Tren-mengikuti Strategi Perdagangan Dalam Futures Komoditas Pemeriksaan Ulang – Prediksi Pergerakan

Peringkat broker opsi biner:

3 Faktor yang Tentukan Pergerakan Harga Emas Pekan Ini

06 Apr 2020, 07:30 WIB Diperbarui 06 Apr 2020, 07:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Analis membeberkan tiga faktor utama yang bisa menentukan harga emas pada pekan ini sementara pandemi covid-19 berlangsung.

Melansir dari laman Kitco, Senin (6/4/2020), faktor-faktor tersebut antara lain, nilai tukar dolar AS, permintaan safe-haven, dan volatilitas tinggi, yang dapat mempengaruhi harga emas dalam jangka pendek.

1. Dolar AS

Dolar AS, yang telah mendapatkan kekuatan sebagai mata uang safe-haven, akan menjadi hambatan utama untuk harga emas yang lebih tinggi pada minggu depan.

“Biasanya, setiap kali indeks dolar AS bergerak lebih tinggi, emas cenderung mendapatkan sedikit angin sakal. Dolar AS naik cukup besar dan itu telah menjadi salah satu penentu utama ke mana arahnya. Pada akhir Maret, indeks dolar AS berada di sekitar 94, kemudian melonjak ke 103 dan sekarang berada di sekitar 100,” kata kepala strategi global TD Securities, Bart Melek.

Pada umumnya korelasi harga emas dan mata uang Dolar AS adalah negatif. Nilai tukar USD yang sedang kuat akan cenderung menyebabkan harga emas turun dan sebaliknya jika Dolar yang sedang lemah biasanya harga emas akan cenderung naik.

2. Permintaan safe-haven

Meskipun ketidakpastian akibat covid-19 meningkatkan nikai tukar USD, analis yakin bahwa emas akan naik.

Peringkat broker opsi biner:

“Kami pikir dolar akan tetap cukup kuat, tetapi itu tidak serta merta mengesampingkan kenaikan lebih lanjut pada harga emas di Q2,” kata asisten ekonom komoditas Ekonomi, Kieran Clancy.

Clancy menambahkan, prospek jangka pendek untuk emas cukup positif. Selama ada ketidakpastian yang dihadapi ekonomi global dan orang-orang tidak yakin kapan semuanya akan kembali normal, ada peluang bagus untuk mendapatkan lebih banyak safe-haven untuk membeli emas.

Clancy mencatat, selama krisis ini, emas telah melihat investor baru menumpuk ETF yang didukung emas serta logam fisik.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Emas Bisa ke Rp 2 Juta/gram Berkaca dari 2008, Waktunya Beli?

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia sedang dalam tren menanjak akibat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomian global menuju resesi. Ancaman Covid-19 memaksa bank sentral serta pemerintah di berbagai negara menggelontorkan stimulus moneter dan fiskal dengan nilai jumbo.

Kebijakan yang dilakukan bank sentral dan pemerintah secara global tersebut mirip dengan tahun 2008 saat terjadi krisis finansial global yang membuat harga emas terus bergerak naik hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di tahun 2020.

Berkaca dari pengalaman di tahun 2008 tersebut, peluang emas mencetak rekor tertinggi cukup besar.

Pada perdagangan, Kamis (23/4/2020) harga emas dunia mengakhiri perdagangan di US$ 1.731,33/troy ons, level penutupan perdagangan tertinggi sejak November 2020.

Sementara pada hari ini, Jumat (24/4/2020) emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.727,43/troy ons pada pukul 16:35 WIB.

Adapun harga emas batangan 100 gram produksi PT Aneka Tambang (ANTM) yang menjadi kerap dijadikan acuan harga emas hari ini dibanderol Rp 89,5 juta, atau Rp 895.000/gram, naik Rp 10.000 dibandingkan Kamis kemarin.

Pergerakan harga emas Antam memang cenderung mengikuti harga emas dunia yang diprediksi akan terbang tinggi dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun ke depan, sehingga ada kemungkinan emas Antam juga akan terbang tinggi.

Di akhir Maret lalu, analis dari WingCapital Investment memprediksi harga emas US$ 3.000/troy ons. Saat itu, level tersebut terlihat luar biasa tinggi bagi emas. Untuk diketahui, rekor tertinggi harga emas adalah US$ 1.920/troy ons yang dicapai 6 September 2020, nyaris satu dekade yang lalu.

Semenjak saat itu, harga emas terus merosot, mengalami fase konsolidasi, hingga akhirnya mulai melesat naik lagi sejak pertengahan tahun lalu.

Kini, tidak hanya analis dari WingCapital yang memprediksi emas akan terbang tinggi, tetapi bank investasi ternama, Bank of America (BofA) juga memprediksi emas akan ke US$ 3.000/troy ons bahkan dalam waktu 18 bulan ke depan.

Besaran 1 troy ons setara dengan 31,1 gram, sehingga jika harga emas mencapai US$ 3.000/troy ons itu artinya harga per gramnya dalam rupiah sekitar Rp 1,5 juta (kurs: Rp 15.500/US$).

Berdasarkan dad Refinitiv, harga emas pada pukul 13:40 WIB berada di kisaran US$ 1.715/troy ons. Itu artinya jika mencapai level US$ 3.000/troy ons, harga emas akan melesat sekitar 75%.

Terlihat luar biasa, tetapi jangan kaget dulu karena emas diprediksi bisa terbang lebih tinggi lagi. Ole Hansen, kepala ahli strategi komoditas di Saxo Bank, memprediksi dalam jangka panjang emas akan di atas US$ 4.000/troy ons atau sekitar Rp 2 juta/gram (kurs: Rp 15.500/US$).

Hansen mengatakan pelaku pasar belum paham sepenuhnya bagaimana dampak kebijakan bank sentral dan pemerintah di berbagai negara ke pasar finansial.

“Dari perspektif investasi emas, ini bukan mengenai apa yang terjadi hari ini, besok, atau bulan depan, tetapi apa yang akan terjadi 6 sampai 12 bulan ke depan atau lebih dari itu” kata Hansen, sebagaimana dikutip Kitco.

Hansen memprediksi di akhir tahun ini harga emas berada di US$ 1.800/troy ons, kemudian mencetak rekor tertinggi di 2021, dan dalam jangka panjang berada di atas US$ 4.000/troy ons, alias Rp 2 juta/gram.

Tetapi yang patut diingat adalah kurs rupiah terhadap dolar AS, jika kurs rupiah menguat maka harga emas Antam bisa jadi tidak akan sampai Rp 2 juta/gram. Misalnya saat harga emas dunia US$ 4.000/troy ons dan kurs rupiah Rp 13.000/US$, maka harga emas menjadi Rp 1,7 juta.

Selain itu, penentuan harga emas Antam di dalam negeri juga dipengaruhi permintaan dan penawaran, bisa jadi akan lebih tinggi atau lebih rendah dari itu.

Peluang emas
Balik lagi ke peluang emas ke US$ 4.000/US$, jika berkaca pada krisis finansial global, harga emas dunia di akhir 2008 berada di level US$ 878/troy ons hingga ke rekor tertinggi US$ 1.920/troy ons, berarti melesat lebih dari 110%. Pada Desember 2008, bank sentral AS (The Fed) membabat habis suku bunganya menjadi 0-0,25%.

Sementara di tahun ini, The Fed membabat habis suku bunganya menjadi 0-0,25% (level yang sama dengan 2008) pada Maret lalu. Di akhir Maret, harga emas dunia berada di kisaran US$ 1.571/troy ons.

Itu artinya untuk menuju US$ 4.000/troy ons, emas akan melesat sekitar 150%. Jika melihat kondisi saat ini, dan kebijakan moneter dan fiskal yang lebih agresif dari 2008, peluang sampainya emas ke US$ 4.000/troy ons dalam jangka panjang menjadi cukup besar. Tinggal melihat nanti seberapa cepat pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 berhasil dihentikan.

Punya Duit 20 Juta, Beli iPhone 11 atau Investasi?

Harga emas dunia memang sedang mengalami penurunan tiga pekan terakhir, tapi ke depannya masih akan kembali menguat. Pada perdagangan Jumat kemarin, emas dunia berada di level US$ 1.488,45/troy ons.

Bank investasi ternama, Goldman Sachs misalnya, pada pertengahan Agustus lalu memprediksi dalam tiga bulan emas akan mencapai level US$ 1,575/troy ons, yang berarti masih lebih tinggi dari rekor tahun ini US$ 1.557/troy ons. Tidak hanya itu, dalam enam bulan Goldman memprediksi harga emas akan menyentuh US$ 1.600/troy ons, sebagaimana dilansir kitco.com.

Kenaikan harga emas yang diprediksi Goldman masih belum seberapa, harga emas diperkirakan mencapai US$ 2.000/troy ons pada akhir tahun ini. Hal ini disampaikan David Roche, Presiden dan ahli strategi global di Independent Strategy yang berbasis di London pada Senin (8/7/2020), sebagaimana dilansir CNBC International.

Masih berdasarkan berita CNBC International pertengahan Agustus lalu, ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali, juga memprediksi emas akan mencapai US$ 2.000/troy ons, dalam beberapa tahun ke depan. Untuk tahun ini Ghali menargetkan harga emas akan naik ke US$ 1.585/troy ons.

Jika harga emas dunia naik, harga emas batangan di dalam negeri juga akan terkerek naik. Harga emas dunia sejak awal tahun atau secara year-to-date naik 13%, seiring dengan kenaikan tersebut, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk juga naik naik 11,69%.

Dengan prediksi harga emas dunia yang masih naik, investasi di emas batangan Antam sepertinya masih menjanjikan.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: