Strategi Trading Valas Macam-Macam Strategi Trading, Mana yang Cocok Bagi Pemula

Peringkat broker opsi biner:

Macam – Macam Strategi Trading Untuk Pemula

Untuk menjadi trader forex yang profitable, strategi tak perlu dibuat rumit. Bahkan pemula yang baru belajar pun bisa profit jika teknik trading forex yang digunakan simple dan mudah dipahami. Untuk itu, artikel ini akan membahas 4 strategi trading untuk pemula sederhana yang cocok bagi para pemula.

4 Strategi Trading Untuk Pemula Paling Sederhana

Strategi Trading untuk Pemula #1 : Crossing Moving Average

Moving Average (MA) adalah indikator trend paling umum yang banyak digunakan trader. Mulai dari pemula hingga profesional, MA senantiasa difungsikan untuk mengidentifikasi arah trend. Pada dasarnya, ketika MA berada di bawah harga maka ia mengkonfirmasikan jika harga saat ini dalam trend bullish (naik). Sebaliknya, saat MA bergerak di atas harga, itu artinya trend saat ini teridentifikasi bearish (menurun).

Teknik trading forex dengan MA biasanya mengandalkan momen crossing (persilangan) MA. Ketika MA melintasi harga, garis indikator berpindah posisi dan menandakan perubahan arah trend. Gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana menerapkan teknik trading forex dengan MA untuk pemula.

Strategi Trading untuk Pemula #2 :Overbought dan Oversold

Overbought atau jenuh beli adalah suatu kondisi di mana kenaikan harga telah mencapai area maksimal, sehingga harga kemudian akan turun. Sebaliknya, oversold atau jenuh jual menunjukkan kondisi harga yang sudah turun di area paling bawah, sehingga harga selanjutnya akan kembali naik.

Overbought dan oversold harga tidak terlihat dalam pergerakan di chart. Untuk melihatnya, diperlukan petunjuk sinyal dari indikator oscillator seperti RSI, Stochastic, CCI, dsb. Selain berbeda dalam hal tampilan, masing-masing indikator memiliki patokan overbought dan oversold yang tidak sama.

RSI misalnya, memperlihatkan batas overbought di level 70 dan limit oversold di 30. Stochastic mempunyai level-level 80 dan 20, sedangkan CCI mensinyalkan overbought harga jika grafik indikator melewati batas +100, dan oversold saat harga turun menembus -100.

Dengan pemahaman overbought dan oversold yang biasanya membawa peluang reversal, maka tidak sulit bagi pemula untuk mengandalkan kedua hal tersebut sebagai teknik trading forex andalan. Grafik di bawah ini memperlihatkan bagaimana cara menjalankan strategi trading forex simple dengan overbought dan oversold yang dihasilkan dari indikator RSI.

Strategi Trading untuk Pemula #3 : Sideways Trading

Sideways adalah situasi di mana harga bergerak stabil dan cenderung mendatar (tidak menanjak seperti dalam bullish trend atau menurun seperti ketika terjadi bearish trend). Pergerakan seperti ini cukup sering terjadi, tapi tidak banyak trader memanfaatkannya karena dinilai kurang potensial.

Padahal, jika trader mengetahui teknik trading forex di pasar sideways, profit akan mudah sekali didapatkan. Strategi ini mengandalkan level-level support dan resistance yang menjadi batas bawah dan atas harga dalam suatu range.

Peringkat broker opsi biner:

Support resistance bisa ditentukan dari banyak hal, mulai dari cara manual dengan melihat pola harga, level psikologis, tool Fibonacci, atau metode Pivot Point. Prinsip dasarnya, ketika harga membentur support yang telah teruji, ia akan memantul naik. Saat harga mendekati resistance teruji, kemungkinan pertama yang diantisipasi dari pergerakan semacam itu adalah harga memantul turun setelah gagal menembus garis resistance.

Gambar di bawah ini menunjukkan teknik trading forex simple dengan support resistance yang ditarik secara manual dari pola harga.

Strategi Trading untuk Pemula #4 : Breakout Trendline

Berbanding terbalik dengan strategi sideways, teknik trading forex ini efektif ketika pasar sedang trending. Trendline pada dasarnya adalah garis vertikal yang bertindak sebagai support (ketika harga naik) atau resistance (saat trend harga menurun).

Breakout terjadi ketika harga tiba-tiba menembus trendline dan berganti arah. Jika garis trendline itu teruji kuat, maka sinyal breakout ini bisa menjadi awal dari sebuah reversal (pembalikan harga). Di chart ini, terlihat jelas bagaimana peluang open buy tercipta setelah garis trendline dipatahkan oleh harga yang berbalik menguat.

Bagaimana cara memilih strategi trading untuk pemula yang paling cocok?

Dari 4 pilihan strategi trading untuk pemula paling sederhana di atas, tidak ada yang benar atau salah, apalagi yang menguntungkan atau merugikan. Semua teknik bisa mendatangkan hasil asal digunakan dengan benar. Maka dari itu, pilihlah strategi yang paling Anda pahami lalu uji kecocokannya di akun demo. Belajar forex memang susah susah gampang, tapi ditekuni bisa menghasilkan keuntungan yang diluar dugaan.

  • Apapun pilihan strategi trading forex Anda nantinya, jangan abaikan 4 hal penting ini:
    Selalu perhatikan isu fundamental yang sedang terjadi. Meskipun Anda mengandalkan analisa teknikal, pergerakan harga didorong oleh sentimen jual beli yang seringkali dipengaruhi oleh fundamental.
  • Gunakan metode price action untuk mengkonfirmasi sinyal indikator. Price action adalah pola harga yang terbentuk di chart. Besar kecil atau panjang pendek candlestick adalah cerminan perilaku buyer dan seller. Jadi sebenarnya, Anda bisa mengenali pola penting dalam price action untuk mengkonfirmasi sinyal pembalikan atau penerusan dari indikator.
  • Selalu terapkan manajemen risiko untuk mengantisipasi kerugian. Sebaik apapun teknik trading forex yang Anda gunakan, selalu ada peluang rugi yang harus ditanggung. Jadi sebaiknya antisipasi kerugian tersebut dengan meminimalisir loss lewat aturan manajemen risiko.
  • Berusahalah untuk disiplin menerapkan teknik trading forex atau biasa juga disebut ‘Displin Trading‘. Tanpa konsistensi, strategi trading tak akan bekerja maksimal, dan Anda bakal lebih mudah terjerumus dalam kesalahan pemula yang masih suka meninggalkan teknik tradingnya untuk berspekulasi. Percayalah, tindakan ini tak akan membawa kebaikan dalam jangka panjang.

Strategi Trading Harian Bagi Trader Pemula dan Expert

Penulis: Dwiya Freelancer ( September 27, 2020 – 2:37 pm ) Filed Under: Artikel, Teknik Trading Tagged With: #Trader, forex, saham, strategi trading, teknik trading

Strategi trading harian telah diperkenalkan sejak lama, lebih tepatnya di tahun 1975 sebagai mode yang diterima dari trading saham ketika SEC (Securities and Exchange Comission) AS mengatur bahwa tingkat komisi tetap yang telah ditetapkan hingga 1% dari trading adalah illegal.

Hal ini memungkinkan broker untuk menawarkan klien mereka tingkat komisi yang jauh berkurang. Ini juga bisa membuka konsep baru di mana tidak hanya broker bisa menempatkan trading tapi semua orang memiliki kemampuan untuk duduk di depan komputer dan melakukan jual-beli saham sepanjang hari.

Dari sinilah akhirnya muncul suatu industri dari trading hari yang kemudian bercabang dari investasi saham ke instrument investasi lain seperti forex dan komoditas.

Strategi Trading Harian Bagi Pemula Sampai Expert

Strategi Trading Harian

Ada begitu banyak strategi trading hari, beberapa di antaranya mengikuti pola yang sama seperti halnya broker yang didorong trading sementara yang lainnya unik untuk trading hari. Ide di balik trading hari ini adalah untuk mengambil keuntungan dari pergerakan kecil harga dalam saham dan indeks cair. Salah satu cara melakukan ini adalah meningkatkan modal dalam jumlah besar yang memberikan dana tambahan trader untuk digunakan menempatkan trading.

Ketika mempertimbangkan strategi trading hari, hal pertama yang harus diperhatikan adalah strategi masuk. Pertama kali yang harus dilakukan oleh seorang trader hari adalah mempertimbangkan memilih saham yang terlihat ideal untuk trading hari. Likuiditas dan volatilitas dari saham adalah hal selanjutnya yang harus dipertimbangkan. Likuiditas menawarkan kesempatan bagi trader untuk masuk dan keluar saham dengan spread ketat dan pada harga yang bagus. Volatilitas saham adalah pengukuran kisaran harga harian di mana saham diperkirakan akan bergerak. Volatilitas yang lebih besar dapat menyebabkan keuntungan atau kerugian yang lebih besar.

Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi titik-titik masuk termasuk analisis teknis seperti grafik batang lilin dan tren garis. Tetap update dengan berita ekonomi saat ini dapat menyediakan data penting untuk pergerakan pasar. Selain itu, trader hari dapat waspada untuk pesanan yang datang dari tempat lain dan mencatat peningkatan atau penurunan harga saham.

Hentikan Kerugian

Menggunakan stop-loss adalah strategi lain dari strategi trading harian yang sangat penting. Mayoritas trader hari melakukan trading pada margin yang bisa sangat beresiko karena pergerakan harga yang curam terjadi secara konstan. Suatu stop-loss memicu harga yang telah ditentukan di mana seorang trader akan berhenti trading. Harga ini harus cocok sesuai dengan toleransi resiko dari trader. Selain itu, trader hari dapat membuat suatu stop-loss mental di mana dia akan keluar dari posisi tersebut jika ini mengambil langkah tidak terduga.

Dengan pengalokasian kerugian maksimal untuk masing-masing trading hari, trader hari akan merasa sedikit aman dan rileks selama hari aman dalam pengetahuan bahwa dia tidak akan menemukan dirinya sendiri dalam situasi yang mengerikan pada akhir hari trading. Trader yang berpengalaman akan menggunakan strategi trading hari ini, sedangkan trader pemula percaya bahwa mereka harus memperbaiki kerugian daripada berhenti melakukan trading. Mereka mengambil resiko yang tidak perlu untuk bisa mencapai impas (BEP).

Strategi Trading Hari Lain

Strategi trading hari yang lainnya telah dikembangkan dari waktu ke waktu dan menjadi sangat populer bagi para trader hari. Scalping misalnya, melibatkan penjualan dengan cepat setelah sebuah trading menjadi menguntungkan yaitu ketika harga sudah berada di atas atau di bawah target harga. Ketika harga dengan cepat bergerak ke atas, trader hari dapat menggunakan strategi fading untuk memperpendek saham. Hal ini mungkin beresiko namun menawarkan imbalan yang bagus.

Pivot harian adalah strategi trading hari di mana trader berupaya membeli pada hari yang lebih rendah dan menjual di hari yang lebih tinggi, mengambil keuntungan dari volatilitas harian saham. Menggunakan momentum saat trading hari mungkin akan melibatkan pembelian saham berdasarkan laporan berita yang berlangsung dan mengikuti tren sampai itu mulai mundur. Trader momentum lainnya akan melihat tren untuk tren yang kuat di kedua arah dan meningkatkan volume serta menempatkan trading.

Deretan Strategi Trading Forex Lanjutan Ini Bukan untuk Pemula!

Penulis: Dwiya Freelancer ( March 4, 2020 – 1:04 am ) Filed Under: Artikel, Pengetahuan, Teknik Trading

Dalam dunia trading, terdapat banyak sekali strategi yang dapat dicoba trader dalam rangka untuk mendapatkan profit dari market forex. Seorang trader pemula tentunya berbeda dengan trader yang telah berpengalaman. Hal itulah yang menyebabkan para trader pemula cenderung lebih sedikit mencoba variasi strategi trading jika dibandingkan dengan seniornya atau yang telah berpengalaman.

Ketika trader pemula masih mencari-cari strategi trading yang sesuai, mungkin trader yang berpengalaman telah menemukan satu atau beberapa strategi lain yang paling sesuai. Nah, berikut ini setidaknya terdapat beberapa strategi tingkat lanjut yang pada umumnya digunakan oleh trader berpengalaman.

NFP Trading

NFP atau Non-fram payroll adalah berita ekonomi mayor yang dirilis di Amerika pada setiap bulannya. Jadi secara umum, jenis berita ekonomi seperti ini memiliki dampak yang sangat besar pada trader harian. Hal ini karena berita seperti ini dapat membuat fluktuasi harga pada pasangan mata uang USD sampai lebih dari 50 pip.

Kelemahan strategi trading NFP adalah harus menunggu rilis berita tiap akhir bulan terlebih dahulu dan hanya dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat tentunya. Artinya, trader anda dapat trading dengan strategi NFP sebulan sekali saja. Karena kesulitan yang ditawarkan dan periodenya singkat, maka strategi NFP ini termasuk strategi tingkat lanjut yang tidak akan cocok untuk pemula tentunya.

Pada umumnya beberapa jam sebelum berita NFP dirilis biasanya market akan mengalami fluktuasi yang sangat hebat. Tujuan dari strategi ini sendiri adalah untuk mencoba menebak hasil dari NFP, kemudian melihat seberapa besar perbedaan harga prediksi dengan harga yang sebelumnya. Untuk masalah yang satu ini trader dapat melakukan observasi dari forex calendar.

Selain itu trader juga diharuskan untuk memiliki margin yang cukup, sehingga bisa bertahan apabila market mengalami fluktuasi harga sebelum hasil NFP dirilis. Ketika berita sudah keluar, harga dari sebuah pasangan mata uang bisa saja akan mengalami perubahan yang drastis. Apabila arah dari perubahan tersebut sesuai dengan harapan, maka trader dapat memperoleh profit yang besar hanya sekali trading dalam beberapa jam saja.

Sebaliknya jika perubahan harga yang terjadi di arah yang sebaliknya, maka order stop loss akan tersentuh, sehingga kerugian yang besar bisa dibatasi. Dengan kata lain trading dengan strategi NFP ini merupakan tentang menghasilkan banyaknya pip dari sekali trading yang dimenangkan, kemudian membatasi kekalahan jika prediksi market tidak sesuai dengan harapan.

Positional Trading

Positional trading, tentunya sudah pasti termasuk dalam strategi tingkat lanjut dan sering sekali digunakan oleh para trader yang top. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh strategi ini adalah tidak membutuhkan banyak perhatian seperti strategi trading yang lainnya. Tapi meski begitu, untuk bisa menjalankan strategi ini, tentunya dibutuhkan analisa market jangka panjang yang mendalam.

Kebanyakan strategi trading disusun dari time frame kecil, artinya kebanyakan strategi tersebut dapat dianggap sebagai suatu strategi trading harian. Padahal Positional Trading ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan trading harian ataupun dengan Scalping. Jadi ketika trader, sudah mulai dalam posisi trading, tentunya mereka berharap untuk bisa menahan posisi untuk periode waktu yang cukup lama. Bahkan untuk mengidentifikasi berapa waktu minimal yang direkomendasikan sendiri bisa dibilang cukup sulit, karena semua itu tergantung dari pandangan masing-masing trader pada market dan berapa profit yang ingin dicapai.

Ketika menggunakan Positional trading yang merupakan salah satu teknik trading tingkat lanjut, maka trader diharuskan untuk bisa melakukan apapun secara total, dimana berbanding terbalik dengan forex scalping yang ukuran tradingnya lebih kecil. Jadi selama melakukan Positional Trading, trader paling tidak harus bisa memperoleh 100 pips, dimana hal ini akan membuat trader bisa lebih aman ketika market mengalami fluktuasi. Supaya terhindar dari resiko tambahan, trader juga direkomendasikan untuk mengambil trading dengan skala kecil saja dan menempatkan tidak lebih dari 2 % dari total modal untuk margin trading.

Dengan menggunakan cara tersebut, trader dapat dengan mudah mendapatkan 20-30 pip tanpa perlu menutup posisi terlebih dahulu. Keunggulan lain dari Positional Trading ini yaitu kemampuannya dalam memastikan terjadinya break even pada akhir trading. Jadi beberapa trader tetap saja memungkinkan untuk tetap bisa mendapatkan pip untuk setiap tradingnya, meskipun tetap saja akan kehilangan modal.

Forex Scalping

Setiap teknik trading, pastinya memiliki resiko dan tidak ada satu sistem tradingpun yang bisa bebas dari yang namanya kekalahan. Bahkan teknik trading tingkat lanjutpun juga seperti itu, misalnya seperti Scalping. Tujuan dari strategi ini sendiri adalah untuk mendapatkan potensi profit dengan cara yang cepat, namun tetap saja resiko untuk kalah tentunya tetap ada.

Scalping ini dianggap sebagai salah satu metode trading tingkat lanjut, jadi teknik ini biasanya akan dilakukan dalam time frame singkat seperti M1 dan M5. Dengan frekuensi trading tinggi ketika terjadi pergerakan yang cepat dalam market, strategi Scalping ini dapat dikatakan sangatlah impresif dan inovatif. Meskipun tentu saja strategi tetap membutuhkan analisa mendetail mengenai market.

Scalping adalah strategi trading yang banyak sekali digunakan oleh trading musiman. Taktik ini sendiri tentunya juga tergantung pada fluktuasi harga dari pecahan mata uang. Biasanya waktu yang digunakan untuk membuka dan menutup posisi dilakukan hanya dalam beberapa menit saja. Profit yang diperoleh dari strategi ini juga cenderung rendah, namun apabila dikali dengan jumlah trading massal yang dilakukan, tentunya jumlahnya akan luar biasa besar.

Beberapa trader yang menggunakan Scalping ini bahkan bisa membuka posisi sampai dengan 200 trading perhari nya. Tentu saja tidak semua open posisi yang dilakukan tersebut dapat memberikan profit. Namun tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mendapatkan profit secara keseluruhan dari kombinasi semua posisi yang diambil.

Strategi trading mana yang biasa Anda gunakan?

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: