Sistem Perdagangan Keranjang 2020

Peringkat broker opsi biner:

Ini Aturan Pajak Atas Transaksi Perdagangan Melalui E-Commerce

Jakarta, Kominfo – Dengan pertimbangan adanya model transaksi perdagangan melalui sistem elektronik ( e-commerce ), pemerintah memandang perlu lebih memudahkan pemenuhan kewajiban perpajakan bagi pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik ( e-commerce ) sehingga para pelaku usaha dapat menjalankan hak dan kewajiban perpajakan dengan mudah sesuai model transaksi yang digunakan.

Atas pertimbangan tersebut pada 31 Desember 2020, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2020 tentang Perlakuan Perpajakan Atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce).

Dalam PMK ini disebutkan, Penyedia Platform Marketplace wajib memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan wajib dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak).

Kewajiban untuk dikukuhkan sebagai PKP sebagaimana dimaksud, menurut PMK ini, juga diberlakukan kepada Penyedia Platform Marketplace, meskipun memenuhi kriteria sebagai pengusaha kecil sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai batasan pengusaha kecil Pajak Pertambahan Nilai.

Selain itu, PMK ini menegaskan, Pedagang atau Penyedia Jasa wajib memberitahukan NPWP kepada Penyedia Platform Marketplace.

Dalam hal Pedagang atau Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud belum memiliki NPWP, menurut PP ini, : a. Pedagang atau Penyedia Jasa dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP melalui aplikasi registrasi NPWP yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak atau yang disediakan oleh Penyedia Platform Marketplace; atau b. Pedagang atau Penyedia Jasa wajib memberitahukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada Penyedia Platform Marketplace.

“Pedagang atau Penyedia Jasa yang melakukan penyerahan barang dan/ a tau jasa secara elektronik (e-commerce) melalui Penyedia Platform Marketplace sebagaimana dimaksud melaksanakan kewajiban Pajak Penghasilan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang Pajak Penghasilan,” bunyi Pasal 4 PMK ini.

PKP Pedagang atau PKP Penyedia Jasa yang melakukan penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/ atau JKP (Jasa Kena Pajak) secara elektronik (e-commerce) melalui Penyedia Platform Marketplace sebagaimana dimaksud, menurut PMK ini, wajib memungut, menyetor, dan melaporkan: a. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang; atau b. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

“Pajak Pertambahan Nilai yang terutang sebagaimana sebesar 10% (sepuluh persen) dari Nilai Transaksi penyerahan BKP dan/atau JKP,” bunyi Pasal 5 ayat (2) PMK ini.

Peringkat broker opsi biner:

Sedangkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang, menurut PMK ini, mengikuti tarif dan tata cara penyetoran dan pelaporan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, PMK ini menegaskan, PKP Pedagang dan PKP Penyedia Jasa wajib melaporkan dalam SPT Masa PPN setiap Masa Pajak atas penyerahan BKP dan/ a tau JKP yang melalui Penyedia Platform Marketplace.

Wajib Melaporkan

Menurut PMK ini, Penyedia Platform Marketplace wajib melaporkan rekapitulasi transaksi perdagangan yang dilakukan oleh Pedagang dan/ atau Penyedia Jasa melalui Penyedia Platform Marketplace ke Direktorat Jenderal Pajak.

“Rekapitulasi transaksi perdagangan sebagaimana dimaksud merupakan dokumen yang harus dilampirkan dalam SPT Masa PPN Penyedia Platform Marketplace,” bunyi Pasal 7 ayat (3) PMK ini.

Dalam PMK ini ditegaskan, PKP Penyedia Platform Marketplace yang melakukan kegiatan: a. penyediaan layanan Platform Marketplace bagi Pedagang atau Penyedia Jasa; b. penyerahan BKP dan/atau JKP yang dilakukan melalui Platform Marketplace; dan/atau c. penyerahan BKP dan/atau JKP selain sebagaimana dimaksud, wajib memungut Pajak Pertambahan Nilai atas penyediaan layanan dan penyerahan BKP dan/atau JKP, dan wajib membuat Faktur Pajak.

Selanjutnya, pelaporan atas penyerahan BKP dan/atau JKP sebagaimana dimaksud dilakukan dalam SPT Masa PPN.

“Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2020,” bunyi Pasal 15 PMK Nomor 210/PMK.010/2020 yang diundangka oleh Dirjen Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana, pada 31 Desember 2020 itu.

Berita Terkait

Inilah Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja

Dengan mempertimbangkan, dalam situasi pandemi Covid-19, roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah-langkah pencega Selengkapnya

Ini Aturan Naik Pesawat Komersil Selama PSBB

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberlakukan aturan bagi calon penumpang pesawat komersil pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB Selengkapnya

Presiden Resmikan Peluncuran Produk Ristek dan Inovasi untuk Penanganan Covid-19

Peluncuran tersebut bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional yang turut menandai kebangkitan bidang sains dan teknologi nasional Selengkapnya

Pemerintah Ajak Dunia Usaha Optimistis Melihat Peluang Perdagangan Global

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak dunia usaha tetap optimis melihat peluang perdagangan di pasar dunia di tengah darurat pan Selengkapnya

5 Tahap Sistem Perdagangan Saham yang Perlu Pemula Ketahui

Sebagai investor pemula, biasanya sih kita akan langsung saja menuju perusahaan atau aplikasi sekuritas, buka rekening, dan langsung deh pilih-pilih saham yang pengin dibeli, tanpa merasa wajib untuk memahami sistem perdagangan saham yang sebenarnya.

Lah, emangnya salah? Ya, enggak juga. Kalau pakai mesti mikirin sistem perdagangan saham, malah jadi udah mumet duluan–yang kemudian pasti berujung nggak jadi investasi.

Perusahaan dan aplikasi sekuritas ada toh buat menolong kita ini kan? Jadi, ya udah bener, langsung saja pakai jasa mereka.

Tapi, nggak ada salahnya juga buat kita untuk belajar lebih banyak lagi soal sistem perdagangan saham. Biar tahu, gimana jalannya uang investasi kita dan ke mana larinya. Menambah wawasan toh enggak pernah ada ruginya kan?

Kalau di website BEI sendiri, mekanisme perdagangan di sana terbagi atas 3 kategori, yaitu sistem perdagangan saham, mekanisme perdagangan sukuk dan obligasi, dan mekanisme perdagangan derivatif. Nah, kalau mau baca langsung dari sumber di website Bursa Efek Indonesia sih bagus, silakan langsung cus ke TKP. Tapi, di sini kita akan coba menuliskannya kembali dengan bahasa “manusia”–semoga lebih bisa dipahami terutama bagi yang pemula, yang males pusing dan ribet tapi dapat pengetahuannya.

Sistem Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

Mekanisme atau sistem perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia–secara practical–bisa dilihat seperti dalam diagram ini.

Simpel kan, sebenarnya? Kalau dicermati ya, kayak alur perdagangan komoditi biasa. Misal di marketplace deh. Kita lihat-lihat barang, terus masukkan keranjang. Baru bayar, nanti sama marketplace-nya diteruskan ke penjual. Baru barang dikirim.

Anyway, tapi ada beberapa perbedaan juga dengan pasar komoditi biasa. Salah satunya, bahwa di pasar saham, ada pasar reguler, pasar tunai, pasar negosiasi, yang masing-masing punya andil dalam sistem perdagangan saham. Mari kita lihat per tahapnya.

1. Pra Pembukaan

Perdagangan saham dilaksanakan dengan fasilitas yang disebut Jakarta Automated Trading System NEXT-G, yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah menjadi anggota bursa dan anggota kliring KPEI. Mereka ini akan berpartisipasi dalam sistem perdagangan saham ini untuk kepentingan sendiri ataupun untuk kepentingan nasabah.

Dalam pra pembukaan ini, anggota bursa dapat memasukkan penawaran jual ataupun beli saham, yang dilakukan dengan metode lelang elektronik pada JATS NEXT-G itu.

2. Proses Transaksi

Selanjutnya JATS NEXT-G akan memproses transaksi, dengan memperhatikan time dan price priority. Maksudnya bagaimana?

Prioritas Harga (Price Priority)

Artinya, permintaan beli saham dengan harga yang lebih tinggi akan mendapatkan prioritas terlebih dahulu ketimbang permintaan beli terhadap saham yang sama namun dengan harga yang lebih rendah.

Sedangkan, untuk sistem perdagangan saham jual, harga yang lebih rendah akan mendapatkan prioritas terlebih dahulu ketimbang yang memiliki harga tinggi.

Ya, ini common sense dalam aktivitas jual beli saja sih. Sama saja kan, tinggal komoditinya yang berbeda-beda.

Prioritas Waktu (Time Priority)

Di samping price priority, di sistem perdagangan saham ini juga berlaku time priority–yaitu prioritas waktu. Artinya, kalau penawaran jual atau permintaan beli saham diajukan dalam harga yang sama, maka permintaan beli atau jual saham yang terlebih dulu diajukan akan mendapatkan prioritas.

Proses transaksi saham di atas berlaku di pasar reguler dan pasar tunai. Sistem perdagangan saham di kedua pasar tersebut menggunakan satuan lot efek atau kelipatannya, yaitu 100 efek.

Sedikit lain di pasar negosiasi.

Sistem perdagangan saham di pasar negosiasi dilakukan melalui sistem negosiasi secara langsung, melalui proses tawar menawar, antara anggota bursa atau nasabah melalui salah satu anggota bursa, atau nasabah dengan anggota bursa, yang kemudian hasil kesepakatannya diproses oleh JATS NEXT-G.

Perdagangan saham yang dilakukan di pasar negosiasi tidak harus dalam satuan lot, tapi bisa dalam satuan lembar. Jadi, proses ini biasa dilakukan ketika jumlah saham yang diperdagangkan tidak bulat, 100 lembar.

Harga yang dimasukkan saat kita hendak membeli atau menjual saham ke JATS NEXT-G harus berada di dalam kisaran tertentu. Kalau ada harga masuk di luar kisaran yang sudah ditentukan tersebut, maka akan ditolak secara otomatis oleh JATS NEXT-G, atau istilahnya auto-rejection. Ya, gampangannya sih begitu ya, pada prinsipnya.

3. Penyelesaian Transaksi

Selanjutnya adalah proses penyelesaian transaksi, di mana proses ini dijamin oleh KPEI atau Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Transaksi yang terjadi di Pasar Reguler wajib diselesaikan pada hari bursa ke-2, atau T+2.
  • Transaksi yang terjadi di Pasar Tunai wajib diselesaikan pada hari yang sama, atau T0.
  • Penyelesaian transaksi ini yang dilakukannya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai akan ditentukan oleh KPEI, dengan cara pemindahbukuan ke rekening efek anggota bursa di KSEI.

Sedangkan, transaksi di Pasar Negosiasi, akan diselesaikan per transaksi sesuai kesepakatan antara anggota bursa yang menjual dan membeli. Pasar Negosiasi. Hal ini selambat-lambatnya harus dilakukan pada T+2, atau hari bursa kedua setelah terjadi transaksi.

Penyelesaian transaksi di Pasar Negosiasi dilakukan langsung dengan cara memindahbukukan efek antara anggota bursa yang menjual pada yang membeli. Hal ini tidak dijamin oleh KPEI.

4. Pra Penutupan

Selanjutnya, ada proses pra penutupan dalam sistem perdagangan saham ini. Yaitu proses ketika anggota bursa memasukkan penawaran jual atau beli menjelang penutupan hari bursa.

Dari penawaran dan permintaan ini, JATS NEXT-G lantas bisa membentuk harga penutupan dan mempertemukan penawaran jual dan beli berdasarkan sistem price dan time priority.

5. Pasca Penutupan

Selanjutnya, perdagangan saham hari itu akan ditutup.

Dalam proses pasca penutupan ini, anggota bursa dapat memasukkan penawaran jual atau beli pada harga penutupan. Dari sini, JATS NEXT-G lantas mempertemukan penawaran dan permintaan yang ada untuk efek yang sama secara keseluruhan, ataupun sebagian, pada harga penutupan berdasarkan time priority.

Nah, memang ada banyak detail lain yang seharusnya dijelaskan juga dalam setiap tahapannya, karena masing-masing tahap sistem perdagangan saham ini memiliki aturannya sendiri-sendiri. Tapi, rasanya, kalau mau dijelaskan semua, bakalan nggak habis semalam buat diobrolin ya.

Lagi pula, artikel ini memang bertujuan membantu kamu, yang pemula, yang baru mulai menyelami pasar perdagangan saham lebih dalam lagi. Next step, kamu bisa belajar sambil jalan. Yang penting, prinsipnya harus paham dulu.

Well, selamat bertualang di kolam investasi, fellas! Ingat, selalu bersiap untuk belajar hal baru, supaya jangan sampai tenggelam dan tak terselamatkan ya.

Ingat lagi! 1 Juli 2020 perdagangan melalui sistem elektronik akan dikenakan PPN

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% akan dikenakan atas pembelian produk dan jasa digital dari pedagang atau penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) berlaku mulai tanggal 1 Juli 2020.

Dikutip dari laman setkab.go.id, pengenaan pajak itu baik perdagangan dari luar maupun dalam negeri, yang mencapai nilai transaksi atau jumlah traffic dan pengakses tertentu dalam kurun waktu 12 bulan.

Baca Juga: Industri manufaktur dan keuangan penopang penerimaan pajak

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi semua pelaku usaha, di dalam maupun luar negeri, baik konvensional maupun digital.

Selain itu, kebijakan ini dilakukan untuk melaksanakan Pasal 6 ayat 13a Perpu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19, dimana pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020 sebagai turunannya.

Baca Juga: Catat, masih ada cadangan insentif pajak Rp 26 triliun bagi dunia usaha

Melalui aturan ini, produk digital seperti layanan aliran (streaming) musik dan film, aplikasi dan permainan (games) digital, serta jasa daring lainnya dari luar negeri yang memiliki kehadiran ekonomi signifikan dan telah mengambil manfaat ekonomi dari Indonesia melalui transaksi perdagangannya, akan diperlakukan sama seperti produk konvensional atau produk digital sejenis dari dalam negeri.

Penerapan PPN ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dalam rangka menanggulangi dampak wabah Covid-19, dan menjaga kredibilitas anggaran negara serta stabilitas perekonomian negara di masa krisis global seperti ini. Melalui pajak, pemerintah mengajak semua pihak untuk bahu-membahu, mengambil peran mengatasi tantangan akibat Covid-19.

  • Total count of Like 0
  • Total count of Comment 0
  • LINE share button
  • Facebook share button
  • Twitter share button

Lihat Lainnya

IHSG menguat di hari ketiga, investor asing berburu saham bank

Hindari 5 kesalahan saat cuci tangan agar tak terinfeksi virus corona

Bank Swasta Seperti BCA (BBCA) Akan Merasakan Dampak Corona di Kuartal Kedua

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: