Tujuan Sistem Perdagangan Multilateral, 5 Tujuan Perdagangan Internasional yang Perlu Anda Ketahui

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Pengertian dan Tujuan perdagangan Internasional

Febrian.web.id – Hari ini saya akan memposting artikel tentang IPS dengan judul yaitu Pengertian dan Tujuan perdagangan Internasional di artikel ini saya akan memberikan pengertian dari perdagangan Internasioanl, dan memberikan 5 tujuan perdagangan international.

Pengertian Perdagangan International

Tujuan Perdagangan Internasional

  1. Melindungi industry atau produksi di dalam negri
  2. Mencukupi kebutuhan barang dan jasa dalam negri
  3. Memperluas lapangan kerja
  4. Memperoleh devisa melalui kegiatan ekspor impor
  5. Memperoleh keuntungan lainya di bidang politik, keamanan, pertahanan dan sosial budaya.

4 komentar:

Artikel tentang Pengertian dan Tujuan perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional – Teori, Dampak, Manfaat & Kebijakan – GuruPendidikan.Co.Id– Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth, Salvatore, 2004).

Jika aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan pada awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export promotion. Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan.

Ketika perdagangan internasional menjadi pokok bahasan, tentunya perpindahan modal antar negara menjadi bagian yang penting juga untuk dipelajari. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004). Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan ukuran pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Teori Perdagangan Internasional

Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor. Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.

Ada beberapa model perdagangan internasional diantaranya:

Peringkat broker opsi biner:

Model Ricardian

Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.

Model Heckscher-Ohlin

Model Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.

Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Pradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.

  • Faktor Spesifik

Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya.

Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.

Baca Juga : Pengertian Hukum Dagang

Model Gravitasi

Model gravitasi perdagangan menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik di antara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa ekonometri. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.

Manfaat Perdagangan Internasional

Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.

Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri

Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

Memperoleh keuntungan dari spesialisasi

Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.

Memperluas pasar dan menambah keuntungan

Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

Transfer teknologi modern

Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.

Hambatan perdangan internasional

  1. Perbedaan mata uang
  2. Kebijakan impor suatu negara-negara proteksi
  3. Quota impor
  4. Perang dan resesi
  5. Adanya tarif yang dibebankan pada / atas melintas daerah pabean
  6. Produsen ekspor masih berbelit-belit sehingga memerlukan waktu lama.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
  2. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
  3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
  4. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  5. Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  6. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
  7. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  8. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional

Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran di antaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania.

Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.

Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya.

Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.

Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.

Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut. Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri.

Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini.

Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Ada beberapa macam sisitem perekonomian yaitu:

Perekonomian Terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh.

Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi.

Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Peranan Perdagangan Internasional dalam Perekonomian

  • Efek Perdagangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu negara karena dapat menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau pencapaian perekonomian bangsa tersebut, meskipun tidak bisa dinafikan ukuran-ukuran yang lain. Wijono (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator kemajuan pembangunan.

Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth, Salvatore, 2004). Jika aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan pada awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export promotion. Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan.

Ketika perdagangan internasional menjadi pokok bahasan, tentunya perpindahan modal antar negara menjadi bagian yang penting juga untuk dipelajari. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004). Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi.

Peningkatan ukuran pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir. Kemungkinan itu didasarkan dengan melihat perbandingan antara biaya produksi di negara eksportir ditambah dengan biaya transportasi dengan biaya yang muncul jika barang tersebut diproduksi di negara importir. Jika biaya produksi di negara eksportir ditambah biaya transportasi lebih besar dari biaya produksi di negara importir, maka investor akan memindahkan lokasi produksinya di negara importir (Appleyard, 2004).

  • Efek Terhadap Produksi

Pedagangan luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sector produksi di dalam negeri. Secara umum kita bisa menyebutkan empat macam pengaruh yang bekerja melalui adanya:

  1. Spesialisasi produksi.
  2. Kenaikan “investasi surplus”
  3. “Vent for Surplus”.
  4. Kenaikan produktivitas.
  • Spesialisasi

Perdagagangan internasional mendorong masing-masing Negara kea rah spesialisasi dalam produksi barang di mana Negara tersebut memiliki keunggulan komperatifnya. Dalam kasus constant-cost, akan terjadi spesialisasi produksi yang penuh, sedangkan dalam kasus increasing-cost terjadi spesialisasi yang tidak penuh.

Yang perlu diingat disini adalah spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kepada masyarakat kecuali apabila disertai kemungkinan menukarkan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang dibutuhkan. Spesialisasi plus perdagangan bisa meningkatkan pendapatan riil masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru menurunkan kesejahteraan masyarakat.

Tetapi apakah spesialisasi plus perdagangan selalu menguntungkan suatu negara ? Dalam uraian diatas dapat menyimpulakan, bahwa CPF sesudah perdagangan selalu lebih tinggi atau setidak-tidaknya sama dengan CPF sebelum perdangangan. Ini berarti bahwa perdagangan tidak akan membuat pendapatan riil masyarakat lebih rendah, dan sangat mungkin membuatnya lebih tinggi. Tetapi perhatikan bahwa analisa semacam ini bersifat “statik”, yaitu tidak memperhitungkan pengaruh-pengaruh yang timbul apabila situasi berubah atau berkembang, seperti yang kita jumpai dalam kenyataan.

Ada tiga keadaan yang membuat spesialisasi dan perdagangan tidak selalu bermanfaat bagi suatu negara. Ketiga keaadan ini berkaitan dengan kemungkinan spesialisasi produksi yang terlalu jauh, artinya adanya sektor produksi yang terlalu terpusatkan pada satu atau dua barang saja. Keadaan ini adalah:

  • Ketidakstabilan pasar luar negeri

Bayangkan suatu negara yang karena dorongan spesialisasi dari perdagangan, hanya memproduksi karet dan kayu. Apabila harga karet dan kayu dunia jatuh, maka perekonomian dalam negeri otomatis akan jatuh. Lain halnya apabila negara tersebut tidak hanya berspesialsasi pada kedua barang tesebut, tetapi juga memproduksi barang-barang lain baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri sendiri. Turunnya harga dari satu atau dua barang mungkin bisa diimbangi oleh naiknnya haga barang-barang lain. Inilah pertentangan atau konfik antara spesialisasi dengan diversifikasi.

Spesialisasi biasa meningkatkan pendapatan riil masyarakat secara maksimal, tetapi dengan resiko ketidakstabilan pendapatan tetapi dengan konsekuensi harus mengorbankan sebagian dari kenaikan pendapatan dari spesialisasi. Sekarang hampir semua negara di dunia menyadari bahwa spesialisasi yang terlalu jauh (meskipun didasarkan atas prinsip keunggulan komperatif, seperti yang ditunjukan oleh teori ekonomi) bukanlah keadaan yang baik. Manfaat dari diversifikasi harus pula diperhitungkan.

Bayangkan suatu negara hanya memproduksi satu barang, misalnya karet, dan harus mengimpor seluruh kebutuhan bahan makanannya. Meskipun karet adalah cabang produksi dimana negara tersebut memiliki keunggulan komperatif yang paling tinggi, sehingga bisa meningkatkan CPFnya semakin mungkin, tentunya keadaan seperti ini tidak sehat. Seandainya terjadi perang atau apapun yang menghambat perdagangan luar negeri, dari manakah diperoleh bahan makanan bagi penduduk negara tersebut? Jelas bahwa pola produksi seperti yang didiktekan oleh keunggulan komperatif tidak harus selalu diikuti apabila ternyata kelangsungan hidup negara itu sendiri sama sekali tidak terjamin.

Sejarah perdagangan internasional negara-negara sedang berkembang, terutama semasa mereka masih menjadi koloni negara-negara Eropa, ditandai oleh timbulnya sektor ekspor yang berorientasi ke pasar dunia dan yang sedikit sekali berhubungan dengan sektor tradisional dalam negeri. Sektor ekspor seakan-akan bukan merupakan bagian dari negeri itu, tetapi bagian dari pasar dunia.

Dalam keadaan seperti ini spesialisasi dan perdagangan internasional tidak memberi manfaat kepada perekonomian dalam negeri. Keadaan ini di negara-negara sedang berkembang setelah mereka merdeka, memang sudah menunjukan perubahan. Tetapi sering belum merupakan perubahan yang fundamental. Sektor ekspor yang “modern” masih nampak belum bisa menunjang sektor dalam negeri yang “tradisional”.

Ketiga keadaan tersebut di atas adalah peringatan bagi kita untuk tidak begitu saja dan tanpa reserve menerima dalil perdagangan Neoklasik bahwa spesialisasi dan perdagangan selalu menguntungkan dalam keaadaan apapun. Tetapi di lain pihak, uraian diatas tidak merupkan bukti bahwa manfaat dari perdagangan tidaklah bisa dipetik dalam kenyataan.

Teori keunggulan komperatif masih memiliki kebenaran dasarnya, yaitu bahwa suatu negara seyogyanya memanfaatkan keunggulan komperatifnya dan kesempatan”transformasi lewat perdagangan”. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa dalam hal-hal tertentu pertimbangan-pertimbangan lain jangan dilupakan.

Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia

Dalam era modern ini orang sering mengatakan bahwa dunia itu menjadi tanpa batas. Sesuatu yang terjadi di negara lain dapat kita ketahui dan dapat dengan cepat mempengaruhi masyarakat di negara kita, maka sering disebut era globalisasi.

  • Dampak positif ekspor
  1. Memperluas lapangan kerja
  2. Meningkatkan cadangan devisa
  3. Memperluas pasar karena dapat memasarkan hasil produksi ke seluruh dunia
  • Dampak negatif ekspor
  1. Menimbulkan kelangkaan barang di dalam negara
  2. Menyebabkan eksploitas besar-besaran sumber daya alam.

Misalnya : Ekspor barang tambang telah menyebabkan semakin tipisnya cadangan bahan tambang dan menimbulkan kerusakan alam / lingkungan.

  • Dampak positif impor
  1. Meningkatkan kesejahteraan konsumen karena masyarakat Indonesia dapat menggunakan barang-barang yang tidak dapat di dalam negeri.
  2. Meningkatkan industri dalam negeri terutama yang bahan bakunya berasal dari luar negeri.
  3. Ahli teknologi agar tidak ketinggalan dengan negara maju.
  • Dampak negatif impor
  1. Menciptakan pesaing bagi industri dalam negeri
  2. Mencitapkan pengangguran artinya kita telah kehilangan kesempatan untuk membuka lapangan kerja.
  3. Konsumenrisme artinya konsumen berlebihan terutama untuk barang-barang mewah.

Contoh : Pakaian mewah, mobil mewah, alat-alat rumah tangga mewah.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Berbagai macam kebijakan yang mungkin dapat dilaksanakan suatu negara untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan perdagangan internasional antara lain proteksi, perdagangan bebas, dan politik dumping.

Proteksi adalah kebijakan perdagangan internasional yang bertujuan untuk melindungi produksi dalam negeri. Bentuk-bentuk proteksi yang dapat dijalankan suatu negara antara lain :

Melarang impor produk tertentu yang juga di produksi di dalam negeri, terutama untuk barang-barang yang dimiliki daya asing yang lemah.

Mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap barang-barang tertentu untuk mengurangi masuknya barang-barang tersebut.

Membatasi masuknya jumlah barang tertentu ke dalam negeri

Memberi subsidi kepada produsen untuk meningkatkan produksinya agar dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Memberikan premi kepada produsen yang mampu mencapai jumlah produksi tertentu dengan kualitas yang baik sehingga memiliki daya saing.

  • Perdagangan Bebas

Kebijakan perdagangan bebas adalah kebijakan dalam perdagangan internasional untuk menghilangkan hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional. Penentuan dan pentapan harga di serahkan bebas, itu hanya berlaku bagi negara anggota yang tergabung dalam kelompok perdagangan bebas tersebut.

  • Politik Dumping

Politik dumping adalah kebijakan perdagangan internasional yang menjual hasil produksi lebih murah di luar negeri dibandingkan di dalam negeri. Tujuan politik dumping adalah untuk meningkatkan daya saing untuk memperluas pasar.

Contoh :

  • Mobil Jepang di Singapura di jual dengan harga 1 juta yen, sementara di Jepang dijual dengan harga 1,4 juta yen.
  • Mie instan di Malaysia di jual Rp 500,- sedangkan di dalam negeri di jual Rp 750.-

Pengertian Perdagangan Internasional | Fungsi & Tujuan, Manfaat, Beserta Contohnya!

Pengertian Perdagangan Internasional – Hallo para sahabat Mister Exportir, salam sejahtera untuk para Mister Exportir Lovers diseluruh penjuru tanah air. Pada kesempatan kali ini, admin akan membahas mengenai perdagang internasional dengan lengkap, singkat, padat dan jelas.

Namun, sebelum memasuki pembahasan yang sudah admin rangkum, terlebih dahulu admin akan menjelaskan mengenai apa itu perdagangan internasional yang sesungguhnya dan mengapa suatu negara harus ikut serta akan kegiatan perdagangan dunia seperti pada abad modern ini.

One question for all of you Guys, Apakah disini sahabat Mister Exportir ada yang belum tahu dan merasakan dampak dari adanya perdagangan internasional? Wah jika ada yang masih belum merasakan dampak dari hal tersebut, mungkin dia masih belum paham dan peka mengenai apa itu perdagangan internasional.

Pengertian Perdagangan Internasional – Mister Exportir

Tahukah anda, perdagangan internasional sudah dimulai sejak abad pertengahan, jadi perdagangan internasional bukanlah hal yang baru terjadi ya Sobat Exportir. Ternyata dampak perdagang dunia sudah kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari dan telah terjadi sejak beberapa puluh abad yang lalu. Masih belum peka juga?

kali ini admin akan memberitahu kamu dengan bijak. Secara tidak sadar, anda sudah merasakan dampak dari perdagang internasional. Mari melihat sekililing lingkungan anda, seperti contoh kecil yaitu penggunaan smartphone canggih yang diproduksi di china atau pakaian bermerek yang kalian kenakan rata-rata berasal dari luar negeri.

Sebagai renungan disini, mungkin sedikit dapat membuka pikiran sobat exportir sekalian mengenai perdagangan internasional. Pada dasarnya, Kita memang tidak dapat menolak atau menghindar dari kemajuan global yang terjadi (globalisasi). Secara sadar atau tidak sadar, dibalik hal tersebut sebenarnya kita telah terlibat dalam kemajuan dunia baik itu dari segi ekonomi, teknologi, militer, dan lain- lain sebagainya.

Perdagangan Internasional – Mister Exportir

Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, Perdagangan internasional memang sangat bermanfaat sekali untuk memenuhi segala kebutuhan disegala aspek kehidupan. Akan tetapi sebelum memasuki rangkuman pembahasan mengenai perdagang internasional, admin akan menjelaskan mengenai pengertian perdagangan internasional, manfaat, fungsi dan tujuan, dan berbagai contohnya yang terjadi sampai saat ini.

Yuk kita simak ulasan dibawah ini dengan seksama, Check list out!

Pengertian Perdagangan Internasional

Adakah dari Sobat Exportir yang sudah mengetahuinya? Perdagangan internasional merupakan salah satu bentuk interaksi dalam hal jual-beli barang maupun jasa yang dilakukan antara negara satu dengan negara lainnya dengan dilandasi adanya kerjasama Bilateral atau Multilateral yang telah disepakati antar negara tersebut.

Pengertian Perdagangan Internasional Paling Sederhana – Mister Exportir

Fungsi dan Tujuan Perdagangan Internasional

Adapun beberapa fungsi dan tujuan diberlakukannya perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

Memperluas Wilayah Perdagangan

Perdagangan internasional memiliki tujuan untuk memperluas wilayah perdagangan, yang bermanfaat untuk para produsen dan konsumen. Apakah anda pernah mendengar tentang suatu produsen mengalami kelebihan dalam proses produksi? Hal ini terjadi karena sempitnya wilayah atau jangkauan dagang (Market) produsen tersebut.

Produksi dengan jumlah yang berlebihan tentu akan berdampak buruk untuk sebuah pabrik atau produsen tersebut. Rumus sederhananya adalah, apabila jumlah produksi berlebihan dan tidak sebanding dengan pengeluaran atas kebutuhan pasar, maka akan mengakibatkan Over production atau kebanjiran produksi yang tentu akan berdampak kepada jatuhnya harga barang dikarenakan terbatasnya jumlah yang dpat diserap oleh pasar secara keseluruhan.

Memperluas Wilayah Dagang “Fungsi dan Tujuan Perdagangan Internasional” – Mister Exportir

Selain itu, Perdagangan internasional juga dapat memberikan manfaat untuk produsen. Dalam hal ini, Jika suatu pabrik atau manufaktur dapat memperluas wilayah jangkauan perdagangannya ke negara lain yang mungkin membutuhkan produk tersebut dalam kuantiti atau jumlah yang besar.

Berbagi Teknologi dan Inovasi Modern

Perdagangan internasional memang sangat berdampak terhadap budaya, politik, ekonomi bahkan sampai masuk ke lini teknologi. Perdagangan Internasional bertujuan agar memperoleh keuntungan antar negara. Dalam hal ini, akan ada negara maju yang memberikan inovasi baru di bidang teknologiterhadap negara yang berkembang atau yang sedang berkembang.

Sebagai contohnya, negara super power seperti Indonesia, Amerika Serikat, China, Jepang, Korea, Rusia, Jerman dan lain- lain sebagainya, negara tersebut akan mendistribusikan penemuan terbaik negara tersebut baik itu berupa teknologi maupun produk terbaru masa kini kepada negara- negara berkembang lainnya.

Fungsi dan Tujuan Perdagangan Internasional “Berbagi Teknologi Modern” – Mister Exportir

Meningkatkan Devisa Negara

Meningkatkan devisa negara adalah salah satu tujuan setiap negara yang berpartisipasi dalam perdagangan global. Jika suatu negara terlibat dalam suatu perdagang internasional dengan negara yang lain, makatentu saja negara tersebut berpotensi menaikkan devisa negara.

Dampak dari meningkatnya devisa negara adalah berkembang pesatnya pertumbuhan ekonomi, dan jika semakin bertumbuhnya ekonomi suatu negara, maka akan banyak pula aspek kehidupan yang dapat didukung, khususnya tenaga kerja yang dibutuhkan dan dapat diserap oleh industri juga akan semakin banyak.

Meningkatkan Devisa Negara – Mister Exportir

Manfaat Perdagangan Internasional

Adapun beberapa manfaat yang akan diperoleh suatu negara jika berpartisipasi dalam kegiatan perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

Mencegah Krisis Ekonomi

Manfaat perdagangan internasional meliputi seluruh aspek kehidupan sehari-hari seperti sosial, politik, budaya, teknologi bahkan juga ekonomi. Dalam hal ekonomi, perdagangan global sangatlah mempunyai berbagai manfaat salah satunya mencegah krisis ekonomi.

Apa itu krisis ekonomi? Suatu keadaan dimana suatu negara mengalami kekurangan kebutuhan contohnya adalah seperti suatu negara mengalami krisis beras, karena mengalami gagal panen di setiap wilayahnya. Dalam hal ini, negara lain yang mempunyai produksi beras yang berlebih (Over Production) akan mengekspor beras tersebut ke negara yang sedang mengalami krisis beras.

Manfaat Perdagangan Internasional “Mencegah Krisis” – Mister Exportir

Memperluas Kesempatan Kerja

Semakin meluas perdagangan antar negara-negara di dunia, akan berdampak baik pula untuk tersedianya lapangan kerja yang produktif. Kesempatan ini tentu saja merupakan hasil yang akan diperoleh oleh berbagai negara yang ikut serta akan perdagangan dunia.

Perdagangan internasional yang semakin merata dan dilakukan secara merata oleh antar negara di dunia, maka dalam hal ini akan menyebabkan menaiknya permintaan produk, dan para produsen pun akan mencari sumber daya manusia untuk mendukung penuh kuantitas maupun kualitas produknya yang akan dijual atau dikirim ke berbagai negara.

Manfaat Perdagangan Internasional “Memperluas Kesempatan Kerja” – Mister Exportir

Mempererat Hubungan Antar Bangsa

Dengan meratanya perdagangan internasional yang dilakukan antar negara-negara dunia, maka tentu saja akan berdampak baik untuk bidang sosial dan diplomasi antar negara, serta semakin eratnya hubungan bilateral antar negara satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu, betapa pentingnya sebuah negara dapat berinteraksi dan berpartisipasi dalam perdagangan dunia yang saat ini sangat luar biasa manfaatnya baik itu dari segi ekonomi, social impact, diplomasi, dan kontribusi positif antar negara.

Manfaat Perdagangan Internasional “Mempererat Hubungan Kerjasama Antar Negara” – Mister Exportir

Contoh- Contoh Perdagangan Internasional Paling Populer

AFTA (ASEAN Free Trade Area)

AFTA atau Asean Free Trade Area adalah sebuah kerjasama yang dihasilkan dari kesepakatan dan persetujuan antara negara-negara di Asia Tenggara dalam sektor perdagangan produk lokal. Indonesia adalah termasuk negara dari anggota AFTA, tak hanya Indonesia saja, negara lainnya seperti Brunai, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philipina, Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya.

AFTA resmi didirikan pada tahun 1995, dengan tujuan mengembangkan daya saing pada proses produksi untuk perdagangan internasional. Maka dari itu, admin menyantumkan AFTA sebagai salah satu contoh dari perdagangan internasional yang paling mudah untuk dipahami.

Contoh Perdagangan Internasional “AFTA” – Mister Exportir

APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)

Asia-Pacific Economic Cooperation atau dalam Bahasa Indonesia berarti Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik ini merupakan sebuah organisasi kerjasama yang dibentuk oleh negara- negara Asia-Pasifik. APEC sendiri dibentuk pada tahun 1989.

APEC merupakan organasasi antar negara Asia-Pasifik dalam sektor ekonomi dengan bertujuan meningkatkan kerjasama dan perdagangan bebas pada wilayah Asia Pasifik. Dengan demikian, APEC menjadi salah satu contoh perdagangan internasional yang harus kamu ketahui.

Contoh Perdagangan Internasional “APEC” – Mister Exportir

NAFTA (North America Free Trade Area)

NAFTA adalah singkatan dari North America Free Trade Area atau dalam Bahasa Indonesia artinya Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. NAFTA merupakan organisasi ekonomi dalam sektor perdagangan internasional.

NAFTA dibentuk pada tahun 1994 dengan tiga negara anggota Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. NAFTA bertujuan untuk mengontrol kegiatan ekonomi di wilayah Amerika Utara.

Contoh Perdagangan Internasional “NAFTA” – Mister Exportir

Ekspor dan Impor

Sahabat Mister Exportir, perdagangan internasional memang sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita. kegiatan perdagangan internasional sudah dilakukan sejak jaman dulu. tak sedikit bukti sejarah yang menjelaskan bahwa perdagangan internasional memang sudah terjadi dari dahulu kala. Dalam perdagangan internasional, terkenal dua istilah yang dilakukan antar negara dan amat sederhana yaitu ekspor dan impor.

Contoh Perdagangan Internasional “Ekspor dan Impor” – Mister Exportir

Ekspor merupakan suatu kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain atau kegiatan pengeluaran barang dari area kepabeanan suatu negara, sedangkan Impor merupakan kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain atau sebuah kegiatan memasukkan barang dari luar area kepabeanan suatu negara kedalam negeri.

Manfaat dari kegiatan ekspor dan impor itu sendiri memang sangatlah banyak, salah satu contohnya adalah seperti meningkatkan devisa negara, perkembangan investasi dalam negeri, dan lain- lain sebagainya. Dengan demikian, kegiatan ekspor dan impor adalah contoh yang sangat real dalam sebuah perdagangan dunia.

E-commerce

Nah kalau yang satu ini pasti sudah sering Sobat Mister Exportir lakukan, yaitu E-commerce atau electronic commerce yang berarti dalam Bahasa Indonesia berarti perdagangan elektronik. E-commerce juga termasuk kedalam contoh perdagangan internasional karena dapat diakses oleh orang-orang diseluruh dunia.

Contoh Perdagangan Internasional “E-Commerce” – Mister Exportir

E-commerce ini berbasis online trading dan mengandalkan sistem elektronik dan akses melalui internet. Selain itu, E-commerce bertujuan untuk memudahkan para penggunanya untuk membeli sebuah produk maupun jasa dengan cara yang efesien dan efektif.

Dengan E-commerce anda tidak perlu keluar rumah hanya untuk sekedar membeli barang, semua bisa lakukan di rumah dengan mengakses E-commerce yang ada. Sungguh mudah bukan sobat Exportir?

Nah Sahabat Mister Exportir, sudah tahukan tentang pengertian perdagangan internasional baik itu dari segi fungsi dan tujuannya, manfaatnya, dan begitu juga disertai beberapa contohnya yang dapat kamu pelajari lebih dalam lagi. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat bagi sobat Mister Exportir ya!

Dan seperti biasa, Terimakasih dan salam sukses bagi sobat Exportir Indonesia, Love you guys!

Cari Tahu Nilai Ekspor Batik Indonesia Di Sini!

Nilai Ekspor Batik Indonesia – Batik adalah warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Negara ini memiliki banyak sekali warisan budaya yang diakui oleh dunia. Keberadaan batik sendiri diakui oleh dunia sebagai warisan budaya nonbendawi asli Indonesia. Sebagai negara yang memproduksi batik, Indonesia juga ikut memasarkannya dengan mengirimkan hasil karyanya ini ke berbagai negara di dunia. …

Inilah Komoditas Ekspor Impor New Zealand yang Tak Banyak Orang Tahu!

Komoditas Ekspor Impor New Zealand- Selandia Baru atau yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal sebagai New Zealand merupakan negara kepulauan terakhir yang ditinggali oleh manusia di dunia. Negara New Zealand ini adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia. Pada tahun 2020, Pendapatan Domuestik Bruto New Zealand mencapai angka US$ 206 miliar dan …

Komoditas Ekspor Impor Taiwan Bernilai Tinggi!

Komoditas Ekspor Impor Taiwan – Taiwan merupakan sebuah negara yang terletak di Asia Timur. Secara resmi bernama Republik Tiongkok, Taiwan mengirimkan barang senilai US $ 335,8 miliar di seluruh dunia pada tahun 2020. Jumlah dolar itu mencerminkan kenaikan 7,2% sejak 2020 dan kenaikan 5,7% dari 2020 hingga 2020. Pulau utama negara ini, juga dikenal sebagai Formosa, …

Inilah Komoditas Ekspor Impor Sudan yang Luar Biasa, Cek Disini!

Komoditas Ekspor Impor Sudan – Sudan merupakan sebuah negara di Timur Laut Afrika. Berbatasan dengan Mesir di utara, Laut Merah di timur laut, Eritrea di timur, Ethiopia di tenggara, Sudan Selatan di selatan, Republik Afrika Tengah di barat daya, Chad di barat, dan Libya di barat laut. Negara ini memiliki populasi 43 juta orang (perkiraan …

Inilah Potensi Ekspor Provinsi Sulawesi Tengah Terlengkap!

Potensi Ekspor Provinsi Sulawesi Tengah-Sulawesi Tengah atau biasa disingkat Sulteng adalah salah satu provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya mencapai 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya berkisar 3.222.241 jiwa (tahun 2020 berdasarkan survei penduduk). Provinsi Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau …

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: