangkan (dipertukarkan).

Sistem-sistem ini cukup kompleks. Bukan hanya karena sistem perdagangan karbon cukup silit untuk menciptakan ‘kredit’ yang kredibel dan membuanya setara dengan ‘hak emisi’. Percampuran keduanya juga merubah ekonomi.

Sebagai contoh, bayangkan jika perusahaan A dan B diatas diperbolehkan memilih 3 opsi dalam setiap kombinasi; mengurangi emisi, saling memperdagangkan hak emisi, atau membeli kredit di luar negeri.

Untuk perusahaan B opsi terbaik adalah lagi-lagi; memilih membeli 20.000$ kredit di luar negeri dibanding menghabiskan 75.000$ mengurangi emisi.

Untuk perusahaan A opsi terbaik adalah mengurangi emisi hingga 10.000 ton jika mendapatkan pembeli yang mau membayar 10$ per ton dari kebolehan emisi tersisa. Atau sebagai gantinya membeli kredit 20.000$ untuk proyek di luar negeri, perusahaan A tidak perlu mengeluarkan apa pun.

Sayangnya untuk perusahaan A, dia tidak dapat menemukan pembeli. Jika perusahaan B dapat menghemat 5000 $ untuk membeli kredit di luar, perusahaan B tidak akan membeli sisa hak emisi perusahaan A. Tetapi perusahaan B hanyalah satu perusahaan lain alam skema perdagangan emisi. Jadi tanpa perusahaan B sebagai pembeli, tidak ada keuntungan apapun bagi perusahaan A untuk mengurangi emisi dan akan jauh lebih menguntungkan bagi A untuk membeli kredit di luar negeri.

Perdagangan Polusi (Pollution Trading)
Dalam protokol Kyoto para negara-negara pencemar menyepakati target pengurangan emisi hingga masa tertentu sebelum Protokol Kyoto. Para pembuat polusi diberikan sejumlah “kredit emisi” yang setara dengan tingkat emisi mereka tahun 1990 dikurangi dengan komitmen target pengurangan emisi. Kredit ini diukur dalam unit gas rumah kaca, jadi satu ton CO2 setara dengan satu kredit. Kredit ini adalah lisensi untuk mengotori udara untuk mencapai reduksi rata-rata 5.2 % seperti yang disepakati di Kyoto. Negara-negara kemudian dapat mengalokasikan kuota kredit pada basis wilayah negara, terutama dengan cara “grandfathering”, jadi semakin besar negara tersebut melakukan polusi semakin besar jatah kreditnya. Sistem ini menganut membayar untuk mencemari.
Sejumlah kemungkinan dari sistem ini:
1. Pencemar tidak menggunakan seluruh hak (kebolehan) mencemari dan dapat menyimpan kredit untuk periode berikutnya (menyimpannya dalam bank), atau menjual kredit kepada pencemar lain di pasar terbuka.
2. Pencemar menggunakan seluruh hak (kebolehan) dalam satu waktu tertentu, dan masih mencemari lebih. Agar tetap mematuhi kuota, sisa kredit harus dibeli dari pencemar lain yang belum menggunakan seluruh hak (kebolehan) mencemarnya.
3. Pencemar dapat melakukan investasi pada skema reduksi polusi di negara lain atau wilayah lain dan dengan demikian mereka mendapat ‘kredit’ yang dapat dijual, disimpan, atau digunakan untuk memperbesar kebolehan mencemari lebih dari yang diperbolehkan sebelumnya.
Proyek-proyek yang mendapat kredit di satu negara yang tidak diwajibkan mereduksi target (umumnya di negara berkembang, Selatan) menjadi bahasan penting dalam ‘Clean Development Mechanism’ (CDM). Sejumlah gejala menunjukkan bantuan luar negeri (Overseas Development Aid, ODA) tradisionil akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek CDM. Negara-negara kaya akan menanami pohon untuk menyerap polusi mereka sendiri dan tidak lagi membuat sumur bagi orang miskin di negara-negara berkembang. Proyek-proyek yang dilaksanakan di negara-negara dengan target reduksi disebut Joint Implementation (JI). Sebagai contoh pelaksaan JI misalnya; program efisiensi energi di Polandia yang didanai oleh perusahaan Inggris. Tampaknya, proyek-proyek JI akan dilaksanakan di Eropa Timur dan Rusia, dimana reduksi karbon yang setara dengan komitmen serta berbiaya lebih murah dan tentu saja baku mutu aturan yang lebih rendah.
Baik proyek-proyek CDM dan JI dapat berbeda-beda bentuk; mulai dari perkebunan monokultur, yang secara teoritik dapat menyerap karbon dari atmosfer (carbon sinks); proyek-proyek energi terbarukan, pemutakhiran pembangkit energi yang sudah ada; dll. Jumlah kredit yang didapat dari masing-masing proyek dihitung berdasarkan reduksi emisi yang dapat diciptakan dibandingkan dengan emisi yang mungkin terjadi di masa datang jika proyek tidak dilaksanakan. Dengan menggunakan imajinasi atas polusi jika proyek tidak dilakukan, perusahaan pencemar dapat membuat perkiraan polusi yang luar biasa besar jika tidak ada proyek CDM atau JI. Dalam tipu muslihat ini membolehkan jumlah kredit polusi yang tinggi yang dapat didapatkan dari setiap proyek. Perusahaan dibolehkan membuat polusi di wilayah lain, menjual kreditnya pada pencemar lain, atau mengkombinasikan dua taktik menguntungkan ini. Konsekuensi jangka panjang dua skema ini (1) emisi gas rumah kaca yang terus membesar dan (2) meningkatnya keuntungan perusahaan dari produksi mereka.
Masih ada lagi layanan perdagangan emisi yang memperkenalkan peningkatan kompleksitas dan kebingungan; polutan (zat pencemar) dapat dipertukarkan. Efeknya, satu upaya reduksi emisi gas rumah kaca (misalnya karbon dioksida) memungkinkan pencemar mengklaim reduksi gas rumah kaca lain (misalnya metan). Kelihatannya, perdagangan polusi menghasilkan kemajuan dari pembersihan atmosfer tampak berhasil, padahal kerumitan-kerumitan yang ada menunjukkan tidak ada kemajuan sama sekali.

Carbon Sinks (Penyerapan Karbon)
Sink (penyerapan) mengacu pada penggunaan pohon, tanah, dan laut untuk menyerap karbon dari atmosfer. Kajian ilmiah tentang sink masih belum tuntas dan pasti, tetapi ada semacam konsensus bahwa penampung karbon (carbon storage) sementara seperti pepohonan memiliki daur usia tertentu yang jika habis akan melepas seluruh karbonnya ke atmosfer. Para environmentalis maupun komunitas asli (indigenous community) khawatir penggunaan sink tidak akan memiliki dampak berarti dalam upaya mereduksi pemanasan global. Sementara dampak yang lebih besar bagi rakyat di negara miskin lebih mungkin terjadi. Demi membayar utang, negara-negara miskin akan memilih menjual tanah dan hutan kepada pasar karbon.
Proyek-proyek di Uganda dan Ecuador telah menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusahaan Utara yang dibekingi oleh pemerintah Uganda dan Ecuador. Semua upaya ini berkaitan dengan pengambil alihan skala dunia dengan harga grosir (murah). Logika pengimbangan karbon ini (carbon-offset) menjamin Negara-negara Utara dapat terus mengemisi gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional. Kultur korporasi ini memperbesar jurang ketidaksetaraan antara orang-orang kaya dan orang-orang tidak punya di mana negara Selatan menjadi wilayah pembuangan karbon akibat konsumsi Utara yang berlebihan. Ancaman terhadap masyarakat asli dan petani amat buruk, penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan akan menghancurkan penghidupan mereka. Forum Internasional Masyarakat Asli yang Pertama (The First International Forum Of Indigenous Peoples on Climate Change) menyatakan “sinks (penyerapan) dalam mekanisme CDM akan mengandung strategi skala dunia dalam rangka pengambilalihan tanah-tanah kami.”
sumber: www.carbontradewatch.org

Politik Perubahan Iklim Internasional: Highligths terkini
1990; peringatan dari para ilmuwan, tumbuhnya dukungan internasional agar negara-negara tertentu mengurangi gas emisi gas rumah kaca demi memitigasi (mengatasi) pemanasan global. Amerika Serikat menentang hal ini.

1991; UN Conference on Trade and Development (UNCTAD) menetapkan satu departemen yang mengurusi perdagangan gas rumah kaca.

1992; Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro menghasilkan Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UN Framework Convention on Climate Change disingkat UNFCCC) demi mencegah ‘pengaruh buruk kegiatan manusia pada sistem iklim bumi’. UNFCCC mengusulkan tetapi tidak mensyaratkan emisi tahun 2000 tidak melampaui emisi tahun 1990.

1994; UNFCCC mulai menguat, ditandatangani 153 negara. Aliansi negara pulau-pulau kecil, dalam upaa mencegah kenaikan muka air laut 20 cm, menuntut pengurangan emisi hingga 80 % dari level saat itu pada tahun 2005. AS dan sekutunya menolak ide pengurangan dan mengatakan lebih murah jika mereka diperkenankan membeli hak untuk mempolusi dari pasar emisi. Sebagian besar negara Uni Eropa, percaya bahwa mereka sudah memiliki usaha-usaha yang berbiaya efektif dengan melakukan reduksi domestik, dan menunjukkan bahwa usulanAS adalah sebuah upaya untuk memperkecil tanggungjawab.

1996: Usulan AS untuk menghindari reduksi dengan membeli ijin membuang dari luar negeri dan meminjam emisi masa depan dikecam oleh Uni Eropa, negara G-77, dan banyak organisasi non pemerintah.

1997: Protokol Kyoto diadopsi, protokol ini mengikat negara-negara industri untuk membatasi emisinya hingga 95% emisi tahun 1990 pada tahun 2008-2020. Tetapi tekanan negara-negara utara, terutama dari AS, membuka peluang yang membolehkan target dipenuhi dengan cara perdagangan global kebolehan (allowance) emisi dan kredit proyek karbon seperti juga pertumbuhan tutupan hutan domestik.

1998: meningkatnya kekhawatiran biaya reduksi emisi domestik dan, berhadapan dengan tekanan industri, ketidakmampuan mencapai kemajuan dalam kebijakan reguler dan pajak, Uni Eropa mulai mengembangkan skema perdagangan emisi internal. Tetapi Uni Eropa mendesak pembatasan pada perdagangan karbon global. Uni Eropa juga menuntut agar keleluasaan mengemisi yang diperoleh dari pembelian hak emisi di luar negeri tidak lebih dari 50 persen target pengurangan emisi. AS menentang setiap pembatasan perdagangan global dan mengancam akan membuat pakta dengan Kanada, Jepang, Australia dan Selandia Baru untuk memenuhi target reduksi dengan membeli kredit emisi tak berarti dari Rusia (kredit dihitung pada tahun 1990 sebelum kolapsnya Uni Soviet) sebagai tahun dasar (baseline-year).

1999: Bank Dunia menyusun Prototype Carbon Fund (PCF) untuk menciptakan kredit murah meriah dari proyek-proyek penyimpanan karbon di negara-negara Selatan yang dapat mengurangi biaya-biaya reduksi karbon di negara-negara Utara. Secara cepat PCF mengundang investasi dari BP, Mitsubishi, dan perusahaan-perusahaan dan negara-negara lain. Asosiasi Perdagangan Karbon internasional, sebuah kelompok lobby korporasi didirikan melalui kerja sama UNCTAD dan World Business Council on Sustainable Development.

2000: Uni Eropa menolak berkompromi atas usulan yang membolehkan kredit terbatas AS untuk hutan penangkap karbon di AS, dan membolehkan AS membeli kredit di luar negeri. Hal ini memberikan peluang AS untuk mencapai 50% penggunaan perdagangan karbon pada target reduksi emisi domestik, dan tidak memberi hukuman pada AS jika gagal memenuhi target apapun. Industrialis Eropa segera bekerja mengganggu oposisi Eropa atas perdagangan karbon tak terbatas. Denmark bereksperimen dengan perdagangan karbondioksida domestik.

2001: AS menarik diri dari Protokol Kyoto. Bebasnya perdagangan karbon dari stigma pengaruh kerasnya pendirian AS, membuat Uni Eropa berbalik arah mendukung penggunaan perdagangan secara ekstensif. Saat itu perimbangan kekuatan atas diratifikasinya Protokol Kyoto dipegang oleh Jepang dan Rusia yang menuntut kredit karbon tambahan untuk hutan domestik. Uni Eropa putus asa jika harus bergantung pada Protokol Kyoto, lagi pula Uni Eropa sudah berkomitmen pada skema perdagangan emisi mereka sendiri dan legislasi tentang iklim, Uni Eropa menyerah. Banyak ORNOP merayakan kesepakatan yang mereka kecam setahun sebelumnya, dan menjustifikasinya sebagai “kompromi yang dibutuhkan”. Sebuah buku aturan tentang CDM (Clean Development Mechanism) dan sejumlah mekanisme perdagangan dibawah Protokol Kyoto diadopsi setelah melalui perjuangan keras, mentutup peluang yang dapat mengganjal pengurangan minimal yang disepakati dalam Protokol.

2003: Negara-negara bagian Timur Laut AS mulai mengembangkan Inisiatif Regional Gas Rumah kaca yang menggunakan perdagangan untuk mengurangi biaya reduksi emisi 10 %g yang diusulkan dari pembangkit listrik.

2004: Uni Eropa menantang keberatan-keberatan ornop dan memutuskan untuk membolehkan negara-negara menggunakan kredit dari proyek karbon di luar Uni Eropa dalam rangka mengurangi target emisi.

2005: Skema Perdagangan Karbon Uni Eropa mendapat dukungan dari ORNOP. Protokol Kyoto menguat setelah diratifikasi oleh Rusia tahun 2004, sekali lagi lewat dukungan ORNOP. Sekarang menjadi nyata bahwa para penandatangan protokol dari negara-negara industri tidak akan mencapai target emisi 2008-2020. Prosedur baru diadopsi untuk mempercepat aliran kredit CDM dalam sistem. Para penandatangan Kyoto ‘setuju untuk mendiskusikan’ target emisi untuk periode berikutnya paska 2020. Negara-negara tanpa target seperti AS dan China sepakat untuk berdialog tanpa ikatan mengenai peran mereka mengurangi emisi di masa datang. AS mengusulkan kemitraan Asia Pacific untuk Pembangunan Besih dan Iklim untuk melihat upaya-upaya teknologis menghadapi perdagangan global.

2006: Pasar Karbon Uni Eropa berantakan, banyak pemerintah anggota UE memberikan terlalu banyak hak properti bagi tempat pembuangan karbon bumi (earth’s carbon dump) yang mestinya komoditas langka. Proyek-proyek yang diharapkan mengalirkan sekitar 420 milyar ton kredit karbondioksida pada tahun 2020 terdaftar pada pertengahan tahun ini, dan menyuntikkan lebih banyak aset pada sistem perdagangan karbon global.

[1]draft ini merupakan terjemahan dari sejumlah sumber seperti buku dan website yang berguna untuk mengenali politik-ekonomi perubahan iklim.
[i]Lohman, et al. “Carbon Trading: a Critical Conversation on Climate Change, Privatisation,, and Power”. Development Dialogue no 48. The Cornerhouse UK, 2006.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: