Sistem Perdagangan Tinta, Epson L, Printer Foto Sistem Infus yang Original

Peringkat broker opsi biner:

Epson L800, Printer Foto Sistem Infus yang Original

KOMPAS.com – Banyak orang yang mengotak-atik printer di pasaran dengan tambahan selang dan tabung tinta. Ink tank system atau biasa disebut sistem infus seperti itu tiada lain untuk merekayasa agar ongkos cetak murah karena penggunaan tinta yang efisien.

Printer sistem infus inipun sudah jamak digunakan di berbagai kios cetak foto. Bahkan, kini mulai merambah pengguna pribadi. Banyak yang menawarkan jasa memasang infus termasuk isi ulang tintanya.

Sayangnya, iming-iming ongkos cetak yang murah seringkali harus dibayar kerepotan. Misalnya, tabung tinta yang terpisah dengan badan printer membuat perangkat tersebut sulit dipindah-pindahkan. Untuk melakukan isi ulang tinta juga sering membuat tinta tercecer di mana-mana. belum lagi masalah head printer yang macet karena tintanya tidak terjamin kualitasnya.

Tapi jangan khawatir, saat ini sudah ada printer foto dengan sistem infus yang original. Epson menjadi perusahaan pertama yang menyediakannya dengan merilis model Epson L800. Produk yang akan keluar ke pasar mulai awal Juni 2020 tersebut diperkenalkan kepada pers dan mitra bisnis di Bali, 14-16 Mei 2020.

“Bagi kami printer bukan hanya produk semata tapi sebagai tools yang membantu masyarakat Indonesia,” kata Hirasaki Michiya, Presiden Direktur PT Epson Indonesia saat memperkenalkan L800 di depan pers, Sabtu (14/5/2020). Ia mengatakan, pihaknya merancang printer agar memiliki nilai (value) yang kuat seperti menyediakan ongkos cetak yang hemat dan tidak mudah rusak.

Epson L800 merupakan printer ketiga dengan sistem infus yang dirilis Epson ke pasar. Sebelumnya, L100 dan L200 yang ditujukan untuk mencetak dokumen telah lebih dulu dirilis Oktober 2020. Tak hanya itu, Epson satu-satunya produsen yang sudah merilis printer dengan sistem infus.

“Ini untuk pertama kalinya di dunia Epson meluncurkan photo printer dengan enam warna,” kata M Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara pertama pemasaran printer tersebut. Menurut Husni, Indonesia menjadi contoh bagi negara lain karena dinilai sukses memasarkan printer sistem infus.

Dibanding sistem infus tambahan hasil rekayasa pihak ketiga, solusi yang ditawarkan Epson memang terintegrasi. Enam tabung tinta yang terdiri dari warna cyan, magenta, kuning, hitam, photo (light) cyan, photo (light) magenta, ditempatkan di kompartemen khusus yang mudah dibongkar pasang saat isi ulang atau akan dipindah ke tempat lain tanpa selang yang berseliweran.

Peringkat broker opsi biner:

“Instalasi pihak ketiga umumnya membuat ruangan kerja berantakan, tinta mudah bocor, hasil cetakan rendah, head buntu, sulit melakukan transportasi, dan tidak lagi berlaku garansi,” kata Riswin Li, Product Marketing Manager PT Epson Indonesia.

Menurutnya, instalasi pihak ketiga seringkali dengan pemasangan selang tinta yang tidak pas sehingga membuat tinta sering bocor. Tinta palsu juga menghasilkan warna yang tidak sempurna karena sering mengandung gelembung-gelembung udara akibat proses penyuntikan ulang yang tidak benar. Kebuntuan di bagian head juga sering terjadi karena instalasi pihak ketiga biasanya dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan sehingga mudah kemasukan debu.

Dengan teknologi Micro Piezo yang merupakan paten teknologi Epson, L800 diklaim akan menghasilkan kedalaman warna lebih akurat, detil, dan gradasi halus. Micro Piezo menggunkan perubahan arus listrik di head bukan panas seperti head printer pada umumnya bisa mencetak dengan resolusi 5760×1440 dpi dan bisa mengeluarkan tetas tinta dalam tiga ukuran berbeda. Paket tintanya bisa mencetak hingga 1800 lembar foto ukuran 4R, masing-masing dengan waktu hanya 13 detik. Soal ongkos cetak, satu botol tinta dijual 10,5 dollar AS sehingga satu foto 4R membutuhkan biaya sekitar Rp 350.

Riswin mengatakan, Epson L800 akan dijual dengan harga 272 dollar AS belum termasuk pajak. Target pasarnya adalah perusahaan menengah hingga besar. Tapi, perusahaan kecil, mahasiswa yang berhubungan dengan grafis cetak, dan keluarga juga menjadi target.

Epson L800, Printer Foto Sistem Infus yang Original

KOMPAS.com – Banyak orang yang mengotak-atik printer di pasaran dengan tambahan selang dan tabung tinta. Ink tank system atau biasa disebut sistem infus seperti itu tiada lain untuk merekayasa agar ongkos cetak murah karena penggunaan tinta yang efisien.

Printer sistem infus inipun sudah jamak digunakan di berbagai kios cetak foto. Bahkan, kini mulai merambah pengguna pribadi. Banyak yang menawarkan jasa memasang infus termasuk isi ulang tintanya.

Sayangnya, iming-iming ongkos cetak yang murah seringkali harus dibayar kerepotan. Misalnya, tabung tinta yang terpisah dengan badan printer membuat perangkat tersebut sulit dipindah-pindahkan. Untuk melakukan isi ulang tinta juga sering membuat tinta tercecer di mana-mana. belum lagi masalah head printer yang macet karena tintanya tidak terjamin kualitasnya.

Tapi jangan khawatir, saat ini sudah ada printer foto dengan sistem infus yang original. Epson menjadi perusahaan pertama yang menyediakannya dengan merilis model Epson L800. Produk yang akan keluar ke pasar mulai awal Juni 2020 tersebut diperkenalkan kepada pers dan mitra bisnis di Bali, 14-16 Mei 2020.

“Bagi kami printer bukan hanya produk semata tapi sebagai tools yang membantu masyarakat Indonesia,” kata Hirasaki Michiya, Presiden Direktur PT Epson Indonesia saat memperkenalkan L800 di depan pers, Sabtu (14/5/2020). Ia mengatakan, pihaknya merancang printer agar memiliki nilai (value) yang kuat seperti menyediakan ongkos cetak yang hemat dan tidak mudah rusak.

Epson L800 merupakan printer ketiga dengan sistem infus yang dirilis Epson ke pasar. Sebelumnya, L100 dan L200 yang ditujukan untuk mencetak dokumen telah lebih dulu dirilis Oktober 2020. Tak hanya itu, Epson satu-satunya produsen yang sudah merilis printer dengan sistem infus.

“Ini untuk pertama kalinya di dunia Epson meluncurkan photo printer dengan enam warna,” kata M Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara pertama pemasaran printer tersebut. Menurut Husni, Indonesia menjadi contoh bagi negara lain karena dinilai sukses memasarkan printer sistem infus.

Dibanding sistem infus tambahan hasil rekayasa pihak ketiga, solusi yang ditawarkan Epson memang terintegrasi. Enam tabung tinta yang terdiri dari warna cyan, magenta, kuning, hitam, photo (light) cyan, photo (light) magenta, ditempatkan di kompartemen khusus yang mudah dibongkar pasang saat isi ulang atau akan dipindah ke tempat lain tanpa selang yang berseliweran.

“Instalasi pihak ketiga umumnya membuat ruangan kerja berantakan, tinta mudah bocor, hasil cetakan rendah, head buntu, sulit melakukan transportasi, dan tidak lagi berlaku garansi,” kata Riswin Li, Product Marketing Manager PT Epson Indonesia.

Menurutnya, instalasi pihak ketiga seringkali dengan pemasangan selang tinta yang tidak pas sehingga membuat tinta sering bocor. Tinta palsu juga menghasilkan warna yang tidak sempurna karena sering mengandung gelembung-gelembung udara akibat proses penyuntikan ulang yang tidak benar. Kebuntuan di bagian head juga sering terjadi karena instalasi pihak ketiga biasanya dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan sehingga mudah kemasukan debu.

Dengan teknologi Micro Piezo yang merupakan paten teknologi Epson, L800 diklaim akan menghasilkan kedalaman warna lebih akurat, detil, dan gradasi halus. Micro Piezo menggunkan perubahan arus listrik di head bukan panas seperti head printer pada umumnya bisa mencetak dengan resolusi 5760×1440 dpi dan bisa mengeluarkan tetas tinta dalam tiga ukuran berbeda. Paket tintanya bisa mencetak hingga 1800 lembar foto ukuran 4R, masing-masing dengan waktu hanya 13 detik. Soal ongkos cetak, satu botol tinta dijual 10,5 dollar AS sehingga satu foto 4R membutuhkan biaya sekitar Rp 350.

Riswin mengatakan, Epson L800 akan dijual dengan harga 272 dollar AS belum termasuk pajak. Target pasarnya adalah perusahaan menengah hingga besar. Tapi, perusahaan kecil, mahasiswa yang berhubungan dengan grafis cetak, dan keluarga juga menjadi target.

Perbandingan Printer Infus Original VS Printer Infus Modifikasi

Perbandingan Printer Infus Original VS Printer Infus Modifikasi

Apabila sobat printer sedang mengamati perkembangan printer baru-baru ini, maka sobat Printer akan menemukan bahwa pada saat ini pabrikan Printer (HP, Canon maupun Epson) sedang mengeluarkan type-type printer yang menggunakan teknologi tabung (ink tank).

Teknologi ini diusung terlebih dahulu oleh Epson dengan printer seri L-nya, lalu diikuti Canon dengan printer seri G dan kemudian menyusul HP dengan printer seri GT.

Yang dimaksud dengan teknologi ink tank adalah modifikasi pada sistem printer agar bisa menggunakan tinta lebih banyak menggunakan wadah tabung pada bagian luar body printer. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengisian tinta printer dan menghemat ongkos cetak.

Sebelum itu JaPri akan Menjelaskan sedikit, di pasaran terdapat 2 jenis modifikasi Ink tank, yang pertama adalah Printer infus original adalah sebuah printer yang dibeli dengan system tabung infus asli dan original yang diproduksi oleh pabrik produsen printer.

Lalu yang kedua adalah Printer infus modifikasi 3rd party (toko/seller), dimana printer ini adalah printer yang sebelumnya tidak dilengkapi dengan tabung infus (CISS), lalu dimodifikasi oleh pihak penjual/toko agar dapat menjadi sebuah printer ink tank.

Pada artikel ini, JaPri akan menjelaskan sedikit tentang kelebihan dan kekurangan jenis printer infus original dibandingkan dengan jenis printer infus modifikasi dari toko.

Langsung saja simak dibawah ini yuk :

# Kelebihan Jenis printer Infus original dibandingkan dengan jenis printer infus modifikasi dari toko

1. Printer Infus Original dicover oleh garansi resmi, dan sebaliknya printer modifikasi toko akan menggugurkan garansi resmi.

Hal ini penting menjadi pertimbangan ke depan, karena garansi sangat penting sebagai proteksi apabila printer yang sobat miliki memiliki cacat pabrik atau masalah pada masa waktu penggunaannya.

2. Hasil cetakan dari printer infus original akan lebih bagus dibandingkan dengan printer infus modifikasi.

Hal ini dikarenakan printer inktank original menggunakan tinta original yang sudah di rancang khusus untuk type printer tersebut, dibandingkan dengan tinta 3rd party yang belum tentu bisa di pertanggung jawabkan kualitasnya.

3. Print head pada printer infus original akan lebih awet dan jarang mengalami kerusakan dibandingkan dengan Printer infus yang dimofikasi dari toko.

Hal ini disebebkan formulasi tinta asli adalah formula terbaik yang memang khusus diperuntukkan bagi printer tersebut.

# Kekurangan Jenis printer Infus original dibandingkan dengan jenis printer infus modifikasi dari toko

1. Kapasitas tabung pada printer infus original lebih sedikit, pada printer infus original kapasitas tabungnya hanya sebesar 70ml, sedangkan infus modifikasi kapasitasnya sebesar 100ml

2. Biaya cetak lebih mahal apalagi jika untuk kegiatan cetak dengan volume yang tinggi. dikarenakan harga tinta original lebih mahal dibandingkan dengan tinta printer infus modifikasi

3. Selain biaya cetak yang lebih mahal, tentu saja investasi untuk membeli printer Inktank original akan jauh lebih banyak di bandingkan dengan printer modifikasi toko.

Jadi itulah kelebihan dan kekurangan jenis printer infus original dengan printer infus modifikasi toko. Semua produk pasti ada nilai positifnya dan ada negatifnya, itu semua tergantung dari konsumen yang harus bijak dalam memilih suatu produk mana yang lebih baik.

semoga setelah membaca artikel ini sobat JaPri dapat lebih memilih lagi mana printer yang sesuai dengan kebutuhan sobat JaPri. Terima Kasih

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: