Uang Digital Jepang

Peringkat broker opsi biner:

Mengapa Jepang Menginginkan Mata Uang Digitalnya Sendiri?

Jepang bergabung dengan daftar negara-negara di dunia yang mau mengembangkan mata uang digital yang didukung oleh negara mereka sendiri.

Norihiro Nakayama, wakil menteri luar negeri, mengatakan kepada Reuters sebelumnya bahwa anggota parlemen sedang mencari cara untuk mengeluarkan versi digital yen. Pemerintah akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta yang berbasis di Jepang untuk menggarap proyek ini.

Nakayama mengatakan proposal untuk mata uang itu dapat diajukan pada awal Februari tahun ini.

Jadi mengapa Jepang ingin mata uang digitalnya sendiri?

Dua alasannya adalah China dan Libra Facebook.

China telah mendorong untuk yuan digital sejak 2020. Sementara banyak detail proyek masih belum diketahui, ada banyak tetangga China yang merasa khawatir, termasuk Jepang.

Salah satu kekhawatiran terbesar Jepang adalah gagasan bahwa China akan berusaha untuk menetapkan yuan digital sebagai settlement currency. Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, menjelaskan kepada Reuters bahwa ini akan menjadi “masalah yang sangat serius” mengingat negaranya terutama menggunakan dolar untuk menyelesaikan transaksi, dan sebagian besar Jepang masih menyukai uang tunai.

Ada juga kekhawatiran yang berlaku bahwa mata uang digital China dapat digunakan sebagai bentuk pengawasan keuangan – cara untuk mengintip rincian keuangan dari siapa saja yang bertransaksi dengan mata uang tersebut.

Mu Changchun – kepala Bank Rakyat China dari lembaga riset mata uang digital – melakukan upaya pada November lalu untuk menghilangi ketakutan itu. Dia mengatakan bahwa pengguna masih akan dapat melakukan transaksi anonim dan bahwa yuan digital terutama dirancang untuk “meningkatkan inklusi keuangan” di daerah pedesaan.

Peringkat broker opsi biner:

Sejak itu China mengambil langkah cepat dengan mata uang digital bank sentral. Tetapi, pada kenyataannya, itu adalah pengenalan proyek stablecoin Facebook, Libra, yang mempercepat kerja China pada yuan digital, menurut Wang Xin, direktur People’s Bank of China (PBoC).

Pada sebuah konferensi Juli lalu, Xin berkomentar bahwa mata uang digital yang berbasis di AS seperti Libra berpotensi dapat merusak infrastruktur keuangan negaranya

Meskipun ada kendala yang dihadirkan oleh badan pengatur global sejak diumumkan pertama kali pada Juni tahun lalu, proyek yang dipimpin Facebook itu terus menekan.

Pekan lalu, ada pengenalan “Komite Pengarah Teknis” baru yang akan terdiri dari lima anggota pelantikan yang ditugaskan untuk mengawasi pengembangan proyek. Pada November, testnet Libra telah memproses lebih dari 50.000 transaksi di 34 proyek yang bekerja pada blockchain-nya.

Chuanwei Zou – seorang kepala ekonom dari raksasa pertambangan China Bitmain – menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan NPR bahwa Libra “mewakili ancaman besar” dalam hal pembayaran mobile. China, sebagian besar, sangat bergantung pada pembayaran mobile melalui platform seperti WeChat dan Alipay, dan Libra berpotensi mengganggu platform tersebut.

Tetapi Jepang mungkin memiliki pendapat berbeda tentang Libra. Juli lalu, Nikkei Asian Review melaporkan bahwa anggota parlemen Jepang khawatir Libra akan sulit diatur. Mereka mengatakan bahwa karena Libra dipatok ke sekeranjang mata uang fiat yang berbeda, ini menghindari terikat pada politik pemerintahan satu negara.

Tetapi mengingat daftar pendukung Libra yang semakin menipis – dengan raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone yang menjadi mitra utama terakhir yang keluar dari Asosiasi Libra – Jepang, China, dan negara-negara bangsa lain mungkin tidak akan terlalu khawatir pada akhirnya.

MUFG Coin – Mata Uang Digital Jepang

MUFG Coin – Dikabarkan Adalah Nama Mata Uang Digital Jepang, Siap Dirilis Tahun Depan

MUFG Coin. Dituliskan di digitalcoinsexchange bahwa jepang telah memiliki sebuah token digital yang diberi nama dengan MUFG Coin. Token digital ini, rencananya akan diluncurkan pada musim gugur di tahun mendatang.

Hal tersebut, adalah hasil buah kerjasama antara Bank of Tokyo – Mitsubishi dan UFJ Bank Ltd. Dua perusahaan tersebut adalah dua bank besar Jepang. Sedangkan Mitsubishi UFJ Financial Group ini telah menjadi anggota di konsorsium R3CEV. Nantinya, jika memang mata uang digital Jepang ini akan benar-benar diluncurkan, maka hal itu akan menjadi bank pertama di dunia yang merilis mata uang digitalnya sendiri.

Informasi tentang mata uang digital MUFG Coin ini berasal dari sebuah surat kabar Asahi Shimbun di Jepang. Dikabarkan dari surat kabar tersebut, bahwa bank terbesar di Jepang tersebut memang berupaya untuk mewujudkan mata uang digital lain selain Bitcoin . Dan nama mata uang digital tersebut adalah MUFG Coin.

Kabarnya, nilai mata uang digital MUFG Coin, akan dinilai setara dengan satu Yen. Sedangkan, harga BTC tetap fleksibel dan berfluktuasi sepanjang hari. Hal tersebut yang membuat mata uang digital ini berbeda dengan Bitcoin. Selain itu, yang membuatnya berbeda adalah, karena mata uang digital baru Jepang ini juga tidak bergantung pada jaringan terdistribusi yang dikelola dan dijaga oleh ekosistem pertambangan para penambang.

Tidak hanya itu, dikabarkan juga bahwa pihak berwenang pun tengah berupaya untuk memulai berbagai fasilitas yang memudahkan konversi mata uang tersebut dengan mata uang lainnya. Pembangunan fasilitas tersebut telah diupayakan untuk didirikan di berbagai bandara udara di Jepang.

Harapannya, dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut pengguna dapat lebih mudah untuk menukarkan MUFG Coin dengan mata uang asing lainnya. Selain fasilitas konversi mata uang, juga tengah diupayakan pengembangan mesin ATM dengan sistem dua arah. Meski hal ini akan memakan waktu yang agak panjang. Namun proyeksinya, dapat diselesaikan pada tahun 2020 mendatang.

Jepang Akan Rilis Proposal Mata Uang Digital untuk Saingi Digital Yuan Cina

Home > Berita > Jepang Akan Rilis Proposal Mata Uang Digital untuk Saingi Digital Yuan Cina

Jepang akan mengikuti jejak Cina untuk membuat mata uang digital, negara tersebut tidak ingin ketinggalan dalam perlombaan untuk membuat cryptocurrency yang didukung pemerintah.

Para pembuat undang-undang di Jepang telah dilaporkan akan mengeluarkan rancangan proposal mata uang digital bank sentral (CBDC) pada Jumat ini waktu setempat.

Jepang awalnya tertarik untuk mengeluarkan CBDC setelah Cina mengumumkan rencana untuk memanfaatkan teknologi blockchain untuk meluncurkan yuan digital tahun lalu.

Negara ini percaya bahwa niat Cina itu adalah tantangan untuk mata uang cadangan yang ada, hegemoni mata uang dan sistem penyelesaian internasional.

Sedangkan menurut Hiromi Yamaoka, Head of Financial Settlements Bank Of Japan (BOJ) menandai jika ada kekhawatiran bagi Jepang atas potensi digital yuan.

“China adalah pesaing, jika yuan digunakan lebih luas daripada yen maka akan menyebabkan penurunan kekuatan ekonomi dan pengaruh Jepang dalam jangka menengah hingga panjang, ” kata Yamaoka dilansir dari Bloomberg.

Hal ini nampaknya cukup realistis mengingat Cina adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Jika digital yuan berhasil bisa saja itu aka dijadikan sebuah standar untuk ekonomi digital. Apalagi Cina saat ini sudah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia dalam hal PDB tahunan.

Karena itu, langkah Jepang untuk menciptakan mata uang kripto sendiri adalah langkah yang diharapkan untuk melawan pengaruh potensial CBDC Cina di masa mendatang.

Menurut Norihiro Nakayama, wakil menteri urusan luar negeri Jepang mengatakan jika proposal yang dirilis nanti akan menjadi pembuka jalan bagi penggunaan mata uang digital di negara ini.

Namun, tidak berarti bahwa Jepang akan meluncurkan mata uang kripto dalam waktu dekat karena ada regulasi hukum dan teknis yang perlu diselesaikan.

Jepang Bekerja Sama dengan AS untuk Mata Uang Digital

Untuk memperlancar rencana ini, Nakayama mengatakan jika Jepang perlu bekerja sama dengan Amerika Serikat.

“ Tanpa A.S, kami tidak dapat melawan upaya China untuk menantang mata uang cadangan yang ada dan sistem penyelesaian internasional, “ ujar Nakayama

Bank of Japan (BoJ) dilaporkan akan bermitra dengan enam bank sentral lainnya, termasuk Federal Reserve Amerika Serikat untuk meneliti CBDC.

Dampak dari yuan digital China bukan satu-satunya kekhawatiran bagi pembuat kebijakan Jepang. Negara ini juga khawatir tentang Libra Facebook yang kontroversial.

Raksasa media sosial ini telah menerima beberapa serangan balik dari bank sentral di seluruh dunia sejak mempublikasikan rencana untuk meluncurkan mata uang digitalnya.

Namun Libra juga membuat banyak bank sentral mulai mempelajari dan mempertimbangkan untuk meluncurkan mata uang digital mereka sendiri.

Peringkat broker opsi biner:
Tempat berinvestasi
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: