Sistem Perdagangan Opsi M3 Apa Itu Obligasi Inilah Penjelasan Lengkapnya

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Sudah punya pekerjaan dan penghasilan tetap, mari saatnya memikirkan goal jangka panjang. Rencana pernikahan, membeli rumah (dengan KPR), membeli kendaraan (dengan kredit), atau melanjutkan kembali pendidikan (dengan tabungan pendidikan) biasanya merupakan yang dipikirkan rata-rata orang sebagai goal yang ingin dicapai ke depannya nanti. Tak lupa dan tak boleh luput dari perhatian adalah soal investasi. Ini penting apabila telah menetapkan mapan secara finansial sebagai salah satu goal yang ingin dicapai lebih dulu. Kalau demikian, investasi apa yang bisa dijadikan pilihan?

Dari banyaknya informasi investasi yang beredar, ada tujuh produk investasi yang bisa dijadikan pilihan. Ketujuh produk investasi tersebut di antaranya tabungan, deposito, reksa dana, obligasi, saham, emas, dan properti. Produk-produk investasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, sebelum menjatuhkan pilihan, cari tahu sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya informasi soal investasi tersebut.

Salah satu produk investasi yang akan diulas dalam bahasan berikut adalah obligasi. Merujuk pada keberadaan Obligasi Negara Ritel (ORI), data Pemerintah menunjukkan adanya peningkatan pembelian obligasi oleh investor. Diterbitkan pertama kali tahun 2006, jumlah investor yang membeli ORI awalnya hanya 16.561 orang. Kemudian jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2020 telah mencapai 214.151 orang. Pertambahan jumlah investor tersebut menandakan minat orang terhadap obligasi yang cenderung meningkat tiap tahunnya.

Apakah obligasi sebegitu menariknya hingga peminatnya cenderung bertambah? Apa yang membuat obligasi menarik? Mengapa investor mau mengeluarkan dana demi memiliki obligasi? Sederet pertanyaan tersebut akan dijawab lewat ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Inilah 7 Produk Investasi Pilihan Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Apa Itu Obligasi?

Obligasi Dikenal Sebagai Surat Utang via kiplinger.com

Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.

Diterbitkannya obligasi dilatarbelakangi upaya menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Bila ditinjau dari sudut pandang pebisnis, obligasi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana segar demi berjalannya usaha. Sementara Negara memandang obligasi sebagai sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tak jauh berbeda dengan saham, obligasi juga bisa diperjualbelikan. Kalau ingin membeli saham hanya tinggal mencari tahu di Bursa Efek Indonesia (BEI), berbeda dengan obligasi yang transaksi jual belinya tidak dilakukan di BEI. Itu berarti obligasi didapatkan dari pihak penerbit yang sepakat melakukan jual beli dengan pembeli. Tak heran kenapa obligasi masih belum terlampau familier. Ambil contoh misalnya Pemerintah sebagai salah satu penerbit obligasi. Ketika Pemerintah menerbitkan obligasi, investor yang berminat membelinya bisa mendapatkannya di agen penjual. Pembelian lewat agen penjual adalah mekanisme pembelian yang telah ditetapkan Pemerintah. Biasanya Pemerintah menunjuk bank dan lembaga sekuritas sebagai agen penjual obligasi.

Kelebihan Menjadikan Obligasi sebagai Investasi

Sebagai salah satu instrumen investasi, obligasi memberikan sejumlah keuntungan untuk para pemegangnnya, di antaranya:

Peringkat broker opsi biner:
  • Keuntungan yang diperoleh dari kupon (bunga) yang terbagi atas tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Walaupun demikian, ada obligasi yang tak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi yang didapat bisa besar tergantung dari jangka waktu obligasi. Makin lama, makin besar keuntungannya.
  • Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Misalnya, harga awal obligasi 100% (disebut harga pari). Ketika hendak dijual, harganya ternyata naik menjadi 115%. Jadi, kalau Anda menjualnya, keuntungan yang didapat 15% (istilahnya capital gain 15%).
  • Aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.
  • Kupon/bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito.
  • Mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa.
  • Bisa dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Kekurangan Obligasi sebagai Investasi

Sampai saat ini tak satu pun produk investasi yang hanya memiliki kelebihan tanpa memiliki kekurangan. Selain kelebihan, obligasi juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Penerbit obligasi berisiko gagal bayar dan konsekuensinya investor tak cuma tidak memperoleh untung, tetapi tak mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Untungnya, kekurangan ini tak berlaku pada obligasi negara yang terlindungi undang-undang.
  • Rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada pasar keuangan.
  • Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder menimbulkan kerugian bagi investor. Sebab harga jualnya lebih rendah dari harga belinya.

Baca Juga: Mengenal Instrumen Pasar Modal dan Cara Investasinya

Jenis-Jenis Obligasi

Obligasi yang Diterbitkan Pemerintah via djppr.kemenkeu.go.id

Obligasi memiliki banyak jenis yang terbagi berdasarkan tolok ukur yang digunakan. Ada sepuluh hal yang menjadi tolok ukur jenis-jenis obligasi yang beredar, yaitu dilihat dari sisi penerbit, sistem pembayaran bunga, hak penukaran/opsi, jaminannya, nilai nominal, perhitungan imbal hasil, waktu jatuh tempo, bentuk, dan sifatnya yang dapat ditukar dengan saham.

Kalau berminat dengan obligasi yang berdasarkan sisi penerbit, ada tiga jenis yang perlu Anda tahu dari sisi ini. Ketiga jenis obligasi tersebut, di antaranya:

Jenis obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik Pemerintah (BUMN) maupun swasta. Sebagai contoh, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada tahun 2020 dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) yang berjangka lima tahun.

Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah. Di Indonesia obligasi jenis ini pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, peminat obligasi ini cenderung meningkat tiap tahunnya. Obligasi yang diberi nama Obligasi Negara Ritel (ORI) diterbitkan satu seri setiap tahun, kecuali tahun 2007 dan 2008 yang diterbitkan dalam dua seri.

Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk membiayai pembangunan yang berhubungan kepentingan publik.

Kenali Dahulu, Baru Ketahui Lebih Lanjut

Banyak yang perlu diketahui dari obligasi, tetapi tidak bisa dalam sekejap untuk benar-benar dipahami. Mengenali obligasi secara umum adalah tahap awal yang perlu sekali agar betul-betul paham akan instrumen investasi yang satu ini. Ulasan di atas masih sebatas pengenalan mengenai obligasi. Namun, dari ulasan tersebut bisa diketahui untuk benar-benar dimengerti tentang definisi obligasi, kelebihan dan kekurangan obligasi, serta jenis-jenis obligasi. Dengan begitu, Anda bisa memiliki gambaran tentang investasi yang satu ini.

Pengertian Opsi, Jenis, Perhitungan Beserta Contohnya

Option atau Opsi adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset sekuritas dengan harga tetap pada atau sebelum jatuh tempo.

Opsi adalah hak untuk melakukan sesuatu.

Karena merupakan hak (rights), maka pemodal atau manajer keuangan bisa melakukan atau tidak.

Apa saja tipe opsi?

Apa saja faktor yang mempengaruhi nilai opsi?

Bagaimana cara untuk menentukan harga opsi?

Yuks ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

01: Pengertian dan Jenis Opsi (option)

A: Karakteristik dan Pengertian Opsi

Opsi sering disebut sebagai financial derivatives.

Penyebutan ini menunjukkan bahwa instrumen keuangan yang disebut opsi adalah instrumen keuangan yang muncul karena telah ada instrumen keuangan lain.

Dan penerbitan opsi adalah dikaitkan dengan instrumen keuangan tersebut.

Karakteristik opsi dapat di-identifikasikan pada berbagai keputusan keuangan yang menimbulkan pilihan bagi pemodal.

Sebagai contoh:

Dalam keputusan investasi, kita dihadapkan pada adanya kemungkinan atau pilihan untuk membatalkan investasi tersebut.

Dalam memilih sumber pendanaan, pemberi pinjaman bisa memberikan opsi bagi kita untuk membatalkan perjanjian, bila kita menginginkan.

Hak untuk memilih tersebut akan mempunyai nilai, dan bagaimana menaksir nilai hak – right adalah perlu dikuasai oleh manajer keuangan.

Hal ini disebabkan karena perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi, seperti:

Atau manajer keuangan ingin melakukan investasi pada sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi.

B: Jenis Opsi

Apa saja jenis opsi (option)?

Jenis opsi dibedakan menjadi dua tipe, adalah sebagai berikut:

Mari diuraikan satu per satu ya…

#01: Opsi Beli atau Opsi Call (Call Option)

Apa itu opsi call atau call option?

Opsi beli atau call option adalah kontrak untuk membeli aset.

Opsi call adalah menunjukkan hak untuk membeli suatu saham dengan harga tertentu (harga ini disebut sebagai exercise price) pada tanggal tertentu.

Tanggal jatuh tempo tersebut disebut sebagai exercise date.

Perhatikan contoh opsi saham berikut:

Misalkan seseorang menawarkan opsi call sebagai berikut:

Bila kita membeli opsi call tersebut, maka satu tahun yang akan datang kita bisa memperoleh opsi adalah saham A dengan harga Rp 10.000 dari penerbit opsi tersebut.

Terlepas dari berapa harga yang tersedia kita bayar untuk opsi tersebut.

Maka diagram posisi dalam gambar berikut ini menunjukkan nilai call pada saat opsi call tersebut jatuh tempo.

Gambar: Nilai opsi call dengan exercise price Rp 10.000

Bila pada saat opsi call jatuh tempo harga saham A di bawah Rp 10.000, maka nilai call tersebut sama dengan nol rupiah.

Bila harga saham di atas Rp 10.000, maka kita akan memperoleh keuntungan jika meng-exercise-kan kontrak opsi saham tersebut.

Dalam keadaan seperti ini nilai call akan sebesar harga pasar opsi adalah dikurangi dengan execise price.

Perhatikan contoh opsi saham 02:

Misalkan harga saham A saat ini adalah Rp 9.000.

Kita bersedia membayar opsi call yang ditawarkan tersebut dengan premi opsi adalah sebesar Rp 500.

Bila pada tahun depan, yaitu saat exercise date, harga saham menjadi sebesar Rp 11.000, maka kita akan memperoleh keuntungan Rp 500.

Keuntungan ini diperoleh dari:

#1: Nilai opsi pada saat di-exercise-kan:

= Rp 11.000 – Rp 10.000
= Rp 1.000

#2: Premi yang kita bayar = Rp 500

= Rp 1.000 – Rp 500
= Rp 500

Bila harga saham tahun depan menjadi Rp 12.000, maka kita akan memperoleh laba Rp 1.500.

Pada saat harga saham hanya Rp 10.000, kita rugi Rp 500.

Berapa Laba (rugi) kita seandainya harga saham hanya Rp 9.500?

Kita tetap rugi sebesar Rp 500.

Maksimum kerugian kita adalah jumlah uang yang kita bayarkan dalam kontrak opsi untuk membeli opsi tersebut.

Bila diasajikan dalam bentuk tabel, maka akan nampak sebagai berikut:

Tabel: Laba (rugi) karena membeli opsi call dengan harga Rp 500 pada berbagai tingkat harga, untuk exercise price sebesar Rp 10.000

Kolom terakhir pada tabel di atas, bila digambarkan dalam grafik dengan sumbu datar harga saham.

Dan sumbu tegak laba (rugi) akan nampak seperti pada gambar berikut ini:

Gambar: Laba (rugi) membeli opsi call dengan harga Rp 500, dengan exercise price Rp 10.000 pada berbagai harga saham.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa kerugian maksimum yang diderita adalah Rp 500, yaitu sebesar harga (atau premi) opsinya.

#2: Opsi Jual atau Opsi Put (Put Option)

Apa itu opsi jual atau put option?

Pengertian opsi put adalah hak untuk menjual suatu saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu (atau sebelumnya).

Jadi, opsi jual atau put option adalah kontrak untuk menjual aset.

Perhatikan contoh put option sebagai berikut:

Misalkan seseorang menawarkan opsi put sebagai berikut:

Dengan membeli opsi put tersebut anda bisa menjual saham A kepada orang tersebut dengan harga Rp 10.000 satu tahun yang akan datang.

Kapan opsi put tersebut mempunyai nilai, artinya anda akan meng-exercise-kan opsi tersebut?

Jawabannya sederhana sekali.

Yaitu bila harga saham A pada saat jatuh tempo di BAWAH Rp 10.000.

Pada saat harga saham A misalnya Rp 8.000, akan datang ke pihak yang menerbitkan opsi put tadi dan memintanya untuk membeli saham A sebesar Rp 8.000.

Maka sesaat sebelum opsi put di-exercise-kan, nilai opsi tersebut adalah Rp 2.000 (selisih antara Rp 10.000 dengan Rp 8.000).

Sebaliknya pada saat harga saham di atas exercise price, maka nilai opsi put akan sama dengan NOL.

Keadaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Nilai tertinggi opsi put (put option) adalah pada saat harga saham sebesar nol rupiah.

Pada saat itu nilai put akan sebesar Rp 10.000 sama dengan exercise price-nya.

Hal yang sama dapat dilakukan bila misalkna harga opsi put adalah sebesar Rp 500.

Pada berbagai tingkat saham, maka laba (rugi) dengan membeli opsi put dengan harga premi Rp 500 disajikan pada tabel berikut:

Tabel: laba (rugi) dengan membeli opsi put dengan harga premi Rp 500

Dengan cara yang sama dengan opsi call di atas, maka tabel tersebut dapat digambarkan dengan sebuah grafik sebagai berikut:

Gambar: Laba (rugi) membeli opsi put dengan harga Rp 500, exercise price, pada berbagai tingkat harga saham.

Gambar-gambar tersebut adalah nilai opsi bagi pihak yang membeli opsi-opsi tersebut.

Bagi pihak yang menerbitkan, atau menjual opsi tersebut maka nilai bagi penerbit opsi adalah kebalikan dari nilai opsi bagi pembeli opsi.

Bagi penjual opsi call dan opsi put nilainya ditunjukan pada gambar berikut ini:

02: Kombinasi Tipe Opsi Calls, Puts, dan Saham

A: Persamaan dasar antara call, put, dan saham

Penjual bisa melakukan diversifikasi dengan membeli call, put, dan saham secara bersamaan.

Bila pemodal membeli put dan saham.

Maka nilai investasinya, apapun yang terjadi dengan harga saham tersebut akan sama dengan nilai call ditambah dengan PV exercise price.

Perhatikan contoh berikut ini:

Seorang penjual membeli satu opsi put dengan harga exercise Rp 10.000 dan saham.

Nilai investasinya pada saat opsi put tersebut jatuh tempo pada berbagai harga saham, disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel: Nilai investasi satu saham dan satu opsi put, pada berbagai tingkat harga.

Secara grafis keadaan tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

Gambar: Nilai opsi put dan saham pada berbagai harga saham.

Perhatikan bahwa apapun yang terjadi dengan harga saham.

Maka nilai investasinya sama dengan nilai opsi call ditambah dengan Rp 10.000 (exercise price).

Dengan demikian maka:

Nilai Call + PV Exercise Price = Nilai Put + Harga Saham

Hubungan ini berlaku karena pay-off dari:

  • Membeli call, melakukan investasi pada aktiva yang aman untuk memperoleh nilai sebesar exercise price pada saat jatuh tempo.

Akan menghasilkan pay-off yang sama dengan:

  • Membeli put, dan saham

Dengan memahami hubungan tersebut, kita bisa menaksir nilai put bila kita mengetahui nilai call atas saham tersebut.

03: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Opsi

Sejauh ini kita membahas tentang berapa harga opsi pada waktu jatuh tempo. Misalnya harga opsi call dengan exercise price Rp 10.000.

Apabila harga saham pada waktu jatuh tempo di bawah Rp 10.000 pada saat jatuh tempo, call tersebut tidak punya nilai.

Bila harga saham di atas Rp 10.000, maka nilai call tersebut akan sebesar Rp 10.000 dikurangi harga saham tersebut.

Hubungan ini ditunjukkan oleh garis tebal pada gambar berikut:

Gambar: Nilai opsi call sebelum jatuh tempo.

Pada saat sebelum jath tempo nilai call tersebut tidak bisa di bawah garis tebal.

Sebagai misal, jika harga saham adalah sebesar Rp 20.000 dan harga opsi adalah Rp 5.000 (opsi dengan exercise price sebesar Rp 10.000).

Maka pemodal akan membeli opsi tersebut.

Meng-exercise-kannya dengan tambahan uang Rp 10.000.

Dan kemudian menjual saham yang mereka peroleh, yang bisa dijual dengan harga Rp 20.000.

Bila hal tersebut terjadi, permintaan akan opsi adalah meningkat yang akan memaksa nilai opsi mninimal naik.

Menjadi sebesar nilai yang ada pada garis tebal tersebut.

Karena itu untuk opsi call yang masih mempunyai waktu atau belum jatuh tempo, garis TEBAL pada grafik di atas adalah lower limit dari harga opsi call.

Bagaimana dengan Upper limit?

Upper limit nilai opsi adalah garis diagonal yang ada pada grafik di atas.

Mengapa garis diagonal ini merupakan batas atas harga opsi call?

Nilai maksimum suatu opsi adalah nilai saham tersebut.

Tidak mungkin investor mau membeli opsi call dengan harga yang justeru lebih besar dari harga sahamnya.

Karena itu harga opsi call atas saham yang belum jatuh tempo akan berada di antara garis tebal dan garis diagonal.

Harga opsi call akan berada pada garis lengkung dengan kurva ke atas (curved upward-sloping line).

Sebagaimana ditunjukkan oleh garis putus-putus pada gambar grafik di atas.

Garis ini akan bermula dari titik di mana batas atas dan batas bawah bertemu (yaitu titik NOL).

Garis tersebut kemudian meningkat dan akhirnya menjadi sejajar dengan garis batas bawah.

Garis ini menunjukkan bahwa nilai opsi call meningkat kalau harga saham meningkat, bila exercise price dipegang konstan.

Dengan demikian maka harga opsi adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Antara lain oleh 5 faktor berikut ini:

  1. Harga saham
  2. Harga exercise
  3. Tingkat bunga
  4. Jangka waktu akan jatuh tempo
  5. Volatility harga saham.

Bila faktor (1), (3),(4) dan (5) meningkat maka nilai opsi call akan meningkat, sedangkan bila faktor (2) meningkat maka nilai opsi call akan menurun.

04: Model Penentuan Harga Opsi

Model discounted cash flow yang digunakan untuk menentukan harga saham tidak dapat diterapkan untuk penilaian opsi.

Alasan utamanya karena risiko opsi adalah berubah setiap saat harga saham berubah.

Pada saat kita membeli call kita mengambil posisi dalam saham tersebut.

Tetapi menaruh jumlah uang yang lebih sedikit daripada seandainya kita membeli saham tersebut secara langsung.

Sebagai akibatnya, suatu opsi adalah akan selalu lebih berisiko dibandingkan dengan saham yang bersangkutan.

Opsi tersebut akan mempunyai beta dan deviasi standar yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang bersangkutan.

Seberapa jauh risiko opsi adalah tergantung pada saham relatif terhadap exercise.

Suatu opsi yang “in the money” di mana harga saham lebih besar dari harga exercise,

Akan lebih aman dari pada opsi yang “out of the money” di mana harga saham lebih kecil dari harga exercise.

Sebaliknya, pada saat harga saham turun, harga opsi akan turun dan meningkatkan risiko opsi.

Karena itulah, tingkat keuntungan yang diinginkan oleh investor akan berubah pada saat harga saham berubah.

Terdapat 2 (dua) model untuk menaksir harga opsi, yaitu:

  1. Binominal Option Pricing Modal
  2. Rumus Black and Scholes

Mari diuraikan satu per satu ya…

#1: Binominal Option Pricing Model (BOPM)

Apa yang dimaksud Binominal Option Pricing Model?

Binominal Option Pricing Model adalah suatu model opsi di mana suatu harga saham saat ini, harga saham tersebut diharapkan dapat berubah menjadi dua harga saham pada periode berikutnya dengan peluang yang sama.

Untuk menjelaskan pengertian tersebut, perhatikan contoh berikut ini:

Misalkan ada opsi call yang akan jatuh tempo satu tahun lagi atas saham B.

Harga exercise opsi tersebut adalah Rp 11.000.

Untuk menyederhanakan persoalan, misalkan untuk tahun depan harga saham diperkirakan bisa berubah menjadi Rp 8.000 atau Rp 13.000.

(Karakter inilah yang menyebabkan model ini diberi nama model binomial)

Harga saham saat ini Rp 9.000.

Anggaplah bahwa risk free rate of return sebesar 15% per tahun.

Bila harga saham B menjadi Rp 8.000, maka opsi call tersebut tidak ada harganya.

Tapi bila harga saham menjadi Rp 13.000, nilai opsi adalah menjadi Rp 2.000.

Kemungkinan pay-off dari persoalan tersebut adalah:

Bandingkan jika Anda meminjam sebesar Rp 6.957 dan membeli selembar saham:

Perhatikan bahwa hasil dari investasi di saham dengan meminjam ini identik dengan 2,5X hasil kali kita membeli opsi.

Karena itu kedua investasi tersebut harus memberikan nilai yang sama, yaitu:

Nilai 2,5 call = nilai saham – Rp 6,957 pinjaman
= Rp 9.000 – Rp 6.957
= Rp 2.043

Nilai 1 call = Rp 817

Sayangnya pendekatan ini sangat kompleks dan menentukan bantuan komputer.

Kalau kemungkinan (periode) perubahan harga saham cukup banyak.

Jumlah saham yang diperlukan untuk mereplikakan satu call disebut sebagai option adalah delta atau hedge ratio.

Dalam contoh kita option delta-nya adalah ½,5 atau 0,40.

Rumus sederhana yang digunakan adalah:

Option delta:
= (2.000 – 0) / (13.000 – 8.000)
= 0,40

#2: Rumus Black and Scholes

Rumus Black and Scholes pada dasarnya adalah menggunakan trick di atas.

Trick yang digunakan adalah membuat ekuivalen opsi adalah dengan cara mengkombinasikan investasi pada saham biasa dan meminjam net cost membeli ekuivalen opsi tersebut haruslah sama dengan nilai opsi tersebut.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

C = P N (d1) – Xe -rt N(d2)

Rumus yang nampak complicated ini lebih mudah digunakan dengan memanfaatkan Tabel Nilai Call, persentase harga saham.

Jika kita ingin menghitung nilai opsi put yang mempunyai exercise price dan jangka waktu jatuh tempo yang sama.

Maka kita kembali pada persamaan dasar yang bisa dimodifikasi menjadi:

Nilai put = nilai call + PV harga exercise – harga saham

= 846 + 9,565 – 9.000
= 1,411

Bila saham yang dikaitkan dengan opsi tersebut membayarkan dividen, maka perhitungan nilai opsi mengalami perubahan.

Dengan memiliki saham investor berhak memperoleh dividen, tapi kalau mereka memiliki opsi , mereka tidak berhak atas dividen tersebut.

Karena itu, nilai opsi call akan berkurang bila saham tersebut membayarkan dividen.

Untuk opsi tipe Eropa, maka rumus Black and Scholes perlu dirubah.

Yaitu dengan mengurangi harga saham saat ini dengan present value dividen yang dibayarkan.

Misalkan saham dengan harga saat ini sebesar Rp 9.000 (kita menggunakan contoh yang sama) diharapkan akan membayarkan dividen dengan present value Rp 900.

Dengan demikian maka harga saham saat ini perlu disesuaikan menjadi:

= Rp 9.000 – Rp 900
= Rp 8.100

Dengan demikian maka:

Harga saham / PV harga exercise
= 8.100 – 9.565
= 0,84

Dan melengkapi pembahasan tentang opsi (option) ini, saksikan video singkat berikut ini…

Bagaimana video di atas menurut Anda?

05: Kesimpulan

Option Pricing Theory atau teori penentuan harga opsi adalah suatu teori yang dapat digunakan untuk menaksir harga yang wajar dari suatu opsi.

Opsi adalah hak untuk melakukan sesuatu.

Teori penentuan harga opsi adalah termasuk materi manajemen keuangan yang cukup penting dipahami oleh para manajer keuangan.

Dan siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.

Teori ini dikembangkan dari keadaan pasar financial derivatives, di mana diperdagangkan opsi yang ditarik atas sekuritas tertentu.

Ada dua jenis opsi adalah opsi call (opsi beli) dan opsi put (opsi jual)

Yang pertama opsi call, adalah opsi yang menunjukkan hak untuk membeli saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu (atau sebelumnya).

Sedangkan yang kedua adalah hak untuk menjual.

Bila hak tersebut hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo, maka opsi tersebut bertipe Eropa.

Sedangkan bila opsi dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo atau sebelumnya disebut tipe Amerika.

Nilai opsi call tergantung pada:

  1. Harga saham saat ini
  2. Harga exercise
  3. Tingkat bunga
  4. Jangka waktu akan jatuh tempo
  5. Votality harga saham

Bila faktor (1), (3), (4), dan (5) meningkat maka nilai opsi call akan meningkat.

Sedangkan bila faktor (2) meningkat, nilai opsi call akan menurun.

Dengan menggunakan persamaan dasar yang menjelaskan hubungan antara nilai call dan nilai put, maka sekali dapat ditaksir nilai call, dapat pula ditaksir nilai put.

Untuk menaksir nilai opsi call dan put sebelum saat exercise, Black and Scholes merumuskan suatu model.

Penggunaan model tersebut akan lebih mudah jika dipergunakan Tabel Nilai Opsi, Persentase Harga Saham, atau menggunakan program komputer.

Pengelola keuangan perlu memahami teori penentuan harga opsi ini, karena perusahaan mungkin berniat menerbitkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi

Atau meng-investasikan dana jangka pendek pada sekuritas yang berciri tersebut.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai opsi (option) sebagai financial derivatives dengan jenis, contoh dan cara sederhana perhitungannya.

Cara Memahami Opsi Biner

Artikel ini disusun bersama Michael R. Lewis. Michael R. Lewis adalah pensiunan eksekutif korporat, wirausahawan, dan penasihat investasi di Texas. Dia memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang bisnis dan keuangan, termasuk sebagai Vice President Blue Cross Blue Shield, Texas. Dia memiliki gelar BBA di bidang manajemen industri dari University of Texas di Austin.

Ada 7 referensi yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman.

Opsi biner, terkadang disebut opsi digital, merupakan sejenis opsi di mana pedagang mengambil posisi ya atau tidak pada harga saham atau aset lainnya, seperti ETF atau mata uang, dan hasil yang didapatkan adalah semua atau tidak sama sekali. Berdasarkan karakteristik ini, opsi biner lebih mudah dipahami dan diperdagangkan daripada opsi tradisional.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: