Teknik Trading Profit Konsisten – Teknik Trading Simpel, Cukup 30 Menit Per Hari

Peringkat broker opsi biner:

Teknik Trading Simpel, Cukup 30 Menit Per Hari

Dibaca Normal 9 menit

Teknik trading simpel bisa dilakukan dengan hanya meluangkan waktu 30 menit per hari. Jadi, jangan korbankan rutinitas Anda untuk memonitor Chart setiap saat.

Setiap orang memiliki kesibukan hariannya masing-masing. Apakah kesibukan ini akan berpengaruh pada trading Anda? TIDAK, selama Anda tahu bagaimana cara menerapkan teknik trading simpel di sela-sela rutinitas padat tersebut.

Salah besar jika menganggap bahwa trading secara agresif akan membantu Anda mendapatkan profit yang lebih besar. Meskipun hanya menyempatkan waktu sedikit saja untuk trading, tapi jika Setup-nya benar, maka ini akan membantu Anda mendapatkan hasil trading profitable dan konsisten.

Artikel ini akan membahas solusi teknik trading simpel bagi orang sibuk. Anda hanya memerlukan waktu 30 menit per hari untuk bisa melakukannya. Jika bisa menerapkan metode ini dengan baik, memperoleh profit konsisten dari trading bukan lagi mimpi semata.

Poin Penting Teknik Trading 30 Menit

Ada dua komponen penting yang sebaiknya diketahui sebelum melangkah lebih lanjut ke teknik trading simpel menggunakan Setup 30 menit per hari:

1. Lakukan Analisa Dengan Time Frame Daily

Pertama-tama, pastikan bahwa Time Frame-nya adalah Daily (Harian). Selanjutnya, lakukan analisa berdasarkan Chart terakhir yang terbentuk ketika pasar New York tutup. Kenapa dua syarat tersebut harus terpenuhi dalam teknik trading simpel ini? Noise pasar cenderung sedikit ketika melakukan analisa pada waktu pembukaan awal sesi Sidney. Saat volume perdagangan sedang rendah itulah Anda bisa manfaatkan waktu 30 menit untuk melakukan berbagai analisa. Dimulai dengan menentukan Trend, level Support dan Resistance penting, serta melihat sinyal trading yang mungkin terjadi.

2. Set And Forget (Pasang Dan Lupakan)

Dengan kesibukan super padat, Anda hanya diperkenankan untuk melihat Chart 30 menit saja per harinya. Segera lakukan eksekusi Entry (Buy atau Sell) ketika sudah menemukan sinyal yang teruji. Tentukan Stop Loss dan Take Profit sesuai dengan Risk Management. Setelah itu, tutup Platform Trading Anda, dan lupakan semuanya. Tindakan ini dikenal dengan sebutan set and forget, artinya pasang dan lupakan.

Ada hikmah yang bisa diambil dari melakukan tindakan ini. Seorang trader yang terlalu sering berjibaku dengan tradingnya atau terlalu intens dalam memantau Chart, memiliki peluang lebih besar untuk kehilangan uangnya di pasar forex. Karena itu, jangan jadi trader yang kecanduan menonton Chart harga. Konsentrasi bisa terpecah ketika mencampurkan rutinitas harian dengan menganalisa trading.

Disclaimer: Tindakan set and forget bukanlah Holy Grail. Anda berhak untuk Exit dari posisi saat ini sebelum mencapai target yang direncanakan. Tentu saja perubahan rencana ini juga harus diimbangi dengan alasan kuat. Misalnya, saat melihat sinyal Breakout atau perubahan Trend berlawanan dari yang diprediksi.

Tetap pasang mindset untuk menjalankan trading sesuai rencana, tapi jika Anda melihat SINYAL BESAR bahwa harga berpotensi untuk bergerak berlawanan dari posisi saat ini, silahkan bergegas melakukan Cut Loss sebelum Floating Loss semakin besar.

Keuntungan Teknik Trading 30 Menit

Tak hanya unggul dari segi menghemat waktu, ada sejumlah keuntungan yang siap menanti jika bertrading dengan waktu 30 menit saja per harinya. Jika ada teknik trading simpel tanpa menghabiskan banyak waktu, kenapa tidak dicoba? Yuk, simak manfaatnya berikut ini:

Berpeluang Lebih Besar Untuk Profit Konsisten

Teknik trading simpel dengan frekuensi rendah atau tidak terlalu melibatkan diri Anda di dalamnya adalah skenario Win-Win Solution terbaik. Fokus terhadap grafik harian dan tidak terlalu intens mengubah rencana yang sudah dibuat akan meningkatkan peluang menghasilkan uang secara konsisten. Selain itu, Anda juga akan memiliki waktu lebih banyak untuk istirahat. Karena sesuai rencana di awal, waktu yang digunakan hanya 30 menit saja per harinya.

Memiliki Waktu Untuk Mengembangkan Sistem Trading

Dengan berkurangnya keterlibatan di depan layar trading, maka pikiran bisa menjadi lebih tenang. Anda pun bisa lebih fokus memikirkan rencana ke depannya, yaitu mengembangkan teknik trading simpel yang sudah dimiliki saat ini. Pada akhirnya, Anda akan bisa menyusun konsep bertrading lebih unggul dan tinggi persentase suksesnya.

Perlu diketahui bahwa memiliki pola pikir bertrading tepat tidaklah mudah dan butuh waktu. Trading dengan waktu 30 menit per hari bisa membuat Anda memiliki banyak waktu luang untuk bereksplorasi dan belajar banyak hal. Dengan bertambahnya waktu untuk menyusun rencana, maka Anda akan lebih mudah mendapat sistem trading yang profitable dan konsisten.

Kesibukan Anda Tidak Terganggu

Anda sibuk, semua orang juga sibuk. Oleh karena itu, menghabiskan waktu berjam-jam sehari untuk menatap Chart trading bukanlah sesuatu yang ideal. Hal ini dimaksudkan untuk trader yang memiliki rutinitas lain seperti bekerja di kantor, berwiraswasta, atau memiliki kesibukan padat lainnya.

Dengan rutin meluangkan waktu 30 menit saja untuk trading setiap harinya, maka rutinitas tidak akan terganggu. Bahkan, lambat laun, Anda bisa tahu bagaimana mengaplikasikan teknik trading simpel tanpa bekerja. Setelah memasang posisi, tinggalkan Chart trading dan cek hasilnya keesekoan harinya. Dari sini Anda bisa tahu Rule Trading yang dijalankan tersebut berhasil atau tidak.

Lebih Hemat Biaya Trading

Keuntungan teknik trading 30 menit lainnya yang bisa Anda dapatkan adalah lebih hemat dari segi biaya transaksi, baik itu Spread, Komisi, maupun Swap. Sebagaimana diketahui, terlalu intens meluangkan waktu untuk mengamati chart trading bisa memicu overtrading. Pada akhirnya, terlalu banyak posisi yang dibuka, maka semakin besar pula biaya transaksinya; apalagi jika ternyata harga bergerak melawan arah yang diprediksi karena ketidak hati-hatian dalam melakukan analisa.

Contoh Teknik Trading 30 Menit

Masih menerka-nerka seperti apa penerapan teknik trading simpel dengan menyusun Setup 30 menit per hari ini? Tak perlu cemas, karena di sini Anda akan mendapatkan penjelasan lebih detail tentang cara melakukannya.

Peringkat broker opsi biner:
  1. Tahap pertama bisa dimulai dengan melakukan scanning atau pengecekan menyeluruh terhadap pair yang ingin ditradingkan.
  2. Selanjutnya, amati baik-baik Trend jangka panjang yang sedang berlangsung saat ini, kemudian Trend jangka pendeknya. Misalnya, Anda bisa mengecek Trend Long Term di Time Frame mingguan terlebih dahulu, baru kemudian mengecek Trend Short Term yang sedang terjadi di Time Frame harian.
  3. Dari scanning tersebut, Anda akan bisa menemukan poin-poin penting, antara lain: apakah pasar sedang Sideways atau sedang Trending, di mana letak level Support Resistance kunci, dan lain sebagainya. Jika sudah ketemu semua, apakah sudah bisa Open Posisi sekarang? Tunggu dulu, jangan terburu-buru!
  4. Catat semua hasil yang ditemukan tersebut di Jurnal Trading Anda. Dari sini, baru Anda bisa memastikan kembali apakah sinyal trading di pair tersebut sudah cukup teruji untuk ditradingkan atau belum.

Mari ambil satu contoh. Perhatikan pair EUR/USD di bawah ini. Tampak harga mengalami Rebound beberapa kali ketika menyentuh level Support dan Resistance kunci. Entry posisi Buy dilakukan ketika muncul sinyal Price Action berupa Pin Bar di level Support:

Setelah menentukan eksekusi, langkah selanjutnya adalah menentukan letak Stop Loss dan Take Profit. Anda bisa menggunakan Risk Reward Ratio 1:1, 1:2, atau 1:5, tergantung dari Rule Trading yang digunakan. Untuk lebih detailnya, perhatikan gambar berikut:

Pada ilustrasi di atas, terlihat Entry Buy dieksekusi dengan menggunakan Risk Reward Ratio 1:2. Stop Loss diletakan sedikit di bawah terbentuknya Lower Shadow. Setup ini sukses, karena harga memang naik setelah menyentuh Support dan bergerak hingga level Take Profit.

Kapan Harus Melakukan Monitoring?

Jika menerapkan teknik trading simpel dengan setup 30 menit per hari, perlukah melakukan monitoring? Jika perlu, kapan saat yang tepat untuk melakukannya? Atau tidak perlu dimonitor sama sekali? Inilah penjelasannya.

Setelah melakukan Entry Posisi, Anda tentu ingin memastikan bagaimana kondisi trading yang sudah dieksekusi setelah beberapa waktu berlalu. Mau di-monitor atau tidak, itu sebetulnya terserah Anda. Namun ingat, semakin sering mengintip Chart pergerakan harga, semakin berisiko pengaruhnya pada psikologi trading, yang bisa memancing Anda mengubah keputusan secara tiba-tiba.

Namun jika Sistem Trading Anda mewajibkan untuk melakukan pengecekan di waktu tertentu, alangkah baiknya untuk mengeceknya minimal 12 jam sekali. Jika tidak perlu, maka bisa membiarkan trading berjalan sampai beberapa hari ke depan, kemudian melihat apa hasil yang diperoleh.

Lalu, bagaimana dengan para contoh yang diterapkan pada Trading Master? Sebut saja Nial Fuller, seorang trader pro sekaligus penulis yang sudah berkecimpung di dunia trading selama 16 tahun. Menurutnya, melakukan monitoring terlalu intens bukanlah hal yang perlu dilakukan. Kenapa? Karena dalam teknik trading simpel ala Nial Fuller, dia hanya merisikokan uang yang direlakan untuk hilang. Alhasil, dia bisa menghilangkah kecemasan terhadap kerugian, serta tidak perlu lagi begadang sampai malam untuk memonitor Chart.

Akhir Kata

Kenapa strategi trading 30 menit menjadi hal penting dalam karir Anda sebagai trader? Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah membuat sebuah rutinitas menjadi kebiasaan. Saat sudah terbiasa dengan teknik trading simpel ini, maka Anda bisa selangkah lebih dekat untuk mengembangkan kebiasaan bertrading secara tepat.

Di tahap awal, Anda mungkin berpikir bahwa ini adalah rutinitas trading yang membosankan. Namun jika terus mempercayai rutinitas trading 30 menit ini, lambat laun Anda akan bisa menikmatinya, terutama jika pada akhirnya teknik trading simpel ini bisa membuahkan profit konsisten.

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara menerapkan teknik trading simpel yang hanya butuh 30 menit sehari. Namun, Anda tidak harus menggunakan cara trading yang dicontohkan di atas. Masih banyak sistem trading yang bisa dieksplor untuk meningkatkan hasil trading, salah satunya bisa dibaca melalui artikel berjudul Sistem Trading Sederhana Anti Ribet Dan Profitable.

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex. Selain itu, Anda juga bisa membaca berbagai artikel Seputarforx dalam versi catatan singkat di Facebook Fanspage Seputarforex.

Strategi Trading Forex Agar Profit konsisten

“Strategi macam apa yang bisa menghasilkan profit konsisten atau bisa juga disebut teknik trading forex profit konsisten? Apakah harus menggunakan indikator fibonacci, menerapkan strategi Price Action, atau perlu beli indikator tambahan?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah contoh umum dari rasa penasaran trader awam yang belum mengetahui teknik trading forex profit konsisten terpenting agar bisa mendapatkan keuntungan sebesar – besarnya. Faktanya, keuntungan yang berkelanjutan tidak ditentukan oleh strategi A, B, C, dst. Apapun strategi trading forex yang diterapkan, semua trader masih berpotensi mengalami kerugian karena memang tidak ada yang bisa menebak arah pergerakan harga di masa depan.

Jadi apabila Anda ingin menghasilkan profit konsisten, pahamilah bahwa kunci utama bukan terletak pada apa strategi yang digunakan, tapi bagaimana cara Anda menentukan dan menggunakan teknik trading forex profit konsisten tersebut. Dalam hal ini, ada 2 tahap yang bisa dijalankan, di antaranya adalah:

Menguji Strategi / Teknik Trading Forex Profit Konsisten Yang Akan Digunakan

Bagaimana cara Anda menentukan strategi pilihan? Apakah dengan mengikuti pengalaman trader lain yang berhasil profit dengan strategi tertentu? Atau mencoba strategi yang dikatakan memiliki tingkat profitabilitas tinggi?

Jika Anda masih mempraktekkan kedua cara di atas, maka segera ubah teknik dan cara pandang Anda. Pertama-tama, strategi trading forex terbaik adalah yang sesuai dengan pemahaman dan gaya trading Anda sendiri. Kedua, teknik trading forex terbaik sudah terbukti profitable setelah diuji di akun demo.

Jadi apabila Anda belum mengetahui karakteristik trading yang digunakan, coba kenali dulu bagaimana gaya Anda. Apakah cenderung agresif atau konservatif, lebih mengarah pada teknik trading forex scalping atau swing, dsb. Setelah itu, carilah strategi dan time frame yang sesuai dengan karakter trading Anda. Ingat bahwa strategi tersebut haruslah bisa Anda pahami dengan mudah, karena percuma saja Anda menerapkan strategi yang dikatakan bagus jika Anda tidak paham dengan ide dasarnya.

Setelah itu, lakukan uji coba terhadap strategi tersebut di akun demo. Jika dari hasil backtest dan forward test Anda mendapatkan profitabilitas yang bagus, maka gunakan strategi tersebut untuk trading live dengan volume yang kecil dulu. Apabila nantinya penggunaan teknik trading forex tersebut berhasil mendatangkan win rate yang bagus, maka Anda bisa perlahan-lahan memperbesar ukuran trading untuk mendapatkan target keuntungan yang lebih optimal.

Lantas bagaimana jika ternyata teknik trading yang dipilih tidak mendatangkan hasil yang memuaskan saat diuji di akun demo? Solusinya mudah saja. Lupakan strategi itu dan cari teknik lain yang lebih potensial untuk diuji. Selektif memilih strategi merupakan kunci penting dalam usaha memperoleh profit konsisten. Jangan memaksakan diri untuk menerapkan strategi tidak profitable hanya karena trader lainnya sukses menggunakan teknik tersebut. Bagaimanapun juga, karakter setiap trader berbeda-beda. Apa yang berhasil diterapkan trader lain belum tentu cocok Anda gunakan, begitu pula sebaliknya.

Menerapkan Manajemen Risiko

Apapun teknik trading forex Anda, selalu gunakan manajemen risiko. Bukan hanya ‘memagari’ akun trading dari kerugian tak terduga, manajemen risiko dapat memastikan perolehan profit konsisten. Teknik yang kita bicarakan di sini adalah pengelolaan manajemen risiko dengan rasio risk/reward.

Untuk memperjelas pemahaman Anda, perhatikan perbandingan berikut ini:

Trader A Trader B
Win rate 70% no risk 50% risk 1:2
Jumlah Trade 10 10
Menang Trade 7 5
Kalah Trade 3 5

Trader A menerapkan teknik trading forex profit konsisten dengan win rate 70% tanpa manajemen risiko apapun. Dalam 10 kali trade ia menang 7 kali dan kalah 3 kali. A hanya memperhatikan pergerakan harga dan mendasarkan keuputusan close posisi pada prediksinya. Setiap kali menang, ia hanya berhasil menghimpun profit antara 10-20 pips. Tapi jika kalah, A menanggung kerugian minimal 50 pips. Jika diperhitungkan menurut skenario terbaik, maka balance A kini berada di zona negatif, karena keuntungannya cuma bernilai 140 pips (7 x 20), sedangkan kerugiannya terakumulasi sejumlah 150 pips (3 x 50).

Di sisi lain, trader B menerapkan teknik trading forex dengan win rate 50% saja. Akan tetapi, ia menggunakan rasio risk/reward 1:2 di setiap transaksi trading. Dengan batas risiko sebesar 30 pips, maka B selalu menargetkan keuntungan 60 pips. Ketika ia mengevaluasi 10 posisi trading yang berakhir dengan 5 kemenangan dan 5 kekalahan (karena win rate 50%), B masih mengumpulkan keuntungan. Jika dihitung-hitung, jumlah profit dari 5 posisi menang B bernilai 300 pips (5 x 60), sementara posisi loss-nya cuma menanggung kerugian sebesar 150 pips (5 x 30).

Dari contoh di atas, terbukti bahwa manajemen risiko-lah yang paling menentukan hasil trading Anda, bukan win rate dari teknik trading forex profit konsisten. Seampuh apapun strategi yang Anda gunakan, tidak akan mampu mendatangkan profitabilitas yang baik dan konsisten jika tidak diiringi dengan manajemen risiko. Kuncinya, selalu pastikan untuk menetapkan reward lebih besar dari risk. Anda bisa menggunakan rasio risk/reward 1:1,5, 1:2, 1:3, dst.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: