Strategi Aksi Forex Harga Jual, Forex Strategi – Harga Strategi Aksi Dijelaskan Dengan Contoh

Peringkat broker opsi biner:

Apa itu Aksi Harga dalam Perdagangan Forex ?

Apa itu Aksi Harga dalam Perdagangan Forex ?. Melihat candlestick, bar, atau grafik garis untuk pertama kalinya sangat menawan namun membingungkan. Tanggapan khas yang kami dengar dari pedagang baru adalah mengingatkan mereka pada monitor jantung rumah sakit. Sementara alat medis ini dirancang untuk memantau fluktuasi jantung, grafik ada di sana untuk mencatat harga keamanan.

Aksi harga, atau singkatnya ‘P.A ’, adalah istilah yang digunakan untuk mencatat pergerakan harga. Untuk memahami dasar-dasar grafik harga, mengetahui anatomi candlestick sangat penting. Candlestick digunakan secara luas di seluruh komunitas perdagangan dan, menurut pendapat kami, lebih mencolok secara visual jika dibandingkan dengan bar atau grafik garis.

Apa itu Aksi Harga dalam Perdagangan Forex ?

Gambar di atas menunjukkan bagaimana formasi candle dibaca. Setiap candle biasanya mengandung tinggi (juga dikenal sebagai ‘sumbu’), rendah (juga dikenal sebagai ‘ekor’), terbuka, dekat dan tubuh, dengan masing-masing candle tertutup menceritakan kisah yang berbeda. Sumbu, dengan asumsi bahwa candle yang dipelajari adalah dari jangka waktu harian, menampilkan seberapa tinggi instrumen yang diperdagangkan sepanjang hari. Dengan cara yang sama, ekor menunjukkan bagaimana harga rendah berhasil diperdagangkan pada hari itu. Jika candle yang baru ditutup di atas penutupan hari sebelumnya, maka candle bullish / positif akan terlihat (hijau). Demikian juga, jika perdagangan hari ini ditutup dengan aksi harga yang ditutup lebih rendah dari titik penutupan hari sebelumnya, maka lilin akan dianggap bearish / negatif (merah). Meskipun demikian, orang juga harus mempertimbangkan bahwa selama hari perdagangan, bahkan jika candle hari ditutup dengan bullish, candle bearish biasanya masih akan terlihat jika seseorang memeriksa kerangka waktu yang lebih rendah. Ambil candle bullish harian yang terlihat di bawah ini, misalnya. Sementara tubuh candle ditutup secara positif, kerangka waktu / grafik H1 menunjukkan sejumlah lilin bearish H1 yang dimainkan sepanjang hari.

Aksi Harga Foex

Bagi Anda yang benar-benar baru dalam dunia perdagangan, jangka waktu hanya merujuk pada periode di mana seorang pedagang memilih untuk melakukan perdagangannya. IC Markets menyediakan kerangka waktu berikut pada platform MT4 mereka untuk melihat aksi harga :

‘M1’, atau jangka waktu 1 menit, adalah kerangka waktu terkecil yang dapat dilihat oleh pedagang di sini, tempat kandil datang tebal dan cepat, mencetak candle yang baru setiap menit. ‘MN’, atau kerangka waktu bulanan, adalah skala terbesar yang dapat dilihat aksi lilin di sini, yang memberikannya candle yang baru dicat setiap bulan. Tentu saja, seperti ditunjukkan dalam laporan teknis harian kami sendiri, orang tidak perlu hanya mengandalkan satu kerangka waktu. Seorang trader memiliki opsi untuk mengadopsi gaya multi-timeframe, yang, menurut keyakinan kami, membantu orang membangun lebih banyak gambaran konkret tentang pasar secara keseluruhan.

Selanjutnya, kita akan menyentuh aspek tindakan harga yang cukup sederhana namun sangat signifikan. Di bawah ini adalah grafik H4, yang berarti bahwa setiap candle yang ditutup pada jangka waktu ini mewakili 4 jam aksi harga.

aksi harga dalam forex

Peringkat broker opsi biner:

Bintang-bintang emas digunakan untuk menunjukkan ‘ayunan rendah’ ​​dan bintang merah ada untuk menandakan ‘ayunan tinggi’. Anda akan sering ke sini menggunakan istilah ini di sekitar forum saat mendiskusikan analisis teknis. Sederhananya, mereka adalah titik ekstrim yang terlihat pada jangka waktu tertentu. Seperti yang dapat dilihat dari grafik di atas, relatif mudah untuk mengenalinya secara visual. Namun, mereka, tanpa diragukan lagi, konsep-konsep penting yang perlu dipahami agar dapat membaca grafik dengan benar. Bantulah diri Anda sendiri dan praktikkan mengamati titik-titik ekstrem ini, karena hal itu pasti akan bermanfaat bagi Anda nanti dalam karier perdagangan Anda.

Mampu mengidentifikasi ayunan naik dan turun membantu pedagang / investor menentukan arah pasar. Dalam contoh di atas, setelah mencatat titik-titik ekstrem, kemana arah pergerakan harga selanjutnya akan terjadi? Harapan kami akan, dengan asumsi swing low terbaru bertahan, adalah untuk swing tinggi baru untuk membentuk dasarnya menetapkan panggung untuk kelanjutan tren.

Mengetahui apa itu kerangka waktu dan cara membaca grafik kandil, bagaimanapun, tidak cukup. Ada banyak pola aksi harga yang digunakan pedagang untuk menganalisis pasar. Agar tidak membanjiri pedagang baru kami, kami membuat artikel ini relatif sederhana. Di bagian 2, kita akan melihat ke dalam aspek yang lebih menarik dari aksi harga dan menyentuh bagaimana seseorang berpotensi menggunakan ini dalam perdagangan mereka.

Bagaimana sebenarnya Konsep Transaksi Jual Beli di Forex?

Banyak trader forex yang belum mengetahui konsep yang sebenarnya dari transaksi Jual Beli di perdagangan forex. Bahwasannya konsep Jual dan Beli di perdagangan Forex tidaklah sama dengan transaksi ketika kita melakukan transaksi pembelian dan penjualan di pasar/toko seperti biasa.

Sebenarnya di forex ini sistem jual belinya adalah sistem pemesanan yang ada jaminan dan dendanya. Jual beli di forex yang sesungguhnya itu adalah ketika kita close posisi.
Saat kita open posisi ini adalah proses pemesanan, dan ketika kita cut loss itu adalah denda yang harus kita bayar karena kita membatalkan pesanan kita di tengah jalan. Dan saat cut profit itu adalah ketika kita sudah menganggap pas untuk melakukan jual beli. dan saat TP (Take Profit) itu berarti kita memenuhi pesanan kita (jatuh tempo pesanan kita).
Dan jika kena SL (Stop Loss) itu berarti denda yang harus kita bayar karena sudah jatuh tempo pembatalan order pesanan.

Alur transaksi forex secara sederhana bisa dilihat di contoh transaksi berikut:
Kita pesan akan jual Euro dan beli dolar ketika 1.1000. dan kita melakukan pemesanan ini saat harga Euro sangat rendah yaitu di kisaran 1.0700. Saat harga EUR-USD ada pada level 1.0700, kita melakukan aksi di Metatrader dengan open posisi buy Eur-Usd dengan TP 1.1000 dan SL 1.0400.
Apa yang kita lakukan di Metatrader ini bukan yang sesungguhnya jual beli seperti halnya di pasar/toko. Itu baru proses pemesanan anda, sekali lagi itu baru proses pemesanan anda. Transaksi yang sebenarnya adalah ketika aksi anda di Metatrader kena TP, disitu baru dinamakan melakukan transaksi jual Euro dengan membeli dolar.
Disini mungkin agak membingungkan karena apa yang kita lakukan di Metatrader dengan yang kita lakukan sesungguhnya berbeda.

Mari kita coba cermati secara perlahan, Open Posisi ini merupakan pemesanan kita. Yang saat kita melakukan Open Posisi di harga 1.0700 ini kita mulai melakukan pemesanan orderan yang sesungguhnya. SL anda di 1.0400 adalah jatuh tempo pembatalan pesanan anda (anda akan kena denda), Take Profit anda 1.1000 adalah jatuh tempo jual beli anda.
Sewaktu waktu anda boleh merubah pesanan anda mau dibatalkan atau mau langsung instan jual belinya. Ketika anda merasa Euro tidak akan mengalami penguatan maka anda boleh membatalkan pesanan sebelum jatuh tempo artinya Cut Loss, dan konsekwensinya anda akan kena denda.
Atau anda merasa Euro sudah cukup kuat dan sudah pantas untuk dijual maka anda juga bisa melakukan Cut Profit, yang tentunya menghasilkan keuntungan buat anda

Bagaimana trading yang tidak pakai SL (Stop Loss)? Ibarat kita punya modal besar kita berani menahan barang yang tanpa kejelasan kapan kita mau jualnya atau kapan kita mau belinya. Namun barang tersebut sudah kita pesen dan kita tahan. Kira-kira analoginya seperti itu.

Semoga penjelasan tersebut dapat dipahami dan bermanfaat dalam pemahaman anda mengenai konsep transaksi Jual dan Beli di transaksi Forex

Incoming search terms:

  • Jual beli forex
  • proses terjadinya transaksi dalam trading forex
  • jual beli fores siapa yang beli?
  • Cara jual beli forex
  • Bagaimana cara menj ual dalam trading forek
  • bagaimana bila open buy harga malah jatuh
  • apa yg kita belu dan jual di trading
  • kapan waktu beli jual fbs
  • apakah forex yang sudah di order bisa langsung di close
  • apa itu jual beli firex

2 thoughts on “Bagaimana sebenarnya Konsep Transaksi Jual Beli di Forex?”

Wah.. sepertinya banyak yg masih salah memahami konsep transaksi valas/forex. Seperti konsep di atas juga masih salah, silakan, ita pelajari lagi. Karena ini adalah blog yg dibaca banyak orang, perlu rasanya kita diskusikan bersama.
Sebelum ke pokok masalah, yg perlu trader fahami adalah ketika membuka transaksi baik baik saham maupun valas/forex, baik posisi long (buy) atau short (sell). Uang ditransaksikan adalah uang pialang/broker, jadi jangan salah mengira yg ditransaksikan adalah uang Anda sendiri. Lho yg bener?

Coba Anda hitung baik2, misal Anda membuka buy EURUSD di harga 1.11111 dgn Lot 0.1. Apa artinya? Anda membeli “uang” Euro dengan harga $1.11111, yah tak lebih dari $1.2/Euro nya. Nah ketika harga naik ke 1.11112, Anda profit $1? Loh bagaimana bisa, padahal harga Euro baru naik 1 poin yg nilainya hanya $0.00001, alias 1 USD dbagi 100 000? Bukankan pergerakan harus naik sejauh 100000 poin baru bisa profit $1? Lalu darimana profit $1 tiap naik satu point tersebut.

Jawabannya, perhatikan baik2, bahwa uang yg Anda transaksikan dgn Lot 0.1 itu nilainya sama seklai bukan 1 Euro. Kalau cuma 1 Euro pastinya Anha harus menunggu harga EURUSD naik 100 000 poin utk profit $1, perhitungannya 100 000 poin x 0.00001 USD = .1 USD.
Tapi di sini nilai dari 0.1 Lot sesungguhnya adalah 0.1 x 100 000 Euro = 10 000 Euro. Yup 10 ribu Euro lah yg Anda transaksikan.
Sebelum ini sudahkah Anda membaca spesifikasi kontrak tiap pair yg ditetapkan broker Anda? Di situ disebutkan secara rinci nilai kontrak tiap pair, dan biasanya utk Euro kontraknya 1 Lot = 100 000, jadi jika Anda membuka BUY 0.1 Lot itu artinya Anda mengambil kontrak senilai 0.1 x 100 000 = 10 000 Euro.

Sampai di sini, lalu darimana uang senilai 10 000 Euro yg Anda transaksikan tersebut? padahal saldo akun anda saat itu hanya 500 USD, tentu tidak lah cukup utk membeli 10 000 Euro. Jawabannya dari broker/pialang Anda, sedangkan saldo Anda hanya sebagai jaminan, utk mengganti kerugian broker jika transaksi Anda merugi. Misal harga malah turun ke harga 1.11110, maka transaksi Anda yg menggunakan uang broker tersebut merugi 1 USD. Setelah Anda likuidasi (likuidasi ini akan dijelaskan berikuktnya) maka saldo Anda akan terpotong 1 USD sebagai ganti rugi.
Kembali ke pokok masalah, bagaimana mekanisme transaksi sesungguhnya?
Yg benar adalah, transaksi terjadi dua kali. Ketika Anda membuka buy EURUSD dgn 1 Lot di harga 1.10000, itu Artiinya Anda meminjam uang broker utk membeli 100 000 Euro dengan harga 110000 USD. Yg Artinya nilai tukar 1 Euro adalah 1.1 USD.
Lalu ketika EURUSD bullish, naik ke angka 1.10005, berarti naik 5 poin saja. Artinya harga 1 Euro tidak lagi 1.1 USD, tapi sudah lebih mahal menjadi 1.10006. Cuma naik 0.00005 USD sedikit sekali. Tapi karna Anda mentransaksikan uang senilai 100 000 Euro, maka total profit Anda ketika close BUY adalah 0.00005 x 100 000 = 5 USD. Uang 100 000 Euro yg tadi Anda beli dgn harga 110000 USD, karna Euro sudah naik Anda tukarkan kembali di harga lebih tinggi yaitu 110006 USD, ya hitung saja 110006 – 110000 = 5 USD.

Ya gak jauh beda dgn beli cabe di pagi hari seharga Rp10.000 per Kg. Lalu Anda beli 10 Kg cabe dgn harga Rp100.000, lalu sore hari harga naik menjadi Rp11.000/Kg. Jadi Anda jual cabe yg 10Kg tersebut dgn harga Rp110.000, jadi Anda untung Rp10.000. sederhana bukan?
Sebaliknya kalau harga cabe turun jadi Rp9000/Kg, maka Anda menjual cabe 10Kg dgn harga Rp90.000, Anda rugi Rp10.000.

Tapi dlm hal ini Anda tika punya uang Rp100.000 utk beli cabe 10Kg, uang Anda hanya Rp10.000, jadi Anda buat perjanjian dgn penjual cabe utk berhutang Rp100.000. utk jual beli cabe seperti di atas, dengan jaminan uang Anda yg Rp10.000 ditahan sebagai jaminan, kalau Anda rugi di sore hari. Seperti di atas, Anda hanya bisa mengembalikan uang pinjaman sebesar Rp90.000 setelah merugi Rp10.000, nah,, uang jaminan itulah sebagai penggantinya. Sehingga genap dikembalikan Rp100.000 utuh.
(Inilah mekanisme Stop Out yg lebih Anda kenal dgn MC, ketika kerugian sudah mencapai batas besar jamianan dr modal Anda).

Tapi kalau Anda untung? Ya anda ambil kembali uang Rp10.000 Anda itu ditambah keuntungan anda Rp10.000 dari penjualan cabe. Lalu uang Rp.100.000 Anda kembalikan lagi ke penjual.
Kembali ke awal, keuntungan utk broker/pialang dari mana dong?
Utk yg ini bagi Anda yg masih awam dlm hal ini silakan Anda pelajari apa itu Spread, Komisi dan Swap.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam..

Lalu bagaimana kalau SELL EURUSD, maka dlm hal ini yg terjadi kebalikannya. Intinya adalah penukaran, BUY atau SELL sama saja, sama2 melakukan 2 kali transaksi berkebalikan. Ya hanya penukaran kembali.

Analoginya: Di saku Anda punya 1 keping Emas dan 10 keping perak.
*Hari ini 10 keping perak Anda tukar dengan 1 keping Emas dari orang lain (jadi sekarang Anda punya 2 keping Emas dlm saku).
*Anda berharap besok pagi nilai Emas naik. Nah besoknya nilai Emas naik anda tukar lagi 1 Emas tersebut dgn 11 Perak. Anda untung 1 keping Perak (sekarang dlm saku Anda ada 1 keping Emas dan 11 keping perak)

**Sebaliknya kalau Anda menerka Emas akan turun. Yg Anda tukar adalah 1 keping emas Anda dgn 10 keping perak milik orang lain (saat ini di saku Anda ada 20 keping perak)
**Besoknya karna nilai Emas turun, Anda menukar hanya dengan 9 keping perak dgn 1 keping Emas. Anda hemat 1 keping perak. (Skrg dlm saku Anda sekarang Ada 1 keping Emas dan 11 Keping perak)

‘Beli Rumor, Jual Berita’, Strategi Trading Forex

‘Beli Rumor, Jual Berita’, Strategi Trading Forex. Keputusan untuk membeli sekuritas berdasarkan rumor dan kemudian menjualnya saat pemberitaan mungkin terdengar seperti rencana yang berbahaya, juga bisa menjadi keputusan yang cerdas.

“Beli rumor, jual berita” adalah fenomena yang terjadi di sebagian besar pasar, terutama pasar keuangan. Trader kadang-kadang mengubah ide ini menjadi strategi trading yang memanfaatkan apa yang mereka yakini akan terjadi dalam laporan atau acara ekonomi yang akan datang. Ketika trader membeli aset berdasarkan spekulasi ini, itu merupakan fase rumor strategi. Setelah acara yang ditunggu berlalu atau laporan dirilis, berita pepatah telah dipublikasikan. Trader kemudian membuang posisi mereka dan pasar bergerak.

Pelajaran dalam ‘Rumor’

Di pasar di luar pasar foreign exchange (forex), trader dan investor sering membeli berdasarkan arus kas masa depan yang diantisipasi. Ini berarti, jika perusahaan diharapkan untuk memberikan lebih banyak pendapatan kepada pemegang saham daripada yang diperkirakan sebelumnya, trader akan membeli saham dengan cepat untuk mengambil keuntungan dari peningkatan dividen atau harga saham. Perilaku ini juga berlaku untuk forex, tetapi alih-alih arus kas, trader sering bertindak atas perubahan suku bunga yang diantisipasi.

Investor yang menggunakan strategi ini cenderung mencari pasar yang undervalued. Ketika berita atau informasi potensial menunjukkan bahwa suatu aset dapat menghasilkan lebih banyak arus kas masa depan, ini adalah “rumor” – aset tersebut dikabarkan bernilai lebih dalam beberapa minggu atau bulan ke depan. Investor akan membeli aset itu sampai pada titik di mana ia tidak lagi dinilai rendah.

Jika desas-desus itu salah, atau pasar melebih-lebihkan aset sehingga tidak lagi undervalued (dan berpotensi menjadi dinilai terlalu tinggi), maka berita atau laporan keuangan yang jatuh sedikit di bawah ekspektasi akan menyebabkan aksi jual. Hanya peristiwa berita mengejutkan yang melampaui rumor yang diantisipasi akan menyebabkan saham mempertahankan valuasinya. Jika berita kejutan cukup positif, maka berpotensi mendorong nilainya lebih tinggi.

Contoh yang Diterapkan pada Trading Forex

Skenario forex umum yang menghasilkan rumor dan berita menyangkut bank sentral suatu negara dan kebijakan tingkat bunganya. Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, biasanya sinyal ekonomi kuat, dan trader forex mengharapkan nilai mata uang meningkat.

Jika seorang trader forex mengetahui rencana atau sebaliknya percaya bank sentral akan menaikkan suku bunga — “desas-desus” – bahwa trader dapat membeli mata uang yang sesuai. Kemudian, ketika bank sentral benar-benar menggerakkan suku bunga — “berita” —itu, trader forex akan menyaksikan berita mendorong nilai mata uang lebih tinggi. Setelah mata uang mencapai nilai yang cukup tinggi untuk mendapatkan keuntungan bagus bagi trader, trader itu akan “menjual berita” dan memperdagangkan mata uang dengan harga yang lebih tinggi.

Implikasi ‘Beli Rumor Jual Berita’

Salah satu frustrasi utama bagi para trader adalah menciptakan sesuatu yang Anda tahu kuat, hanya untuk melihatnya kehilangan nilai dalam aksi jual. Ada banyak alasan mengapa ini bisa terjadi, tetapi bisa jadi ada perbedaan dalam cara trader memproses informasi. Gagasan ini disorot dalam buku ekonom pemenang Hadiah Nobel Daniel Kahneman, “Thinking, Fast and Slow.”

Dalam contoh seperti itu, satu trader mengambil waktu untuk mencerna berita sebelum melakukan perdagangan, sementara pedagang lain bertindak impulsif segera setelah rumor keluar. Trader yang bertindak lambat sering menyediakan likuiditas bagi trader yang tidak dikenal untuk mengambil keuntungan dari “rumor” atau “berita”.

Garis bawah

Ketika sebuah peristiwa berita positif keluar dan harganya naik, memasuki rilis berita positif itu berpotensi menjadi waktu terburuk untuk memasuki pasar. Itulah saat ketika orang lain yang membeli saham dengan harga lebih rendah mungkin keluar dari pasar untuk mendapat untung.

Ada beberapa hal dalam trading forex yang lebih membuat frustrasi daripada menjadi sumber likuiditas bagi trader lain. Salah satu cara terbaik untuk menghindari nasib ini adalah dengan menunggu retracement setelah acara berita bagus — pembalikan singkat arah harga — untuk membeli dengan harga yang lebih baik.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: